Ma'had Ahlul Hadits Wal Atsar
Статистика📨 Peduli Dakwah ------------------- Ahlul Hadits Wal Atsar BSI 720 158 3408 https://t.me/abuusamahadam
- Последний пост
- 4 авг.
- Последнее чтение
- 13 авг.
- Постов за неделю
- 0
- Всего постов
- 53
- Тип
- открытый
- Язык
- und
- В каталоге с
- 13 авг.
- 1/24сутки в ленте
- 283
- 1/48двое суток
- 324
- 1/72трое суток
- 349
Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.
Посты
без подписи
https://t.me/abuusamahadam?livestream=032a4be9d0f39be238
без подписи
https://t.me/abuusamahadam?livestream=a13d05053774864d0f
Perdana 📚 KAJIAN KITAB INTENSIF قواعد الأسماء والصفات مع بيان أسماء الله الحسنى Kaidah Tauhid Asma wa Sifat & Penjelasan Asmaul Husna 📖 Karya Asy-Syaikh Abdul Muhsin bin Muhammad Al-Qasim (Imam dan Khatib Masjid Nabawi) 🎙 Pemateri: Abu Usamah Adam 🗓 Setiap Senin & Kamis 🕙 Pukul 10.00 WIB 📡 Live Telegram: t.me/abuusamahadam Mengenal Allah bukan sekadar menghafal Asmaul Husna, tetapi memahami maknanya hingga melahirkan iman, cinta, takut, harap, tawakal, dan keikhlasan dalam beribadah. Sebab, mustahil seseorang beribadah kepada Allah dengan sebenar-benarnya sebelum ia mengenal Rabb yang ia sembah. Itulah mengapa pertama kali yang diserukan oleh seluruh Nabi kepada kaumnya adalah mengenalkan mereka tentang nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya, Ibnul Qayyim berkata : أساس دعوة الرسل معرفة الله سبحانه بأسمائه وصفاته وأفعاله "Landasan utama dakwah para rasul adalah memperkenalkan manusia kepada Allah melalui nama-nama-Nya yang indah dan sifat-sifat-Nya yang sempurna." Mari mempelajari kaidah-kaidah Asma wa Sifat sesuai pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama'ah, agar tauhid semakin kokoh dan keimanan semakin kuat. 🤝 Peduli Dakwah: Yayasan Ahlul Hadits Wal Atsar BSI 720 158 3408
Kritik Ilmiah Terhadap Al Albani, Rabi' Al Madkhali, & Ali Hasan Al Halabi Atas Propaganda Aqidah Murjiah https://t.me/abuusamahadam/1362
https://t.me/abuusamahadam?livestream Live 20.00 WIB Pertemuan 27 - Pembacaan kitab Ar Roddu Alal Jahmiyyah
Perbedaan antara Simpatisan Ilmu dan Penuntut Ilmu Wahai saudaraku penuntut ilmu, apakah engkau sekadar simpatisan ilmu atau benar-benar penuntut ilmu? ✅ Penuntut ilmu adalah orang yang mencari ilmu dengan kesungguhan, perencanaan, kecintaan, dan pengorbanan. Ia menghabiskan seluruh atau sebagian besar waktunya untuk menuntut ilmu dengan berbagai cara: meneliti, menghafal dan menguasai matan-matan ilmu, membaca kitab-kitab yang panjang maupun ringkas, serta menghadiri majelis ilmu dengan metode yang teratur dan terarah. Ia membaca kitab-kitab yang bermanfaat dan membangun fondasi ilmunya, meskipun terkadang tidak sesuai dengan selera atau kesenangannya. Seakan lisannya berkata: "Aku tidak meninggalkan membaca dan meneliti kecuali karena kebutuhan atau keadaan yang mendesak. Aku membaca apa yang bermanfaat dan mengokohkan ilmuku." Bagi dirinya, ilmu adalah makanan hati, ruh kehidupan, dan penyejuk mata. Engkau akan melihatnya sebagai seorang yang meneliti dan memverifikasi, bukan sekadar menukil atau menikmati bacaan. Ia memilih pendapat para ulama yang didukung oleh dalil-dalil Al-Qur'an dan As-Sunnah. Penuntut ilmu yang seperti ini tidak akan berpisah dari ilmu dan membaca hingga ruhnya berpisah dari jasadnya. Bahkan, seandainya ditawari gaji puluhan ribu setiap bulan dengan syarat meninggalkan perpustakaannya, niscaya ia tidak akan menerimanya. 🔘 Adapun simpatisan ilmu, ia hanya menyukai membaca kitab-kitab yang sesuai dengan minat dan kesukaannya. Seakan lisannya berkata: "Aku membaca jika ada waktu luang, dan aku membaca apa yang aku sukai." Bagi dirinya, ilmu hanyalah pelengkap, hiburan, dan kesenangan. Ia menghadiri majelis para ulama tanpa kesungguhan, tanpa keteraturan, dan tanpa rencana yang jelas. Bisa jadi seorang simpatisan ilmu itu lebih luas bacaannya daripada penuntut ilmu, lebih banyak kutipannya, dan lebih sering menyebut perkataan para ulama dalam berbagai disiplin ilmu. Namun ia jauh lebih lemah dalam hal kedalaman ilmu, pemahaman, kemampuan berdalil, beristinbath (menggali hukum), berijtihad, dan berfatwa. Betapa banyak simpatisan ilmu yang akhirnya meninggalkan ilmu dan menjauhinya, seakan-akan tidak pernah ada hubungan, kecintaan, persahabatan, dan kebersamaan antara dirinya dengan ilmu. Sungguh sangat jauh perbedaan antara keduanya; jaraknya bagaikan jarak antara langit dan bumi. Sumber: Shinā‘atu Ṭālib ‘Ilmin Māhir, Dr. Ahmad Ath-Thayyar, hlm. 18.
https://t.me/abuusamahadam?livestream
Live malam ini 20.00 WIB Pertemuan 26 https://t.me/mahadahwat/2953
Nasihat Syekh Sholih Alu Syekh
Mengaitkan saya dengan ISIS bukanlah bantahan, melainkan pengakuan bahwa hujjah telah menemui jalan buntu. Sebab orang yang memiliki dalil akan menjawab dengan dalil. Orang yang memiliki hujjah akan membantah dengan hujjah. Adapun ketika yang tersisa hanyalah label, stigma, dan tuduhan, maka itu pertanda bahwa medan argumentasi telah ditinggalkan. Saya tegaskan: Saya tidak terafiliasi dengan ISIS. Tidak berbaiat kepada tokoh-tokohnya. Tidak pula menganggapnya sebagai representasi syariat atau kedaulatan Islam yang sah. Lalu mengapa tuduhan itu terus diulang? Karena sebagian orang lebih mudah menuduh daripada menjawab. Lebih mudah memberi cap daripada menghadapi dalil. Lebih nyaman menyerang sosok daripada mengkaji substansi. Padahal yang saya serukan tidak lebih dari apa yang diserukan para nabi: Bahwa ibadah adalah hak Allah semata. Bahwa tauhid adalah pondasi agama. Bahwa kalimat "لا إله إلا الله" bukan sekadar slogan yang diucapkan lisan, tetapi prinsip agung yang harus dipahami, diyakini, dan diamalkan. Jika menyeru kepada tauhid dianggap kejahatan, maka kepada siapakah para penuduh itu hendak mengadukan para nabi? Jika menjelaskan makna "لا إله إلا الله" dianggap ekstrem, maka dengan ukuran apa dakwah para rasul akan dinilai? Saya tidak mencari ridha manusia dengan mengorbankan kebenaran. Dan saya tidak akan meninggalkan apa yang saya yakini sebagai bagian dari agama Allah hanya karena takut terhadap tuduhan. Silakan bantah perkataan saya dengan ilmu. Jawab hujjah dengan hujjah. Koreksi dalil dengan dalil. Namun jangan berharap bahwa label dan propaganda dapat menggantikan argumentasi. Karena kebenaran tidak diukur dari banyaknya tuduhan yang diarahkan kepadanya. Dan kebatilan tidak berubah menjadi kebenaran hanya karena diulang-ulang oleh banyak lisan. Hari ini mereka menebar label. Besok label itu akan hilang. Tetapi kebenaran tetaplah kebenaran, meski ditentang. Dan tauhid tetaplah tauhid, meski membuat sebagian orang merasa tidak nyaman. وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ "Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya." Abu Usamah Adam Bumi Allah, 9 Muharram 1448
Syirik Ketaatan Dari Ismail As-Suddi melalui riwayat Asbath, tentang firman Allah: > "Dan di antara manusia ada yang menjadikan tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah." (QS. Al-Baqarah: 165) Beliau berkata: > "Yang dimaksud dengan tandingan-tandingan (الأنداد) adalah para tokoh atau pemimpin dari kalangan manusia. Mereka menaati mereka sebagaimana mereka menaati Allah. Apabila para pemimpin itu memerintahkan sesuatu, mereka menaatinya, meskipun dengan itu mereka bermaksiat kepada Allah." (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir Ath-Thabari dalam tafsirnya 3/18) Makna atsar: As-Suddi menjelaskan bahwa sebagian manusia menjadikan tokoh, pemimpin, atau orang yang mereka agungkan sebagai "sekutu" bagi Allah dalam hal ketaatan. Mereka mengikuti perintah manusia tersebut secara mutlak, bahkan ketika perintah itu bertentangan dengan syariat Allah. Inilah yang disebut sebagai syirik dalam ketaatan apabila seseorang meyakini bolehnya menyelisihi hukum Allah demi mengikuti manusia yang ditaati. https://t.me/aboelarashed/4109
١ المحرم ١٤٤٨
بسم الله الرحمن الرحيم INTEGRASI TAUHID ULUHIYYAH DALAM SISTEM DAN PENERAPAN HUKUM ALLAH Kutipan faidah dari maha karya Syekh Muhammad Amin Asy Syinqithi dalam Tafsir Adwaul Bayan Disusun oleh: Imam Al Haramain Syekh Profesor Doktor Abdurrahman As Sudais حفظه الله 📗 Unduh Kitab 1⃣ Pengantar Syekh As Sudais 2⃣ Tafsir QS. Al Isra 9 3⃣ Tafsir QS. Al Kahfi 26 4⃣ UU Administratif 5⃣ Syirik Tahkim = Syirik Ibadah 6⃣ Kufur Kepada Konstitusi UUD 7⃣ UUD = Syirik Rububiyyah 8⃣ Syirik Ketaatan 9⃣ Tafsir QS. At Taubah 31 🔟 Firaun-Firaun Kontemporer 📹 Versi Youtube ✉️ https://t.me/abuusamahadam/1562
без подписи
Rehabilitasi Pancasila Dari Beban Teologisasi Dan Islamisasi Khutbah Jumat Masjid MAIDA, 18 Dzulhijjah 1447
без подписи
Klik: #istibdal
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfj7rZZklTB-1Zh16FVccQ12eAXwHfrwaLfCFg327ax-pa_zA/viewform Absensi kehadiran untuk penerbitan sertifikat ijazah sanad riwayat kitab