tgindex
Последний пост
14 авг.
Последнее чтение
15 авг.
Постов за неделю
6
Всего постов
72
Тип
открытый
Язык
und
Категория
Религия (по похожим)
В каталоге с
13 авг.
Подписчики
755
+1 за 3 дн.
Сутки
0
0,00%
Неделя
 
Месяц
 
Просмотров на пост
50
40 постов
Вовлечённость
6,6%
к подписчикам
Постов в день
0,9
всего 72
Упоминаний
1
каналов
Охват размещения
оценка
1/24сутки в ленте
19
1/48двое суток
21
1/72трое суток
23

Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.

Посты

  • 📮 JANGAN LEWATKAN! BESOK,Pukul: 09.00 WIB 📜🔖 HADIRILAH...! DAURAH ILMIAH IMAM ASY-SYAFI'I CILACAP Insya Allah... Bersama : 🎙️ Al-Ustadz Abu Abdillah Luqman Ba'abduh hafizhahullah 📚 Tema : Kenapa Shalatmu Belum Mencegahmu dari Kemungkaran? 🕌 Masjid Baitul Hikmah (Komplek Ma'had Daarul Hikmah) Jl. Wungu RT4/RW11, Gumilir, Cilacap 📱Informasi : 085183712635 📡 InsyaAllah LIVE di: Radio SABILUL ANBIYA' di apk Radio Manhajul Anbiya': https://play.google.com/store/apps/details?id=com.manhajul.anbiya Atau siaran telegram: https://t.me/ahlussunnah_cilacap ▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️

  • 🌇 DAURAH SALAFIYYAH “IMAM AL-MUZANI” ke-5 1448 H / 2026 📆 23 Rabi'ul Awwal – 1 Rabi'ul Akhir 1448 H (5 – 13 September 2026) MENGHADIRKAN para masyaikh ahlus sunnah wal jama’ah: ✅ FADHILATUSY SYAIKH ABDUL GHANI BIN HASAN AUSSAT, Aljazair ✅ FADHILATUSY SYAIKH ABDUL HAKIM DAHHAS, Aljazair •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• ✅ TEMPAT: MASJID ALI BIN ABI THALIB radhiyallahu 'anhu Ma’had (Ponpes) Minhajul Atsar Jl. W. Monginsidi V/99 Kranjingan, Sumbersari, Jember, Jawa Timur, Indonesia 📌 insyaallah ─━─━─━∞◆∞━─━─━─ 📻 LIVE di RADIO MANHAJUL ANBIYA https://manhajulanbiya.com/ 📳 Mohon turut serta menyebarkan informasi ini seluas-luasnya, agar kebaikan ini sampai kepada semua pihak

  • 🛤 DUNIA BUKAN TEMPAT BERSANDAR Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu berkata, إِنَّمَا أَعْطَاكُمُ اللهُ الدُّنْيَا؛ لِتَطْلُبُوا بِهَا الآخِرَةَ، وَلَمْ يُعْطِكُمُوهَا لِتَرْكَنُوا إِلَيْهَا. "Sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada kalian hanyalah agar kalian jadikan sebagai sarana untuk meraih akhirat. Dan Dia tidak memberikannya kepada kalian agar kalian bersandar kepadanya." 📚 Al-Bidayah wan Nihayah, (7/241) --------------- https://t.me/mahadminhajulatsarjember/9571 📲 Ikuti saluran Ma'had Minhajul Atsar Jember di WhatsApp: https://bit.ly/3Nld3KF

  • ​الرُّسُلُ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ لَيْسُوا بِدَرَجَةٍ وَاحِدَةٍ: ﴿تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۘ مِّنْهُم مَّن كَلَّمَ اللَّهُ ۖ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ﴾ [البقرة: ٢٥٣]. ​لٰكِنِ الْقَدْرُ الَّذِي لَا بُدَّ أَنْ يَكُونَ هُوَ أَلَّا يَحْدُثَ شَيْءٌ مُخَالِفٌ بَيْنَهُ وَبَيْنَ نُفُوسِ زُمَلَائِهِ، هٰذَا لَا يَجِبُ أَنْ يَكُونَ لِأَنَّ هٰذَا أَصْلٌ شَرَعِيٌّ. ​النَّجَاحُ شَيْءٌ بِقَدَرِ مَا كُتِبَ لَهُ، لٰكِنِ الْعَلَاقَةُ بِالنَّاسِ، الْعَلَاقَةُ بِالنَّاسِ هٰذِهِ مَا فِيهَا، يَعْنِي لَيْسَتْ قَابِلَةً لِأَنْ تَنْجَحَ أَوْ لَا تَنْجَحَ، هِيَ إِمَّا أَنْتَ مُصِيبٌ وإِمَّا مُخْطِئٌ بِحَسَبِ مَوَاهِبِكَ ​مقطع من محاضرة الشيخ صالح بن عبد العزيز آل الشيخ بعنوان «الشخصية القيادية»، من توثيق قناة @fawaeddiniya (تاريخ النشر: ٤ فبراير ٢٠٢٥م). Penerjemah: Abu Utsman Kharisman 💡💡📝📝💡💡 WA al I'tishom

  • 💐📝BUKAN SEKADAR BAKAT, INI RAHASIA MEMBANGUN KARAKTER PEMIMPIN YANG DICINTAI DAN DISEGANI Syaikh Sholih bin Abdil Aziz Aalusy Syaikh menyatakan: Karakter kepemimpinan adalah sebuah bakat, dan terkadang bisa dipelajari (diusahakan). Namun, kepemimpinan bukanlah sikap kasar atau keras sebagaimana yang telah saya sebutkan kepadamu. ​Kepemimpinan itu memiliki tingkatan-tingkatan: 1. ​Rasa cinta dan saling menghormati membuat setiap orang menuju kepada kebenaran (kebaikan) berlandaskan rasa cinta dan penghormatan mereka. 2. ​Tingkatan berikutnya adalah motivasi dan pemberian penghargaan. Jika motivasi dan imbalan tidak lagi bermanfaat, maka jalan terakhir adalah al-kayy (pengobatan tegas/memberikan hukuman), dan hal itu memang harus dilakukan. Oleh karena itulah Allah mensyariatkan hadd (hukuman syariat) dan sanksi-sanksi dalam syariat-Nya. ​Prinsip "Rambut Mu'awiyah" (Sya'ratu Mu'awiyah) merupakan kaidah mendasar dalam manajemen kepemimpinan: "Jika mereka menariknya (tegang), aku mengendurkannya; dan jika mereka mengendurkannya, aku menariknya." ​Seseorang yang tidak mampu untuk bersikap tegas sekaligus penuh kasih sayang; bersikap tegas namun tetap menghormati dan dihormati; serta bersikap tegas tetapi tetap dicintai, mencintai, dan dicintai orang lain, maka ia tidak cocok (menjadi pemimpin). Artinya, keberhasilannya dalam berhubungan dengan orang lain sesuai dengan kadar itu. ​Dalam hal keberhasilan manajemen suatu program kerja, orang-orang itu berbeda-beda, para pejabat pun berbeda-beda tingkat keberhasilannya. Ada yang tingkat keberhasilannya 90%, ada yang 80%, atau 70%. ​Para Rasul —semoga salawat dan salam Allah tercurah kepada mereka— pun tidak berada pada satu derajat yang sama: ​﴿تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۘ مِّنْهُم مَّن كَلَّمَ اللَّهُ ۖ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ﴾ “Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengannya) dan sebagiannya Allah tinggikan beberapa derajat.” [QS. Al-Baqarah: 253] ​Namun, kadar minimal yang harus ada adalah tidak boleh terjadi sesuatu yang merusak atau bertentangan antara dirinya dengan hati rekan-rekannya. Hal (keretakan) ini tidak boleh terjadi, karena menjaga hubungan baik adalah prinsip dasarnya dalam syariat. ​Keberhasilan adalah sesuatu yang sesuai dengan takdir yang telah ditetapkan baginya. Akan tetapi, hubungan dengan sesama manusia bukanlah hal yang bisa dipertaruhkan antara sukses atau gagal; melainkan hubungan tersebut hanya ada dua kemungkinan: engkau bersikap benar atau engkau bersikap salah, sesuai dengan kemampuan dan bakat yang engkau miliki. (Potongan ceramah Syaikh Sholih bin Abdil Aziz Aalusy Syaikh bertajuk "الشخصية القيادية" (Karakter Kepemimpinan), dokumentasi channel @fawaeddiniya (diunggah 4 Februari 2025). 🇸🇦Transkrip dalam Bahasa Arab قال الشيخ صالح بن عبد العزيز آل الشيخ : الشَّخْصِيَّةُ الْقِيَادِيَّةُ مَوْهِبَةٌ، وَقَدْ تُكْتَسَبُ، وَلٰكِنْ لَيْسَتْ هِيَ الْغِلْظَةَ كَمَا ذَكَرْتُ لَكَ، هِيَ مَرَاتِبُ: الْحُبُّ وَالِاحْتِرَامُ يَجْعَلُ الْجَمِيعَ يُقْبِلُونَ عَلَى الصَّوَابِ بِحُبِّهِمْ وَاحْتِرَامِهِمْ. ​الْمَرْتَبَةُ الَّتِي بَعْدَهَا: التَّحْفِيزُ، الْعَطَاءُ، إِذَا لَمْ يَنْفَعِ التَّحْفِيزُ وَالْمُكَافَأَةُ، فَآخِرُ الدَّوَاءِ الْكَيُّ، لَا بُدَّ مِنْ ذٰلِكَ. ​وَلِذٰلِكَ شَرَعَ اللهُ الْحُدُودَ وَالْعُقُوبَاتِ فِي شَرِيعَتِهِ. شعَرَةُ مُعَاوِيَةَ قَاعِدَةٌ أَسَاسِيَّةٌ فِي الْإِدَارَةِ: "شَعَرَةُ مُعَاوِيَةَ إِذَا شَدُّوا رَخَا، وَإِذَا أَرْخَوْا شَدَّ". ​وَالَّذِي لَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يَكُونَ حَازِمًا وَهُوَ رَحِيمٌ، وَأَنْ يَكُونَ حَازِمًا وَهُوَ يَحْتَرِمُ وَيُحْتَرَمُ، وَهُوَ حَازِمٌ وَهُوَ يَكُونُ مَحْبُوبًا يُحِبُّ وَيُحَبُّ، فَمَا يَصْلُحُ، يَعْنِي يَكُونُ نَجَاحُهُ فِي الْعَلَاقَةِ بِقَدَرِهَا. ​النَّجَاحُ الْإِدَارِيُّ فِي الْبَرَامِجِ النَّاسُ يَخْتَلِفُونَ، الْمَسْؤُولُونَ يَخْتَلِفُونَ فِيهِ، يَعْنِي فِي وَاحِدٍ يَنْجَحُ ٩٠٪، وَوَاحِدٍ يَنْجَحُ ٨٠٪، ٧٠٪.

  • 🌃 JANGAN TERLEWATKAN SHALAT SHUBUH DAN ASHAR! Jarir bin Abdillah al-Bajali radhiyallahu 'anhu berkata, "Kami pernah duduk bersama Nabi ﷺ. Saat itu beliau memandang ke arah bulan pada malam purnama, lalu bersabda, إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ لَا تُضَامُونَ فِي رُؤْيَتِهِ، فَإِنْ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ لَا تُغْلَبُوا عَلَى صَلَاةٍ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَصَلَاةٍ قَبْلَ غُرُوبِ الشَّمْسِ فَافْعَلُوا. "Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian (pada hari kiamat kelak), sebagaimana ketika kalian melihat bulan itu, kalian tidak akan berdesakan ketika melihat-Nya. Jika kalian mampu untuk tidak terhalangi dari mengerjakan shalat sebelum terbitnya matahari (Shubuh) dan shalat sebelum terbenamnya matahari (Ashar), maka lakukanlah!" 📚 HR. al-Bukhari, no. 554 dan Muslim, no. 633 --------------- https://t.me/mahadminhajulatsarjember/9566 📲 Ikuti saluran Ma'had Minhajul Atsar Jember di WhatsApp: https://bit.ly/3Nld3KF

  • ☑️ CARILAH RIDHA ALLAH! Allah Subhanahu Wata'ala berfirman, فَإِن تَرْضَوْا۟ عَنْهُمْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يَرْضَىٰ عَنِ ٱلْقَوْمِ ٱلْفَٰسِقِينَ. "Tetapi jika sekiranya kamu ridha kepada mereka, sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu." (QS. at-Taubah: 96) Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata, "Apabila seluruh manusia meridhaimu, sementara Engkau tidak diridhai oleh Allah, maka sesungguhnya hal itu tidaklah bermanfaat bagimu. Apabila Allah meridhaimu, niscaya Dia akan menjadikan manusia ridha dan hati-hati mereka cenderung senang kepadamu." 📚 Syarh Riyadhish Shalihin, (1/173) --------------- https://t.me/mahadminhajulatsarjember/9559 📲 Ikuti saluran Ma'had Minhajul Atsar Jember di WhatsApp: https://bit.ly/3Nld3KF

  • Live stream finished (51 minutes)

  • Live stream started

  • Live stream finished (40 minutes)

  • Live stream started

  • 🍂 ﷽ 🍃 🔅 Mengharap Ridha Allah Semata 📜🔖 HADIRILAH...! DAURAH ILMIAH IMAM ASY-SYAFI'I PURWOKERTO Insya Allah... SESI 1. Pukul: 08.30 - 10.00 WIB Bersama : 🎙️ Al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah 📚 Kemerdekaan Anugrah Ilahi Sudahkah Anak Bangsa Ini Mensyukurinya? SESI 2. Pukul: 10.15 WIB - zhuhur Bersama : 🎙️ Al-Ustadz Abu Jundi hafizhahullah 📚 Nikmat Kemerdekaan Itupun Akan Sirna Dan Pergi Saat Tidak Disyukuri 🗓 AHAD, 03 Rabiulawal 1448H/ 16 Agustus 2026 🕌 Masjid Agung Baitussalam (Komplek Alun alun Kota Purwokerto) 📱 Informasi: 081903622430 (Abu Yasir) 📡 InsyaAllah LIVE di: Radio SABILUL ANBIYA' di apk Radio Manhajul Anbiya': https://play.google.com/store/apps/details?id=com.manhajul.anbiya Atau siaran telegram: https://t.me/salafybarlingmascakeb ▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️

  • ⛔ TIDAK BOLEH MENGAMBIL ILMU DARI PENDUSTA ✍🏼 Fadhilatusy Syaikh DR. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizhahullah, السؤال: وهذا السؤال الثالث عشر يقول: هل يجوز أخذ العلم عن طالب المبتدئ وإن ثبت كذبه؟ ​ أجاب عنه الشيخ عرفات المحمدي حفظه الله تعالى: ​لا يجوز الأخذ عن من كذب، الكاذب عليه أن يتوب وليس أهلا للتدريس، ولا يؤخذ العلم عن الكذاب ولا عن السفيه، ولا عن أهل البدع، ​ولهذا لما سألوا الإمام أحمد عن رجل كذب كذبة واحدة -واحدة- قال الإمام أحمد: "هذا لا يكون في موضع العدالة"، فإن الكذب شديد، ​فلا يجوز أبدا أن يتولى هؤلاء التدريس، يذهب يصلح نفسه أولاً ويحتاج أن يطلب العلم كثيراً حتى يتربى ويتأدب. 📎 https://t.me/ahlalhadith3/14554  📑 Pertanyaan: ​Dan ini pertanyaan ketiga belas, ia bertanya: "Apakah diperbolehkan mengambil ilmu dari seorang penuntut ilmu pemula, meskipun telah terbukti ia berdusta?" 🎙️ ​Jawaban: ​Tidak diperbolehkan mengambil ilmu dari orang yang berdusta. Orang yang berdusta harus bertaubat dan ia tidak layak untuk mengajar. Ilmu tidak boleh diambil dari seorang pendusta, orang yang bodoh (safih), maupun dari ahli bid'ah. ​Oleh karena itu, ketika mereka bertanya kepada Imam Ahmad tentang seseorang yang pernah berdusta satu kali saja—hanya satu kali—Imam Ahmad menjawab: "Orang ini tidak lagi berada di posisi yang adil (kredibel)," karena perkara dusta itu sangatlah berat. ​Maka, tidak boleh sama sekali orang-orang seperti ini memegang urusan mengajar. Hendaknya ia pergi memperbaiki dirinya terlebih dahulu dan perlu menuntut ilmu yang banyak sampai ia terdidik dan memiliki adab. 📝 Penerjemah: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah ➖➖➖ 📲 Join • Save • Share ll https://t.me/kajiansalafypalopo Media Dakwah Salafy Palopo 🔄

  • INFORMASI TA'LIM TERBUKA UNTUK UMUM (Muslim dan Muslimat) بــــــــــــــسم اللّــــــــــــہ الرحمن الرحيم الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و بعد Mari ikhlaskan Niat Karena Allah Azza Wa Jalla dalam menuntut ilmu agama ★★★★★★★★★★★★★★★★ 🕌 Bertempat di ; Masjid dan Aula Banat Ma'had Umar Bin Abdul Aziz Muarabungo 🗓️ InsyaAlloh Ahad besok 25 Shafar 1448 H / 9 Agustus 2026M ⏰ Pukul 15 : 00 - selesai WIB 🎙 Bersama :  Al Ustadz Abu Yahya, Al Ustadz Abu Musa dan Al Ustadz Ibrahim حفظهم الله Pembahasan ; 📖 *Kitab Ad Daa'wad Dawaa', Tematik, dan Bahasa Arab* ____ مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الجَنَّةِ “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu agama niscaya akan Allah ‘azza wa jalla mudahkan jalan baginya menuju surga.” ═════════════════ Penyelenggara ; 📑 Yayasan Umar bin Abdul Aziz Bungo ⚜️ https://t.me/Salafybungo

  • 🕚 PAHALA TERUS MENGALIR UNTUK PENGAJAR ILMU AGAMA Asy-Syaikh Ubaid bin Abdillah al-Jabiri rahimahullah berkata, فَإِذَا تَعَلَّمْتَ دِينَ اللهِ مَا أَمْكَنَكَ وَعَلَّمْتَ زَوْجَتَكَ وَأَوْلَادَكَ، فَإِنَّ لَكَ أَجْرَ هَؤُلَاءِ مَا تَنَاسَلَتِ الْأَجْيَالُ وَلَوْ مِئَاتِ السِّنِينَ. "Apabila Engkau mempelajari agama Allah semaksimal kemampuanmu, lalu Engkau ajarkan ilmu tersebut kepada istri dan anak-anakmu, maka sesungguhnya Engkau juga akan mendapatkan bagian dari pahala yang mereka dapatkan, demikian terus turun-temurun dari generasi ke generasi, walaupun sampai ratusan tahun." 📚 Tanbih Dzawil 'Uqul as-Salimah, hlm. 49 --------------- https://t.me/mahadminhajulatsarjember/9548 📲 Ikuti saluran Ma'had Minhajul Atsar Jember di WhatsApp: https://bit.ly/3Nld3KF

  • 🛣 MENINGGAL DUNIA DI ATAS TAUHID عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّان رضي الله عنه قال: قال رسول الله ﷺ: مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّه لَا إِلهَ إِلَّا الله دَخَلَ الْجَنَّةَ. Dari Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Barang siapa meninggal dunia dalam keadaan mengetahui bahwa tiada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, maka ia akan masuk surga." 📚 HR. Muslim, no. 26 --------------- https://t.me/mahadminhajulatsarjember/9545 📲 Ikuti saluran Ma'had Minhajul Atsar Jember di WhatsApp: https://bit.ly/3Nld3KF

  • 💐 KUNCI HIDUP BAHAGIA: TAAT, DZIKIR, QANA'AH, DAN AKHLAK Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah berkata, لَا حَيَاةَ طَيِّبَةَ لِغَيْرِ الطَّائِعِينَ، وَلَا لَذَّةَ حَقِيقَةَ لِغَيْرِ الذَّاكِرِينَ، وَلَا رَاحَةَ وَلَا طُمَأْنِينَةَ قَلْبٍ لِغَيْرِ الْمُكْتَفِينَ بِرِزْقِ اللَّهِ الْقَانِعِينَ، وَلَا نَعِيمًا صَحِيحًا لِغَيْرِ أَهْلِ الْخُلُقِ الْجَمِيلِ وَالْمُحْسِنِينَ. "Tidak ada kehidupan yang baik bagi orang-orang yang tidak taat (kepada Allah). Tidak ada kenikmatan yang hakiki bagi orang-orang yang tidak berdzikir (mengingat Allah). Tidak ada ketenangan dan tidak pula ketenteraman hati bagi orang-orang yang tidak merasa cukup dan tidak qana'ah terhadap rezeki yang Allah berikan. Tdak ada kenikmatan yang sejati bagi selain orang-orang yang berakhlak mulia dan berbuat kebaikan." 📚 Al-Fawakih Asy-Syahiyyah, hlm. 26 --------------- https://t.me/mahadminhajulatsarjember/9544 📲 Ikuti saluran Ma'had Minhajul Atsar Jember di WhatsApp: https://bit.ly/3Nld3KF

  • 🌌 PERGANTIAN SIANG DAN MALAM ADALAH TANDA KEBESARAN DAN NIKMAT DARI ALLAH ﷻ Allah ﷻ berfirman, اَلَمْ يَرَوْا اَنَّا جَعَلْنَا الَّيْلَ لِيَسْكُنُوْا فِيْهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًاۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ. "Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Kami telah menjadikan malam agar mereka beristirahat padanya dan (menjadikan) siang yang menerangi? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang beriman." (QS. an-Naml: 86) Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah berkata, "Maksud ayat ini adalah apakah mereka tidak menyaksikan tanda kebesaran-Nya yang agung dan kenikmatan yang sangat besar ini? Yaitu bahwa Allah telah menundukkan malam dan siang untuk mereka. Malam dengan kegelapannya, agar mereka bisa tenang dan beristirahat dari kelelahan, serta bersiap untuk bekerja (esok hari). Siang dengan cahayanya, agar mereka bisa pergi ke manapun dalam (mencari) penghidupan dan melakukan berbagai aktivitasnya." 📚 Taisirul Karimir Rahman, hlm. 610 -------------- https://t.me/mahadminhajulatsarjember/9541 📲 Ikuti saluran Ma'had Minhajul Atsar Jember di WhatsApp: https://bit.ly/3Nld3KF

  • без подписи

  • 🌧 KAMI BERIMAN KEPADA-MU, YA RABBI, MAKA AMPUNILAH KAMI! رَّبَّنَآ إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِى لِلْإِيمَٰنِ أَنْ ءَامِنُوا۟ بِرَبِّكُمْ فَـَٔامَنَّا ۚ رَبَّنَا فَٱغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّـَٔاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ ٱلْأَبْرَارِ "Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kalian kepada Rabb kalian", maka kamipun beriman. Wahai Rabb kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti." 📚 QS. Ali 'Imran: 193 --------------- https://t.me/mahadminhajulatsarjember/9538 📲 Ikuti saluran Ma'had Minhajul Atsar Jember di WhatsApp: https://bit.ly/3Nld3KF