RAUDHATUL ANWAR
СтатистикаBersama Menebar Warisan Nabi. Menyajikan faidah-faidah ilmiyyah sesuai manhaj salafus shalih. Dikelola oleh: Thullab Anwarussunnah Petanahan Penasihat: Al-Ustadz Abdulmu'thi Sutarman, Lc Saran,kritik, atau pertanyaan: 083840127320 / 089633113043
- Последний пост
- 15 авг.
- Последнее чтение
- 15 авг.
- Постов за неделю
- 9
- Всего постов
- 31
- Тип
- открытый
- Язык
- индонезийский
- Категория
- Религия (по похожим)
- В каталоге с
- 13 авг.
- 1/24сутки в ленте
- 221
- 1/48двое суток
- 253
- 1/72трое суток
- 273
Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.
Посты
📜 #Hadits_Pilihan MUNGKINKAH BAU SURGA TERCIUM DI DUNIA Dari Anas bin Malik radhiyallahu'anhu berkata, لم يشهد عَمِّي معَ رسولِ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ بدرًا، قال فَشَق عليهِ قال أوَّلُ مشهدٍ قد شَهدَه رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ غبتُ عنهُ فإِن أراني اللَّهُ مشهدًا فيما بعد معَ رسولِ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ ليرينَّ اللَّهُ ما أصنعُ قال فَهابَ أن يقولَ غيرَها، فشَهِدَ معَ رسولِ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ يومَ أُحُدٍ، فاستقبَلَ سعدُ بنُ معاذٍ فقال، أينَ قال، واهًا لريحِ الجنَّةِ أجدُها دونَ أحدٍ فقاتلَ حتَّى قُتِلَ، فوجدَ في جسدِه بضعٌ وثمانونَ من بينِ ضربةٍ وطعنةٍ ورميةٍ فقالت أخته عمَّة الرُّبيِّعُ بنتُ النَّضرِ فما عَرفتُ أخي إلَّا ببنانِه، ونزلت هذِه الآيةَ {رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا}. قال كانُوا يَرَونَ أنَّ هذه الآيةَ نَزَلَت فيه وفي أصحابِه. Pamanku -Anas bin An-Nadhr- tidak turut menyaksikan perang Badr bersama Rasulullah ﷺ sehingga hal itu membuatnya sedih, ia lalu berkata, "Perang pertama yang disaksikan oleh Rasulullah ﷺ aku tidak hadir. Sungguh, seandainya Allah memberiku kesempatan untuk ikut menyaksikan peperangan bersama Rasulullah ﷺ setelah ini, niscaya Allah akan melihat apa yang bisa kulakukan!" Ia takut untuk mengatakan apa-apa lagi. Kemudian ia ikut menyaksikan bersama Rasulullah ﷺ perang Uhud. Ia bertemu dengan Sa'ad bin Mu'adz radhiyallahu'anhu. "Mana (janji ucapanmu)?" Tanya Sa'ad. Ia menjawab, "Sungguh, bau surga aku benar-benar menciumnya di balik Uhud ini!" Ia lalu maju bertempur sampai terbunuh. Didapati pada jasadnya sejumlah delapan puluh sekian luka dari sabetan pedang, tusukan tombak dan panah. Saudarinya, bibi Ar-Rubayyi' bintu An-Nadhr sampai mengatakan, "Aku tidak bisa mengenali saudariku kecuali dari jari-jarinya." Dan turunlah ayat ini; مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُم مَّن قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُم مَّن يَنتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا "Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya)." Qs. Al-Ahzab: 23 Anas radhiyallahu'anhu berkata, "Mereka memandang bahwa ayat ini turun terkait beliau dan orang-orang semisal beliau." 📚 HR. Bukhari 2805 dan Muslim 1903; lihat Hadil Arwah karya Imam Ibnul Qayyim rahimahullah Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, "Bau surga itu ada dua jenis; Pertama: bau surga di dunia yang terkadang dapat dicium oleh ruh-ruh yang sulit untuk digambarkan. Kedua: bau surga yang dapat tercium oleh indra penciuman seperti seorang mencium bau harum bunga-bunga dan selainnya. Semua penghuni surga dapat mencium bau ini di akhirat, baik yang jauh maupun yang dekat. Adapun di dunia, terkadang tercium oleh siapa yang Allah kehendaki dari kalangan para nabi dan rasul. Dan yang didapati oleh Anas bin An-Nadhr bisa jadi dari jenis yang ini, dan bisa juga jenis yang pertama tadi. (Hadil Arwah, hal. 141) •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1
BENTUK HUKUMAN DOSA YANG SERING TIDAK DISADARI 📝 Al-Imam Abul Faraj Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, Terkadang seseorang melakukan dosa lalu melihat badan dan hartanya tetap selamat, lantas ia menyimpulkan bahwa dia tidak mendapatkan hukuman atas dosanya itu. Padahal, ketika ia lalai terhadap hukuman yang ditimpakan kepadanya itu adalah bentuk hukuman tersendiri. Seperti yang diungkapkan oleh orang-orang bijak, "Terjatuh ke dalam dosa setelah berbuat dosa sebelumnya adalah hukuman dari dosa, sebagaimana perbuatan baik setelah mengerjakan kebaikan sebelumnya itu adalah ganjaran dari perbuatan baik tersebut." Terkadang hukuman kontan dari dosa yang dilakukan itu ditimpakan secara maknawi. Seperti ketika ada ahli ibadah dari Bani Israil yang berkata, "Wahai Rabbku, betapa sering aku memaksiati-Mu, namun Engkau tidak menghukumku." Lalu dikatakan kepadanya, "Betapa seringnya aku menghukummu namun kamu tidak menyadarinya! Bukankah kamu sekarang terhalang dari menikmati munajat dengan-Ku?" Siapa yang merenungi bentuk hukuman seperti ini, tentu ia akan selalu waspada. Bisa jadi ketika seorang mengumbar pandangan matanya mengakibatkan ia terhalang dari mengambil ibrah dengan penglihatan hatinya? Atau ketika ia meliarkan lisannya mengakibatkan ia terhalang dari kesucian hatinya? Atau ketika ia lebih memilih perkara syubhat pada makanan yang disantapnya mengakibatkan hatinya menjadi gelap, dan ia terhalang dari menegakkan shalat malam dan dari menikmati munajat? Dan bentuk-bentuk hukuman selain daripada itu. Hal ini merupakan sesuatu yang diketahui oleh orang-orang yang terbiasa memuhasabah dirinya. 📚 Shaidul Khathir, hal. 65 #Nashaih_Ibnul_Jauzi •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1
📖 #TafsirAyat TENTANG HARI KIAMAT [05] Hari Ketika Setiap Jiwa Dipenuhi Balasannya Allah ﷻ berfirman, فَكَيْفَ اِذَا جَمَعْنٰهُمْ لِيَوْمٍ لَّا رَيْبَ فِيْهِۗ وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ "Bagaimanakah (nanti) jika mereka Kami kumpulkan pada hari (Kiamat) yang tidak ada keraguan padanya dan setiap jiwa diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya tanpa dizhalimi?" Qs. Ali Imran: 25 Al-Imam Al-Baghawiy rahimahullah berkata, Firman-Nya, "Bagaimanakah (nanti) jika mereka Kami kumpulkan" yakni bagaimanakah kiranya keadaan mereka, atau apakah gerangan yang akan mereka lakukan jika mereka Kami kumpulkan "pada hari yang tidak ada keraguan padanya" yaitu hari kiamat. "dan setiap jiwa diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya" yakni balasan terhadap kebaikan atau keburukan yang dikerjakannya. "tanpa dizhalimi?" Yakni tidak dikurangi balasan dari kebaikan mereka, dan tidak ditambah balasan atas dosa-dosa mereka. 📚 Tafsir Al-Baghawiy •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1
BAHAYA SIKAP ABAI 📝 Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, Sesuatu yang paling membahayakan hamba ialah sikap abai, tidak mengevaluasi diri, pembiaran, dan menganggap enteng suatu perkara. Sungguh, yang demikian ini akan mengantarkannya kepada kebinasaan. Inilah keadaan orang-orang tertipu. Ia menutup mata dari akibat dosa, terus berjalan dengan keadaannya, bersandar kepada ampunan, dan enggan untuk menevaluasi diri dan merenungi akibat suatu perkara. Jika sudah demikian, maka menjadi mudah baginya melakukan dosa demi dosa, bahkan ia merasa nyaman dengannya, hingga susah untuk melepaskan diri darinya. Jika telah datang bimbingan ilmunya, ia pun sadar bahwa menjaga diri lebih mudah daripada melepaskan diri dari sesuatu yang sudah dirasa nyaman dan kebiasaan. 📚 Ighatsatul Lahafan, 1/82 #Kalam_Hikmah_Ibnul_Qayyim •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1
❀ من القلب إلى القلب ❀ Dari Hati ke Hati ┈┉┅━❀━┅┉┈ Drama & Realita Wahai hati yang sedang merajut mimpi tentang cinta... Engkau mungkin pernah melihat lelaki itu berlari di tengah hujan membawa bunga demi wanita yang dicintainya. Engkau melihat tatapan yang tak pernah bosan, perhatian yang tak pernah pudar, dan kata-kata manis yang seolah tak pernah habis. Tak ada tagihan yang menumpuk. Tak ada anak yang menangis di tengah malam. Tak ada tubuh yang letih sepulang bekerja. Tak ada pertengkaran karena salah paham. Semuanya indah. Semuanya romantis. Semuanya sempurna. Seakan-akan kehidupan setelah pernikahan hanyalah rangkaian kebahagiaan tanpa ujian. Namun ketahuilah... Itu hanyalah drama yang ditulis manusia. Sedangkan rumah tangga adalah takdir yang ditulis Allah ta'ala. Drama berakhir saat penonton tersenyum. Sedangkan pernikahan justru dimulai ketika akad telah terucap. Ada hari ketika suami pulang dengan tubuh yang letih dan pikiran yang penuh. Ada hari ketika istri menangis, bukan karena tidak dicintai, tetapi karena hatinya sedang diuji. Ada hari ketika rezeki terasa sempit. Ada hari ketika cinta harus diperjuangkan, bukan sekadar dirasakan. Karena rumah tangga bukan taman yang selalu berbunga. Ia adalah ladang amal. Tempat dua insan belajar sabar ketika kecewa, memaafkan ketika terluka, mengalah ketika ego berbicara, dan bertahan ketika keadaan tidak sesuai harapan. Allah Ta'ala berfirman: ﴿وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ﴾ "Sungguh, Kami pasti akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, lapar, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 155) Maka jangan ukur calon suamimu dengan tokoh fiktif yang hidup dari naskah. Ukur dia dengan agama, amanah, dan ketakwaannya. Sebab wajah yang tampan akan menua. Romantisme akan naik dan turun. Perasaan akan mengalami pasang dan surut. Namun agama yang kokoh akan tetap menjadi pelita ketika badai datang dan jalan terasa gelap. Karena cinta yang dibangun di atas khayalan akan mudah runtuh saat berhadapan dengan kenyataan. Sedangkan cinta yang dibangun di atas iman akan tetap bertahan, bahkan ketika usia menua, wajah berubah, dan air mata lebih banyak hadir daripada tawa. Sebab tujuan pernikahan bukan sekadar hidup bahagia bersama. Tetapi berjalan bersama menuju surga. ┉┅━❀━┅┉┈ 035. Dari Hati Ke Hati https://t.me/Terapi_PenyakitHati
Siapa yang menuruti hawanafsunya pada perkara semisal mengejar kedudukan dan jabatan, ketertarikan terhadap paras ayu, atau menumpuk harta, maka di tengah-tengah hal tersebut ia akan merasakan kegundahan, kegelisahan, kesedihan, dan kesempitan dada yang tiada bisa diungkapkan. 📝 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah | Majmu' Fatawa, 10/651 #Kalam_Indah_Ibnu_Taimiyyah
📜 #Hadits_Pilihan #Kalimut_Thayyib DOA-DOA SAAT BERTEMU MUSUH DAN TAKUT DARI PENGUASA [02] عن أنسِ بنِ مالِكٍ قالَ كانَ رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليْهِ وسلَّمَ إذا غزا قالَ اللَّهمَّ أنتَ عَضُدي ونصيري بِكَ أحولُ وبِكَ أصولُ وبِكَ أقاتِلُ Dari Anas bin Malik radhiyallahu'anhu berkata, Dahulu Rasulullah ﷺ ketika berperang membaca, Allāhumma Anta 'Aḍhudayya wa Nashīrī, bi-Ka Aĥūlu, wa bi-Ka Ashūlu, wa bi-Ka Uqātilu. Artinya: Ya Allah, Engkau adalah penolongku dan pembelaku, dengan pertolongan-Mulah kami bergerak, dengan pertolongan-Mulah kami menyergap, dan dengan pertolongan-Mulah kami berperang. 📚 HR. Ahmad 12909, Tirmidzi 3584, dan Abu Dawud 2632. Lihat Tahqiq Al-Kalimuth Thayyib
Sedang live, tafadhal https://t.me/KajianIslamKebumen?livestream
без подписи
📜 #Hadits_Pilihan HUKUMAN BAGI PEMINUM KHAMR Rasulullah ﷺ bersabda, كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ، إنَّ علَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ عَهْدًا لِمَن يَشْرَبُ المُسْكِرَ أَنْ يَسْقِيَهُ مِن طِينَةِ الخَبَالِ، قالوا: يا رَسولَ اللهِ، وَما طِينَةُ الخَبَالِ؟ قالَ: عَرَقُ أَهْلِ النَّارِ، أَوْ عُصَارَةُ أَهْلِ النَّارِ "Setiap yang memabukkan itu haram. Sesungguhnya Allah menjanjikan bagi siapa saja yang minum sesuatu yang memabukkan akan memberinya minum dari Thinatul Khabal." Para Sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apa itu Thinatul Khabal." Beliau menjawab, "Keringat penghuni neraka, atau perasan penghuni neraka". 📚HR. Muslim no. 2002; dari Sahabat Jabir bin Abdillah Radhiyallahu'anhuma Perasan penghuni neraka yaitu apa yang keluar dari tubuh-tubuh mereka dari cairan nanah atau semisalnya. •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1
Warisan ilmu itu lebih baik ketimbang emas. Jiwa yang shalih itu lebih baik daripada mutiara. Dan ilmu itu tidaklah akan didapat dengan jiwa yang santai. 📝 Yahya bin Abi Katsir rahimahullah | Tarikh Baghdad, 11 / 374 #Permata_Salaf
#Hadits_Pilihan SIFAT YANG DIMURKAI OLEH ALLAH Rasulullah ﷺ bersabda, من تعظَّم في نفسِه أو اختال في مِشيتِه ، لقيَ اللهَ تبارك وتعالى وهو عليه غَضبانُ Siapa yang merasa angkuh dalam dirinya dan bersikap congkak dalam jalannya niscayalah ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan Dia murka kepadanya. 📚 HR. Ahmad 5995, Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad 549, dan Thabrani 13692; dari Sahabat Abdullah bin Umar bin Khattab radhiyallahu'amhuma •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1
Wahai seseorang yang mengajari orang lain, mengapa kamu tidak mengajari dirimu dulu. Kamu membuat resep obat untuk orang sakit dan orang lemah agar dia sehat, sementara kamu sendiri sakit. Kami melihatmu terus memperbaiki akal-akal kami dengan petuah, sementara kamu sendiri tidak mengindahkan petuah itu. Mulailah dengan dirimu sendiri, cegahlah ia dari keburukan! Jika kamu telah berhenti darinya maka kamu orang bijaksana. Pada saat itulah apa yang kamu katakan akan diterima, bisa diambil petunjuk dari ucapanmu, dan ajaranmu pun berguna. Janganlah kamu melarang dari suatu perangai sementara kamu melakukannya juga, sungguh aib bagimu, berat perkaranya jika kamu melakukan itu. 📝 Al-Mutawakkil Al-Laitsiy rahimahullah | Bahrul Kamil #Syair_pilihan
SEBENTAR LAGI KALIAN AKAN MATI 📝Asy-Syaikh Al-Imam Abdul Qadir Al-Jailaniy rahimahullah berkata, Wahai kaum! Dalam waktu dekat kalian akan menjadi orang-orang mati. Maka, tangisilah diri-diri kalian sebelum kalian ditangisi orang-orang. Kalian masih dipenuhi dosa, terancam akan siksa. Hati kalian masih berpenyakit dengan cinta dunia dan ambisi menggapainya. Maka obatilah dengan sikap zuhud, serta menghadap kepada Allah. Keselamatan agama itulah modal utama, sedang amalan-amalan kebajikan adalah keuntungannya. Tinggalkanlah mencari sesuatu yang akan membuat kalian melampui batas, dan qana'ahlah dengan apa yang mencukupi buat kalian. Orang yang berakal tiada akan bergembira dengan sesuatu yang halalnya akan dihisab, sedang haramnya akan mengakibatkan adzab. Sayangnya, mayoritas kalian telah lupa akan siksa dan hisab !! 📚 Al-Fathur Rabbani, hal. 105 #Kalimat_Bijak_AbdulQadir_AlJailani •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1
Melepaskan Adalah Bagian dari Menjaga Pada diri manusia ada hal-hal yang memang perlu dilepaskan, karena bila dibiarkan mengendap malahan akan merusaknya. Maka melepaskannya adalah salah satu cara menjaga diri agar tetap baik dan nyaman. Misalnya, darah-darah yang kotor, kadang perlu dibuang melalui bekam. Lemak yang berlebih, sisa-sisa nutrisi dari makanan, dan sebagainya perlu dikeluarkan dari tubuh agar tetap sehat. Demikian halnya pikiran-pikiran negatif, perlu disingkirkan agar hidup tertap jernih dan kewarasan tetap terjaga. Sama halnya dengan harapan-harapan terhadap manusia, terkadang memang perlu ditanggalkan agar hati tetap tentram. Terlebih, seringnya harapan yang digantungkan kepada manusia muaranya adalah kecewa. Maka memutus harapan dan rasa butuh kepada manusia adalah sesuatu yang mesti dilakukan demi ketenangan hati. Berkata Abu Hatim Al-Bustiy, "Memutus harapan kepada manusia adalah ketentraman dan kemuliaan, sementara harapan yang berlebih kepada mereka hanyalah membuahkan keletihan dan kehinaan. Betapa banyak orang yang terlalu berharap kepada manusia hanya menemukan letih dan kehinaan sedang ia tidak sempat meraih harapannya. Dan betapa banyak orang yang memutus harapan dari manusia bisa lebih tenang dan mulia dalam keadaan hal-hal yang dia citakan dan yang tidak dia citakan datang kepadanya." (Raudhatul Uqala, hal. 160) Maka perlu melepas harapan kepada manusia, untuk kemudian memberikannya hanya kepada Allah Al-Mudabbir agar segala hirap yang kita gantungkan tidak berujung kecewa. Begitu juga dalam merubah diri menuju arah yang lebih baik, terkadang perlu meninggalkan hal-hal yang akan menghambat perubahannya. Masa lalu yang kelam, pertemanan yang buruk, dosa dan candu harus ditinggalkannya demi cahaya yang ia ingin gapai. Memang tidak mudah, akan melewati masa sulit, ada rasa sakit, tetapi itulah bagian dari pengorbanan dalam menempuh jalan yang lebih terang. Ibaratnya tanaman, dalam proses merawatnya bukan hanya menyirami dan memupuknya saja, tetapi juga membuang bagian-bagian yang akan merusak bila tetap dibiarkan. Kebumen , 23 Shafar 1448 https://t.me/ilmudanrenungan
📖 #TafsirAyat TENTANG HARI KIAMAT [04] Hari yang Tiada Keraguan Padanya Allah ﷻ berfirman, رَبَّنَآ اِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَّا رَيْبَ فِيْهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيْعَادَ "Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah yang mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya." Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji." 📖 Qs. Ali Imran : 9 Imam Al-Baghawy rahimahullah berkata, Firman-Nya, "Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah yang mengumpulkan manusia pada hari" maknanya ialah untuk memberi keputusan pada suatu hari. Ada yang mengatakan, "Huruf Lam di sini bermakna في (pada), sehingga maknanya ialah pada suatu hari "yang tidak ada keraguan padanya." Yaitu hari kiamat. "Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji." 📚 Tafsir Al-Baghawy •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1
📜 #Hadits_Pilihan FADILAH MENERAPKAN ADAB BUANG HAJAT Rasulullah ﷺ bersabda, من لم يستقبلِ القبلةَ ولم يستدبرْها في الغائطِ كتبتُ له حسنةً ومُحِيَ عنه سيئةٌ Siapa yang tidak menghadap kiblat dan tidak membelakanginya saat buang hajat, maka akan ditulis baginya satu kebaikan dan diangkat darinya satu dosa. 📚 Shahih Targhib, no. 151; dari Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu'anhu •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1
PENTING MEMBACA BASMALAH 📝 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, Syaithan itu hanyalah dapat menguasai orang yang tidak menyebut nama Allah. Seperti orang yang tidak menyebut nama Allah ketika masuk (rumah), maka syaithan akan ikut masuk bersamanya. Jika seorang tidak menyebut nama Allah ketika makan, maka syaithan akan ikut makan bersamanya. Begitu juga ketika ia menyimpan sesuatu dan tidak menyebut nama Allah, maka syaithan akan mengetahui tempat penyimpanannya, dan terkadang mencuri sebagiannya, sebagaimana hal itu terjadi pada banyak orang. Adapun siapa yang menyebut nama Allah saat menyantap makanan, dan pada sesuatu yang dipilihnya, maka syaithan tidak punya kuasa atasnya; tidak mengetahuinya dan tidak mampu mengambilnya. 📚 An-Nubuwwat, 2/1022 #Kalam_Indah_Ibnu_Taimiyyah •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1
📜 #Hadits_Pilihan #Kalimut_Thayyib DOA-DOA SAAT BERTEMU MUSUH DAN TAKUT DARI PENGUASA [01] Dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu'anhu, أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ كانَ إذا خافَ قومًا قالَ اللَّهمَّ إنَّا نجعلُك في نُحورِهِم ونعوذُ بِكَ من شُرورِهم Bahwasannya Nabi ﷺ dahulu ketika takut terhadap suatu kaum beliau mengucapkan, Allāhumma Innā Naj'alu-Ka fī Nuĥūrihim, wa Na'ūḍzubi-Ka min Syurūrihim. Artinya: Ya Allah, sesungguhnya kami menjadikan-Mu ada di leher-leher mereka (sehingga kekuatan mereka tidak berdaya di hadapan kami), dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan-kejahatan mereka. 📚 HR. Ahmad 19720, Abu Dawud 1537, dan Nasai 8631. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Tahqiq Al-Kalimuth Thayyib
📜 #Hadits_Pilihan HARUS MENGUMUMKAN TEMUAN BARANG HILANG Rasulullah ﷺ bersabda, مَنْ آوَى ضالَّةً فهو ضالٌّ ، ما لمْ يُعَرِّفْها Barangsiapa menyembunyikan hewan (milik orang lain) yang tersesat, maka ia adalah orang yang tersesat selama ia belum mengumumkannya. 📚 Shahihul Jami' no. 5962; dari Sahabat Zaid bin Khalid radhiyallahu'anhu •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1