tgindex
Sisi Salaf
@sisisalafиндонезийский

Al Imam al-Auza'i rahimahullah berkata, "Wajib bagimu untuk berkomitmen dengan metodenya para salaf (dalam beragama)." (Asy-syari'ah al-Ajurri, 124) ● Pembimbing: - Al Ustadz Muhammad Baraja حفظه الله - Al Ustadz Abul Husain Mustaqim حفظه الله

Последний пост
8 авг.
Последнее чтение
15 авг.
Постов за неделю
0
Всего постов
22
Тип
открытый
Язык
индонезийский
В каталоге с
13 авг.
Подписчики
534
−1 за 2 дн.
Сутки
0
0,00%
Неделя
 
Месяц
 
Просмотров на пост
643
22 постов
Вовлечённость
120,4%
к подписчикам
Постов в день
0,0
всего 22
Упоминаний
4
каналов
Охват размещения
оценка
1/24сутки в ленте
296
1/48двое суток
339
1/72трое суток
365

Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.

Посты

  • 🖋NASIHAT BERHARGA BAGI PENUNTUT ILMU DARI WASIAT-WASIAT IBNU GHALIB 🎙Asy-Syaikh Dr. Muhammad bin Ghalib al-'Umari hafizhahullah mengatakan, “Di antara hal yang paling bermanfaat untuk diperhatikan oleh seorang penuntut ilmu, setelah memiliki pemahaman dasar yang baik dalam ilmu fikih, adalah memberikan perhatian terhadap masalah-masalah khilaf (perbedaan pendapat) dan memahaminya dengan pemahaman yang baik. Agar ia tidak mengira bahwa telah terjadi ijmak (kesepakatan ulama) dalam suatu masalah yang sebenarnya diperselisihkan di antara para ulama, dan tidak mengira adanya khilaf dalam suatu masalah yang sebenarnya telah disepakati. Juga agar ia tidak mengingkari keluasan pendapat dalam masalah tersebut, serta agar ia mengetahui dan memahami besarnya usaha para ulama, alasan-alasan yang mereka gunakan, dan pendapat-pendapat yang mereka ambil.” ©https://t.me/Miraathalanbeyaa/35387 🖥Media Channel: 📱 https://telegram.me/sisisalaf/742 📱 https://instagram.com/sisisalaf 📱 https://threads.com/@sisisalaf 📱 https://x.com/sisisalafX 🔗 WhatsApp Group: (ikhwan only) 📱 https://chat.whatsapp.com/DXwLGSkAqRE8xCwWhBfL26 🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄

  • 🖋NASIHAT BERHARGA BAGI PENUNTUT ILMU DARI WASIAT-WASIAT IBNU GHALIB 🎙Asy Syaikh Dr. Muhammad bin Ghalib al-‘Umari hafizhahullah mengatakan, “Di antara prioritas yang hendaknya diperhatikan oleh penuntut ilmu adalah mengulang kembali pelajaran yang telah dipelajarinya. Sebab, terus menambah ilmu tanpa menguasai dan mengokohkan ilmu yang telah dipelajari hanya akan menipu diri sendiri dan tidak memberikan manfaat. Di antara keutamaan mengulang pelajaran adalah: 1. Mengingatkan penuntut ilmu bahwa ia selalu membutuhkan ilmu dan tidak pernah merasa cukup dengannya 2. Menumbuhkan sikap tawadhu’ (rendah hati) 3. Mengingatkannya akan besarnya jasa para masyayikh (guru-gurunya) 4. Serta mengokohkan dan menetapkan manfaat ilmu yang telah dipelajari.” ©https://t.me/Miraathalanbeyaa/35359 🖥Media Channel: 📱 https://telegram.me/sisisalaf/741 📱 https://instagram.com/sisisalaf 📱 https://threads.com/@sisisalaf 📱 https://x.com/sisisalafX 🔗 WhatsApp Group: (ikhwan only) 📱 https://chat.whatsapp.com/DXwLGSkAqRE8xCwWhBfL26 🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄

  • 🖋NASIHAT BERHARGA BAGI PENUNTUT ILMU DARI WASIAT-WASIAT IBNU GHALIB 🎙Asy Syaikh Dr. Muhammad bin Ghalib al-‘Umari hafizhahullah mengatakan, “Apabila seorang penuntut ilmu memandang dirinya lebih utama daripada teman-temannya, atau merasa dirinya lebih baik pemahamannya, atau lebih tepat pendapatnya, maka itulah saat awal kejatuhannya dan permulaan kemundurannya (dalam menuntut ilmu). Apabila seorang penuntut ilmu meninggalkan sikap tawadhu’ (rendah hati), maka taufik dan kesesuaian (dengan ilmu) akan meninggalkannya. Ia akan terjatuh ke dalam lembah kesombongan, merasa serba mengetahui dan memahami segala perkara, dan merasa lebih tinggi dari orang lain. Ia pun menjauh dari muhasabah (introspeksi) terhadap dirinya, lalu akhirnya tertipu oleh sebab-sebab yang justru membawanya kepada kebinasaan.” ©https://t.me/Miraathalanbeyaa/35373 🖥Media Channel: 📱 https://telegram.me/sisisalaf/740 📱 https://instagram.com/sisisalaf 📱 https://threads.com/@sisisalaf 📱 https://x.com/sisisalafX 🔗 WhatsApp Group: (ikhwan only) 📱 https://chat.whatsapp.com/DXwLGSkAqRE8xCwWhBfL26 🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄

  • 🔇SEMOGA ALLAH MERAHMATI MEREKA YANG MEMILIH DIAM KETIKA TIDAK MEMILIKI ILMU 🎙Asy Syaikh al-‘Allamah Prof. Dr. Abdullah bin Abdurrahim al-Bukahri hafizhahullah mengatakan, “Semoga Allah merahmati orang yang berbicara berdasarkan ilmu atau memilih diam dengan penuh kebijaksanaan.” 🎙Al-’Allamah Ibn al-Wazir rahimahullah berkata: “Kebanyakan manusia tidak mampu menahan diri untuk tidak mencampuri perkara yang bukan menjadi urusannya. Mereka juga tidak berbicara berdasarkan kepastian dan verifikasi terhadap perkara yang mereka bahas. Inilah yang menjadi sebab rusaknya agama dan kehidupan dunia. Maka, semoga Allah merahmati orang yang berbicara berdasarkan ilmu atau memilih diam dengan penuh kebijaksanaan.” © Al-’Awasim wa al-Qawasim, 7/5 © https://t.me/dr_elbukhary/5132 🖥Media Channel: 📱 https://telegram.me/sisisalaf/739 📱 https://instagram.com/sisisalaf 📱 https://threads.com/@sisisalaf 📱 https://x.com/sisisalafX 🔗 WhatsApp Group: (ikhwan only) 📱 https://chat.whatsapp.com/DXwLGSkAqRE8xCwWhBfL26 🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄

  • ✉️NASEHAT SYAIKH RABI AGAR MENINGGALKAN SEGALA SESUATU YANG DAPAT MENCORENG DAKWAH SALAFIYYAH 🎙Fadhilatusy Syaikh al-’Allamah Prof. Dr. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali rahimahullah mengatakan, “Aku wasiatkan kepada kalian, wahai saudara-saudaraku. Agar senantiasa berjalan di atas jalan Salafus Shalih, baik dalam ilmu, akhlak, maupun dakwah kalian. Janganlah kalian bersikap keras, dan jangan berlebih-lebihan (ghuluw). Hendaklah dakwah kalian disertai dengan kelembutan, kesabaran, kasih sayang, dan akhlak yang mulia. Demi Allah, dakwah Salafiyah akan tersebar dengan cara-cara yang baik seperti ini. Aku katakan: sebagian orang justru membuat manusia lari dari manhaj salaf ini, karena mereka tampil dengan metode dan akhlak yang buruk. Bahkan di antara mereka ada yang menyerang sesama Salafi atas nama Salafiyah, sehingga mereka telah mencoreng dakwah Salafiyah dengan cara-cara seperti itu. Karena itu, aku menasihati para pemuda agar senantiasa bertakwa kepada Allah ’Azza wa Jalla, mempelajari ilmu yang bermanfaat, mengamalkan amal saleh, serta mengajak manusia (kepada manhaj salaf) dengan ilmu dan hikmah." © https://t.me/alrfaee1440/809 🖥Media Channel: 📱 https://telegram.me/sisisalaf/738 📱 https://instagram.com/sisisalaf 📱 https://threads.com/@sisisalaf 📱 https://x.com/sisisalafX 🔗 WhatsApp Group: (ikhwan only) 📱 https://chat.whatsapp.com/DXwLGSkAqRE8xCwWhBfL26 🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄

  • MENGOREKSI DIRI DAN PEDULI KEADAAN SENDIRI 🎙Asy-Syaikh Dr. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizhahullah mengatakan, "لماذا الكثير يتكلم والكثير يكتب ويرد لأن وسائل التواصل أسرع طريق للشهرة!! وأما المساجد والدروس فيها، والجلوس لها، مع الاختلاط بالناس ونصحهم، وكذلك الذهاب والإياب عند أهل العلم والاختصاص للقراءة والتأدب بأدبهم!! فهذا شاق ومتعب وشهرته تحتاج زمنا طويلا !! ولهذا يحب المفتون أن يعلقوا على تغريداته في الوسائل ويموت قهرا إذا لم يجد من يصفق له ويعلق عليه. وإذا سألت عن دروسه ودعوته وبحوثه، فهو صفر على الشمال، فنصيحتي لهذا الصنف أن يستحضر الإخلاص لله وحده لا شريك لله فيما يأتي ويذر وينظر في حاله وفي ردوده التي تذكرنا بأناس لا نحب ذكرهم." "Mengapa sekarang banyak orang-orang yang aktif ikut-ikutan berbicara, menulis, dan membantah? Karena media sosial adalah jalan tercepat menuju ketenaran!! Adapun masjid-masjid, dengan menghadiri majelis-majelis ilmu di dalamnya dan senantiasa duduk (menetap) di masjid untuk beribadah, bersamaan dengan itu ia bergaul dengan manusia serta saling menasehati di antara mereka, pergi belajar menemui para ulama, duduk di sisi mereka, mengkhususkan waktu untuk membaca, serta beradab dengan adab mereka. Maka, semua ini berat dan melelahkan!! Untuk mencapai ketenarannya pun membutuhkan waktu yang panjang!! Karena itu, orang-orang yang terfitnah (mencari ketenaran dan popularitas) mereka senang jika ada yang memberi komentar dan respon pada postingan-postingan mereka di media sosial. Mereka menjadi sedih dan kecewa jika tidak ada yang menyukai dan mengomentari postingan tersebut. Namun, jika engkau bertanya kepada mereka tentang materi-materi pelajaran, dakwah, atau karya-karya ilmiah, maka hasilnya sering kali nol besar (tidak memiliki ilmu). Maka, nasihatku kepada golongan orang-orang seperti ini adalah agar mereka menghadirkan keikhlasan yang murni hanya untuk Allah, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Hendaknya mereka berhati-hati, selalu mengoreksi diri, dan senantiasa memperhatikan keadaan mereka sendiri terlebih dahulu, serta memperhatikan komentar-komentar dan postingan-postingan mereka di media sosial. Yang terkadang hal itu (postingan-postingan mereka) mengingatkan kita kepada orang-orang yang kami tidak suka untuk menyebutkan nama-nama mereka.” ©https://t.me/madinasona/5455 🖥Media Channel: 📱 https://telegram.me/sisisalaf/731 📱 https://instagram.com/sisisalaf 📱 https://threads.com/@sisisalaf 📱 https://x.com/sisisalafX 🔗 WhatsApp Group: (ikhwan only) 📱 https://chat.whatsapp.com/DXwLGSkAqRE8xCwWhBfL26 🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄

  • 🙌 IJTIHADIYAH, RUANG UNTUK ILMU DAN ULAMA 🎙Asy Syaikh al ‘Allamah Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah mengatakan, "أَنْ يَكُونَ صَدْرُهُ رَحْبًا فِي مَوَاطِنِ الْخِلَافِ الَّذِي مَصْدَرُهُ الِاجْتِهَادُ؛ لِأَنَّ مَسَائِلَ الِاخْتِلَافِ بَيْنَ الْعُلَمَاءِ إِمَّا أَنْ تَكُونَ مِمَّا لَا مَجَالَ لِلِاجْتِهَادِ فِيهِ، وَيَكُونُ الْأَمْرُ فِيهَا وَاضِحًا، فَهَذِهِ لَا يُعْذَرُ أَحَدٌ بِمُخَالَفَتِهَا، وَإِمَّا أَنْ تَكُونَ مِمَّا لِلِاجْتِهَادِ فِيهَا مَجَالٌ، فَهَذِهِ يُعْذَرُ مَنْ خَالَفَهَا، وَلَا يَكُونُ قَوْلُكَ حُجَّةً عَلَى مَنْ خَالَفَكَ فِيهَا؛ لِأَنَّنَا لَوْ قَبِلْنَا ذَلِكَ لَقُلْنَا بِالْعَكْسِ: قَوْلُهُ حُجَّةٌ عَلَيْكَ. وَأَنَا أُرِيدُ بِهَذَا مَا لِلرَّأْيِ فِيهِ مَجَالٌ، وَيَسَعُ الْإِنْسَانَ فِيهِ الْخِلَافُ، أَمَّا مَنْ خَالَفَ طَرِيقَ السَّلَفِ كَمَسَائِلِ الْعَقِيدَةِ فَهَذِهِ لَا يُقْبَلُ مِنْ أَحَدٍ مُخَالَفَةُ مَا كَانَ عَلَيْهِ السَّلَفُ الصَّالِحُ، لَكِنْ فِي الْمَسَائِلِ الْأُخْرَى الَّتِي لِلرَّأْيِ فِيهَا مَجَالٌ فَلَا يَنْبَغِي أَنْ يَتَّخِذَ مِنْ هَذَا الِاخْتِلَافِ مَطْعَنًا فِي الْآخَرِينَ، أَوْ أَنْ يَتَّخِذَ مِنْهَا سَبَبًا لِلْعَدَاوَةِ وَالْبَغْضَاءِ. فَالصَّحَابَةُ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ - يَخْتَلِفُونَ فِي أُمُورٍ كَثِيرَةٍ، وَمَنْ أَرَادَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَى اخْتِلَافِهِمْ فَلْيَرْجِعْ إِلَى الْآثَارِ الْوَارِدَةِ عَنْهُمْ، يَجِدِ الْخِلَافَ فِي مَسَائِلَ كَثِيرَةٍ، وَهِيَ أَعْظَمُ مِنَ الْمَسَائِلِ الَّتِي اتَّخَذَهَا النَّاسُ هَذِهِ الْأَيَّامَ بَدِيلًا لِلِاخْتِلَافِ، حَتَّى اتَّخَذَ النَّاسُ مِنْ ذَلِكَ تَحَزُّبًا بِأَنْ يَقُولُوا: أَنَا مَعَ فُلَانٍ وَأَنَا مَعَ فُلَانٍ، مَعَ أَنَّ الْمَسْأَلَةَ مَسْأَلَةُ اجْتِهَادٍ، فَهَذَا خَطَأٌ." "Hendaknya seseorang memiliki dada yang lapang (mudah menerima) dalam menyikapi perbedaan pendapat yang sumbernya adalah ijtihad. Karena masalah-masalah yang diperselisihkan para ulama itu ada dua macam: 1. Masalah yang tidak ada ruang untuk ijtihad (berpendapat) di dalamnya dan hukumnya sudah jelas. Dalam masalah seperti ini, tidak ada uzur bagi seseorang untuk menyelisihinya. 2. Masalah yang memang terdapat ruang untuk ijtihad. Dalam masalah seperti ini, orang yang berbeda pendapat mendapat uzur, dan pendapatmu tidak bisa dijadikan hujah (pembenaran) atas orang yang menyelisihimu. Sebab, kalau kita menerima anggapan itu, maka orang lain juga bisa mengatakan sebaliknya: “Pendapatnya itulah yang menjadi hujah atasmu.” Yang saya maksud di sini adalah masalah-masalah yang memang terbuka untuk adanya perbedaan pendapat dan ijtihad. Adapun orang yang menyelisihi jalan para salaf dalam perkara-perkara akidah, maka tidak diterima dari siapa pun penyelisihan terhadap apa yang telah ditempuh oleh salafus shalih. Namun, dalam masalah-masalah lain yang memang ada ruang bagi ijtihad dan perbedaan pendapat, tidak sepantasnya seseorang menjadikan perbedaan tersebut sebagai sarana untuk mencela orang lain, atau menjadikannya sebagai sebab timbulnya penyikapan, permusuhan, perpecahan dan kebencian. Para sahabat radhiyallahu ’anhum mereka berbeda pendapat dalam banyak perkara. Barang siapa ingin mengetahui perbedaan pendapat di antara mereka, hendaklah ia merujuk kepada riwayat-riwayat yang datang dari mereka. Niscaya ia akan mendapati adanya perbedaan pendapat di anatara mereka dalam banyak masalah. Bahkan, masalah-masalah mereka jauh lebih besar daripada masalah-masalah yang terjadi pada zaman ini. yang mana, masalah-masalah zaman ini sering dijadikan oleh sebagian orang sebagai alasan untuk berpecah, bersikap dan berselisih. Sampai-sampai manusia menjadikan hal itu sebagai dasar berkelompok-kelompok (fanatik golongan), dengan mengatakan: “Saya bersama fulan” dan “Saya bersama fulan yang lain”, padahal masalah tersebut hanyalah masalah ijtihad. Maka sikap seperti ini adalah suatu kesalahan." ©Kitabul Ilmi, 31 🖥 Media Channel: 📱 https://telegram.me/sisisalaf/729 📱 https://instagram.com/sisisalaf 📱 https://threads.com/@sisisalaf 📱 https://x.com/sisisalafX 🔗 WhatsApp Group: (ikhwan only) 📱 https://chat.whatsapp.com/DXwLGSkAqRE8xCwWhBfL26 🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄

  • 👤 EMPAT ORANG YANG DIBENCI OLEH ALLAH 🎙Rasulullah ﷺ bersabda, "أربعة يبغضهم الله: البياع الحلاف والفقير المختال والشيخ الزاني والإمام الجائر." Empat orang yang dibenci oleh Allah ﷻ: 1. Pedagang yang suka bersumpah (untuk melariskan dagangannya). 2. Orang miskin yang sombong. 3. Orang tua renta yang berzina. 4. Pemimpin yang zhalim. © As-Silsilah ash-Shahihah, no.363 🖥 Media Channel: 📱 https://telegram.me/sisisalaf/728 📱 https://instagram.com/sisisalaf 📱 https://threads.com/@sisisalaf 📱 https://x.com/sisisalafX 🔗 WhatsApp Group: (ikhwan only) 📱 https://chat.whatsapp.com/DXwLGSkAqRE8xCwWhBfL26 🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄

  • 15 июн.1 00282

    AT-TAFA'UL, SIKAP YANG MENGHIBUR HATI DAN MELAPANGKAN DADA 🎙Asy-Syaikh Shalih Alu Syaikh hafizhahullah mengatakan, “Sikap at-tafa’ul (optimisme) itu melapangkan dada, menghibur hati seorang hamba, serta menghilangkan kesempitan yang ditimbulkan dan ditanamkan oleh setan di dalam hati seorang hamba.” ©At-Tamhid, 340 🖥 Media Channel: 📱 https://telegram.me/sisisalaf/717 📱 https://instagram.com/sisisalaf 📱 https://threads.com/@sisisalaf 📱 https://x.com/sisisalafX 🔗 WhatsApp Group: (ikhwan only) 📱 https://chat.whatsapp.com/DXwLGSkAqRE8xCwWhBfL26 🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄

  • 10 июн.1 087105

    💊 OBATILAH DENGAN DOA, NASEHAT DAN KELEMBUTAN 🎙Asy-Syaikh Dr. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizhahullah mengatakan, • إذا مرض أخوك مرضا - بمعاص أو بخطأ - تذهب وترفسه برجلك، حتى يبتعد عن المنهج السلفي؟ أو أنك تحرص وتأخذ بيده، وتنصحه وتصبر عليه؟ • مثل المريض؛ إذا مرض الرجل أين تذهب به؟  تذهب به إلى المقبرة وتدفنه؟ أو تذهب به إلى أهل الطب والتداوي والمستشفيات، وتحرص عليه وتعطيه الدواء وتعطيه الغذاء؟ • هكذا أيضا أخوك؛  إذا أخطأ تحرص عليه، تأخذ بيده، تترفق، تدعو له، حتى إذا رأى هذه الصفات العظيمة وهذه المحبة فرح بك وتمنى أن يكون مثلك، وقال: لا أنسى هذا الموقف لأخي. لماذا؟ لأنه وقف معي في محنتي. وكم من أناس فيهم من الوفاء عندما يرون إخوانهم وهم يقفون معهم في محنهم. فتجده يرد الحسنة بحسنات، ويرد العطاء بعطاءات، ويكون وفيا. • ونتذكر أثر عائشة عندما امتُحنت رضي الله عنها وأصابها ما أصابها دخلت امرأة من الأنصار تبكي من أجل عائشة. فقالت: «لا أنساها ولا أنسى ما صنعته معي»، مع أنها ما فعلت شيء إلا أنها دخلت تبكي مع عائشة عندما رماها أهل الإفك بالإفك. “Jika saudaramu sakit — karena sebuah kemaksiatan atau karena kesalahan — apakah engkau akan mendatanginya lalu menendangnya dengan kakimu sehingga menyebabkan ia semakin jauh dari manhaj salafi? Ataukah engkau justru bersikap peduli kepadanya, menggandeng tangannya dan menasihatinya, serta berusaha bersabar terhadapnya? Layaknya orang yang sakit, jika seseorang sakit, ke mana engkau akan membawanya? Apakah engkau akan membawanya ke kuburan lalu menguburkannya? ataukah engkau membawanya kepada ahli medis lalu menuju rumah sakit atau tempat berobat, serta engkau memperhatikannya, memberinya obat, dan memberinya makanan? Demikian pula saudaramu, jika ia melakukan kesalahan, maka hendaknya engkau memperhatikannya terlebih dahulu, menggandeng tangannya, bersikap lembut kepadanya, serta mendoakannya. Sampai ketika ia melihat sifat-sifat mulia dan kasih sayangmu ini, ia akan bergembira denganmu dan berharap bisa menjadi sepertimu. Ia akan berkata: “Aku tidak akan melupakan sikap saudaraku ini. Mengapa? Karena ia berdiri bersamaku di saat-saat sulitku.” Betapa banyak manusia yang memiliki sifat setia, ketika mereka melihat saudara-saudaranya berdiri bersama mereka di masa-masa sulit, maka engkau akan mendapati mereka akan membalas satu kebaikan dengan banyak kebaikan, membalas satu pemberian dengan banyak pemberian, dan akhirnya menjadi teman setia. Kita mengingat kisah dari Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika beliau diuji dan musibah menimpanya. Lalu masuk seorang wanita dari kaum Anshar sambil menangis karena apa yang menimpa Aisyah. Maka Aisyah berkata: “Aku tidak akan melupakannya dan tidak akan melupakan apa yang ia lakukan kepadaku.” Padahal wanita itu tidak melakukan sesuatu selain masuk sambil menangis bersama Aisyah ketika para pelaku fitnah menuduh Aisyah dengan tuduhan dusta.” © Cuplikan berharga dari tausiah kepada saudara-saudara kita di Al-Wahat: “Sebagian sifat Ahlus Sunnah.” © https://t.me/hobolalmwelolamea/6767 © https://t.me/Arafatbinhassan 🖥 Media Channel: 📱 https://telegram.me/sisisalaf/716 📱 https://instagram.com/sisisalaf 📱 https://threads.com/@sisisalaf 📱 https://x.com/sisisalafX 🔗 WhatsApp Group: (ikhwan only) 📱 https://chat.whatsapp.com/DXwLGSkAqRE8xCwWhBfL26 🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄

  • 9 июн.759114

    🤝 HARGAILAH SELAMA MASIH DIATAS DALIL DAN HUJJAH 🎙Asy Syaikh Shalah Kantusy al-Adeni hafizhahullah mengatakan, إن من أعظم البلايا في عصرنا هذا أن يوجد في الناس من له آراء وأفكار يريد أن يتبعه الناس عليها، وإذا لم يفعلوا أقام الدنيا ولم يقعدها، بل اجتهد في نسبة كل من خالفه إلى أمور عظيمة، من البدعة والانحراف وغيره، وهذا من الإرهاب الفكري، فلا تستبد بقولك ولا برأيك فإن الناس يعبدون الله تعالى بالحجج والبراهين، فإياك أن تسعى لرياسة تشبه فعل المتصوفة والرو.فض، ورحم الله الشهاب الأذرعي حيث قال: كم ذا برأيك تستبد... ما هكذا الرأي الأسَدُّ. فنسأل الله التوفيق والسداد فيما نقول ونفعل. “Sesungguhnya termasuk musibah terbesar di zaman kita ini adalah adanya sebagian orang yang memiliki pendapat dan pemikiran tertentu, lalu ia ingin agar manusia harus mengikutinya. Jika mereka tidak mengikutinya, maka ia membuat kegaduhan besar dan tidak berhenti darinya. Bahkan, ia bersungguh-sungguh menisbatkan dan menyikapi orang-orang yang menyelisihinya kepada perkara-perkara besar, seperti tuduhan bid‘ah, penyimpangan, dan selainnya. Ini termasuk bentuk memaksakan dalam berpendapat. Maka janganlah engkau bersikap otoriter (memaksakan) dengan ucapanmu dan pendapatmu, karena manusia beribadah kepada Allah Ta‘ala berdasarkan hujjah dan dalil-dalil. Maka waspadalah engkau dari mencari kepemimpinan atau kedudukan yang menyerupai perbuatan kaum sufi dan Syiah Rafidhah. Semoga Allah merahmati Asy-Syihab al-Adzra‘i rahimahullah ketika beliau berkata: “Sampai kapan engkau terus bersikap otoriter (memaksakan) dengan pendapatmu? Bukan seperti itu pendapat yang paling lurus dan kuat.” Maka kita memohon kepada Allah taufik dan kesesuaian (dengan Al Quran dan As Sunnah) dalam apa yang kita ucapkan dan apa yang kita amalkan.” ©https://t.me/kantush1437/5052 🖥 Media Channel: 📱 https://telegram.me/sisisalaf/715 📱 https://instagram.com/sisisalaf 📱 https://threads.com/@sisisalaf 📱 https://x.com/sisisalafX 🔗 WhatsApp Group: (ikhwan only) 📱 https://chat.whatsapp.com/DXwLGSkAqRE8xCwWhBfL26 🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄

  • MENGINGAT MANUSIA HANYA AKAN MEMBAWA LUKA, SEDANGKAN MENGINGAT-NYA ADALAH OBAT 🎙Ibnu 'Aun rahimahullah mengatakan, "ذكر الناس داء وذكر الله دواء." "Mengingat manusia hanya membawa luka dan mengingat Allah adalah obatnya." ©Syu'abul Iman, 1/459 🖥 Media Channel: 📱 https://telegram.me/sisisalaf/714 📱 https://instagram.com/sisisalaf 📱 https://threads.com/@sisisalaf 📱 https://x.com/sisisalafX 🔗 WhatsApp Group: (ikhwan only) 📱 https://chat.whatsapp.com/DXwLGSkAqRE8xCwWhBfL26 🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄

  • 💰PERBAIKILAH URUSAN DUNIA, AGAR TIDAK MENGORBANKAN AGAMA 🎙Ibnu Uyainah rahimahullah mengatakan, "من كان له مال فليصلحه، فإنكم في زمان من احتاج فيه إلى الناس كان أول ما يبذل دينه." "Barangsiapa yang memiliki harta, maka hendaklah ia mengelolanya dengan baik. Sebab, kalian berada pada suatu zaman. Yang apabila seseorang membutuhkan manusia, maka yang pertama kali ia korbankan adalah agamanya." ©At-Tadzkirah al-Hamduniyyah, 8/104 🖥 Media Channel: 📱 https://telegram.me/sisisalaf/713 📱 https://instagram.com/sisisalaf 📱 https://threads.com/@sisisalaf 📱 https://x.com/sisisalafX 🔗 WhatsApp Group: (ikhwan only) 📱 https://chat.whatsapp.com/DXwLGSkAqRE8xCwWhBfL26 🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄

  • 🪑ANTARA TEMAN DUDUK YANG SHALIH DAN KESENDIRIAN 🎙Mutharrif bin asy-Syikhir rahimahullah mengatakan, "Memiliki teman duduk yang shalih lebih baik dibanding sendirian, tetapi sendirian lebih baik dibandingkan memiliki teman duduk yang jelek". ©Az-Zuhd, 259 🖥 Media Channel: 📱 https://telegram.me/sisisalaf/712 📱 https://instagram.com/sisisalaf 📱 https://threads.com/@sisisalaf 📱 https://x.com/sisisalafX 🔗 WhatsApp Group: (ikhwan only) 📱 https://chat.whatsapp.com/DXwLGSkAqRE8xCwWhBfL26 🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄

  • ⏱️ SEAKAN BERDZIKIR SEPANJANG SORE HARI 🎙Imam Ibnul Mubarak rahimahullah mengatakan, “Siapa yang menutup sore harinya dengan dzikir, akan dicatat baginya pahala seakan ia berdzikir sepanjang sore.” ©Lathaiful Ma’arif, 87 🖥 Media Channel: 📱 https://telegram.me/sisisalaf/711 📱 https://instagram.com/sisisalaf 📱 https://threads.com/@sisisalaf 📱 https://x.com/sisisalafX 🔗 WhatsApp Group: (ikhwan only) 📱 https://chat.whatsapp.com/DXwLGSkAqRE8xCwWhBfL26 🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄

  • 🛣 JALAN TERDEKAT UNTUK MENGGAPAI RIDHA-NYA 🎙Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Jalan yang paling dekat untuk sampai kepada (ridha) Allah adalah senantiasa berpegang teguh pada sunnah dan konsisten mengamalkannya, baik secara lahir maupun batin.” © Al Fawaid, 132 🖥 Media Channel: 📱 https://telegram.me/sisisalaf/710 📱 https://instagram.com/sisisalaf 📱 https://threads.com/@sisisalaf 📱 https://x.com/sisisalafX 🔗 WhatsApp Group: (ikhwan only) 📱 https://chat.whatsapp.com/DXwLGSkAqRE8xCwWhBfL26 🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄

  • 📢 IDUL ADHA 1447 H 🎙Asatidzah dan tim Sisi Salaf mengucapkan, SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1447 H تقبل الله منا ومنكم صالح الأعمال Semoga Allah menerima amalan-amalan sholeh kami dan kalian. اللهم تقبّل منا الأضاحي والطاعات، واجعل عيدنا فرحًا بطاعتك، واغفر لنا ولوالدينا، وبارك لنا فيما بقي من أعمارنا. “Ya Allah, terimalah kurban-kurban dan amal ibadah kami, jadikan hari raya kami penuh kebahagiaan dalam ketaatan kepada-Mu, ampunilah kami dan kedua orang tua kami, serta berkahilah sisa umur kami.” 🖥 Media Channel: 📱 https://telegram.me/sisisalaf/701 📱 https://instagram.com/sisisalaf 📱 https://threads.com/@sisisalaf 📱 https://x.com/sisisalafX 🔗 WhatsApp Group: (ikhwan only) 📱 https://chat.whatsapp.com/DXwLGSkAqRE8xCwWhBfL26 🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄

  • 18 мая1 10583

    🎙Ibnul Qayyim rahimahullah berkata ketika mengomentari ucapan Ibnu Taimiyah rahimahullah, “Apabila orang yang cerdas dan utama merenungkan jawaban ini, niscaya ia akan mendapatinya sebagai jawaban yang memuaskan dan mencukupi. Sebab tidak ada hari-hari yang amal di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari sepuluh Dzulhijjah. Di dalamnya terdapat Hari Arafah, Hari Nahr (Idul Adha), dan Hari Tarwiyah. Adapun malam-malam sepuluh terakhir Ramadan, maka itu adalah malam-malam untuk menghidupkan ibadah yang Rasulullah ﷺ biasa menghidupkannya seluruhnya, dan di dalamnya terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Maka siapa yang menjawab selain dengan rincian ini, tidak akan mampu mendatangkan hujah yang benar.” [5] [1]. HR. Sahih al-Bukhari dengan sedikit perbedaan lafadz. [2]. Al-Majmu’, 25/287 [3]. Fathul Bari karya Ibnu Rajab 6/115 [4]. Lathaif Al-Ma’arif, 458 [5]. Bada’i Al-Fawaid 3/162 © https://t.me/Aboomaralmashhdani/2217 🖥 Media Channel: 📱 https://telegram.me/sisisalaf/689 📱 https://instagram.com/sisisalaf 📱 https://threads.com/@sisisalaf 📱 https://x.com/sisisalafX 🔗 WhatsApp Group: (ikhwan only) 📱 https://chat.whatsapp.com/DXwLGSkAqRE8xCwWhBfL26 🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄🗄

  • 🗓 [ Sepuluh Hari Pertama bulan Dzulhijjah adalah Hari-Hari Terbaik di Dunia Secara Mutlak ] عن ابن عباس -رضي الله عنهما-، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (ما من أيام العمل الصالح فيهن أحبُّ إلى الله من هذه الأيام العَشْر، فقالوا: يا رسول الله، ولا الجهاد في سبيل الله؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجل خرج بنفسه وماله، فلم يرجع من ذلك بشيء)). (رواه البخاري 969 باختلاف يسير) قال شيخ الإسلام ابن تيمية -رحمه الله-: "أيام عشر ذي الحِجَّة أفضل من أيام العَشْر من رمضان، والليالي العَشْر الأواخر من رمضان أفضل من ليالي عشر ذي الحِجَّة". (المجموع 25/ 287) وأكد هذا المعنى الحافظ ابن رجب -رحمه الله- فقال: "وهذا الحديث نصٌّ في أن العمل المفضول يصير فاضلًا إذا وقع في زمان فاضل، حتى يصير أفضل من غيره من الأعمال الفاضلة؛ لفضل زمانه. وفي أن العمل في عشر ذي الحِجَّة أفضل من جميع الأعمال الفاضلة في غيره، ولا يُستثنى من ذلك سوى أفضل أنواع الجهاد؛ وهو أن يخرج الرجل بنفسه وماله، ثم لا يرجع منهما بشيء". (فتح الباري لابن رجب 6/ 115) وقال أيضا -رحمه الله-: "دل هذا الحديث على أن العمل في أيامه أحب إلى الله من العمل في أيام الدنيا من غير استثناء شيء منها، وإذا كان أحب إلى الله فهو أفضل عنده". (لطائف المعارف 458) ومما يدل على ذلك ما رواه "البزار" وصححه الشيخ الألباني في "صحيح الجامع 1133" من حديث جابر بن عبدالله -رضي الله عنهما-، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((إن أفضل أيام الدنيا أيام العَشْر، قالوا: يا رسول الله، ولا مثلهن في سبيل الله؟ قال: ولا مثلهن في سبيل الله، إلا من عفَّر وجهه في التراب)). قال ابن القيم -رحمه الله- معلقا على كلام شيخ الإسلام ابن تيمية -رحمه الله-: "وإذا تأمل الفاضل اللبيب هذا الجوابَ، وجده شافيًا كافيًا؛ فإنه ليس من أيام العمل فيها أحب إلى الله من أيام عشر ذي الحِجَّة، وفيها يوم عرفة، ويوم النحر، ويوم التروية، وأما ليالي عشر رمضان، فهي ليالي الإحياء التي كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يحييها كلها، وفيها ليلة خير من ألف شهر، فمن أجاب بغير هذا التفصيل، لم يمكنه أن يُدليَ بحُجَّة صحيحة". (بدائع الفوائد 3/ 162) 🎙Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari yang sepuluh ini.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?” Rasulullah ﷺ menjawab: “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali membawa apa pun dari itu.” [1] 🎙Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Hari-hari sepuluh Dzulhijjah lebih utama daripada hari-hari sepuluh terakhir Ramadan, sedangkan malam-malam sepuluh terakhir Ramadan lebih utama daripada malam-malam sepuluh Dzulhijjah.”  [2] 🎙Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah menegaskan makna ini, beliau berkata: “Hadis ini merupakan dalil yang jelas bahwa amal yang pada asalnya kurang utama dapat menjadi utama apabila dilakukan pada waktu yang mulia, hingga menjadi lebih utama daripada amal-amal utama lainnya karena keutamaan waktunya. Dan bahwa amal pada sepuluh hari Dzulhijjah lebih utama daripada seluruh amal utama di waktu lainnya, tanpa pengecualian apa pun, kecuali jenis jihad yang paling utama; yaitu seseorang keluar dengan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali dengan apa pun dari keduanya.” [3] 🎙Beliau juga berkata: “Hadis ini menunjukkan bahwa amal pada hari-hari tersebut lebih dicintai Allah daripada amal pada seluruh hari di dunia tanpa pengecualian apa pun. Dan jika suatu amal lebih dicintai Allah, maka itu lebih utama di sisi-Nya.” [4] Di antara dalil yang menunjukkan hal itu adalah riwayat Al-Bazzar yang dishahihkan oleh Muhammad Nasiruddin al-Albani dalam “Shahih Al-Jami’ no. 1133”, dari hadis Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: 🎙Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya hari-hari terbaik di dunia adalah hari-hari sepuluh (Dzulhijjah).” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, tidak juga yang semisal dengannya berjihad di jalan Allah?” Beliau menjawab: “Tidak juga yang semisal dengannya berjihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang wajahnya berlumur tanah.”

  • без подписи