Sakeena Parenthood
СтатистикаBelajar Pengasuhan dan Parenting bersama Penerbit Sakeena. “Menjadi Lentera Berkah Untuk Rumah, Sekeluarga Berkumpul Di Jannah”.
- Последний пост
- 14 июл.
- Последнее чтение
- 13 авг.
- Постов за неделю
- 0
- Всего постов
- 20
- Тип
- открытый
- Язык
- индонезийский
- В каталоге с
- 13 авг.
- 1/24сутки в ленте
- —
- 1/48двое суток
- —
- 1/72трое суток
- —
Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.
Посты
eh maksudnya poll di atas atau di bawah ya, hhehe. kepencet enter duluan tadiii 😄
Dear AyahBunda sekalian, dalam rangka kami hendak memberikan konten parenting yang sangat sesuai untuk kebutuhan Anda, boleh isi dong polling di bawah ini ya ❤️💜
без подписи
siapa yang pernah ngerasa capek menasihati anak tapi kok kayak masuk telinga kanan keluar telinga kiri? 🤔 coba deh bayangin: Seringkali kita menganggap nasihat adalah bentuk cinta kepada anak, tapi waktu kita kecil dulu, posisi kita sebagai anak: ketika kita dinasehatin terus2an, saat itu: apakah kita merasa dicintai sama orangtua kita? naah, barangkali kita sudah mulai kebayang, kenapa anak malah sering mengabaikan ‘tanda cinta’ kita. sederhananya: tanda cinta kita belum dianggap tanda cinta tanda cinta kita belum efektif mungkin karena 2 hal utama ini: 1. *Kurangnya Keakraban (Hati Anak Terlanjur "Kusut")* 🛑 Nasihat itu ibarat menulis pesan di atas kertas. Kalau hati anak sedang tertutup atau "kusut", maka nasihat kita akan susah masuk dan menempel. Saat anak terus-menerus dijejali nasihat, pada saat itu mereka justru merasa tidak diakui perasaannya dan malah ingin mengambil jarak dari orang tuanya. Maka: *connection before correction* *2. Hilangnya Integritas Orang Tua di mata anak(Sering Memberi Ancaman Kosong)*🗣💨 "Kalau nakal nanti ditangkap polisi lho!" atau "Kalau mainan nggak diberesin, nanti dibuang ya!" Pernah menggunakan ancaman seperti ini tapi tidak benar-benar dilakukan? Hati-hati, kebiasaan memberikan ancaman kosong justru merusak *track record* integritas kita di benak anak. Anak akan belajar dan berpikir bahwa orang tuanya "cuma omong doang". Akibatnya, saat kita memberi nasihat yang serius, anak cenderung meremehkannya karena menganggapnya tidak akan benar-benar terjadi. maka: *walk the talk, and think before talk* Yuk Ayah Bunda, mari kita bangun keakraban terlebih dahulu dan perbanyak diskusi sebelum kita memberikan nasihat! ❤️✨ dan selamat riweuh lagi hari ini, bagi orangtuabyang anak2nya, hari pertama masuk sekolah enjoy the learning process 😍
AyahBunda, apa kabar sore ini? sembari menikmati senja yang terlihat jelas banget dari loteng kantor kami, kami lagi menikmati betul renungan dari salah satu guru kami, yaitu Abah Ihsan Baihaqi emang kayak gimana sih renungannya? kayak gini: RENUNGAN BOLAK-BALIK by: Abah Ihsan Baihaqi Orangtua dari balita ... maafkan kami ya, Nak. Kami terpaksa menyerahkan dan membesarkanmu hanya dengan pembantu di rumah saat kamu masih balita. Kami kan sibuk bekerja. Mau bagaimana lagi, daripada tidak ada yang menjaga? Kami hanya ingin memastikan ada yang mengurus kebutuhanmu. Demi kamu sendiri. Anak dari lansia Maafkan kami ya, Pa-Ma. Kami terpaksa memakai jasa panti jompo untuk menjaga Papa Mama. Kami kan sibuk bekerja. Mau bagaimana lagi, daripada tidak ada yang menjaga? Kami hanya ingin pastikan ada yang mengurus kebutuhan Papa Mama. Demi Papa Mama sendiri. Sungguh perasaan ini haru melihat kelahiran anak kami. Oh ya Ustadz, apa yang harus kami lakukan setelah anak kami lahir? Boleh bantu doakan? Boleh bantu guntingkan rambutnya? Boleh bantu akikahkan? Sekalian kalau sudah tumbuh besar nanti, tolong ajarkan Al Quran? Karena kami kurang mengerti, kami belum mempersiapkan ilmu mendidik anak kami. Insyaa Allah bayaran bisa dibelakang. Sungguh perasaan ini sedih ditinggalkan orangtua kami. Oh ya Ustadz, boleh bantu kami mandikan orangtua kami? kafankan orang tua kami? shalatkan orangtua kami? kuburkan jenazah orangtua kami? Sekalian nanti kalau sudah selesai tolong tahlilkan ya, orangtua kami? Karena kami kurang mengerti, kami belum siap ditinggalkan orangtua kami. InsyaaAllah, bayaran bisa dibelakang! AyahBunda, penyesalan selalu terjadi di belakang. Mari, lakukan sesuatu yang sedemikian berharga, yang membuat kita takkan pernah menyesal di kemudian hari Mari nikmati selalu kebersamaan kita dengan anak kita hari ini, saat ini. Hadir utuh di hadapan mereka jadikan kehadiran kita saat ini sebagai hadiah terbaik untuk mereka dan menariknya, bahasa inggrisnya ‘hadir’, ‘saat ini’, dan ‘hadiah’, itu sama2: PRESENT
mari jaga fitrah seksualitas anak-anak kita, di saat konten2 penyimpangan sudah terjadi di mana-mana
btw, ini pre order ya, jadi nanti akan dikirim serentak mulai dari tanggal 1 bulan depan makanya, yang mau ikut PO, apresiasi kesabaran AyahBunda sekalian, dapet special price diskon sampe deket 50% yaa ❤️💜
mau pesen kemana? ikutan pesen pre-order ke link ini ya silakan : https://cart.sakeenafamily.com/products/KLPBLite-KeepPO
segera kita Imunisasi yuk anak-anak kita dari penyimpangan, imunisasi, jaga fitrah seksualitas anak-anak kita dapetin diskon special sampai sebesar 60ribu, jika pesan sampe jumat hari ini ya AyahBunda sekalian
daan, upaya normalisasi LGBT ini, bahkan udah sampe buku anak. belum lagi animasi2 anak, youtube anak, yang ternyata gak steril sama sekali tentang penyimpangan ini
itu berita 10 tahun yang lalu, dan bulan Mei kemarin, khusus di Jawa Barat sudah terhitung angka sebanyak ini. pertanda apakah 10 tahun ini? pertanda kita kecolongan banget, ya
Dear AyahBunda, ngomong-ngomong, shock gak sih ngliat berita ini? dan yang paling bikin shock, tau ga sih apa? 🥺🥺
Assalamu'alaikuum AyahBUnda sekalian, apa kabar AyahBunda di jumat sore nan berkah ini? Semoga Allah senantiasa berikan kabar baik untuk AyahBUnda sekalian yaa. Aamiin
*JOIN Komunitas Lingkar Makna* Tak semua yang terasa berat dalam hidup harus diselesaikan dari luar. Terkadang, perbaikan justru dimulai dari hal paling dekat antara kita dan Allah swt. Karena bisa jadi, kunci dari semua ini terletak pada hal sederhana yang sering kita lakukan, namun belum kita perbaiki sepenuhnya. ✨ Perbaiki Shalatmu, Allah Perbaiki Kehidupanmu ✨ 👤 Bersama : Ustadz Arif Rahman Lubis & Kang Canun Kamil 🎤 MC : Kang Purwa 🗓 Kamis, 30 April 2026 ⏰ 19.30 – 21.30 WIB 📍 Via Zoom *https://zoom.us/j/93031318467?pwd=EWJ9cYNrGKumR4nX7SL6WTBKt2P31q.1*
Assalamu'alaikuum AyahBunda, mari perbaiki shalat kita, dan Allah perbaiki koneksi kita dengan keluarga kita, perbaikan anggota rumah kita, perbaiki parenting kita. Malam ini, ada free zoominar, yang mau ikut silakan akses linknya kesini yaa
AyahBunda Assalamu’alaikum :) Pernah ngerasa… hidup jalan, tapi hati kosong? Sholat dikerjain… tapi belum benar-benar dirasakan? dan apalagi, perbaikan kualitas hidup katanya dimulai dari perbaikan shalat. maka, menambah kekhusyukan shalat insyaAllah akan menambah kualitas hidup kita Makanya bagi AyahBunda yang ingin: Latihan kualitas kekhusyukan shalat + membantu menularkan ini ke anak-anaknya: yuk join: ✨Komunitas LINGKAR MAKNA✨ Cintai Sujudmu, Indahkan Rumahmu Tempat Anda pulang. Tempat Anda bertumbuh. Launchingnya insyaAllah: 🗓 Kamis, 2 April 2026 ⏰ 19.30 WIB 📍 Online via Zoom 🎟 GRATIS Bareng: Ust. Arif Rahman Lubis & Kang Canun Kamil 👉 Masuk grup dulu di sini (wajib untuk akses event): https://chat.whatsapp.com/G10FFwELWoe4Vn9hC4Y8lu?mode=gi_t� Karena perubahan hidup… dimulai dari satu keputusan kecil hari ini. sampai jumpa AyahBunda Wassalamu'alaikum 🙏
AyahBunda Assalamu’alaikum :) Pernah ngerasa… hidup jalan, tapi hati kosong? Sholat dikerjain… tapi belum benar-benar dirasakan? dan apalagi, perbaikan kualitas hidup katanya dimulai dari perbaikan shalat. maka, menambah kekhusyukan shalat insyaAllah akan menambah kualitas hidup kita Makanya bagi AyahBunda yang ingin: Latihan kualitas kekhusyukan shalat + membantu menularkan ini ke anak-anaknya: yuk join: ✨Komunitas LINGKAR MAKNA✨ Cintai Sujudmu, Indahkan Rumahmu Tempat Anda pulang. Tempat Anda bertumbuh. Launchingnya insyaAllah: 🗓 Kamis, 2 April 2026 ⏰ 19.30 WIB 📍 Online via Zoom 🎟 GRATIS Bareng: Ust. Arif Rahman Lubis & Kang Canun Kamil 👉 Masuk grup dulu di sini (wajib untuk akses event): https://chat.whatsapp.com/G10FFwELWoe4Vn9hC4Y8lu?mode=gi_t� Karena perubahan hidup… dimulai dari satu keputusan kecil hari ini. sampai jumpa AyahBunda Wassalamu'alaikum 🙏
Parenting Style Nabi Yaqub 'Alaihissalam Bagaimana rasanya jika anak yang kita cintai disakiti? dan bagaimana rasanya jika ‘pelakunya’ justru anak kita sendiri juga? Sebagai orangtua biasa yang mengalami berbagai macam dinamika pengasuhan dengan anak, ada baiknya kita melihat contoh ekstrim yang sudah terprasastikan dalam Al Qur’an dari kisah Nabi Yaqub. Sepengamatan saya, pengalaman beliau cukup ‘lengkap’ karena ‘anak nakal’ dan ‘anak baik’ berada dalam tanggungjawabnya terlebih, bisa dibilang kenakalan anaknya mendekati kriminal, namun kematangan sikap Nabi Yaqub layak kita tiru terutama ketika anak kita lagi ngadat. baca lengkapnya di sini ya » https://medium.com/@canunkamil/parenting-style-nabi-yaqub-alaihissalam-e718f78fbfb5 Nb: sambil boleh tulis di komen ya kalo penasaran parenting style nabi siapa lg yang pengen AyahBunda dalami
Pernah gak liat kondisi-kondisi begini? Begitu banyak istri yang baik-baik… Namun menceramahi atau mencereweti suami saat lelah pulang kerja… Maksudnya sih baik, untuk menjadikan suami sebagai tempat curhat… Menjadikan suami sebagai tempat terpercaya ia mengeluarkan isi hati… Namun, ia tak tahu bahwa ‘istirahatnya’ suami adalah ‘ditinggalkan sendirian’ dulu sejenak… Akibatnya, timbul keretakan dalam pernikahan… Jika terjadi berhari-hari selama bertahun-tahun? Hmmm… Menjadi istri yang baik saja TIDAK CUKUP Begitu banyak suami yang baik-baik… Ketika istrinya marah akibat kesalahannya, lalu berteriak ‘JAHAT! Tinggalin aku sendiri!!!’, maka sang suami betul-betul meninggalkannya… Maksudnya sih baik, untuk memberikan istri waktu luang agar bisa menenangkan diri… Namun ia tak tahu bahwa sebetulnya itu adalah isyarat dari istri, ‘apakah suamiku akan memperjuangkanku lebih lagi?’… bahwaa ketika istri bermasalah, cara mendamaikannya adalah merayunya terus menerus, bukan meninggalkannya… Akibatnya, timbul keretakan dalam pernikahan… Jika terjadi berhari-hari selama bertahun-tahun? Hmmm…. Menjadi suami yang baik saja TIDAK CUKUP baca selengkapnya di link di bawah sini ya https://medium.com/@canunkamil/jadi-orang-baik-aja-gak-cukup-921b92e03b5a
“Nak, cepat shalat! Nanti Allah marah loh!” “Jangan pelit! Kamu gimana sih?!” “Nge-game terus! Waktu kamu kebuang percuma tau!” Sekilas, semua kalimat ini niatnya baik. Orangtua ingin anaknya berbuat kebaikan. Tapi, menggunakan pola-pola seperti ini, bukankah ini seperti menyajikan makanan lezat ke anak kita, namun sambil dilempar ke wajahnya? Meskipun itu makanan kesukaan, makanan favorit, cara menghidangkan ternyata tidak kalah pentingnya. Meskipun nasehat yang kita sampaikan kepada anak bernilai Qurani sekalipun, cara penyampaian pun perlu kita perhatikan. Nah, ada apa sih dengan bentakan? Bentakan biasanya dirasa paling mudah untuk dilakukan, karena perilaku ini bisa dilakukan tanpa perlu upaya lebih untuk meregulasi diri, dan sepertinya berpotensi instan untuk langsung segera dilakukan sama anak kita. Tapi coba bayangkan, apakah cara ini akan terus-terusan efektif? Apa kita berkenan terus-terusan mengeluarkan stamina lebih yang melelahkan seperti ini? Siapkah kita, jika ternyata metode ini berpotensi mengorbankan bonding kita dengan anak-anak kita? Apalagi gak sampe situ, ada 3 bahaya laten yang berpotensi tumbuh menghantui anak-anak kita, berpotensi mengeruhkan masa depan anak-anak kita, bahkan masa depan yang paling depan, paling ujung, yaitu akhirat anak-anak kita. Apa saja itu? Mari kita kenali, agar bisa mewaspadainya, klik sini ya » https://medium.com/@canunkamil/ngajak-kebaikan-pake-bentakan-1fa167149cf8