AL-BAHR BINTAN
Статистика📚 Menyebarkan faedah-faedah islam ahlussunnah wal jama'ah as-salafiyyah 🛤️Di bawah bimbingan asatidzah ahlus sunnah wal jama'ah Ikuti dan bagikan agar faedahnya tersebar, Kritik & saran : albahrbintan@gmail.com
- Последний пост
- 12 авг.
- Последнее чтение
- 15 авг.
- Постов за неделю
- 2
- Всего постов
- 73
- Тип
- открытый
- Язык
- индонезийский
- Категория
- Религия
- В каталоге с
- 13 авг.
- 1/24сутки в ленте
- 55
- 1/48двое суток
- 63
- 1/72трое суток
- 67
Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.
Посты
Jangan dikira tidak ada pergeseran pada akidah kalian, akidah kita, akidah Ahlussunnah. Sangat mungkin terjadi pergeseran. Dan biasanya, awal pertama pergeseran tersebut adalah dari mengghibahi penguasa. Dan ini adalah ucapan sahabat yang mulia Abu Darda radhiyallahu ta'ala 'anhu dinukil dalam kitab At-Tamhid, qala: "Inna awwala nifaqil-mar'i ta'nuhu 'ala imamih". Saya ulangi ucapan beliau radhiyallahu ta'ala 'anhu: "Inna awwala nifaqil-mar'i ta'nuhu 'ala imamih", pertama munculnya kemunafikan seseorang adalah cercaannya terhadap penguasanya. Awal kemunafikan. Katanya Ahlussunnah, tapi mulutnya ghibah. Yang dighibahinya adalah penguasa. Ikut siapa? Ikut para sahabat? Tidak. Ikut para tabi'in? Tidak. Ikut para Ahlul Hadits? Tidak. Ikut siapa dia? Mulutnya menyatakan 'saya Ahlussunnah, saya Salafi', tetapi mulutnya mencerca penguasa, mengghibahi penguasa, menjatuhkan kehormatan para penguasa, menyebarkan dengan jempol jarinya, share sekian berita-berita yang menjatuhkan penguasa. Kaum muslimin rahimani wa rahimakumullah, wahai Ahlussunnah, fashbiru. Sabarlah dan kokohlah di atas manhaj Salaf. Walaupun engkau dianggap aneh. Saking banyaknya gelombang manusia yang mencerca penguasa, saking banyaknya provokasi. Kamu yang beristiqamah di atas Sunnah dianggap aneh. 'Kamu ini bagaimana? Kesalahannya di depan mata, sekian besarnya!' Ikhwaniddin a'azzakumullah, kaum muslimin rahimani wa rahimakumullah, di depan mata yang mana? Di depan kaca. Di depan layar HP. Di depan komputer. Yang maknanya adalah dari mereka-mereka yang menyebarkan provokasi tadi. Man hum? Bukan Ahlussunnah. Man hum? Bukan Salafiyyun. Man hum? Bukan orang baik. Mereka menghendaki kehancuran negeri ini. Mereka menghendaki kekacauan yang terjadi. Mereka bahkan terang-terangan berkata bahwa sekian tahun lagi harus terjadi chaos, harus! Mereka katakan mesti dan kita upayakan untuk memaksa demikian dan demikian. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Kaum muslimin rahimani wa rahimakumullah, negeri yang mayoritas muslimin, negeri yang masya Allah mayoritas orang-orang yang membaca Al-Qur'an, membaca hadits, orang-orang yang mengerti tentang perintah Allah dan Rasul-Nya, kalau sampai hancur, siapa yang rugi? Kaum muslimin. Siapa korbannya? Kaum muslimin. Siapa yang merasakan akibatnya? Kaum muslimin. Sedangkan yang lain tertawa di luar sana. Orang-orang di luar Islam gembira, 'Lihatlah sebuah negeri Islam yang besar telah hancur'. Seakan-akan misi mereka telah berhasil sehingga mereka akan berkata, 'Yang ini selesai, tinggal yang itu'. Kaum muslimin rahimani wa rahimakumullah, "Iyyakum wa la'nal-wulah", masih lanjutan ucapan Abu Darda. "Iyyakum wa la'nal-wulah", hati-hati kalian dari melaknat para penguasa. "Fa innaha haliqah", karena melaknat penguasa itu adalah pencukur. Aku tidak berkata pencukur rambut, tetapi pencukur agama. Lihat ikhwaniddin a'azzakumullah, yang tadi dikatakan bibit kemunafikan pertama kali adalah entengnya mulut mencerca penguasa. Sekarang dikatakan haliqah, yang mencukur agama, yaqridud-dina qardan-qardan, menggunting agama sedikit demi sedikit. Kaum muslimin rahimani wa rahimakumullah, ittaqullah. Ittaqullaha washbiru, fa innal-amra qarib. Bertakwalah kepada Allah dan sabarlah. Sabarlah, karena sesungguhnya urusannya sebentar. Dekat. Imma sutira aw isturiha. Imma kita istirahat, wa imma kita diistirahatkan. Artinya imma kita istirahat, kita wafat, selesai. Beban tadi hilang. Segala macam fitnah-fitnah selesai kalau kita diwafatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Atau sebaliknya, Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan takdir-Nya menggantinya dengan yang lebih baik. Sabar. Imma sutira aw isturiha. Bisa jadi engkau istirahat atau engkau diistirahatkan dari dia. Itu barakallahu fiikum kalau-kalau sangat-sangat berat kekurangannya. Sedangkan yang kita lihat, alhamdulillah, semua kegiatan, semua upaya dan usaha manusia, rakyat sekarang ini, aman, lancar, tidak ada segala macam penghalang-penghalang, walhamdulillah. Ikut membagikan: https://t.me/galerisendangmulyo/6014 Sumber audio: https://t.me/salafymaluku/4815
YANG MENGHERANKAN , MENGAKU AHLUSSUNNAH TETAPI MENCERCA / MENCELA PEMERINTAHNYA !!! Disampaikan oleh; Al Ustadz Muhammad Bin Umar AsSewed حفظه اللّٰه TRANSKRIP KAJIAN: …. Sehingga dikatakan oleh Anas ibnu Malik radhiyallahu ta'ala 'anhu, dan beliau adalah sahabat yang akhir-akhir wafat. Artinya mengalami sekian pergantian penguasa. Dari Khulafaur Rasyidin, kemudian berlanjut dengan Bani Umayyah, dengan sekian khalifahnya. Kaum muslimin rahimani wa rahimakumullah, apakah tidak terjadi kezaliman, kecurangan di zaman Bani Umayyah? Kata Anas ibnu Malik, ketika melihat gejolak dari kaum Khawarij, ketika melihat gejolak dari kaum Syi'ah Rafidha, yang mulai melupakan prinsip agama ini. Maka Anas ibnu Malik menyatakan: "Nahana kubara'una min as-habi Rasulillah", telah melarang kami pembesar-pembesar kami dari para sahabat Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam. Tidak disebut satu atau dua. Disebut: "Kubara'una min as-habi Rasulillah", pembesar-pembesar kami, tokoh-tokoh besar kami dari kalangan para sahabat, semuanya memperingatkan kami: "La tasubbu umara'akum, wa la taghussuhum, wa la tubghiduhum, wattaqullaha washbiru". Lengkap. Nasihat dari Anas ibnu Malik mengatasnamakan para sahabat. Bahwa mereka melarang kami: Jangan mencerca penguasa-penguasa kalian. Jangan kalian ghish (curang/zalim) kepada mereka. Wa la tubghiduhum, dan jangan membenci mereka. Wattaqullah, bertakwalah kepada Allah. Washbiru, takutlah kepada Allah dan sabarlah. Kaum muslimin rahimani wa rahimakumullah, takutlah kepada Allah, bertakwalah kepada Allah. Karena kenikmatan tersebut kalau tidak disyukuri akan dicabut. Yaitu dicabutnya ketenteraman dan ketertiban, dicabutnya keamanan, dicabutnya barakallahu fiikum kenikmatan al-jama'ah. Yaitu ditimpa lawannya dari al-jama'ah, terpecah-pecah, terkotak-kotak, kemudian terjadi perang saudara, dan seterusnya, dan seterusnya. Dan semua itu dimulai dengan sabb, dengan cercaan di mulut yang enteng terucap. Yang kadang-kadang kita heran, kita Ahlussunnah, mengaku pengikut Salaf, ikut-ikutan berbicara tentang penguasa yang tidak hikmah katanya, yang tidak adil katanya, yang katanya begini dan begitu, terbawa dengan media. Media cetak, media elektronik, ataupun media internet. Yang sungguh terlalu banyak berita-berita yang seperti itu. Dan itu sangat menyedihkan. Sangat disayangkan. Kaum muslimin termakan dengan berbagai macam fitnah-fitnah, provokasi-provokasi yang arahnya sama: mencerca penguasa, menjatuhkan kehormatan penguasa, su'udzon kepada penguasa, berburuk sangka kepada penguasa, mencari-cari tajassus kesalahan penguasa. Itu seakan-akan menjadi tren hari ini. Ushikum wa nafsi bitaqwallah. Aku wasiatkan pada antum semua kaum muslimin, termasuk saya di dalamnya, untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Bertakwalah kepada Allah dan sabarlah. Sabar dengan makna istiqamah di atas dakwah Salafiyah. Sabar bermakna istiqamah di atas jalan para sahabat, di atas jalan Salaf. Yaitu sabar menghadapi kekurangan para penguasa. In sadaq, kalau benar beritanya. Apakah boleh kita ghibah? Kalau benar beritanya, bolehkah kita memprovokasi? Tetap saja haram. Bahkan Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu ta'ala menyatakan bahwa ghibah adalah dosa besar. Dan akan lebih besar lagi kalau yang dighibahi adalah para ulama atau para umara. Lebih besar dosanya. Kalau yang diceritakan kejelekannya adalah penguasa atau ulama. Siapa yang mengghibahi para ulama, rusak agamanya. Dan siapa yang mengghibahi para penguasa, rusak dunianya. Kaum muslimin rahimani wa rahimakumullah, maka dikatakan oleh Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam: "Fashbiru hatta talaqawni 'alal-haudh". Ikhwaniddin a'azzakumullah, jangan dikira hati tidak bergolak. Jangan dikira hati tidak bisa berubah. Hati itu kal-mirjal, bergolak seperti periuk yang mendidih. Bisa berubah-ubah kapan saja.
без подписи
без подписи
📀 Audio Kajian Rutin Bintan, Kepulauan Riau 🎙 Pemateri : Al-Ustadz Abul Hasan Ibrahim حفظه الله تعالى 📚 Pembahasan: Sesi 1 : Kitab Syarah Utshul Tsalasah (Karya Asy Syaikh Utsaimin Rahimahullahu Ta'ala) Sesi 2 : Kitab Sifat Sholat Nabi (Karya Asy Syaikh Al Albani Rahimahullahu Ta'ala) 🗓 Ahad, 25 1448 H | Minggu 9 Agustus 2026 M 📍 Tempat: √ Rumbel Al-Bahr Bintan Jl. Harapan Baru Teluk Sasah, Seri Kuala Lobam, Bintan - Kepulauan Riau 📡 Silakan jika berkenan, ikuti dan bagikan kanal Telegram: https://t.me/albahrbintan http://albahrbintan.blogspot.com Semoga bermanfaat بارك اللّه فيكم وجزاكم اللّه خيرا ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Live stream finished (20 minutes)
بــــــــــــــسم اللّــــــــــــہ الرحمن الرحيم 📡 Simak Sekarang Kajian Rutin Islam Ilmiah Pulau Bintan, Kepulauan Riau 🎙 Pemateri : Al-Ustadz Abul Hasan Ibrahim حفظه الله تعالى 📚 Pembahasan: Sesi 2 2.Kitab Sifat Sholat Nabi ( Karya Asy Syaikh Muhammad Nashirudin Al-Albani رحمه الله) 📡 LIVE Streaming: 📻 Radio Syariah: Radio al-Bahr Bintan 🎧 Chanel Telegram: t.me/albahrbintan 🎚️ Didukung oleh: Radio Islam Indonesia www.radioislam.or.id
Live stream started
Live stream finished (1 hour)
بــــــــــــــسم اللّــــــــــــہ الرحمن الرحيم 📡 Simak Sekarang Kajian Rutin Islam Ilmiah Pulau Bintan, Kepulauan Riau 🎙 Pemateri : Al-Ustadz Abul Hasan Ibrahim حفظه الله تعالى 📚 Pembahasan: Sesi 1 1.Kitab Al-Ushul Tsalatsah (Karya Asy Syaikh Muhammad Ibnu Sholih Al-'Utsaimin رحمه الله) 📡 LIVE Streaming: 📻 Radio Syariah: Radio al-Bahr Bintan 🎧 Chanel Telegram: t.me/albahrbintan 🎚 Didukung oleh: Radio Islam Indonesia www.radioislam.or.id
Live stream started
بــــــــــــــسم اللّــــــــــــہ الرحمن الرحيم Hadirilah Kajian Rutin Islam Ilmiah Bintan, Kepulauan Riau 🎙 Pemateri : Al-Ustadz Abul Hasan Ibrahim حفظه الله تعالى (Pengajar Ma'had Darul Haq Batam) 📚 Pembahasan: Sesi 1 1.Kitab Al-Ushul Tsalatsah (Karya Asy Syaikh Muhammad Ibnu Sholih Al-'Utsaimin رحمه الله Sesi 2 2.Kitab Sifat Sholat Nabi ( Karya Asy Syaikh Muhammad Nashirudin Al-Albani رحمه الله) 🗓 Hari: Ahad, 25 Safar 1448 H | Minggu 9 Agustus 2026 M 🕔 Waktu: Ahad / Minggu ke-2 10.00 ~ Selesai 📍 Tempat: √ Rumbel Al-Bahr Bintan Jl. Harapan Baru Teluk Sasah, Seri Kuala Lobam, Bintan - Kepulauan Riau 📱Informasi: • Abu Yusuf - 0813 7225 9470 • Abu Abbas - 0813 7140 6899 📡 LIVE Streaming: 📻 Radio Syariah: Radio al-Bahr Bintan 🎧 Chanel Telegram: t.me/albahrbintan 📡 Silakan jika berkenan, ikuti dan bagikan kanal Telegram: https://t.me/albahrbintan http://albahrbintan.blogspot.com
JUM'AT 23 Shafar 1448 H/07 Agustus 2026 M https://t.me/albahrbintan
HUKUM MEMASANG LAMPU KELAP-KELIP, BENDERA, UMBUL-UMBUL DI HARI KEMERDEKAAN 🎙Al Ustadz Muhammad bin Umar as Sewed حفظه الله تعالی #videofawaid158 Yuk gabung: https://t.me/albahrbintan https://albahrbintan.blogspot.com Ambil faedahnya dan tafadhal untuk disebarkan. Semoga menjadi tambahan amal ibadah untuk kita. #Baarakallahufiykum
⚠️ PERUSAK DAKWAH YANG PALING BESAR ❝ Tidak bisa menjaga lisan. ❞ 📌 Dua Lisan di Zaman Ini Dahulu manusia hanya memiliki satu lisan, yaitu lisan nyata. Kini, manusia memiliki dua lisan: 🗣️ Lisan nyata 📱 Lisan digital 🗣️ Lisan nyata membutuhkan keberanian untuk berbicara langsung di hadapan orang lain. 📱 Lisan digital tidak membutuhkan nyali. Cukup dengan jari, seseorang dapat: ❌ Mencela ❌ Memfitnah ❌ Mengghibah ❌ Menyebarkan kebencian ❌ Mempermalukan saudaranya Semua itu bisa dilakukan di hadapan ribuan bahkan jutaan orang. ⚠️ Karena itulah, lisan digital sering kali lebih berbahaya daripada lisan nyata. 👂 Satu ucapan mungkin hanya didengar beberapa orang. 📲 Namun satu tulisan dapat tersebar ke berbagai grup, disimpan, dibagikan, dan terus menyebar tanpa kendali. 🤲 Maka, jagalah lisan kita… Baik lisan yang berbicara maupun lisan yang mengetik (digital). ✍️ Faidah dari kajian ustadzuna Abul Hasan As Sidawi hafidzahullah. 🌐 https://t.me/ahlussunnahlawang
без подписи
بــــــــــــــسم اللّــــــــــــہ الرحمن الرحيم 💽 RAKAMAN AUDIO 💽 💻 KAJIAN RUTIN ONLINE PULAU BINTAN 📖 Pembahasan: al-Mu'taqodu as-Sohih karya as-Syaikh Abdus Salam ibn Barjas رحمه الله 🎙 Disampaikan oleh: al-Ustadz Abu Rosyid حفظه الله (Pengajar Ponpes Nurul Ilmi al-Atsary Majalengka) 📡 Silakan jika berkenan, ikuti dan bagikan kanal Telegram: https://t.me/albahrbintan http://albahrbintan.blogspot.com Semoga bermanfaat بارك اللّه فيكم وجزاكم اللّه خيرا ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Live stream finished (28 minutes)
بــــــــــــــسم اللّــــــــــــہ الرحمن الرحيم 📡📡📡 ‼️ SIMAK SEKARANG ‼️ 💻 KAJIAN RUTIN ONLINE PULAU BINTAN 📖 Pembahasan: al-Mu'taqodu as-Sohih karya as-Syaikh Abdus Salam ibn Barjas رحمه الله 🎙 Disampaikan oleh: al-Ustadz Abu Rosyid حفظه الله (Pengajar Ponpes Nurul Ilmi al-Atsary Majalengka) 📡 Siaran LIVE di Channel Telegram: https://t.me/albahrbintan http://albahrbintan.blogspot.com
Live stream started