tgindex
𝐏𝐞𝐧𝐚 𝐁𝐞𝐫𝐠𝐞𝐫𝐚𝐤

𝐏𝐞𝐧𝐚 𝐁𝐞𝐫𝐠𝐞𝐫𝐚𝐤

Статистика
@pena_bergerakРелигияиндонезийский

Diskusi bersama Pena. Podcast dan beberapa tulisan yang semoga bisa membantu 🤍 Ch lain: @BincangPolitik @Publikspeakingyuk Silahkan bertukar pesan lewat @Penabergerak_bot @Perempuanpeduli_bot https://secreto.site/id/abrqh2 Maaf jika slow respon.

Последний пост
9 авг.
Последнее чтение
15 авг.
Постов за неделю
0
Всего постов
21
Тип
открытый
Язык
индонезийский
Категория
Религия (по похожим)
В каталоге с
14 авг.
Подписчики
1 700
−5 за 3 дн.
Сутки
−4
−0,23%
Неделя
 
Месяц
 
Просмотров на пост
411
21 постов
Вовлечённость
24,2%
к подписчикам
Постов в день
0,0
всего 21
Упоминаний
2
каналов
Охват размещения
оценка
1/24сутки в ленте
208
1/48двое суток
238
1/72трое суток
257

Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.

Посты

  • AI Butuh Data, Tapi Haruskah Buku Dikorbankan? Anthropic, perusahaan di balik chatbot Claude, menjadi sorotan setelah laporan The Washington Post mengungkap proyek internal bernama Project Panama, yaitu upaya rahasia untuk memindai dan memanfaatkan jutaan buku fisik sebagai bahan pelatihan AI. Dalam laporan itu disebutkan bahwa perusahaan membeli buku dalam jumlah besar, memotong jilidnya, memindai halaman-halamannya, lalu membuang buku fisiknya. Dokumen hukum yang tidak disegel juga menyebut proyek tersebut sebagai usaha untuk “secara destruktif memindai semua buku di dunia,” yang memicu perdebatan baru tentang etika pengumpulan data untuk AI. Kontroversi ini tidak hanya soal teknik digitalisasi, tetapi juga soal hak cipta dan penghormatan terhadap karya intelektual. Reuters melaporkan bahwa pada Juli 2026, pengadilan federal AS menyetujui penyelesaian senilai US$1,5 miliar dalam gugatan class action dari para penulis yang menuduh Anthropic menggunakan buku mereka tanpa izin untuk melatih AI. Meski pengadilan sebelumnya menilai penggunaan buku untuk pelatihan AI dapat bersifat “transformative” dalam konteks fair use, cara Anthropic memperoleh dan mengelola koleksi bukunya tetap memunculkan kritik keras dari penulis, penerbit, dan pemerhati literasi. Isu ini semakin luas karena Anthropic bukan hanya dituduh memakai teks tanpa izin, tetapi juga dinilai memperlakukan buku sebagai sekadar sumber data, bukan sebagai artefak pengetahuan yang memiliki nilai budaya dan sejarah. The Guardian juga menyoroti bagaimana praktik pemindaian destruktif ini memicu pertanyaan moral: apakah pengembangan AI layak dibayar dengan hilangnya buku fisik, terutama jika karya tersebut langka atau sulit digantikan? #Pena_Bergerak

  • Voice message

  • coba bedah lewat sudut pandang komunikasi ala pena bergerak ✌️

  • без подписи

  • Di tengah banyaknya berita politik dan dunia maya, kalian tau kasus ini ga sih?? Utasan Alm Yurizal yang viral dengan komentar nirempati😭

  • hai hai hai kangen diskusi gaaaa

  • 🚨 INDONESIA LAGI PANAS! 10 Isu Nasional yang Paling Disorot Pekan Ini Dalam beberapa hari terakhir, berbagai kebijakan, pergantian pejabat, hingga kasus hukum menjadi perhatian publik. Berikut 10 isu nasional yang paling banyak dibahas: 1. 🏦 Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri Pengunduran diri Perry Warjiyo memicu reaksi pasar. Investor menyoroti proses transisi kepemimpinan Bank Indonesia serta dampaknya terhadap stabilitas ekonomi. 2. 📉 Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS Tak lama setelah kabar mundurnya Gubernur BI, rupiah melemah hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar AS. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap pasar keuangan dan nilai tukar. 3. 🎓 Universitas Republik Indonesia Resmi Dibentuk Pemerintah membentuk Universitas Republik Indonesia sebagai lembaga pendidikan baru. Kebijakan ini menuai pro dan kontra, mulai dari persoalan legalitas, efektivitas, hingga potensi tumpang tindih dengan institusi yang sudah ada. 4. 🍽️ Pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Pergantian pimpinan BGN terjadi di tengah evaluasi besar terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah. 5. 🥣 Ratusan Dapur MBG Ditutup Permanen BGN menutup ratusan dapur MBG yang dinilai bermasalah sebagai bagian dari evaluasi dan pembenahan program. 6. 📰 Polemik Istilah "Londo Ireng" Pernyataan Presiden yang menggunakan istilah "Londo Ireng" memicu kritik dari organisasi pers, akademisi, hingga pegiat HAM. Perdebatan berkembang pada isu etika komunikasi publik dan kebebasan pers. 7. 🚔 Kasus Narkoba Seret Kasat Resnarkoba Polres Tangsel Kasus dugaan keterlibatan anggota kepolisian dalam perkara narkoba memicu desakan agar Polri melakukan evaluasi internal dan menindak tegas anggotanya yang terbukti melanggar hukum. 8. 💵 Eks Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Gratifikasi Rp7,7 Miliar KPK mendakwa mantan pejabat Bea Cukai menerima gratifikasi miliaran rupiah dari berbagai pihak. Kasus ini kembali menyoroti pentingnya integritas aparat negara. 9. 💼 Pusat Finansial Internasional Indonesia Resmi Dibentuk Pemerintah membentuk Pusat Finansial Internasional Indonesia dengan menawarkan berbagai insentif, termasuk pembebasan pajak hingga 50 tahun bagi investor yang memenuhi syarat. Kebijakan ini dipuji sebagai upaya menarik investasi, namun juga memunculkan kritik terkait dampaknya terhadap penerimaan negara. 10. ⚖️ Polemik Sayembara Tangkap Begal Wacana pemberian hadiah bagi penangkap begal memicu perdebatan. Sebagian menilai langkah tersebut dapat membantu keamanan, sementara yang lain mengkhawatirkan potensi tindakan main hakim sendiri. Menurutmu, dari 10 isu di atas, mana yang paling berdampak bagi Indonesia? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya! #Pena_Bergerak

  • без подписи

  • Pantau berita terkini di @bincangpolitik

  • Rasan-Rasan Para penggemar rasan-rasan yang pengen bertaubat, sini..sini mendekat. Rupanya candu kenikmatan ngomongin kejelekan orang lain itu bisa diobati. Di ngaji rutinan Ahad Kliwon, kitab Mauidzatul Mukminin yang pagi ini diroisi Yai Atho', penawar racun ghibah adalah ma'jun alias campuran dari ilmu dan amal. Pertama, kita perlu tahu dan yakin bahwa ghibah itu perbuatan yang dibenci Allah. Kesadaran kalau kita melakukan ini maka kita siap dengan konsekuensi dibenci sama Allah SWT, akan melindungi diri kita dari perbuatan ghibah tadi. Kedua, muhasabah alias introspeksi alias ngaca. Kita sendiri saja belum sempurna dan banyak celanya, kok malah sibuk ngomongin kurangnya orang lain. Dawuh Rasulullah; . طُوبَى لِمَنْ شَغَلَهُ عَيْبُهُ عَنْ عُيُوبِ النَّاس "Beruntunglah orang yang disibukkan dengan aibnya sendiri, sehingga ia lalai/tidak sempat memikirkan aib orang lain." Lebih detailnya, tahap bertaubat dari ghibah dimulai dari, menyesali semua per-ghibahan yang telah terjadi, berhenti melakukam aktifitas lambe lemes tadi, meminta halal pada korban, dan beristighfar sepenuh hati. Dawuh Yai Atho' selanjutnya, dan saya pikir ini gong-nya, termasuk dari usaha berbenah dari penyakit hati tadi; "Ikrar dalam hati, 'Sopo wae sing ngrasani aku, tak ngapura. Niki termasuk akhlake Kanjeng Nabi Muhammad Saw sing paling angel ditiru.' " Mboten nopo, Yai. Sekarang cukup tahu dulu sudah beja kemayangan. Memang berat memberi maaf pada orang yang mendzalimi. Tapi kita, kan WNI. InsyaAllah sudah terlatih didzalimi. Tinggal membenahi beberapa aspek objeknya kemawon kan, nggih. Ups Ngapunten.... #NgajiRutinanAhadKliwon #KitabMauidzatulMukminin

  • DISKUSI PUBLIC SPEAKING Malam tadi kita belajar bahwa public speaking bukan hanya tentang berbicara di depan banyak orang. Tapi lebih dari itu. Menariknya, latihan itu bisa dimulai dari hal yang sederhana. Dari ruang diskusi seperti di Telegram. Karena setiap kali kita berani bertanya, menyampaikan pendapat, atau berdiskusi, di situlah kemampuan komunikasi kita sedang bertumbuh. Jadikan aplikasi digital seperti Telegram, sebagai laboratorium belajar public speaking dan diskusi. Terima kasih kepada Mas Dan atas ilmu dan pengalaman yang dibagikan, serta untuk seluruh teman-teman yang sudah meluangkan waktunya hadir malam ini. Semoga diskusi ini membawa manfaat dan menjadi langkah kecil untuk terus berkembang. Sampai bertemu di diskusi berikutnya. Tetap belajar, tetap berdiskusi, dan jangan pernah ragu untuk menyuarakan gagasanmu. 🤍 Pena Bergerak Merayakan dengan hati, menginspirasi dengan makna. #Pena_Bergerak

  • jangan malu untuk bertanya guyss, gasin aja🙂‍↕️

  • 📢 Main Telegram Bisa Melatih Public Speaking? Apakah kemampuan berbicara di depan umum hanya bisa diasah di atas panggung? 🤔 Ternyata, keberanian menyampaikan pendapat dapat dimulai dari ruang diskusi yang sederhana. Bersama Mas Dan, kita akan membahas bagaimana berdiskusi di Telegram dapat membantu melatih public speaking, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan berkomunikasi. 🗓 Sabtu, 18 Juli 2026 🕗 Pukul 21.00 WIB - Selesai 📍 Channel Telegram: https://t.me/pena_bergerak 🎙 Pemateri: Mas Dan Acara ini merupakan kolaborasi komunitas diskusi telegram @deeptalkroom_id bersama @pena_bergerak, sebuah ruang diskusi untuk belajar, berbagi perspektif, dan bertumbuh bersama. ✨ Karena setiap pembicara hebat, pernah menjadi seseorang yang berani memulai. Jangan lewatkan kesempatan ini! Ajak temanmu dan mari belajar bersama dalam ruang diskusi yang hangat dan penuh makna. 🤍 #Pena_Bergerak #DeepTalkRoom #PublicSpeaking

  • [Diskusi Terbuka Pena Bergerak] 🤍🤍🤍 Kemarin, Pena berkesempatan mengikuti Webinar Bedah Buku yang membahas buku How Leaders Learn: Master the Habits of the World's Most Successful People karya David Novak. Jujur, Pena sendiri belum sempat membaca bukunya 😭, tapi setelah mengikuti webinar ini jadi makin penasaran dan pengennn beliiiii. Bismillah beli🙂‍↕️ Nah, salah satu pembahasan yang paling membuatku berpikir adalah ketika dikaitkan dengan perkembangan Artificial Intelligence (AI). Sekarang AI sudah luar biasa canggih. Ia bisa memberikan jawaban teknis dengan cepat, lengkap, bahkan dalam banyak situasi lebih akurat daripada manusia. Karena itu, muncul sebuah pemikiran menarik: mungkin keunggulan seorang pemimpin di masa depan bukan lagi terletak pada seberapa banyak jawaban yang ia miliki, tetapi pada seberapa baik ia mampu mengajukan pertanyaan. Dari situ muncul dua pertanyaan yang ingin aku lemparkan ke teman-teman. 1️⃣ Menurut teman-teman, kemampuan atau kepekaan seperti apa yang perlu dimiliki dan dilatih oleh seorang pemimpin agar mampu mengajukan pertanyaan yang benar-benar mempertimbangkan empati, nilai kemanusiaan, serta kondisi yang tidak bisa dipahami AI hanya dari data? 2️⃣ Lalu, sebagai individu, bagaimana cara kita melatih diri agar terbiasa membuat pertanyaan yang kritis, mendalam, dan mungkin tidak terpikirkan oleh kebanyakan orang, bukan sekadar mencari jawaban dari AI? Yuk kita diskusi! Di sini tidak ada jawaban yang paling benar atau paling salah. Silakan berbagi pendapat berdasarkan pengalaman, sudut pandang, atau referensi yang pernah teman-teman baca. Siapa tahu, dari diskusi sederhana ini kita bisa saling belajar dan menemukan perspektif baru. Kalau teman-teman pernah membaca buku ini, atau buku yang bisa menjawab pertanyaan ini, jangan ragu ikut berbagi insight ya!🫰🫰🫰🫰 #Pena_Bergerak

  • di tempat kalian juga terkena penyalaan bergilir? eh....maksudnya pemadaman bergilir????

  • Pertanyaan klasik menjelang tahun ajaran baru ini berakhir adalah, habis ini mau ngelanjutin kemana? Komentar memprihatinkan yang saya dengar dari salah satu adek santri adalah semacam ini: Kata guruku, pokok jangan jurusan Guru. Gajinya ga jelas. Husnudzon saya, ini bukan pernyataan yang sengaja merendahkan profesi guru. Hanya sebentuk kekhawatiran seorang pengajar atas masa depan anak didiknya. In this situesyen, jadi guru di Indonesia memang ujiannya sedang berat kuadrat kali dua ratus tuju empat. Sampe nangis beneran saya tuh, denger Pak Iman bicara di MK. Tapi memilih menjadi guru artinya memilih untuk jadi pembelajar seumur hidup. Jadi sosok yang ahli mengelola konflik, mahir menyiapkan materi pembelajaran, public speakingnya bagus dan punya kemampuan manajemen. Bare minimum guru adalah menjadi anfa' linnas. Jadi manusia yang memberi kemanfaatan bagi orang lain dengan membawakan cahaya ilmu pengetahuan dan keteladanan. Secara pencapaian materi memang innalillahi tapi bahkan Nabi saw pun diutus untuk menjadi guru. Pengajar dan pendidik umat manusia. Lantas sedungu apa coba manusia yang menginjak hak-hak guru? Kalau memang harus realistis, jadi guru itu banyak nelongsonya. Saya tidak tahu bagaimana nanti jalan dan caranya untuk sejahtera tapi memang untuk mencapai hal-hal baik dibutuhkan bahan bakar bernama pengorbanan. Kepada dek-adek yang memilih jurusan keguruan, tetap semangat. InsyaAllah kalian akan jadi manusia hebat. #Bahebbak #CatatanSeorangGuru

  • без подписи

  • "Masih Bisa Beli Kopi, Jadi Nggak Boleh Ngeluh BBM Naik?" Di episode kali ini, Pena membahas kenapa argumentasi di atas terasa janggal (jujur... janggal yach)🙈 Ternyata ada kesalahan berpikir yang bernama survivorship bias, sampai konsep lipstick effect yang bikin orang bisa salah baca kondisi ekonomi kita. Karena pada kenyataannya, kopi bisa jadi bentuk self-reward kecil. Sedangkan BBM? Itu urusan hidup sehari-hari, kerja, transportasi, logistik, yang berdampak pada kenaikan harga barang lainnya. Dengan naiknya harga BBM (walaupun pertalite ga naik), itu tetap ada domino effect nya. Jadi, efek apa yang udah kamu rasain? Yuk cerita di kolom komentar🤍 #Podcast #Pena_Bergerak #RandomBarengPena

  • hmmm... kita bahas yu!!!

  • 5 Tuntutan Demo BBM UI Hari Ini, dari Turunkan Harga BBM hingga Setop MBG Aksi demo BEM UI dan sejumlah mahasiswa dari UPN Veteran Jakarta serta IPB yang awalnya direncanakan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada 12 Juni 2026. Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama kepada pemerintah: menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, dan meminta pemerintah mengakui kesalahan serta berhenti mengelak. Namun, massa mahasiswa sempat dialihkan dari Bundaran HI karena polisi menilai kawasan itu bukan lokasi yang tepat untuk demonstrasi. Polda Metro Jaya menyebut telah berkomunikasi dengan penyelenggara aksi agar titik unjuk rasa dipindahkan ke area lain seperti Patung Kuda atau depan DPR/MPR. Di tengah proses itu, sebagian massa juga mengalami pengalihan rute dan masih berupaya berkonsolidasi untuk bergabung kembali. #Pena_Bergerak