SUNNAH DAILY
СтатистикаBerbagi ilmu syar'i berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai pemahaman salafus shalih Media partner: https://t.me/kajianislamchannel
- Последний пост
- 14 авг.
- Последнее чтение
- 15 авг.
- Постов за неделю
- 6
- Всего постов
- 23
- Тип
- открытый
- Язык
- индонезийский
- Категория
- Религия (по похожим)
- В каталоге с
- 13 авг.
- 1/24сутки в ленте
- 137
- 1/48двое суток
- 157
- 1/72трое суток
- 169
Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.
Посты
YANG PENTING BAIK? Sebagian kaum muslimin karena ketidaktahuan mereka, banyak di antara mereka yang melakukan amalan-amalan ibadah yang sebetulnya tidak pernah dituntunkan oleh Nabi. Mereka begitu bersemangat melakukan amalan tersebut namun lemah bahkan meninggalkan amalan-amalan yang sudah valid tuntunannya dari Nabi. Para Ulama menjelaskan bahwa yang demikian ini terjadi karena jauhnya mereka dari ilmu agama yang benar ditambah dengan bisikan waswas setan, “Yang penting ‘kan baik..” Semoga Allah memberikan hidayah ilmu agama yang benar yang shohih berasal dari Nabi kepada kita semua. ✏️ Ustaz Boris Tanesia hafizhahullah ■ Channel Telegram: https://t.me/sunnahdaily_official ■ Channel Whatsapp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb5JtW9CMY0EHlZPd512 ■ Instagram: https://instagram.com/sunnahdaily_official ■ Facebook: https://www.facebook.com/share/15kSJCFz48/
без подписи
FAKTOR-FAKTOR PENENTU PELIPATGANDAAN PAHALA Seseorang yang meniatkan kebaikan lalu mewujudkannya di dalam amalan nyata akan memperoleh pelipatgandaan pahala mulai dari sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, bahkan lebih. Batasan tujuh ratus kali lipat bukanlah angka maksimal. Kadar pelipatgandaan tersebut dapat melonjak lebih tinggi sesuai dengan beberapa faktor penunjang. Perumpamaan pelipatgandaan infak di jalan Allah ‘Azza wa Jalla ini digambarkan secara rinci di dalam Al-Qur’an melalui surat Al-Baqarah: مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 261) Pelipatgandaan ganjaran yang dianugerahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada seorang pelaku kebaikan sangat ditentukan oleh berbagai faktor pendukung: 1. Kadar Keikhlasan 2. Kejujuran Tekad: Kejelasan dan kebenaran niat yang bulat di dalam dada untuk berbuat baik. 3. Kefokusan Hati: Kesungguhan dan kekhusyukan di dalam menyelesaikan amalan kebaikan. 4. Luasnya Manfaat Amalan: Seberapa besar dampak kebaikan amalan tersebut bagi orang banyak. Sebuah amalan dapat bersifat pribadi maupun memberikan dampak kebermanfaatan yang meluas kepada masyarakat. Sumber: https://rodja.id/5z9 ■ Channel Telegram: https://t.me/sunnahdaily_official ■ Channel Whatsapp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb5JtW9CMY0EHlZPd512 ■ Instagram: https://instagram.com/sunnahdaily_official ■ Facebook: https://www.facebook.com/share/15kSJCFz48/
без подписи
BERSABAR DALAM BERDOA Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ ». قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الاِسْتِعْجَالُ قَالَ: يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِى فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ “Doa seorang hamba akan senantiasa dikabulkan, selama dia berdo’a bukan untuk keburukan atau memutus tali silaturahim dan selama dia tidak tergesa-gesa dalam berdo’a. Kemudian seseorang bertanya, ‘Ya Rasulallah, apa yang dimaksud tergesa-gesa dalam berdo’a ?’. Kemudian Rasulullah menjawab, yaitu seseorang yang berkata, ‘Sungguh aku telah berdo’a dan berdo’a, namun tak juga aku melihat do’aku dikabulkan’, lalu dia merasa jenuh dan meninggalkan do’a tersebut”. (HR Muslim) Mungkin seringkali kita tidak menyadari bahwa kata-kata yang keluar dari lisan kita justru yang menghalangi terkabulnya do’a kita. Hal ini disebabkan karena lemahnya ilmu dan iman kita. Hanya kepada Allah kita memohon ampun. Sumber: https://muslimah.or.id/8314-adakah-kita-tergesa-gesa-dalam-berdoa.html ■ Channel Telegram: https://t.me/sunnahdaily_official ■ Channel Whatsapp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb5JtW9CMY0EHlZPd512 ■ Instagram: https://instagram.com/sunnahdaily_official ■ Facebook: https://www.facebook.com/share/15kSJCFz48/
без подписи
Ada orang yang Allah mudahkan berdoa pada ⅓ malam terakhir. Ada pula yang Allah mudahkan berdoa ketika sujud. Ada juga yang Allah mudahkan berdoa saat berpuasa & safar. Yang paling benar-benar diberi taufik adalah orang yang dibukakan hatinya untuk merasakan kefakiran (kebutuhan) kepada Allah, serta merasakan keagungan, keindahan, ketenangan & kebahagiaan dalam berdoa. Dr. Sulthan Al 'Arabi | @sultanalorabi 22/7/2026 @twitulama ■ Channel Telegram: https://t.me/sunnahdaily_official ■ Channel Whatsapp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb5JtW9CMY0EHlZPd512 ■ Instagram: https://instagram.com/sunnahdaily_official ■ Facebook: https://www.facebook.com/share/15kSJCFz48/
без подписи
PAHALA BESAR BAGI YANG MEMBACA 100 AYAT AL-QUR’AN DI MALAM HARI Dari Tamim Ad Dary rodhiyalahu ‘anhu berkata: “Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala sholat sepanjang malam.” (HR. Ahmad dan di shohihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468). Ketika membacanya di dalam sholat-sholat sunnah malam Tahajud dan Witir, maka kita perhatikan jumlah ayat-ayat yang kita baca agar bisa meraih apa yang dijanjikan dalam hadits. Contohnya : membaca QS asy-Syams/91 (15 ayat) di roka’at pertama, lalu membaca QS Adh Dhuha/93 (11 ayat) di roka’at kedua, lalu salam, dengan demikian telah dibaca sedikitnya 26 ayat di sesi pertama. Lalu lanjut sholat tahajjud 2 roka’at lagi dengan membaca surat-surat lainnya seperti QS al-Buruuj/85 (22 ayat) di roka’at pertama, lalu membaca QS al-Qodr/97 (5 ayat) di roka’at kedua, lalu salam, dengan demikian telah dibaca sedikitnya 27 ayat di sesi kedua. Total sesi 1 dan 2 sudah 26 + 27 = 53 ayat.. dan begitu seterusnya, sehingga total minimal 100 ayat, wallahu a’lam Bagi para wanita yang sholat di kamarnya/rumahnya, termasuk sholat tarawih saat Ramadhan, dimana sholat tarawih adalah termasuk sholat malam, maka jangan lewatkan kesempatan ini. Wallahu a’lam. ✏️ Ustaz Abu Yahya Badrusalam hafizhahullah ■ Channel Telegram: https://t.me/sunnahdaily_official ■ Channel Whatsapp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb5JtW9CMY0EHlZPd512 ■ Instagram: https://instagram.com/sunnahdaily_official ■ Facebook: https://www.facebook.com/share/15kSJCFz48/
без подписи
SIBUKKAN DIRI DENGAN HAL POSITIF DAN BERMANFAAT Sibukkan diri dengan hal positif dan bermanfaat Perhatikan perkataan emas yang dinukil oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berikut, وَنَفْسُكَ إِنْ أَشْغَلَتْهَا بِالحَقِّ وَإِلاَّ اشْتَغَلَتْكَ بِالبَاطِلِ “Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, PASTI akan disibukkan dengan hal-hal yang batil” (Al Jawabul Kaafi hal 156) Ini adalah kaidah dalam kehidupan. Apabila waktu kita tidak diisi dengan kegiatan positif, pasti diisi oleh kegiatan negatif. Paling minimal diisi dengan hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat. Buat program, rencana serta target hidup ke depan agar hari-hari kita selalu terisi oleh hal-hal dan kegiatan yang positif. Hendaknya kita perhatikan dan kita atur dengan baik, waktu dan umur yang telah Allah berikan kepada kita. Mayoritas manusia banyak lalai dan menyia-nyiakan waktu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ “Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang” (HR. Bukhari no. 6412) Demikian semoga bermanfaat Sumber: https://muslim.or.id/42113-menyia-nyiakan-waktu-lebih-berbahaya-dari-kematian.html ■ Channel Telegram: https://t.me/sunnahdaily_official ■ Channel Whatsapp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb5JtW9CMY0EHlZPd512 ■ Instagram: https://instagram.com/sunnahdaily_official ■ Facebook: https://www.facebook.com/share/15kSJCFz48/
без подписи
SAUDARA IPAR BUKAN MAHRAM Terdapat hadis dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ . قَالَ الْحَمْوُ الْمَوْتُ “Berhati-hatilah kalian masuk menemui wanita.” Lalu seorang laki-laki Anshar berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda mengenai ipar?” Beliau menjawab, “Hamwu (ipar) adalah maut.” (HR. Bukhari 5232 dan Muslim 2172). Makna kata al-Hamwu (Ipar) seperti yang disebutkan dalam hadis adalah kerabat suami, selain ayah atau anaknya. Karena ayah dan anak suami (jika menikah dengan duda) adalah mahram bagi istri. Sementara saudara suami, keponakan suami, paman suami, dst. mereka bukan mahram bagi istri. An-Nawawi mengatakan, المراد بالحمو هنا أقارب الزوج غير آبائه وأبنائه، فأما الآباء والأبناء فمحارم لزوجته تجوز لهم الخلوة بها ولا يوصفون بالموت، وإنما المراد الأخ وابن الأخ والعم وابنه ونحوهم ممن ليس بمحرم Yang dimaksud al-Hamwu adalah kerabat suami, selain ayah dan anaknya. Karena ayah dan anaknya suami adalah mahram bagi istri. Boleh berduaan dengannya, dan tidak disebut sumber maut (kehancuran). Namun yang dimaksud dalam hadis adalah saudara suami, keponakan suami, paman suami, sepupu suami atau yang lainnya, yang bukan mahram baginya. Kemudian, an-Nawawi mengatakan, وعادة الناس المساهلة فيه، ويخلو بامرأة أخيه فهذا هو الموت، وهو أولى بالمنع من الأجنبي لما ذكرناه Dan kebiasaan orang menganggap biasa masalah ini. Ada orang yang berduaan dengan istri saudaranya. Inilah kebinasaan (al-Maut). Sehingga mereka lebih layak untuk dicegah agar tidak terjadi khalwah, dari pada orang lain. (Syarh Shahih Muslim, an-Nawawi, 14/154). Sumber: https://konsultasisyariah.com/32089-saudara-ipar-bukan-mahram.html ■ Channel Telegram: https://t.me/sunnahdaily_official ■ Channel Whatsapp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb5JtW9CMY0EHlZPd512 ■ Instagram: https://instagram.com/sunnahdaily_official ■ Facebook: https://www.facebook.com/share/15kSJCFz48/
без подписи
TIGA PILAR DAKWAH SALAF Syekh al-Albani rahimahullah mengatakan, "Prinsip dakwah salaf dibangun di atas tiga pilar: Alquranul-karim, sunnah yang sahih dan memahami keduanya sesuai manhaj salafush shalih dari kalangan sahabat, tabiin dan tabiut-tabiin. Sementara sebab kesesatan sekte-sekte semuanya yaitu karena tidak berpegang teguh dengan pilar ketiga." (Majalah al-Asholah, edisi 27) Sumber: https://www.sulhan.net/ ■ Channel Telegram: https://t.me/sunnahdaily_official ■ Channel Whatsapp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb5JtW9CMY0EHlZPd512 ■ Instagram: https://instagram.com/sunnahdaily_official ■ Facebook: https://www.facebook.com/share/15kSJCFz48/
без подписи
PERBANYAK SHALAWAT DI HARI JUMAT Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan ligoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya-) Di antara shalawat yang dianjurkan yang dapat kita amalkan adalah: [1] Dari Zaid bin Abdullah berkata bahwa sesungguhnya mereka dianjurkan mengucapkan, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ “Allahumma sholli ‘ala Muhammad an nabiyyil ummiyyi. [Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad Nabi yang Ummi]” (Fadhlu Ash Sholah ‘alan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam no. 60. Syaikh Al Albani mengomentari bahwa hadits ini shohih) [2] Dari Ka’ab bin ‘Ujroh, beliau mengatakan, “Wahai Rasulullah, kami sudah mengetahu bagaimana kami mengucapkan salam padamu. Lalu bagaimana kami bershalawat padamu?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ucapkanlah, اللَّهُمَّ صّلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ “Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama shollaita ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid” [Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan kerabatnya karena engkau memberi shalawat kepada kerabat Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia] (Fadhlu Ash Sholah ‘alan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam no. 56. Syaikh Al Albani mengomentari bahwa sanad hadits ini shohih) [3] Dalam riwayat Bukhari no. 3370 terdapat lafazh shalawat sebagai berikut, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ “Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama shollaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid. Allahumma barik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama barokta ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid.” [Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan kerabatnya karena engkau memberi shalawat kepada Ibrahim dan kerabatnya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Muhammad dan kerabatnya karena engkau memberi keberkahan kepada Ibrahim dan kerabatnya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia] Itulah bacaan shalawat yang dapat kita amalkan dan hendaknya kita mencukupkan diri dengan shalawat yang telah diajarkan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Janganlah kita mengamalkan shalawat yang sebenarnya tidak ada tuntunan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, apalagi mengandung kesyirikan semacam shalawat nariyah. Butuh pembahasan tersendiri untuk membahas shalawat nariyah ini. Sumber: https://rumaysho.com/203-perbanyaklah-shalawat-di-hari-jumat.html ■ Channel Telegram: https://t.me/sunnahdaily_official ■ Channel Whatsapp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb5JtW9CMY0EHlZPd512 ■ Instagram: https://instagram.com/sunnahdaily_official ■ Facebook: https://www.facebook.com/share/15kSJCFz48/
без подписи
TATA CARA SALAT SUNAH RAWATIB ZUHUR Salat sunah rawatib Zuhur dapat dilakukan dengan beberapa cara: ▪︎ Pertama: Empat rakaat sebelum Zuhur dan empat rakaat setelahnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, من حافظ على أربع ركعات قبل الظهر وأربع بعدها، حرمه الله على النار ‘Barangsiapa yang menjaga empat rakaat sebelum Zuhur dan empat rakaat setelahnya, Allah akan mengharamkannya dari api neraka.‘ ” (HR. Tirmidzi no. 428 dan Ibnu Majah no. 1160. Disahihkan oleh Al-Albani) ▪︎ Kedua: Empat rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat setelahnya. Dari Ummu Habibah, beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ما من عبدٍ مسلمٍ يصلِّي للهِ تعالى في كلِّ يومٍ ثِنْتي عشرةَ ركعةً تطوُّعًا غيرَ فريضةٍ إلا بنى اللهُ تعالى له بيتًا في الجنَّةِ ، أو : إلا بُنِيَ له بيتٌ في الجنَّةِ :أربعًا قبلَ الظهرِ ، و ركعتَين بعدَها ، و ركعتَين بعد المغربِ ، و ركعتَين بعد العشاءِ ، و ركعتَين قبلَ صلاةِ الغَداةِ. ‘Tidaklah seorang hamba muslim yang melaksanakan dua belas rakaat setiap hari selain dari salat fardu, kecuali Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga, yaitu empat rakaat sebelum Zuhur, dua rakaat setelah Zuhur, dua rakaat setelah Magrib, dua rakaat setelah Isya, dan dua rakaat sebelum fajar.‘ ” (HR. Tirmidzi no. 415. Disahihkan oleh Al-Albani) Hadis ini menunjukkan dianjurkannya melaksanakan empat rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat setelahnya. ▪︎ Ketiga: Dua rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat setelahnya. Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata, “Aku hafal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sepuluh rakaat selain dari salat wajib, yaitu dua rakaat sebelum Zuhur, dua rakaat setelah Zuhur, dua rakaat setelah Magrib, dua rakaat setelah Isya, dan dua rakaat sebelum fajar.” (HR. Bukhari no. 1180 dan Muslim no. 729) Hadis ini menunjukkan dianjurkannya melaksanakan dua rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat setelahnya. Cara mana pun yang dipilih seorang muslim dengan niat untuk melaksanakan salat rawatib Zuhur, maka hal itu dianggap cukup dan ia telah menunaikan sunah ini. Sumber: https://muslim.or.id/100492-fikih-salat-sunah-rawatib-dzuhur.html ■ Channel Telegram: https://t.me/sunnahdaily_official ■ Channel Whatsapp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb5JtW9CMY0EHlZPd512 ■ Instagram: https://instagram.com/sunnahdaily_official ■ Facebook: https://www.facebook.com/share/15kSJCFz48/
без подписи