tgindex
CAKO -- Catatan Kak Oksa

CAKO -- Catatan Kak Oksa

Статистика

Tulisan berupa inspirasi islami, motivasi islami, bahas yang viral, dll, ditulis langsung oleh Kak Oksa

Последний пост
15 мар.
Последнее чтение
13 авг.
Постов за неделю
0
Всего постов
20
Тип
открытый
Язык
und
В каталоге с
13 авг.
Подписчики
1 307
−2 за 4 дн.
Сутки
−2
−0,15%
Неделя
 
Месяц
 
Просмотров на пост
266
20 постов
Вовлечённость
20,4%
к подписчикам
Постов в день
0,0
всего 20
Упоминаний
0
каналов
Охват размещения
оценка
1/24сутки в ленте
1/48двое суток
1/72трое суток

Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.

Посты

  • Om Ded dan Ust Felix. Dulu, keduanya sering saling mengkritik dengan keras. Kata-kata yang dilontarkan terasa tajam. Bagi sebagian orang, perbedaan itu mungkin tampak seperti permusuhan. Namun waktu mengajarkan satu hal: tidak semua perbedaan harus berakhir dengan kebencian. Hari ini, Deddy Corbuzier dan Felix Siauw justru terlihat saling memahami. Mereka bisa duduk bersama, berbincang, bahkan berteman. Padahal posisi mereka berbeda. Om Ded berada di dalam pemerintahan. Sementara Ust Felix sering menyuarakan kritik kepada pemerintah. Menariknya, Om Ded tidak pernah menegur Ust Felix karena kritiknya. Ia justru mengatakan dengan tenang bahwa itu adalah hak Ust Felix. Bahkan menurutnya, suara-suara kritik seperti itu justru diperlukan oleh mereka yang berada di dalam sistem. Sebuah kalimat yang sederhana, tapi sarat makna. Karena ternyata kedewasaan bukanlah ketika semua orang setuju dengan kita. Kedewasaan adalah ketika kita tetap bisa saling menghormati meski berdiri di tempat yang berbeda. Kritik tidak selalu berarti benci. Perbedaan tidak selalu berarti permusuhan. Maka bagi para haters Ust Felix. Coba belajar deh dari Om Ded. Hehe Kak Oksa Channel TELEGRAM : t. me/kak_oksa

  • без подписи

  • Vidi Aldiano pernah berdakwah, lo. Mengajak kita untuk bertaubat. “Insyaflah wahai manusia, jika dirimu bernoda…” Itu adalah bagian dari lagu religi yang dibawakan oleh Vidi Aldiano. Lagu lama yang ia aransemen ulang dengan gaya khasnya—lembut, tenang, tapi menampar hati. Nada yang sederhana, tapi pesannya dalam: Manusia pasti pernah salah, dan pintu taubat selalu terbuka. Nah, kalau berbicara tentang dakwah, sebenarnya dakwah itu bukan hanya tugas ustaz, dai, atau orang yang berdiri di mimbar. Dakwah adalah kewajiban setiap insan. Setiap muslim punya bagian dalam mengingatkan, walau hanya dengan satu kalimat kebaikan. Ada orang berdakwah dengan ceramahnya. Ada yang berdakwah lewat tulisan. Ada yang berdakwah lewat sikap dan akhlaknya. Dan ada pula yang berdakwah lewat karya—seperti lagu yang menyentuh hati. Mungkin kita bukan siapa-siapa. Bukan orang terkenal. Bukan pula orang yang diundang berceramah di banyak tempat. Tapi jangan lupa… Satu kalimat kebaikan yang kita tinggalkan, bisa jadi menyelamatkan seseorang. Satu tulisan yang kita bagikan, bisa jadi mengingatkan orang untuk shalat. Satu ajakan taubat, bisa jadi membuat seseorang kembali kepada Allah. Dan satu nasihat kecil, bisa jadi menjadi sebab hidayah bagi orang lain. Itulah jejak dakwah. Kadang tidak terlihat, tapi nilainya sangat besar di sisi Allah. Karena sejatinya hidup ini hanya sebentar. Yang akan tinggal bukan wajah kita, bukan pula nama besar kita. Yang tinggal adalah Jejak kebaikan yang kita tinggalkan. Maka sebelum kita pulang kepada-Nya, tinggalkanlah jejak itu. Entah lewat kata, tulisan, sedekah, atau nasihat yang tulus. Siapa tahu… di hari ketika semua amal ditimbang, justru satu kalimat dakwah kecil yang pernah kita sampaikan, menjadi penyelamat kita di hadapan Allah. Follow Kak Oksa Channel TELEGRAM : t. me/kak_oksa *** Jejak kebaikan yang akan jadi penolong kita. Mari di 10 hari terakhir Ramadhan ini.. Mengajak sahabat semuan utk ikut program kebaikan. PonPes Darul Quran Al Hanafi di Banyuasin butuh 100 Alquran hafalan. Hadiahkan pahalanya utk orangtua. Japri ya https://wa.me/6281368684515

  • без подписи

  • Abu Janda 'ngotot' bilang Indonesia tak berhutang pada Palestina. Anggap saja apa yang dikatakan Abu Janda itu benar. Anggap saja Indonesia tidak punya “utang sejarah” kepada Palestina. Baik, kita pakai anggapan itu dulu. Lalu pertanyaannya: kalau memang tidak punya utang sejarah, apakah berarti kita tidak perlu peduli? Tidak perlu membela? Jawabannya tetap sama: kita tetap peduli. Pertama, karena iman. Indonesia adalah negara dengan mayoritas Muslim. Bagi umat Islam, Palestina bukan sekadar wilayah politik. Di sana ada Masjid Al-Aqsa, kiblat pertama umat Islam. Dari sanalah Nabi Muhammad melakukan perjalanan agung Isra Mi’raj. Tanah itu juga pernah dibebaskan oleh sahabat besar Nabi, yaitu Umar bin Khattab, dan sejak itu menjadi bagian dari sejarah panjang peradaban Islam. Rasulullah bersabda bahwa umat Islam itu seperti satu tubuh. Jika satu bagian sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan sakitnya. Artinya, penderitaan saudara seiman di mana pun tidak bisa kita anggap sebagai sesuatu yang jauh dan tidak ada hubungannya dengan kita. Kedua, karena kamu ngaku orang Indonesia Indonesia sejak awal berdiri sudah punya sikap yang jelas. Dalam pembukaan UUD 1945 tertulis: “Bahwa sesungguhnya penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.” Kalimat ini tidak menyebut negara tertentu. Artinya, di mana pun ada penjajahan, hati nurani terpanggil untuk menentangnya. Nah jika kamu ngaku orang Indonesia aneh jika tak membela Palestina dari penjajahan. Terlebih jika kamu muslim. Islam menentang berbagai kezhaliman. Ketiga, Karena kamu manusia Nah yang ketiga. Gak perlu saya jelaskan. Karena yang manusia pasti faham. Hehe Follow Kak Oksa Channel TELEGRAM : t. me/kak_oksa *** Di 10 hari terakhir Ramadhan, hadiah terbaik untuk keluarga bukan hanya dunia… tapi pahala yang terus mengalir. Bismillah PonPes Darul Quran Al Hanafi di desa Sukadamai Kab Banyuasinbbutuh 100 alquran hafalan. Mari menabung amal jariyah. Japri https://wa.me/6281368684515

  • без подписи

  • Ketika mendengar lagu Betapa Aku Mencintaimu atau Hanya Ingin Kau Tahu, rasanya seperti sedang kembali memakai seragam putih abu-abu. Ada masa ketika hati begitu mudah berdebar. Galau karena mencinta… atau tertawa hanya karena sebuah pesan singkat darinya. Hal-hal kecil terasa begitu besar. Tatapan, senyuman, atau sekadar duduk di kelas yang sama sudah cukup membuat hari terasa indah. Haha… begitulah masa muda. Semua orang pasti punya cerita. Cerita yang kalau diingat sekarang hanya membuat kita tersenyum kecil. Kadang terlintas dalam hati, “Ah… andai bisa mengulang masa itu.” Namun waktu tidak pernah berjalan mundur. Masa lalu hanya tempat untuk dikenang, bukan untuk ditinggali. Karena sesungguhnya, hidup kita yang sekarang inilah kehidupan yang sebenarnya. Bukan lagi tentang cinta yang membuat galau, tapi tentang tanggung jawab, tentang keluarga, tentang menjadi pribadi yang lebih baik. Dan dalam Islam, setiap detik umur yang Allah berikan bukan sekadar untuk dikenang, tapi untuk dipertanggungjawabkan. Masa muda mungkin penuh cerita asmara, tapi masa sekarang adalah kesempatan memperbanyak pahala. Jika dulu hati berdebar karena manusia, maka semoga sekarang hati kita lebih sering bergetar ketika mengingat Allah. Jika dulu kita mengejar cinta seseorang, maka sekarang semoga kita sedang belajar mengejar cinta-Nya. Karena pada akhirnya, yang akan menemani kita di alam kubur bukan kenangan masa putih abu-abu… melainkan amal yang pernah kita lakukan. Maka tak apa sesekali tersenyum mengenang masa lalu. Tapi jangan lupa, masa depan akhirat sedang menunggu untuk kita persiapkan. 🌙 Follow Kak Oksa Channel telegram : t.me/kak_oksa *** Mengejar cintaNya di 10 hari terakhir Ramadhan dengan berbagai amal sholeh dan amal jariyah. Raih amal jariyah dengan berwakaf alquran. Dibutuhkan 130 alquran untuk 2 TPA di desa Talang Aur Ogan Ilir. Alhamdulillah kurang 52 alquran lagi. Info lengkap Japri ya mumpung Jumat Berkah https://wa.me/6281368684515

  • без подписи

  • “Cita-cita ke depan?” tanya Deddy Corbuzier kepada Vidi Aldiano. Vidi menjawab dengan cepat. Menjawab hanya dengan satu kata: “Hidup.” Hidup… Satu kata yang terdengar sederhana. Tapi ternyata sangat mahal bagi orang yang sedang berjuang melawan sakit. Ironisnya, banyak dari kita yang sehat justru sering mengeluh tentang hidup. Bangun pagi terasa berat. Masalah sedikit terasa begitu besar. Harapan yang tak sesuai membuat kita merasa hidup ini melelahkan. Padahal di luar sana, ada orang yang setiap harinya hanya punya satu doa: “Ya Allah… izinkan aku hidup lebih lama.” Hidup bagi mereka bukan tentang harta. Bukan tentang jabatan. Bukan tentang pujian manusia. Hidup hanya tentang kesempatan. Kesempatan untuk sujud lagi. Kesempatan memeluk orang tua. Kesempatan melihat anak-anak tumbuh. Kesempatan memperbaiki diri sebelum pulang. Kadang kita lupa… Bahwa napas yang keluar masuk hari ini adalah nikmat yang luar biasa. Kita masih bisa berjalan. Masih bisa makan. Masih bisa tertawa bersama keluarga. Masih diberi waktu untuk bertaubat. Tidak semua orang diberi kesempatan itu. Karena itu, jika hari ini kita masih bangun pagi… Masih diberi tubuh yang kuat… Masih bisa membaca tulisan ini… Itu artinya Allah masih memberi kita satu kesempatan lagi. Kesempatan untuk bersyukur. Kesempatan untuk berbuat baik. Kesempatan untuk memperbanyak amal sebelum suatu hari nanti kita hanya bisa berkata: “Andai aku diberi sedikit waktu lagi untuk hidup…” Maka sebelum kata “andai” itu datang… Mari belajar menghargai hidup hari ini. Karena ternyata, bagi sebagian orang… Cita-cita terbesar mereka bukan menjadi kaya, bukan menjadi terkenal. Tapi hanya satu: tetap hidup. 🤲 Follow Kak Oksa Channel TELEGRAM : t. me/kak_oksa *** Di 10 hari terakhir ramadhan ini, mari kita kencangkan amal sholeh juga amal jariyah. Kesempatan bagi yang ingin mendapatkan amal sholeh tak terputus. Dibutuhkan 110 alquran untuk 2 TPA di desa Talang Aur Ogan Ilir. Sudah terkumpul 56 alquran. Yang mau ikutan bisa juga diniatkan utk kedua ortu. Japri aja ya https://wa.me/6281368684515

  • без подписи

  • Awalnya kukira “boti” itu bonceng tiga di motor. Hehe. Ternyata bukan. Ada selebgram yang dengan bangga bilang dirinya “boti”. Lalu dengan santainya dia bilang, dosa itu tidak ada, siksa itu tidak ada. Katanya cuma dongeng untuk menakut-nakuti manusia. Astagfirullah… Kalau seseorang belum mampu meninggalkan maksiat, kita semua paham. Manusia memang tempatnya salah dan khilaf. Tapi membanggakan maksiat, bahkan sampai menantang azab Allah, itu sudah perkara yang berbeda. Seolah-olah sedang berkata, "Kalau memang ada siksa, silakan saja." Padahal Allah sudah mengingatkan dalam Al-Qur’an: "Apakah kamu merasa aman dari azab Allah? Tidak ada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi." (QS. Al-A’raf: 99) Kadang manusia terlalu percaya diri dengan hidupnya. Masih sehat, masih bisa tertawa, masih bisa membuat konten… lalu merasa semuanya baik-baik saja. Padahal bisa jadi Allah hanya sedang menunda. Lucunya begini… Ada orang yang kalau lihat polisi di jalan langsung pelan-pelan naik motornya. Padahal polisi cuma manusia. Tapi ketika Allah yang memperingatkan tentang dosa dan azab, justru ada yang bilang, “Ah itu cuma dongeng.” Ironis ya. Padahal kita ini manusia yang rapuh. Sakit sedikit saja langsung panik. Demam dua hari sudah minta didoakan semua orang. Tapi masih berani bilang siksa itu tidak ada. Saudaraku… Ini sudah 10 malam terakhir Ramadhan. Malam-malam yang di dalamnya ada Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Di malam seperti ini, orang-orang beriman sibuk berdoa: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.” Semoga Allah menjaga hati kita. Menjaga lisan kita. Dan tidak menjadikan kita termasuk orang yang menyepelekan dosa sampai akhirnya dosa itu yang menenggelamkan kita. Karena seringkali yang menghancurkan manusia bukan dosa besar pertama, tapi rasa bangga saat melakukannya. Mumpung Ramadhan belum pergi… Mari banyak istighfar. Siapa tahu… di antara air mata taubat kita malam ini, ada satu doa yang Allah kabulkan, dan itu yang menyelamatkan kita di akhirat nanti. Astagfirullah… Astagfirullah… Astagfirullah. Follow Kak Oksa @penggemar berat Channel TELEGRAM : t.me/kak_oksa *** Mari beramal di 10 hari terakhir ramadhan. Bernilai 1000 bulan. 2 TPA di desa Talang Aur Ogan Ilir butuh 130 alquran. Baru terkumpul 20 alquran. Yuk niatkan juga utk kedua ortu. Japri https://wa.me/6281368684515

  • без подписи

  • Baru terungkap ternyata ada kebaikan Vidi Aldiano pada Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Ia begitu baik mempersiapkan kepulangannya. Ada jejak amal jariyah… MasyaAllah. Bukan hanya itu, Vidi diam-diam juga suka bersedekah. Kadang begitulah orang-orang yang hatinya lembut. Mereka tidak sibuk mengabarkan kebaikannya ke dunia. Mereka hanya menanam… lalu pergi dalam diam. Kita sering mengira hidup ini panjang. Menunda sedekah. Menunda shalat. Menunda taubat. Menunda berbuat baik. Padahal ada orang yang justru sibuk menyiapkan bekalnya. Menitipkan kebaikan di tempat-tempat yang mungkin tak pernah ia lihat lagi. Bayangkan… Di Gaza sana, di rumah sakit yang menolong banyak orang, ada jejak amal yang pernah ia titipkan. Mungkin suatu hari ada pasien yang tertolong. Ada anak yang selamat. Ada ibu yang bisa kembali memeluk anaknya. Dan setiap kebaikan itu terjadi… Pahalanya tetap mengalir. Walau orang yang menanamnya sudah tak lagi terlihat oleh dunia. Itulah indahnya amal jariyah. Ia seperti cahaya yang terus menyala, bahkan ketika pemiliknya sudah pulang kepada Allah. Kisah seperti ini mengingatkan kita semua… Bahwa yang benar-benar kita bawa pulang bukanlah popularitas, bukan harta, bukan pujian manusia. Yang ikut bersama kita hanyalah: sedekah yang pernah kita keluarkan, doa yang pernah kita panjatkan, dan kebaikan yang pernah kita titipkan di bumi. Semoga Allah menerima semua amal baiknya. Dan semoga kisah ini juga mengetuk hati kita… untuk mulai menanam amal jariyah kita sendiri, sebelum waktu kita dipanggil pulang. 🤲✨ @penggemar berat Follow Kak Oksa Channel telegram : t. me/kak_oksa *** Alhamdulillah ada kesempatan untuk mendapatkan amal jariyah. Ada 2 permintaan dari 2 TPA di Desa Talang Aur Ogan Ilir SumSel. TPA Jamiiyatul Qurro butuh 110 alquran dan TPA Harpawi butuh 20 quran. 1 quran = 75rb. Yuk ikutan.. Mumpung ramadhan. Japri kami di https://wa.me/6281368684515

  • без подписи

  • Bagi Vidi Aldiano, sakit yang ia rasakan justru menjadi jalan untuk semakin dekat kepada Allah. Ia pernah bercerita, justru saat sakit itulah ia mulai lebih serius menjaga shalat. Bahkan dalam sujudnya, ia bisa menangis begitu lama… seolah sedang berbicara sangat dekat dengan Rabb-nya. Dan kini… Vidi telah pergi. Ia meninggal pada usia 35 tahun, setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker ginjal yang dideritanya sejak 2019. Usia yang bagi banyak orang masih terasa sangat muda. Masih banyak mimpi. Masih banyak rencana. Masih banyak yang ingin dilakukan. Namun kematian tidak pernah menunggu tua. Hari ini kita mendengar kabar duka tentangnya. Besok… bisa saja kabar itu tentang kita. Sakit yang ia alami mungkin adalah cara Allah memanggilnya perlahan. Menguatkan hatinya. Membersihkan dosanya. Mendekatkannya kepada sujud yang penuh air mata. Betapa sering kita merasa sehat… tapi justru jauh dari sajadah. Betapa sering kita sibuk dengan dunia… tapi lupa bahwa hidup ini hanya sebentar. Vidi mengajarkan satu hal tanpa banyak kata: Kadang ujian adalah cara Allah menarik hamba-Nya kembali. Kini suaranya mungkin telah berhenti di dunia. Tapi sujud terakhirnya… tangis dalam doanya… semoga menjadi saksi di hadapan Allah. Karena pada akhirnya, yang kita bawa pulang bukanlah popularitas, bukan harta, bukan pujian manusia. Yang ikut bersama kita ke liang lahat hanyalah amal dan doa Semoga Allah mengampuni dosa-dosa almarhum Vidi Aldiano, menerima amalnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Dan semoga kabar ini juga menjadi pengingat bagi kita semua: Kita pun sedang berjalan menuju kematian… hanya saja belum tahu tanggalnya 😭 @penggemar berat Follow Kak Oksa Channel TELEGRAM : t.me/kak_oksa

  • без подписи

  • Banyak emak-emak yang senang begitu tahu karakter Umma di serial Nussa terinspirasi dari “selingkuhan” sang founder. Saya kasih tanda petik ya, karena jujur saja saya tidak mengikuti detail beritanya. Hehe. Senang karena gak jadi insecure dengan ummanya Nusa Rara. Hehe. Tapi begini… Apapun karakter seorang emak di dunia ini, mereka tetaplah emak terbaik bagi anak-anaknya. Ada yang lembut dan penuh pelukan, ada yang cerewet tapi perhatian, ada yang tegas, bahkan ada yang kadang galak seperti Kak Ros. Namun satu hal yang pasti: Semua itu lahir dari cinta. Seorang emak mungkin sering mengomel karena lelah, menegur karena khawatir, atau terlihat keras karena ingin anaknya menjadi lebih baik. Tapi di balik itu semua, ada hati yang selalu mendoakan, ada tangan yang tak pernah lelah menyiapkan, dan ada cinta yang tidak pernah berkurang sedikit pun. Dan biasanya kita baru benar-benar menyadarinya… ketika kita mulai merindukannya. *Sampai disini, mata gue dah berkaca-kaca, kangen emak. Hiks Karena pada akhirnya, seberapa pun berbedanya karakter seorang ibu, di hati anak-anaknya tetap satu tempat yang sama: rumah yang paling hangat. Makanya anak meski diomelin tiap hari, tetap aja kalau ada apa-apa langsung datang ke emaknya. Sebab intinya sederhana, semua anak, pada akhirnya, akan selalu sayang emak dan kangen emak. ❤️ @penggemar berat Kak Oksa *** Mumpung bahas emak. Ada yang mau bahagiaan emak di akhirat gak? Ada peluang amal jariyah. Kami lagi mengikhtiarkan permintaan 200 alquran hafalan yang akan dibagikan untuk 200 anak yatim dan dhuafa. Alhamdulillah baru terkumpul 39 mushaf. Bagi yang mau berwakaf di bulannya quran di jumat penuh berkah, bisa juga dihadiahkan untuk orang tua kita. Japri ya https://wa.me/6281368684515

  • без подписи

  • без подписи

  • Tahun 2022, Rehan begitu baik. Namanya bahkan sempat viral, lagunya terngiang di mana-mana. *"Begitu syulit lupakan Rehan, apalagi Rehan baik…"* Orang-orang tersenyum menyebutnya. Tapi tahun 2026, Bukan lagi tentang lirik yang lucu dan menggemaskan. Kini namanya disebut dengan nada prihatin. Miris. Geleng-geleng kepala. Dia memang Rehan yang berbeda. Rehan yang begitu terluka. Sesakit apa hatinya? Sehancur apa kecewanya? Sampai ia nekat melukai… Bahkan hampir merenggut nyawa. Perempuannya terluka. Lelakinya di penjara. Dan cinta—yang dulu mereka banggakan— berubah jadi derita yang panjang. Sayang sekali cintanya Rehan tumbuh tanpa arah, bersemi tanpa ridha-Nya. Cemburunya tak berpahala. Kesetiaannya menghadirkan dosa. Allah melarang pacaran bukan karena Allah tak suka kita bahagia. Bukan karena Islam kaku tanpa rasa. Justru karena Allah Maha Tahu, hati manusia itu rapuh. Cinta yang tak dijaga aturan-Nya, mudah berubah jadi posesif. Cemburu berubah jadi amarah. Kecewa berubah jadi dendam. Sedih kita melihat generasi muda disibukkan oleh pergaulan yang salah. Seolah dunia ini hanya tentang cinta dan cinta. Padahal generasi muda adalah tentang harapan. Harapan untuk menjadi pembela Islam, pengubah peradaban. Cinta itu tak akan melukai juga takkan menyakiti. Cinta itu dijaga. Diarahkan. Dimuliakan lewat jalan yang halal. Jika belum siap, ya sudah sibukkan saja pada perkara yang lain. Sibukkan mengejar prestasi. Menambah skill. Belajar agama. Hingga jadi pengemban dakwah. Kak Oksa Foto : ambil di grup fb *** Ramadhan bulan berbagi. Ada 200 anak yatim dan duafa pecinta quran butuh alquran hafalan. InsyaAllah alquran nya akan dibagikan 15 maret 2026. Yang mau ikutan Masih kurang -173 alquran hafalan lagi. Japri aja ya https://wa.me/6281368684515