Forum Salafy Gorontalo
СтатистикаIni adalah media belajar dan dakwah Islam bagi kaum muslimin berlandaskan pemahaman Salafusshalih (sahabat, tabiin & atba'ut tabi'in) radhiyallahu anhum ajmain) dlm bentuk tulisan, kutipan, poster & audio dr ulama & para ustadz ahlussunnah di Indonesia.
- Последний пост
- 15 авг.
- Последнее чтение
- 15 авг.
- Постов за неделю
- 12
- Всего постов
- 69
- Тип
- открытый
- Язык
- индонезийский
- Категория
- Религия
- В каталоге с
- 13 авг.
- 1/24сутки в ленте
- 18
- 1/48двое суток
- 20
- 1/72трое суток
- 22
Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.
Посты
без подписи
TARBIYAH TAUHID ADALAH HAK ANAK Oleh ustadz Mulki Ibnu Khalil hafizhahullah وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ ٢٨ "Ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai ujian dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar". (Al-Anfal : 28) Anak dikatakan menjadi fitnah bagi orang tua apabila orang tua terbuai oleh ambisi duniawi, tertipu sekadar mengejar reputasi sekolah atau lembaga 'terbaik' hingga lalai memeriksa pemikiran, aqidah, dan rekam jejak pengajar anak-anaknya. Pendidikan terbaik dalam Islam adalah pendidikan yang menyelamatkan tauhid dan akhlak anak dari api neraka, bukan sekadar fasilitas dan prestasi akademik semata. Berkata Muhammad bin Sirin rahimahullah: إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ "Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka perhatikanlah dari siapa kalian mengambil agama kalian." (HR. Muslim) Tauhid yang rusak itu merambah kepada rusaknya akhlaq, sebagaimana Nabi diutus untuk menyempurnakan makarimul akhlaq, dan yang dimulai pertama kali adalah perbaikan tauhid. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ "Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka..." (At-Taghabun : 14) Jangan sampai mereka yang kita harapkan di masa tua dan alam barzakh jadi aset berharga malah berbalik jadi musuh. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا "Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa” (Al-Furqon : 74) Innaka samii'ud dua' Sumber Saluran WA Media Dakwah Salaf t.me/forumsalafygorontalo tegakkan tauhid sebarkan sunnah
без подписи
👑 Khutbah Jumat 💎 RESPON YANG BENAR MENYIKAPI OLOK-OLOK AL-QUR'AN DARI PEMINUM KHAMAR YANG KURANG AJAR 🎤 Ust Ibnu Yasin hafizhahullah (Pembina Pondok Pesantren Al Hasan, Bekasi) 🗓 1 Rabiul Awwal 1448/14 Agustus 2026 🕌 🔖 @kajiankitabulama 🤝 t.me/forumsalafygorontalo
без подписи
AMALAN SAHABAT DI HARI JUMAT قال شيخ الاسلام رحمه الله : " المأثور عن الصحابة كانوا إذا أتوا المسجد يوم الجمعة يصلون من حين يدخلون ما تيسر فمنهم من يصلي عشر ركعات ومنهم من يصلي اثنتي عشرة ركعة ومنهم من يصلي ثمان ركعات ومنهم من يصلي أقل من ذلك " . [مجموع الفتاوى ( 189/24)] Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رَحِمَهُ اللّٰهُ berkata: Yang teriwayatkan dari sahabat dahulu mereka apabila mendatangi masjid di hari Jumat, mereka menunaikan shalat dari sejak masuk apa yang bisa mereka kerjakan, maka diantara mereka ada yang melakukan shalat sepuluh rakaat, diantara mereka ada yang melakukan shalat dua belas rakaat, diantara mereka ada yang melakukan delapan rakaat, dan diantara mereka ada yang melakukan shalat lebih sedikit dari itu. Referensi Majmu' Al-Fatawa (24/189). t.me/forumsalafygorontalo tegakkan tauhid sebarkan sunnah
без подписи
Konsekuensi Tauhid Hakimiyyah: PEMBUAT HUKUM DAN SYARIAT MUTLAK HANYA ALLAH Syaikh Abdullah Al-Ghunaiman berkata "Tauhid Hakimiyah (pengesaan hukum) tidak boleh diingkari, karena ia merupakan salaha satu bagian dari jenis-jenis tauhid. Namun, ia masuk ke dalam Tauhid Ibadah (Uluhiyyah) dilihat dari sisi pemerintah/penguasa itu sendiri sebagai individu. Adapun dari sisi penerapan dan pengamalan, seorang hamba berkewajiban mengikuti hukum Allah, sehingga itu termasuk bagian dari Tauhid Ibadah." Tauhid hukum masuk sebagai bagian inti dari akidah Islam. Ia masuk ke dalam Tauhid Rububiyyah ditinjau dari kenyataan bahwa Allah Ta'ala memiliki sifat Al-Mulk (Kerajaan/Kekuasaan), di mana di antara kekhususan raja adalah memerintah, melarang dan menetapkan syariat. Maka tauhid hukum masuk dalam Rububiyyah, yaitu meyakini bahwa Allah Ta'ala memiliki sifat-sifat Rububiyyah termasuk keesaan-Nya dalam menetapkan hukum serta hak syariat. Ia juga termasuk ke dalam Tauhid Uluhiyyah jika ditinjau dari sisi lain, yaitu bahwa hanya Allah semata yang berhak diibadahi. Ibadah itu sendiri mencakup rasa cinta yang menuntut kesempurnaan taat dan ketundukan, sedangkan ketaatan dan ketundukan itu hanyalah ditujukan kepada perintah, larangan serta hukum-Nya. Sebagaimana ia juga mencakup Tauhid Asma wa Sifat (Nama dan Sifat), karena di antara nama-nama Allah Ta'ala adalah Al-Hakam (Maha Menetapkan Hukum) dan sifat-sifat-Nya diturunkan dari nama-nama-Nya. Allah Ta'ala berfirman: اَلَيْسَ اللّٰهُ بِاَ حْكَمِ الْحٰكِمِيْنَ "Bukankah Allah adalah Hakim yang paling adil?" (QS. At-Tin: 8) Allah Ta'ala berfirman: وَا للّٰهُ يَحْكُمُ لَا مُعَقِّبَ لِحُكْمِهٖ "...Dan Allah menetapkan hukum, tidak ada yang dapat menolak hukum-Nya..." (QS. Ar-Ra'd: 41) Memasukkan tauhid hukum ke dalam ketiga jenis tauhid ini justru semakin mengagungkan kedudukannya dan mempertinggi posisinya dalam tauhid. Agungnya Kedudukan Tauhid Hukum Di antara hal yang menunjukkan betapa agungnya kedudukan tauhid hukum adalah bahwa Allah Ta'ala adalah Al-Hakam, yaitu Penguasa/Hakim yang tidak ada seorang pun dapat membatalkan atau mengubah keputusan-Nya. Hukum/keputusan teragung yang Dia tetapkan adalah agar tidak ada yang diibadahi selain diri-Nya. Dari sini dapat diketahui bahwa Tauhid Uluhiyyah itu sendiri ditetapkan melalui hukum Allah atas kita agar tidak menyembah selain-Nya, sebagaimana firman-Nya: وَقَضٰى رَبُّكَ اَ لَّا تَعْبُدُوْۤا اِلَّاۤ اِيَّاهُ وَبِا لْوَا لِدَيْنِ اِحْسَا نًا ۗ "Dan Rabbmu telah menetapkan agar kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua..." (QS. Al-Isra: 23) Makna qadha di sini adalah menghukumi/memutuskan. Setiap bentuk peribadahan yang Allah perintahkan kepada kita hanyalah berupa penyerahan diri melalui hukum-Nya yaitu perintah dan larangan-Nya. Hal ini menjelaskan betapa mulianya kedudukan jenis tauhid ini; konsekuensinya melahirkan tauhid Uluhiyyah. Segala perintah, larangan dan syariat yang Allah turunkan kepada hamba-hamba-Nya melalui lisan para Rasul-Nya yang mulia merupakan konsekuensi dari sifat-Nya sebagai hakim mutlak yang tidak berhak ditentang oleh siapapun. Di antara bentuk penentangan terhadap hukum Allah adalah anggapan kaum kafir bahwa syariat Islam tidak cukup, sehingga perlu adanya aturan buatan manusia untuk menyempurnakannya. Maha Tinggi Allah dari apa yang diucapkan oleh orang-orang zalim dengan ketinggian yang sebesar-besarnya. Oleh karena itu, Allah Ta'ala berfirman: اِنِ الْحُكْمُ اِلَّا لِلّٰهِ ۗ اَمَرَ اَ لَّا تَعْبُدُوْۤا اِلَّاۤ اِيَّاهُ "...Keputusan (hukum) itu hanyalah milik Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia..." (QS. Yusuf: 40) Penjelasan Imam Ibnu Qayyim Dalam maqam ini Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata di dalam Madarijus Salikin saat menjelaskan kedudukan tauhid hukum: Tiga rukun utama tauhid adalah: ● Tidak menjadikan selain-Nya sebagai Rabb ● Tidak menjadikan selain-Nya sebagai Ilah ● Tidak menjadikan selain-Nya sebagai Pemutus Hukum (Hakam) Saluran WA NgajiTauhid t.me/forumsalafygorontalo tegakkan tauhid sebarkan sunnah
без подписи
🎧 Kajian Akhlak 📚 MAKARIMUL AKHLAK (AKHLAK-AKHLAK YANG MULIA) 🌺 Bagian Keduabelas 📝 Karya Syaikh Muhammad bin Saleh Al Utsaimin rahimahullah 🎙 Pemateri : Al Ustadz Abu Hanifah hafizhahullah (Mudir Mahad Al Hasan, Bekasi) 📀 Rec. @kajiankitabulama #makarimulAkhlak 🔁 bersambung insyaAllah 🤝https://t.me/forumsalafygorontalo
без подписи
TERNAK PUN MEMBERI PENGARUH PADA KARAKTER PEMILIKNYA Asy Syaikh Doktor Abdullah Al Ushoimi berkata : جاءت السنة بأن الغلظة والقسوة في رعاة الإبل، والسكينة والوقار في رعاة الغنم. يتأثر الإنسان بمجرد مصاحبة غيره، ولو كان حيوانًا! لعلها رسالة لكل من يتابع غيره، ويدّعي أنه لا يتأثر به! "Sunnah telah menjelaskan bahwa sifat kasar dan keras terdapat pada para penggembala unta, sedangkan ketenangan dan kewibawaan terdapat pada para penggembala kambing. Manusia dapat terpengaruh hanya dengan bergaul bersama orang lain, bahkan meskipun itu adalah seekor hewan! Boleh jadi ini adalah pesan bagi siapa saja yang mengikuti (memilih teman/menyimak) orang lain, namun mengaku bahwa dirinya tidak terpengaruh olehnya!" Sumber Saluran WA Mulki Ibnu Khalil t.me/forumsalafygorontalo tegakkan tauhid sebarkan sunnah
без подписи
ISTIHADHOH ITU BUKAN HAID جاءت فاطمة بنت أبي حبيش إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقالت إني أستحاض فلا أطهر أفأدع الصلاة ؟ قال : لا إنما ذلك عرق وليس بحيضة فإذا أقبلت حيضتك فدعي الصلاة فإذا أدبرت فاغسلي عنك الدم ثم صلي وتوضئي لكل صلاة (رواه البخاري) Adalah Fatimah putri Abi Hubaisy datang menemui Nabi, ia berkata : Sesungguhnya aku mengalami istihadhoh sehingga aku tidak bersih, apakah aku mesti meninggalkan sholat? Nabi menjawab : Tidak, itu hanyalah darah sebab jalan darah yang putus, bukan sebab haid. Jika hari-hari haidmu datang maka tinggalkanlah shalat, kemudian jika berhenti maka mandilah dan shalatlah, dan berwudhulah pada setiap kamu hendak shalat. (HR. Bukhari) Faidah : Segala yang keluar dari kemaluan ataupun dubur adalah pembatal wudhu meskipun sesuatu yang di luar kewajaran. Sumber @sekolahfikih t.me/forumsalafygorontalo tegakkan tauhid sebarkan sunnah
без подписи
BERSYUKUR ATAS NIKMAT HIDAYAH: Pelajaran dari Hadist Al-Miqdad bin Al-Aswad Ibnu Hibban meriwayatkan dalam Shahih-nya dari hadist Abdurrahman bin Jubair bin Nufair, dari ayahnya, ia berkata: Pada suatu hari kami duduk di dekat Al-Miqdad bin Al-Aswad radhiyallahu 'anhu. Lalu lewatlah seorang pria, kemudian pria itu berkata: "Sungguh beruntung kedua mata ini yang telah melihat Rasulullah ﷺ. Demi Allah, sungguh kami sangat ingin bisa melihat apa yang telah engkau lihat dan menyaksikan apa yang telah engkau saksikan." Maka Al-Miqdad pun marah, lalu aku (Jubair bin Nufair) merasa heran, padahal pria itu hanya mengucapkan hal yang baik. Kemudian Al-Miqdad menghadap kepadanya dan berkata: "Apa yang mendorong seseorang untuk berangan-angan suatu keadaan yang telah Allah gaibkan darinya? Padahal ia tidak tahu, seandainya ia hadir di masa itu, akan menjadi seperti apa dirinya? Demi Allah, sungguh telah hadir di masa Rasulullah ﷺ orang-orang yang Allah telungkupkan wajah-wajah mereka ke dalam neraka Jahannam karena mereka tidak menyambut seruannya dan tidak membenarkannya. Mengapa kalian tidak bersyukur kepada Allah, yang telah mengeluarkan kalian (ke dunia) dalam keadaan mengenal Rabb kalian, membenarkan apa yang dibawa oleh Nabi kalian ﷺ, serta telah dihindarkan dari ujian/ujian berat yang ditimpakan kepada selain kalian? Demi Allah, sungguh Nabi ﷺ diutus pada kondisi terberat yang pernah dialami oleh seorang nabi pun dari para nabi, yaitu di masa kekosongan wahyu (fathrah) dan kejahiliaan, di mana mereka tidak melihat ada agama yang lebih utama daripada menyembah berhala. Lalu beliau datang membawa Al-Furqan (pembeda) yang memisahkan antara yang hak dan yang batil, serta memisahkan antara orang tua dan anaknya. Sampai-sampai ada seorang pria yang melihat anaknya, orang tuanya, atau saudaranya dalam keadaan kafir sementara Allah telah membuka gembok hatinya untuk beriman ia tahu bahwa jika keluarganya itu mati, mereka akan masuk neraka. Maka matanya tidak bisa merasa tenang karena mengetahui orang yang dicintainya berada di neraka. Dan itulah yang difirmankan oleh Allah: "Dan orang-orang yang berkata: Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami)...' (QS. Al-Furqan: 74)." Referensi : Shahih Ibnu Hibban (14/489) Sumber Saluran WA Media Dakwah Salaf t.me/forumsalafygorontalo tegakkan tauhid sebarkan sunnah
saya sudah tidak peduli dgn Orang² PenTUHAN Nasionalisme KSA dan Bangsa ini jika mereka membenci saya karena video ini, Karena Sejatinya Org² Murji'ah, Asy'ari, Syi'ah, Zionis, dsb mereka memang bersaudara untuk membantai Ahli Tauhid dengan semboyan Kufur mereka "Bhineka Tunggal Ika" Al Wala Wal Baro' pokoknya bagi mereka harus musnah, dan org² yg kafir wajib diudzur (tetap di muslimkan) sampai puncak Mengerucut nya; Dajjal pun dimuslimkan. Nau'dzubillah...
PENGOBATAN DENGAN RUQYAH عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الأَشْجَعِيِّ قَالَ كُنَّا نَرْقِي فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَيْفَ تَرَى فِي ذَلِكَ قَالَ اعْرِضُوا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لَا بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيهِ شِرْكٌ Dari ‘Auf bin Malik Al-Asyja’i, dia berkata, “Kami biasa melakukan ruqyah pada masa jahiliyah. Lalu kami bertanya kepada Rasulullah ﷺ Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda tentang ruqyah?’ Rasulullah ﷺ menjawab, ‘Perlihatkan ruqyah yang kalian maksud itu kepadaku. Tidak mengapa melakukan ruqyah jika tidak mengandung syirik." (HR. Al-Imam Muslim nomor 2200) t.me/forumsalafygorontalo tegakkan tauhid sebarkan sunnah
без подписи
WAHAI ANAKKU, JANGAN ENGKAU PERSEKUTUKAN ALLAH! Allah Ta’ala berfirman : وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ “ Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu berbuat syirik dengan mempersekutukan Allah. Sesungguhnya perbuatan syirik adalah benar-benar kezaliman yang besar. ” (Luqman : 13) Faidah-Faidah Ayat: 1. Bersikap lembut kepada orang yang diajak bicara agar nasihatnya bisa diterima. Luqman memanggil kepada anaknya ( يَا بُنَيَّ ) (Wahai anakku) yang merupakan panggilan lembut dan kasih sayang seorang bapak kepada anakknya. 2. Sangat pentingnya nasihat ini, karena berasal dari seoang bapak yang amat menyayangi anaknya. Ini menunjukkan nasihat dan wasiat yang disampaikan merupakan perkara yang sangat penting. 3. Haramnya perbutan syirik, karena Allah telah melarang (لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ) 4. Wajibnya untuk bertauhid, karena larangan dari berbuat syirik menuntut seseorang untuk mentauhidkan Allah. 5. Syirik merupakan kezaliman yang paling besar, karena Allah berfirman (إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ) 6. Hendaknya ketika menjelaskan suatu hukum berikut disertai dengan alasannya, sebagaimana Allah menjelaskan larangan syirik disertai penyebutan alasannya yaitu karena syirik merupakan perbuatan kezaliman. 7. Mengajak kepada tauhid dan memperingatkan dari syirik merupakan perkara yang merupakan poros dan pondasi dalam dakwah, karena Luqman memulai nasihat kepada anaknya dengan nasihat pertama berupa larangan dari berbuat syirik sebelum menyampaikan nasihat yang lainnya. 8. Arahan dan anjuran bagi para bapak untuk senantiasa menasihati anak-anaknya dengan kebaikan. t.me/forumsalafygorontalo tegakkan tauhid sebarkan sunnah