tgindex
FORUM SAKINAH
@forumsakinahиндонезийский

Chanel ini berisi ilmu-ilmu seputar pernikahan, keluarga, dan parenting.

Последний пост
8 окт. 2025 г.
Последнее чтение
13 авг.
Постов за неделю
0
Всего постов
20
Тип
открытый
Язык
индонезийский
В каталоге с
13 авг.
Подписчики
5 810
−5 за 4 дн.
Сутки
−2
−0,03%
Неделя
 
Месяц
 
Просмотров на пост
5 937
20 постов
Вовлечённость
102,2%
к подписчикам
Постов в день
0,0
всего 20
Упоминаний
0
каналов
Охват размещения
оценка
1/24сутки в ленте
1/48двое суток
1/72трое суток

Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.

Посты

  • Tap reaction sbg bentuk support. Thank's

  • Kita sering bangga saat anak mendapat nilai sempurna di sekolah. Tapi pernahkah kita bertanya: apakah ia benar-benar mengerti makna dari yang dihafalnya? Banyak anak bisa menjawab soal dengan benar, tapi bingung saat harus menerapkan logika yang sama dalam hidup sehari-hari. Fenomena ini disebut “academic blindness” — buta akademik — kondisi ketika anak hanya melihat ilmu sebagai hafalan, bukan sebagai alat untuk berpikir dan memahami dunia. Penelitian dari Stanford Graduate School of Education (2021) menemukan bahwa 7 dari 10 anak SD tidak mampu menjelaskan hubungan antara pelajaran di sekolah dengan kehidupan nyata. Artinya, sistem belajar kita banyak melahirkan anak yang cerdas di kepala, tapi kaku dalam tindakan. 1. Dekatkan Ilmu dengan Dunia Mereka Anak belajar paling baik ketika ilmu terasa hidup di sekitar mereka. Saat menjelaskan volume, biarkan mereka menuang air ke gelas. Saat bicara tentang gravitasi, biarkan mereka menjatuhkan benda dan melihat bagaimana semuanya “jatuh menuju bumi”. Dengan cara ini, sains tak lagi jadi teks di buku, tapi pengalaman yang bisa disentuh dan dirasakan. Di komunitas LogikaFilsuf, kami percaya bahwa pengetahuan sejati lahir bukan dari hafalan, tapi dari pengalaman yang direnungkan. Filsafat pun tumbuh dari rasa ingin tahu terhadap hal-hal kecil, bukan dari rumus yang kaku. 2. Gunakan Rasa Ingin Tahu Sebagai Jembatan Anak yang bertanya, “Kenapa hujan turun?” sebenarnya sedang membuka pintu logika. Tapi sering kali, kita menutupnya terlalu cepat dengan jawaban siap pakai. Padahal, yang lebih penting bukan jawaban, melainkan perjalanan menuju jawaban. Ajak mereka berpikir: “Kamu pernah lihat air menguap dari panci? Mungkin awan terbentuk seperti itu, ya?” Kebiasaan ini melatih anak berpikir sebab-akibat, bukan sekadar menerima informasi. Mereka belajar melihat dunia dengan rasa ingin tahu yang terus hidup — fondasi dari kecerdasan sejati. 3. Jadikan Rumah Sebagai Laboratorium Kecil Tak perlu tabung reaksi untuk membuat anak belajar sains. Dapur bisa jadi laboratorium kimia, kebun bisa jadi ruang biologi, bahkan kamar mandi pun bisa jadi tempat anak memahami fisika air. Saat memasak, ajak mereka mengenali reaksi panas. Saat menyiram tanaman, tunjukkan peran cahaya dan air. Ketika teori berubah menjadi pengalaman, anak tak lagi bertanya “Untuk apa aku belajar ini?” — karena jawabannya sudah ia rasakan sendiri. 4. Kaitkan Ilmu dengan Nilai dan Pilihan Hidup Ilmu bukan sekadar kumpulan fakta. Ia adalah alat untuk membuat keputusan yang lebih bijak. Saat anak belajar tentang energi, bicarakan tentang dampak penggunaan listrik berlebihan. Saat belajar ekonomi, ajak mereka memahami bagaimana pilihan kecil memengaruhi keuangan keluarga. Inilah yang kami sebut di LogikaFilsuf sebagai “ilmu bernurani” — kemampuan berpikir logis sekaligus sadar moral. Anak bukan hanya tahu apa yang benar, tapi juga mengapa hal itu penting. 5. Biarkan Anak Menjadi Guru Salah satu cara terbaik untuk memahami sesuatu adalah dengan mengajarkannya. Minta anak menjelaskan pelajaran kepada saudaranya atau bahkan pada orang tua. Ketika mereka berusaha menjelaskan, mereka sebenarnya sedang berpikir lebih dalam, menata logika, & mencari contoh agar orang lain paham. Itulah momen di mana ilmu berubah dr hafalan menjadi pemahaman. 6. Satukan Ilmu dengan Minat Anak Anak yg suka menggambar bisa belajar geometri dr proporsi wajah. Yg gemar olahraga bisa belajar fisika dr gaya & gerakan tubuh. Ketika ilmu bersinggungan dengan hal yg mereka cintai, belajar tak lagi terasa sebagai kewajiban, tp sebagai bagian dr diri mereka. Minat adalah jembatan paling kuat untuk menanamkan makna dr setiap pelajaran. 7. Ajak Anak untuk Selalu Berefleksi Setelah belajar, coba tanyakan, “Apa yang bisa kamu pakai dari pelajaran ini di kehidupanmu?” Pertanyaan sederhana ini menyalakan proses berpikir yang lebih tinggi: refleksi. Anak belajar mengaitkan ilmu dg realitas, memahami bahwa belajar bukan urusan ujian, tapi cara memahami dunia. Dari sinilah lahir kecerdasan yang tdk hanya akademik, tp juga kritis dan sadar makna.

  • без подписи

  • 𝗠𝗮𝗸𝗻𝗮 "𝗧𝗲𝗽𝘂𝗸 𝗦𝗮𝗸𝗶𝗻𝗮𝗵" Tepuk Sakinah bukan sembarang tepuk. Yuk kenali makna di balik tepuk itu, agar tidak hanya jadi hiburan, tetapi juga pengingat dalam mewujudkan rumah tangga penuh berkah. "Tepuk Sakinah" Berpasangan 3x Janji kokoh 3x Saling cinta Saling hormat Saling jaga Saling ridha Musyawarah untuk sakinah Jadi, tepuk sakinah diadaptasi dari 5 Pilar Keluarga Sakinah: 1⃣ Zawaj (berpasangan) Suami istri harus saling menyadari bahwa di dalam pernikahan posisi keduanya adalah pasangan sehingga saling melengkapi dan bekerja sama untuk kemaslahatan. "Suami dan istri seperti dua sayap burung, saling melengkapi, menopang, dan bekerja sama. Mereka adalah satu sama lain seperti pakaian,  menutupi kekurangan dan memberikan kehangatan". 2⃣ Mistaqan Ghalidzan (janji yang kuat) Pernikahan merupakan ikatan yang kuat, yang berfungsi menopang seluruh aspek kehidupan rumah tangga. Karena itu, kedua belah pihak diharapkan untuk sama² menjaga ikatan ini dengan segala kemampuan yang ada. Tidak mungkin hanya satu pihak yang berusaha mempertahankannya sementara pihak lain justru melemahkannya. 3⃣ Mu'asyarah bil ma'ruf (memperlakukan pasangan dengan baik) Ikatan pernikahan perlu dijaga oleh suami istri dengan cara saling memperlakukan pasangannya secara baik dan layak. Seorang suami hendaknya senantiasa berusaha dan memberikan yang terbaik untuk istrinya, demikian pula istri melakukan hal yang sama untuk suaminya. 4⃣ Taradhin (saling ridha) Suami dan istri hendaknya saling menjaga kerelaan dalam setiap perbuatan. Ridha Allah SWT bergantung kepada keduanya, yaitu dalam kebaikan dan dilakukan bersama. Suami istri harus saling ridha dan menerima kekurangan masing² untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan penuh kebahagiaan. 5⃣ Musyawarah Dalam mengelola rumah tangga,  terutama dalam menghadapi masalah,  penyelesaiannya sebaiknya dilakukan bersama. Musyawarah menjadi cara yang baik untuk berdiskusi, saling memberi masukan, menghargai pendapat pasangan, dan menentukan keputusan terbaik. — @forumsakinah

  • Doa ketika sudah mendekati lahiran SHARE 👇 — @forumsakinah

  • https://t.me/+SAbngZNnr_o3ZWY1 https://t.me/+SAbngZNnr_o3ZWY1

  • SHARE 👇 . — @forumsakinah

  • без подписи

  • SHARE 👇 . — @forumsakinah

  • без подписи

  • без подписи

  • без подписи

  • FORUM SAKINAH pinned «Ebook Seputar Pernikahan dan Parenting (Langsung klik aja judul ebooknya) ✅ Quranic Parenting ✅ 40 Hadits Seputar Pendidikan Anak ✅ Bimbingan Praktis Mendidik Anak ✅ Menjadi Orang Tua Hebat ✅ Bimbingan dan Konseling Perkembangan di Sekolah ✅ Catatan Parenting…»

  • SHARE 👇 . — @forumsakinah

  • без подписи

  • 24 нояб. 2024 г.13,4 тыс5217

    — @forumsakinah

  • 26 авг. 2024 г.10,1 тыс7231

    Lelaki itu... (pengusaha) Dalam suatu kajian, Ustadz saya menyampaikan tentang 3 kekuatan yang harus dimiliki oleh seorang lelaki sebagai pemimpin keluarga, pendidik keluarga, penjaga keluarga, pencari nafkah dan dan dan beragam tugas-tugas lainnya. Saya mencoba simpulkan sesuai pemahaman saya tentang 3 kekuatan tersebut dan penafsirannya. Apa tiga kekuatan yang harus dimiliki oleh seorang lelaki ? Pertama, Quwwatul Jasadiyah Seorang laki-laki, itu harus mempunyai kekuatan fisik, kesehatan jasmani, gak gampang capek, gak gampang sakit dll. Kenapa ? karena di”pundak” seorang Lelakilah putaran kehidupan keluarga itu diletakkan. Bagaimana jadinya bila sebagai Lelaki gampang sakit, cepat lelah dll ? secara otomatis akan mempengaruhi aktifitasnya dalam mengemban tanggungjawabnya untuk keluarga. Yang kedua, Quwwatul Fikriyah Sebagai penjaga gawang dalam keluarga, seorang Lelaki harus mempunyai landasan berpikir yang kuat, punya daya pikir yang tajam sehingga dia bisa membedakan mana yang HAQ dan mana yang BATHIL. Kecerdasan dalam mengambil keputusan ini akan membuat Lelaki mempunyai PRINSIP hidup yang jelas dalam mengarahkan bahtera rumah tangganya. Ketiga, Quwwatul Ruhiyah Nah, tidak hanya berbadan tegap saja, atau berbadan tegak dan pintar saja seorang lelaki saya katakan LELAKI, karena fungsi Lelaki sebagai Imam juga memerlukan kekuatan ruhiyah. Ruhiyah di sini adalah posisi dimana dia harus MAMPU istiqomah dalam menjaga hubungannya dengan ALLAH SWT. Ketika seorang Lelaki MAMPU Istiqomah dalam menjaga hubungannya dengan ALLAH SWT, maka bisa dipastikan, dia akan mampu mengatasi semua permasalahan yang mendera hidupnya. Judul yang saya ambil diatas, bukan bermaksud mendikotomi bahwa Pengusaha itu harus lelaki, atau Lelaki harus menjadi Pengusaha. Namun yang saya kemukakan adalah Pengusaha pun juga harus mempunyai 3 pilar kekuatan di atas agar bisnis yang ia gawangi mampu bertumbuh dan menuai keberkahan... [ Wuri Nurkhikmah ] Semoga bermanfaat, silahkan dishare — @forumsakinah

  • — @forumsakinah

  • без подписи

  • 24 июн. 2024 г.10,6 тыс5515

    IPAR ADALAH MAUT Hati-Hati, Guys! Oleh: Nurkholis Dari 'Uqbah bin 'Amir radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ . قَالَ الْحَمْوُ الْمَوْتُ "Berhati-hatilah kalian masuk menemui wanita." Lalu seorang laki-laki Anshar berkata, "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda mengenai ipar?" Beliau menjawab, "Hamwu (IPAR) ADALAH MAUT." (HR. Bukhari no. 5232 dan Muslim no. 2172). Hamwu bukan hanya ipar wanita saja, namun setiap kerabat (wanita) dekat istri yang bukan mahram. Yang masih mahram bagi suami dari keluarga istri adalah seperti ayah dan anaknya. Hal ini juga berlaku buat kerabat suami. Hadits di atas juga mengajarkan larangan berdua-duaan dengan wanita atau laki-laki yang bukan mahram. لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا "Janganlah salah seorang di antara kalian berdua-duaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya." (HR. Ahmad 1: 18. Syaikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, para perowinya tsiqoh sesuai syarat Bukhari-Muslim) — @forumsakinah