tgindex
Kabar Suriah

Latest news Suriah, Afghanistan, Palestina, Uyghur, Rohingya, Kashmir, India, dan Yaman in sya Allah. Anti-ISIS. Anti-Rafidah. Anti-Nusairy Channel cadangan jika channel ini down: @kabarsuriahpalestina

Последний пост
13 авг.
Последнее чтение
13 авг.
Постов за неделю
2
Всего постов
38
Тип
открытый
Язык
und
В каталоге с
13 авг.
Подписчики
1 305
0 за 5 дн.
Сутки
−1
−0,08%
Неделя
 
Месяц
 
Просмотров на пост
295
38 постов
Вовлечённость
22,6%
к подписчикам
Постов в день
0,3
всего 38
Упоминаний
0
каналов
Охват размещения
оценка
1/24сутки в ленте
59
1/48двое суток
67
1/72трое суток
72

Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.

Посты

  • Astaghfirullahal'azhiim

  • Kita Berada di Zaman yang Tepat Bagaimana seandainya kita hidup di Baghdad, pada masa ketika para ulama berjumlah ribuan? Di manakah kedudukan kita di tengah lautan ilmu itu? Apa yang mampu kita persembahkan? Bagaimana jika kita menjadi prajurit dalam pasukan besar Al-Mu'tashim? Seberapa besar pengaruh kita di tengah ribuan pasukan? Seberapa berarti kehadiran kita? Dan seberapa terasa ketiadaan kita? Bagaimana jika kita hidup pada masa Umar bin Abdul Aziz, ketika kemakmuran memenuhi negeri? Berapa banyak orang miskin yang mampu kita bantu? Berapa banyak harta yang dapat kita infakkan? Namun, lihatlah zaman kita sekarang! Allah memilih kita hidup di tengah kelemahan kaum muslimin, ketika begitu banyak tsughūr—celah-celah pertahanan—yang membutuhkan orang-orang yang mau berdiri di sana. Demi Allah, kita berada dalam keadaan yang sangat beruntung. Sebab, boleh jadi, di zaman para ulama yang jumlahnya ribuan, nama kita tidak akan berarti. Di tengah pasukan yang begitu besar, mungkin keberadaan kita hampir tidak terlihat. Dan di tengah kemakmuran yang melimpah, mungkin sedekah kita hanyalah setetes. Tetapi hari ini, ketika umat membutuhkan orang-orang yang mau berdiri, setiap langkah kita bisa berarti. - Ketika banyak yang memilih diam, suara kita bisa menjadi berarti. - Ketika banyak yang mundur, keteguhan kita bisa menjadi berarti. - Ketika banyak yang mencari kenyamanan, pengorbanan kita bisa menjadi berarti. Maka, jangan remehkan diri kita hanya karena kita hidup di zaman yang penuh kelemahan. Boleh jadi, justru di zaman inilah Allah sedang menempatkan kita di tempat yang paling membutuhkan kita. Sungguh, merupakan kehormatan besar apabila Allah menjadikan kita benih pertama dan barisan terdepan dari generasi yang kelak menjadi generasi tamkīn bagi agama Tuhan semesta alam. Jangan sibuk bertanya: “Mengapa kita hidup di zaman seperti ini?” Tetapi, tanyakan kepada diri kita: “Apa yang Allah kehendaki dari kita di zaman ini?” "Jagalah tsughūr kita!" "Carilah posisi kita!" "Temukan peran kita!" Jangan menunggu menjadi hebat untuk mulai berbuat. Sebab, generasi besar tidak lahir dari orang-orang yang menunggu kesempatan besar. Mereka lahir dari orang-orang yang setia menjalankan amanah kecil hingga Allah membesarkan dampaknya. Ketahuilah, tanggung jawab kita besar. Amanah kita tidak ringan. Dan yang dituntut dari kita jauh lebih banyak daripada sekadar kata-kata. Maka, jangan menyerah. Jangan berpangku tangan. Mintalah pertolongan kepada Allah, teguhkan langkah kita, lalu majulah ke medan juang Islam. Sebab, boleh jadi, kita sedang hidup tepat pada zaman ketika Allah membutuhkan kita.

  • "We’re not leaving… we are the people of this land. The land belongs to us." A Palestinian from Gaza breaks down in tears following the funeral of 112 martyrs from the Abu Shreia and Al-Hassaina families, whose bodies were recovered from under the rubble in Al-Sabra neighbourhood in Gaza City. https://x.com/doamuslims/status/2084658561552921063?s=46&t=zS1tuN3hqlJnPdWO6rzhcg 🔗 Telegram: t.me/doamuslims 🔗 X: x.com/doamuslims 🔗 WhatsApp: shorturl.at/movz9 🔗 UpScrolled: https://shorturl.at/DTpzs 🔗 Instagram: instagram.com/doamuslims

  • “This is one of the largest funerals in the history of the Palestinian cause. Today, 112 martyrs will be be buried in the soil of Gaza. Talk about us. Raise your voices. Don’t let these scenes pass unnoticed on your phones.” - A Palestinian at the funeral 🔗 Telegram: t.me/doamuslims 🔗 X: x.com/doamuslims 🔗 WhatsApp: shorturl.at/movz9 🔗 UpScrolled: https://shorturl.at/DTpzs 🔗 Instagram: instagram.com/doamuslims

  • NEW: Afghanistan has launched oil extraction from five wells in Zamrad Sai area of Amu Darya oil basin in the northern Jawzjan province, the country's Ministry of Mines and Petroleum said in a statement on Tuesday. The wells are currently yielding about 500 cubic meters of oil per day, according to the statement. Over the past six months alone, 400 km of new seismic surveys were conducted in Zamrad Sai area, resulting in the discovery of additional oil and gas prospects. https://x.com/doamuslims/status/2049474062162805207?s=46&t=zS1tuN3hqlJnPdWO6rzhcg 🔗 Telegram: t.me/doamuslims 🔗 X: x.com/doamuslims 🔗 WhatsApp: shorturl.at/movz9 🔗 UpScrolled: https://shorturl.at/DTpzs 🔗 Instagram: instagram.com/doamuslims

  • " Betapa indahnya ketika kita masih dapat menyimpan setiap detail tentang para syuhada: barang-barang mereka, pakaian mereka, kisah hidup mereka, cinta mereka, ucapan mereka, dan amal perbuatan mereka. Mereka akan tetap ada selama kenangan tentang mereka masih hidup di dalam diri kita. Mereka tetap hidup di hati kita selama kita masih bernyawa. Kenangan tentang mereka selalu melintas dalam benak kita ke mana pun kita pergi. Di sana mereka pernah berada. Di sana mereka pernah tertawa. Di sana mereka pernah berjalan. Jejak langkah mereka seakan masih melekat di tempat-tempat yang pernah mereka lalui. Semoga Allah merahmati ruh-ruh yang hingga kini masih hidup di dalam diri kami." (Ummul Bara', istri Asy-Syahid insyaAllah Yahya Ayyasy rahimahullah)

  • 🚩 TODAY MARKS 200 DAYS WITHOUT DUE PROCESS That's 4,800 hours. That's 288,000 minutes. Every minute without due process is a minute too many. 200 days. That's how long African American journalist Bilal Abdul Kareem has been detained in Syria. No charge. No trial. No public explanation. ✍️ Sign & Share This Petition 👉 Change.org/JusticeForBilalAbdulKareem Thank you. #JusticeForBilalAbdulKareem REMEMBER THE NAME | JOIN THE CAMPAIGN 🌐 Run from outside Syria: linktr.ee/JusticeForBilalAbdulKareem

  • Menyambut Mayat Putranya dalam Kantong Plastik Ummu Muhammad Abu Khamas harus menerima kenyataan yang begitu pahit.Ia menyambut jenazah putranya yang ketiga dalam kondisi yang sangat memilukan. Tubuh sang anak yang sudah tidak lagi utuh terpaksa dibawa pulang…

  • Menyambut Mayat Putranya dalam Kantong Plastik Ummu Muhammad Abu Khamas harus menerima kenyataan yang begitu pahit.Ia menyambut jenazah putranya yang ketiga dalam kondisi yang sangat memilukan. Tubuh sang anak yang sudah tidak lagi utuh terpaksa dibawa pulang hanya di dalam sebuah kantong plastik hitam. Menurut laporan Al Jazeera, putranya yang bernama Muhammad Abu Khamash gugur syahid setelah ditembak oleh pasukan Israel di wilayah timur Deir al-Balah, Gaza tengah. Jenazahnya tergeletak di area terlarang (zona merah) selama sembilan hari penuh. Selama masa-masa itu, keluarga hanya bisa menunggu dalam ketidakpastian. Sang ayah bahkan telah menggali liang kubur untuk putranya, meskipun mereka belum diizinkan mendekati lokasi kejadian. Setelah melalui proses koordinasi yang sangat sulit, jenazah Muhammad akhirnya berhasil dievakuasi. Namun, karena terlalu lama terpapar cuaca di area terbuka, kondisi tubuhnya telah mengalami pembusukan parah. Yang tersisa hanyalah bagian-bagian tubuh yang kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik. Dalam rekaman video dan foto yang tersebar luas, tampak Ummu Muhammad dalam keadaan hancur. Ia berjalan menuju rumah sakit sambil terus memeluk dan mencium sisa-sisa bagian kepala putranya. Bukan Duka yang Pertama. Tragedi ini bukanlah kehilangan pertama bagi keluarga tersebut. Sebelumnya, Ummu Muhammad telah kehilangan dua putra kandungnya. Syaikh Jihad Hilles menggambarkan kepedihan itu dalam sebuah unggahannya: بينما العالم مشغول بكأس العالم، استلمت هذه السيدة من غزة جثمان ابنها في كيس نايلون، صرخت كثيراً، ولكن لم يسمع صراخها أحد !! للعلم هذا ليس ابنها الأول الذي تُفجع به هذه الخنساء، بل هو ثالث واحد تفقده!! اللهم اربط على قلبها، وأنزل السكينة عليها، واجبر كسرها جبراً يليق بعظيم رحمتك يا أرحم الراحمين !! ​"Sementara dunia sedang sibuk dengan Piala Dunia, wanita dari Gaza ini menerima jenazah putranya di dalam sebuah kantong plastik. Dia menjerit sejadi-jadinya, namun tidak ada seorang pun yang mendengar jeritannya!! Perlu diketahui, ini bukanlah putra pertama yang membuatnya berduka bagai 'Khansa' (ibu yang tegar ditinggal mati anak-anaknya), melainkan anak ketiga yang harus ia relakan pergi!! Ya Allah, kuatkanlah hatinya, turunkanlah ketenangan kepadanya, dan obatilah kepedihannya dengan kesembuhan yang layak bagi rahmat-Mu yang agung, Wahai Dzat yang Maha Penyayang di antara para penyayang!!" Foto memilukan yang diabadikan oleh jurnalis Palestina, Osama Al-Kahlout, dengan cepat menyebar di media sosial dan menjadi salah satu potret duka mendalam yang dialami ratusan keluarga di Jalur Gaza. Hasbunallah wa ni'mal wakil

  • без подписи

  • https://youtube.com/shorts/0SW_UhTRExg?si=uL6pNWJKZaYDFcZy

  • без подписи

  • 4 Palestinians were killed and several others injured after an Israeli drone strike targeted a vehicle near Al-Buraq School in Gaza City. https://x.com/i/status/2063703469718990926 🔗 Telegram: t.me/doamuslims 🔗 X: x.com/doamuslims 🔗 WhatsApp: shorturl.at/movz9 🔗 UpScrolled: https://shorturl.at/DTpzs 🔗 Instagram: instagram.com/doamuslims

  • без подписи

  • без подписи

  • без подписи

  • Yesterday was supposed to be the happiest day of Muhannad Othman Farwana's life. He was 25. His family and relatives had gathered to celebrate his wedding. An Israeli airstrike killed him in Khan Younis, Gaza. The wedding became a funeral. Muhannad was martyred on the eve of the day he was supposed to begin his life with Asma Yousef Najjar. He was a groom, a son, a joy. He had a family, a wedding day, a future, and a woman he was going to marry. All of it was erased in a second. Behind every name coming out of Gaza is a stolen life. https://x.com/i/status/2063535129448890461 🔗 Telegram: t.me/doamuslims 🔗 X: x.com/doamuslims 🔗 WhatsApp: shorturl.at/movz9 🔗 UpScrolled: https://shorturl.at/DTpzs 🔗 Instagram: instagram.com/doamuslims

  • What is his current condition? Concerns are growing about Bilal's condition. ‼️151 days today‼️ 📢 Action point: contact journalists and urge them to speak about Bilal's illegal detention. Thank you 💙 #JusticeForBilalAbdulKareem

  • https://youtube.com/shorts/eKyn6et_GCo?si=XRn2J6U56nyMEf4W

  • Sebenarnya yang rugi jika kita tidak menolong sesama Muslimin di manapun negaranya, adalah kita sendiri. Hisab pasti terjadi dan Allah Maha Cepat Penghitungan-Nya. Kenapa Anda tak menolong Muslimin Gaza Kenapa Anda tak menolong Muslimin Yaman Kenapa Anda tak menolong Muslimin Sudan Di dunya mudah sekali alasan meluncur dari lisan kita Tapi di akhirat, betapa sulitnya pertanyaan itu dijawab. Tolonglah umat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam di manapun berada, sebelum ajal tiba dan kita harus menghadapi pertanyaan sulit.