tgindex
anb channel

Akun Resmi Ustadz Ammi Nur Baits. Dikelola oleh admin.

Последний пост
15 авг.
Последнее чтение
15 авг.
Постов за неделю
22
Всего постов
1 305
Тип
открытый
Язык
und
Категория
Религия (по похожим)
В каталоге с
13 авг.
Подписчики
9 561
−1 за 4 дн.
Сутки
−5
−0,05%
Неделя
 
Месяц
 
Просмотров на пост
374
40 постов
Вовлечённость
3,9%
к подписчикам
Постов в день
3,1
всего 1 305
Упоминаний
1
каналов
Охват размещения
оценка
1/24сутки в ленте
333
1/48двое суток
381
1/72трое суток
411

Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.

Посты

  • APABILA AKU MATI Ustadz Ammi Nur Baits حفظه الله تعالى 🗓️ Sabtu, 15 Agustus 2026 🏢 Kutabanjar, Banjarnegara بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم Tujuan dari ziarah kubur adalah agar ingat mati dan ingat akhirat bahwa kelak kita akan mengalaminya, karena terkadang kita lalai sehingga tidak ada rem dalam hidup sehingga menabrak banyak larangan syariat, rem itu adalah membangun rasa takut kepada Allah dan takut kelak akan ada hisab, karena hidup ini hanya ada gas atau rem, yakni rem dengan mengingat Allah sehingga memiliki kesadaran akhirat. Kematian itu adalah makhluk, dalilnya firman Allah سبحانه و تعالى dalam QS Al-Mulk Ayat 2 ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ Artinya: Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, Ditegaskan dalam hadits dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda,“Kematian didatangkan dalam bentuk kambing berkulit hitam putih. Lalu, ada penyeru yang memanggil, ‘Wahai penduduk surga!’ Mereka menengok dan melihat. Penyeru itu berkata, ‘Apakah kalian mengenal ini?’ Mereka menjawab, ‘Ya, itu adalah kematian.’ Mereka semua telah melihatnya. Kemudian penyeru memanggil, ‘Wahai penduduk neraka!’ Mereka menengok dan melihat. Penyeru itu berkata, ‘Apakah kalian mengenal ini?’ Mereka menjawab, ‘Ya, itu adalah kematian.’ Merek semua telah melihatnya. Kemudian kematian disembelih di antara surga dan neraka. Lalu penyeru berkata, ‘Wahai penduduk surga, kekekalan dan tiada lagi kematian setelahnya, dan wahai penduduk neraka, kekekalan dan tiada lagi kematian setelahnya.’“ (HR. Bukhari dan Muslim) Siksaan yang kekal kepada penduduk neraka membuat mereka berharap agar dimatikan saja, sebagaimana firman Allah dalam QS An-Naba Ayat 40 إِنَّآ أَنذَرْنَٰكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنظُرُ ٱلْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ ٱلْكَافِرُ يَٰلَيْتَنِى كُنتُ تُرَٰبًۢا Artinya: Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah". Ditegaskan dalam firman Allah سبحانه و تعالى yang lainnya dalam QS Az-Zukhruf Ayat 77 وَنَادَوْا۟ يَٰمَٰلِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ ۖ قَالَ إِنَّكُم مَّٰكِثُونَ Artinya: Mereka berseru: "Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja". Dia menjawab: "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)". Oleh karena itu wajib bagi kita menjaga iman dari kesyirikan karena akan menyebabkan hilangnya iman dan amal, وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ Artinya: Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.[QS Az-Zumar Ayat 65] Kematian tidak bisa dipercepat atau diperlambat, dalilnya firman Allahسبحانه و تعالى dalam QS Al-A’raf Ayat 34 وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ Artinya: Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. Tidak benar jika jimat itu bisa membuat kematian seseorang telat. Tidak boleh seseorang berangan-angan mati, diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,“Janganlah salah seorang di antara kalian berangan-angan untuk mati karena musibah yang menimpanya. Kalau memang harus berangan-angan, hendaknya dia mengatakan, “Ya Allah, hidupkanlah aku jika kehidupan itu baik untukku. Dan matikanlah aku jika kematian itu baik bagiku.” (HR. Bukhari no. 6351, 5671 dan Muslim no. 2680) wallahu'alam Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=sH3DVpvwfAA #mati #akhirat #surga #neraka

  • MENJENGUK ORANG KAFIR YANG SAKIT Ustadz Ristiyan Ragil حفظه الله تعالى 🗓️ Jumat, 14 Agustus 2026 🏢 Studio ANB Channel, Sleman, Yogyakarta بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم Melanjutkan pembahasan kajian Kitabul Adab, perihal adab-adab menjenguk orang sakit, yakni mengunjungi orang sakit yang sedang pingsan, sebagian orang itu enggan menjenguk orang sakit yang tidak tahu keberadaan & kehadiran kita, semisal orang yang berkali-kali dalam kondisi pingsan, dengan alasan orang yang sakit ini tidak menyadari kehadiran orang yang menjenguknya maka untuk apa menjenguknya, ini alasan yang tidak berdasar, bahkan dalil-dalil yang ada menentang pendapat ini. Diriwayatkan : عَنْ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ مَرِضْتُ مَرَضًا فَأَتَانِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُنِي وَأَبُو بَكْرٍ وَهُمَا مَاشِيَانِ فَوَجَدَانِي أُغْمِيَ عَلَيَّ فَتَوَضَّأَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ صَبَّ وَضُوءَهُ عَلَيَّ فَأَفَقْتُ فَإِذَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ أَصْنَعُ فِي مَالِي كَيْفَ أَقْضِي فِي مَالِي فَلَمْ يُجِبْنِي بِشَيْءٍ حَتَّى نَزَلَتْ آيَةُ الْمِيرَاثِ. (رواه البخاري) dari Jabir bin Abdullah radliallahu 'anhuma berkata; Aku pernah menderita sakit, lalu Nabi ﷺ dan Abu Bakar datang menjengukku dengan berjalan kaki, ketika beliau menemuiku ternyata aku sedang pingsan, maka beliau berwudlu' dan memercikkan sisa air wudlu'nya kepadaku, aku pun tersadar, ternyata Nabi ﷺ sudah berada di depanku, lalu aku berkata; "Wahai Rasulullah, bagaimana caranya aku mengurus harta bendaku, bagaimana caranya aku memutuskan terhadap harta bendaku?" beliau tetap tidak menjawab sampai turun ayat tentang harta warisan." (HR.Al-Bukhari (no.5219), Muslim (no.1616), dan Ahmad (no.13886), at-Tirmidzi (no.2098), an-Nasa’i (no.138), Abu Dawud (no.2886), Ibnu Majah (no.2728) dan ad-Darimi (no.733)). Ibnu Hajar berkata : Sekedar mengetahui keadaan orang yang sakit dengan menjenguknya tidak kemudian menjadikan pensyari’atan menjenguknya terhenti, karena di balik itu ia dapat membalut kekhawatiran/menghibur keluarganya, dan mengharapkan berkah do’a dari orang yang menjenguknya, meletakkan tangannya di atas orang yang sakit, mengusap badannya, meniupkan bacaan kepadanya ketika memohonkan perlindungan dan selainnya. (Fat-hul Bari (X/119). Menjenguk Orang Kafir Yang Sakit, sebagian ulama memakruhkan menjenguk orang kafir yang sakit karena bentuk pemuliaan, namun ulama lainnya berpendapat boleh menjenguk dengan harapan agar masuk islam, diriwayatkan عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ غُلَامٌ يَهُودِيٌّ يَخْدُمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَرِضَ فَأَتَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُهُ فَقَعَدَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَقَالَ لَهُ أَسْلِمْ فَأَسْلَمَ. (رواه البخاري) dari Anas radliallahu 'anhu berkata,: "Ada seorang anak kecil Yahudi yang bekerja membantu Nabi ﷺ menderita sakit. Maka Nabi ﷺ menjenguknya dan Beliau duduk di sisi kepalanya lalu bersabda: "Masuklah Islam". Maka anak kecil itu pun masuk Islam. (HR.Al-Bukhari (no.1268), Ahmad (no.12381), dan Abu Dawud (no.3095)). عَنْ ابْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ أَبَا طَالِبٍ لَمَّا حَضَرَتْهُ الْوَفَاةُ دَخَلَ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِنْدَهُ أَبُو جَهْلٍ فَقَالَ أَيْ عَمِّ قُلْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ كَلِمَةً أُحَاجُّ لَكَ بِهَا عِنْدَ اللَّهِ. (رواه البخاري) dari Ibnu Al Musayyab dari bapaknya bahwa ketika menjelang wafatnya Abu Thalib, Nabi ﷺ masuk menemuinya sementara di sampingnya ada Abu Jahal. Beliau berkata: "Wahai pamanku, katakanlah laa ilaaha illallah. Suatu kalimat yang akan aku pergunakan untuk menyelamatkan engkau di sisi Allah". (HR.Al-Bukhari (no.3595), Muslim (no.24), Ahmad (no.23162), dan an-Nasa’i (no.2035)). wallahu'alam Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=jECKkjm9MxY Facebook : https://web.facebook.com/UstadzAmmiNurBaits #adab #menjenguk #orang #sakit #kafir

  • Bismillah.. Jadwal kajian anb channel hari Jum'at, 14 Agustus | 30 Safar 1448H Barakallahu fiikum

  • 📡 *LIVE STREAMING NOW* #KajianKitab #KajianOnline 📝 *Kapan Wasiat Menjadi Wajib?* 🎙️ *Ustadz Muhammad Abu Rivai, S.H., M.H.* _Hafidzahullahu Ta'ala_ 📚 | Kitab Asy-Syarhu Al-mumti' 'Ala Zad Al-Mustaqni' 🖋️ | Syaikh Utsaimin 📆 | *Kamis, 13 Agustus 2026* 🕗 | *09.45 WIB - Selesai* ====================== Disiarkan langsung dari : Studio ANB Channel Yogyakarta ÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷ Live di Media Sosial Kami : *Youtube* : https://youtube.com/live/5DoImIBOO7o?feature=share *Facebook* : https://web.facebook.com/UstadzAmmiNurBaits/videos/1925664628389495 *Penyelenggara* : * anb channel * Yayasan Amal Abadi Indonesia ✅ Silahkan di Share 🆓

  • без подписи

  • без подписи

  • без подписи

  • без подписи

  • Bismillah.. Jadwal kajian anb channel hari Kamis, 12 Agustus | 29 Safar 1448H Barakallahu fiikum

  • 📢 *SAFARI DAKWAH* 📍 Dieng • Banjarnegara • Purbalingga • Purwokerto Bersama Ustadz Ammi Nur Baits حفظه الله تعالى Alumnus Madinah International University, Pembina Yayasan Amal Abadi Indonesia, Yufid TV & ANB Channel. 🗓 13–16 Agustus 2026 📚 Judul Kajian: • Bagaimana Islam Mengelola Masjid • Halal Haram Transaksi Pertanian? • Khutbah Jum’at • Muamalah di Zaman Fitnah • Apabila Aku Mati • Sulitnya Hidup Jangan Sulit Ibadah • Tetap Eksis di Masa Krisis • Ketika Allah Memilihmu di Jalan Dakwah • Nikah Sekali Bertengkar Setiap Hari ✨ Terbuka untuk umum. Jangan lewatkan kesempatan untuk menuntut ilmu.

  • без подписи

  • KEPO DENGAN HAL GHOIB Ustadz Ammi Nur Baits حفظه الله تعالى 🗓️ Rabu, 12 Agustus 2026 🏢 Masjid Al Hidayah, Sleman, Yogyakarta بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم Melanjutkan pembahasan kajian Pengantar Belajar Akidah, perihal Kepo Dengan Hal Ghaib, mengetahui hal ghaib itu hak khusus Allah, sebagaimana firmanNya dalam Surat An-Naml Ayat 65 قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ٱلْغَيْبَ إِلَّا ٱللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ Artinya: Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. Kemudian ditegaskan dalam firman Allah سبحانه و تعالى di Surat Al-Jin Ayat 26 عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِۦٓ أَحَدًا Artinya: (Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. إِلَّا مَنِ ٱرْتَضَىٰ مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُۥ يَسْلُكُ مِنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ رَصَدًا Artinya: Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.[Surat Al-Jin Ayat 27] Jika ada orang yang mengetahui hal ghaib, seperti tahu kondisi di alam kubur, nasib orang, kondisi akhirat, barang hilang dst bisa dipastikan dia pendusta. Jika dia tahu maka pasti dibantu jin, itupun jin tidak tahu semua hal ghaib. Allah سبحانه و تعالى menjelaskan secara rinci mengenai 5 kunci ilmu ghaib [mafatihul ghaib] dalam firman-Nya, اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ “Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.” (QS. Luqman: 34) 5 perkara hal ghaib ini yang paling sering diklaim oleh manusia. Muncul pertanyaan, di zaman sekarang teknologi telah maju sehingga teknologi dapat mengetahui isi rahim namun demikian yang diketahuinya tidaklah semuanya seperti takdirnya, berapa umur, jatah rezekinya, dst termasuk juga teknologi prakiraan cuaca yang tidak semua hasilnya tepat sesuai realita. Konsekuensi mengimani bahwa hanya Allah yang mengetahui hal ghoib adalah mengesakan Allah dalam ibadah. wallahu'alam Youtube : https://www.youtube.com/live/_obzPRR31Ww?si=Em-BMI_oyhAGK1lR Facebook : https://web.facebook.com/UstadzAmmiNurBaits #aqidah #ghaib #dusta #ilmu

  • FIQH RUKUK     Ustadz Ammi Nur Baits حفظه الله تعالى 🗓️ Rabu, 12 Agustus 2026 🏢 Masjid Al Marhamah, Sleman, Yogyakarta بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم Melanjutkan pembahasan Buku Tafsir Shalat, perihal fiqh rukuk, macam-macam doa rukuk dan kandungan maknanya, doa rukuk dibaca setelah posisi rukuk sempurna bukan ketika bergerak, berikut ini cara rukuk sesuai sunnah ; 1. Nabi ﷺ menekan lututnya, jari-jari direnggangkan, telapak tangan mencengkram lutut. 2. Posisi punggung datar lurus, berdasarkan hadits dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu’anhu: كان رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذا ركع؛ لو وضع قدح من ماء على ظهره؛ لم يهراق “biasanya Rasulullah ﷺ jika rukuk, andaikan diletakkan wadah air di atas punggungnya, tidak akan tumpah” (HR. Ahmad, Al Albani dalam Ashl Shifat Shalat Nabi [2/637] mengatakan: “sanadnya lemah, namun kesimpulannya hadits ini dengan keseluruhan jalannya menjadi shahih tsabit”). 3. Beliau ﷺ agak merenggangkan siku tangannya ke samping, tapi ini menyesuaikan kebutuhan, 4. Posisi kepala lurus dengan punggung, dalam hadits ‘Aisyah radhiallahu’anha juga dijelaskan, وكان إذا رَكَع لم يُشْخِصْ رأسَه ولم يُصَوِّبَه ولكن بين ذلك “Rasulullah ﷺ jika rukuk beliau tidak meninggikan (mendongakkan) kepada dan tidak juga merendahkannya (terlalu membungkukkan), namun di antara keduanya (lurus)” (HR. Muslim no. 498). Ketika melakukan gerakan rukuk fokuskan untuk mengikuti sunnah Nabi ﷺ sehingga akan mendapatkan tambahan pahala. Hukum membaca doa rukuk diantaranya ; 1. Sunnah --> jumhur ulama 2. Wajib --> jika ditinggalkan dengan sengaja shalatnya batal, jika karena lupa harus sujud sahwi, termasuk ketika keliru membaca doa lain, dalilnya adalah kebiasaan Rasulullah ﷺ ketika shalat. Dalam hadits ‘Uqbah bin ‘Amir, لَمَّا نَزَلَتْ (فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ) قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « اجْعَلُوهَا فِى رُكُوعِكُمْ ». فَلَمَّا نَزَلَتْ (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى) قَالَ « اجْعَلُوهَا فِى سُجُودِكُمْ » “Ketika turun ayat “fasabbih bismirobbikal ‘azhim”, Rasulullah ﷺ berkata, “Jadikanlah bacaan tersebut pada rukuk kalian.” Lalu ketika turun ayat “SABBIHISMA ROBBIKAL A’LAA”, Rasulullah ﷺ katakan, “Jadikanlah pada sujud kalian.” (HR. Abu Daud, no. 869 dan Ibnu Majah, no. 887. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih). Jumlah sah bacaan doa rukuk adalah 1x, sementara untuk jumlah lebih dari itu An-Nasai meriwayatkan, عَنْ وَهْبِ بْنِ مَانُوسٍ قَالَ سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ مَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَشْبَهَ صَلاَةً بِصَلاَةِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مِنْ هَذَا الْفَتَى – يَعْنِى عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ – فَحَزَرْنَا فِى رُكُوعِهِ عَشْرَ تَسْبِيحَاتٍ وَفِى سُجُودِهِ عَشْرَ تَسْبِيحَاتٍ. (سنن النسائي – مكنز (4/ 354) “Dari Wahab bin Manus ia berkata, ‘Aku mendengar Said bin Jubair berkata, ‘Aku mendengar Anas bin Malik berkata, ‘Tidaklah aku melihat seorang pun yang salatnya paling mirip dengan salat Rasulullah ﷺ selain pemuda ini – yakni Umar bin Abdul Aziz-. Ternyata, (setelah kami hitung) kami perkirakan rukuknya adalah 10 kali tasbih dan sujudnya adalah 10 kali tasbih” (H.R. An-Nasai) Dalam riwayat lain dianjurkan untuk membacanya sebanyak 3 kali. wallahu'alam Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=qvrvEhxPeoc Facebook : https://web.facebook.com/UstadzAmmiNurBaits #tata #cara #rukuk #tafsir #shalat #fiqh

  • без подписи

  • без подписи

  • без подписи

  • без подписи

  • без подписи

  • Bismillah.. Jadwal kajian anb channel hari Rabu, 12 Agustus | 28 Safar 1448H Barakallahu fiikum

  • SHALAT JENAZAH TAKBIR 5X? Ustadz Ammi Nur Baits حفظه الله تعالى 🗓️ Selasa, 11 Agustus 2026 🏢 Masjid Ulil Albab, Sleman, Yogyakarta بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم Melanjutkan pembahasan kitab Bulughul Maram, bab shalat jenazah, berikut haditsnya عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ كَانَ زَيْدٌ يُكَبِّرُ عَلَى جَنَائِزِنَا أَرْبَعًا وَإِنَّهُ كَبَّرَ عَلَى جَنَازَةٍ خَمْسًا فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يُكَبِّرُهَا. Dari Abdurrahman bin Abi Laila, ia berkata: Dahulu Zaid bin Arqam bertakbir empat kali saat menshalatkan jenazah kami. Namun suatu ketika, ia pernah bertakbir lima kali. Maka kami pun bertanya kepadanya. Ia menjawab, “Dahulu Rasulullah ﷺ melakukannya.” (HR. Muslim) Mengenai jumlah takbir mengenai shalat jenazah, ulama berbeda pendapat ; 1. Takbir salat jenazah sebanyak empat kali takbir, tidak boleh lebih dari itu. Ibnul Mundzir rahimahullah menyandarkan pendapat ini kepada mayoritas ulama. Bahkan, Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengutip bahwa pendapat tersebut adalah ijma’. (Lihat Al-Ausath, 5: 429 dan Al-Istidzkar, 8: 238) Mereka berdalil dengan hadis yang diriwayatkan oleh Abdur Razaq dengan sanadnya dari Abu Wail, beliau berkata, “Dulu, para sahabat bertakbir pada zaman Nabi ﷺ sebanyak tujuh, lima, atau empat kali. Sampai pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab, kemudian Umar mengumpulkan para sahabat dan bertanya kepada mereka. Maka, setiap orang menyampaikan pendapat mereka masing-masing. Maka, Umar menyatukan menjadi empat kali takbir sebagaimana salat yang paling panjang, yaitu salat zuhur.” [HR. Abdur Razaq, 3: 479. Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan bahwa sanadnya hasan (Fathul Baari, 3: 202)] Penyatuan pendapat ini bukan berarti meniadakan pendapat lainnya, serta tidak menghapus syariat. 2. Bolehnya takbir lebih dari empat kali. Hal ini karena perbuatan tersebut dicontohkan oleh Nabi ﷺ. Demikian pula, perbuatan tersebut dilakukan oleh sebagian sahabat dan disaksikan oleh sahabat yang lain tanpa ada pengingkaran dari mereka. Jumlah takbir ini bisa mewakili tingkat status jenazah, oleh sebab keshalihan dan jasa besarnya untuk umat islam. Jumlah takbir shalat jenazah lebih dari 4x adalah sunnah yang hilang ditengah masyarakat, maka dalam mengamalkannya perlu ada edukasi dan penyampaian sunnah Nabi ﷺ ini di tengah masyarakat. Tata cara shalat jenazah berdasarkan hadits dari Abu Umamah Al Bahili radhiallahu’anhu: أنَّ السُّنَّةَ في الصَّلاةِ على الجِنازة أن يُكبِّرَ الإمامُ، ثم يقرأَ بفاتحةِ الكتابِ- بعدَ التكبيرة الأولى- سِرًّا في نفْسِه، ثم يُصلِّيَ على النبيِّ صلَّى الله عليه وسلَّم، ويُخلِصَ الدُّعاءَ للميِّت في التكبيراتِ، لا يقرأُ فى شىءٍ منهنَّ، ثم يُسلِّم “Bahwa sunnah dalam shalat jenazah adalah imam bertakbir kemudian membaca Al Fatihah (setelah takbir pertama) secara sirr (lirih), kemudian bershalawat kepada Nabi ﷺ, kemudian berdoa untuk mayit setelah beberapa takbir. Kemudian setelah itu tidak membaca apa-apa lagi setelah itu. Kemudian salam” (HR. Asy Syafi’i dalam Musnad-nya [no. 588], Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubra [7209], dishahihkan Al Albani dalam Ahkamul Janaiz [155]). Selepas shalat jenazah tidak ada tuntunannya untuk berdoa bersama, yang ada tuntunannya adalah doa di makam selepas pemakaman. wallahu'alam Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=nsPym10XlC8 Facebook : https://web.facebook.com/UstadzAmmiNurBaits #hadits #shalat #jenazah #takbir #doa