tgindex
Anak Muda Dan Salaf

Anak Muda Dan Salaf

Статистика
@anakmudadansalafРелигияиндонезийский

Artikel-artikel ini diserahkan Penulis kepada tim Pusdiklatmu Media untuk dikelola sebagai Unit Usaha Pusdiklatmu. Email : akhisalafy1433@gmail.com https://t.me/Donasi_Pusdiklatmu Boleh dinukil selama bukan untuk tujuan komersial.

Последний пост
14 авг.
Последнее чтение
15 авг.
Постов за неделю
2
Всего постов
22
Тип
открытый
Язык
индонезийский
Категория
Религия (по похожим)
В каталоге с
13 авг.
Подписчики
20 280
−2 за 5 дн.
Сутки
−1
−0,00%
Неделя
 
Месяц
 
Просмотров на пост
5 696
22 постов
Вовлечённость
28,1%
к подписчикам
Постов в день
0,3
всего 22
Упоминаний
15
каналов
Охват размещения
оценка
1/24сутки в ленте
987
1/48двое суток
1 131
1/72трое суток
1 219

Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.

Посты

  • (407) Bagai Mencurah Air Di Atas Daun Talas ...

  • 14 авг.1 30313

    (406) Kegelapan dan Cahaya Iman Man yahdihillahu falaa mudhilla lahu. Siapa yang Allah berikan hidayah untuknya, tidak akan ada yang mampu membuatnya tersesat! Iman selalu menemukan jalannya. Walau dihalangi-halangi, meski dirintangi. Tidak ada jurang yang bisa membatasi, tidak ada lautan yang tak dapat diarungi, dan tidak ada gunung yang mustahil didaki. Tahukah Anda siapa Fir'aun? Manusia paling zalim dan tersombong di muka bumi. Ia mengaku-aku sebagai tuhan sekalian alam. Raja dengan pasukan besar dan kekuatan yang -saat itu- tidak tertandingi. Tidak ada yang berani melawan! Dakwah Tauhid yang digemakan Nabi Musa, telah menyentuh relung hati orang-orang yang dekat dengan Fir'aun. Ada 3 yang sampai kepada kita; Pertama; Istri Fir'aun, Asiyah bintu Muzahim. Allah Ta'ala berfirman: وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّـلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا امْرَاَتَ فِرْعَوْنَ ۘ اِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِيْ عِنْدَكَ بَيْتًا فِى الْجَـنَّةِ وَنَجِّنِيْ مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهٖ وَنَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ  "Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir'aun, ketika dia berkata, "Ya Tuhanku, bangunkan lah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim" (QS At-Tahrim: 11) Rasulullahﷺ bersabda; كَمَلَ مِنَ الرِّجالِ كَثيرٌ، ولَم يَكمُلْ مِنَ النِّساءِ إلَّا آسيةُ امرَأةُ فِرعَونَ، ومَريَمُ بنتُ عِمرانَ " Banyak laki-laki sempurna. Namun, tidak ada wanita sempurna kecuali Asiyah istri Fir'aun dan Maryam bintu Imran " HR Bukhari 3411 Muslim 2431 Maksudnya," Kaum wanita dari umat-umat sebelum kita" (Al Jawab As Shahih, Ibnu Taimiyah, 2/350) Kedua; Masyithah/Juru Sisir putri Fir'aun. Ketika Isra' Mi'raj, Rasulullah mencium aroma wangi. Saat ditanya, malaikat Jibril menjawab, هذه رائحةُ ماشطةِ ابنةِ فِرعونَ وأولادِها " Ini aroma wangi Juru Sisir putrinya Fir'aun dan anak-anaknya" Jibril menceritakan bahwa suatu saat ketika alat perapi rambut terjatuh, Juru Sisirnya mengucapkan ; Bismillah (dengan menyebut nama Allah sesembahanku). " Apakah yang engkau maksud adalah ayahku?", kata putri Fir'aun. Ia menjawab, " Bukan. Allah adalah sesembahanku dan sesembahan ayahmu" Putrinya melaporkan kepada Fir'aun. Juru Sisir itu dihukum dengan dimasukkan ke dalam periuk besar berisi air mendidih. Satu per satu anak-anaknya dimasukkan. Terakhir adalah bayinya yang masih menyusu. Juru Sisir itu sempat ragu, namun bayinya dengan kuasa Allah dapat berbicara, يا أُمَّه اقتَحِمي؛ فإنَّ عذابَ الدُّنيا أهونُ مِن عذابِ الآخرة " Wahai, Bunda. Masuk saja! Sungguh, adzab dunia jauh lebih ringan dibandingkan adzab akhirat" HR Ahmad (2821) Ketiga; Mukmin Min Ali Fir'aun (Seorang anggota keluarga Fir'aun yang beriman) Allah Ta'ala berfirman: وَقَالَ رَجُلٌ مُّؤْمِنٌ ۖ مِّنْ اٰلِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ اِيْمَا نَهٗۤ اَتَقْتُلُوْنَ رَجُلًا اَنْ يَّقُوْلَ رَبِّيَ اللّٰهُ "Dan seseorang yang beriman di antara keluarga Fir'aun yang menyembunyikan imannya berkata, "Apakah kamu akan membunuh seseorang karena dia berkata, 'Tuhanku adalah Allah " (QS Ghafir; 28) Orang itu, Ibnu Katsir menjelaskan, " Di dunia, Allah menyelamatkannya bersama Musa (tidak tenggelam). Di akhirat, dimasukkan surga" Demikianlah! Ketika cahaya iman telah menyinari lorong-lorong gelap hingga ke sudutnya yang paling tersembunyi, maka keajaiban-keajaiban menjadi hiasannya. Makhluk selemah apapun, termasuk wanita, akan berubah tegar mengakar jika telah disirami tetes-tetes iman. Istri Fir'aun adalah buktinya! Rasa takut niscaya hilang tanpa meninggalkan sisa barang secuil sekalipun apabila sudah berpondasikan iman. Masyitah, pelayan putri Fir'aun, dikuatkan bayinya, " Wahai, Bunda! Masuk saja ke periuk berisi air panas mendidih itu! Sungguh, adzab dunia jauh lebih ringan dibandingkan adzab akhirat". Iya, jangan takut! Sementara iman akan membentuk jiwa yang terus dan tulus menebarkan kebaikan, sekalipun tidak dikenal dan tidak disebut-sebut. Orang baik tanpa disebut nama dari keluarga Fir'aun adalah teladannya. https://t.me/anakmudadansalaf

  • 11 авг.1 190удалён 14 авг.

    (406) Kegelapan Dan Cahaya Iman ...

  • 9 авг.2 80517

    (405) Tembok-Tembok Perintang Ini kisah hamba berlumur dosa, berlumpur nista. Cahaya hidayah terang benderang tak ada padamnya. Selagi matahari belum terbit dari arah barat, pintu taubat terus terbuka. Hamba, yang di hatinya ada cahaya, walau secercah, tentu dipayungi gelisah. Ia sadar di setiap langkah, ada jiwa yang gundah. Tertatih-tatih ia ingin menemukan jalan cerah. Sungguh, Allah sangat gembira dengan taubat hamba! Dia membimbing jalan, Dia memudahkan, dan Dia menjanjikan cinta bagi yang benar-benar ingin kembali kepada Nya. Namun, kesungguhan harus diuji! Tembok-tembok tebal menghadang. Berlapis-lapis merintang. Bukan mempersulit. Itu untuk mengukur, tekadnya meresap hingga ke hati atau hanya penghias kulit? Putus asa adalah tembok pertama! Setan meniup-niupkan di benaknya, " He, dosamu sudah menggunung! Tak mungkin engkau diberi ampun", " Sudah berulang-ulang engkau berbuat nista, siapa pula yang akan percaya", atau " Jejak jahatmu ada di mana-mana, tidak akan orang lupa" Hancurkan tembok perintang ini dengan keyakinan bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Menerima taubat. Dengan cinta dan kasih Nya, Allah Ta'ala memanggil: يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang"(QS Az-Zumar: 53) Tembok perintang berikutnya adalah orang-orang yang sok tahu dan seolah-olah dirinya suci. Berbicara tanpa ilmu, bertindak bodoh. Tampilannya baik, tetapi hatinya busuk. Ia dihormati, namun layak kah dihormati? Si pembunuh 99 orang, dari Bani Israil, ketika bertanya kepada model orang seperti ini, apa jawabannya? Sinis dan mencemooh, " Sudah membunuh 99 orang lantas mau bertaubat? Tidak ada kesempatan!". Karena kebodohannya, ia pun mati dibunuh. Genap 100 nyawa! Hidayah masih terus bercahaya. Si pembunuh 100 orang terus melangkah. Hingga ia berjumpa dengan seorang alim yang dengan kasih sayang menyatakan, ويحَكَ، ومَن يحولُ بينَكَ وبينَ التَّوبةِ؟ " Kasihan! Siapa yang bisa menghalangimu untuk bertaubat?" HR Bukhari 3470 Muslim 2766 Jika serius, ia diarahkan untuk berpindah tempat. Tinggalkan lingkungan lama yang buruk, dan bergabunglah di lingkungan orang-orang baik. Hindari orang-orang sinis dan mencemooh, yang berpandangan walau tidak terucap; seolah-olah tidak ada kesempatan berbuat baik. Carilah teman-teman baik yang siap membimbing dengan prinsip; tidak ada yang menghalangi hamba jika ia mau bertaubat. Tembok perintang selanjutnya adalah orang-orang yang masih saja mengungkit-ungkit dosa masa lalu. Orang yang menyinggung-nyinggung kesalahan terdahulu. Bahkan, secara keji, ia menyebar-nyebarkan kepada yang sebelumnya tidak mengetahui. Jahat nian! Bukannya ia menutup-nutupi dan memberikan kesempatan memperbaiki diri, malah ia meruntuhkan niat baik hamba yang hendak kembali pulang di jalan Allah. Tembok ini ditunjukkan oleh Fir'aun ketika Nabi Musa mendakwahinya. Fir'aun mengungkit-ungkit kesalahan Nabi Musa yang terjadi tanpa kesengajaan. Kata Fir'aun; وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ الَّتِيْ فَعَلْتَ وَاَنْتَ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ "Dan engkau (Musa) telah melakukan (kesalahan dari) perbuatan yang telah engkau lakukan dan engkau termasuk orang yang tidak tahu berterima kasih" (QS Asy-Syu'ara: 19) Wahai hamba, sadarilah bahwa tembok-tembok perintang semacam ini adalah ujian kesungguhan! Teruslah melangkah untuk menggapai ampunan Allah Ta'ala! Dia telah berjanji melimpahkan ampunan untuk hamba, walau dosanya bertumpuk setinggi awan di langit dan banyak sepenuh bumi. Untukmu yang sinis dan mencemooh, segeralah mengubah sikap, sebelum dosa-dosamu terbongkar walau engkau melakukannya dengan tertutup, sembunyi-sembunyi, dan menurutmu tidak ada yang mengetahui. https://t.me/anakmudadansalaf

  • 6 авг.3 467

    (405) Tembok-Tembok Perintang ...

  • 5 авг.3 83427

    (404) Kehilangan Hati Hati ibarat tanah. Bisa kering, bahkan mati. Hati pun dapat dibasahi, subur, dan produktif. Seperti tanah! Iya, setiap orang bisa mengaku memiliki hati. Namun, apakah hatinya difungsikan dengan baik, ataukah justru teronggok bagai bangkai? Hati yang hidup dan sehat, tentu pemiliknya selalu bahagia, tenang, damai, dan bisa menginspirasi orang lain untuk ikut bahagia. Sebaliknya, orang yang hidupnya sempit, sesak, dan sengsara, bahkan menjadi beban orang lain, maka pertanda hatinya sakit. Parahnya, ia tidak punya hati! Ibnul Qayyim (Al Fawaid 1/218) pernah berpesan," Carilah hatimu di tiga tempat! Ketika mendengar bacaan Al Qur'an, di majlis dzikir, dan saat-saat engkau sedang sendirian. Jika tidak menemukan hatimu di tiga tempat ini, segeralah bermohon kepada Allah agar mengkaruniakan hati untukmu. Sungguh, engkau sudah tidak punya hati lagi" Al Qur'an pertanda. Jika hati masih baik, akan senang mendengarkan Al Qur'an dan gemar membacanya. Selanjutnya, ia pasti tenang dan damai. Kalau hati penuh noda dan kotor, ia mencari cara menghindari Al Qur'an. Membacanya berat, mendengarnya hati justru memberontak. Setelahnya, ia hidup dalam gelisah yang tak sudah-sudah. Usaid bin Khudair, sahabat Nabi, malam-malam pernah membaca surat Al Kahfi. Malam itu berbeda, tak seperti biasa. Setelah mulai membaca Al Kahfi, kuda miliknya yang terikat bergerak semacam ingin lepas. Penasaran, Usaid pun berusaha memeriksa. Rupanya ada awan tipis yang turun meliputi. Pagi-pagi, Usaid melaporkan kejadian itu kepada Rasulullah ﷺ. Beliau ﷺ bersabda : تِلْكَ السَّكِينَةُ تَنَزَّلَتْ بِالقُرْآنِ “ Itulah ketenangan yang turun dikarenakan Al Qur’an “ HR Bukhari 5011 Muslim 795 Dalam Syarah Riyadhus Salihin, Al Utsaimin menerangkan, “ Sebab, kedamaian akan turun ketika Al Qur'an dibaca. Apabila seseorang membaca Al Qur'an secara perlahan dan disertai tadabbur, sungguh rasa damai akan turun sampai ke dalam hati orang yang membaca. Allah menurunkan rasa damai di hatinya" Inilah metode terbaik untuk menenangkan hati! Ketika jiwa gelisah, ia menyadari bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja. Saat ia merasa susah, walaupun ia tidak mengetahui secara pasti apa penyebabnya. Bacalah Al Qur'an! Engkau sedih? Merasa sendiri, merasa terasing di tengah lingkungan sekitar, atau merasa orang-orang seolah tidak peduli denganmu, maka jangan teruskan sedihmu! Bacalah Al Qur'an! Ada banyak jenis gangguan kejiwaan yang dikenal di kalangan medis. Semakin hari, jenisnya terus bertambah. Karena, ciri-ciri dan gejalanya semakin didetailkan untuk klasifikasi dan penentuan kategori. Langkah apa yang dilakukan untuk mengatasi gangguan kejiwaan itu? Umumnya dengan memberikan obat penenang (psikotropika) oleh dokter yang berkompeten. Selain itu, diarahkan untuk melakukan aktivitas yang dirasa menyenangkan, seperti ; menulis, olahraga, kegiatan sosial, atau yang semisal. Namun, tidak jarang yang salah jalan. Narkoba, miras, kekerasan jalanan, perilaku kriminal, seks menyimpang, adalah penyaluran keliru yang sering dipilih. Bagi seorang muslim/muslimah, membaca Al Qur'an adalah obat terbaik! Tidak ada penyakit yang tidak dapat disembuhkan, entah penyakit fisik maupun penyakit mental. Apalagi membaca tidak sekadar membaca, namun Al Qur’an dibaca dengan penghayatan hati. Akan maksimal lagi, jika adab dan etika membaca Al Qur’an benar-benar diperhatikan. Allah Ta’ala berfirman ; وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ ما هُوَ شِفاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينًَ “ Dan kami menurunkan Al Qur’an sebagai obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman “ QS Al Isra; 82 Ibnul Qayyim menegaskan, “ Al Qur’an adalah obat untuk hati dari penyakit kejahilan, keraguan, dan kebimbangan. Tidaklah Allah menurunkan obat dari langit, yang lebih lengkap, lebih bermanfaat, lebih mujarab, dan lebih cepat penyembuhan penyakitnya, dibandingkan Al Qur’an “ 22 Shafar 1448 H/05 Agustus 2026 https://t.me/anakmudadansalaf

  • 31 июл.5 04732

    (403) Salahku Sendiri Antara huruf K dan M, sudah berbeda rasa. "Salahmu sendiri!", jika lupa koreksi diri sendiri. (M) Tidak semua orang berjiwa besar untuk memvonis, " Salahku sendiri!" (K) Sedih? Salahku sendiri. Scroll iklan baju bermerek, tas branded, atau sepatu terupdate. Seperti tidak puas-puasnya mengikuti perkembangan fashion. Beli tidak, mampu juga tidak. Hanya bisa membelalakkan mata. Ingin, tetapi apa daya. Akhirnya sedih. Salahku sendiri! Sebenarnya Allah Ta'ala melarang: لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖۤ اَزْوَا جًا مِّنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَا خْفِضْ جَنَا حَكَ لِلْمُؤْمِنِيْنَ "Jangan sekali-kali engkau (Muhammad) tujukan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang kafir), dan jangan engkau bersedih hati terhadap mereka dan berendah hatilah engkau terhadap orang yang beriman." (QS Al-Hijr:  88) As Sa'di menulis, " Sebab hal itu akan menyibukkan pikiranmu dengan bermacam-macam syahwat dunia" Pusing? Salahku sendiri. Buka-buka status atau story orang. Itu posting naik gunung, ini traveling ke pantai, ada kuliner viral, ada yang masak-memasak, ada camping, ada memancing, ada berburu, ada menembak, dan macam-macam lah. Bukan tentang yang memposting. Ini dengan yang pusing karena mengikuti orang punya posting. Hati tidak mampu menampung, akhirnya pusing. Pusing karena, kenapa ia tidak bisa sementara orang lain bisa? Pusing gara-gara menginginkan apa yang dilakukan orang. Pusing? Salahku sendiri. Padahal Allah Ta'ala berfirman: وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖۤ اَزْوَا جًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۙ لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ ۗ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى "Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia, agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal" (QS Ta-Ha: 131) As Sa'di menafsirkan, " Jangan terus menerus memperhatikan keadaan dunia dan orang-orang yang bersenang-senang dengannya lalu engkau menganggapnya baik, seperti makanan dan minuman lezat, pakaian mewah, rumah megah, dan wanita cantik! Sebab, itu semua hanya perhiasan dunia" Jengkel? Salahku sendiri. Lihat si A punya rumah mewah, si B koleksi kendaraan, si C bertumpuk sertifikat tanah, si D saldo tabungannya berdigit-digit, atau si E yang pamer kekayaannya. Obyek yang diperhatikan hanya itu-itu. Tentang orang-orang yang berlebih harta, berlimpah materi. Akhirnya? Jengkel. Jengkel? Salahku sendiri. Karena Rasulullah ﷺ sudah memberi petunjuk; انظُروا إلى مَن أسفَلَ مِنكُم، ولا تَنظُروا إلى مَن هو فوقَكُم، فهو أجدَرُ أن لا تَزدَروا نِعمةَ اللهِ علَيكُم " Lihatlah kepada orang yang lebih di bawahmu, jangan memperhatikan orang yang ada di atasmu. Hal itu akan lebih membantumu untuk tidak meremehkan nikmat Allah kepada kalian". HR Muslim 2963 Iya! Jangan berpikir yang di atas tentu bahagia! Boleh jadi mereka ingin seperti dirimu yang di bawah. Di bawah lebih tenang, tidak banyak beban pikiran, dan lebih slow living, katanya. Susah hati? Salahku sendiri. Ingin tahu masalah orang, mau kepo problem yang lain. Ini menghujat, itu mencela. Sini membuka aib sana, dan sana membongkar borok sini. Konflik antar pihak P dan pihak J tidak pernah dilewatkan. Di pikirannya ada isi isu-isu. Gosip-gosip politik. Bisik-bisik ribut internal pengurus lembaga pendidikan. Akhirnya susah hati. Susah hati? Salahku sendiri. Salaf kita, Abdullah bin Aun, wanti-wanti, " Menyebut-nyebut manusia hanyalah penyakit, sementara menyebut-nyebut Allah adalah obat" Adz Dzahabi menanggapi, " Benar, demi Allah! Anehnya dan bodohnya kita, kok kita meninggalkan obat dan menjerumuskan diri ke dalam penyakit?" (Siyar A'lam Nubala, 6/369) Kemudian Adz Dzahabi menyebutkan firman Allah Ta'ala;   اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ  " Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram" (QS Ar-Ra'd: 28) https://t.me/anakmudadansalaf

  • 29 июл.4 5653

    📢 *MEETING ONLINE BERSAMA MAHASISWA ONLINE UNIVERSITAS ISLAM MADINAH* Alhamdulillah, insya Allah akan diadakan Meeting Online bersama mahasiswa online Universitas Islam Madinah. Bagi antum yang memiliki keinginan untuk menimba ilmu syar'i, ingin mengetahui sistem perkuliahan, proses pendaftaran, hingga pengalaman belajar langsung dari para mahasiswa, jangan lewatkan kesempatan ini. 🎙 Narasumber: • Al-Ustadz Abu Ismail Arif Dlingo حفظه الله 📝 Pembahasan: *Berbagi informasi seputar Kuliah Syariah Online Universitas Islam Madinah.* 📅 Hari/Tanggal: *Rabu, 29 Juli 2026* 🕗 Waktu: *20.00 WIB s.d. selesai* 💻 Via Google Meet (Umum/Ikhwan) 📱 Grup Pooling: https://chat.whatsapp.com/HqhUQ6vNpjwHN8G2dEzhEr?s=cl&p=a&ilr=4 🔗 Link Google Meet: [Akan dikirimkan di Grup Pooling sebelum acara dimulai] 📺 Live Streaming: Aplikasi RII

  • 24 июл.6 87321

    (402) Makan dan Program Memberi Makan Ibarat ingin menemukan sebatang jarum di tumpukan tinggi jerami, betapa sulitnya mencari sosok dermawan yang selalu memikirkan orang lain, " Bagaimana saya bisa membantu?". Tak hanya bisa senang, namun bagaimana membuat orang lain ikut senang. Bukan bagaimana bisa makan, tetapi ia juga berusaha agar yang lain pun kenyang. Di surga, orang beriman menikmati lezatnya macam-macam makanan dan minuman. Itu karena di dunia mereka berbuat kebajikan. Surat Al Insan menggambarkannya dengan gamblang. Satu sifat orang beriman semasa hidupnya adalah; وَيُطْعِمُوْنَ الطَّعَامَ عَلٰى حُبِّهٖ مِسْكِيْنًا وَّيَتِيْمًا وَّاَسِيْرًا "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan" (QS Al-Insan: 8) Subhanallah! Ayat ini turun, menurut Ibnu Abbas, " Ketika itu, para tawanan adalah orang-orang musyrik". Bukan hanya muslim yang diberi makan. Setelah menukil tafsir Ibnu Abbas di atas, Al Hafiz Ibnu Katsir menguatkan dengan fakta bahwa Rasulullah ﷺ memerintahkan para sahabat untuk memperlakukan para tawanan musyrik di perang Badar dengan baik. Bahkan, para sahabat mendahulukan para tawanan untuk makan sebelum mereka. Ayat Al Qur'an dan sabda Rasulullah ﷺ tidak terhitung banyaknya yang berisi perintah untuk memperhatikan orang lain agar bisa makan. Rasulullah ﷺ bersabda; ليس المؤمنُ بالذي يشبعُ وجارُه جائِعٌ إلى جنبَيْهِ " Belum dikatakan sempurna beriman, seseorang yang sudah kenyang, namun ada tetangga di dekatnya masih lapar " HR Abu Yakla (2699) Pertama kali tiba di kota Madinah untuk hijrah, Rasulullah ﷺ bersabda; يا أيُّها النَّاسُ أفشوا السَّلامَ، وأطعِموا الطَّعامَ، وصِلوا الأرحامَ، وصلُّوا باللَّيلِ، والنَّاسُ نيامٌ، تدخلوا الجنَّةَ بسَلامٍ " Wahai segenap manusia, sebarkanlah salam, berbagilah makanan, sambunglah silaturahim, dan salatlah di malam hari ketika orang-orang tidur lelap, maka kalian akan masuk surga dengan penuh keselamatan " HR Ibnu Majah (2648) Hati yang hidup adalah hati yang tidak egois. Jiwa mulia dibuktikan dengan berbahagia jika orang lain bisa makan, dan sedih jika masih ada yang lapar. Itulah profil orang baik, bahkan Rasulullah ﷺ bersabda; خيارُكم مَن أطعمَ الطَّعام " Sebaik-baik kalian adalah yang gemar berbagi makanan" HR Ahmad (23971) Al Hafiz Ibnu Rajab (Syarah Hadis Ikhtisham Al Mala' Al A'la) melukiskan untuk kita praktik kaum Salaf. Salaf sangat perhatian dengan tetangganya, memastikan apakah sudah makan atau belum? Rela memberikan jatah makannya untuk yang lain lalu memilih puasa. Sebagian Salaf tidak mau berbuka puasa kecuali ditemani anak yatim dan orang miskin. Ada Salaf yang tidak makan makanan tertentu kecuali jika ada tamu. Ada Salaf yang sengaja membawa makanan ke masjid agar bisa makan bersama dengan yang lain. Bahkan, ada yang menyiapkan menu istimewa dan mahal hanya untuk orang lain. Katanya, " Sungguh, saya sendiri tidak tertarik. Saya sengaja membuatnya untuk kalian" Jangan tanyakan bagaimana Salaf yang hartawan! Dermawannya luar biasa. Setiap hari selalu mengundang makan siang di rumahnya dengan menu spesial. Orang-orang harus makan. Tidak boleh lapar! Jangan tanyakan pula para penguasa, khalifah, atau kaum raja di masa Salaf! Pemimpin adil bijaksana tidak rela kenyang jika masih ada rakyatnya kelaparan. Pemimpin arif dan berbudi tidak akan nyenyak tidur bila masih ada rakyatnya yang lapar. Billahi 'alaikum! Demi Allah, adakah alasan masuk akal, walau secuil, yang membuat benci program seorang pemimpin yang hendak memberi makan rakyatnya? Kalaupun ada yang salah dalam tata kelola atau ada penyimpangan teknis, itu tidak menghapus dalil-dalil Al Qur'an dan hadis Nabi tentang perintah memberi makan orang lapar. Panjatkan doa-doa agar niat yang baik dapat terlaksana dengan baik. Semoga Allah Ta'ala senantiasa melimpahkan karunia dan berkah Nya, untuk bangsa Indonesia dan para pemimpinnya. Ya Allah, curahkanlah rahmat Mu untuk Presiden kami dan para pemimpin kami yang lain. 10 Shafar 1448 H/24 Juli 2026 https://t.me/anakmudadansalaf

  • 17 июл.7 51817

    (401 ) Adab Yang Muda Kepada Yang Tua Beberapa kali disebut dalam Al Qur'an, pohon Kurma sangat unik. Istimewa. Usia produktifnya bisa mencapai 50 tahun dari usia maksimal hingga 150 tahun. Semua bagian pohon Kurma bermanfaat. Buahnya dinikmati sebagai makanan berenergi, daun dan pelepahnya untuk tikar, keranjang, atap rumah, serta pakan ternak, batangnya untuk bahan bangunan dan kayu bakar, sementara akarnya bisa diolah menjadi obat. Umbut atau jantung kurma adalah bagian yang termahal. Lembut dan manis, umbut bisa diolah menjadi menu makanan yang sangat spesial. Sahabat Abdullah bin Umar terhitung sahabat muda. Lahir satu tahun sebelum masa kenabian, Abdullah sudah masuk Islam sejak sebelum masa baligh. Abdullah bin Umar masuk dalam daftar sahabat yang mengkhatamkan 30 juz Al Qur'an, ahli fiqih, dan meriwayatkan banyak hadis dari Rasulullah ﷺ. Secara keilmuan, Abdullah sangat diakui dan dihormati. Ketika Rasulullah ﷺ wafat, usianya masih sekira 24 tahun. Abdullah bin Umar bercerita, " Kami pernah bermajlis bersama Rasulullah ﷺ" Rasulullah ﷺ bertanya kepada para sahabat yang hadir. Bertanya merupakan metode pembelajaran yang sering dipilih oleh Rasulullah ﷺ. Penjelasan yang dimulai dengan pertanyaan, seringnya lebih efektif, tepat sasaran, mudah dipahami dan gampang diingat. Rasulullah ﷺ bertanya, " Beritahukan kepadaku tentang sebuah pohon yang mirip dengan pribadi seorang muslim. Daun-daunnya tidak berguguran. Tidak demikian, tidak demikian, dan tidak demikian. Jika musim panen tiba, buahnya sangat banyak " Abdullah bin Umar mengatakan; فوقَعَ في نَفسي أنَّها النَّخلةُ، ورَأيتُ أبا بَكرٍ وعُمَرَ لا يَتَكَلَّمانِ، فكَرِهتُ أن أتَكَلَّم " Di hatiku, pohon yang dimaksud tentu pohon Kurma. Namun, saya melihat Abu Bakar dan Umar tidak berbicara. Maka, saya pun tidak suka untuk berbicara" Abdullah melanjutkan, " Ketika para sahabat tidak ada satu pun yang memberikan jawaban, Rasulullah ﷺ menerangkan bahwa ; pohon itu adalah pohon Kurma " Selesai majlis, Abdullah menyampaikan kepada ayahnya bahwa sebenarnya ia mengetahui jawabannya. Umar bertanya apa sebabnya ia tidak menjawab, Abdullah beralasan, " Saya perhatikan kalian tidak berbicara, maka sedikit pun saya tidak suka berbicara ". Kata Umar, " Andaikan tadi engkau menjawab, tentu hal itu lebih aku sukai dibandingkan ini dan itu " HR Bukhari 4698 Muslim 2811 Dalam lafaz lain, فإذا أنا أصغرُ القومِ ، فسكتُّ " Ternyata saya yang paling muda, maka saya memilih diam ". Ilmu mudah didapat dan gampang diakses. Apalagi di masa serba bertekhnologi seperti sekarang. Sekali ketik lalu tekan sudah keluar hasil pencariannya. Tanpa menguasai bahasa Arab, setiap orang bisa menterjemahkan teks Arab dengan macam-macam aplikasi. Bahkan, dengan teknologi AI/kecerdasan buatan, seseorang bisa membuat artikel hingga buku. Orang berilmu juga banyak. Anak-anak kecil sudah mempelajari banyak ilmu. Muda-muda sudah pintar-pintar. Pandai berdalil ini dan berdalil itu. Bahkan, orang kafir pun terkadang memiliki ilmu yang tidak dipunya seorang muslim. Tapi, orang berilmu bukan garansi lurus-lurus. Orang berilmu bisa tersesat jalan. Bukankah kaum yahudi adalah orang-orang berilmu? Namun, mereka dimurkai Allah karena tidak mengamalkan ilmunya. Berilmu sekaligus beradab, itulah yang sulit dicari! Mahal tak dapat dibeli, murah tak bisa diminta. Sangat jarang! Orang beradab kian langka! Orang beradab semakin susah dijumpa. Maka, nilai adab bertambah hari bertambah tinggi. Adab yang diajarkan Abdullah bin Umar termasuk adab yang langka. Selagi ada yang lebih tua, jangan berbicara! Kalau ada orang tua, diam lebih baik. Sekalipun merasa benar? Iya, bukankah Abdullah bin Umar mengetahui jawaban yang benar? Meskipun berhak? Iya. Bukankah Rasulullah ﷺ memberi hak dan kesempatan yang sama kepada seluruh hadirin untuk menjawab? Tapi, ketika yang muda sudah merasa benar, menganggap berhak bicara, di saat itulah adab tidak lagi ada. Hilang adab, hilang ilmu. Sebab, cerminan ilmu adalah adab! Mekkah, 3 Shafar 1448 H/17 Juli 2026 https://t.me/anakmudadansalaf

  • 16 июл.6 3213

    без подписи

  • 16 июл.6 0892

    Bagi yang berminat, silahkan menghubungi nomor kontak berikut. Anda telah membantu proses pembiayaan pendidikan di Pusdiklatmu.

  • 15 июл.5 8943из PusdiklatmuMedia

    Surat sepucuk dari Tabuk. Anak Muda Dan Salaf Edisi VI Jiwa-Jiwa Kaca, hal. 15 ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📞 Untuk Informasi dan Pemesanan Segera Hubungi: https://wa.me/+62 823-2566-6656 Barakallahu fiikum

  • 14 июл.6 1195

    Alhamdulillah salah satu unit usaha Pusdiklatmu. Alhamdulillah sudah berjalan lebih dari 5 tahun.

  • 10 июл.7 84832

    (400) Al Adab Qabla At Thalab; Beradab Dahulu, Berilmu Kemudian. Pernah menyaksikan? Atau coba bayangkan dan apa pendapat Anda? Seorang santri menselonjorkan kedua kakinya tepat di depan gurunya yang sedang mengajar. Atau dua orang santri yang asik ngobrol berdua padahal gurunya sedang menjelaskan materi pelajaran. Atau santri keluar dari ruangan tanpa izin kepada gurunya. Tolong jangan dibela, " Ah, namanya saja masih anak-anak". Jangan juga memaksakan diri memberi pembenaran, " Kan, masih tahap belajar". Menurut sudut pandang Islam, mohon maaf, kasus di atas bukan masalah ringan. Ini tidak patut disepelekan. Problem besar ini! Ini tentang adab! Apalah arti banyaknya ilmu, jika tidak berpondasikan adab. Apa manfaat jabatan tinggi, bila adabnya rendahan. Apa kelebihan orang yang sudah berumur tua, tetapi kalah beradab dari yang muda. Jangan sampai kaya harta, namun miskin adab! Diriwayatkan dari sahabat Umar (wafat 23 H) bahwa Beliau mewanti-wanti, " Pelajarilah adab! Setelahnya, tuntutlah ilmu! " (Al Adab As Syar'iyyah, 3/552). Sebenarnya, adab adalah bagian dari ilmu. Namun, adab disebut secara terpisah, agar semua pihak serius memperhatikan aspek adab. Karena, adab lebih mengarah kepada tata cara berbicara, bersikap, dan praktik secara nyata. Sementara ilmu, lebih bersifat capaian akademis. Ilmu merupakan pengetahuan, wawasan, dan penguasaan aspek teoritis. Termasuk juga didalamnya adalah kemampuan hafalan, baik kuantitas maupun kualitas. Sehingga, capaian ilmu harus ditopang keindahan adab. Al Laits bin Sa'ad (wafat 175 H) pernah bersiap-siap menyampaikan hadis di sebuah majlis. Beliau melihat ada sesuatu yang tidak sesuai adab dari para peserta. Beliau langsung menegur, " Apa-apaan ini? Kalian lebih membutuhkan sedikit pelajaran adab daripada ilmu yang banyak " (Syaraf Ashabil Hadis, hal.122) Beradab dahulu, berilmu kemudian. Hal ini menjadi doktrin yang diasaskan oleh kaum Salaf. Imam Malik bin Anas (wafat 179 H) menasihati seorang remaja Quraisy, يا بنَ أخي، تعلَّمِ الأدبَ قبل أن تتعلم العلم " Wahai, anak saudaraku. Pelajarilah adab sebelum engkau mempelajari ilmu " (Hilyatul Auliya, 6/330). Jika Anda adalah orang tua, maka kenalkanlah pelajaran-pelajaran adab kepada anak Anda! Ajarkan cara berbicara sekaligus cara mendengar yang baik. Ajarkan cara makan dan minum yang benar, agar tidak membuat malu di depan orang. Ajarkan cara duduk, cara berjalan, dan cara berpakaian yang sopan, supaya anak Anda tumbuh terhormat. Jika Anda seorang guru, jangan berbangga dengan hasil capaian akademik murid Anda, sementara materi-materi adab masih sangat kurang. Fokuslah membentuk adab murid Anda, walaupun menghabiskan waktu dan tenaga. Sedikit ilmu dibarengi adab yang baik, adalah istimewa. Toh, jika murid Anda tidak beradab, maka Anda lah yang pertama paling merasakan ruginya. Jika Anda seorang penuntut ilmu, janganlah terpaku pada banyaknya ilmu, banyaknya hafalan, banyaknya kitab yang telah diselesaikan, banyaknya majlis ilmu yang didatangi! Sebagai thalibul ilmi, targetnya tidak hanya pintar, pandai, dan cerdas. Jadilah insan yang terhormat karena berhiasan adab! Sufyan Ats Tsauri (wafat 161 H) bertutur, " Dahulu, jika seseorang hendak belajar hadis, ia mempelajari adab dan ibadah selama 20 tahun sebelumnya " (Hilyatul Auliya, 6/361). Abdullah ibnul Mubarok (wafat 181 H) berkisah, " Saya mempelajari adab selama 30 tahun, sementara mempelajari ilmu selama 20 tahun. Dahulu kaum Salaf mempelajari adab terlebih dahulu lalu mempelajari ilmu " (Ghayat An Nihayah, no,1858). Semakin berilmu, semakin tinggi adab. Ilmu bertambah ditandai dengan adab yang indah. Abu Abdillah Al Balkhi berkata, " Adab ilmu lebih banyak daripada ilmu itu sendiri" (Al Adab As Syar'iyyah 3/552). Jagalah mahkota ilmu dengan adab. Jangan biarkan perjalanan panjangmu menuntut ilmu berakhir dengan riwayat adab yang jelek. Gara-gara satu dua adab buruk, rusak ilmu seterusnya. 25 Muharram 1448 H/10 Juli 2026 https://t.me/anakmudadansalaf

  • 4 июл.6 9373из daurahpantura2026

    🕌 RUNDOWN ACARA DAURAH MAJT 4–5 JULI 2026 ━━━━━━━━━━━━━━━ 📅 SABTU, 19 MUHARAM 1448 H / 4 JULI 2026 🕞 15.30–15.45 🎤 MC: Ustadz Abu Nabil At-Tuwasza 📖 Pembukaan Daurah 🕞 15.45–16.30 (SESI 1) 🎤 Al Ustadz Abdul Mu’thi Sutarman, Lc 📖 Dengan Ilmu Kita Jaga Pondasi Persatuan Bangsa 🕟 16.30–17.15 (SESI 2) 🎤 Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf, S.Pd. 📖 Ketika Musibah Membuat Iman dan Taqwa Semakin Kuat 🕔 17.15–17.25 📌 Protokoler Panitia 📖 Tata Tertib Peserta 🕢 19.20–19.30 🎤 MC: Ustadz Abu Nabil At-Tuwasza 📖 Pengantar Sesi 3 dan Susunan Acara Hari Ahad 🕢 19.30–20.15 (SESI 3) 🎤 Al Ustadz Muhammad Rijal, Lc 📖 Do’a untuk Negeri Ketika Musibah dan Bencana Melanda 🕗 20.15–21.00 (SESI 4) 🎤 Al Ustadz Abdusshomad Bawazier 📖 Membangun Bahtera Penyelamat, Mensinergikan Ulama dan Umara dalam Menghadapi Musibah ━━━━━━━━━━━━━━━ 📅 AHAD, 20 MUHARAM 1448 H / 5 JULI 2026 🕔 05.00–06.00 (SESI 5) 🎤 Al Ustadz Abdurrahman Lombok 📖 Sabar dan Syukur Menghadapi Musibah 🕕 06.00–06.10 📌 Protokoler Panitia 📖 Arahan Umum 🕗 08.00–08.15 🎤 MC: Al Ustadz Muhammad Isnadi 📖 Susunan Acara dan Sambutan Panitia 🕗 08.15–09.15 (SESI 6) 🎤 Al Ustadz Muhammad Afifuddin 📖 Keamanan Negeri, Buah dari Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya 🕘 09.15–10.15 (SESI 7) 🎤 Al Ustadz Muhammad Umar as Sewed 📖 Menghadapi Musibah dengan Iman dan Taqwa 🕙 10.15–11.15 (SESI 8) 🎤 Al Ustadz Usamah Mahri, Lc 📖 Membangun Negeri dengan Semangat Thalabul ’Ilmi 🕚 11.15–11.25 📌 Protokoler Panitia 📖 Arahan Umum 🕐 13.00–14.00 (SESI 9) 🎤 Al Ustadz Qomar Suaidi, Lc 📖 Bekal Seorang Muslim dalam Menghadapi Perkembangan Zaman 🕑 14.00–14.15 🎤 MC: Ustadz Abu Nabil At-Tuwasza 📖 Penutupan 🔗 https://t.me/daurahpantura2026/

  • 3 июл.11 тыс17

    (399) Daurah Pantura 2 ; Agar Thalabul Ilmi Tidak Tertahan Di Simpang Semangat Alhamdulillah, Daurah Pantura ke-2 akan diselenggarakan pada hari Sabtu dan Ahad, 04-05 Juli 2026 di Masjid Agung Jawa Tengah. Cerita usaha dan pengorbanan agar bisa menyelenggarakan, mengikuti, dan mensukseskannya sudah dimulai. Keringat, air mata, biaya, tenaga, jarak, waktu, dan terkadang ada beda pendapat secara teknis, banyak yang tidak terceritakan. Itulah perjuangan! Walaupun jauh, izinkan saya untuk ikut menyertai dengan beberapa hal. Pertama; jemputlah keikhlasan! Ikhlas memang berat. Praktiknya tak semudah teorinya. Namun, itu bukan alasan untuk tidak berangkat. Teruslah thalabul ilmi! Karena, nilai-nilai keikhlasan hanya bisa diperoleh dengan ilmu. Mujahid bin Jabr berbagi pengalaman, " Dahulu saat kami thalabul ilmi, tidak ada niat pada kami. Namun, selanjutnya Allah memberikan karunia niat untuk kami " (Siyar A'lam, 4/452) Kedua; hidup memang melelahkan. Berbuat baik, lelah. Orang jahat pun lelah. Bergerak capek, diam juga capek. Berkegiatan letih, tidur berlebih juga letih. Sama-sama lelah, pilihlah lelah dalam kebaikan! Yahya bin Abi Katsir mengatakan; " Mana mungkin ilmu bisa diperoleh dengan badan yang rehat!" HR Muslim 612. Ibnul Jauzi (Hifzul Umur, hal.64) menulis, " Sama halnya dengan dua orang bersaudara. Satunya menempuh thalabul ilmi, yang lain memilih sibuk dunia. Ketika sudah sama-sama tua, keduanya duduk berkumpul di sebuah tempat. Satunya terlihat tanda lelah, namun ia telah memperoleh ilmu dan takwa. Adapun orang kedua tidak nampak sama sekali kalau ia bahagia, bahkan kalau mulai mengenang ia sangat menyesal" " Sungguh celaka orang yang diberi akal namun malah memilih dunia dan mengabaikan hal yang pasti membahagiakan", pungkas Ibnul Jauzi. Ketiga; sebelum menyesal, jangan sampai terlewatkan! Abu Bakar bin Ayyas, (Al Hilyah, 8/303), mengingatkan, " Ada orang kehilangan uang satu dirham, maka seharian ia pusing : Inna lillah! Uangku satu dirham hilang. Tetapi, ketika kehilangan satu hari full (karena tidak ada amal), kenapa ia tidak menyesal dan mengatakan: Aduh, aku kehilangan satu hari full tanpa amal kebaikan" Manfaatkanlah dua hari Daurah Pantura ke-2 ini dengan sebaik-baiknya! Jangan sampai menyesal. Kehilangan kesempatan di sebuah acara dunia, terkadang sesalnya tidak hilang-hilang. Peluang memperoleh laba dari suatu usaha, bisa membuat kecewa dalam waktu lama. Maka, jangan sampai menyesal karena tidak menghadiri Daurah. Keempat; berpahala walau tidak berada di sana. Iya. Bagi yang tidak hadir karena usia, kesehatan, biaya, jarak, atau urusan yang tidak bisa ditinggalkan, tetaplah ikut Daurah Pantura walau dengan berniat. Niat yang kuat adalah berpahala! Di suatu perjalanan dalam sebuah peperangan, Rasulullah ﷺ bersabda; إنَّ بالمَدينةِ لَرِجالًا ما سِرتُم مَسيرًا، ولا قَطَعتُم واديًا، إلَّا كانوا معكُم؛ حَبَسَهمُ المَرَضُ " Sungguh! Di kota Madinah, ada sejumlah orang, tidaklah kalian menempuh suatu perjalanan, kalian melintasi sebuah lembah, melainkan mereka sama-sama beroleh pahala seperti kalian. Ada sakit yang menghalangi mereka (untuk berangkat bersama kalian) " HR Muslim no.191 Kelima; Amalkan! Jarak jauh adalah berat. Biaya banyak juga berat. Meninggalkan pekerjaan atau keluarga pun berat. Intinya; menuntut ilmu itu berat. Tetapi, hal yang lebih berat dari itu semua adalah masa-masa mengamalkan ilmu yang didapat. Sepulangnya nanti, amalkan ilmu yang diperoleh dari Daurah Pantura ke-2! Allah Ta'ala berfirman: كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللّٰهِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا لَا تَفْعَلُوْنَ "(Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." (QS. As-Saff:3) Saudaraku, manfaatkanlah momen Daurah untuk berdakwah dengan; menebar salam, murah senyum, saling menyapa dan berkenalan, saling mendoakan kebaikan, saling membantu, dan wujudkan tali-tali ukhuwwah! Kepada kaum muslimin semua, bukan hanya sesama peserta. Berdakwah juga bisa dengan bersih-bersih lokasi! Itulah ciri khas Daurah Ahlus Sunnah. https://t.me/anakmudadansalaf

  • 1 июл.6 5779

    (398) Tangisan Amr bin Al Ash Sebagai penglima, nama Amr bin Al Ash tidak bisa dipisahkan dari penaklukan Syam, sampai Baitul Maqdis. Beliau yang berinisiatif untuk menguasai Mesir sampai Tripoli di Libya. Tak hanya di Afrika bagian utara, ke arah selatan sampai Sudan, tidak lepas dari peran Amr. Islam di Eropa adalah efek dari ide berkelas Amr bin Al Ash. Nama Beliau amat harum dan sangat dihormati oleh penduduk Mesir dan sekitarnya. Amr bin Al Ash lah yang memasukkan Islam di Mesir, membangun peradaban dan masyarakat muslim, menjadi gubernur selama 10 tahun 3 bulan sampai Beliau wafat. Adz Dzahabi (Siyar A'lam) menyanjung Beliau sebagai, " Ahli strategi Quraisy, pemimpin dunia, dan sering dijadikan permisalan dalam kecerdasan, pemikiran, dan keuletan". Awal tahun 8 hijriah, bersama Khalid bin Walid dan Utsman bin Thalhah, Amr bin Al Ash menuju Madinah. Rasulullah ﷺ bergembira menyambut keislaman dan kedatangan mereka. Sayang, banyak narasi yang menyudutkan bahkan menyalahkan Amr bin Al Ash dalam banyak peristiwa. Mulai dari masa lalu Beliau sebagai tokoh Quraisy yang menentang Islam, kepemimpinan Beliau di berbagai front perang, masa konflik antara sahabat Ali dan sahabat Mu'awiyah, hingga ketika menjadi gubernur di Mesir. Namun, cukup 4 bukti untuk membela Amr bin Al Ash. Pertama; Sabda Rasulullah ﷺ; ابْنَا العَاصِ مُؤْمِنَانِ، عَمْرٌو وَهِشَامٌ " Kedua putra Al Ash adalah hamba yang beriman, yaitu Amr dan Hisyam" HR Ahmad 8042 Kedua; Sabda Rasulullah ﷺ ketika Amr masuk Islam; أما عَلِمتَ أنَّ الإسلامَ يَهدِمُ ما كانَ قَبلَه، وأنَّ الهِجرةَ تَهدِمُ ما كانَ قَبلَها، وأنَّ الحَجَّ يَهدِمُ ما كانَ قَبلَه؟ " Apakah engkau tidak mengetahui bahwa masuk Islam akan menggugurkan dosa-dosa sebelumnya? Dan hijrah akan menggugurkan dosa-dosa sebelumnya? Dan haji akan menggugurkan dosa-dosa sebelumnya " HR Muslim (121) Ketiga ; Rasulullah ﷺ mengangkat Beliau sebagai panglima pasukan Dzatus Salasil, padahal ada Abu Bakar, Umar, dan tokoh-tokoh sahabat lainnya. Keempat; Beliau dipercaya sebagai panglima di masa pemerintahan Abu Bakar, Umar, Utsman dan Muawiyah. Dengan sejarah gemilang, prestasi yang luar biasa, jabatan, harta, pasukan hebat, dan anak keturunan yang baik, menjelang wafatnya, Amr bin Al Ash menangis. Al Imam Muslim (121) meriwayatkan ketika menjelang wafat, Beliau menangis cukup lama. Beliau menghadap ke arah dinding. Anaknya menghibur dengan menyebutkan pujian-pujian Rasulullah ﷺ kepadanya. Beliau lalu berkata; إنَّ أفضَلَ ما نُعِدُّ شَهادةُ أن لا إلَهَ إلَّا اللهُ، وأنَّ مُحَمَّدًا رَسولُ الله " Sungguh, bekal terbaik yang bisa kita persiapkan adalah syahadat Laa Ilaaha Illallah dan Muhammad Rasulullah " Setelahnya, Beliau bercerita tentang 3 fase kehidupannya; Pertama; Saat kafir. Ketika itu Rasulullah ﷺ adalah sosok yang paling dibenci. Beliau sangat berambisi untuk membunuh Rasulullah ﷺ. " Andaikan aku mati saat itu, pasti aku menjadi penduduk neraka" Kedua; Saat sudah masuk Islam. Rasulullah ﷺ menjadi sosok yang paling dicintai dan paling dihormati. " Andaikan aku mati saat itu, aku berharap menjadi penduduk surga" Ketiga; Saat menjadi gubernur Mesir dan sekitarnya, " Saya tidak tahu, bagaimana keadaanku padanya" Adz Dzahabi menyebut riwayat bahwa; sambil melihat ke arah peti-peti berisi harta, Beliau bertanya, " Siapa yang siap menerima peti-peti itu beserta isinya? Andai saja itu semua adalah kotoran hewan yang kering". Kemudian Beliau meminta para pengawal untuk membawa keliling istananya. Anak-anaknya bertanya, " Ada apa ini?". Kata Beliau, " Apakah kalian menilai hal ini bisa sedikit memberi manfaat untukku?" Amr bin Al Ash berkata lirih; " Ya Allah, sesungguhnya Engkau menetapkan perintah namun kami abaikan. Engkau menetapkan larangan tetapi kami langgar. Maka, saya tidak bisa beralasan agar lepas dari dosa dan saya tidak mampu membela diri dari hukuman. Namun, aku hanya bisa berharap dengan kalimat Laa Ilaaha Illallah". Amr mengulang-ulang kalimat Laa Ilaaha Illaah sampai wafat. Beliau wafat malam Idul Fitri tahun 43 H. Radhiyallahu 'anhu

  • 28 июн.5 8878из PusdiklatmuMedia

    Tinggalkanlah! Allah akan ganti. Jiwa Jiwa Kaca, hal. 6 ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📞 Untuk Informasi dan Pemesanan Segera Hubungi: https://wa.me/+62 823-2566-6656 Barakallahu fiikum

  • (398) Tangisan Amr bin Al Ash ....