Al Ilmoe
Статистика© Koreksi & masukan: +62 853-6176-8769 Saluran telegram Al-Ilmu adalah media untuk berbagi ilmu, poster dakwah, fatwa dan nukilan islamiyah ilmiah yang bersumber dari al-Quran dan as-Sunnah sesuai dengan faham salafus shalih. #berilmusebelumberamal
- Последний пост
- 15 авг.
- Последнее чтение
- 15 авг.
- Постов за неделю
- 8
- Всего постов
- 56
- Тип
- открытый
- Язык
- индонезийский
- Категория
- Религия (по похожим)
- В каталоге с
- 13 авг.
- 1/24сутки в ленте
- 1 083
- 1/48двое суток
- 1 241
- 1/72трое суток
- 1 338
Медиана по постам, которые мы застали свежими и померили через сутки.
Посты
PENYESALAN PENDUDUK NERAKA Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: يقول الله تعالى لأهون أهل النار عذابا يوم القيامة: لو أن لك ما في الأرض من شيء أكنت تفتدي به؟ فيقول: نعم، فيقول: أردت منك أهون من هذا، وأنت في صلب آدم: ألا تشرك بي شيئا، فأبيت إلا أن تشرك بي “Allah Ta‘ala berfirman kepada orang yang paling ringan siksaannya di antara penghuni neraka pada hari Kiamat: ‘Seandainya engkau memiliki segala sesuatu yang ada di bumi, apakah engkau bersedia menjadikannya sebagai tebusan untuk menyelamatkan dirimu?’ Ia menjawab, ‘Ya.’ Allah berfirman: ‘Aku dahulu telah meminta darimu sesuatu yang jauh lebih ringan daripada itu, ketika engkau masih berada di dalam tulang sulbi Adam: yaitu agar engkau tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Namun engkau tetap menolak dan memilih untuk mempersekutukan-Ku.’”* 📚 Sumber : HR. Al-Bukhari no. 6557 •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• 📲 Telegram alilmoe: https://t.me/alilmoe 📟 Instagram al_ilmoe: https://instagram.com/al_ilmoe?igshid=ZDdkNTZiNTM= 📲 WA alilmoe: https://whatsapp.com/channel/0029VaGNWYLDJ6H6tfpwSh0b 🌐 Website alilmoe : https://alilmoe.com/
KETIKA MAKSIAT MENGHILANGKAN PENJAGAAN ALLAH Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah berkata: أن من ضيع الله، ضيعه الله، فضاع بين خلقه حتى يدخل عليه الضرر والأذى ممن كان يرجوا نفعه من أهله وغيرهم، كما قال بعض الشلف: إني لأعصي الله، فأعرِفُ ذلك في خُلُقٍ خادمي ودابتي “Sesungguhnya barang siapa menyia-nyiakan Allah, niscaya Allah akan menyia-nyiakannya. Akibatnya, ia akan terlantar di tengah-tengah makhluk-Nya, hingga ia mendapatkan mudarat dan gangguan dari orang-orang yang sebelumnya ia harapkan mendapatkan manfaat dari mereka, baik dari keluarganya maupun selain mereka. Sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian salaf: إني لأعصي الله، فأعرِفُ ذلك في خُلُقٍ خادمي ودابتي ‘Sungguh, aku mengetahui bahwa aku telah bermaksiat kepada Allah dari perubahan sikap pelayanku dan hewan tungganganku terhadapku.’” 📚 Sumber : Jāmi‘ul ‘Ulūm wal-Ḥikam, hlm. 439. •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• 📲 Telegram alilmoe: https://t.me/alilmoe 📟 Instagram al_ilmoe: https://instagram.com/al_ilmoe?igshid=ZDdkNTZiNTM= 📲 WA alilmoe: https://whatsapp.com/channel/0029VaGNWYLDJ6H6tfpwSh0b 🌐 Website alilmoe : https://alilmoe.com/
без подписи
🌧🌿 Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: ربما اتكل بعض المغترين على ما يرى من نعم الله عليه في الدنيا وأنه لا يغير ما به، ويظن أن ذلك من محبة الله له، وأنه يعطيه في الآخرة أفضل من ذلك، فهذا من الغرور. قال الإمام أحمد: حدثنا يحيى بن غيلان حدثنا رشدين بن سعد عن حرملة بن عمران التجيبي عن عقبة بن مسلم عن عقبة بن عامر عن النبي - ﷺ - قال: «إذا رأيت الله عز وجل يعطي العبد من الدنيا على معاصيه ما يحب فإنما هو استدراج، ثم تلا قوله عز وجل: ﴿فلما نسوا ما ذكروا به فتحنا عليهم أبواب كل شيء حتى إذا فرحوا بما أوتوا أخذناهم بغتة فإذا هم مبلسون﴾ [سورة الأنعام: ٤٤] .» “Terkadang sebagian orang yang tertipu bersandar kepada apa yang ia lihat berupa berbagai nikmat Allah yang diberikan kepadanya di dunia, sementara Allah tidak mengubah keadaan yang ia jalani. Ia mengira bahwa hal itu merupakan tanda kecintaan Allah kepadanya dan bahwa Allah akan memberinya yang lebih baik lagi di akhirat. Ini adalah sebuah ketertipuan. Imam Ahmad berkata: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ghailan, telah menceritakan kepada kami Rusydin bin Sa‘d, dari Harmalah bin ‘Imran At-Tujibi, dari ‘Uqbah bin Muslim, dari ‘Uqbah bin ‘Amir, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: “Apabila engkau melihat Allah ‘Azza wa Jalla memberikan kepada seorang hamba berbagai kenikmatan dunia yang ia sukai, sementara ia tetap melakukan kemaksiatan kepada-Nya, maka sesungguhnya itu adalah istidrāj.” Kemudian beliau ﷺ membaca firman Allah Ta‘ala: ﴿فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ﴾ “Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan bagi mereka pintu-pintu segala sesuatu. Hingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An‘ām: 44) •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• 📲 Telegram alilmoe: https://t.me/alilmoe 📟 Instagram al_ilmoe: https://instagram.com/al_ilmoe?igshid=ZDdkNTZiNTM= 📲 WA alilmoe: https://whatsapp.com/channel/0029VaGNWYLDJ6H6tfpwSh0b 🌐 Website alilmoe : https://alilmoe.com/
BERHATI-HATILAH DARI KENIKMATAN SEMENTARA ENGKAU DALAM KEMAKSIATAN Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, وقال بعض السلف: إذا رأيت الله يتابع عليك نعمه وأنت مقيم على معاصيه فاحذره؛ فإنما هو استدراج منه يستدرجك به، وقد قال تعالى: ﴿ولولا أن يكون الناس أمة واحدة لجعلنا لمن يكفر بالرحمن لبيوتهم سقفا من فضة ومعارج عليها يظهرون - ولبيوتهم أبوابا وسررا عليها يتكئون - وزخرفا وإن كل ذلك لما متاع الحياة الدنيا والآخرة عند ربك للمتقين﴾ [سورة الزخرف: ٣٣ - ٣٥]. “Sebagian salaf berkata: Apabila engkau melihat Allah terus-menerus melimpahkan nikmat kepadamu sementara engkau tetap bergelimang dalam kemaksiatan, maka waspadalah! Sesungguhnya itu adalah istidrāj dari-Nya; Dia sedang mengulurmu secara perlahan melalui nikmat tersebut.” Kemudian Ibnul Qayyim membawakan firman Allah dalam QS. Az-Zukhruf 33–35 : “Dan sekiranya bukan karena manusia akan menjadi satu umat (dalam kekafiran), niscaya Kami jadikan bagi orang-orang yang kafir kepada (Allah) Yang Maha Pengasih, atap-atap rumah mereka dari perak dan tangga-tangga yang mereka naiki, dan bagi rumah-rumah mereka (Kami buatkan pula) pintu-pintu dan dipan-dipan yang mereka bertelekan di atasnya, serta perhiasan (yang beraneka ragam). Semua itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, sedangkan akhirat di sisi Tuhanmu adalah untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 33–35). 📚 Sumber : Ad-Da'u wad Dawa'u 35. •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• 📲 Telegram alilmoe: https://t.me/alilmoe 📟 Instagram al_ilmoe: https://instagram.com/al_ilmoe?igshid=ZDdkNTZiNTM= 📲 WA alilmoe: https://whatsapp.com/channel/0029VaGNWYLDJ6H6tfpwSh0b 🌐 Website alilmoe : https://alilmoe.com/
без подписи
без подписи
TIDAK SEMUA YANG ALLAH TAHAN DARI KITA ADALAH UJIAN Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: وَمِنْ رَحْمَتِهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ نَغَّصَ عَلَيْهِمُ الدُّنْيَا وَكَدَّرَهَا؛ لِئَلَّا يَسْكُنُوا إِلَيْهَا، وَلَا يَطْمَئِنُّوا إِلَيْهَا، وَيَرْغَبُوا فِي النَّعِيمِ الْمُقِيمِ فِي دَارِهِ وَفِي جِوَارِهِ. فَسَاقَهُمْ إِلَى ذَلِكَ بِسِيَاطِ الِابْتِلَاءِ وَالِامْتِحَانِ؛ فَمَنَعَهُمْ لِيُعْطِيَهُمْ، وَابْتَلَاهُمْ لِيُعَافِيَهُمْ. “Di antara bentuk rahmat-Nya ‘Azza wa Jalla adalah Dia menjadikan kehidupan dunia terasa berat dan tidak sempurna bagi mereka, agar mereka tidak merasa betah dan tenteram kepadanya, serta agar mereka merindukan kenikmatan yang kekal di negeri-Nya dan berada di dekat-Nya. Maka Dia menggiring mereka menuju kenikmatan tersebut dengan cambuk ujian dan cobaan. Dia menahan sesuatu dari mereka agar memberikan sesuatu yang lebih baik kepada mereka, dan Dia menguji mereka agar memberikan keselamatan kepada mereka.” 📚 Sumber : Ighāthatul Lahfān, jilid 2/hlm.917 •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• 📲 Telegram alilmoe: https://t.me/alilmoe 📟 Instagram al_ilmoe: https://instagram.com/al_ilmoe?igshid=ZDdkNTZiNTM= 📲 WA alilmoe: https://whatsapp.com/channel/0029VaGNWYLDJ6H6tfpwSh0b 🌐 Website alilmoe : https://alilmoe.com/
без подписи
KIAT MENJAGA KASIH SAYANG DIANTARA SESAMA 🎙️ Hatim Al-Aṣamm rahimahullah berkata: أربعة تذهب الحقد بين الإخوان: المعاونة بالبدن، واللطف باللسان، والمواساة بالمال، والدعاء في الغيب. Ada empat perkara yang dapat menghilangkan rasa dendam di antara saudara: 1. Meringankan beban saudaranya dengan tenaga, 2. Bersikap lembut dalam bertutur kata, 3. Saling berbagi dan membantu dengan harta. 4. Mendoakan saudaranya ketika ia tidak mengetahuinya.” 📚 Sumber : Kitāb aṣ-Ṣadāqah waṣ-Ṣadīq, hlm. 285. •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• 📲 Telegram alilmoe: https://t.me/alilmoe 📟 Instagram al_ilmoe: https://instagram.com/al_ilmoe?igshid=ZDdkNTZiNTM= 📲 WA alilmoe: https://whatsapp.com/channel/0029VaGNWYLDJ6H6tfpwSh0b 🌐 Website alilmoe : https://alilmoe.com/
без подписи
без подписи
ISTIDRAJ YANG TIDAK DISADARI Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: يؤدب الله عبده المؤمن الذي يحبه وهو كريم عنده بأدنى زلة أو هفوة ، فلا يزال مستيقظا حذرا . وأما من سقط من عينه وهان عليه فإنه يخلي بينه وبين معاصيه ، وكلما أحدث ذنبا أحدث له نعمة ، والمغرور يظن أن ذلك من كرامته عليه ولا يعلم أن ذلك عين الإهانة ، وأنه يريد به العذاب الشديد ، والعقوبة التي لا عاقبة معها “Allah terkadang menegur hamba-Nya yang beriman, yang Dia cintai dan muliakan di sisi-Nya, hanya dengan kesalahan kecil atau kekhilafan. Dengan teguran itu, hamba tersebut senantiasa berada dalam keadaan sadar dan waspada. Adapun orang yang telah jatuh dari pandangan-Nya dan tidak lagi mendapatkan perhy di sisi-Nya, Allah membiarkannya bersama kemaksiatan-kemaksiatannya. Setiap kali ia melakukan dosa, Allah justru memberinya kenikmatan. Orang yang tertipu menyangka bahwa hal itu merupakan bentuk pemuliaan Allah kepadanya. Padahal, ia tidak menyadari bahwa justru itulah bentuk penghinaan terhadapnya, dan bahwa Allah menghendaki baginya azab yang berat serta hukuman yang tidak berujung pada keselamatan.” 📚 Sumber : Zadul Ma'ad (jilid 3/hlm.506) •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• 📲 Telegram alilmoe: https://t.me/alilmoe 📟 Instagram al_ilmoe: https://instagram.com/al_ilmoe?igshid=ZDdkNTZiNTM= 📲 WA alilmoe: https://whatsapp.com/channel/0029VaGNWYLDJ6H6tfpwSh0b 🌐 Website alilmoe : https://alilmoe.com/
#LembarAkhlak ARS-TZH-1448.II.22 KETIKA CINTA DUNIA MULAI MENGUASAI HATI Allah tidak mengharamkan seorang muslim memiliki harta. Bahkan banyak nabi dan orang-orang saleh yang diberi keluasan rezeki. Namun, ada satu perkara yang jauh lebih berbahaya daripada sedikit atau banyaknya harta, yaitu ketika kecintaan kepada dunia mulai menguasai hati. Dunia yang semula hanya berada di tangan perlahan mengambil tempat di dalam hati, hingga akhirnya menjadi perkara yang paling dicintai dan paling dikhawatirkan kehilangannya. Bahaya cinta dunia telah diingatkan oleh para salaf sejak generasi awal Islam. Di antara atsar yang paling menggugah tentang hal tersebut ialah perkataan Abdullah bin 'Abbas radhiyallahu 'anhuma (w. 68 H). Beliau berkata: «لَمَّا ضُرِبَ الدِّرْهَمُ وَالدِّينَارُ أَخَذَهُمَا إِبْلِيسُ، فَوَضَعَهُمَا عَلَى عَيْنَيْهِ، وَقَالَ: أَنْتُمَا ثَمَرَةُ قَلْبِي وَقُرَّةُ عَيْنِي، بِكُمَا أُطْغِي وَبِكُمَا أُكَفِّرُ، وَبِكُمَا أُدْخِلُ النَّارَ، رَضِيتُ مِنِ ابْنِ آدَمَ بِحُبِّ الدُّنْيَا» "Ketika dirham dan dinar dicetak, Iblis mengambil keduanya, lalu menempelkan keduanya pada kedua matanya seraya berkata, 'Kalian adalah buah hatiku dan penyejuk mataku. Dengan kalian aku membuat manusia melampaui batas, dengan kalian aku menyeret mereka kepada kekufuran, dan dengan kalian aku menyeret mereka ke dalam neraka. Cukuplah bagiku anak Adam mencintai dunia.'"¹ Atsar ini tidak menunjukkan bahwa harta adalah sesuatu yang tercela. Yang menjadi sasaran Iblis bukanlah dirham dan dinarnya, melainkan hati manusia yang mulai dipenuhi kecintaan kepada dunia. Sebab, selama dunia tetap berada di tangan, ia dapat menjadi sarana untuk beribadah kepada Allah. Namun, ketika dunia berpindah ke dalam hati, ia dapat menyeret seseorang kepada berbagai bentuk penyimpangan. Hakikat ini juga telah dijelaskan oleh Allah Ta'ala dalam firman-Nya: «﴿كَلَّا إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَىٰ ٦ أَن رَّآهُ اسْتَغْنَىٰ ٧ إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلرُّجْعَىٰ ٨﴾» "Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia benar-benar melampaui batas ketika melihat dirinya merasa serba cukup. Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali." (QS. Al-'Alaq [96]: 6–8) Allah tidak mencela harta dalam ayat ini, tetapi mencela hati yang merasa cukup karena harta. Bukan harta yang melahirkan sikap melampaui batas, melainkan perasaan telah cukup sehingga tidak lagi merasa bergantung kepada Allah. Itulah sebabnya, ketika cinta dunia menguasai hati, seseorang dapat perlahan menjauh dari petunjuk-Nya. Bukan sedikit atau banyaknya harta yang perlu kita khawatirkan, tetapi kedudukan harta itu di dalam hati. Sebab, dunia yang berada di tangan dapat menjadi bekal menuju akhirat, sedangkan dunia yang telah menguasai hati dapat menjadi sebab seseorang melupakan akhirat. Karena itu, setiap muslim perlu sesekali bertanya kepada dirinya sendiri, "Apakah dunia masih berada di tangan saya, atau jangan-jangan telah menguasai hati saya?" Di antara doa yang sering dipanjatkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebelum bangkit dari majelis ialah: «وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا» "Ya Allah, janganlah Engkau jadikan dunia sebagai perhatian terbesar kami, dan jangan pula menjadi puncak ilmu kami."² Semoga Allah tidak menjadikan dunia sebagai perhatian terbesar kita, melainkan menjadikan keridaan-Nya sebagai tujuan yang paling kita utamakan. --- 📚 Catatan Referensi ¹ Isma'il al-Ashbahani (w. 535 H). Siyar as-Salaf ash-Shalihin. Jilid 2, hlm. 488. Atsar dari Abdullah bin 'Abbas radhiyallahu 'anhuma (w. 68 H). ² HR. At-Tirmidzi no. 3502 dari Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhuma. Dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi. #berilmusebelumberamal #lembarakhlak #tazkiyah #hubbuddunya #zuhud #nasihatulama #kajianislam •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• 📟 Instagram al_ilmoe: https://instagram.com/al_ilmoe?igshid=ZDdkNTZiNTM= 📟 WA alilmoe: https://whatsapp.com/channel/0029VaGNWYLDJ6H6tfpwSh0b
без подписи
Seorang muslim tidak hanya menjaga lisannya ketika berbicara dengan serius, tetapi juga ketika bercanda. Bahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan sebuah doa yang di dalamnya terdapat permohonan ampun atas kesalahan ketika serius maupun ketika bercanda. Beliau berdoa: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي جِدِّي وَهَزْلِي وَخَطَئِي وَعَمْدِي، وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي "Ya Allah, ampunilah aku atas kesalahanku ketika serius maupun ketika bercanda, atas kekeliruanku maupun kesengajaanku. Semua itu ada pada diriku."³ Semoga Allah membimbing kita agar senantiasa menjaga lisan dalam setiap keadaan, baik ketika berbicara dengan serius maupun ketika bercanda. 📚 Catatan Referensi: ¹ Al-Mawardi (w. 450 H). Adab ad-Dunyā wa ad-Dīn. Hlm. 310. ² Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin (w. 1421 H). Syarḥ Bulūgh al-Marām. Jilid 15, hlm. 542. ³ HR. Muslim no. 2719 dan HR. Al-Bukhari no. 6398, dari sahabat Abu Musa al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu. Lafaz yang dinukil adalah lafaz Muslim. #berilmusebelumberamal #lembarakhlak #adab #akhlak #nasihatulama #kajianislam •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• 📟 Instagram al_ilmoe: https://instagram.com/al_ilmoe?igshid=ZDdkNTZiNTM= 📟 WA alilmoe: https://whatsapp.com/channel/0029VaGNWYLDJ6H6tfpwSh0b
#LembarAkhlak ARSIP SERI ARS-TZH-1448.II.21 KETIKA CANDAAN MULAI MELEWATI BATAS Bercanda merupakan bagian dari kehidupan seorang muslim. Bahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga pernah bercanda dengan para sahabatnya. Namun, tidak semua candaan membawa kebaikan. Ketika candaan mulai melewati batas, ia dapat berubah dari sesuatu yang menyenangkan menjadi sumber berbagai keburukan. Keseimbangan dalam bercanda telah diajarkan oleh para ulama sejak generasi terdahulu. Di antara nasihat yang patut direnungkan dalam masalah ini ialah perkataan Sa'id bin al-'Ash rahimahullah kepada putranya: اقْتَصِدْ فِي مُزَاحِكَ؛ فَإِنَّ الْإِفْرَاطَ فِيهِ يُذْهِبُ الْبَهَاءَ، وَيُجَرِّئُ عَلَيْكَ السُّفَهَاءَ، وَإِنَّ التَّقْصِيرَ فِيهِ يَفُضُّ عَنْكَ الْمُؤَانِسِينَ، وَيُوحِشُ مِنْكَ الْمُصَاحِبِينَ "Bercandalah secukupnya. Sebab, berlebihan dalam bercanda akan menghilangkan kewibawaan dan mendorong orang-orang yang bodoh berlaku lancang kepadamu. Sebaliknya, terlalu sedikit bercanda akan membuat orang-orang yang senang bersamamu menjauh dan membuat teman-temanmu merasa asing terhadapmu."¹ Melalui nasihat ini, Sa'id bin al-'Ash mengajarkan bahwa bercanda memiliki adab yang perlu dijaga. Yang beliau ingatkan bukanlah candaannya, melainkan ketika candaan mulai melewati batas. Sebab, berlebihan dalam bercanda dapat menghilangkan kewibawaan, sedangkan terlalu sedikit bercanda dapat membuat hubungan dengan orang lain terasa kaku. Karena itu, seorang muslim hendaknya mengetahui kapan saatnya bercanda dan kapan saatnya bersikap serius. Agar lebih mudah dipahami, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah (w. 1421 H) memberikan sebuah perumpamaan yang sangat menarik. Beliau berkata: وَلِهَذَا يُقَالُ: الْمَزْحُ فِي الْكَلَامِ كَالْمِلْحِ فِي الطَّعَامِ، إِنْ خَلَا مِنْهُ الطَّعَامُ فَقَدَ جُزْءًا كَبِيرًا مِنَ الطَّعْمِ اللَّذِيذِ، وَإِنْ كَثُرَ أَيْضًا فَسَدَ. وَلِهَذَا اجْعَلِ الْمَزْحَ مَوْزُونًا فِي مَحَلِّهِ، لَا تَمْزَحْ فِي مَوْضِعِ الْجِدِّ، وَلَا تَجِدْ فِي مَوْضِعِ الْمَزْحِ، وَالْإِنْسَانُ الْحَكِيمُ الْعَاقِلُ يُنَزِّلُ كُلَّ حَالٍ مَنْزِلَتَهَا "Candaan dalam sebuah pembicaraan diibaratkan seperti garam pada makanan. Apabila makanan tidak diberi garam, ia akan kehilangan sebagian besar kelezatannya. Namun, apabila garamnya berlebihan, justru cita rasa makanan itu menjadi rusak. Karena itu, jadikanlah candaan sesuai dengan porsinya. Jangan bercanda pada saat yang menuntut keseriusan, dan jangan pula bersikap terlalu serius pada saat yang semestinya diisi dengan candaan. Orang yang bijaksana adalah orang yang mampu menempatkan setiap keadaan pada tempatnya."² Perumpamaan ini sangat indah. Sebagaimana garam menjadikan makanan terasa lebih nikmat apabila digunakan secukupnya, demikian pula candaan. Candaan dapat menghangatkan suasana dan mempererat persaudaraan. Namun, sebagaimana garam yang berlebihan merusak cita rasa makanan, candaan yang berlebihan pun dapat menghilangkan kewibawaan dan merenggangkan hubungan dengan orang lain. Tidak semua yang membuat orang tertawa membawa kebaikan. Candaan yang baik bukanlah candaan yang paling banyak mengundang tawa, tetapi candaan yang tetap menjaga adab, kehormatan, dan perasaan orang lain.
без подписи