tgindex
Fawaid Wonosari

Fawaid Wonosari

Статистика
@fawaid_wonosariиндонезийский

📚📡Menebar Fawaid Ilmiah Diatas Pemahaman Salaful Ummah. https://t.me/fawaid_wonosari Admin: Abu Nabila Sholeh Pembimbing: Al Ustadz Abu Salamah Salim hafidzahullahu

Последний пост
15 авг.
Последнее чтение
15 авг.
Постов за неделю
12
Всего постов
146
Тип
открытый
Язык
индонезийский
В каталоге с
13 авг.
Подписчики
183
0 за 2 дн.
Сутки
0
0,00%
Неделя
 
Месяц
 
Просмотров на пост
20
40 постов
Вовлечённость
10,9%
к подписчикам
Постов в день
1,7
всего 146
Упоминаний
0
каналов
Охват размещения
оценка
1/24сутки в ленте
15
1/48двое суток
17
1/72трое суток
18

Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.

Посты

  • без подписи

  • SEBENTAR LAGI KALIAN AKAN MATI 📝Asy-Syaikh Al-Imam Abdul Qadir Al-Jailaniy rahimahullah berkata, Wahai kaum! Dalam waktu dekat kalian akan menjadi orang-orang mati. Maka, tangisilah diri-diri kalian sebelum kalian ditangisi orang-orang. Kalian masih dipenuhi dosa, terancam akan siksa. Hati kalian masih berpenyakit dengan cinta dunia dan ambisi menggapainya. Maka obatilah dengan sikap zuhud, serta menghadap kepada Allah. Keselamatan agama itulah modal utama, sedang amalan-amalan kebajikan adalah keuntungannya. Tinggalkanlah mencari sesuatu yang akan membuat kalian melampui batas, dan qana'ahlah dengan apa yang mencukupi buat kalian. Orang yang berakal tiada akan bergembira dengan sesuatu yang halalnya akan dihisab, sedang haramnya akan mengakibatkan adzab. Sayangnya, mayoritas kalian telah lupa akan siksa dan hisab !! 📚 Al-Fathur Rabbani, hal. 105 #Kalimat_Bijak_AbdulQadir_AlJailani •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• ✓https://t.me/Fawaid_Wonosari Sumber: https://t.me/RaudhatulAnwar1

  • без подписи

  • без подписи

  • без подписи

  • ••• 🍁 Ilmu yang tidak disertai akhlak ibarat pohon tanpa buah, indah dipandang tapi tak memberi manfaat, karena Ilmu yang benar-benar bermanfaat akan melahirkan akhlak yang indah. Ia menuntun lidah untuk berkata baik, hati untuk bersih dari kesombongan, dan tangan untuk berbuat kebaikan. Maka, jadikan akhlak sebagai perhiasan yang mengiringi dalam menuntut ilmu. Sebab ilmu tanpa adab tidak akan bertahan lama dalan dada, dan tidak pula menumbuhkan cahaya dalam jiwa. Hanya dengan akhlak mulia, ilmu menjadi berkah, bermanfaat, dan mengangkat derajat pemiliknya di dunia maupun di akhirat. ✓https://t.me/Fawaid_Wonosari Sumber: —PengingatJiwa

  • без подписи

  • без подписи

  • без подписи

  • ••• 🍂 Berapa kali kita merasa lebih baik saat melihat dosa orang lain, lalu diam-diam mencela dalam hati atau lisan? Padahal, itu bisa jadi peringatan dari Allah agar kita sadar betapa rapuhnya diri. Jika bukan karena penjagaan-Nya, tak ada satu pun dosa yang benar-benar aman dari kemungkinan kita terjatuh. Betapa besar kasih-Nya ketika Dia masih menutup aib-aib kita. Maka setiap aib yang Allah perlihatkan hendaknya menjadi peringatan untuk memperbaiki diri, bukan alasan untuk merasa lebih suci. Kita lebih pantas menangisi dosa sendiri daripada meremehkan dosa orang lain. Sebab Allah Maha Membolak-balikkan hati; hari ini mencela, esok bisa jadi diuji dengan dosa yang sama. Keselamatan hanya milik hamba yang terus merasa butuh ampunan dan rahmat-Nya. ✓https://t.me/Fawaid_Wonosari Sumber: —PengingatJiwa

  • без подписи

  • без подписи

  • (144) Membentang Benteng Cinta Seakan tidak ada habisnya jika berbicara tentang Imam Ahmad bin Hanbal. Termasuk kisah cintanya! Karena benar-benar sibuk dan fokus belajar, Imam Ahmad barulah menikah di usia 40 tahun. Istri pertama beliau bernama Abbasah binti Al Fadhl. Dari beliau lahirlah anak pertama yang diberi nama Shaleh. Abbasah wafat semasa Imam Ahmad masih hidup. " Selama 30 tahun ibunya Shaleh mendampingiku, tidak pernah saya bertengkar dengannya. Walau hanya satu kata ", puji Imam Ahmad. ( Tarikh Baghdad 14/438 ) Setelah wafatnya, Imam Ahmad menikah lagi. Istri kedua beliau bernama Raihanah. Masih sepupu dari jalur ayah. Dari beliau lahirlah Abdullah, putra kedua Imam Ahmad. Al Marrudzi (Siyar A'lam 11/332) menyebut Imam Ahmad yang sedang mengenang istri keduanya. " Kami hidup bersama 20 tahun lamanya. Tidak pernah kami bertengkar walau satu kata " Sangat inspiratif! Nyatanya memang ada cinta yang sedalam itu. Berpuluh-puluh tahun hidup bersama tanpa bertengkar. Tidak ada cekcok. Rukun dan guyub. Benteng cinta memang kokoh bila dibangun di atas pondasi takwa. Selama maksiat dijauhi, sepanjang dosa di hindari, cinta akan terbentang. Namun, benteng cinta pasti roboh. Hancur dengan sendirinya. Ambruk. Runtuh. Jika sudah ada dosa. Sebab, dosa lah yang menghapus cinta. Nabi Muhammad ﷺ bersabda dalam hadis Anas bin Malik : ما توادَّ اثنانِ في اللهِ فيُفَرَّقُ بينهما إلَّا بذنْبٍ يُحْدِثُهُ أحدُهما " Tidaklah dua orang saling mencintai karena Allah, kemudian mereka berdua dipisahkan, melainkan disebabkan dosa yang diperbuat salah seorang dari mereka " HR Bukhari dalam Adabul Mufrad no.401 dan disahihkan Al Albani. Dosa lah yang menyebabkan cinta berubah benci. Membuat rasa sayang menjadi hilang. Empati pergi berganti antipati. Dulu yang selalu ingin dekat, kini berjarak bagai timur dan barat. Karena dosa juga, kata-kata tak lagi orang ingin mendengar. Tak mau bertemu muka, berusaha menghindar. Tak lagi ingin berbagi kabar. Mencari seribu alasan supaya tak duduk sebanjar. Selagi ada dosa, cinta tak kan bisa dipaksakan. Bila telah tersekat, bagaimana cara untuk disatukan. Jika sudah berjurang, walau raga terlihat, tetap saja hati terpisahkan. Semua itu karena dosa! Kaum Salaf mengatakan, " Sungguh! Saat saya berbuat dosa. Saya bisa merasakan efek buruknya pada sikap istri dan kendaraan saya " Astagfirullah! Al Munawi (Faidhul Qadiir 5/437) saat menerangkan hadis Anas di atas, menukil ucapan Musa Al Kazhim, " Jika ada perubahan sikap dari sahabatmu terhadap dirimu, maka sadarilah bahwa hal itu terjadi dosa yang engkau perbuat. Untuk itu, bertaubatlah dari semua dosa supaya cintanya untukmu tetap ada" Al Muzani, masih nukilan Al Munawi, mengatakan, " Apabila engkau merasa ada sikap kaku dari saudara-saudaramu, maka segeralah bertaubat kepada Allah. Sebab, hal itu terjadi karena engkau sudah berbuat dosa" Imam Ahmad memang luar biasa! Dua kali beliau menikah. Selama berumahtangga tidak pernah bertengkar. Sebab, beliau bersikap tawadhu. Tidak merasa lebih hebat. Bukan hanya dalam lingkup rumahtangga. Imam Ahmad bergaul bersama teman-temannya pun bersikap tawadhu. Tidak merasa diri lebih baik atau lebih hebat. Yahya bin Ma'in, sahabat karib Imam Ahmad, berbagi cerita, " Tidak pernah saya bertemu orang baik seperti Ahmad bin Hanbal. Kami bersahabat selama 50 tahun. Satu kali pun, ia tak pernah menyombongkan diri di hadapan kami. Padahal ia banyak kebaikan dan kesalehan" (Al Hilyah 9/181) Demikianlah! Refleksi kehidupan dari Imam Ahmad. Harus dijadikan renungan. Untuk kita semua. Bahwa; benteng cinta akan selalu terbentang, asalkan dosa ditinggalkan. Karena, dosa lah yang merobek-robek cinta. Dosa juga yang memutus jalinan sayang. Sombong dan tidak menghargai termasuk dosa yang akan meruntuhkan benteng cinta. Jika sombong dan merasa lebih hebat masih dipelihara, bagaimana cinta akan terjaga? Sebab, cinta tak dapat dipaksakan. ✓https://t.me/Fawaid_Wonosari Sumber: t.me/anakmudadansalaf

  • ⚖️👊🏼👖 BERATNYA HUKUMAN PELAKU ISBAL 🎙️ Dari Abu Dzarr Al-Ghifari radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,  «ثلاثة لا يكلمهم الله يوم القيامة، ولا ينظر إليهم، ولا يزكيهم، ولهم عذاب أليم ". قال : فقرأها رسول الله ﷺ ثلاث مرار. قال أبو ذر : خابوا، وخسروا، من هم يا رسول الله ؟ قال : المسبل ، والمنان، والمنفق سلعته بالحلف الكاذب». "Ada tiga golongan yang Allah tidak akan mengajak mereka bicara pada hari kiamat, tidak akan melihat mereka, tidak akan menyucikan mereka, dan bagi mereka azab yang sangat pedih. Abu Dzarr berkata: 'Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membacanya sebanyak tiga kali.' Abu Dzarr berkata, 'Rugi dan celakalah mereka! Siapakah mereka itu, wahai Rasulullah?'.Beliau bersabda, "Orang yang melakukan Isbal (memanjangkan pakaian melampaui mata kaki), orang yang suka mengungkit-ungkit pemberian (al-mannan), dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu." 📓 HR. Muslim 106 #hadis #isbal ✓https://t.me/Fawaid_Wonosari Sumber: https://t.me/KajianIslamTemanggung

  • SIKAP TERHADAP SESAMA MUSLIM Seseorang berkata kepada Umar bin Abdul Aziz rahimahullah, اجْعَلْ كَبِيرَ الْمُسْلِمِينَ عِنْدَكَ أَبًا، وَصَغِيرَهُمُ ابْنًا، وَأَوْسَطَهَمْ أَخًا، فَأَيُّ أُولَئِكَ تُحِبُّ أَنْ تُسِيءَ إِلَيْهِ؟ “Anggaplah orang tua dari kalangan muslimin di sisi Anda sebagai bapak; jadikanlah yang masih muda di antara mereka sebagai anak; dan yang pertengahan umurnya sebagai saudara; maka siapakah di antara mereka yang Anda ingin berbuat buruk kepadanya?” Di antara ucapan Yahya bin Mu’adz ar-Razi rahimahullah, لِيَكُنْ حَظُّ الْمُؤْمِنِ مِنْكَ ثَلَاثةً: إِنْ لَمْ تَنْفَعْهُ فَلا تَضُرَّهُ، وَإِنْ لَمْ تُفَرِّحْهُ فَلاَ تُغَمِّهِ، وَإِنْ لَمْ تَمْدَحْهُ فَلاَ تَذُمَّهُ “Hendaknya seorang mukmin mendapati tiga hal ini dari Anda. 1⃣ Jika Anda tidak bisa memberi manfaat kepadanya, janganlah memberinya mudarat; 2⃣ jika Anda tidak mampu membuatnya gembira, janganlah membuatnya sedih; dan 3⃣ jika Anda tidak memberi pujian kepadanya, janganlah mencelanya.” (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab al-Hanbali, hlm. 456). https://t.me/Fawaid_Wonosari Sumber: https://t.me/faidahassunnahmanado

  • без подписи

  • MelepaskanAdalahBagian dari Menjaga Pada diri manusia ada hal-hal yang memang perlu dilepaskan, karena bila dibiarkan mengendap malahan akan merusaknya. Maka melepaskannya adalah salah satu cara menjaga diri agar tetap baik dan nyaman. Misalnya, darah-darah yang kotor, kadang perlu dibuang melalui bekam. Lemak yang berlebih, sisa-sisa nutrisi dari makanan, dan sebagainya perlu dikeluarkan dari tubuh agar tetap sehat. Demikian halnya pikiran-pikiran negatif, perlu disingkirkan agar hidup tertap jernih dan kewarasan tetap terjaga. Sama halnya dengan harapan-harapan terhadap manusia, terkadang memang perlu ditanggalkan agar hati tetap tentram. Terlebih, seringnya harapan yang digantungkan kepada manusia muaranya adalah kecewa. Maka memutus harapan dan rasa butuh kepada manusia adalah sesuatu yang mesti dilakukan demi ketenangan hati. Berkata Abu Hatim Al-Bustiy, "Memutus harapan kepada manusia adalah ketentraman dan kemuliaan, sementara harapan yang berlebih kepada mereka hanyalah membuahkan keletihan dan kehinaan. Betapa banyak orang yang terlalu berharap kepada manusia hanya menemukan letih dan kehinaan sedang ia tidak sempat meraih harapannya. Dan betapa banyak orang yang memutus harapan dari manusia bisa lebih tenang dan mulia dalam keadaan hal-hal yang dia citakan dan yang tidak dia citakan datang kepadanya." (Raudhatul Uqala, hal. 160) Maka perlu melepas harapan kepada manusia, untuk kemudian memberikannya hanya kepada Allah Al-Mudabbir agar segala hirap yang kita gantungkan tidak berujung kecewa. Begitu juga dalam merubah diri menuju arah yang lebih baik, terkadang perlu meninggalkan hal-hal yang akan menghambat perubahannya. Masa lalu yang kelam, pertemanan yang buruk, dosa dan candu harus ditinggalkannya demi cahaya yang ia ingin gapai. Memang tidak mudah, akan melewati masa sulit, ada rasa sakit, tetapi itulah bagian dari pengorbanan dalam menempuh jalan yang lebih terang. Ibaratnya tanaman, dalam proses merawatnya bukan hanya menyirami dan memupuknya saja, tetapi juga membuang bagian-bagian yang akan merusak bila tetap dibiarkan. ✓https://t.me/Fawaid_Wonosari Sumber: https://t.me/ilmudanrenungan

  • без подписи

  • без подписи

  • без подписи