SEMUT IBRAHIM MEDIATAMA
СтатистикаMEDIA INFORMASI OPINI, PUISI DAN KARYA SENI
- Последний пост
- 29 нояб.
- Последнее чтение
- 13 авг.
- Постов за неделю
- 0
- Всего постов
- 23
- Тип
- открытый
- Язык
- индонезийский
- В каталоге с
- 13 авг.
- 1/24сутки в ленте
- —
- 1/48двое суток
- —
- 1/72трое суток
- —
Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.
Посты
... Penyelesaian kejahatan politik memerlukan proses pemakzulan, pencopotan jabatan, audit forensik/eksternal, atau keputusan politik lainnya yang tidak berada di bawah yurisdiksi pengadilan pidana seperti pada kasus pencemaran nama baik. Tampaknya Roy Suryo dkk tak boleh terjebak pada “ritual pengadilan umum” hasil Red Herring Fallacy para “dayang-dayang” Jokowi, melainkan... Selengkapnya 👇🏽 https://www.semutibrahim.com/2025/11/20/pertarungan-mengungkap-kejahatan-politik-vs-mengungkap-kejahatan-pengadilan/
... “Saya bermimpi, melihat planet ini sebagai kumpulan tempat tinggal untuk manusia, bukan tempat tinggal kecerdasan-kecerdasan buatan yang betapa pun pintarnya tak akan pernah punya kelembutan etika dan keluhuran cita estetika seperti manusia biasa. Kota-kota yang tidak dibangun seperti Gotham City dalam kisah Batman, ketika manusia manusia sudah kehilangan kemanusiaannya. Pencakar langit di mana mana, jalan-jalan raya bertingkat tingkat, dihiasi bangunan-bangunan raksasa yang konon berarsitektur masa depan, tetapi telah kehilangan keindahan alaminya: menekan, dingin, kelam, dan “mati”. Saya bermimpi kota-kota dikembangkan untuk manusia-manusia biasa, keluarga-keluarga yang hangat, rukun-rukun tetangga yang akrab, yang mengembang secara organik sesuai dengan kebutuhan hidup yang sebenarnya sederhana-sederhana saja. Yang rumah rumahnya berdiri oleh dorongan untuk berkumpul hangat dengan keluarga, dengan tetangga, dengan siapa saja. Yang di dalamnya, kita bisa terus memelihara kemanusiaan kita, dari ancaman segala yang serbabesar, serbabanyak, serbatinggi, serbacepat, tetapi justru menekannya. Serba batu, serbabesi, serbaraksasa. Menekan kemanusiaan yang sesungguhnya menyimpan kedahsyatan tak tepermanai, jauh mengatasi semua itu. Manusia yang lebih besar dari hidup, yang dunianya tak dibatasi oleh ruang tiga dimensi dan waktu yang memecah-mecah. Manusia yang sanggup menerobos dunia rendah, terbang tinggi ke dunia keluhuran khayal yang real, ke dunia ruhani tanpa batas, ke dalam keberlimpahan sempurna yang tak terperikan. Saya bermimpi hidup di kota-kota kecil, tempat semua manusia adalah keluarga manusia yang lain. Di mana kehijauan dan keasrian alam mendapatkan tempat sebanyak-banyaknya. Di mana kecepatan, ketinggian, dan kebesaran tidak disembah seperti dewa. Saya bermimpi kedai-kedai hangat dan bersahaja lebih disukai ketimbang mal-mal atau emporium-emporium besar. Sesak, dan bising, yang dikerumuni orang bukan karena hendak menghilangkan rasa lapar yang biasa, rasa letih yang manusia, atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang secukupnya, melainkan karena kepanikan melawan kesepian kehidupan. Ya, saya bermimpi kota-kota, dan desa-desa, yang ruang publiknya terserak di mana-mana. Ada gedung-gedung kesenian yang tak harus besar tapi aksesnya mudah dicapai siapa saja, ada galeri-galeri mungil, museum-museum yang ramah, perpustakaan-perpustakaan yang berlimpah, dan ada pusat-pusat hiburan yang sopan dan ramah keluarga.“ Selengkapnya 👇🏽 https://www.semutibrahim.com/2025/11/21/milangkala/
Ketua Umum Lintas Kajian dan Pemerhati Pembangunan Indonesia (LKPPI), Herlina Butar Butar, turut memberikan tanggapan terkait polemik yang kembali menyeret nama Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dalam dugaan keterkaitan dengan jaringan judi online di Kamboja — isu yang sebelumnya pernah dimuat dalam laporan Majalah Tempo pada 6 April 2025. Herlina menilai sikap diam Dasco hingga saat ini justru memancing tanda tanya publik, terlebih persoalan judi online telah menimbulkan kerugian besar bagi banyak keluarga di Indonesia. “Beliau itu wakil rakyat. Ketika namanya dikaitkan dengan kasus sebesar ini, sudah seharusnya beliau memberikan klarifikasi, bukan diam. Diamnya seorang pejabat publik justru menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” ujar Herlina... Selengkapnya 👇🏽 https://www.semutibrahim.com/2025/11/21/negara-tak-boleh-kalah%E2%80%BC%EF%B8%8F-epi-desak-kejagung-tindak-tegas-jaringan-judol-dan-afiliasinya/
https://www.semutibrahim.com/2025/11/22/wajah-hukum-indonesia-sudah-buruk-sejak-lama-ditambah-saat-jokowi-berkuasa-dua-periode-dengan-kekuatan-politiknya/
Lagi, korban pengeroyokan dijadikan tersangka. Selengkapnya 👇🏽 https://www.semutibrahim.com/2025/11/22/korban-pengeroyokan-jadi-tersangka-syahruddin-sudah-24-hari-ditahan-di-polsek-tamalate/
Diduga ada muatan titipan Jokowi melalui pansel BPJS KESEHATAN VIRALKAN https://www.semutibrahim.com/2025/11/22/pansel-calon-direksi-dan-dewas-bpjs-kesehatan-menuai-sejumlah-kritikan-perlu-perhatian-khusus-presiden-prabowo-dan-jajarannya/
... Saya membaca kasus Ira dalam diam. Dari berita, dari dokumen, dari laporan yang tercecer, dari pendapat orang-orang yang mengenalnya. Semakin saya telusuri, semakin saya merasa sedang berjalan di lorong yang memanjang, yang akhirnya mengarah ke satu kata yang berat: kriminalisasi. Bukan karena saya ingin mencarinya. Tetapi karena ia berdiri di sana, menunggu untuk ditemukan. Ada hal-hal kecil yang justru berbicara paling lantang. Ira duduk di kelas ekonomi. Sejak dulu. Ia tidak menginap di hotel mahal. Sejak dulu. Ia bekerja dalam level korporasi internasional. Lalu pulang, ketika negara memintanya. Ia memimpin ASDP, BUMN yang keras dan cenderung maskulin, lalu membuatnya naik laba. Menaikkan operasi. Menutup ruang-ruang gelap calo. Menata ulang kapal-kapal di pelabuhan. Mengambil keputusan yang pada saat itu dianggap strategis: akuisisi Jembatan Nusantara. Dan sesudah itu? ASDP untung. Narasi ini sederhana — terlalu sederhana untuk menjadi salah. Tapi pada suatu titik, kesederhanaan itu berubah menjadi masalah. Kapital yang seharusnya dihitung sebagai aset tiba-tiba dipandang sebagai “besi tua”. Izin operasi kapal, yang langka karena moratorium, dinilai seolah tak ada nilainya. Keputusan bisnis dimaknai sebagai tindakan jahat. Seperti seseorang menatap matahari dan mengatakan bahwa itu cuma lampu yang redup. Ada hakim ketua yang menolak untuk percaya itu. Suaranya terpisah — dissenting opinion — suara kecil yang mencoba berdiri sendiri dalam sunyi yang luas. Ia menyebut bahwa tindakan Ira benar. Bahwa ini aksi korporasi. Bahwa tidak ada mens rea. Bahwa negara tidak dirugikan. Tetapi suara kecil itu kalah. Di negeri ini, yang minoritas sering dianggap salah sejak awal. Saya bertanya pelan: Jika sebuah keputusan bisnis yang menghasilkan keuntungan bisa berujung penjara, apa yang tersisa bagi para profesional negeri ini? Keberanian? Atau hanya kehati-hatian yang mati-matian menjaga diri? Selengkapnya 👇🏽 https://www.semutibrahim.com/2025/11/23/kriminalisasi-ira-puspitadewi/
Sufmi Dasco Ahmad, kader maha penting Partai Gerindra yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI, ikut menjadi sorotan publik setelah laporan investigasi yang diterbitkan oleh Tempo.co pada 6 April 2025 (berita serupa di situs lainnya telah di-404-kan alias take-downed – red). Laporan Tempo tersebut menyebutkan adanya dugaan keterlibatan politisi senior Gerindra ini dalam bisnis kasino di Kamboja, khususnya melalui perusahaan Golden Oasis Entertainment Ltd. Laporan ini juga mengungkap bahwa Dasco pernah memiliki hubungan bisnis dengan operator kasino yang berbasis di wilayah Sihanoukville dan Poipet, dua kota di Kamboja yang dikenal sebagai pusat industri kasino dan perjudian online. Perjudian online yang sering juga disebut-sebut sebagai Bisnis 303 melibatkan sejumlah kalangan elit negara, baik dari kalangan birokrat di Kementerian dan Lembaga maupun para politisi dan kalangan papan atas lainnya. Bahkan, dari sejumlah informasi yang beredar, bisnis ini dikendalikan oleh sekumpulan oknum petinggi baju coklat di Mabes Polri, pejabat Kemenkomdigi, dan Kemendagri. Selengkapnya 👇🏽 https://www.semutibrahim.com/2025/11/25/wajib-diusut-tuntas-wakil-ketua-dpr-ri-sufmi-dasco-dan-mantan-kepala-bp2mi-benny-rhamdani-terseret-kasus-tppo-kamboja/
Skandal ijazah palsu Jokowi, merupakan sebuah kejahatan moral dan hukum dari rekayasa konspiratif dan manipulatif yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif. Tak hanya melibatkan Jokowi, beberapa penyelenggara pemerintahan mulai dari institusi pelayanan publik, intelejen dan keamanan negara hingga dunia pendidikan yang penting dan strategis serta politisi dan partai politik, terlibat dan setidaknya mengetahui sejak perencanaan, pembuatan dan sampai menjadi aib nasional saat ini. Bisa dibilang, mempersoalkan ijazah palsu Jokowi dari mulai menjabat presiden hingga purna bakti, menjadi equivalen dengan menggugat negara. Pasalnya beberapa pemangku kepentingan publik dan pejabat tinggi yang merepresentasikan negara, turut terlibat dan berkontribusi melahirkan ijazah palsu dan penggunaannya sebagai persyaratan menjadi walikota dan gubernur hingga presiden yang sukses diraih Jokowi. Jokowi menjadi presiden dengan segala tindak-tanduk dan kebijakan dilandasi oleh kepalsuan ijazahnya dan melibatkan orang-orang, kelompok dan institusi yang menjadi representasi negara. Jadi kalau ada pertanyaan akankah inisiatif mediasi antara Jokowi dan penggugat ijazah palsunya, akan disambut baik oleh Roy Suryo cs?. Selengkapnya 👇🏽 https://www.semutibrahim.com/2025/11/25/akhir-skandal-ijazah-jokowi-mediasi-atau-revolusi/
Oligarki yang telah berani menetralkan sebuah wilayah strategi dari sentuhan hukum negara adalah pengusaha jahat yang bersekongkol dengan pejabat publik yang terdiri dari unsur unsur Legislatif, Eksekutif, Yudikatif, Polri dan TNI. Kita mesti menyadari bahwa musuh negara itu bukan hanya Oligark saja tapi Unsur pejabat publik yang telah bersenyawa dengan para oligark jahat dan tamak, yang telah merampas kedaulatan negara. Kasus Morowali dan kasus lainnya di wilayah lainnya semua sudah lama diketahui Presiden Prabowo Subianto, bahkan sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada era rezim Jokowi. Kasus Morowali bukan cerita baru, mungkin Presiden Prabowo Subianto hanya menunggu momentum. Kasus kecil mulai di bongkar lewat Menteri Pertahanan Syafrie Syamsudin. Pertanyaan serius “akan di atasi atau tidak terpulang kemauan politik atau political will Presiden”, karena... Selengkapnya 👇🏽 https://www.semutibrahim.com/2025/11/25/kasus-lapangan-terbang-morowali-hanya-kasus-kecil/
Channel name was changed to «SEMUT IBRAHIM MEDIATAMA»
Channel name was changed to «semut ibrahim mediatama»
Tentang Kami semutibrahim.com Chanel Telegram https://t.me/SEMUTIBRAHIM_NEWS Whatsapp Chanel https://whatsapp.com/channel/0029VajP7kwLCoWve85MBk3G Fanepage Semut ibrahim jabar 👇 https://www.facebook.com/semutibrahim.jabar
🙏
https://www.semutibrahim.com/2025/11/07/seruan-perjuangan-dari-tanah-suci-bongkar-kepalsuan-ijazah-jokowi/
https://www.semutibrahim.com/2025/11/10/pernyataan-sikap-forum-tanah-air-fta-terkait/
https://www.semutibrahim.com/2025/11/11/dk-pbb-adopsi-morocco-autonomy-plan-wilson-lalengke-jalan-bagi-perdamaian-dan-pemulangan-pengungsi-kamp-tinduof/
https://www.semutibrahim.com/2025/11/13/roy-suryo-bernama-lengkap-raden-mas-tumenggung-roy-suryo-notodiprojo/
https://www.semutibrahim.com/2025/11/14/pataka-institute-dukung-corporate-action-pasar-jaya-untuk-mempercepat-revitalisasi-pasar-pramuka-yang-tertunda-sejak-2004/
https://www.semutibrahim.com/2025/11/14/revitalisasi-pasar-obat-pramuka-masih-menggantung-pedagang-buntung-masyarakat-bingung/