Faedah Hari Ini
СтатистикаMengisi Ruang Kalbu dengan Iman dan Faedah. Pembimbing: Ustadz Abu Musa Temanggung hafidzahullah.
- Последний пост
- 11 авг.
- Последнее чтение
- 14 авг.
- Постов за неделю
- 0
- Всего постов
- 178
- Тип
- открытый
- Язык
- индонезийский
- В каталоге с
- 13 авг.
- 1/24сутки в ленте
- 298
- 1/48двое суток
- 341
- 1/72трое суток
- 368
Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.
Посты
••• Sahabat Abud Darda' radhiallahu anhu berkata, "لولا ثلاث صلح الناس : شح مطاع، وهوى متبع، وإعجاب كل ذي رأي برأيه". "Seandainya bukan karena tiga perkara, niscaya manusia akan menjadi baik: Kekikiran yang ditaati, Hawa nafsu yang diikuti, dan Setiap orang yang merasa kagum dengan pendapatnya sendiri.” 📚 Ahmad dalam az-Zuhd, no. 733 https://t.me/Faedah_hari_ini
••• Ikhlas: Kunci Terputusnya Was-Was dan Riya Al Imam Abu Sulaiman Ad-Darani rahimahullah berkata: "إذا أخلص العبد انقطعت عنه كثرة الوساوس والرياء." “Apabila seorang hamba ikhlas, maka akan hilang darinya banyaknya was-was dan riya (ingin dilihat).” 📚Madarijussalikin https://t.me/Faedah_hari_ini
• Bukanlah suatu kemestian rezeki itu harus berupa harta, Bisa jadi rezeki itu berupa akhlak yang mulia dan keindahan. Bisa jadi rezeki itu berupa akal yang bijak, Yang ditambahi oleh sifat santun (hilm) sehingga semakin indah dan sempurna. Bisa jadi rezeki itu berupa pasangan yang shalih, Atau kerabat yang mulia beserta keturunan. Bisa jadi rezeki itu berupa ilmu yang bermanfaat, Bisa jadi rezeki itu berupa umur yang panjang. Bisa jadi rezeki itu berupa hati yang bersih, Yang memberi rasa kasih sayang dan kebaikan kepada manusia. Bisa jadi rezeki itu berupa pikiran yang tenang, Sesungguhnya orang yang mendapat rezeki secara hakiki adalah yang hatinya tenang. Bisa jadi rezeki itu berupa sifat dasar yang baik, Yang menyebarkan kebaikan ke kanan dan ke kiri. Bisa jadi rezeki itu berupa pakaian ketakwaan, Yang membalut seseorang dengan kemuliaan dan keagungan. Bukanlah suatu keharusan bahwa rezeki itu harus berupa harta, Jadilah orang yang qana'ah dan pujilah Allah. https://t.me/Faedah_hari_ini
••• Nikmat Terbesar dalam Sehari قال رجل لحاتم الأصم : ما تشتهي؟ قال : أشتهي عافية يوم إلى الليل. فقيل له : أليست الأيام كلها عافية ؟ قال : "إن عافية يومي أن لا أعصي الله فيه". Ada seseorang berkata kepada Hatim al-Asham: "Apa yang paling engkau inginkan?" Beliau menjawab: "Aku menginginkan keselamatan (afiyah) dari pagi hingga malam." Lalu orang itu berkata: "Bukankah setiap hari itu adalah afiyah (keselamatan)?" Hatim menjawab: "Afiyah pada hariku adalah apabila aku tidak bermaksiat kepada Allah pada hari itu." 📚 Shifatush Shafwah (2/340). https://t.me/Faedah_hari_ini
••• Mulia dengan Ilmu, Hina karena Bodoh ‘Urwah bin Az-Zubair rahimahullah berkata: " يا بني تعلموا فإنكم إن تكونوا صغار قوم عسى أن تكونوا كبارهم واسوأتاه ماذا أقبح من شيخ جاهل." “Wahai anak-anakku, belajarlah! Karena jika kalian sekarang menjadi orang kecil/belum dianggap dalam suatu kaum, bisa jadi kelak kalian akan menjadi pembesar mereka. Sungguh memalukan, alangkah buruknya kakek tua yang bodoh.” 📚Shifatus Shafwah. https://t.me/Faedah_hari_ini
••• Sejauh Mana Pengorbananmu untuk Islam?! Ketika Syaikh Muqbil Al Wadi'i rahimahullah melihat satu uban di jenggotnya, beliau berkata pada dirinya: يامقبل ماذا قدمت للإسلام؟! "Wahai Muqbil apa yang telah engkau perjuangkan untuk islam?!" (Kajian Ustadz Abul Hasan hafidzahullah: Ketika Uban Berbicara: https://t.me/kumpulan_dauroh/6945?single). https://t.me/Faedah_hari_ini
••• Yang Karena Allah Akan Abadi Diriwayatkan bahwa ketika Imam Malik menyusun kitab Al-Muwaha' ada yang berkata kepada beliau, 'Apa manfaatnya engkau menyusun kitab ini, padahal banyak ulama yang telah menulis kitab serupa?' Iya di zaman Imam Malik banyak sekali yang menulis kitab dan dinamakan Muwatha'. Beliau menjawab, (ماكان لله باق) 'Apa yang dikerjakan karena Allah akan tetap abadi.' (Tadribur Rawi). https://t.me/Faedah_hari_ini
••• Menyelaraskan Berbagai Tuntutan Hidup Di zaman ini, ragam pemikiran kian bervariasi dan ambisi pun semakin bercabang. Ada banyak keinginan yang berbeda-beda serta berbagai urusan yang menyita perhatian. Seseorang kerap kali berdiri dalam kebingungan di hadapan arus kesibukan dan hambatan tersebut. Lantas, bagaimana ia harus bersikap? Ada diri sendiri yang menuntut perhatian dan kewajiban. Ada istri yang membutuhkan kepedulian dan pemenuhan hak. Ada kedua orang tua yang berhak atas penghormatan dan pemenuhan hak-hak mereka. Ada sahabat yang membutuhkan jalinan kasih dan kesetiaan. Ada sanak saudara yang berhak atas jalinan silaturahmi dan kebaikan. Ada tetangga yang membutuhkan perhatian dan kunjungan. Ada kaum fakir yang memerlukan kedermawanan dan kelembutan hati. Ada tuntutan mencari rezeki yang membutuhkan waktu tersendiri. Ada majelis ilmu para ulama yang dinanti dengan penuh kerinduan dan ambisi untuk dihadiri. Serta ada hafalan matan-matan ilmiah yang menuntut waktu demi menjaganya tetap aman dan melekat kuat. Di hadapan semua realita ini, seorang yang memiliki tekad mulia akan berdiri termangu: Bagaimana mungkin ia bisa mengumpulkan dan menyeimbangkan seluruh kebaikan yang beragam ini? Solusinya adalah berdoa agar diberikan keberkahan waktu, serta taufik dalam mengatur urusan kehidupan. Di dalam syariat Islam, terdapat sebuah kaidah emas dalam menyelaraskan antara tuntutan dunia dan agama. Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah memiliki hak yang harus engkau tunaikan, bagi dirimu ada hak yang harus engkau tunaikan, bagi istri/keluargamu ada hak yang harus engkau tunaikan, dan bagi jasadmu ada hak yang harus engkau tunaikan. Maka berikanlah kepada setiap yang memiliki hak, haknya masing-masing." (HR. Bukhari Muslim). (Khuthuwat Ilas Sa'adah karya Syaikh Abdul Muhsin Al Qasim: 219). https://t.me/Faedah_hari_ini
без подписи
••• Agar Selalu Dekat dengan Ulama Pertanyaan: Semoga Allah berbuat baik kepada Anda. Ada yang bertanya: "Bagaimana kondisi seseorang yang memiliki kerinduan untuk duduk bersama para ulama, namun ia berada di negara yang jauh dari para ulama, sebagaimana kondisi kami di Eropa?" Jawaban Syaikh: Pertama, alhamdulillah, saat ini sarana untuk mendengarkan rekaman para ulama sangat mudah. Rekaman-rekaman audio tersedia, dan juga ada siaran melalui internet, serta sarana audio maupun visual lainnya juga lengkap. Oleh karena itu, meraih ilmu dengan mendengarkan para ulama, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat (semoga Allah merahmati mereka semua dan mengangkat derajat mereka di surga-Nya) telah menjadi perkara yang mudah. Maka, jika Anda tidak berada di dekat para ulama untuk bisa belajar secara langsung (musyafahah), maka bersungguh-sungguhlah untuk menyimak rekaman-rekaman mereka, serta mendengarkan pelajaran (durus) dan penjelasan (syuruh) mereka. https://t.me/Faedah_hari_ini
••• Wasiat Syaikh Albani Sebelum Wafatnya Pertama-tama, saya mewasiatkan kepada mereka dan kepada diri saya sendiri untuk bertakwa kepada Allah. Kemudian, untuk terus menambah ilmu yang bermanfaat, sebagaimana firman Allah: 'Dan bertakwalah kepada Allah, niscaya Allah memberikan pengajaran kepadamu.' (QS. Al-Baqarah: 282). Dan hendaknya mereka menyandingkan ilmu shalih mereka—yang semua dari kita mempelajarinya, yang tidak keluar dari Kitab dan Sunnah di atas manhaj Salafush Shalih— hendaknya mereka menyandingkan ilmu yang mereka miliki ini disertai upaya untuk terus menambahnya semaksimal mungkin, agar juga mereka mengamalkan ilmu tersebut. Agar ilmu itu tidak menjadi bumerang atas mereka, melainkan menjadi penolong bagi mereka pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat. https://t.me/Faedah_hari_ini
••• Nasihat Emas dari Syaikh Ibnu Baz Kata beliau rahimahullah: Saya menasihatkan kepada seluruh umat Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, jin ataupun manusia, orang Arab, non-Arab, para ulama, pencari ilmu, serta masyarakat awam. Nasihat untuk semuanya adalah, Agar memberikan perhatian khusus kepada Al-Qur'an. Dan memperbanyak membacanya dengan tadabur (merenungkan) dan ta'aqul (memahami maknanya). Di malam dan siang hari. Terutama di waktu-waktu yang tepat, di mana hati sedang hadir (fokus) untuk mentadaburi dan memahaminya. Dan bagi siapa yang tidak menghafalnya, maka bacalah dari mushaf. Sedangkan bagi yang hanya menghafal sebagian, maka bacalah sebagian tersebut. Bacalah apa yang mudah baginya. "Maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an." (QS. Al Muzammil: 20). https://t.me/Faedah_hari_ini
••• Tata Hidupmu Supaya Berkah Syaikh Al Utsaimin rahimahullah menasehati kita: Pintar-pintarlah mengatur waktu, supaya Allah memberikan keberkahan padanya. Atur jadwalmu, tapi jangan dibuat terlalu kaku. (Fleksibel saja), sesuaikan dengan kondisi. Karena kadang-kadang, hal yang sifatnya kurang afdhal bisa jadi lebih afdhal. Tapi yang jelas, tata waktumu. Rapikan pekerjaanmu/amalmu. Ingat, Nabi ﷺ bersabda: "Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten (istiqamah), walaupun cuma sedikit". (HR. Bukhari Muslim). Contohnya begini: Coba luangkan waktu untuk membaca Al-Qur'an. Di kesempatan lain membaca hadis-hadis Rasulullah ﷺ. Di waktu lain untuk merenungkan dan mendalami makna Al-Qur'an serta hadis. Dan di kesempatan lain untuk evaluasi diri (muhasabah)—pikirkan apa saja yang sudah kamu lakukan seharian ini, dan apa saja kebaikan yang terlewatkan. (Intinya) Tata hidupmu dengan baik, supaya Allah memberkahi hari-hari dan setiap waktumu. https://t.me/Faedah_hari_ini
••• Petunjuk Nabawi di Zaman Fitnah Syaikh Shalih Al Fauzan hafidzahullah mengingatkan kita: Nabi ﷺ bersabda kepada Hudzaifah radhiallahu anhuma, ketika beliau (Hudzaifah) bertanya tentang apa yang harus dilakukan jika mendapati fitnah (huru-hara/perpecahan): Beliau ﷺ bersabda: "Tinggalkanlah semua kelompok tersebut (partai/golongan, dsb)!. Tinggalkanlah kelompok-kelompok itu seluruhnya!. Walaupun kamu harus menggigit akar pohon hingga maut menjemputmu, dan kamu tetap berada dalam keadaan seperti itu". Ini adalah bentuk mengasingkan diri (tagharrub). Keterasingan di antara manusia, keterasingan dalam hal tempat dan tempat tinggal. Tetaplah berpegang teguh pada agamamu, itulah yang terpenting. Ya. Catatan: Hadis diatas diriwayatkan Bukhari: 3606 dan Muslim: 1847. https://t.me/Faedah_hari_ini
••• Imam Abu Muslim Al-Khaulani rahimahullah banyak berdzikir kepada Allah. Suatu ketika ada seseorang melihat beliau sedang berdzikir, lalu berkata, 'Apakah teman kalian ini sudah gila?' Abu Muslim mendengar ucapan itu, lalu beliau berkata, ليس هذا بالجنون يا ابن أخي، ولكن هذا دواء الجنون! 'Ini bukan kegilaan, wahai anak saudaraku. Akan tetapi, inilah obat bagi kegilaan.'" (Dinukil oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabil ash-Shayyib). https://t.me/Faedah_hari_ini
без подписи
••• 🔈💽 Tahun Hijriyah, Bulan Muharram & Hari Asyura 🎙Al-Ustadz Abdul Hakam at-Tamimi حفظه الله 🔗 Sejarah Mulanya Tahun Hijriyah Dalam Islam 🔗 Keutamaan Ibadah Di Bulan Muharram 🔗 Hukum Puasa Asyura 🔗 Fadhilah & Hikmah Puasa Asyura 🔗 Bid'ah Di Hari Asyura 📅 Ahad ll 03 Muharram 1439H ll 24 September 2017M 📥 Pautan udio rakaman (54:38): https://drive.google.com/file/d/18dutMCwQUFS6TM2HE0OAij1OLgOXEbSY/view?usp=drivesdk 📚 ll مجموعة طريق السلف ll 📚 🌐 www.thoriqussalaf.com 🌐 http://telegram.me/thoriqussalaf
••• Sulitnya Menjaga Keikhlasan Yusuf bin Al Husain rahimahullah berkata: "أعزُّ شيءٍ في الدُّنيا: الإخلاص، وكم أجتهد في إسقاط الرِّياء عن قلبي فكأنَّه ينبت على لونٍ آخر." "Perkara yang paling berharga di dunia adalah keikhlasan. Betapa sering aku bersungguh-sungguh menghilangkan riya dari hatiku, namun seakan-akan ia tumbuh kembali dalam bentuk yang lain." 📚Madarijussalikin. https://t.me/Faedah_hari_ini
••• Dunia Hanyalah Seperti Mimpi Umar bin Khattab radhiallahu anhu menuturkan: "لو أنّ الدُّنيا من أوّلها إلى آخرها أُوتِيَها رجلٌ ثمّ جاءه الموت: لكان بمنزلة من رأى في منامه ما يسرُّه، ثمّ استيقظ فإذا ليس في يديه شيءٌ". “Seandainya dunia ini dari awal hingga akhirnya diberikan kepada seseorang, kemudian datang kepadanya kematian, niscaya keadaannya seperti orang yang melihat dalam mimpinya sesuatu yang menyenangkan, lalu ia terbangun, ternyata tidak ada apa pun di tangannya.” 📚Madarijussalikin. https://t.me/Faedah_hari_ini
без подписи