Salim A Fillah - Quotes Telegram
Статистика~Unofficial Menghimpun guratan dakwah ustadz Salim Akhukum Fillah CP penjadwalan resmi ust SAF: +6281328086636 (WA) Kontak Admin🔻 bisa via grup diskusi: @SAFQuote 🍉🔥 🔼t.me/salimafillah/25686
- Последний пост
- 15 авг.
- Последнее чтение
- 15 авг.
- Постов за неделю
- 14
- Всего постов
- 97
- Тип
- открытый
- Язык
- und
- Категория
- Религия (по похожим)
- В каталоге с
- 13 авг.
- 1/24сутки в ленте
- 158
- 1/48двое суток
- 181
- 1/72трое суток
- 195
Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.
Посты
без подписи
Arif Nursalim (Instagram) Dhawuh Gus Baha', Allaahu yahfazh... Menyederhanakan kebahagiaan, mencerdaskan pilihan, membebaskan diri dari belenggu, hidup merdeka sebagai hambaNya. Semoga kita dianugerahi kebahagiaan sejati; tidak terlalu khawatir tentang besok, tidak terlalu bersedih atas kemarin, dan mensyukuri hari ini; hingga beroleh nikmat kekal hakiki di surga nanti.
без подписи
“Hari yang dijanjikan yaitu hari Qiyamat, hari yang disaksikan yakni hari Arafah, & hari yang bersaksi adalah hari Jumat.” (HR At Tirmidzi) Shalat yang lima, JUMAT ke JUMAT, & Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa-dosa di antaranya, selama dijauhi dosa besarnya. {HR Muslim} Jika jamuan di Jumat ini surah Al Kahfi; hidangannya shalawat Nabi; kudapannya dzikir tiada henti; betapa ruh kan berseri, bergizi, berarti. Moga Allah kurniakan taqwa; waspada meniti jalan berduri yang gulita; jalani perintah & jauhi laranganNya. Kami semakin tahu Ya Rabbi; terlalu berharap pada sosok maupun kelompok; bersandar semata pada manusia dan benda; adalah keliru yang nyata :) Pada setiap hati yang mengkhawatirkan negeri ini; semua fikiran yang dicurahkan tuk membaikkannya; moga Allah maniskan iman dalam jiwa-jiwa. Allah mewujudkan bagi yang beriman; memudahkan bagi yang taat; menolong yang melayani; menjamin yang bersandar; memuliakan yang bertaqwa :) #kultwitSAF Jum'at terakhir Januari 2015
كل نعمة لا تقرب من الله عز وجل: فهي بلية Semua nikmat yang tidak mendekatkan pada Allah hakikatnya adalah bencana. {Abu Hazim} https://x.com/salimafillah/status/367460757924880384
Perjalanan kepenulisan USAF telah menghasilkan 17 judul buku produktif yang dilandasi oleh strong why mendalam sejak masa remaja: ikhtiar menjadi sosok yang berguna bagi agama dan bangsa; tanpa harus nunggu memiliki kekuasaan atau kekayaan materi. Karya pertamanya, Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan (ditulis hanya dalam 1 minggu pada Oktober 2003 dan terjual 2.000 eksemplar dalam sepekan), lahir bersama buku Agar Bidadari Cemburu Padamu (ditulis dalam 2 minggu) sebagai counter-wacana ideologis atas maraknya fenomena normalisasi pergaulan bebas serta rilis klaim survei menyesatkan 97,5% mahasiswi tidak perawan di Yogyakarta. Rentetan karya tersebut berlanjut pada Menggali ke Puncak Hati dan Bahagianya Merayakan Cinta (542 halaman), hingga akhirnya menerbitkan naskah induk dari semua buku itu: Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim, yang sempat tertahan selama 4 terbitan. Penulisan beliau bertransformasi ke ranah literasi sejarah Nusantara (Sang Pangeran dan Janissary Terakhir)—serta karya Nabi Ibrahim AS (adaptasi kajian 10 episode) dan Ya Bunayya sebagai panduan pendidikan anak. Dari kacamata geopolitik Islam dunia, pengamanan jalur perdagangan rempah-rempah menjadi urat nadi untuk membiayai perjuangan umat Islam sejak menghadapi Invasi Pasukan Salib di Yerusalem (1099) hingga serbuan Imparatur Mongol yang berhasil dipukul mundur pada Pertempuran Ain Jalut (1260). Komoditas bernilai tinggi seperti Cengkeh (spesifik Ternate-Tidore), Pala (Kepulauan Banda), Cendana (Timor), Lada + Kapur Barus (Sumatera—satu-satunya kosakata Melayu dalam Qur'an; Al-Insan: 5) mengalir dari timur ke barat menuju pasar dunia di Konstantinopel. Demi amankan pangkalan transit rempah, panglima & pedagang muslim melintasi Nusantara hingga ke wilayah timur, seperti hadirnya Kolano Sahjati di Tidore (1081), Gaus Abdurrazak dari Baghdad di Lombok, hingga Syahbudin bin Salman dari Palembang yang menikahi putri Sangaji Dasi di Lamakera, Solor (Nusa Tenggara Timur): daerah asal bang Abdur. Ketika Sultan Muhammad Al-Fatih menaklukkan Konstantinopel 1453 dan menutup akses bagi pedagang Eropa (khususnya Genoa dan Venesia) hingga picu krisis lada di Lisbon (1 gram lada ditukar 2 gram emas pada 1480), bangsa Barat memulai era penjelajahan. Penjelajahan VOC Belanda yang berawal dari penculikan navigator muslim dari Madagaskar oleh Cornelis de Houtman (1596) direct samudera ke Banten. Hingga lahirkan konglomerasi bisnis raksasa pada tahun 1637 M dengan nilai valuasi aset melampaui 20 perusahaan terbesar dunia gabungan era modern. Gagasan kolonialisme Belanda runtuh saat berhadapan dengan Perang Jawa (1825–1830) sebuah perang paling pahit bagi Belanda yang menewaskan 15.000 serdadu kolonial (lebih banyak dari korban serdadu Belanda pada Perang Napoleon di Eropa) dan menyedot biaya fantastis hingga 20 juta Gulden. Dampak Diponegoro terpancar dari keberhasilannya menyatukan ulama, santri, bangsawan, serta masyarakat awam dalam bingkai Perang Sabil, yang didokumentasikan secara detail dalam Babad Diponegoro (Memory of the World UNESCO). Untuk menyembuhkan trauma tersebut, Belanda mendirikan Instituut voor het Javaansche Taal di Surakarta pada 1831 guna merekayasa propaganda memisahkan identitas "Jawa" & "Islam". Namun, upaya pemulihan kebangkrutan Belanda justru menciptakan efek bola salju kemerdekaan: pencetusan kebijakan Tanam Paksa (Culturstelsel) oleh Van den Bosch meraup 850 juta Gulden (1830–1870), yang kemudian mengundang kritik Multatuli (Max Havelaar) hingga lahirkan Politik Etis. Dari sekolahan Politik Etis inilah lahir kaum terpelajar pergerakan nasional yang akhirnya memerdekakan Indonesia pada 17 Agustus 1945. NARASI penjajahan 350 tahun hakikatnya adalah 4 abad perjuangan dan jihad berkelanjutan "Atas Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa". Memahami rekam jejak sejarah ini memberikan kesadaran (ibrah) bahwa kemerdekaan Indonesia berdiri di atas tumpuan pemurnian warisan keimanan, pengorbanan darah para syuhada, serta kedalaman ilmu & hikmah para ulama yang wajib dirawat oleh generasi penerus bangsa. https://youtu.be/Db0wGsmxyDc?si=pLqVZnQDPmeuJC2e
без подписи
без подписи
🇮🇩🇵🇸✨ HADIAH LITERASI AGUSTUSAN RECOMMENDED 🎁📚 📓 DURI & ANYELIR — Perjuangan & Harapan untuk Kemerdekaan Palestina🌹 Novel—Yahya Sinwar yang direkomendasikan tokoh pro-Palestina berbagai negara. Mengisahkan dua saudara dari faksi perjuangan berbeda yang berevolusi menuju persatuan. Duri menjadi simbol getirnya perjuangan, sementara Anyelir lambangkan kasih sayang & harapan Palestina.💰Rp195.000🇵🇸🔥 📕 SANG PANGERAN & JANISSARY TERAKHIR Novel—USAF tentang Diponegoro dan Perang Jawa. Setelah lima tahun perjuangan, Sang Pangeran memahami peran zamannya: berjuang sepenuh daya tanpa memaksakan kemerdekaan harus lahir dari tangannya. Perjuangannya menjadi bola salju kesadaran kemerdekaan. Telah dibaca banyak tokoh nasional.💰Rp168.000🇮🇩🔥 📚 KOMIK PEJUANG MUSLIM NUSANTARA🌟 9 komik biografi berilustrasi apik tentang Buya Hamka, KH Ahmad Dahlan, Hasyim Asy’ari, Cut Nyak Dien, Agus Salim, Imam Bonjol, dan lainnya. Sarat teladan ilmu, dakwah & keberanian. Bisa dibeli satuan. 📖🇮🇩✨ 📲WhatsApp CS « 🎁Update «
Kegembiraan hati si mukmin atas keberhasilan menjaga puasa dari pembatal dan perusaknya; lebih besar dari kesenangannya berbuka. Kebahagiaannya bermesra pada Allah dengan doa-doa; lebih besar dari kegirangan mengakhiri rasa lapar dan dahaga. Selamat Ifthar…
Part 2 👆 ------------ Part 1 👇 Islam dan Syiar Dakwah Nusantara oleh Salim A. Fillah dalam Rajutan Makna Islam. Betapa kata ini sederhana lagi sempurna, utuh dan menyeluruh, indah serta menyejarah. Adalah Imam Al Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan sebuah…
Part 2 👆 ------------ Part 1 👇 Islam dan Syiar Dakwah Nusantara oleh Salim A. Fillah dalam Rajutan Makna Islam. Betapa kata ini sederhana lagi sempurna, utuh dan menyeluruh, indah serta menyejarah. Adalah Imam Al Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan sebuah…
🍿 Bongkar Alasan Kenapa Babad Diponegoro Bikin Dunia Takjub!? #sejarah Babad Diponegoro merupakan mahakarya otobiografi pertama dalam sastra Jawa modern (—bahkan ada yang mengomentari; termasuk jajaran otobiografi pertama di dunia modern) yang ditulis langsung oleh Pangeran Diponegoro saat diasingkan di Manado sepanjang kurun waktu 1831 hingga 1832. Mahakarya setebal 1.151 halaman folio ini terbagi menjadi dua bagian utama, di mana sepertiga pertamanya mengulas sejarah leluhur Mataram (Sultan Agung, Hamengkubuwono, dst) dan dua pertiga sisanya mendokumentasikan detail Perang Jawa (1825–1830) secara presisi. Keunikan luar biasanya Babad ini terletak pada penyampaian catatan sejarah yang seluruhnya digubah dalam bentuk tembang macapat: terikat aturan baku guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu, sehingga membuat UNESCO secara resmi menetapkannya sebagai Memory of the World pada 21 Juni 2013 🔗 https://www.youtube.com/watch?v=eOwwp0oiKeQ 📺 360p
🍿 Kenapa Harus Orang Luar yang Paham Sejarah Indonesia!? Bangsa Indonesia patut merasa malu kepada sosok Profesor Peter Carey, seorang akademisi kelahiran Burma dan profesor dari Trinity College, Oxford, Inggris, yang mengabdikan 40 tahun hidupnya untuk meneliti sejarah Pangeran Diponegoro. Dedikasi riset empat dekade itu berawal ketika masih kecil ia menemukan salinan buku laporan perwira militer Belanda Mayor Jenderal Frans David Cochius dan Jenderal François de Stuers berjudul De Java-Oorlog 1825-1830, yang mengungkap betapa hebat dan dahsyatnya perlawanan rakyat Jawa di bawah pimpinan Diponegoro. Penelitian panjang yang melacak naskah-naskah Babad Diponegoro ini akhirnya menghasilkan mahakarya biografi tebalnya lebih dari 1.100 halaman bertajuk The Power of Prophecy: Prince Diponegoro and the End of an Old Order in Java yang dicetak dalam 3 jilid. Selengkapnya dalam podcast: https://youtu.be/Db0wGsmxyDc?si=ffb8XyG1EaV42KvU Shorts source: 🔗 https://www.youtube.com/watch?v=0TSIrsU-pig 📺 360p
Mendoakan sesama adalah cara yang santun dalam meminta hal baik tuk diri sendiri. Sebab di langit ia berjawab, "Dan bagimu pun demikian." Mendoakan sesama itu selalu baik adanya; di hadapannya jadi pujian penuh makna; dalam gaibnya dikabulkan & dikurniakan…
🇮🇩🍉🇵🇸 MERDEKA Persahabatan historis Indonesia dan Palestina bukanlah narasi geopolitik baru di abad modern, melainkan bagian dari jelujur utang budi (pay it forward) dan jalinan peradaban Nusantara dengan dunia Islam yang telah berlangsung sejak berabad-abad lalu. "Jutaan orang sering kali tidak menyadari.." : bahwa kita memiliki monumen nyata persahabatan antara Indonesia dengan Masjidil Aqsha di pantai utara Jawa, yang dibina dan diwariskan oleh ulama asal Palestina, Maulana Utsman Haji (Sunan Ngudung); sang Ayah, bersama putranya; Sayyid Ja'far Shadiq (Sunan Kudus). Alur sejarah ini terkonfirmasi secara kuat dalam literatur kuno Kerajaan Gelgel di Karangasem, Bali—sebagaimana tercatat dalam pustaka Sejarah Dalem Waturenggong—ketika Raja Kresna Kepakisan berkunjung ke Majapahit dan dihadiahi ± 60 prajurit elit terbaik hasil gemblengan Sunan Ngudung yang direkomendasikan oleh Sunan Ampel sebagai pelatih tentara Majapahit. Ke-60 prajurit elit tersebut semuanya adalah nyama selam (saudara muslim) yang kelak menjadi cikal bakal komunitas muslim pertama di Bali. Jejak peradaban Palestina ini kian terprasasti ketika Sayyid Ja'far Shadiq, yang lahir di Palestina, merindukan tanah kelahirannya saat berdakwah di pesisir utara Jawa. Beliau mendirikan pangkalan dakwah berupa masjid yang dinamai sama persis dengan tempat sucinya: Masjid Al-Aqsha (lengkap dengan inskripsi Arab bertanggal 956 H/1549 M serta menara cantik berakulturasi tradisi lokal). Kota pangkalan dakwah tersebut beliau beri nama Al-Quds (Jerusalem/Baitul Maqdis), yang oleh aksen lidah masyarakat Jawa dilafalkan menjadi "Kudus". Keterkaitan global ini membuktikan bahwa Nusantara sejak dahulu menjadi titik temu sanad ilmu dunia Islam. Ustadz Salim mencontohkan bagaimana ulama dari Samarkand (Uzbekistan), Maulana Ibrahim As-Samarqandi, menurunkan Maulana Ishaq yang menjadi tabib penyembuh wabah di Kerajaan Blambangan, menikahi Dewi Sekardadu, hingga melahirkan Raden Paku (Sunan Giri) pendiri Pesantren Giri Kedaton di Gresik. Di Kudus sendiri, atsar (jejak keberkahan) dakwah ulama Palestina terus memancar hingga ke Zurriyah (keturunan) Sunan Kudus modern seperti KH Raden Asnawi—pendiri Madrasah Qudsiyyah—yang melandasi tradisi keilmuan penghafal Al-Qur'an. Lalu KH Muhammad Arwani Amin melanjutkan dengan Pondok Yanbu'ul Qur'an. Maka dari itu, monumen persahabatan Palestina dan Nusantara bukan sekadar kesamaan nama geografis atau arsitektur visual semata. Fakta bahwa Nusantara memiliki titik temu darah, sanad ilmu, militer, dan peradaban dengan ulama Palestina menegaskan bahwa tindakan kita hari ini bukanlah sekadar aksi solidaritas kemanusiaan biasa. Mendukung Palestina hari ini adalah ikhtiar sejarah untuk melunasi utang budi (pay it forward) atas warisan iman dan keilmuan yang telah ditanamkan oleh para ulama Palestina di tanah Nusantara. Ini adalah kelanjutan solidaritas yang memiliki jejak keagamaan, kebudayaan, sekaligus penegasan atas amanat konstitusi kita sejak awal Proklamasi Republik: "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan." 🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸 https://youtu.be/8B_ri7wDgxo?si=Afl-bYJY9GvFw3H6 ✨
Kultwit Ustadz Salim A Fillah tentang #Keluarga Posted on Desember 27, 2011 by ridhoadhie Satu Tahun sudah usia pernikahan kami, dan saat saat yang paling indah untuk dikenang adalah saat akad nikah terutama khotbah, karena pada saat saat itu saya dan isteri…
BAHAGIALAH @salimafillah . Betapapun tertatih, mari belajar tuk mengalihkan sebab kebahagiaan kita, dari benda-benda menuju ketaatan dan segala yang bernilai ibadah padaNya. Demikian pula dalam kehidupan keluarga. . Berbahagialah suami dan ayah; yang memastikan…
📖 KISAH AYAH DAN ANAK DALAM AL-QUR'AN الآباء والأبناء فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ 👨👦 Bagaimana Al-Qur’an mengajarkan seorang ayah mendidik anak? Ternyata jawabannya tidak hanya berupa nasihat, tetapi hadir dalam dialog dan kisah nyata: Ibrahim–Ismail, Ya’qub–putra-putranya, Luqman–anaknya, hingga Nuh–putranya ✨ Ada ayah yang mengajarkan tauhid dengan dialog penuh kasih. Ada yang menghadapi anak dengan kesabaran. Ada yang menguatkan mental anak saat ujian. Ada pula yang harus tegas ketika kebenaran dipertaruhkan 💡 Buku ini membedah tahapan berbicara, menasihati, memberi teladan, menanamkan iman, membangun kedekatan emosional, hingga menghadapi perbedaan dan ujian dalam hubungan ayah-anak: berdasarkan Al-Qur’an, hadits, & penjelasan ulama 🌱 Bukan sekadar kumpulan kisah, tetapi bekal parenting Islami yang mengajak ayah bercermin: sudahkah kita mewariskan bukan hanya materi, tetapi juga iman, akhlak, &keteguhan kepada anak?📚 💰 Rp145.000 📦 Stok penerbit tersisa hanya 47 eksemplar 💎⏳🚨 WhatsApp CS « Update «
Salim A Fillah - Quotes Telegram pinned «Penanti hujan paling cerdik adalah yang menanam biji-bijian. Penunggu takdir terindah adalah yang sibuk menabur benih-benih kebajikan. (Salim A. Fillah) @salimafillah https://mobile.twitter.com/samzalii/status/1318889429251969025»