INDARI MASTUTI
СтатистикаCek saluran di what'sapp Tahan Krisis https://whatsapp.com/channel/0029VadnNmZ8vd1Qr3Lgsr12 Rumah Bikin Tenang https://whatsapp.com/channel/0029Vb7hrieGZNCmH7PD2Q3I Beyond Writer https://whatsapp.com/channel/0029Vb7fIkiElaguytlONN3F
- Последний пост
- 14 авг.
- Последнее чтение
- 13 авг.
- Постов за неделю
- 1
- Всего постов
- 53
- Тип
- открытый
- Язык
- индонезийский
- В каталоге с
- 13 авг.
- 1/24сутки в ленте
- 60
- 1/48двое суток
- 68
- 1/72трое суток
- 74
Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.
Посты
без подписи
_"Furniture membangun ruang untuk berkarya. Tulisan membangun ruang di dalam pikiran manusia."_ Teh Indari, penulis dan pengusaha furniture Ammar Kaayu https://www.instagram.com/tehindari?igsh=YXNwcHc2OXZxMWN4
_“Menjadi penulis bukan sekadar tentang menulis. Menulis adalah kekuatan yang membuat profesi yang kita jalani bertumbuh lebih besar, lebih kuat, dan lebih hebat.”_ Teh Indari Penulis & Pengusaha Furniture Ammar Kaayu https://www.instagram.com/tehindari?igsh=YXNwcHc2OXZxMWN4
"Furniture adalah puisi yang dipahat dari kayu. Tulisan adalah karya yang dipahat dari kata." Indari Mastuti, Penulis dan Pengusaha Furniture https://www.instagram.com/tehindari?igsh=YXNwcHc2OXZxMWN4
Bismillah....
без подписи
Tahun 2024 masih menanam di atas atap, Alhamdulillah dengan konsisten yang terjaga tahun 2026 kembali menggarap lahan lebih luas, semoga Allah menyuburkannya https://www.facebook.com/share/v/1BP8hgeecX/
без подписи
Networking dapat memperluas jalan. Tetapi yang membuat pintu itu tetap terbuka adalah akhlak, empati, dan kepercayaan. Karena pada akhirnya, kesempatan bukan hanya datang kepada orang yang pandai menulis. Kesempatan akan menghampiri mereka yang mampu membuat orang lain percaya. *_"Tulisan membuat orang mengenal kemampuan kita. Networking mempertemukan kita dengan banyak peluang. Namun akhlak dan emotional skill-lah yang membuat orang memilih tetap berjalan bersama kita."_* #AudioChatNJD #WritingAndNetworking #EmotionalSkill #BertumbuhBersama
*Ketika Tulisan Bertemu Kepercayaan, Peluang pun Datang Menghampiri* *Catatan dari Audio Chat NJD bersama Teh Indari Mastuti* *Rekaman Audio Chat NJD, 27 Juli 2026: https://s.id/260727_AudioChatNJD_Indari_Arie* *Arie Widowati* *_"Tidak semua orang hebat dikenal. Tidak semua ide besar didengar. Kadang yang kurang bukan ilmunya, tetapi keberanian untuk menulis, membangun relasi, dan menjaga hati."_* Senin pagi selalu menjadi waktu yang saya nantikan. Di tengah kesibukan masing-masing anggota, ruang Audio Chat NJD kembali menjadi tempat kami saling menyapa, saling menguatkan, dan saling belajar. Pagi itu terasa lebih hangat dari biasanya. Setelah beberapa pekan berhalangan hadir, Teh Indari Mastuti, Founder Indscript, akhirnya kembali bergabung bersama kami. Suaranya yang khas langsung menghidupkan suasana. Saya dapat merasakan kerinduan para anggota yang sejak awal sudah memenuhi ruang diskusi. Maria Ulfa, moderator kami yang selalu tenang dan hangat, membuka acara dengan penuh semangat, sementara saya ikut menyimak sebagai Ketua NJD, sekaligus menikmati setiap pelajaran yang akan kami dapatkan pagi itu. Tema yang diangkat sederhana, tetapi sangat relevan dengan perjalanan setiap anggota komunitas. *_Writing and Networking._* Namun sejak menit-menit pertama, saya mulai menyadari bahwa pagi itu kami tidak sedang belajar tentang teknik menulis ataupun cara memperluas relasi semata. Kami sedang diajak memahami bagaimana sebuah karya, hubungan antarmanusia, dan kematangan emosi dapat berpadu menjadi kekuatan yang mengubah kehidupan seseorang. Teh Indari membuka pembicaraan dengan mengingatkan bahwa anggota NJD berasal dari latar belakang yang sangat beragam. Ada guru, ASN, pengusaha, profesional, politisi, hingga pensiunan. Mereka datang dengan satu tujuan yang sama, yaitu ingin belajar menulis. Namun beliau segera mengajukan pertanyaan yang membuat saya berpikir. *_"Kalau sudah bisa menulis, lalu apa?"_* Pertanyaan sederhana itu ternyata menjadi pintu masuk menuju pembahasan yang jauh lebih luas. Beliau menjelaskan bahwa menulis hanyalah langkah pertama. Setelah seseorang mampu menuangkan gagasan ke dalam tulisan, masih ada perjalanan panjang yang harus ditempuh. Tulisan perlu dikenalkan kepada orang lain. Penulis perlu membangun hubungan. Dan hubungan itu hanya akan bertahan apabila dibangun dengan karakter yang baik. Di situlah beliau memperkenalkan rumus yang menurut saya sangat layak diingat oleh siapa pun yang ingin bertumbuh. *_Writing + Networking + Emotional Skill = Opportunity._* Saya langsung menuliskan rumus itu di buku catatan. Bukan karena bentuknya sederhana, tetapi karena saya melihat sendiri bagaimana Teh Indari mempraktikkannya selama bertahun-tahun. Beliau tidak hanya mengajarkan anggota untuk rajin menulis. Beliau juga mendorong kami agar berani muncul di grup, saling menyapa, memperkenalkan profesi, berbagi pengalaman, dan membangun hubungan yang sehat. Saya tersenyum ketika beliau mengatakan bahwa tujuan aktif di grup WhatsApp bukan sekadar meramaikan percakapan. Melainkan agar orang mengenal siapa kita. Ketika seseorang rutin membagikan tulisan, lama-kelamaan anggota lain akan mengetahui profesinya, keahliannya, bahkan karakter pribadinya. Dari situlah kepercayaan mulai tumbuh. Kalimat berikutnya terasa begitu membekas di hati saya. *_"Networking bukan bertambahnya kontak di ponsel, tetapi bertambahnya kepercayaan."_* Betapa sering kita mengumpulkan nomor telepon, kartu nama, atau daftar kontak, tetapi tidak pernah benar-benar membangun hubungan. Saya menyadari bahwa relasi yang bernilai bukan diukur dari banyaknya nama yang tersimpan di ponsel, melainkan dari seberapa besar rasa percaya yang berhasil kita bangun. Namun ternyata masih ada satu hal yang menurut Teh Indari jauh lebih penting. *_Emotional skill._* Beliau mengajak kami melihat komunitas dari sudut pandang yang berbeda. Di dalam satu komunitas akan selalu ada orang yang cepat bergerak dan ada yang lambat. Ada yang aktif berbicara dan ada yang hanya menjadi pembaca. Ada yang mudah memahami, ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama. Jika semua perbedaan itu disikapi dengan penilaian dan prasangka, maka komunitas akan kehilangan kehangatannya. Sebaliknya, jika disikapi dengan empati, kesabaran, dan penghargaan, komunitas akan menjadi rumah yang nyaman bagi siapa pun. Saya merasa inilah salah satu rahasia mengapa Indscript mampu bertahan hingga hampir dua puluh tahun. Teh Indari tidak pernah hanya membangun sistem. Beliau membangun manusia. Beliau membangun hubungan. Beliau membangun rasa saling memiliki. Karena itulah ketika beliau mengajak anggota yang pasif untuk mulai aktif, caranya bukan dengan menyalahkan. Melainkan dengan mengajak anggota lain untuk menyebut nama mereka, menyapa mereka, dan membuat mereka merasa diterima. Saya menyukai cara berpikir itu. Sebab saya percaya, seseorang akan lebih mudah bertumbuh ketika merasa dihargai daripada ketika terus-menerus dikritik. Diskusi semakin menarik ketika Teh Indari membagikan lima langkah mengubah writing dan networking menjadi opportunity. Beliau mengingatkan agar setiap tulisan menghadirkan manfaat, bukan sekadar mencari perhatian. Beliau mengajak kami membangun hubungan sebelum menawarkan sesuatu. Beliau mengingatkan pentingnya menjaga adab, belajar mendengar, menghargai perbedaan, dan tidak mudah menghakimi. Beliau juga menegaskan bahwa konsistensi jauh lebih penting daripada sesekali menghasilkan sesuatu yang besar. Menulis beberapa kalimat setiap hari lebih baik daripada menunggu inspirasi datang berbulan-bulan. Dan yang paling saya sukai adalah ajakan beliau untuk menjadikan setiap pertemuan sebagai peluang kolaborasi. Siapa sangka, seseorang yang duduk di samping kita hari ini bisa menjadi partner bisnis, mentor, sahabat, bahkan rekan seperjuangan bertahun-tahun kemudian. Salah satu bagian yang paling menyentuh pagi itu adalah ketika Teh Indari bercerita tentang perjalanan Indscript. Beliau mengisahkan bagaimana usahanya pernah mengalami masa yang sangat sulit. Bahkan hampir berhenti. Namun beliau memilih bertahan. Bukan semata-mata demi bisnis. Melainkan karena beliau teringat kepada komunitas yang telah dibangun. Beliau tidak ingin para anggotanya kehilangan tempat untuk belajar dan bertumbuh. Mendengar kisah itu saya benar-benar memahami bahwa komunitas yang kuat tidak dibangun oleh keuntungan finansial semata. Komunitas dibangun oleh kepedulian. Oleh rasa tanggung jawab. Oleh komitmen untuk terus berjalan bersama. Pada sesi tanya jawab, beberapa anggota bertanya bagaimana tetap aktif di komunitas meskipun memiliki kesibukan yang padat. Jawaban Teh Indari sangat menenangkan. Beliau tidak meminta kami menyediakan waktu berjam-jam. Cukup sepuluh hingga lima belas menit setiap hari. Menulislah seratus kata. Bagikan sesuatu yang bermanfaat. Lakukan secara konsisten. Sedikit demi sedikit, orang akan mengenal siapa kita. Saya pun menambahkan sedikit pengalaman pribadi. Saya bercerita bahwa kebiasaan menulis tidak harus langsung dimulai dari artikel panjang. Bisa dimulai dari status WhatsApp. Dari sebuah kutipan. Dari satu paragraf sederhana. Yang penting adalah membangun kebiasaan. Karena dari kebiasaan kecil itulah akhirnya lahir tulisan-tulisan yang lebih besar. Menjelang akhir Audio Chat, saya kembali merasakan apa yang selama ini membuat saya mencintai komunitas ini. Kami memang belajar menulis. Tetapi sesungguhnya kami sedang belajar menjadi manusia yang lebih baik. Belajar mendengar. Belajar menghargai. Belajar membangun kepercayaan. Belajar tumbuh bersama. Allah SWT berfirman, *_"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa..." (QS. Al-Maidah: 2)._* Rasulullah ﷺ juga bersabda, *_"Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. Tirmidzi)._* Pagi itu saya akhiri audio chat dengan satu keyakinan baru. Bahwa tulisan memang dapat membuka pintu.
Hari ini saya sangat bersyukur karena.... 1. Anak-anak mulai mengikuti standar beberes kamar sesuai arahan 2. Teh Nanit bantu membuat sarana komposer di kebun Alhamdulillah, sesederhana ini saja syukurnya luar biasa...
Alhamdulillah sedang mengikuti challenge di komunitas Nulis Jadi Duit dengan membuat jurnal syukur, masya Allah Syukur senantiasa harus dilakukan!
Hari ini saya bersyukur kepada Allah SWT atas begitu banyak nikmat yang terus mengalir dalam hidup saya. 1. Saya bersyukur memiliki guru ngaji yang dengan sabar membimbing saya, bukan hanya dalam membaca Al-Qur'an, tetapi juga dalam mengisi hati, menguatkan iman, dan mengingatkan saya untuk selalu mendekat kepada Allah di tengah kesibukan dunia. 2. Saya bersyukur mendapatkan kesempatan untuk kembali membangun networking di Business Network Indonesia (BNI) hari ini. Semoga setiap pertemuan menjadi jalan silaturahmi, kolaborasi yang bermanfaat, serta membuka pintu rezeki yang halal dan penuh keberkahan bagi semua pihak. 3. Saya bersyukur atas kesehatan, tenaga, dan semangat yang Allah berikan, sehingga saya masih dapat berkarya, belajar, melayani pelanggan, dan memberikan manfaat melalui tulisan maupun bisnis furniture yang saya jalankan. 4. Saya bersyukur atas tim, keluarga, dan orang-orang baik yang Allah hadirkan di sekitar saya. Kehadiran mereka menjadi penguat ketika menghadapi tantangan dan menjadi penyemangat untuk terus bertumbuh setiap hari. 5. Saya bersyukur karena Allah terus membuka peluang-peluang baru yang belum saya bayangkan. Saya percaya setiap langkah, setiap pertemuan, dan setiap ikhtiar hari ini sedang dipersiapkan untuk mengantarkan saya pada keberkahan yang lebih besar, manfaat yang lebih luas, dan kesempatan untuk melayani lebih banyak orang. Ya Allah, jadikan hati ini selalu pandai bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir, pikiran yang dipenuhi prasangka baik kepada-Mu, dan langkah yang selalu Engkau arahkan menuju keberkahan dan kemanfaatan. Aamiin
Di saat yang lain mengalami down di bisnis, anak muda ini malah moncer https://www.instagram.com/reel/DbBEAEMpHyi/?igsh=YjZ5Y2lkMGlpY3Ex Alhamdulillah dengan adanya tamu ibu muda ini, saya percaya krisis bisa dilalui banyak orang, bismillah yaaaa Always positive!
Alhamdulillah Semoga Indscript terus menghadirkan komunitas produktif
Alhamdulillah kegiatan Kamis pagi berjalan lancaar https://www.instagram.com/reel/Da1y5HupnA1/?igsh=MWo0ZmJpemt5eWtpNg== Sampai bertemu Kamis depan yaaaaaa
Bismillah....
*EVENT FROM WRITING TO INSPIRING BERSAMA HOLDING INDSCRIPT DAN SELURUH KOMUNITAS DI BAWAH ASUHAN INDSCRIPT* Kegiatan: Savoy Homann, https://share.google/s5ncuAuRiPQ4G5k8k, Sabtu, 5 September 2026 Pukul 08.00 - 14.00 Silakan gunakan dresscode menyesuaikan asal komunitas: NJD, Guru Inspiratif, Millioner Writer (merah), KNP, Pensiun Inspiratif (hitam), BSB dan Nasabah Naisar (Hijau), Sekolah Perempuan (Putih), IIDB IIDN (Biru) *Kegiatan* - Goodie bag yang super padat sebagai oleh-oleh - Berkumpul dan berbagi semangat dengan member lintas komunitas Indscript sebanyak 200++ orang - Pemberian award kepada 10 orang yang menginspirasi (Pecinta bumi, Kepala Sekolah, dan Penulis) - Workshop singkat *Bukan Sekadar Menulis* oleh Indari Mastuti - Sesi sharing dari 5 orang pilihan dari komunitas dan profesional - Pagelaran angklung dari para pecinta bumi - Bank Sampah Bersinar - Berlimpah Doorprize sepanjang acara - Pameran produk member - Komitmen bersama saling mendukung satu sama lain dalam bentuk ttd di lembaran besar Pendaftaran ke Ketua Komunitas masing-masing atau Bu Nurul +62 852-2064-6566 Info kegiatan offline ada di link grup https://chat.whatsapp.com/D8dJneS8hC1LYN7xErVzcP Kegiatan di Hotel Savoy Homan https://share.google/s5ncuAuRiPQ4G5k8k 1. Deky ✅ 2. Indari ✅ 3. Leni 4. Nurul Fitri ✅ 5. Wina ✅ 6. Mamah Nining ✅ 7. Susan ✅ 8. Nadin ✅ 9. Qanita 10. Ammar 11. Hanif 12. Hasbi 13. Paul 14. Acol 15. Dian Hendrawan 16. Dadang 17. Dado 18. Solehudin 19. Deon 20. Riki 21. Rudi 22. Acit 23. Cahya 24. Aisyah 25. Rani 26. Lusijani 27. Novi Herdiani 28. Fenny Solehati 29. Wiwi Wiyatsih ✅ 30. Arie Widowati ✅ 31. Bu Lela 32. Bu Kresna ✅ 33. Pak Adit 34. Tutty Amalia Idat ✅ 35. Ummu Nur Firdaus 36. Rizky Amallia Eshi 37. Avie Adilayasmin 38. Ibu Lea 39. Bu Sempa ✅ 40. Uswatun Khasanah ✅ 41. Ibu Naomi Simanihuruk ✅ 42. Pak Jhonni Baris Wiradharma Sitorus ✅ 43. Josua Mangihut Raja Sitorus ✅ 44. Bu Nuri Sujarwati ✅ 45. Bu Puji Setya W ✅ 46. Bu Munasri ✅ 47. Ibu Kustinah ✅ 48. Bu Minarni ✅ 49. Bu Nurul Jannah ✅ 50. Ibu Septriana, S.A.P.,M.M ✅ 51. Erni Susilawati 52. Utin Kiswanti ✅ 53. Chelsea 54. Mulia Ilmi Ramadhani *Biaya pendaftaran: Rp250.000/orang* yang sudah transfer namanya dikasih tanda ✅ Transfer ke: BCA a.n Sukarelawati Permana 0088614464 *BUKA BOOTH* 1. T Indari gabung Bu Luzi Misbah 1 meja 2. Bu Sempa 1 meja 3. Atie 1 meja 4. Mazaya 1 meja 5. Tulipware 1 meja 6. FBM Solusindo Booth 350K/meja *SPONSOR + PRESENTASI* 1. ... 2. ... *LANJUT*
Sebelumnya sering diundang ikut kegiatan di Indscript? Kalau sekarang yuuuk datang ke workshop furniture Ammar Kaayu setiap hari Kamis pukul 09.00 - 11.00 Saya memang penulis yang sekarang meramu kayu biar Instagramable rumahmu 😘 https://www.instagram.com/p/DaDO3JbSPlD/?igsh=bnhsdGp6bnJmbXRk Salah satu karya Ammar Kaayu di dapur saya... https://www.instagram.com/reel/DaMz309BPp6/?igsh=MW9hNDNrc2ZpM3prMg== Kalau mau hadir bisa chat ke Bu Nurul +62 852-2064-6566 Muakasiiiiih buatmu yang terus bertumbuh bersama AIN (Ammar Kaayu - Indscript Creative - Naisar Forest Garden)
Mimpi besar harus ditunjang cara berpikir besar. Tapi jangan lupa... lift menuju kesuksesan sering rusak. Jadi tetap harus naik tangga satu per satu. 😭😂 Karena kenyataannya: 📍Mimpi besar lahir dari langkah kecil. 📍Bisnis besar lahir dari transaksi kecil. 📍Dampak besar lahir dari aksi kecil. https://www.instagram.com/reel/DanaVUGpKwk/?igsh=Z3U0NWllcGQ3MGdw Bismillah menuju PENTAHELIX Indonesia Bersinar mengolah 2.2 hektar *Zero Waste Tourism*