- Последний пост
- 12 авг.
- Последнее чтение
- 15 авг.
- Постов за неделю
- 3
- Всего постов
- 55
- Тип
- открытый
- Язык
- und
- В каталоге с
- 13 авг.
- 1/24сутки в ленте
- 19
- 1/48двое суток
- 21
- 1/72трое суток
- 23
Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.
Посты
Jangan dikira tidak ada pergeseran pada akidah kalian, akidah kita, akidah Ahlussunnah. Sangat mungkin terjadi pergeseran. Dan biasanya, awal pertama pergeseran tersebut adalah dari mengghibahi penguasa. Dan ini adalah ucapan sahabat yang mulia Abu Darda radhiyallahu ta'ala 'anhu dinukil dalam kitab At-Tamhid, qala: "Inna awwala nifaqil-mar'i ta'nuhu 'ala imamih". Saya ulangi ucapan beliau radhiyallahu ta'ala 'anhu: "Inna awwala nifaqil-mar'i ta'nuhu 'ala imamih", pertama munculnya kemunafikan seseorang adalah cercaannya terhadap penguasanya. Awal kemunafikan. Katanya Ahlussunnah, tapi mulutnya ghibah. Yang dighibahinya adalah penguasa. Ikut siapa? Ikut para sahabat? Tidak. Ikut para tabi'in? Tidak. Ikut para Ahlul Hadits? Tidak. Ikut siapa dia? Mulutnya menyatakan 'saya Ahlussunnah, saya Salafi', tetapi mulutnya mencerca penguasa, mengghibahi penguasa, menjatuhkan kehormatan para penguasa, menyebarkan dengan jempol jarinya, share sekian berita-berita yang menjatuhkan penguasa. Kaum muslimin rahimani wa rahimakumullah, wahai Ahlussunnah, fashbiru. Sabarlah dan kokohlah di atas manhaj Salaf. Walaupun engkau dianggap aneh. Saking banyaknya gelombang manusia yang mencerca penguasa, saking banyaknya provokasi. Kamu yang beristiqamah di atas Sunnah dianggap aneh. 'Kamu ini bagaimana? Kesalahannya di depan mata, sekian besarnya!' Ikhwaniddin a'azzakumullah, kaum muslimin rahimani wa rahimakumullah, di depan mata yang mana? Di depan kaca. Di depan layar HP. Di depan komputer. Yang maknanya adalah dari mereka-mereka yang menyebarkan provokasi tadi. Man hum? Bukan Ahlussunnah. Man hum? Bukan Salafiyyun. Man hum? Bukan orang baik. Mereka menghendaki kehancuran negeri ini. Mereka menghendaki kekacauan yang terjadi. Mereka bahkan terang-terangan berkata bahwa sekian tahun lagi harus terjadi chaos, harus! Mereka katakan mesti dan kita upayakan untuk memaksa demikian dan demikian. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Kaum muslimin rahimani wa rahimakumullah, negeri yang mayoritas muslimin, negeri yang masya Allah mayoritas orang-orang yang membaca Al-Qur'an, membaca hadits, orang-orang yang mengerti tentang perintah Allah dan Rasul-Nya, kalau sampai hancur, siapa yang rugi? Kaum muslimin. Siapa korbannya? Kaum muslimin. Siapa yang merasakan akibatnya? Kaum muslimin. Sedangkan yang lain tertawa di luar sana. Orang-orang di luar Islam gembira, 'Lihatlah sebuah negeri Islam yang besar telah hancur'. Seakan-akan misi mereka telah berhasil sehingga mereka akan berkata, 'Yang ini selesai, tinggal yang itu'. Kaum muslimin rahimani wa rahimakumullah, "Iyyakum wa la'nal-wulah", masih lanjutan ucapan Abu Darda. "Iyyakum wa la'nal-wulah", hati-hati kalian dari melaknat para penguasa. "Fa innaha haliqah", karena melaknat penguasa itu adalah pencukur. Aku tidak berkata pencukur rambut, tetapi pencukur agama. Lihat ikhwaniddin a'azzakumullah, yang tadi dikatakan bibit kemunafikan pertama kali adalah entengnya mulut mencerca penguasa. Sekarang dikatakan haliqah, yang mencukur agama, yaqridud-dina qardan-qardan, menggunting agama sedikit demi sedikit. Kaum muslimin rahimani wa rahimakumullah, ittaqullah. Ittaqullaha washbiru, fa innal-amra qarib. Bertakwalah kepada Allah dan sabarlah. Sabarlah, karena sesungguhnya urusannya sebentar. Dekat. Imma sutira aw isturiha. Imma kita istirahat, wa imma kita diistirahatkan. Artinya imma kita istirahat, kita wafat, selesai. Beban tadi hilang. Segala macam fitnah-fitnah selesai kalau kita diwafatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Atau sebaliknya, Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan takdir-Nya menggantinya dengan yang lebih baik. Sabar. Imma sutira aw isturiha. Bisa jadi engkau istirahat atau engkau diistirahatkan dari dia. Itu barakallahu fiikum kalau-kalau sangat-sangat berat kekurangannya. Sedangkan yang kita lihat, alhamdulillah, semua kegiatan, semua upaya dan usaha manusia, rakyat sekarang ini, aman, lancar, tidak ada segala macam penghalang-penghalang, walhamdulillah. Ikut membagikan: https://t.me/galerisendangmulyo/6014 Sumber audio: https://t.me/salafymaluku/4815
YANG MENGHERANKAN , MENGAKU AHLUSSUNNAH TETAPI MENCERCA / MENCELA PEMERINTAHNYA !!! Disampaikan oleh; Al Ustadz Muhammad Bin Umar AsSewed حفظه اللّٰه TRANSKRIP KAJIAN: …. Sehingga dikatakan oleh Anas ibnu Malik radhiyallahu ta'ala 'anhu, dan beliau adalah sahabat yang akhir-akhir wafat. Artinya mengalami sekian pergantian penguasa. Dari Khulafaur Rasyidin, kemudian berlanjut dengan Bani Umayyah, dengan sekian khalifahnya. Kaum muslimin rahimani wa rahimakumullah, apakah tidak terjadi kezaliman, kecurangan di zaman Bani Umayyah? Kata Anas ibnu Malik, ketika melihat gejolak dari kaum Khawarij, ketika melihat gejolak dari kaum Syi'ah Rafidha, yang mulai melupakan prinsip agama ini. Maka Anas ibnu Malik menyatakan: "Nahana kubara'una min as-habi Rasulillah", telah melarang kami pembesar-pembesar kami dari para sahabat Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam. Tidak disebut satu atau dua. Disebut: "Kubara'una min as-habi Rasulillah", pembesar-pembesar kami, tokoh-tokoh besar kami dari kalangan para sahabat, semuanya memperingatkan kami: "La tasubbu umara'akum, wa la taghussuhum, wa la tubghiduhum, wattaqullaha washbiru". Lengkap. Nasihat dari Anas ibnu Malik mengatasnamakan para sahabat. Bahwa mereka melarang kami: Jangan mencerca penguasa-penguasa kalian. Jangan kalian ghish (curang/zalim) kepada mereka. Wa la tubghiduhum, dan jangan membenci mereka. Wattaqullah, bertakwalah kepada Allah. Washbiru, takutlah kepada Allah dan sabarlah. Kaum muslimin rahimani wa rahimakumullah, takutlah kepada Allah, bertakwalah kepada Allah. Karena kenikmatan tersebut kalau tidak disyukuri akan dicabut. Yaitu dicabutnya ketenteraman dan ketertiban, dicabutnya keamanan, dicabutnya barakallahu fiikum kenikmatan al-jama'ah. Yaitu ditimpa lawannya dari al-jama'ah, terpecah-pecah, terkotak-kotak, kemudian terjadi perang saudara, dan seterusnya, dan seterusnya. Dan semua itu dimulai dengan sabb, dengan cercaan di mulut yang enteng terucap. Yang kadang-kadang kita heran, kita Ahlussunnah, mengaku pengikut Salaf, ikut-ikutan berbicara tentang penguasa yang tidak hikmah katanya, yang tidak adil katanya, yang katanya begini dan begitu, terbawa dengan media. Media cetak, media elektronik, ataupun media internet. Yang sungguh terlalu banyak berita-berita yang seperti itu. Dan itu sangat menyedihkan. Sangat disayangkan. Kaum muslimin termakan dengan berbagai macam fitnah-fitnah, provokasi-provokasi yang arahnya sama: mencerca penguasa, menjatuhkan kehormatan penguasa, su'udzon kepada penguasa, berburuk sangka kepada penguasa, mencari-cari tajassus kesalahan penguasa. Itu seakan-akan menjadi tren hari ini. Ushikum wa nafsi bitaqwallah. Aku wasiatkan pada antum semua kaum muslimin, termasuk saya di dalamnya, untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Bertakwalah kepada Allah dan sabarlah. Sabar dengan makna istiqamah di atas dakwah Salafiyah. Sabar bermakna istiqamah di atas jalan para sahabat, di atas jalan Salaf. Yaitu sabar menghadapi kekurangan para penguasa. In sadaq, kalau benar beritanya. Apakah boleh kita ghibah? Kalau benar beritanya, bolehkah kita memprovokasi? Tetap saja haram. Bahkan Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu ta'ala menyatakan bahwa ghibah adalah dosa besar. Dan akan lebih besar lagi kalau yang dighibahi adalah para ulama atau para umara. Lebih besar dosanya. Kalau yang diceritakan kejelekannya adalah penguasa atau ulama. Siapa yang mengghibahi para ulama, rusak agamanya. Dan siapa yang mengghibahi para penguasa, rusak dunianya. Kaum muslimin rahimani wa rahimakumullah, maka dikatakan oleh Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam: "Fashbiru hatta talaqawni 'alal-haudh". Ikhwaniddin a'azzakumullah, jangan dikira hati tidak bergolak. Jangan dikira hati tidak bisa berubah. Hati itu kal-mirjal, bergolak seperti periuk yang mendidih. Bisa berubah-ubah kapan saja.
YANG MENGHERANKAN , MENGAKU AHLUSSUNNAH TETAPI MENCERCA / MENCELA PEMERINTAHNYA !!! Disampaikan oleh; Al Ustadz Muhammad Bin Umar AsSewed حفظه اللّٰه
🤲 📌 DOA MEMOHON AMPUNAN DAN TAUBAT ((رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُورُ)) RABBIGHFIRLI WA TUB 'ALAYYA, INNAKA ANTAT TAWWABUL GHAFUR “Ya Rabbku, ampunilah aku, terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Pengampun.” 📚 Diriwayatkan oleh Abu Dawud, no. 1518. https://t.me/SalafyPalembang/28481 Gabung Channel: 🌐 https://t.me/SalafyPalembang 🎧 https://t.me/RadioIbanah 🔘 https://t.me/galeri_pip ☆☆☆☆☆☆☆☆
BERTEMAN DENGAN ORANG SALEH #shalat #teman #saleh #kebaikan is.gd/GPDte is.gd/GPDig is.gd/GPDtwit
🪸🔥 Zaman Di Mana Kata-Kata Yang Lebih Banyak Dari Ilmu • Al-Imam Hamad bin Zaid رحمه الله bertanya kepada al-Imam Ayub (as-Sikhtiyani, wafat 131H) رحمه الله, “Di hari ini ilmu yang lebih banyak ataukah (ianya lebih banyak) di zaman dahulu?” Maka jawab al-Imam Ayub, “Di zaman ini kata-kata (omongan) yang lebih banyak, adapun di zaman dahulu ilmu yang lebih banyak.” (Al-Ilal 405) • Al-Imam Ayub as-Sikhtiyani رحمه الله itu hidup 1317 tahun yang lampau dan itu jawapan beliau, duhai apa kiranya jawapan beliau jika beliau ditanya di zaman kita sekarang? Berapa banyak orang berani berbicara dalam masalah besar, sementara untuk ibadah dia sendiri masih banyak yang harus dia perbaiki. إلى الله المشتكى ✍🏼 Al-Ustadz Usamah Mahri حفظه الله 📚 ll مجموعة طريق السلف ll 📚 🌐 www.thoriqussalaf.com 🌐 http://telegram.me/thoriqussalaf 📱 Turut menyebarkan ilmu: https://t.me/salafydemak http://salafydemak.com
✳️ Yang Seharusnya Ada Dalam Diri Seorang Muslim 📲 𝚂𝚑𝚊𝚛𝚎, 🚫 𝙽𝚘 𝙲𝚛𝚘𝚙! ➡️ 𝙁𝙤𝙡𝙡𝙤𝙬 : 🔹Telegram : t.me/syababbaubau 🔹Saluran Whatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029VabqNviFMqrbyEsIus1P/101 🔹Instagram : https://www.instagram.com/syababbaubau 🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃 〰〰〰〰〰〰〰 📌 ” العلم قبل القول و العمل “ 𝘉𝘦𝘳𝘪𝘭𝘮𝘶 𝘚𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘉𝘦𝘳𝘶𝘤𝘢𝘱 𝘥𝘢𝘯 𝘉𝘦𝘳𝘢𝘮𝘢𝘭
#bahaya #riba
⌛HARI KIAMAT (Bagian 1) 📝 Dalil-dalil Tentang Dekatnya Hari Kiamat Allah Ta'alaa berfirman: وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ ٱلسَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا Artinya : "Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi kiamat itu sudah dekat." (QS. al-Ahzab: 63) ٱقْتَرَبَتِ ٱلسَّاعَةُ وَٱنشَقَّ ٱلْقَمَرُ Artinya : "Telah dekat datangnya kiamat dan di saat itu bulan akan terbelah." (QS. al-Qomar: 1) Dari sahabat Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: بُعِثْتُ أنا والسَّاعَةَ كَهاتَيْنِ وقَرَنَ بيْنَ السَّبَّابَةِ والوُسْطَى. "Jarak antara diutusnya aku dengan datangnya kiamat seperti kedua jari ini (beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mendekatkan jari telunjuk dengan jari tengahnya)." (HR. Al-Bukhari no. 5301) Pusat Informasi, Kritik & Saran. https://t.me/forumiman http://wa.me/081232259118 https://t.me/Official_ForumImanID 📲 Grub Whatsapp /Khusus Ikhwan https://chat.whatsapp.com/JyfMWfyInEl6nn6xzLtg1N ➖➖➖➖
💎💐 KETIKA NILAI YANG MULIA DITUKAR DENGAN YANG RENDAH ▪️ Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata: فلا إله إلا الله، ما أنقَصَ عقلَ من باع الدرَّ بالبعر، والمسكَ بالرجيع، ومرافقةَ الذين أنعم الله عليهم من النبيين والصدّيقين والشهداء والصالحين بمرافقة الذين غضب الله عليهم، ولَعَنهم، وأعدّ لهم جهنَّم وساءت مصيرًا . “Laa ilaaha illallaah! Betapa dangkalnya akal orang yang menjual mutiara demi mendapatkan kotoran hewan, dan menukar harumnya kesturi demi onggokan tinja. (Betapa bodohnya ia) menukar kebersamaan dengan orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah—yakni para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh—demi bersahabat dengan orang-orang yang dimurkai Allah, yang dilaknat oleh-Nya, dan yang telah disediakan bagi mereka Neraka Jahanam; dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” 📚 Ad-Daa' wa ad-Dawaa' (Halaman 196) • • • • 📝 Tim Admin Hikmah Salafiyyah: Ustadz Abdul Halim hafizhahullah 🌐 https://t.me/hikmahsalafiyyah 📄 Ikuti Saluran WhatsApp kami untuk faidah lainnya: 🌐 https://whatsapp.com/channel/0029VbCGmkBI1rclwFQGuZ0U 📡📻 Dengarkan Kajian Islam dan Murotal al-Qur'an setiap saat di Radio Islam Indonesia (Versi Baru) http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2 ▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✋🏻📢💦🌹 KEADAAN MANUSIA TATKALA MENGHADAPI MUSIBAH ✍🏻 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata: إن الإنسان عند حلول المصيبة له اربع حالات الحال الاولى:. ان يتسخط الحال الثانيه . إن يصبر الحال الثالثة ان يرضى الحال الرابعة:أن يشكر Tatkala menghadapi musibah, manusia ada 4 keadaan: 1. Ada orang yang berkeluh kesah. 2. Ada yang bersabar. 3. Ada yang rela (ridha). 4. Ada yang bersyukur. 📚 (Syarh Riyadhush Shalihin 1/63) Dalam lanjutan penjelasan beliau rahimahullah, diperoleh kesimpulan bahwa berkeluh kesah tidak sepantasnya dilakukan karena: • Tetap tidak akan menyelamatkannya dari musibah tersebut, • Terancam diharamkan dari pahala dan bahkan berdosa. Semoga kita diberikan taufik untuk bersikap dengan tiga keadaan selain itu. 🌎 Kunjungi || https://forumsalafy.net/keadaan-manusia-tatkala-menghadapi-musibah/ ⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia ⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy 💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
📢✋🏻💐 PENJELASAN RINGKAS TENTANG SIFAT DUNIA وقيل لعلي بن أبي طالب: يا أبا الحسن صف لنا الدنيا؟ قال: أطيل أم أقصر؟ قالوا: بل أقصر. قال: حلالها حساب، وحرامها النار Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu ditanya, “Wahai Abul Hasan, jelaskan sifat dunia kepada kami!” Beliau bertanya, “Penjelasan yang panjang atau yang ringkas?” Mereka menjawab, “Yang ringkas saja.” Ali bin Abi Thalib berkata, “Urusan dunia yang halal, kelak pasti dihisab; sedangkan urusan dunia yang haram, akibatnya adalah neraka.” 📚 Mausu’ah Ibni Abi ad-Dunya 5/26 🌎 Kunjungi || https://forumsalafy.net/penjelasan-ringkas-tentang-sifat-dunia/ ⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia ⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy 💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
Bentuk pondasi Ka'bah Nabi Ibrahim alaihissalam, seperti punuk onta.
🔑 Pemegang Kunci Ka'bah 👤 Pertama yang memegangnya adalah Nabi Ismail alaihissalam, lalu putra beliau Tsabit dan turun ke anak cucunya. Lalu oleh suku Jurhum. Berlanjut kepada Kabilah Khuza'ah, kemudian kepada Kakek Nabi ﷺ yang keempat: Qushai bin Kilab. 🕌 Ketika Fathu Makkah (8 H) Nabi ﷺ mengamanahkan kunci Ka'bah kepada Utsman bin Thalhah radhiallahu anhu dan hingga saat ini kunci Ka'bah dipegang oleh keluarga Bin Thalhah. Tidak ada yang merampas dari mereka kecuali dzalim. Ini juga menjadi Mukjizat Nabi ﷺ. Saat ini kunci Ka'bah di tangan Dr Shalih Zainul Abidin Asy Syibi dari Bin Thalhah. Pemerintah saudi tetap menjaga wasiat Nabi ﷺ. 🌷Multazam "Doa di Multazam diperbokehkan. Banyak sahabat melakukannya, dan diriwayatkan pula dari Nabi ﷺ bahwa beliau melakukannya, namun sanadnya masih diperselisihkan. Akan tetapi, karena sebagian sahabat melakukannya, maka hal ini dibolehkan. Multazam adalah tempat antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah". (Kalam Syaikh Abdul Aziz bin Baz). 🔺Penting Syaikh Abdul Aziz bin Baz melanjutkan: "Adapun bergelantungan pada kiswah Ka’bah, maka kami tidak mengetahui adanya dasar amalan tersebut. Semestinya untuk ditinggalkan." Ka'bah adalah jantung tauhid dunia. Ka'bah selalu dirindukan umat islam. Shalat di Masjid nya setara dengan 100.000 kali pahala shalat di tempat yang lain. 🤲 Semoga Allah memanggil semua pembaca untuk segera melaksanakan haji dan umrah. Amin. (Tarikh Makkah Mukarramah 33-46. Tafsir Thabari Surat Al Baqarah: 127. Situs Resmi Syaikh Abdul Aziz bin Baz). https://t.me/Teladanumat
🕋 Ka'bah: Jantung Tauhid Umat Manusia Di hadapan Ka'bah, manusia belajar bahwa seluruh dunia ini kecil. Raja dan rakyat, kaya dan miskin, semuanya melebur menjadi hamba yang mengangkat tangan kepada Rabb yang satu. Pilar tauhid kuat terasa. Ka'bah adalah saksi bisu perjalanan para nabi, tangisan orang-orang shalih, dan sujud jutaan kaum mukminin sepanjang zaman. 📝 Nama-Nama Ka'bah: Ka'bah dalam Al Maidah 97. Al Bait dalam Ali Imran: 96. Baitullah Al-Baqarah: 125. Al Baitul Haram dalam: Al Maidah: 97. Al Baitul Atiq dalam Al Haj: 29. Qiblah dalam Al-Baqarah 144. 📜 Sejarah Pembangunan dan Renovasi Dalam lintas sejarah Ka'bah dibangun oleh 12 pihak. Malaikat, Adam alahissalam, Syits bin Adam alaihissalam, Ibrahim dan Ismail alaihimassalam, Amaliqah, Jurhum, Qushai bin Kilab, Quraisy, Abdullah bin Zubair tahun 65 H, Hajjaj bin Yusuf tahun 74 H, Sulthan Murad Al Utsmani tahun 1040 H, Terakhir Raja Fahd bin Abdul Aziz tahun 1417 H/1996 M. 🧱 Sebelum Nabi Ibrahim, Ka'bah dibangun oleh Nabi Adam sebagaimana dalam riwayat. Namun ia hancur. Lalu Allah menunjukkan kepada Nabi Ibrahim lokasi tersebut dan beliau bersama putranya membangunnya kembali dengan pondasi dan bangunan yang kokoh. (Tafsir Thabari Al Baqarah: 127). 🪧 Ketika Abdullah bin Zubair radhiallahu anhuma ingin merenovasi Ka'bah. Beliau menghancurkan bangunannya dan pondasi Nabi Ibrahim terlihat jelas. Bentuknya seperti punuk unta. 🏗️ Kemudian pada tahun 1417 H Raja Fahd melakukan renovasi besar besaran untuk Ka'bah, setelah berlalu sekitar 377 tahun. ⛏️ Diantaranya ada renovasi pondasi. Maka dilakukanlah penggalian 1,4 meter kebawah. Dan pondasi Nabi Ibrahim kembali tampak terlihat. ✨ Maka pondasi Ibrahim alaihissalam menjadi mukjizat abadi hingga kiamat. Melambangkan kekokohan dan hasil indah dari kemurnian niat dan tauhid. Allahu Akbar. 🕌 Al Hathim atau lebih dikenal dengan Hijr Ismail adalah bagian dari Ka'bah. Lalu saat Quraisy melakukan renovasi mereka kehabisan dana, dan mengurangi bangunannya dan akhirnya Ka'bah menjadi seperti sekarang. Maka jika kita melakukan shalat di dalam lingkaran hijr ismail sejatinya kita telah shalat di dalam Ka'bah. Karenanya thawaf tidak boleh di dalamnya. 🛠️ Abdullah bin Zubair radhiallahu anhuma merenovasi Ka'bah dan mengembalikannya persis seperti bangunan Ibrahim alaihissalam. 📨 Sayangnya Al Hajjaj selaku Gubernur menulis surat kepada Amirul Mukminin Abdul Malik bin Marwan dan mengabarinya bahwa Abdullah bin Zubair telah menambah Ka'bah. ⚖️ Maka ia mengizinkan Al Hajjaj untuk merubahnya kepada bangunan Quraisy. 📖 Tak lama setelahnya Abdul Malik baru mengetahui bahwa ternyata bangunan Abdullah bin Zubair yang benar. Dan bahwa Abdullah bin Zubair telah melakukan harapan Nabi yang beliau katakan kepada Aisyah 🗣️ "Seandainya bukan karena kaum mu baru mengenal islam maka akan aku bangun Ka'bah (sesuai bangunan aslinya)". 😔 Dengan ini, Abdul Malik menyesal berat. Beliau menyatakan: 📝 "Seandainya saja saya mengetahui hadis ini sebelum saya merenovasinya, maka niscaya akan aku biarkan bangunan Abdullah bin Zubair". 🏛️ Pada masa Abbasiyyah. Sebagian dari Raja nya bertanya kepada Imam Malik soal mengembalikan Ka'bah sebagaimana yang dibangun Nabi Ibrahim dan Abdullah bin Zubair. 📚 Maka beliau tidak menyarankan hal tersebut. Agar tidak disalahpahami kembali oleh generasi mendatang. Sehingga kehormatan dan keagungan Ka'bah turun. 🕋 Maka tetaplah bangunan Ka'bah tersebut hingga saat ini.
MAKSIMALKAN MEDIA SOSIAL DALAM BERDAKWAH ⤵️ Join : https://t.me/Fadhlulislam/12502 🪀Ikuti saluran FADHLUL ISLAM di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaEPggWHFxOxCVfk2j28/3692 Ambil Faedahnya Serta Sebarkan, Semoga Menjadi Pahala Untuk Kita Semuanya
🔰𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚-𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗘𝗡𝗚𝗚𝗔𝗡 𝗠𝗔𝗦𝗨𝗞 𝗦𝗨𝗥𝗚𝗔 ------------------ Dari Abu Hurairah: Bahwa Rasulullah bersabda: "Setiap umatku akan masuk surga kecuali yang enggan". Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah, lantas siapa yang enggan?" Beliau menjawab: "Siapa yang taat kepadaku akan masuk surga dan siapa yang membangkang kepadaku berarti ia enggan". عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلاَّ مَنْ أَبَى. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَنْ يَأْبَى؟ قَالَ: مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى. 📕 Shahih al-Bukhori:6737 Pesan : Orang yang enggan masuk surga adalah orang yang membangkang dan tidak menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya. Keinginan masuk surga tidak cukup hanya dengan harapan dan keinginan saja, namun membutuhkan usaha untuk menjadi orang taat yang diridhai oleh Allah agar bisa masuk ke dalam surga-Nya. 🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴 ━━━━━━━━━━━━━ 📡 SALAFY CIREBON ━━━━━━━━━━━━━ 📲 WA Official 📢 t.me/salafy_cirebon 🌐 www.salafycirebon.com 📊 Media Artikel & Faidah Ilmiah ▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
❓Apakah sah hukumnya shalat di tempat hasil rampasan dari orang lain? ❓Bagaimana hukum shalat menghadap ke kamar mandi, toilet, tempat menderum unta, dan tempat rampasan? ❓Bagaimana hukum shalat di atap perkuburan, kamar mandi, toilet, tempat menderum unta, dan tempat rampasan? ✅ Dapatkan jawabannya dalam buku Fikih Shalat Sesuai Sunah! 📲 Pemasaran dan distribusi: 0811258970 💻 https://asysyariah.co.id/sinopsis-buku-fiqih-shalat-sesusai-sunnah/
🌕🔛🌙 FAEDAH MALAM 📌 PENCIPTAANMU DALIL ADANYA ALLAH (bag.2) 🎙️ Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, وذكرنا طرفا من ذلك عند قوله: ﴿وفي أنفسكم أفلا تبصرون﴾ [سورة الذاريات: ٢١] . وأن الإنسان دليل نفسه على وجود خالقه وتوحيده، وصدق رسله، وإثبات صفات كماله. فقد بان أن المضيع مغرور على التقديرين: تقدير تصديقه ويقينه، وتقدير تكذيبه وشكه. كيف يجتمع اليقين بالمعاد، والتخلف عن العمل؟ Kami telah menyebutkan sebagian dari hal itu ketika menafsirkan firman-Nya: “Dan pada dirimu sendiri, maka apakah kalian tidak memperhatikan?” (QS. Adz-Dzariyat: 21) Bahwa manusia itu sendiri merupakan dalil atas dirinya tentang adanya Penciptanya, keesaan-Nya, kebenaran para rasul-Nya, serta penetapan sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Maka telah jelas bahwa orang yang menyia-nyiakan amal itu adalah orang yang tertipu dalam dua keadaan sekaligus: baik dalam kondisi ia membenarkan dan meyakini, maupun dalam kondisi ia mendustakan dan ragu. Bagaimana mungkin keyakinan terhadap hari kebangkitan dapat bersatu dengan meninggalkan amal? 📚 Ad-Da'u wad Dawa'u 37. ➖➖➖➖➖➖➖➖ ━━━━━━━━━━━━━ 📡 SALAFY CIREBON ━━━━━━━━━━━━━ 📲 WA Official 📢 t.me/salafy_cirebon 🌐 www.salafycirebon.com 📊 Media Artikel & Faidah Ilmiah ▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
🔰 JUAL BELI BUAH-BUAHAN Shahih al-Bukhari: 2044 Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma: Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang jual beli buah-buahan hingga tampak baik (matang/layak) keadaannya. Beliau melarang penjual dan juga pembeli. عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ بَيْعِ الثِّمَارِ حَتَّى يَبْدُوَ صَلَاحُهَا، نَهَى الْبَائِعَ وَالْمُبْتَاعَ. Pesan: 1. Hadits ini menunjukkan larangan menjual buah-buahan yang belum jelas hasilnya atau belum tampak kelayakannya, karena masih ada kemungkinan rusak akibat hama atau penyakit. 2. Larangan ini ditujukan kepada kedua belah pihak: - Penjual, agar tidak memakan harta orang lain dengan cara yang batil. - Pembeli, agar menjaga hartanya dan tidak membantu dalam transaksi yang batil. 🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴 ━━━━━━━━━━━━━ 📡 SALAFY CIREBON ━━━━━━━━━━━━━ 📲 WA Official 📢 t.me/salafy_cirebon 🌐 www.salafycirebon.com 📊 Media Artikel & Faidah Ilmiah ▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️