𝓟𝓮𝓷𝓰𝓲𝓷𝓰𝓪𝓽 𝓙𝓲𝔀𝓪
Статистикаتذكيرة النّفوس🥀 Hanya bilik sederhana yang menyimpan nasehat terkhusus untuk diri sendiri, dan diharapkan bisa bermanfaat pula untuk orang lain. Semoga kelak tercatat di sisi-Nya sebagai kebaikan yang sempurna.🍁 Pembimbing: Ustadz Abdul Halim حفظہ اللـ
- Последний пост
- 14 авг.
- Последнее чтение
- 14 авг.
- Постов за неделю
- 12
- Всего постов
- 81
- Тип
- открытый
- Язык
- индонезийский
- Категория
- Религия (по похожим)
- В каталоге с
- 13 авг.
- 1/24сутки в ленте
- 873
- 1/48двое суток
- 1 000
- 1/72трое суток
- 1 079
Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.
Посты
без подписи
без подписи
ســـاعة استجــابــــة 🕰 Berdoa tidak akan pernah membuatmu rugi. Bahkan ketika yang diminta belum diberikan, seorang hamba tetap mendapatkan pahala karena telah beribadah kepada Rabb-nya. Semoga segala pinta segera Allah ijabah, aamiin. —PengingatJiwa
без подписи
🌏❓ Setiap nikmat yang kita rasakan bukan sekadar untuk dinikmati, tetapi juga amanah yang Allah titipkan. Waktu, kesehatan, harta, ilmu, keluarga, hingga kesempatan untuk berbuat baik, semuanya adalah karunia yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Kelak di hadapan Allah kita akan ditanya bagaimana kita mensyukuri dan menggunakan setiap karunia itu. Apakah ia mendekatkan kita kepada ketaatan, atau justru membuat kita semakin lalai dari mengingat-Nya. Karena itu, sebelum datang hari ketika setiap nikmat dipertanyakan, gunakanlah apa yang Allah titipkan hari ini untuk mendekat kepada-Nya. Sebab nikmat yang paling berharga bukanlah yang paling banyak, melainkan yang menjadi jalan menuju ridha Allah. ﴿ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ﴾ “Kemudian pada hari itu, sungguh kalian benar-benar akan ditanya tentang segala nikmat.” (QS. At-Takatsur: 8) #القرآن_الكريم https://t.me/PengingatJiwa
без подписи
••• 🖇 Selama masih berpijak di dunia, hati seorang mukmin tak pernah benar-benar merasa tenang. Ada rasa lelah yang tak selalu berasal dari beban hidup, tetapi dari jiwa yang terus berjalan tanpa henti. Sebab dunia memang bukan tempat pulang, hanya persinggahan sementara bagi hati yang sedang berjalan menuju-Nya. Maka wajar bila kenyamanan terasa asing dan ketenangan tak pernah utuh. Bukan karena kurangnya nikmat, melainkan karena hati tahu ke mana seharusnya ia merindu. Sebab istirahat yang sesungguhnya bukan di dunia, tetapi saat seorang mukmin bertemu dengan Rabbnya. —PengingatJiwa
без подписи
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, وقال بعضهم: الإخلاص أن لا تطلب على عملك شاهدًا غير الله، ولا مجازيًا سواه. 🖊🌷 Sebagian salaf berkata, “Ikhlas adalah engkau tidak mencari saksi atas amalmu selain Allah, dan tidak mengharapkan balasan dari siapa pun selain-Nya.” Sumber: Madarijus Salikin, 2/350 ••• Keikhlasan itu saat hati tidak lagi haus akan pujian, tidak gelisah karena tidak dihargai, dan tidak kecewa ketika amal tak diketahui manusia. Karena tujuan akhirnya bukan untuk pandangan manusia, bukan agar dianggap baik dan shalih, tapi untuk mendapat ridha Allah dan cinta-Nya. https://t.me/PengingatJiwa
••• 🪑 Lingkaran duduk bukan perkara remeh. Karena sering kali bukan kita terlalu mencintai dunia, tetapi karena terlalu lama duduk bersama orang yang membesarkannya di hati. Sementara hati itu mudah terpengaruh oleh keadaan, dan iman bisa melemah tanpa disadari. Maka, pilihlah lingkaran duduk yang menjaga agamamu dan menumbuhkan iman. Sebab iman tidak selalu runtuh oleh dosa-dosa, tetapi sering terkikis oleh kebiasaan yang tampak biasa namun melalaikan. —PengingatJiwa
без подписи
Kita sering berharap hidup berjalan tanpa luka. Padahal dunia memang diciptakan dengan pergantian antara bahagia dan duka. Siapa yang memahami ini, hatinya akan lebih tenang saat takdir Allah datang menghampiri. ——•🍃•—— Sebagian salaf berkata, فإني رأيت جمهور الناس ينزعجون لنزول البلاء انزعاجا يزيد عن الحد، كٲنهم ماعلموا أن الدنيا على ذا وضعت وهل ينتظر الصحيح إلا السقم، والكبير إلا الهرم Sungguh aku melihat kebanyakan manusia merasa cemas dengan adanya berbagai musibah dengan kecemasan yang melampaui batas. Seolah-olah mereka tidak mengetahui untuk itulah dunia tercipta. Bukankah orang sehat sedang menunggu datangnya masa sakit dan orang tua menunggu masa pikun? ✍️ Tasliyah Ahli Mashaib (33) t.me/KajianIslamTemanggung/12742 https://t.me/PengingatJiwa
••• 🍂 Berapa kali kita merasa lebih baik saat melihat dosa orang lain, lalu diam-diam mencela dalam hati atau lisan? Padahal, itu bisa jadi peringatan dari Allah agar kita sadar betapa rapuhnya diri. Jika bukan karena penjagaan-Nya, tak ada satu pun dosa yang benar-benar aman dari kemungkinan kita terjatuh. Betapa besar kasih-Nya ketika Dia masih menutup aib-aib kita. Maka setiap aib yang Allah perlihatkan hendaknya menjadi peringatan untuk memperbaiki diri, bukan alasan untuk merasa lebih suci. Kita lebih pantas menangisi dosa sendiri daripada meremehkan dosa orang lain. Sebab Allah Maha Membolak-balikkan hati; hari ini mencela, esok bisa jadi diuji dengan dosa yang sama. Keselamatan hanya milik hamba yang terus merasa butuh ampunan dan rahmat-Nya. —PengingatJiwa
без подписи
Syaikh ‘Utsaimin rahimahullah berkata: كلما أبعد الإنسان عن كتاب الله ابتعدت عنه العزة، وابتعد عنه النصر حتى يرجع إلى كتاب الله عَزَّوَجَلَّ 📎💢 Setiap kali seseorang semakin jauh dari Kitab Allah (Al-Qur'an), maka semakin jauh pula kemuliaan darinya, dan semakin jauh pula pertolongan (kemenangan) darinya, hingga ia kembali kepada Kitab Allah 'Azza wa Jalla. (Tafsir Juz ‘Amma, halaman 152) ••• Al-Qur'an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dipahami, diamalkan, dan sebagai petunjuk. Siapa yang menjadikan Al-Qur'an sebagai teman hidup, Allah akan membimbingnya dalam setiap langkah kehidupan. Bila hati gelisah, jiwa terasa jauh, dan pertolongan Allah terasa lambat datang, jangan terburu-buru menyalahkan keadaan. Bisa jadi yang perlu kita lakukan adalah kembali memperbaiki hubungan dengan Al-Qur'an. Semakin dekat seorang hamba kepada Kitabullah, semakin dekat pula ia dengan kemuliaan dan pertolongan dari Rabb semesta alam. https://t.me/PengingatJiwa
••• ☁️ Sedekah bukan sekadar memberi, tetapi menyiapkan naungan untuk hari ketika tidak ada perlindungan selain perlindungan dari-Nya. Setiap sedekah yang kita keluarkan dengan ikhlas, setiap bantuan kecil yang kita berikan diam-diam, menjadi bayangan yang menaungi kita di hari ketika manusia berdiri dalam panas yang dahsyat. Tidak ada yang sia-sia di sisi Allah; bahkan sedekah yang paling kecil pun tercatat sebagai perlindungan besar di akhirat kelak. Maka jangan meremehkan kesempatan untuk berbuat baik, meski tampak sepele di mata manusia. Boleh jadi sedekah kecil yang mungkin saja telah kita lupakan, justru itulah yang menyelamatkan kita di hari perhitungan. —PengingatJiwa
без подписи
Jadilah sebab hadirnya ketenangan, bukan sumber kegelisahan. Jadilah penebar kebaikan, bukan penyebab luka bagi sesama. Jangan sampai kita begitu sibuk memperbanyak amal saleh, tetapi selalu menyakiti orang lain tanpa kira-kira. Setiap kebaikan yang tulus memang bernilai besar di sisi Allah. Namun, kezaliman kepada hamba-hamba-Nya adalah beban berat yang akan kita pikul. Jangan sampai kebaikan yang susah payah kita kumpulkan habis hanya karena hak-hak manusia yang kita langgar dan kita dzalimi. Dahulu, imam dari kalangan tabi’in, Ubaidullah bin ’Adi bin Al-Khiyar rahimahullah, biasa berdoa dengan mengucapkan:” اللَّهُمَّ سَلِّمْنَا وَسَلِّمِ الْمُؤْمِنِينَ مِنَّا 🥀 Allāhumma sallimnā wa sallimil-mu'minīna minnā. “Yaa Allah, selamatkanlah kami, dan selamatkanlah kaum mukminin dari (gangguan yang berasal dari) kami.” Sumber: Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, no. 36624. #Doa https://t.me/PengingatJiwa
••• 📌 Terkadang seseorang merasa ringan mengeluarkan ejekan, seolah hanya gurauan yang tak berarti. Padahal, di sisi Allah, kehormatan seorang hamba begitu agung. Sebuah kalimat yang membuat orang lain malu, sedih, atau merasa kecil bisa menjadi sebab seseorang menanggung dosa yang besar. Karena lisan yang tak dijaga sering kali membuka pintu kebinasaan tanpa disadari. Maka jagalah lisanmu sebagaimana engkau menjaga amalan-amalan terbaikmu. Belajarlah untuk menahan kata yang mungkin melukai, meski hanya sekadar candaan. Sebab siapa yang merendahkan manusia, hakikatnya dia sedang merendahkan dirinya sendiri di hadapan Allah. —PengingatJiwa
без подписи