tgindex
National Geographic Indonesia

National Geographic Indonesia

Статистика
@NatGeoIDНовости и СМИиндонезийский

Unofficial Telegram account National Geographic Indonesia Part of @ProjectUnofficialID

Последний пост
13 окт. 2025 г.
Последнее чтение
15 авг.
Постов за неделю
0
Всего постов
42
Тип
открытый
Язык
индонезийский
Категория
Новости и СМИ (по похожим)
В каталоге с
13 авг.
Подписчики
1 814
−4 за 3 дн.
Сутки
−3
−0,17%
Неделя
 
Месяц
 
Просмотров на пост
792
40 постов
Вовлечённость
43,7%
к подписчикам
Постов в день
0,0
всего 42
Упоминаний
1
каналов
Охват размещения
оценка
1/24сутки в ленте
1/48двое суток
1/72трое суток

Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.

Посты

  • Saat banyak orang meninggalkan tanah gersang, ia justru memilih tinggal dan menyulapnya menjadi hutan penopang kehidupan. “Dulu tidak ada air, bahkan cacing tidak hidup saking gersangnya,” ujar Rosita mengingat kondisi awal lahan yang ia rawat. Pada 2001 Bambang, suaminya, mengatakan punya mimpi bisa tinggal di hutan. Rosita menyahut, “Kalau hutan sudah tidak ada, ya ayo bikin hutan.” Perjuangan Rosita dimulai dengan menjual aset keluarga demi membeli 2.000 meter persegi lahan di Megamendung, Kabupaten Bogor. Lahan tandus yang dipenuhi alang-alang itu masam dengan pH 2,5-4 tilas perkebunan singkong. “Orang bilang mustahil bikin hutan di sini,” kenangnya. Upaya Rosita mewujudkan mimpi itu penuh tantangan. Ribuan bibit pertamanya mati. Ia kesulitan akses air, listrik dan jalan. Namun, Rosita bersiteguh dan terus mencoba. Mendapat pendampingan dari Bali Organic Association, menerapkan model rehabilitasi ekosistem dan lahan kritis dengan pola tumpang sari yang menggabungkan penanaman... View original post

  • Di balik lemari pakaian kita, seringkali tersembunyi cerita tentang sungai yang tercemar dan lahan yang terdegradasi. Bisakah sebuah helai kain menjadi jawaban atas kerusakan itu? Selama ini, industri tekstil kita kerap meninggalkan jejak limbah pewarna kimia yang mematikan dan menuntut kapas yang sangat boros air, bahkan impor. Lebih dari itu, di balik kerajinan adiluhung, banyak tangan perempuan yang masih terjerat dalam sistem yang kurang memberdayakan. Saya menemukan sebuah gerakan yang menolak realitas itu. Di Ambarawa, Jawa Tengah, sebuah rumah sederhana menjadi saksi bisu kembalinya kearifan leluhur. Di sana, para “Ibu” tidak sekadar membatik; mereka merajut kembali harkat dan martabat melalui canting dan pewarna alami indigo. Di kebun mereka, tumpang sari bukan hanya praktik bertani, tetapi filosofi hidup. Kapas ditanam berdampingan dengan tanaman lain, menepis stigma tanaman rakus air dan kimia. Ini adalah upaya nyata meregenerasi bumi, dari benang hingga lemari, dari hati... View original post

  • видео или голосовое, без подписи

  • видео или голосовое, без подписи

  • видео или голосовое, без подписи

  • видео или голосовое, без подписи

  • видео или голосовое, без подписи

  • видео или голосовое, без подписи

  • видео или голосовое, без подписи

  • видео или голосовое, без подписи

  • видео или голосовое, без подписи

  • Di balik lemari pakaian kita, seringkali tersembunyi cerita tentang sungai yang tercemar dan lahan yang terdegradasi. Bisakah sebuah helai kain menjadi jawaban atas kerusakan itu? Selama ini, industri tekstil kita kerap meninggalkan jejak limbah pewarna kimia yang mematikan dan menuntut kapas yang sangat boros air, bahkan impor. Lebih dari itu, di balik kerajinan adiluhung, banyak tangan perempuan yang masih terjerat dalam sistem yang kurang memberdayakan. Saya menemukan sebuah gerakan yang menolak realitas itu. Di Ambarawa, Jawa Tengah, sebuah rumah sederhana menjadi saksi bisu kembalinya kearifan leluhur. Di sana, para “Ibu” tidak sekadar membatik; mereka merajut kembali harkat dan martabat melalui canting dan pewarna alami indigo. Di kebun mereka, tumpang sari bukan hanya praktik bertani, tetapi filosofi hidup. Kapas ditanam berdampingan dengan tanaman lain, menepis stigma tanaman rakus air dan kimia. Ini adalah upaya nyata meregenerasi bumi, dari benang hingga lemari, dari hati... View original post

  • видео или голосовое, без подписи

  • видео или голосовое, без подписи

  • видео или голосовое, без подписи

  • видео или голосовое, без подписи

  • видео или голосовое, без подписи

  • Upaya @meibatubara menyelamatkan resep pangan Nusantara tidak hanya bertujuan melestarikan budaya, tetapi juga menyelamatkan alam Indonesia. Dari kisahnya kita belajar bahwa ketika menyelamatkan resep pangan tradisional yang nyaris punah, sejatinya kita turut melestarikan hutan dan lingkungan. Kisah oleh @toms_sci_journo Foto oleh @maximigeorgius Desain oleh @dendimanaaa

  • видео или голосовое, без подписи

  • видео или голосовое, без подписи

National Geographic Indonesia — tgindex