tgindex
IQRA SUNNAH
@iqrasunnahиндонезийский

Mencintai Allah, mengenal Allah, senantiasa mengingat-Nya, merasa tenang dan thuma’ninah ketika bermunajat pada-Nya, menjadikan kecintaan hakiki hanya untuk-Nya, memiliki rasa takut dan dibarengi rasa harap kepada-Nya, senantiasa bertawakkal pada-Nya

Последний пост
2 авг.
Последнее чтение
15 авг.
Постов за неделю
0
Всего постов
46
Тип
открытый
Язык
индонезийский
В каталоге с
13 авг.
Подписчики
773
0 за 2 дн.
Сутки
0
0,00%
Неделя
 
Месяц
 
Просмотров на пост
61
40 постов
Вовлечённость
7,9%
к подписчикам
Постов в день
0,0
всего 46
Упоминаний
0
каналов
Охват размещения
оценка
1/24сутки в ленте
43
1/48двое суток
49
1/72трое суток
53

Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.

Посты

  • Cobaan di hari ini masih tidak ada apa-apanya dengan nikmat yang selama ini sudah Allah berikan kepada kita - Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA Saksikan kajian lainnya di youtube resmi Firanda Andirja t.me/IqraSunnah #ustadzfiranda #kajianislam#ustadzfirandaandirja #ustadzfirandaandirjaofficial#kajiansunnah islam kajianislam

  • ﷽ *Open Donation Jum'at Sedekah Iqra Sunnah, 10 Muharram 1448 H / 26 Juli 2024 (Edisi Pekan ke-4)* بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Mendapati bulan Muharram merupakan kenikmatan tersendiri bagi seorang mukmin. Karena bulan ini sarat dengan pahala dan ladang beramal bagi orang yang bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan hari esoknya. Memulai awal bulan dengan ketaatan, agar pasti dalam melangkah dan menatap masa depan dengan optimis. Ibnu ’Abbas mengatakan, ”Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.” السلام عليكم ورحمة الله وبركاته "Jum'at Sedekah Iqra Sunnah" kembali membuka donasi untuk Sedekah 10 Muharram 1448 H / 26 Juni 2026 (Edisi Pekan ke-4), kegiatan kami berbagi nasi kotak atau makanan gratis setiap hari Jum'at yang merupakan hasil donasi dari para donatur dan disalurkan oleh team kami kepada yang layak menerimanya seperti: - Fakir Miskin - Tukang Sapu Jalan - Pemulung - Pengemis - Gelandangan - Anak Jalanan - Pedagang Tua - Tukang Sampah - Anak Yatim Piatu & Dhuafa - Santri Penghafal Al-Qur’an - Panti Asuhan - Panti Jompo - Pesantren - Masjid - Kaum Marginal lainnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjamin bahwa barangsiapa yang bersedekah, maka Allah akan melipat gandakan balasannya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah surat Al-Baqarah ayat 261 : مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui Semoga kita selalu bisa mengoptimalkan kebaikan-kebaikan disetiap kesempatan. Bagi yang ingin berpatisipasi kami siap membantu memfasilitasi, membuatkan dan menyalurkannya. Harga dan menu bervariasi mulai Rp. 25,000. Untuk info dan pemesanan, silahkan hubungi kami di WA +6287891528855 Inilah peluang emas bagi kita untuk menabung harta dan perbekalan di akhirat. Bukankah kehidupan dunia itu sementara sifatnya dan kita akan menuju kehidupan yang kekal abadi? Al Quran menyebutkan sebagai berikut. ”Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” (QS Al Mu’min, 40: 39) Donasi dapat dikirimkan melalui rekening BSI: 9692350900 BCA: 7150866868 an. Hengky Novaron Arsil, SE, MM Maka mari jangan ragu untuk mengeluarkan infaq dari harta yang kita miliki, yakinlah bahwa Allah akan memberikan gantinya dengan yang lebih baik, dan sebaik-baik ganti adalah pahala di akhirat kelak yaitu dengan di masukkan kedalam surga-Nya.. Kami mengucapkan terima kasih dan Jazaakumullahu Khairan atas donasi sedekahnya yang telah diberikan oleh para Donatur/Muhsinin. Semoga dicatat sebagai amal jariyah fi sabilillah yang pahalanya terus mengalir hingga Yaumil Qiyamah. "Barakallahu fii Maalikum Wa ahliikum" Semoga Allah memberkahi harta dan keluarga Anda. Aamiin. Bersegeralah dalam kebaikan. Salam hangat penuh cinta, bersama peduli sesama dari kami Jum'at Sedekah Iqra Sunnah

  • без подписи

  • 21 июн.110из muhammadnuzuldzikri

    Saudaraku, jalan keluar dari permasalahan hidup kita seringkali tidak terlihat oleh kasat mata, seringkali kita tidak memahami jawaban yang Allah Ta’ala berikan. Sehingga, kita perlu belajar memahami jalan keluar atas masalah-masalah dan rezeki dalam hidup kita. Mari simak cuplikan Kajian Rutin Tadzkiratus saami' yang disampaikan Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri dengan judul “214. JALAN KELUAR & REZEKI BAGI ORANG YANG BERTAQWA.” berikut ini. Ingin tahu lebih banyak soal zakat? InsyaAllah, bisa menghubungi LAZ Muhajir melalui 0822-1121-1136 Zakat bersihkan jiwa, tebarkan kebaikan.

  • بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ *ISI VIDIO INI JADI BAHAN UNTUK KITA MIKIR DAN MIKIR, TRUS MIKIR LAGI Perlu BANYAK MIKIR, penting banget MIKIR Sebelum Wafat Amalan Apa Yang Akan Dibanggakan nanti dan Udah Ngasih Apa Untuk Agama ini ⁉️*.... Allahu musta'an Ustadz Muhammad Halid Syar'ie, LC 𝓡𝓪𝓲𝓱 𝓜𝓪𝓷𝓯𝓪𝓪𝓽  https://t.me/joinchat/IqraSunnah Baarakallahu fiikum

  • Rutin membaca alquran setiap hari. bukan sekedar untuk mencari pahala, atau menjaga hapalan dari lupa. Namun untuk mengecek pemikiran, keyakinan dan perilaku kita. Apakah sudah sesuai dengan al-Quran atau belum? Supaya kita tidak tersesat tanpa sadar. Koreksi Diri Dengan Al Quran Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A. Sponsored by: Penerbit Halim Quran Dipublikasikan ulang oleh 𝑨𝒅𝒎𝒊𝒏 ℹ️qra Sunnah 📕...............................✍🏻

  • Allah melihat usahamu, Allah mendengar doa-doamu, dan Allah paham keinginanmu Jadikanlah Allah sebagai sumber kekuatan, pasti Allah akan mempermudah semua urusanmu Jangan lelah berharap kepada-Nya, karena tidak ada doa yang sia-sia di sisi AllahYang terlihat mustahil bagimu, sangat mudah bagi Allah. Bersabarlah, pertolongan Allah selalu datang tepat waktu, bukan cepat menurut kita

  • Lebih dari itu, Allah menjanjikan keberuntungan yang abadi di akhirat. Surga yang luasnya seluas langit dan bumi disediakan bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Di sana tidak ada lagi kesedihan, ketakutan, kelelahan, maupun kematian. Semua kenikmatan itu bermula dari satu perkara yang tampak sederhana tetapi sesungguhnya sangat besar nilainya, yaitu menjadi hamba Allah yang sejati. Pada akhirnya, dunia hanyalah persinggahan sementara. Hari demi hari yang berlalu sejatinya adalah bagian dari umur yang terus berkurang. Kelak manusia akan berdiri di hadapan Allah seorang diri. Tidak ada keluarga yang mampu menolong, tidak ada harta yang dapat ditebuskan, dan tidak ada jabatan yang dapat dipertahankan. Yang tersisa hanyalah tauhid, keikhlasan, dan amal yang mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ. Karena itu, marilah kita memperbarui penghambaan kita kepada Allah. Mari kita luruskan niat, memperdalam ilmu, memperbaiki ibadah, memperbanyak taubat, dan berusaha mengikuti jejak Rasulullah ﷺ di setiap langkah kehidupan. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang ikhlas, yang hidup di atas tauhid, wafat di atas sunnah, dan dikumpulkan bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh di surga-Nya yang tertinggi. Referensi: Al-Qur'an al-Karim. Shahih al-Bukhari. Shahih Muslim. Al-'Ubudiyyah. Ibnu Taimiyah, Majmu' al-Fatawa. Madarij as-Salikin. Ibnul Qayyim. Jami' al-'Ulum wa al-Hikam. Oleh: Abu Radja Ibn Arsil, 13/07/26

  • Karena itulah penghambaan yang benar harus dibangun di atas tauhid yang murni. Tauhid bukan sekadar meyakini bahwa Allah adalah Pencipta alam semesta. Kaum musyrikin Quraisy pun mengakui hal tersebut. Tauhid yang dituntut adalah mengesakan Allah dalam ibadah, ketaatan, cinta, harapan, dan ketundukan. Allah berfirman: "Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya." (QS. Al-Bayyinah: 5) Ayat ini menunjukkan bahwa syarat pertama diterimanya ibadah adalah ikhlas. Seorang hamba beramal bukan untuk dipuji manusia, bukan untuk mendapatkan kedudukan, bukan untuk memperoleh keuntungan dunia, melainkan semata-mata mengharap wajah Allah. Namun ikhlas saja tidak cukup. Banyak orang memiliki niat baik tetapi menempuh jalan yang tidak sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Karena itu para ulama Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa seluruh amal hanya diterima apabila memenuhi dua syarat: ikhlas dan mutaba'ah, yaitu mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ. Allah Ta'ala berfirman: "Katakanlah, jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian." (QS. Ali Imran: 31) Ayat ini oleh para ulama disebut sebagai Ayatul Mihnah, ayat pengujian. Sebab banyak orang mengaku mencintai Allah, tetapi bukti cinta tersebut hanya dapat dibuktikan melalui ittiba' kepada Rasulullah ﷺ. Rasulullah ﷺ sendiri bersabda: "Barang siapa mengada-adakan dalam urusan kami ini sesuatu yang bukan darinya, maka ia tertolak." (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Karena itu, seorang muslim tidak boleh merasa cukup dengan semangat beribadah semata. Ia harus memastikan bahwa ibadah yang dilakukan benar-benar sesuai dengan tuntunan Nabi ﷺ. Para ulama salaf menjelaskan bahwa penghambaan kepada Allah berdiri di atas tiga fondasi besar: mahabbah (cinta), khauf (takut), dan raja' (harap). Seorang mukmin mencintai Allah karena mengenal kesempurnaan nama dan sifat-Nya, besarnya nikmat-Nya, serta luasnya rahmat-Nya. Ia takut kepada Allah karena mengetahui keagungan dan keadilan-Nya. Pada saat yang sama ia berharap kepada ampunan dan karunia-Nya yang tidak terbatas. Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Madarij as-Salikin memberikan perumpamaan yang indah. Beliau mengatakan bahwa hati seorang mukmin ibarat seekor burung. Cinta adalah kepalanya, sedangkan rasa takut dan harapan adalah kedua sayapnya. Burung tidak akan mampu terbang dengan baik tanpa ketiganya. Ketika cinta mendominasi tanpa rasa takut, seseorang dapat terjerumus ke dalam sikap merasa aman dari azab Allah. Ketika rasa takut mendominasi tanpa harapan, ia bisa jatuh ke dalam keputusasaan. Dan ketika harapan berdiri tanpa cinta serta takut, ia mudah terjebak dalam angan-angan kosong. Oleh karena itu, ketiga unsur ini harus berjalan seimbang. Dalam kehidupan sehari-hari, terdapat banyak penghalang yang menghalangi seseorang dari kesempurnaan ubudiyah. Di antaranya adalah cinta dunia yang berlebihan. Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa dunia itu manis dan mempesona. Tidak sedikit manusia yang awalnya bersemangat mengejar akhirat, kemudian perlahan-lahan berubah arah ketika dunia mulai terbuka di hadapannya. Penghalang lainnya adalah fanatisme kepada kelompok, tokoh, atau tradisi tertentu. Imam Asy-Syafi'i rahimahullah berkata: "Kaum muslimin telah bersepakat bahwa siapa yang telah jelas baginya Sunnah Rasulullah ﷺ maka tidak halal baginya meninggalkannya karena perkataan siapa pun." Perkataan ini menunjukkan bahwa ukuran kebenaran bukanlah banyaknya pengikut, bukan pula besarnya nama seseorang, melainkan kesesuaiannya dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Adapun buah dari penghambaan yang benar sangatlah besar. Di dunia, seorang hamba akan merasakan ketenangan yang tidak dapat dibeli dengan harta. Ia mengetahui tujuan hidupnya, memahami arah perjalanannya, dan menyadari untuk apa ia diciptakan. Ketika diuji ia bersabar, ketika diberi nikmat ia bersyukur, dan ketika terjatuh dalam dosa ia segera kembali kepada Allah.

  • Menjadi Hamba yang Mutlak kepada Allah Di antara pertanyaan terbesar yang layak diajukan kepada diri sendiri bukanlah berapa banyak harta yang telah dikumpulkan, seberapa tinggi jabatan yang telah diraih, atau sejauh mana pengaruh yang dimiliki di tengah manusia. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: apakah kita benar-benar telah menjadi hamba Allah sebagaimana yang Allah kehendaki? Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya menyentuh inti keberadaan manusia di muka bumi. Sebab seluruh perjalanan hidup seorang mukmin bermula dan berakhir pada satu tujuan, yaitu merealisasikan penghambaan kepada Allah Ta'ala. Tidak ada kemuliaan yang lebih tinggi daripada menjadi hamba-Nya, dan tidak ada kehinaan yang lebih besar daripada berpaling dari-Nya. Allah Ta'ala berfirman: "Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56) Ayat ini merupakan fondasi agung dalam memahami hakikat kehidupan. Manusia tidak diciptakan untuk sekadar menikmati dunia, membangun karier, mengumpulkan kekayaan, atau mengejar popularitas. Semua itu hanyalah bagian dari perjalanan hidup. Adapun tujuan utama yang melandasi seluruh aktivitas tersebut adalah ibadah kepada Allah. Karena itu para ulama salaf menjelaskan bahwa siapa yang memahami tujuan penciptaannya, maka ia akan memahami arah hidupnya. Sebaliknya, siapa yang kehilangan tujuan ini, maka ia akan mudah tersesat dalam berbagai tujuan semu yang ditawarkan dunia. Menariknya, ketika Allah menyebut manusia paling mulia sepanjang sejarah, yaitu Rasulullah ﷺ, Allah justru memuji beliau dengan sifat kehambaan. Dalam peristiwa Isra' yang agung, Allah berfirman: "Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam..." (QS. Al-Isra': 1) Allah tidak mengatakan "nabi-Nya" atau "rasul-Nya", tetapi "hamba-Nya". Para ulama menjelaskan bahwa ini menunjukkan kedudukan tertinggi seorang manusia terletak pada kesempurnaan ubudiyahnya kepada Allah. Semakin sempurna penghambaan seseorang kepada Rabb-nya, semakin tinggi pula kedudukannya di sisi Allah. Hakikat penghambaan yang dimaksud bukanlah sekadar melaksanakan ritual ibadah tertentu. Banyak orang mengira bahwa menjadi hamba Allah hanya berkaitan dengan shalat, puasa, zakat, dan haji. Padahal makna ibadah jauh lebih luas daripada itu. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam kitab Al-'Ubudiyyah menjelaskan bahwa ibadah adalah seluruh perkara yang dicintai dan diridhai Allah berupa ucapan dan perbuatan, baik yang lahir maupun yang batin. Definisi ini menunjukkan bahwa kehidupan seorang mukmin secara keseluruhan adalah medan ibadah. Ketika ia bekerja dengan niat yang benar, itu ibadah. Ketika ia berbakti kepada orang tua, itu ibadah. Ketika ia menahan diri dari kemaksiatan saat tidak ada seorang pun yang melihatnya, itu juga ibadah. Dengan demikian, menjadi hamba yang mutlak berarti menyerahkan seluruh aspek kehidupan kepada Allah. Bukan hanya anggota badan yang tunduk, tetapi juga hati, pikiran, cita-cita, kecintaan, dan kebencian. Seorang hamba yang sejati tidak bertanya, "Apa yang aku inginkan?" tetapi lebih dahulu bertanya, "Apa yang Allah inginkan dariku?" Inilah yang membedakan antara orang yang hidup mengikuti wahyu dan orang yang hidup mengikuti hawa nafsu. Allah Ta'ala berfirman: "Maka pernahkah engkau melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai sesembahannya?" (QS. Al-Jatsiyah: 23) Ayat ini mengandung peringatan yang sangat mendalam. Tidak semua bentuk kesyirikan berupa penyembahan terhadap berhala. Terkadang seseorang mengaku beriman kepada Allah, tetapi dalam praktik kehidupannya ia lebih tunduk kepada hawa nafsu daripada kepada syariat. Ketika syariat sesuai keinginannya, ia menerimanya. Namun ketika syariat bertentangan dengan kepentingannya, ia mencari berbagai alasan untuk menolaknya.

  • بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ DI MADINAH PERNAH ADA MASA... Kaum Muslimin merasakan kesulitan yang nyata. Bukan tentang harta. Bukan pula tentang kekuasaan. Tetapi tentang sesuatu yang sangat mendasar bagi kehidupan: air. Saat itu, sumber air terbaik di Madinah adalah Bi’r Rumah. Sumur tersebut dimiliki oleh seorang Yahudi dan airnya dijual dengan harga yang mahal. Kaum Muslimin berada dalam kesulitan. Mereka membutuhkan air, tetapi tidak memiliki sumbernya. Di saat itulah Rasulullah ﷺ bersabda: "مَنْ يَشْتَرِي بِئْرَ رُومَةَ فَلَهُ الْجَنَّةُ" "Siapa yang membeli sumur Rumah, maka baginya surga." (HR. At-Tirmidzi) Seruan itu didengar oleh seorang sahabat mulia, Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu. Beliau membeli sumur tersebut, lalu mewakafkannya untuk kaum Muslimin. Sejak saat itu air mengalir tanpa terputus. Manfaatnya dirasakan banyak orang. Dan pahala wakafnya terus mengalir hingga hari ini. Allah Ta'ala berfirman: وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ "Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup." (QS. Al-Anbiya: 30) Saudaraku, Hari ini kesempatan amal jariyah itu masih terbuka. Masih ada saudara-saudara kita yang membutuhkan akses air bersih. Masih ada masjid yang memerlukan dukungan untuk berdiri dan berkembang. Masih ada para santri yang membutuhkan ruang belajar yang lebih layak. Dan masih ada kaum Muslimin yang membutuhkan mushaf Al-Qur'an untuk mendekatkan diri kepada Allah. Melalui program Wakaf dan Sedekah Jariyah Iqra Sunnah, insyaAllah akan diwujudkan: ✨ Wakaf Mushaf Al-Qur'an Setiap huruf yang dibaca, setiap ayat yang dihafal, dan setiap ilmu yang diamalkan akan menjadi aliran pahala yang terus mengalir. ✨ Pembebasan Lahan Masjid Assunnah Tanah yang dibebaskan hari ini akan menjadi tempat berdirinya rumah Allah, tempat sujud, tempat ilmu diajarkan, dan tempat umat berkumpul dalam kebaikan. ✨ Pembangunan Ruang Kelas SDI Darul Hijrah Dari ruang kelas inilah generasi Muslim dibina, akhlak ditanamkan, dan ilmu diwariskan kepada masa depan umat. ✨ Pembangunan 4 Sumur Bor InsyaAllah akan memberikan manfaat bagi santri, jamaah masjid, dan masyarakat sekitar di berbagai wilayah Lombok: • Pondok Pesantren Insan Adil – Lombok Tengah • Masjid Dhia Ul Haq – Lombok Timur • IKSA Yaumul Hasanah – Lombok Barat • Masjid Nurul Hayat – Lombok Tengah Air yang mengalir akan menghidupkan banyak kehidupan. Dan setiap manfaat yang dirasakan, insyaAllah menjadi pahala yang terus mengalir bagi para pewakaf. Saudaraku, Mungkin kita bukan Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu. Namun kita bisa menapaki jalan yang sama. Karena sesungguhnya yang kita wakafkan bukan sekadar harta, melainkan jejak kebaikan yang terus hidup bahkan setelah kita tiada. Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya." (HR. Muslim) Semoga Allah menerima setiap sedekah, wakaf, dan ikhtiar kita sebagai pemberat timbangan amal pada hari ketika harta dan kedudukan tidak lagi bermanfaat, kecuali hati yang datang kepada-Nya dengan penuh keimanan. آمين يا رب العالمين

  • без подписи

  • Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Seandainya seseorang pemberi sedekah mengetahui bahwa sedekahnya lebih dulu berada di tangan Allah sebelum berada di tangan fakir, niscaya rasa bahagia yang dirasakan seorang pemberi sedekah lebih besar dari rasa bahagia penerimanya.” [Madaarij as-Saalihin: 1/26] t.me/IqraSunnah

  • ISTIQOMAH AMALAN SUNNAH TABUNGAN KETAATAN DIHARI TUA Ustadz Ammi Nur Baits ST,BA 𝓡𝓪𝓲𝓱 𝓜𝓪𝓷𝓯𝓪𝓪𝓽  https://t.me/joinchat/IqraSunnah Baarakallahu fiikum

  • Bismillahirrahmanirrahim 😇

  • 💧 "Kak, jika mesin air rusak, kami terpaksa tidak minum dan beralih ke air kran..." Kalimat sederhana itu keluar dari lisan seorang santri yatim penghafal Al-Qur'an di Panti Asuhan Al-Firdaus, Tangerang Selatan. Saat sebagian dari kita mudah mendapatkan air minum dan makanan yang layak, mereka masih harus berjuang untuk kebutuhan paling dasar. Tak jarang mereka menahan lapar, makan seadanya, dan kesulitan mendapatkan air bersih. Namun di tengah keterbatasan itu, mereka tetap semangat belajar dan menghafal Al-Qur'an. Hari ini, mari menjadi bagian dari kebaikan untuk 67 yatim dan santri penghafal Al-Qur'an. ✅ Air minum layak dan bersih ✅ Makanan bergizi ✅ Perlengkapan ibadah ✅ Fasilitas belajar 📌 Salurkan sedekah terbaik Anda: BSI: 8366938340 BCA: 7150866868 a.n. Hengky Novaron Arsil, SE, MM 📲 Konfirmasi: 0878-9152-8855 "Mereka sedang menjaga Al-Qur'an. Mari kita jaga kebutuhan mereka." #SedekahJariyah #BantuYatim #IqraSunnah #BerbagiKebaikan #PenghafalQuran #YatimDhuafa

  • без подписи

  • Amar Makruf & Nahi Mungkar itu tak perlu menunggu diri ini sempurna. Justru hal tersebut akan membuat iman kita bertambah dan Allah pun kan berikan kebaikan. "(Yaitu) orang-orang yang jika Kami berikan kedudukan di bumi, mereka melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar; dan kepada Allah lah kembali segala urusan." (QS Al Hajj: 49) 📲 Telegram, FB, WA dan Instagram https://linktr.ee/IqraSunnah Semoga bermanfaat. ‎بارك الله فيك

  • Ada kalanya hati merasa patah dan arah terasa hilang. Namun, mari kita kembalikan segala rasa itu kepada sang Pemilik-Nya. Biarkan lelahmu diredam oleh doa, sedihmu dibasuh oleh sujud, dan kecewamu disembuhkan oleh rasa percaya pada takdir-Nya. Bersabarlah, rencana-Nya jauh lebih indah dari apa yang kita risaukan 🙏🏻 t.me/IqraSunnah

  • 🌿 CELENGAN SEDEKAH IQRA SUNNAH 🌿 "Kebaikan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara istiqamah." Mari jadikan sedekah sebagai kebiasaan harian di rumah kita. Sisihkan sebagian rezeki setiap hari, meskipun sedikit. Karena yang dinilai oleh Allah bukan hanya besarnya pemberian, tetapi keikhlasan dan konsistensinya. Rasulullah ﷺ bersabda: "Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim) ✨ Melatih diri dan keluarga untuk gemar bersedekah ✨ Menanamkan kepedulian sejak dini kepada anak-anak ✨ Menjadi investasi akhirat yang terus bertambah nilainya ✨ Membantu dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial umat 📌 Salurkan sedekah terbaik Anda melalui: 🏦 BSI 9692350900 🏦 BCA 7150866868 👤 a.n. Hengky Novaron Arsil, SE, MM 📲 Konfirmasi Transfer: 087891528855 "Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulir seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261) 🌱 Sedekah hari ini, panen pahala hingga akhirat nanti. #CelenganSedekah #IqraSunnah #SedekahHarian #GerakanSedekah #InvestasiAkhirat #IstiqamahDalamKebaikan #SedekahMudah #BerbagiBerkah