tgindex
Последний пост
14 авг.
Последнее чтение
13 авг.
Постов за неделю
10
Всего постов
23
Тип
открытый
Язык
und
В каталоге с
13 авг.
Подписчики
2 345
−1 за 4 дн.
Сутки
0
0,00%
Неделя
 
Месяц
 
Просмотров на пост
269
23 постов
Вовлечённость
11,5%
к подписчикам
Постов в день
1,4
всего 23
Упоминаний
0
каналов
Охват размещения
оценка
1/24сутки в ленте
178
1/48двое суток
203
1/72трое суток
220

Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.

Посты

  • без подписи

  • без подписи

  • без подписи

  • Imam Ali bin Musa Ar-Ridho as pernah ditanya tentang sebaik-baik hamba, beliaupun menjawab, الَّذِينَ إِذَا أَحْسَنُوا اسْتَبْشَرُوا Yaitu mereka yang apabila berbuat baik, hatinya gembira.. وَ إِذَا أَسَاءُوا اسْتَغْفَرُوا Bila berbuat buruk segera memohon ampunan.. وَ إِذَا أُعْطُوا شَكَرُوا Bila diberi (anugerah oleh Allah) ia bersyukur.. وَ إِذَا ابْتُلُوا صَبَرُوا Bila diuji ia bersabar.. وَ إِذَا غَضِبُوا غَفَرُوا Dan bila marah ia memaafkan. 📚Musnad Imam Ridho as. http://Telegram.me/TahukahAnda

  • Imam Ali ar-Ridho as berkata, "Semoga rahmat Allah tercurah pada seorang hamba yang terus menghidupkan ajaran kami." Kemudian orang yang bertamu pada Imam bertanya tentang cara yang dapat terus menghidupkan ajaran mereka. Beliau menjawab: "Dia (dapat) mempelajari ilmu-ilmu kami dan mengajarkannya kepada manusia. Karena sesungguhnya bila manusia mengetahui (manfaat dan) kebaikan ajaran-ajaran kami, tentu mereka akan mengikuti kami." 📚Ma'ani al-Akhbar, hal.180 dan Uyun Akhbar ar-Ridha, jilid 1, hal.207 http://Telegram.me/TahukahAnda

  • Turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas syahadahnya Imam Ali bin Musa ar-Ridho as, semoga kita semua bisa meneladani kehidupan beliau dan digolongkan sebagai pengikut setianya, serta kelak di hari kiamat mendapat syafaatnya🤲🤲 http://Telegram.me/TahukahAnda

  • Imam Hasan Al-Mujtaba berpesan, هَلَاكُ الْمَرْءِ فِي ثَلَاثٍ : الكِبْرُ، وَالْحِرْصُ، وَالْحَسَدُ. فَالْكِبْرُ هَلَاكُ الدِّيْنِ، وَبِهِ لُعِنَ إِبْلِيس. وَالْحِرْصُ عَدُوُّ النَّفْسِ، وَبِهِ خَرَجَ آدم مِنَ الجَنَّةِ. وَالْحَسَدُ رَائِدُ السُّوْءِ، وَمِنْهُ قَتَلَ قَابِيل هَابِيل. Kehancuran seseorang berada pada 3 hal: 1. Sombong 2. Rakus 3. Dengki Kesombongan adalah perusak agama dan karenanya Iblis dilaknat. Sifat rakus adalah musuh bagi jiwa dan karenanya Adam keluar dari surga. Kedengkian adalah pembimbing pada keburukan, dan dari situlah Qobil membunuh Habil. 📚Biharul Anwar. http://Telegram.me/TahukahAnda

  • Rasulullah Muhammad saw bersabda, "Barangsiapa yang tidak mempersiapkan diri dengan kesabaran untuk menghadapi ujian hidup, ia akan lemah." 📚Al-Kafi (Kitab al-Rawda), hlm. 214. http://Telegram.me/TahukahAnda

  • Rasulullah saw bersabda, "Keinginan/hasrat terhadap dunia menambah kegelisahan dan kesedihan, sedangkan bersikap zuhud (tidak rakus/tidak terikat hatinya) terhadap dunia memberi ketenangan bagi hati dan tubuh." 📚Bihar al-Anwar, Jilid 73, Halaman 120. http://Telegram.me/TahukahAnda

  • Turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Nabi teragung Muhammad saw, dan Syahadahnya Imam Hasan al-Mujtaba as, semoga kita semua bisa meneladani kehidupan Mereka dan digolongkan sebagai pengikut setianya, serta kelak di hari kiamat mendapat syafaatnya🤲🤲 http://Telegram.me/TahukahAnda

  • Imam Muhammad al-Baqir as meriwayatkan dari kakeknya, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as berkata: Aku mengadukan kepada Rasulullah saw hutang yang membebaniku, beliau bersabda: "Wahai Ali, berdoalah: اَللَّهُمَّ أَغْنِنِي بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ. ".....Seandainya pun hutangmu sebesar gunung Shubair, niscaya Allah akan membayarkannya untukmu." Gunung Shubair gunung terbesar di Yaman. Syeikh Bahauddin Al-Amili, setelah mengutip hadis ini menceritakan: Pada beberapa tahun lalu hutangku menumpuk, sampai mencapai 1500 miskol emas. Sementara para pemilik hutang (kreditor) sangat membutuhkan uang mereka. Keadaan ini mencemaskanku, benar-benar mengganggu kesibukanku. Aku tak punya cara untuk membayarnya. Maka aku pun merutinkan doa ini. Aku merutinkannya setiap hari setelah shalat subuh, juga kadang ba'da shalat lainnya, maka Allah memudahkan pembayaran hutangku hanya dalam waktu sebentar, dengan sebab-sebab tak terduga sama sekali. Sayyid Muhammad Rafi Thabathabai berkata: Aku sendiri telah memperoleh banyak manfaat dari doa ini, atas pertolongan Allah. Sayyid Muhsin Amin berkata: Aku sendiri sejak mengetahui hadis ini, langsung merutinkan doa ini setiap ba'da shalat, dan Alhamdulillah aku tak pernah mengalami kesempitan hidup kecuali jarang sekali. Sebagian ahli ilmu berkata: Doa ini memiliki pengaruh yang luar biasa untuk membayar hutang, tidak pernah meleset selamanya. Ia menambahkan: Tidaklah aku membaca doa ini dengan niat bayar hutang kecuali aku mampu membayar hutangku, tidak sampai seminggu. Beliau menganggap ini termasuk mukjizat Rasul. Seorang mukmin mengeluhkan padaku hutang yang tidak bisa dibayar. Aku perintahkan dia untuk membaca doa ini dalam qunut, juga setiap ba'da shalat, juga dalam kesempatan lainnya. Setelah beberapa waktu aku bertemu kembali dengannya, mukanya tampak cerah ceria dan dia mengabarkan padaku, hutangnya sudah dibayar dan keadaannya membaik. Aku sendiri menyaksikan pekerjaan dan usahanya meningkat. Dia berkata padaku: Sejak 30 tahun aku tak pernah melihat doa sebaik ini untuk membayar hutang. Zainal Abidin Al-Kulyakani, salah seorang ulama besar di masanya, berkata: Dalam mimpi Imam Ridha as datang kepadanya mengajarkan doa ini, dan beliau memerintahkan untuk membacanya 110 kali setiap ba'da subuh setiap hari. http://Telegram.me/TahukahAnda

  • Rasulullah saw bersabda, “Maukah aku tunjukkan kepada kalian akhlak terbaik di dunia dan akhirat? 1⃣Menyambung hubungan (silaturahmi) dengan orang yang memutus hubungan denganmu, 2⃣Memberi kepada orang yang tidak memberimu, dan 3⃣Memaafkan orang yang telah menzalimimu.” 📚Bihar al-Anwar, jilid 74, halaman 148. http://Telegram.me/TahukahAnda

  • Imam Ali ar-Ridha as berkata, "Barang siapa meridhai (menyetujui) suatu perbuatan, maka ia seperti orang yang melakukannya." 📚Uyun Akhbar ar-Ridha, jilid 1, hlm. 273. http://Telegram.me/TahukahAnda

  • ✅ Sebuah kisah nyata tentang peziarah yang diundang oleh Imam Husain as Ia bercerita: Suatu hari, dari kantor direktur utama maskapai penerbangan datang perintah bahwa dua orang pegawai harus berangkat ke Najaf hari itu juga untuk mengurus beberapa urusan administrasi yang sangat penting. Kami sangat sedih, karena siapa pun penumpang yang harus diturunkan dari pesawat pasti akan sangat kecewa. Namun kami tidak bisa berbuat apa-apa karena itu adalah perintah yang harus dilaksanakan. Aku masuk ke kokpit (ruang pilot) dan memohon kepada kapten agar mengizinkan dua pegawai itu duduk di dua kursi tambahan di ruang pilot. Namun, sayangnya ia tidak menyetujuinya. Akhirnya daftar penumpang dibawa, dan diputuskan bahwa dua nama terakhir dalam daftar harus turun dari pesawat. Setelah diumumkan, ternyata yang terpilih adalah seorang kakek dan seorang nenek. Aku masih ingat raut wajah mereka ketika turun dari pesawat. Betapa sedih dan hancurnya hati mereka. Pesawat pun terbang menuju Najaf. Setelah sekitar satu jam lebih, kami tiba di atas langit Najaf. Kami menunggu pengumuman dari kapten untuk mendarat, tetapi pesawat terus berputar-putar di udara. Sekitar setengah jam kemudian, kapten mengumumkan bahwa karena badai pasir dan jarak pandang yang sangat terbatas, pesawat tidak dapat mendarat dan harus kembali ke Bandara Imam Khomeini Teheran hingga cuaca membaik. Kami pun kembali ke Teheran. Setelah pintu pesawat dibuka, petugas koordinasi masuk ke kokpit untuk menanyakan alasan kami kembali. Lalu pilot pun memberitahukannya Namun kami terkejut ketika petugas itu berkata: "Bahwa bandara Najaf buka. Penerbangan tetap berlangsung, bahkan setelah pesawat Anda ada beberapa pesawat lain mendarat dan lepas landas." Dalam hati aku berkata, "Pasti ada hikmah di balik semua ini." Aku menemui kapten dan berkata: "Kapten, kalau memang begitu, mungkin Allah menghendaki kita kembali untuk menjemput dua penumpang yang tertinggal itu. Seandainya tadi Anda mengizinkan mereka duduk di dua kursi tambahan di kokpit..." Kapten menatapku lalu berkata: "Menurutmu, apakah alasan kita kembali memang karena itu? Baiklah, pergi dan panggil mereka." Aku sangat gembira. Aku segera menemui ketua rombongan dan bertanya: "Apakah Anda memiliki nomor telepon pasangan lansia yang tadi diturunkan?" Ia menjawab, "Ya." Aku berkata, "Cepat hubungi mereka. Semoga mereka masih berada di bandara." Allhamdulillah mereka berhasil ditemukan. Karena sangat lelah dan sedih, mereka ternyata sedang beristirahat di mushola bandara dan belum pulang ke rumah. Semua orang menunggu dengan gembira hingga akhirnya pasangan lansia itu datang dengan wajah penuh ketenangan dan kebahagiaan. Saat si nenek tiba di depan kami, ia berkata: "Apakah kalian mengira urusan/nasib kami ada di tangan kalian? Apakah kalian mengira kalian bisa membatalkan izin perjalanan kami?" Mata kami pun berkaca-kaca. Kami meminta maaf kepadanya. Aku berkata: "Syukurlah Ibu belum pulang ke rumah." Ia menjawab: "Kalau kalian yang berada di posisi kami, apakah kalian akan pulang? Dengan wajah bagaimana kami harus kembali ke rumah?" Kemudian ia menceritakan kisah yang lebih mengharukan. Ia berkata: "Kami begitu sedih hingga tidak sanggup berjalan. Kami masuk ke mushola bandara untuk menenangkan diri sebelum pulang." "Dalam hati aku berkata: 'Wahai Amirul Mukminin (Imam Ali bin Abi Thalib), wahai Aba Abdillah (Imam Husain), wahai Abul Fadhl al-Abbas, hari ini kalian memiliki begitu banyak tamu. Apakah hanya kami berdua yang tidak diterima?' Lalu aku menangis hingga tertidur." "Dalam keadaan antara tidur dan sadar, aku melihat seorang sayyid yang mulia masuk ke mushola dan berkata: 'Bukankah kalian ingin pergi ke Karbala? Lalu mengapa masih duduk di sini?' Kami menjawab: 'Wahai Tuan, kami tidak jadi berangkat. Kami tidak diizinkan ikut.' Beliau berkata: 'Bangunlah. Tenang saja, kalian akan pergi ke Karbala.' Si nenek melanjutkan: "Begitu aku membuka mata, HP suamiku berdering. Ternyata kalian menelepon kami agar segera kembali ke bandara." http://Telegram.me/TahukahAnda

  • Imam Ali bin Husain as berkata, "Sedekah dengan sembunyi-bunyi akan memadamkan murka Allah Swt." 📚Bihar al-Anwar, jilid 93, hal.180. http://Telegram.me/TahukahAnda

  • Imam Ja'far Shadiq as berkata, "Demi Allah! Sedekah secara rahasia itu lebih utama ketimbang sedekah secara terang-terangan. Demikian pula, demi Allah, ibadah secara rahasia itu lebih utama daripada ibadah secara terang-terangan." 📚al-Kafi, juz 4, hal.8, hadis ke-2. http://Telegram.me/TahukahAnda

  • Imam Muhammad al-Baqir as berkata, "Sedekah pada Hari Jumat itu dilipatgandakan (pahalanya), karena keutamaan hari Jumat dibandingkan hari-hari yang lain." 📚Tsawab al amal, jil.1, hal.220. http://Telegram.me/TahukahAnda

  • без подписи

  • 🌺Imam Ja'far Shadiq as berkata, "Pada hari Jumat tidak ada amalan yang lebih baik dari salawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad." 📚Ta'wil al Ayat azh Zhahirah, hal 454. 🌺Imam Ja'far Shadiq as berkata, "Disunahkan bersalawat kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya pada hari Jumat sebanyak seribu kali dan pada hari yang lain sebanyak seratus kali." 📚Ushul al Kafi, 3/416. 🌺Imam Ja'far Shadiq as berkata, "Pada akhir hari Kamis dan malam Jumat, sekelompok malaikat turun dari langit dengan membawa pena dari emas serta papan dari perak, dan pada akhir hari Kamis serta malam Jumat, juga hari Jumat sampai matahari terbenam, mereka tidak mencatat sesuatu apa pun selain bacaan salawat kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya." 📚Ushul al Kafi, 3/416. 🌹اَللّهُمَّ صَلِّ عَلی مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَعَجِّلْ فَرَجَهُمْ🌹 http://Telegram.me/TahukahAnda

  • Imam Ja'far Shadiq as berkata, "Ujilah saudara-saudaramu dengan dua perkara! Jika kedua sifat itu ada pada mereka, maka jadikanlah mereka sebagai saudaramu (sahabatmu). Tetapi, jika kedua sifat itu tidak terdapat pada mereka, maka tinggalkanlah mereka, kemudian tinggalkanlah mereka, kemudian tinggalkanlah mereka!! Kedua sifat tersebut adalah: 1⃣ Menjaga salat-salat (fardu) pada waktu-waktunya, dan 2⃣ Berbuat baik kepada saudara (sahabat) di waktu sulit dan lapang." 📚Al-Kafi, jil.2, hal.672, hadis 7. http://Telegram.me/TahukahAnda