Hijrah Salaf "Berhijrah mengikuti Kitabullah dan As-Sunnah sesuai pemahaman Salafusshalih"
Статистика- Последний пост
- 15 авг.
- Последнее чтение
- 15 авг.
- Постов за неделю
- 17
- Всего постов
- 25
- Тип
- открытый
- Язык
- индонезийский
- Категория
- Религия (по похожим)
- В каталоге с
- 13 авг.
- 1/24сутки в ленте
- 102
- 1/48двое суток
- 116
- 1/72трое суток
- 126
Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.
Посты
без подписи
без подписи
Ⓜedia Hijrah Salaf RAKUSNYA ORANG YANG RAKUS Bismillah Ibnu Mas'ud radhialahu anhu mengatakan : فَإِنَّ الرِّزْقَ لَا يَسُوْقُهُ حِرْصُ حَرِيْصٍ وَلَا يَرُدُّهُ كَرَاهِيَةُ كَارِهٍ "Sungguh rezeki itu tidaklah didapatkan oleh rakusnya orang yang rakus dan tidak bisa dicegah oleh tidak sukanya orang yang tidak suka" (Tarikh Madinah ad-Dimasyq 33/175) Rezeki itu bagian dari takdir yang sudah ditentukan. Takdir rezeki itu tidak bertentangan dengan kewajiban melakukan usaha. Oleh karena itu rakusnya orang yang rakus itu tidak akan menambah kadar rezeki. Rakus cari rezeki sehingga lupa shalat dan puasa atau malah menerjang hal-hal yang haram sedikitpun tidak akan menambah kadar rezeki yang telah Allah Azza wa Jalla tentukan. Allah-lah yang memberi dan mencegah pemberian. Jika ada orang yang tidak suka ketikakita mendapatkan rezeki, idak akan menyebabkan terhambatnya rezeki yang telah Allah ta'ala takdirkan untuk kita. Yakinlah bahwa rezeki dari Allah tidak akan tertukar. Usaha bisa ditiru namun kadar rezeki tidak bisa ditiru. Distributed by HIJRAH SALAF Click to join, follow and share at: https://linktr.ee/Hijrahsalafusshalih 📎Sunnah dijaga dengan kebenaran, kejujuran, dan keadilan bukan dengan kedustaan dan kedhaliman." (Ibnu Taimiyyah rahimahullahu)
без подписи
без подписи
без подписи
без подписи
без подписи
Ⓜ️edia Hijrah Salaf SAYAP NYAMUK Bismillah Dari Sahl bin Sa’d radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ "Andai dunia itu senilai satu sayap seekor nyamuk di sisi Allah, tentu orang kafir tidak akan diberi minum walaupun seteguk air." (shahih; HR. Tirmidzi 2490) Betapa remehnya nilai dunia di sisi Allah. Sayap nyamuk adalah simbol dari sesuatu yang sangat kecil, tidak berharga, dan tidak memiliki nilai secara fisik. Dengan menggunakan perumpamaan ini, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ingin menggambarkan bahwa kehidupan dunia beserta seluruh isinya sama sekali tidak ada artinya atau tidak memiliki nilai kemuliaan yang hakiki di hadapan Allah Azza wa Jalla jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat. Jika seandainya dunia ini memiliki sedikit saja nilai atau kemuliaan di sisi Allah, Allah tidak akan membiarkan orang-orang kafir menikmati fasilitas dunia, sekecil apa pun itu—bahkan sekadar seteguk air untuk menghilangkan haus. Namun, karena dunia ini begitu murah dan tidak bernilai di sisi Allah. Dia memberikan kenikmatan dunia kepada siapa saja, baik kepada hamba yang taat maupun kepada orang yang durhaka. Dunia diberikan kepada orang kafir bukan karena mereka mulia, melainkan karena dunia memang tidak ada harganya bagi Allah. Bagi orang yang beriman agar tidak silau dengan dunia sebab kekayaan tersebut tidak menunjukkan kemuliaan di sisi Allah. Kemuliaan yang sesungguhnya diukur dari keimanan, ketaqwaan, dan amal shalih bukan dari seberapa banyak harta dunia yang dikumpulkan, karena dunia akan segera sirna sedangkan akhirat adalah tempat yang abadi. Distributed by HIJRAH SALAF Click to join, follow and share at: https://linktr.ee/Hijrahsalafusshalih 📎Sunnah dijaga dengan kebenaran, kejujuran, dan keadilan bukan dengan kedustaan dan kedhaliman." (Ibnu Taimiyyah rahimahullahu)
без подписи
без подписи
مَنْ قَاتَلَ تَحْتَ رَايَةٍ عِمّ ِيَّةٍ يَدْعُو إِلَى عَصَبِيَّةٍ أَوْ يَغْضَبُ لِعَصَبِيَّةٍ فَقِتْلَتُهُ جَاهِلِيَّةٌ “Siapa yang berperang karena sebab yang tidak jelas, marah karena fanatik kelompok, atau motivasi ikut kelompok, atau dalam rangka membantu kelompoknya, kemudian dia terbunuh, maka dia mati jahiliyah.” (HR. Muslim 4892). Rebutan dunia memang memalukan… Allahu a’lam Distributed by HIJRAH SALAF Click to join, follow and share at: https://linktr.ee/Hijrahsalafusshalih 📎Sunnah dijaga dengan kebenaran, kejujuran, dan keadilan bukan dengan kedustaan dan kedhaliman." (Ibnu Taimiyyah rahimahullahu)
Ⓜ️edia Hijrah Salaf LEBIH HINA DARIPADA BANGKAI Bismillah Bagi seorang muslim, kebahagiaan yang asli bukan di dunia. Karena Allah menurunkan Adam alaihissallam di bumi bukan dalam rangka memberi kenikmatan. Namun dalam rangka menghukum Adam, karena beliau telah mendekati pohon larangan di surga. Sehingga, cita-cita terbesar bagi Nabi Adam adalah bagaimana bisa kembali lagi ke surga. Imam Hasan al-Bashri pernah berkata dalam kitab Az-Zuhd: إِنَّ الدُّنْيَا دَارُ ظَعْنٍ وَلَيْسَتْ بِدَارِ إِقَامَةٌ ، وَإِنَّمَا أُنْزِلَ آدَمُ عَلَيْهِ السَّلامُ إِلَيْهَا عُقُوبَةً ، فَاحْذَرْهَا "Sesungguhnya dunia adalah negeri rantauan dan bukan negeri tempat menetap. Dan Nabi Adam ‘alaihis salam diturunkan di dunia untuk menjalani hukuman. Karena itu, berhati-hatilah." Dalam masalah dunia, seorang mukmin lebih memilih banyak bersabar. Karena dia tidak ingin agamanya rusak gara-gara dunia. Karena itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut dunia itu ibarat penjara bagi mukmin. Dalam hadist dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ “Dunia itu penjara bagi mukmin dan surga bagi orang kafir.” (HR. Ahmad 8512 & Muslim 7606) Sebanyak apapun fasilitas hidup yang dimiliki mukmin di dunia, jika dibandingkan kenikmatan surga, maka dunia itu ibarat penjara baginya. Agar umatnya tidak terlalu rakus dunia, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan betapa kehinaan dunia. Sampai beliau menyebutkan, andai di sisi Allah dunia ini sebanding dengan satu sayap seekor nyamuk, niscaya orang kafir tidak akan diberi minum walaupun seteguk air. Dalam hadis dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ "Andai dunia itu senilai satu sayap seekor nyamuk di sisi Allah, tentu orang kafir tidak akan diberi minum walaupun seteguk air." (HR. Tirmidzi 2490 dan dishahihkan al-Albani) Dalam hadis lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa di sisi Allah, dunia itu ibarat bangkai anak kambing di mata manusia. Orang melihatnya saja jijik, sehingga tidak akan sampai tega mengambilnya. Jabir bin Abdullah radhiallahu’anhuma menceritakan: Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati pasar bersama para sahabat. Lalu beliau melihat bangkai anak kambing yang telinganya cacat. Beliau pun mengambil kambing itu dengan memegang telinganya. “Siapakah yang mau membeli ini dengan harga satu dirham?”. Tanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Kami sama sekali tidak tertarik untuk memilikinya. Apa yang bisa kami perbuat dengannya?”. Jawab sahabat. “Atau mungkin kalian suka kalau ini gratis untuk kalian?”. Tanya beliau. “Demi Allah, seandainya hidup pun maka binatang ini sudah cacat, karena telinganya kecil. Apalagi kambing itu sudah mati?” kata para sahabat. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan sabdanya, فَوَاللَّهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ “Demi Allah, sesungguhnya dunia lebih hina di sisi Allah dari pada bangkai ini di mata kalian.” (HR. Muslim) Karena itulah, orang yang terlalu rakus terhadap dunia, bisa dipastikan akan merusak sebagian agamanya. Dari Ka’ab bin Malik radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلاَ فِى غَنَمٍ أَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ "Dua serigala lapar yang dilepas di tengah kerumunan kambing, tidak lebih merusak dibandingkan kerusakan terhadap agama seseorang yang ditimbulkan karena rakus harta dan kedudukan." (HR. Ahmad 16198, Ibnu Hibban 3228 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth). Dan karena itu pula, orang yang tawuran, melakukan tindakan anarkis, demi dunia, disebut oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai tindakan jahiliyah. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
без подписи
Ⓜ️edia Hijrah Salaf R A K U S Bismillah Dari Ibnu ‘Abbas bin Sahl bin Sa’ad, bahwa ia pernah mendengar Ibnu Az Zubair berkata di Makkah di atas mimbar saat khutbah, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: لَوْ أَنَّ ابْنَ آدَمَ أُعْطِىَ وَادِيًا مَلأً مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَانِيًا ، وَلَوْ أُعْطِىَ ثَانِيًا أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَالِثًا ، وَلاَ يَسُدُّ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ "Seandainya manusia diberi satu lembah penuh dengan emas, ia tentu ingin lagi yang kedua. Jika ia diberi yang kedua, ia ingin lagi yang ketiga. Tidak ada yang bisa menghalangi isi perutnya selain tanah. Dan Allah Maha Menerima taubat siapa saja yang mau bertaubat.” (HR. Bukhari 6438) Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan, bahwa seandainya anak keturunan Adam memiliki lembah yang penuh dengan emas, niscaya ketamakan yang menjadi tabiatnya, akan berangan punya dua lembah emas yang lain. Dan dia akan terus berambisi terhadap dunia hingga mati dan rongganya berisi tanah kuburnya. Distributed by HIJRAH SALAF Click to join, follow and share at: https://linktr.ee/Hijrahsalafusshalih 📎Sunnah dijaga dengan kebenaran, kejujuran, dan keadilan bukan dengan kedustaan dan kedhaliman." (Ibnu Taimiyyah rahimahullahu)
без подписи
Ⓜedia Hijrah Salaf TIGA PANGKAL DOSA Bismillah Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata: "Pokok dari semua dosa ada tiga;Sombong, ini yang menyebabkan iblis enggan sujud kepada Nabi Adam. Rakus, inilah yang mengeluarkan Nabi Adam dari surga. Dengki, inilah yang membuat salah seorang putra Nabi Adam berani membunuh saudaranya. Barang siapa yang terselamatkan dari ketiga perangai ini maka dia telah selamat dari seluruh kejelekan. Maka kekafiran berasal dari kesombongan. Dan kemaksiatan berasal dari sifat rakus.Serta sikap semena-mena dan melampaui batas berasal dari kedengkian". (Al Fawaid) Distributed by HIJRAH SALAFClick to join, follow and share at: https://linktr.ee/Hijrahsalafusshalih 📎Sunnah dijaga dengan kebenaran, kejujuran, dan keadilan bukan dengan kedustaan dan kedhaliman."(Ibnu Taimiyyah rahimahullahu)
без подписи
без подписи
без подписи