Ittiba' Sunnah
СтатистикаNerakamu memang bukan urusanku&surgapun belum tentu jdi milikku.Tapi mengajakmu dlm kebaikan adlh kewajibanku Allah ta'ala berfirman, فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ الْمُبِينُ Maka ketahuilah kewajiban yg dibebankan atasmu hanyalah menyampaikan dg terang
- Последний пост
- 15 авг.
- Последнее чтение
- 15 авг.
- Постов за неделю
- 55
- Всего постов
- 176
- Тип
- открытый
- Язык
- индонезийский
- В каталоге с
- 13 авг.
- 1/24сутки в ленте
- 29
- 1/48двое суток
- 33
- 1/72трое суток
- 35
Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.
Посты
_imam Malik rahimahullah berkata:_ *«"Ilmu bukanlah banyaknya riwayat, tetapi ilmu adalah cahaya yang Allah letakkan di dalam hati."» (Manaqib Al-Imam As-syafi'i)* _Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:_ *«"Bukanlah iman itu sekadar angan-angan atau penampilan, tetapi apa yang menetap di dalam hati dan dibenarkan oleh amal."» (Hilyat Al-awliya')* _Renungkanlah sebuah perumpamaan._ _Buah manggis dari luar tampak gelap dan sederhana. Tidak sedikit orang yang memandangnya biasa saja. Namun ketika dibuka, isinya manis, lezat, dan memberikan banyak manfaat._ _Sebaliknya, bunga bangkai ketika mekar tampak begitu indah dipandang mata. Akan tetapi, ketika didekati, baunya sangat menyengat dan tidak menyenangkan._ _Begitulah manusia._ _Tidak semua yang indah dipandang membawa kebaikan._ _Dan tidak semua yang sederhana kehilangan kemuliaan._ _Karena itu, janganlah tertipu oleh apa yang hanya terlihat oleh mata._ _Nilailah seseorang dari akhlak dan bagaimana ia meletakkan perintah Allah dalam kehidupanya._ _Nilailah dari amanahnya._ _Nilailah dari kejujurannya._ _Nilailah dari manfaat yang ia berikan dalam hidupnya._ _Dan yang paling utama, ingatlah bahwa Allah menilai hamba-Nya dari ketakwaan, hati, dan amalnya., bukan dari tampilanya._ _Semoga Allah menghiasi lahir kita dengan pakaian yang sesuai syariat, menghiasi hati kita dengan iman dan takwa, memperindah akhlak kita, serta menjadikan kita termasuk orang-orang yang bermanfaat bagi sesama._ _Semoga yang sedikit ini menjadi pengingat bagi diri saya pribadi dan bermanfaat bagi kita semua._ *وَاللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ* _*"Saudaramu seiman yang mencintaimu karena Allah: Abu Fatihah Al-Maydani"*_ 🌾 *وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ..* ╰┈➤ Gabung grup ITTIBA SUNNAH Whatsapp https://chat.whatsapp.com/IxlSBJfwhej8J5ae4na6A7 Facebook https://www.facebook.com/groups/2627119644276921/ Telegram https://t.me/Sunnah_ittiba
🍃*بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ*🌾 _اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.._ _*"Pakaian Tidak Menentukan Siapa Dirimu"*_ 🌳 ❁ https://t.me/Sunnah_ittiba *السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ* _Saudaraku seiman yang semoga senantiasa dirahmati Allah Subhanahu wa ta'ala._ _Di zaman yang penuh dengan pencitraan ini, manusia semakin mudah tertipu oleh apa yang terlihat. Penampilan yang rapi, pakaian yang indah, jas yang mahal, jubah yang tampak religius, atau busana yang mempesona sering kali dijadikan ukuran untuk menilai seseorang. Padahal, apa yang tampak di mata belum tentu mencerminkan apa yang tersimpan di dalam hati._ _Tidak sedikit orang yang berpakaian layaknya orang bijaksana, berpenampilan seperti orang saleh atau salehah, namun akhlaknya tidak mencerminkan apa yang ia tampilkan. Kalimatnya bijaksana, suaranya di atur agar menarik manusia namun di baliknya banyak yang mengkhianati apa yang sudah Allah dan Rasul-Nya berikan, mengejar dunia yang terkadang tak peduli halal haram mencari pembenaran, menzalimi sesama, bahkan ada yang menjadikan agama sebagai jalan untuk mengejar kepentingan dunia._ _Bukankah kita sering melihat betapa rapinya jas seorang koruptor? Namun ternyata khianat di belakang layar. Betapa meyakinkannya penampilan seseorang yang berbicara atas nama agama, namun ternyata menjadikan agama sebagai alat untuk memperoleh kedudukan, pujian, atau keuntungan dunia._ _Penampilan dapat memikat pandangan manusia, bak sekenario filem yang di atur sedemikian rupa, tetapi tidak akan pernah mampu menyembunyikan hakikat diri dari penglihatan Allah Subhanahu wa Ta'ala._ _Allah berfirman:_ «يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ» _«"Wahai anak cucu Adam! Sungguh Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan sebagai perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa itulah yang paling baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Allah agar mereka selalu ingat."»_ *(QS. Al-A'raf: 26)* _Ayat ini tidak mengajarkan agar kita meremehkan pakaian. Justru Islam memerintahkan kaum muslimin untuk menutup aurat sesuai syariat, dan tuntunanya adalah menutup aurat, menjaga kebersihan, dan berpakaian dengan baik. Namun Allah mengingatkan bahwa ada pakaian yang jauh lebih mulia daripada pakaian yang dikenakan oleh tubuh, yaitu pakaian Takwa yang menghiasi hati dan jiwa seorang hamba._ _Rasulullah ﷺ bersabda:_ _«"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa kalian dan tidak pula harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian."»_ *(HR. Muslim No. 2564)* _Oleh sebab itu, janganlah kita mudah mengagumi seseorang hanya karena penampilannya, indahnya tampilan ya, memukau kalimat dan perkataanya. jangan pula merendahkan seseorang hanya karena pakaiannya dan apa yang terlihat zahir saja. Sebab ukuran kemuliaan di sisi Allah bukanlah apa yang dikenakan oleh badan, melainkan apa yang hidup di dalam hati dan diwujudkan dalam amal._ _Allah Ta'ala berfirman:_ «إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ» _«"Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah yang paling bertakwa."»_ *(QS. Al-Hujurat: 13)* _Saudaraku..._ _Seseorang yang memiliki hati yang baik tidak dapat dinilai hanya dari pakaiannya. Kebaikan itu akan tampak dari takwanya, amanahnya, kasih sayangnya, kerendahan hatinya, serta bagaimana ia memperlakukan orang lain dalam kehidupanya. Akan terlihat dari bagaimana ia menghadapi dunia, bagaimana ia menjaga lisannya, bagaimana ia memberi manfaat kepada keluarga, tetangga, lingkungan dan masyarakat, serta bagaimana ia mendekatkan dirinya kepada Allah Ta'ala._ _Akhlak yang baik tidak membutuhkan topeng._ _Keimanan yang tulus tidak membutuhkan pencitraan._ _Ketakwaan tidak membutuhkan tepuk tangan manusia._ _Semuanya akan terlihat melalui amal yang terus menerus dilakukan dengan ikhlas._
без подписи
MENDAKI KESUKSESAN DENGAN TAWAKAL DAN KESABARAN ❁ https://t.me/Sunnah_ittiba Membangun usaha bukan sekadar mengejar keuntungan, tetapi juga bagian dari ikhtiar yang bernilai ibadah apabila diniatkan karena Allah dan ditempuh dengan cara yang halal. Perjalanan ini bukan perlombaan siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang paling sabar, istiqamah, dan terus berusaha di atas jalan yang benar. Akan ada rasa lelah, kegagalan, keraguan, bahkan ujian yang menguji keteguhan hati. Namun ingatlah, Allah tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang berbuat baik. Setiap usaha yang halal, setiap tetes keringat, dan setiap kesabaran akan dicatat di sisi-Nya. "Puncak keberhasilan bukan milik mereka yang paling cepat, tetapi milik mereka yang terus berikhtiar, bertawakal, dan tidak berhenti karena putus asa." ➡️Sabar.., bukan berarti pasrah tanpa usaha. Sabar adalah tetap melangkah dalam ketaatan kepada Allah, terus memperbaiki ikhtiar, dan ridha terhadap takdir-Nya setelah melakukan sebab-sebab yang benar. Ketika usaha disertai iman dan kesabaran: ※ Bukan hanya bisnis yang tumbuh, tetapi juga akhlak dan keimanan. ※ Bukan hanya keuntungan yang dicari, tetapi juga keberkahan rezeki. ※ Bukan hanya kesuksesan dunia yang diraih, tetapi juga pahala jika niatnya ikhlas karena Allah. ➡️ Fokuslah pada memperbaiki ikhtiar, menjaga keikhlasan, dan bertawakal kepada Allah, bukan sekadar mengejar hasil secepat mungkin. Karena rezeki telah Allah tetapkan, tetapi ikhtiar, doa, kesabaran, dan istiqamah adalah jalan untuk meraihnya. Teruslah melangkah. Walau perlahan, jangan berhenti selama masih berada di atas jalan yang diridhai Allah. #https://t.me/Fawaid_Salafy/18615 ╰┈➤ Gabung grup ITTIBA SUNNAH Whatsapp https://chat.whatsapp.com/IxlSBJfwhej8J5ae4na6A7 Facebook https://www.facebook.com/groups/2627119644276921/ Telegram https://t.me/Sunnah_ittiba
без подписи
Allah mencintai kelembutan dalam semua perkara Kelembutan merupakan akhlak mulia yang menghiasi ucapan, sikap, dan perbuatan seorang muslim. Dengan kelembutan, seseorang dapat menyampaikan nasihat dengan lebih baik, menjaga hubungan dengan sesama, dan menghindari banyak perselisihan. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa kelembutan akan menjadikan sesuatu semakin indah, sedangkan sikap kasar dapat merusaknya. Semoga kita senantiasa menghiasi diri dengan rifq (kelembutan) dalam setiap perkara. Rasulallah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ، وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ “Sesungguhnya kelembutan tidaklah ada pada sesuatu kecuali akan menghiasinya, dan tidaklah dicabut dari sesuatu kecuali akan membuatnya buruk.” HR. Muslim no. 2594. #posterdakwah #dakwahsunnah #faedah #hadis #kelembutan ╰┈➤ Gabung grup ITTIBA SUNNAH Whatsapp https://chat.whatsapp.com/IxlSBJfwhej8J5ae4na6A7 Facebook https://www.facebook.com/groups/2627119644276921/ Telegram https://t.me/Sunnah_ittiba
без подписи
بسم الله الرحمن الرحيم 🍂 *Nasehat Emas Dari Kajian Ustadz Firanda Andirja Hafidzahullah :* ❁ https://t.me/Sunnah_ittiba Kesenangan itu beda dengan kebahagiaan, Orang yang joget-joget, zina, lihat film, dengerin musik, ikut konser, kumpul-kumpul sama geng yang di situ campur dengan ajnabi, mereka merasakan kelezatan, Tapi itu bukan bahagia. Kebahagiaan adalah saat kita taat dan dekat dengan Allah, Saat manusia pada tidur, kita sholat malam, doa, munajat, dzikir, baca Al Quran, Orang-orang ga tau kita diam-diam sedekah, dll. Bahagia letaknya di hati, dan hati itu milik Allah. Walau zhahirnya kita susah tapi manakala kita bergantung, bersandar, berserah kepada Allah, di situlah Allah letakkan bahagia. Udah ga penting lagi mau dikenal atau diakui manusia, Ga peduli validasi, Udah ngerasain lezat ketika tersembunyi. Semakin sadar umur semakin berkurang. Ga ada waktu buat saingan apapun selain saingan tentang akhirat. Instagram an nashiha ╰┈➤ Gabung grup ITTIBA SUNNAH Whatsapp https://chat.whatsapp.com/IxlSBJfwhej8J5ae4na6A7 Facebook https://www.facebook.com/groups/2627119644276921/ Telegram https://t.me/Sunnah_ittiba
без подписи
🇦 🇩 🇦🇧 MANUSIA PALING MULIA سُئِلَ حَكِيمٌ: مَنْ تُعِزُّ مِنَ النَّاسِ؟ قَالَ: مَنْ أَخْلَاقُهُ كَرِيمَةٌ، وَمُجَالَسَتُهُ غَنِيمَةٌ، وَنِيَّتُهُ سَلِيمَةٌ، وَمُفَارَقَتُهُ أَلِيمَةٌ، كَالْمِسْكِ، كُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ الزَّمَانُ ازْدَادَ قِيمَةً. Seorang bijak pernah ditanya: "Siapakah manusia yang paling engkau muliakan?" Beliau menjawab: 1."Orang yang akhlaknya mulia, 2.Bermajelis dengannya adalah keuntungan, 3 Niatnya bersih dan tulus, 4 Berpisah dengannya terasa menyedihkan, 5.Laksana minyak kasturi; semakin lama, semakin bertambah nilainya." FAIDAH TARBAWIYAH 1. Kemuliaan seseorang diukur dari akhlaknya Bukan sekedar ilmu, harta, atau jabatannya. Tapi: مَنْ أَخْلَاقُهُ كَرِيمَةٌ "Orang yang akhlaknya mulia." Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari Kiamat adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. Tirmidzi) 2. Pertemuan dengan orang shalih adalah keuntungan Sebagaimana dikatakan : وَمُجَالَسَتُهُ غَنِيمَةٌ "Bermajelis dengannya adalah keuntungan" Karena setelah bermajelis dengannya: iman naik, ilmu nambah, semangat amal bertambah. Itulah teman yang layak dipertahankan. 3. Hatinya bersih وَنِيَّتُهُ سَلِيمَةٌ Niatnya lurus: tidak cari popularitas, tidak iri, tidak menipu. Hatinya bersih sebelum lisannya bicara. 4. Perpisahan dengannya terasa kehilangan وَمُفَارَقَتُهُ أَلِيمَةٌ Ini tanda seseorang dicintai karena Allah. Keberadaannya bawa ketenangan, ilmu, dan nasihat. Namun berpisah dengannya membuat sedih. 5. Ia seperti minyak kasturi كَالْمِسْكِ، كُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ الزَّمَانُ ازْدَادَ قِيمَةً Semakin lama dikenal, semakin tampak akhlak dan manfaat ilmunya. Bukan yang awalnya menarik, lama-lama keburukannya kebuka lalu membuat tidak nyaman. KALIMAT PENGINGAT > Jangan bercita-cita jadi orang terkenal. > Bercita-citalah jadi orang yang kehadirannya bermanfaat, dan kepergiannya dirindukan. Itulah pribadi yang mulia: akhlaknya indah, kebersamaannya bernilai, niatnya tulus, dan kehilangannya terasa. Semoga Allah jadikan kita termasuk golongan itu. آمين Semoga bermanfaat ✍@abinyasalma •═════◦•◉✿◉•◦═════• 🔗 Silakan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber. ╰┈➤ Gabung grup ITTIBA SUNNAH Whatsapp https://chat.whatsapp.com/IxlSBJfwhej8J5ae4na6A7 Facebook https://www.facebook.com/groups/2627119644276921/ Telegram https://t.me/Sunnah_ittiba
🇲 🇺 🇹 🇮 🇦 🇷 🇦 🇵 🇦 🇬 🇮 ISILAH SECUKUPNYA, BUKAN SEPUASNYA ❁ https://t.me/Sunnah_ittiba وَعَنْ أَبِي كَرِيمَةَ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيْكَرِبَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : «مَا مَلَا آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًا مِنْ بَطْنٍ، بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أَكَلَاتُ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ؛ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ، وَثُلُثُ لِشَرَابِهِ، وَثُلُثُ لِنَفْسِهِ». رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ. 🎙️ Dari Abu Karimah al-Miqdam bin Maʼdikarib radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Tempat terburuk yang diisi penuh oleh manusia adalah perutnya. Cukuplah untuk anak Adam beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Jika dia tidak bisa melakukannya, maka hendaklah sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiga lagi untuk minuman, serta sepertiga lainnya untuk napasnya.” (H.R. At-Tirmidzi [2380]; dan beliau mengatakan, “Hadits ini hasan.”) 📖 Kandungan Hadits 1. Makan sampai kekenyangan bukanlah pola makan yang baik. “Tempat terburuk yang diisi penuh oleh manusia adalah perutnya.” Yang terbaik adalah makan dan minum secara cukup; yang memberikan tenaga, serta mencukupi keperluan harian tubuh. Hal ini akan lebih melindungi kita dari berbagai penyakit. 🎙️ Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata, “Jika seseorang bersikap pertengahan dalam hal makan; mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan tubuh, dan seimbang dalam hal ‘jumlahʼ serta ‘jenisnyaʼ, maka tubuh akan mendapatkan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan mengonsumsi makanan dalam jumlah yang berlebihan.” (Zadul Ma‘ad, 4/21). Tubuh memiliki batasan dalam menampung dan memproses makanan yang masuk, jika terus-menerus dimuat, maka kerjanya akan semakin berat dan akhirnya dapat memengaruhi sistem kesehatan. Sudah banyak dokter yang menerangkan efek negatif sering kekenyangan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. 2. Dalam hadits terdapat pesan agar kita bersifat qanaah (merasa cukup) dengan rezeki yang Allah subhanahu wa ta‘ala berikan. Karena keinginan untuk memenuhi semua hasrat adalah sesuatu yang hanya dapat tercapai dengan menghancurkan diri kita sendiri. Sifat ini menyebabkan munculnya sifat rakus, pada akhirnya, ia pun mengabaikan tujuan hidup yang sebenarnya yaitu hidup untuk beribadah kepada Allah. Oleh karena itu, ada anjuran untuk manusia agar membagi perutnya menjadi sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman... semua ini adalah ajakan untuk merasa puas dengan yang sedikit tetapi membuat kehidupan menjadi baik. [Kunuz Riyadhus Shalihin (7/555)]. 3. Sedikit makan dapat membantu kita lebih kuat dalam menjalankan ketaatan dan menjauhi maksiat. Dzun Nun rahimahullah pernah berkata, “Setiap aku kenyang, pasti aku terjatuh dalam maksiat atau berniat untuk melakukannya.” Mungkin kerusakan terbesar yang ditimbulkan oleh kenyang dan perut yang penuh adalah sebagaimana yang disampaikan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Bid‘ah pertama yang terjadi sepeninggal Rasulullah ﷺ adalah kenyang. Ketika perut mereka kenyang, jiwa pun terdorong mencintai dunia.” [Kunuz Riyadhus Shalihin (7/558-559)]. 4. Islam adalah agama yang sempurna, memberikan petunjuk pada segala yang bermanfaat bagi umat manusia. Lihat saja, bahkan persoalan makan dan minum yang terbaik pun juga diajarkan dalam Islam! [Rauh wa Rayahin, hlm. 358]. ✍ Hari Ahadi, {Mudah Memahami Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 56 / Bag. 29)} 🖥 www.nasehatetam.net ╰┈➤ Gabung grup ITTIBA SUNNAH Whatsapp https://chat.whatsapp.com/IxlSBJfwhej8J5ae4na6A7 Facebook https://www.facebook.com/groups/2627119644276921/ Telegram https://t.me/Sunnah_ittiba
•┈┈┈┈┈┈┈┈••ৡ🍃ৡ•┈┈┈┈┈┈┈┈• ◎❅◎ بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم 🗓*JUM'AT* ۞ 01 RABI'UL AWAL 1448 H ۞ 14 AGUSTUS 2026 M 📗 نفعنا الله وإياكم بالعلم النافع والعمل الصالح 📗 اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً7y مُتَقَبَّلاً 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝𝙪𝙢𝙢𝙖 𝙞𝙣𝙣𝙞 𝙖𝙨-𝙖𝙡𝙪𝙠𝙖 ‘𝙞𝙡𝙢𝙖𝙣 𝙣𝙖𝙖𝙛𝙞’𝙖 𝙬𝙖 𝙧𝙞𝙯𝙦𝙤𝙣 𝙩𝙝𝙤𝙮𝙮𝙞𝙗𝙖𝙖 𝙬𝙖 ‘𝙖𝙢𝙖𝙡𝙖𝙣 𝙢𝙪𝙩𝙖𝙦𝙤𝙗𝙗𝙖𝙡𝙖𝙖 “Ya Allah, aku memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang thoyyib6 dan amalan yang diterima” [HR. Ibnu Majah no. 925, shahih] https://t.me/Sunnah_ittiba •┈┈┈┈┈┈┈┈••ৡ🍃ৡ•┈┈┈┈┈┈┈┈•j
🇫🇦🇪 🇩 🇦 🇭 🇲 🇦🇱🇦🇲 Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ وَضَمَّ أَصَابِعَهُ “Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku” (Anas bin Malik berkata : Nabi menggabungkan jari-jari jemari beliau). (HR Muslim 2631) ╰┈➤ Gabung grup ITTIBA SUNNAH Whatsapp https://chat.whatsapp.com/IxlSBJfwhej8J5ae4na6A7 Facebook https://www.facebook.com/groups/2627119644276921/ Telegram https://t.me/Sunnah_ittiba
بسم الله الرحمن الرحيم 🍂 *Belajarlah Diam, Seperti Ketika Engkau Belajar Bicara* ❁ https://t.me/Sunnah_ittiba - Sumaith bin Ajlan rahimahullah berkata : يا ابن آدم! انك ما سگت فانت سا لم فإ ذا تگلمت فخذ حذرك ، إما لك و اما عليك “Wahai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau diam maka engkau akan selamat. Apabila engkau berbicara maka berhati-hatilah, karena perkataan itu boleh jadi akan bermanfaat bagimu atau membahayakanmu.”(Jami’ Al-Ulum wa Al-Hikam, 135) Sehingga siapa saja yang dapat menahan dan menjaga lisannya, hal itu adalah sumber keselamatan baginya. Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الجَنَّةَ “Barangsiapa yang dapat menjamin bagiku sesuatu yang berada di antara jenggotnya (yaitu mulut, pen.) dan di antara kedua kakinya (yaitu kemaluan, pen.), maka aku akan menjamin baginya surga.” (HR. Bukhari no. 6474) ╰┈➤ Gabung grup ITTIBA SUNNAH Whatsapp https://chat.whatsapp.com/IxlSBJfwhej8J5ae4na6A7 Facebook https://www.facebook.com/groups/2627119644276921/ Telegram https://t.me/Sunnah_ittiba
без подписи
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 🎞️ FAEDAH SINGKAT 📎 Mungkin Selama Ini Kita Terlalu Sibuk Mengejar Dunia..Maka Dengarkan Hadist Ini Agar Kita Tahu Bahwa Akhirat Lebih Utama* 🎙 Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah,Lc,M.A,,حفظه الله تعالى_* ╰┈➤ Gabung grup ITTIBA SUNNAH Whatsapp https://chat.whatsapp.com/IxlSBJfwhej8J5ae4na6A7 Facebook https://www.facebook.com/groups/2627119644276921/ Telegram https://t.me/Sunnah_ittiba
بسم الله الرحمن الرحيم 🍂 *ANJURAN MEMILIKI BANYAK ANAK* ❁ https://t.me/Sunnah_ittiba Rasulullah ﷺ bersabda, تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الْأُمَمَ “Nikahilah wanita yang penyayang lagi subur kandungannya, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan jumlah kalian di hadapan umat-umat yang lain (di hari kiamat).” [HR. Abu Daud dan An-Nasaai dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu’anhu, Shahih Abi Daud: 1789] Rasulullah ﷺ juga bersabda, تَزَوَّجُوا فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الْأُمَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلَا تَكُونُوا كَرَهْبَانِيَّةِ النَّصَارَى “Menikahlah, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan jumlah kalian terhadap umat-umat yang lain pada hari kiamat, dan janganlah hidup membujang seperti Kependetaan Nashoro.” [HR. Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubro dari Abu Umamah radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 1782] Rasulullah ﷺ juga bersabda, أَلا أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ قَالُوا : بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ ،قَالَ : كُلُّ وَدُود وَلُود ، إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيءَ إِلَيْهَا أَوْ غَضِبَزَوْجُهَا ، قَالَتْ: هَذِهِ يَدِي فِي يَدِكَ لا أَكْتَحِلُ بِغُمْضٍ حَتَّى تَرْضَى “Maukah kalian aku kabarkan tentang istri-istri kalian di surga? Para sahabat berkata: Tentu wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Setiap istri yang penyayang lagi punya anak banyak, apabila ia marah atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: Ini tanganku di tanganmu, aku tidak akan bisa terpejam sampai engkau ridho.” [HR. Ath-Thabarani dari Anas, Ibnu ‘Abbas dan Ka’ab bin ‘Ujroh radhiyallaahu’anhum, Ash-Shahihah: 3880] MANFAAT BANYAK ANAK 1. Kekuatan umat Islam. 2. Kebanggan Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam di hari kiamat. 3. Peluang ibadah bagi orang tua, yaitu dengan mengurus, memberi nafkah, mengusahakan pendidikan yang baik dan lain-lain. 4. Pahala mengalir untuk orang tua dari amalan dan doa anak shalih. 5. Syafa'at anak shalih di hari kiamat untuk orang tuanya Ustadz Sofyan Chalid Bin Idham Ruray Hafizhahullah ╰┈➤ Gabung grup ITTIBA SUNNAH Whatsapp https://chat.whatsapp.com/IxlSBJfwhej8J5ae4na6A7 Facebook https://www.facebook.com/groups/2627119644276921/ Telegram https://t.me/Sunnah_ittiba
без подписи
NOTIFIKASI EMPAT PULUH TAHUN ❁ https://t.me/Sunnah_ittiba Ada Apa dengan Usia 40 Tahun? Usia 40 tahun bukan sekadar angka. Dalam Al-Qur’an, usia ini disebut sebagai fase ketika seseorang telah mencapai kematangan dan mulai semakin sadar untuk mensyukuri nikmat Allah, berbakti kepada orang tua, memperbaiki amal, serta memikirkan kehidupan akhirat. Allah Ta’ala berfirman: “Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia berdoa: ‘Ya Rabbku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat beramal saleh yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan memperbaiki keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sungguh, aku termasuk orang-orang Muslim.’” (QS. Al-Ahqaf: 15) IBNU KATSIR rahimahullah menjelaskan bahwa ketika seseorang mencapai usia 40 tahun, akal, pemahaman, dan kelemahlembutannya telah mencapai kematangan. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6/623) EMPAT PULUH TAHUN: SAATNYA BERBENAH Jika sebelumnya hidup banyak dihabiskan untuk mengejar dunia, usia 40 tahun semestinya menjadi momentum untuk lebih serius mempersiapkan akhirat. Bukan berarti setelah 40 tahun seseorang pasti akan meninggal dalam waktu dekat. Namun, kita tidak pernah mengetahui kapan ajal akan datang. Allah Ta’ala berfirman: “Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya.” (QS. Ali ‘Imran: 145) Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Usia umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit yang melewati usia tersebut.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah; dinilai shahih dalam Shahihul Jami’ no. 1073) MAKA, JANGAN MENUNDA TAUBAT Empat puluh tahun bukan jaminan seseorang masih memiliki waktu puluhan tahun lagi. Yang muda bisa dipanggil lebih dahulu. Yang sehat bisa tiba-tiba sakit. Yang merasa masih memiliki banyak waktu bisa dikejutkan oleh kematian. Karena itu, jangan menunggu tua untuk berubah. Jangan menunggu sakit untuk rajin beribadah. Jangan menunggu kehilangan untuk bersyukur. Jangan menunggu kematian mendekat untuk bertaubat. MANFAATKAN SISA UMUR Rasulullah ﷺ bersabda: “Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: 1. Masa mudamu sebelum datang masa tuamu. 2. Masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu. 3. Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu. 4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu. 5. Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, 4/34) Usia terus berjalan. Hari demi hari tidak akan kembali. Jika Allah masih memberikan kita umur, maka itu adalah kesempatan untuk memperbaiki shalat, memperbanyak amal saleh, berbakti kepada orang tua, memperbaiki keluarga, meninggalkan maksiat, dan memperbanyak taubat. JANGAN HANYA BERTAMBAH USIA, TETAPI BERTAMBAHLAH IMAN DAN AMAL. Semoga Allah memberikan kita umur yang penuh keberkahan, memperbaiki akhir kehidupan kita, dan mewafatkan kita dalam keadaan husnul khatimah. Wallahu a’lam. Penulis: Fauzan Hidayat Sumber: https://muslim.or.id/60076-notifikasi-empat-puluh-tahun.html ╰┈➤ Gabung grup ITTIBA SUNNAH Whatsapp https://chat.whatsapp.com/IxlSBJfwhej8J5ae4na6A7 Facebook https://www.facebook.com/groups/2627119644276921/ Telegram https://t.me/Sunnah_ittiba
без подписи