PPI (Parenting dan Psikologi Islam) bersama Ustadz Ratno Abu Muhammad Lc M Ag
СтатистикаPPI (Parenting dan Psikologi Islam) bersama Ustadz Ratno Abu Muhammad Lc M Ag
- Последний пост
- 20 мар.
- Последнее чтение
- 15 авг.
- Постов за неделю
- 0
- Всего постов
- 50
- Тип
- открытый
- Язык
- индонезийский
- Категория
- Религия
- В каталоге с
- 13 авг.
- 1/24сутки в ленте
- —
- 1/48двое суток
- —
- 1/72трое суток
- —
Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.
Посты
Jangan Lupa Baca Doa Ini Di Idul Fitri Ini
без подписи
без подписи
Doa Agar Selalu Ada Orang Baik Yang Simpati Pada Anak Kita
Alhamdulillah buku telah siap di kirim, semoga bisa ada 1 doa dari 196 doa yang bisa merubah kehidupan kita di malam lailatul qodar besok. Link pemesanan: https://id.shp.ee/q47Q1Z3
Excel (Bisa Di Edit dan Ditambah)
PDF
Ajak Anak Untuk Mengamalkan Doa Ini Di Awal Ramadan
Doa Agar Anak Memiliki Kecerdasan Eksistensial (Cerdas Dan Bercita-cita Tinggi Di Akhirat)
Alhamdulillah sudah naik cetak, semoga bisa digunakan untuk bekal doa-doa di ramadan tahun ini. Berisi 110 doa untuk diri sendiri dan 86 doa untuk anak dan keturunan. Jadi total ada 196 doa. Doa ini saya pilih yang penting2 dan saya sendiri merasa penting untuk memanjatkannya setiap hari. Penulisan buku ini, menurut file ms word, dimulai sejak 21 Januari 2025 dan setelah 1 tahun lebih bisa masuk cetak. Semoga penulisan buku ini tercatat sebagai amal salih dan bisa menjadi tabungan amal kebaikan.
Aku melakukan itu dalam rangka untuk mendapatkan pahala dan keridhoan Allah dalam menjalankan peran sebagai kholifatullah di muka bumi ini. Selain untuk beribadah kepada Allah aku juga ingin beribadah dengan membahagiakan orang tuaku, karena kata Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Salah satu amalan yang dicintai Allah adalah membuat bahagia seorang mukmin". Aku ingin membuat bahagia orang tuaku dalam usaha maksimalku ini. Aku juga tidak mengatakan bahwa aku adalah orang sempurna tanpa kesalahan, karena kesalahan dan kekurangan adalah sifat lazim bagi seorang manusia. Maka jika aku gagal dan salah aku akan akui kesalahan dan kegagalan tersebut tanpa menyalahkan siapapun kecuali diriku sendiri, karena Allah ta'ala berfirman, "Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa kalian kecuali itu disebabkan oleh kesalahanmu sendiri." (asy-Syuro: 30) Setelah itu aku akan bangkit dan berusaha maksimal lagi sebagaimana Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam berbagai peperangannya. Apabila aku mendapatkan nikmat dan kesuksesan maka itu murni karena taufik dari Allah, karena Allah berfirman, "Tidak ada satu pun nikmat pada kalian kecuali itu pasti dari Allah." (an-Nahl: 53)" 2. Jika afirmasi ini sering dilakukan, maka akan muncul perhatian, lalu akan secara perlahan akan menjadi pola pikir, lalu akan berubah menjadi motivasi hidup. 3. Lakukan test personality atau MBTI atau yagn semisalnya untuk mengetahui sisi positif dan kelebihan, lalu fokus pada sisi tersbut. 4. Terus belajar memperbaiki diri dan berdoa, karena perubahan pola pikir dan mindset membutuhkan waktu yang tidak sebentar. =========================== 4. Dalam prinsip keseimbangan yang diajarkan dalam Islam adalah memberikan pada setiap pos haknya. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Allah memiliki hak atasmu. Jiwamu juga punya hak atasmu. Keluargamu juga punya hak atasmu. Masyarakat (lingkungan) mu juga punya hak atasmu. Tamu juga punya hak atasmu. Berikan setiap orang yang memiliki hak sesuai dengan haknya." Kemudian... Karena islam mengajarkan keikhlasan maka kita dasari semua tindakan kita untuk beribadah kepada Allah sehingga 24 jam, bahkan saat tidur kita sedang beribadah kepada Allah. Nabila harus belajar konsep ibadah 24 jam ini dan mengetahui bagaimana caranya. Dalam mengatur waktu, maka dia buat prioritas terlebih dahulu lalu memberikan pada setiap prioritas waktu yang pas, tidak berlebih dan kurang. Jika ada yang berlebihan, maka ada prioritas yang harus dihapus atau dieliminasi. Terkait kesehatan emosinya, insyaAllah jika dia sudah memperbaiki pola pikir (kognitif)nya, niatnya, waktunya, maka insyaAllah emosinya akan lebih sehat. Jika diurutkan maka prioritas yang bisa dibuat adalah 1. Hubungan dengan Allah 2. Menuntut ilmu yang wajib 3. Kuliah akademis 4. Menuntut ilmu tambahan (yg sifatnya penyempurna) 5. Sosial. Jika akan melakukan eliminasi, maka harus dimulai dari bawah.
Di salah satu mata kuliah psikologi islam, saat mid semester saya ditanya seperti ini: Perhatikan dengan seksama simulasi kasus berikut! Nabila adalah seorang mahasiswi tingkat akhir yang aktif dalam organisasi sosial. Namun, ia sering mengalami konflik batin antara keinginan untuk berprestasi dan rasa bersalah ketika gagal memenuhi ekspektasi orang tuanya. Ia juga cenderung mudah tersinggung saat mendapat kritik dari lingkungan, padahal ia rajin mengikuti kajian keagamaan dan berusaha memperbaiki niat setiap melakukan aktivitas. Berdasarkan simulasi kasus di atas, Anda diminta untuk: Jelaskan konsep ikhlas dan riya’ dalam psikologi Islam, dan analisis bagaimana kedua konsep ini muncul dalam problem Nabila! Berdasarkan kerangka perkembangan kepribadian Islami, apa faktor utama yang membuat Nabila mudah tersinggung dan sulit menerima kritik? Sertakan konsep nafs dan akhlak dalam bahasan. Deskripsikan langkah strategis untuk membantu Nabila membangun kepribadian resilien menurut teori psikologi Islam ! Berdasarkan prinsip keseimbangan dalam psikologi Islam, jelaskan bagaimana Nabila dapat menata kembali niat, mengatur waktu, dan menjaga kesehatan emosinya agar tetap seimbang antara tanggung jawab akademik, sosial, dan spiritual! ========== Berikut jawaban saya * Ikhlas adalah ketika seseorang melakukan sebuah tindakan atau mengatakan suatu ucapan dalam rangka mengharapkan pahala dan keridhooan Allah ta'ala. Sebagian dikatakan oleh Abu Utsman Sa'id bin Ismail, صدق الإخلاص نسيان رؤية الخلق لدوام النظر إلى الخالق "Ikhlas yang benar itu adalah saat seorang lupa (dan sudah tidak perhatian) dengan penilaian manusia karena dia sedang sibuk dan fokus dengan penilaian sang pencipta." (Syu'abul Iman 6475) *Riya adalah memperbagus ibadah atau tindakan yang seharusnya dilakukan karena Allah hanya karena dia sedang diperhatikan oleh orang. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda yang kurang lebih maknanya, أن يزين الإنسان عبادة من أجل رؤية الناس "Seseorang memperbagus ibadahnya karena dia sedang dilihat (diperhatikan) oleh manusia." Nabila dalam kasus ini masih merasa tersinggung dengan penilaian orang. Itu artinya dia belum benar-benar meniatkan apa yang dilakukan untuk Allah dan karena Allah. Dengan kata lain, dia masih ada sisi riya'nya. Jika dia sudah ikhlas dengan perbuatannya, maka dia tidak perlu mendengarkan penilaian orang. Sebab penilaian orang tidak akan ada hentinya. Salah satu konsep yang diajarkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah tidak tumbang karena celaan dan tidak terbang karena pujian. Ini juga disebutkan oleh Allah ta'ala dalam surat at-Taubah 79 tentang pembelaan Allah kepada Abu Khoitsamah yang hanya bisa mendukung perjuangan Nabi di perang Tabuk dengan 2.5kg kurma. Padahal saat itu Nabi butuhnya bermilyar-milyar rupiah. Orang-orang munafik menghinanya, dan Allah pun menurunkan ayat ini. ===================== 2. Faktor utama yang membuat nabila mudah tersinggung adalah Kebutuhan akan validasi di dalam jiwanya dari orang lain. Kaidah dari para ulama, "Semakin tinggi harapan seseorang terhadap pujian manusia maka semakin sakit saat dia mendapatkan kritikan, namun semakin rendah harapan terhadap pujian manusia, maka saat dihina pun seseorang akan tetap bisa tegar." Imam Syafi'i berkata, "Membuat semua manusia suka adalah sebuah harapan yang tidak pernah tercapai. Fokusnya pada apa yang baik dan bisa memperbaiki dirimu, dan tetaplah tegar dalam memperjuangkannya." (Lihat Sifat Shofwah hal. 436) ========================= 3. Langkah yang bisa dilakukan untuk terus dilatih oleh Nabila adalah sebagai berikut: a. Sering-sering mengafirmasikan sebuah kalimat, "Aku akan terus berusaha maksimal sesuai dengan potensi, bakat, dan minatku karena Allah suka dengan orang yang bekerja dengan optimal sebagaimana hadits Nabi dalam riwayat imam thobroni no. 897, "Sesungguhnya Allah suka jika salah seorang dari kalian berusaha, dia mengoptimalkan usahanya tersebut".
Anak Penakut dan Pemberani
без подписи
без подписи
без подписи
без подписи
без подписи
без подписи
без подписи