tgindex
Buletin Fitnah

Buletin Fitnah

Статистика
@BuletinFitnahиндонезийский

Bismillah, Ahlan wa sahlan di channel Buletin Fitnah yang insyaAllah akan menginfokan atau menyajikan bukti apa yang telah menimpa salafiyyun baik yang telah lalu maupun terkini. Semoga bermanfaat, Barokallahu fiikum

Последний пост
20 июл.
Последнее чтение
14 авг.
Постов за неделю
0
Всего постов
22
Тип
открытый
Язык
индонезийский
В каталоге с
13 авг.
Подписчики
1 056
0 за 2 дн.
Сутки
0
0,00%
Неделя
 
Месяц
 
Просмотров на пост
969
22 постов
Вовлечённость
91,8%
к подписчикам
Постов в день
0,0
всего 22
Упоминаний
2
каналов
Охват размещения
оценка
1/24сутки в ленте
539
1/48двое суток
617
1/72трое суток
666

Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.

Посты

  • Karena nasehat” sudah tidak gubris lagi oleh gerombolannya endra sebayang, dan mereka semakin membuta babi melontarkan tuduhan, cacian dan celaan kepada para ikhwan, asatidzah serta para ulama ahlussunnah. Maka akhirnya kita bongkar sepak terjang mereka yang…

  • 20 июл.5832из Ibrahim Turkiman

    без подписи

  • без подписи

  • 20 июл.6322из abuhazim_faris

    .... Apakah Kemarahan Bermula dari Kesombongan? Tidak semua kemarahan berawal dari kesombongan. Namun, orang yang sombong hampir tidak pernah lepas dari amarahnya. Ada orang yang marah karena kasih sayang, sebagaimana seorang ibu yang menegur anaknya. Ada pula yang marah karena kecemburuan, yang lazim terjadi dalam kehidupan rumah tangga antara suami dan istri yang masih memiliki rasa kecemburuan. Namun, kemarahan yang berangkat dari kesombongan berbeda sifatnya. Ia marah karena merasa dirinya lebih baik dan lebih suci daripada orang yang dimarahi. Ia menegur bukan untuk memperbaiki, melainkan dengan maksud merendahkan. Bahkan terkadang, ia marah karena kedudukan orang lain ternyata melebihi dirinya; dari sinilah lahir hasad yang kemudian melahirkan amarah. Maka, dari sini jelas bahwa tidak semua orang yang memberi nasihat dicap sebagai orang yang sombong. Kemarahan dapat dilihat dari beberapa sisi: 1. Marah karena urusan apa? 2. Apa dorongan yang melatarbelakangi marahnya? 3. Apakah ia melampaui batas atau tidak? Barulah dari ketiga sisi ini dapat dinilai apakah marahnya bernilai kebaikan atau justru keburukan. Sehingga, tidaklah adil bila setiap orang yang menegur dengan tegas atau marah lalu dicap sebagai orang sombong. Bayangkan ada seseorang yang bermain di tepi jurang atau di dekat kobaran api. Bagaimana reaksi kita? Apakah dibiarkan, atau ditegur keras, bahkan mungkin dimarahi? Tentu semua dari kita akan segera menegurnya, karena ia berada dalam bahaya. Pantaskah bila orang yang ditegur itu justru murka, lalu membalas dengan tuduhan bahwa orang yang menegurnya sombong atau jahat? Tentu hal itu tidak pantas. Yang lebih mengherankan, ada sebagian orang yang ditegur oleh temannya, justru berucap, “Dia sombong! Cinta kepemimpinan!” Sungguh, bagaimana mungkin nasihat dapat diterima bila prasangka buruk sudah lebih dahulu menguasai hati? Lebih ajaib lagi, tuduhan ini sering diulang oleh kelompok tertentu. Mereka melekatkan label buruk kepada pihak yang menasihati dengan sebutan “Jama’ah Tahdzir.” Mereka menuduh kita merasa bersih, merasa sok, dan menganggap diri tidak pernah salah. Padahal, nasihat telah disampaikan panjang lebar, namun tetap ditolak. Bahkan, ketika tahdzir akhirnya jatuh kepada mereka dari sebagian masyayikh yang mulia, justru para penolak ini semakin keras menuduh. Aneh lagi, ada sebagian orang menamakan para penasihat itu dengan istilah baru, “Polman (Polisi Manhaj).” Julukan itu mereka ciptakan semata karena nasihat tersebut berlawanan dengan hawa nafsu mereka. Tanpa rasa takut, mereka melabeli kaum muslimin dengan sebutan buruk, padahal memberi julukan jelek merupakan dosa jariyah, dan ia termasuk seburuk-buruknya nama kefasikan setelah iman. Betapa mirip kejadian ini dengan kisah kaum Nabi Luth ‘alaihis salam yang menolak kebenaran dengan alasan, “Sesungguhnya mereka adalah manusia sok suci...” Sungguh, orang yang marah karena kesombongannya justru adalah mereka, para penolak nasihat. Menolak nasihat merupakan ciri khas kesombongan, apalagi bila dikaitkan dengan kalimat perendahan, dan hadis tentang hal ini tentu sudah kita hafal bersama. نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمْ وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ أَنْ يَهْدِيَنَا جَمِيعًا إِلَى سَوَاءِ السَّبِيلِ •┈┈•┈•⊰▫️⊱•┈•┈┈• ☕ Fawaid Hazimiyah = Telegram: https://t.me/+K-P_hSPyVbsyNjll = Threads: https://www.threads.com/@b_hzm20 = WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbB4FyYFXUuRt5u44T0Y

  • 15 июл.6601из datadanfakta

    * Apa sikap terhadap berbagai penyimpangan yang selama ini dipermasalahkan para asatidzah? Selama hal-hal tersebut tidak dijelaskan secara terang, maka wajar apabila sebagian ikhwan masih merasa belum tenang. Bukan karena ingin mencari-cari kesalahan, tetapi karena persoalan ini menyangkut arah dakwah, manhaj, dan orang-orang yang akan mengambil ilmu. Apalagi apabila yang lebih sering tampak justru ajakan untuk tidak terlalu mempermasalahkan perselisihan tersebut dengan alasan "sama-sama Ahlus Sunnah". Padahal, menurut banyak ulama, bentuk-bentuk penyimpangan dalam manhaj dan wala' bara' terhadap ahlul bid'ah bukanlah perkara ringan yang boleh dianggap sepele. Jadi Dengan demikian, inti persoalannya bukan sekadar membantah satu demi satu informasi yang beredar, tetapi memberikan kejelasan sikap yang konsisten terhadap pokok-pokok masalah yang sejak awal dipersoalkan. Sebab dalam perkara manhaj, yang menjadi ukuran bukan hanya pernyataan, tetapi juga sikap, praktik, dan dampaknya terhadap umat. 💥Sumber: Whatsapp (judul dari admin)

  • 15 июл.6051из datadanfakta

    CATATAN KRITIS TERHADAP PERYATAAN HARI AHADI 1. Apa yang dimaksud dengan "memuji Rodja"? Pada poin pertama disebutkan bahwa tidak pernah ada pujian kepada Rodja, bahkan sampai disertai sumpah. Namun perlu dijelaskan terlebih dahulu, apa definisi "pujian" yang dimaksud? Apabila seseorang mengatakan bahwa Rodja, RII, dan yang semisalnya masih Ahlus Sunnah, atau memberikan kesan bahwa penyimpangan mereka bukan perkara yang perlu dipermasalahkan, maka menurut sebagian orang, itu sendiri sudah dianggap sebagai bentuk pembelaan atau pujian. Sedangkan menurut yang bersangkutan mungkin itu bukan pujian. Jadi persoalannya bukan sekadar mengatakan, "Saya tidak pernah memuji." Yang dibutuhkan adalah penjelasan terhadap substansi ucapan dan sikapnya. 2. Tahdzir tidak harus menunggu seseorang divonis sebagai ahli bid'ah Dalam klarifikasi tersebut seakan-akan dibangun kesan: "Kalau mereka belum dipastikan sebagai ahli bid'ah, berarti tidak boleh ditahdzir." Ini adalah cara memahami yang kurang tepat. Para ulama menjelaskan bahwa tahdzir memiliki banyak sebab, tidak terbatas hanya karena seseorang telah divonis sebagai ahli bid'ah. Di antara sebab seseorang diperingatkan adalah apabila ia: * Membela atau melunakkan sikap terhadap ahli bid'ah, * Mempromosikan tokoh atau kelompok yang menyebarkan penyimpangan, * Menjadi pintu masuk tersebarnya syubhat, * Mengajak kepada persatuan di atas kebatilan, * atau menampilkan sikap yang membuat masyarakat tertipu terhadap penyimpangan yang ada. Karena itu, pertanyaan: "Apakah mereka ahli bid'ah?" bukanlah jawaban yang otomatis menggugurkan alasan adanya tahdzir. 3. Mengapa masih bertanya tentang penyimpangan Rodja? Disebutkan bahwa pertanyaan tentang penyimpangan Rodja hanyalah untuk menambah bekal ilmu. Namun justru di sinilah muncul pertanyaan. Kalau memang selama ini belum mengetahui secara jelas penyimpangan Rodja, lalu atas dasar apa sebelumnya tidak pernah memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang penyimpangan tersebut? Bukankah hal itu justru menguatkan kesan yang selama ini berkembang bahwa sikap terhadap Rodja memang tidak tegas? Maka wajar apabila sebagian ikhwan menilai bahwa pertanyaan tersebut bukan sekadar mencari tambahan ilmu, tetapi menunjukkan belum jelasnya sikap terhadap penyimpangan yang telah lama dibahas oleh para asatidzah. 4. Mengaku meminta bimbingan, tetapi kesan yang muncul justru berjalan sendiri Disebutkan berbagai kisah pernah mendatangi beberapa ustaz untuk meminta bimbingan. Alhamdulillah apabila memang demikian. Namun yang menjadi pembahasan bukan sekadar pernah bertemu atau berkonsultasi. Yang menjadi pertanyaan adalah: Dalam perkara-perkara besar yang menimbulkan fitnah di tengah salafiyyin, apakah hasil bimbingan itu tampak dalam sikap dan langkah yang diambil? Karena yang dilihat masyarakat adalah kenyataan yang muncul. Apabila di satu sisi mengatakan selalu meminta bimbingan, namun di sisi lain tetap mengambil langkah-langkah yang menimbulkan polemik, maka tidak mengherankan apabila muncul kesan bahwa sebenarnya lebih memilih berjalan dengan ijtihad sendiri. Terlebih lagi ketika muncul berbagai komentar dari para pendukung yang justru memperkuat kesan tersebut. 5. Menafikan marah tidak cukup tanpa menjelaskan fakta Mengatakan, "Wallahi saya tidak marah." belum tentu menyelesaikan persoalan. Sebab setiap orang memiliki cara mengekspresikan kemarahannya. Ada yang marah dengan suara keras. Ada pula yang marah dengan nada halus, sindiran, atau penolakan yang tegas. Karena itu, yang perlu dijelaskan bukan hanya penafian, tetapi bagaimana sebenarnya peristiwa yang dimaksud terjadi sehingga tuduhan tersebut muncul. 6. Yang dinilai masyarakat adalah sikap yang tampak. Penjelasan mengenai pernah berdakwah di perusahaan, kemudian berhenti, tidak menjawab pokok persoalan yang menjadi pembicaraan. Yang ingin diketahui masyarakat justru adalah: * Apa sebenarnya sikap terhadap Rodja? * Apa sikap terhadap MLM? * Apa sikap terhadap Mushofi'qah?

  • 15 июл.4572из datadanfakta

    DATA PRIMER SEJARAH FITNAH SURURIYAH HALABIYAH RODJAIYAH TURATSIYAH DI INDONESIA 1⃣ Persaksian Ust. Muhammad as-Sewed hafizhahullah. Tahdzir Asy-Syaikh Rabi' rahimahullah terhadap Al-Sofwa al-Muntada sebagai cangkang fitnah Sururiyah di Indonesia (sebelum lahirnya cangkang baru mereka, Rodja): » https://t.me/sekelumitsejarah/1964 2⃣ Buku Putih I: » https://t.me/sekelumitsejarah/1961 3⃣ Buku Putih 2: » https://t.me/sekelumitsejarah/1962 4⃣ Transkrip Dialog Ust. Usamah Mahri hafizhahullah dan Gurunya, Asy-Syaikh Rabi' rahimahullah: » https://t.me/sekelumitsejarah/1963 5⃣ Audio persaksian ust. Muhammad hafizhahullah tentang isi pertemuan di rumah Asy-Syaikh Rabi' rahimahullah terkait cangkang fitnah Sururiyah sebelum Rodja, Al-Sofwa: » https://t.me/Salafy_Sorowako/2687 6⃣ Asy-Syaikh Rabi' rahimahullah tidak hanya memperingatkan untuk berhati-hati terhadap Rodja demi menjaga manhajnya seperti klaim Lik Jarot namun beliau juga mentahdzir dedengkotnya (Yazid Jawaz rahimahullah) dan keterkaitan manhaj para dainya dengan manhaj Sururiyah Halabiyah Turatsiyah. Poin-poin ringkasan bimbingan beliau selengkapnya: » https://t.me/sekelumitsejarah/2258 7⃣ Audio bukti persetujuan Syaikh Rabi' rahimahullah atas ringkasan pada poin ke-6 yang dibacakan oleh Syaikh Khalid hafizhahullah: » https://t.me/sekelumitsejarah/616 💥Sumber: https://t.me/sekelumitsejarah/3114

  • 15 июл.4202из sekelumitsejarah

    [ARCHIVE] 🌵⚔️🌵 MANHAJIYAH: PARODI RODJA & BAHAYA LATEN JARINGANNYA Jika tak kenal maka tak waspada 💡Bagi anda yang sudah pernah membaca artikel di bawah ini dan menyaksikan bukti-buktinya maka kumpulan link tulisan ini bisa menjadi bahan untuk merefresh ingatan bahaya jaringan Sururiyun Halabiyun masih ada di depan mata. 🔋Bagi anda yang belum pernah membacanya maka semoga arsip data dan bukti yang terhidang akan menjadi bahan untuk bisa bersikap ilmiah bahwa perselisihan kita dengan Sururiyun Halabiyun adalah perselisihan Manhajiyah. Semoga bermanfaat, amin. Selamat menyimak... ❌⛔ Rekaman dan Terjemahan Fatwa Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri Hafizhahullah Tentang Larangan Untuk Mendengarkan Radio Turotsiyyah Halabiyyah Ma’ribiyyah (semisal RODJA dll) 🔥 GANTI NAMA TUTUP TELINGA ….SEBUAH KAMUFLASE BARU HALABIYUN IRSYADIYUN DALAM MENIPU UMAT 〰〰〰〰〰〰〰〰〰 #Jas_Merah (Jangan Sekali-kali Menipu Sejarah) I. AL IRSYAD & JARINGAN TERORIS TAKFIRI BA’ASYIRI ‼️ AWAS BAHAYA!! HALABIYUN SURURIYUN TUROTSIYUN RODJAI-PUN MENJADI CORONG TANDZIM TERORIS TAKFIRI AL QAEDA 🛰️ LBIA Lembaga Satelit Yayasan Majelis at-Turats Al-Islamy 🔠 Carut Marut Turotsi a.k.a Perhimpunan Al-Irsyad ✊🏽 Yayasan Al Sofwa Dalam Sorotan (1) : Sebagian Bukti Yang Tampak ✊🏽 Yayasan Al Sofwa Dalam Sorotan (2) : Dalam Sangkar Pembelaan Abu Haidar cs 🚫 Syaikh Rodja Yang Ikhwani Sururi Itu Adalah PROVOKATOR PENIPU & PENDUSTA!! 🚫 Mengenal MUHAMMAD SURUR 🚫 Diantara Kejahatan SURURIYAH : MENCELA PARA ‘ULAMA SUNNAH DAN MELECEHKANNYA 🚫 Jahatnya Pemikiran SURURIYYAH -- Serial Membedah Pemikiran Menyimpang Dedengkot Rodja Firanda 1️⃣ Parodi Rodja Go.Liat Cs Geli.At 2️⃣ Parodi Rodja (Bagian 2): Al Lajnah Ad Daimah Tidak Mencabut Bantahannya Terhadap Al Halaby 3️⃣ Parodi Rodja (Bagian 3): Wallahi Kamu Adalah Pendusta Licik Wahai Firanda!!! 4️⃣ Parodi Rodja (Bagian 4): Loker Team Keroyokan 5️⃣ Parodi Rodja (Bagian 5): Situs Tukpencarialhaq Ditahdzir Syaikh Shalih As Suhaimy! 6️⃣ Parodi Rodja (Bagian 6): Caldok Firanda (Dedengkot Halabiyun Rodja) Lindungi ‘Ar’ur Yang Sesat 7️⃣ Parodi Rodja (Bagian 7): Ada Apa Dengan Rodja TV? 8️⃣ Parodi Rodja (Bagian 8): Pujian Syaikh Besar Rodja Kepada Dedengkot Teroris Khawarij Usamah bin Laden 9️⃣ Parodi Rodja (Bagian 9): Syaikh Rodja Memperbaharui Baiatnya Kepada Mursyidul ‘Amm Ikhwanul Muslimin 🔟 Parodi Rodja Bag.10: Beking Dakwah Halabiyun Firanda Adalah Pendusta Besar 1️⃣1️⃣ Parodi Rodja Bag.11: Syaikh Rodja Dijebloskan Ke Penjara Saudi?!! 1️⃣2️⃣ Parodi Rodja Bag.12: Hubungan Syaikh Rodja Dengan Syi’ah Dan Ahlul Bid’ah L 1️⃣3️⃣ Parodi Rodja Bag.13: Menjawab Tantangan Halabiyyun (Dokter dan Guru Besar Beladiri) 1️⃣4️⃣ Parodi Rodja Bagian 14: Firanda & Rodja : Tu Khang Bo Hong 1️⃣5️⃣ Parodi Rodja Bag.15: Pembelaan & Jawaban Mantap Atas Tuduhan: Salafiyyun Mutasyaddid/Keras!!! 1️⃣6️⃣ Parodi Rodja Bag.16: Ulama Tidak Ma’ruf Menghancurleburkan Taring-Taring Muwazanah Sururiyah Ikhwaniyah Syaikh Firanda Yang Terkenal 1️⃣7️⃣ Parodi Rodja 17: Ouwh…”Lidah” Si Tu Khang Bo Hong Firanda Bercabang!!! 1️⃣8️⃣ Parodi Rodja 18: Jawaban Seorang Murid Ulama Kibar, Benarkah Salafiyun Menyelisihi Manhaj Ibnu Baz dan Ibnu Utsaimin??! (Membungkam Tuduhan Halabiyun Rodja, Si Fajir Pendusta Besar Firanda Andirja) 🇮🇩 #lawan_terorisme https://t.me/sekelumitsejarah

  • 15 июл.4221из datadanfakta

    SAMBIL MENYERANG MINUM AIR (Hari Ahadi, Antara Dalang Atau Wayang) Secara kronologis https://t.me/datadanfakta/1193 1. Hari Ahadi menegaskan fatwanya atas kesamaan akidah Rodja (Halabiyah Sururiyah Turatsiyah) dengan Salafiyun. https://t.me/BuletinFitnah/1273 2. Umar Jombang mengumumkan melalui statusnya poster seminar online yang masih belum dibuka pendaftarannya pun sudah diminati oleh Ikhwah Singapura 3. Chanel Kuliah Islam Intensif mengumumkan pendaftaran seminar online 4. Reza Priuk, sambil mempromosikan acara Umar Jombang Hari Ahadi, mengejek Daurah Duat Salafiyun di Semarang dan bahkan melecehkan sikap ta'awun Salafiyun Indonesia dalam menyukseskan Daurah Ahlussunnah di Semarang sebagai acara yang digembar-gemborkan! 5. Lik Jarot nampak mempromosikan salah satu Syaikh pengisi acara Umar al-Hasyimi. Nama Al-Hasyimi (الهاشمي) berasal dari bahasa Arab yang berarti "keturunan Hasyim" atau "berasal dari kabilah/keluarga Hasyim". Nama ini merujuk kepada Hasyim bin Abdi Manaf, yang merupakan kakek buyut Nabi Muhammad ﷺ dan leluhur dari Bani Hasyim. Oleh karena itu, kata ini sering digunakan sebagai gelar nasab atau nama keluarga untuk menunjukkan garis keturunan yang mulia. Kesimpulan Inilah circle utuh yang terbentuk dari puzzle-puzzle yang terpisah tersebut dan kemana manhaj gerbong syabab tersebut akan dibawa lari? Persatuan bersama Halabiyah Turatsiyah Sururiyah Rodjaiyah seperti seruan Hari Ahadi dengan bertamengkan para ulama Ahlussunnah? Wallahu a'lam.

  • 15 июл.4301из datadanfakta

    PUZZLE-Puzzle YANG SALING TERKAIT

  • 22 июн.1 3312

    ☝🏾SILAHKAN DIBACA DAN DIRENUNGKAN KEMBALI PARA FACEBOOKER YANG MENGAKU AHLUSSUNNAH TAPI KERJAANNYA SETIAP HARI MENCELA DAN MENGKRITISI PEMERINTAH DAN USTADZ-USTADZNYA TERUTAMA MEREKA YANG ADA DI GROUP INI 👉🏾 https://t.me/BuletinFitnah/1257 SEMOGA ALLAH MEMBERI KALIAN HIDAYAH

  • 22 июн.1 1803

    Al Ustadz Afufiddin As Sidawy – Jangan Kau Ikut mencela Pemerintahmu

  • Al Ustadz Afufiddin As Sidawy – Jangan Kau Ikut mencela Pemerintahmu

  • Al Ustadz Afufiddin As Sidawy – Jangan Kau Ikut mencela Pemerintahmu

  • 22 июн.6812из Audiokajianpurbalingga

    بــــــــــــــسم اللّــــــــــــہ 💽📀💿❁ ═══════════ Alhamdulillah Audio Kajian 📚  Jangan Kau Ikut Mencela Pemerintahmu 💺 🄱🄴🅁🅂🄰🄼🄰 Al Ustadz  Muhammad Afifuddin As Sidawy حفظه اللـہ تعالـــــﮯ •┈┈┈❁┈•✿❁❁✿•┈❁┈┈┈• 🇲🇨 Masjid Agung Daarussalaam - Kota Purbalingga 🗓 Ahad, 06 Muharram 1448 H / 21 Juni 2026 M ============ 🔗 Dapatkan audio kajian-kajian Ahlussunnah wal Jamaah di wilayah Purbalingga di chanel 🔰🌠Audio Kajian Purbalingga ↗️ http://t.me/AudioKajianPurbalingga

  • 22 июн.8661из Salafy_Papua

    MENGAPA MENCELA PEMERINTAH HARAM HUKUMNYA? Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata, الإمام يدفع الله به الفتنة؛ فهو ظل الله في أرضه، فإذا قتل الإمام ماذا يبقى؟! فهذا من علامات الساعة. الشيء يبدأ أول ما يبدأ كلام: طعن في ولاة الأمور، انتقاص ولاة الأمور، ثم يتطور إلى قتل. "Allah menolak kekacauan dengan keberadaan pemimpin negara, karena dia adalah naungan Allah di bumi-Nya. Tetapi jika pemimpin negara terbunuh, kebaikan apa yang tersisa?! Ini termasuk salah satu dari tanda-tanda kiamat. Perkaranya muncul pertama kali berupa ucapan: yaitu celaan terhadap pemerintah dan merendahkan pemerintah, kemudian berkembang menjadi pembunuhan." 📚 Syarh Kitabul Fitan wal Hawadits, hlm. 114 https://t.me/Salafy_Papua

  • 24 мая2 93915

    MAKAR TERSELUBUNG OKNUM-OKNUM GEN Z? Modus mereka tampak seperti pembahasan biasa. Di Madinah dikomandani oleh Umar al Hasyim, di lokal ada lik jarot yang mengangkat masalah-masalah khilaf ke permukaan dengan tujuan tertentu. Isu Syaikh Abdurrazzaq, misalnya, bukan sekadar tentang perbedaan sikap para ulama terhadap beliau. Sebab, realitanya para masyayikh tidak menghukumi beliau keluar dari Ahlussunnah, dan sebagian asatidzah pun masih membolehkan mengambil faedah dari beliau. Namun, persoalannya kemudian melebar kepada pihak-pihak yang beliau tazkiyah, seperti Rodja dan Firanda. Ujung-ujungnya, tahdzir terhadap Firanda dan Rodja digiring menjadi sekadar masalah khilaf di antara para ulama. Lalu dikatakan, “Jangan bersikap seperti kepada ahlul bid’ah, jangan menghukumi bukan Ahlussunnah,” dan seterusnya. Hal serupa bisa terjadi pada Askary atau Dzulqarnain. Ketika disebut bahwa Dzulqarnain ditahdzir oleh Syaikh Rabi’, akan dibantah dengan alasan bahwa ia mendapat tazkiyah dari Syaikh Fauzan dan selainnya. Akhirnya, beberapa tokoh yang memiliki penyimpangan pun akan diperlakukan sama, selama ada sebagian ulama yang mentazkiyah, maka penyimpangannya dianggap sebagai perkara khilaf. Dengan cara ini, umat dijauhkan dari penegakan hujjah dan bukti-bukti ilmiah atas penyimpangan tokoh-tokoh hizbi. Awalnya, seperti saat ini, yang dicontohkan adalah perkara fikih, seperti masalah isbal. Namun lama-kelamaan, perkara manhaj pun ikut dibuat mengambang seolah hanya perkara khilaf. Lalu muncul larangan untuk mentahdzir, melarang vonis hizbi, dan semisalnya. Padahal masalah isbal, meskipun diperselisihkan, tidak berarti setiap orang yang isbal langsung diteriaki “hizbi”. Namun perkara ini sengaja dibuat menyeramkan agar orang bingung membedakan mana pendapat yang kuat, mana pendapat yang lemah, dan mana yang seharusnya ditinggalkan. Dengan alasan “ini bukan prinsip”, “bukan ushul”, “masih debatable”, akhirnya amar ma’ruf nahi mungkar dibungkam. Ujungnya, orang dibuat diam, bingung, dan tidak lagi berani bersikap ketika sebagian pihak semakin dekat dengan hizbiyun. Belakangan ini oknum-oknum gen z yang dimotori Umar dan Lik Jarot membuat kegaduhan-kegaduhan di barisan Ahlussunnah, tetapi tidak tampak rekam jejak nyata dalam membantah Sururiyun, Halabiyun, Turatsiyun, dan kelompok-kelompok hizbi lainnya. Ini saja sudah cukup menjadi tanda tanya besar, sebenarnya apa yang mereka inginkan? Kontradiksinya jelas. Mereka jarang terlihat mengingkari Halabiyun, Rodjaiyun, dan hizbiyun, tetapi justru aktif membicarakan dan mengkritik Salafiyin. Sebagian yang dahulu masih memiliki sikap tegas terhadap Sururiyun, kini berubah sudut pandang. Mereka mulai menganggapnya sebagai “khilaf”, sementara kritik terhadap Salafiyin semakin gencar. Pertanyaannya, kemana orang tua mereka? Mengapa mereka membiarkan anak-anaknya memilih jalan yang seperti itu? Wallahul musta’an. https://t.me/BuletinFitnah/1294

  • 24 мая1 6427

    без подписи

  • 24 мая1 7467

    без подписи

  • 24 мая1 8047

    без подписи