- Последний пост
- 15 авг.
- Последнее чтение
- 15 авг.
- Постов за неделю
- 1
- Всего постов
- 21
- Тип
- открытый
- Язык
- und
- Категория
- Религия (по похожим)
- В каталоге с
- 13 авг.
- 1/24сутки в ленте
- 19
- 1/48двое суток
- 21
- 1/72трое суток
- 23
Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.
Посты
🌿Festival JAGAT🌿 Persembahan Jaringan GUSDURian, hadir sebagai ruang perjumpaan lintas iman untuk berdiskusi, berjejaring, dan belajar bersama untuk menjaga alam tempat kita tinggal. Di sini, kita bisa berdiskusi di Forum Lingkar JAGAT, belajar pengelolaan sampah dan ilmu lingkungan lainnya di Kelas Ekologi. Ada juga permainan-permainan seru yang bakal nambah wawasan kita soal lintas iman dan lingkungan. Ada juga aksi kepedulian di Cek Kesehatan & Donor Darah, serta selebrasi di Panggung Budaya. Kita juga bisa ikutan Ziarah Makam Gus Dur bersama rombongan Festival JAGAT. Catat tanggal dan lokasinya ya! 🗓️Tanggal: 29-30 Agustus 2026 📍Lokasi: Pondok Salafiyah Syafiiyah, Seblak, Jombang Daftarkan dirimu di link berikut: s.id/festivaljagat Saatnya kumpul, berjejaring, dan bergerak bareng untuk bumi yang lebih lestari. Sampai jumpa di Festival JAGAT! #FestivalJAGAT #AgamaUntukSemesta
Gusdurian.Net pinned Deleted message
Gusdurian.Net pinned Deleted message
Liputan media jaringan gusdurian menolak revisi UU TNI 19 Maret 2025 1. https://www.msn.com/id-id/berita/other/jaringan-gusdurian-menolak-revisi-uu-tni/ar-AA1Begwk 2. https://fajar.co.id/2025/03/19/jaringan-gusdurian-tolak-revisi-uu-tni-alissa-wahid-khawatir-hidupkan-kembali-dwifungsi-abri/ 3. https://www.idntimes.com/news/indonesia/dini-suciatiningrum/jaringan-gusdurian-dwifungsi-tni-polri-bentuk-pengkhianatan-reformasi 4. https://kabar24.bisnis.com/read/20250319/15/1862987/jaringan-gusdurian-menolak-revisi-uu-tni 5. https://islami.co/jaringan-gusdurian-tolak-keras-revisi-uu-tni-potensi-represi-dan-hidupkan-orba/ 6. https://tubasmedia.com/jaringan-gusdurian-tolak-ruu-tni-berpotensi-hidupkan-dwifungsi-militer/ 7. https://nu.or.id/nasional/gusdurian-tolak-ruu-tni-prajurit-aktif-harus-fokus-pertahanan-bukan-pemerintahan-159jS 8. https://www.jpnn.com/news/tolak-revisi-uu-tni-jaringan-gusdurian-berpotensi-kembalikan-dwifungsi-abri 9. https://www.sonora.id/read/424230884/jaringan-gusdurian-menolak-revisi-uu-tni 10. https://bangsaonline.com/berita/144892/revisi-uu-tni-akan-disahkan-dpr-besok-alissa-wahid-tunda-batalkan#google_vignette 11. https://muria.tribunnews.com/2025/03/19/kritik-revisi-uu-tni-alissa-wahid-putri-gus-dur-wujudkan-supermasi-sipil-bukan-supermasi-senjata 12. https://kabarbaik.co/tunda-atau-batalkan-revisi-uu-tni-ini-6-sikap-tegas-jaringan-gusdurian/ 13. https://svr.nu.or.id/nasional/gusdurian-tolak-ruu-tni-prajurit-aktif-harus-fokus-pertahanan-bukan-pemerintahan-159jS 14. https://jejakfakta.com/read/8894/jaringan-gusdurian-tolak-revisi-uu-tni-alissa-wahid-berpotensi-kembali-menghidupkan-dwifungsi-abri 15. https://www.sonora.id/read/424230884/jaringan-gusdurian-menolak-revisi-uu-tni 16. https://jurnal9.tv/revisi-uu-tni-akan-disahkan-dpr-besok-alissa-wahid-tunda-batalkan/ 17. https://gusdurian.net/2025/03/19/jaringan-gusdurian-menolak-revisi-uu-tni/
https://jejakfakta.com/read/8894/jaringan-gusdurian-tolak-revisi-uu-tni-alissa-wahid-berpotensi-kembali-menghidupkan-dwifungsi-abri
https://www.sonora.id/read/424230884/jaringan-gusdurian-menolak-revisi-uu-tni
https://www.jpnn.com/news/tolak-revisi-uu-tni-jaringan-gusdurian-berpotensi-kembalikan-dwifungsi-abri
Apa Kabar Nasib RUU PPRT?*l Oleh: Wartini Sumarno Di tengah ramainya revisi Undang-Undang TNI Nomor 34 Tahun 2004 yang masuk prolegnas, terlebih setelah adanya Surat Presiden (Surpres) kepada Ketua DPR, setidaknya ada dua RUU yang juga sangat mendesak dan segera butuh pengesahan, yaitu RUU Perampasan Aset dan RUU PPRT (Perlindungan Pekerja Rumah Tangga) yang kian tersingkirkan. Dalam tulisan ini, saya akan membahas mengenai RUU PPRT. Sedari dulu, perjuangan perempuan untuk mendapatkan keadilan memang selalu berliku, ibarat menyusun batu bata satu per satu agar menjadi sebuah bangunan (law & policy) yang kokoh. Bahkan hak untuk memperoleh pendidikan yang sama dengan laki-laki, hak untuk memilih dan dipilih, sampai hak untuk mendapatkan upah yang sama dengan pekerja laki-laki saja butuh waktu yang sangat lama dan sejarah yang panjang. Saat ini para pekerja rumah tangga belum mendapatkan perlindungan hukum yang jelas, itu karena status dan kedudukan mereka sebagai pekerja tidak diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Meski berdasarkan Pasal 1, PRT dapat dikategorikan sebagai pekerja atau buruh karena mereka juga bekerja dan mendapatkan upah. Selengkapnya di https://gusdurian.net/2025/03/04/apa-kabar-nasib-ruu-pprt/
Perjalanan Singkat, Obrolan Panjang: Gus Dur di Mata Sopir Ojek Oleh: Nita Andriani Udara subuh di Yogyakarta saat itu cukup segar untuk dihirup. Sambil bersiap-siap, aku pun bergegas memasukkan semua barang ke dalam tas yang tidak begitu besar. Saat semua sudah beres, aku mengendap-endap menuju gerbang Griya GUSDURian, ternyata gerbang masih terkunci. Akhirnya aku pun terpaksa membangunkan mas-mas yang sedang tidur di ruang depan untuk membukakan gerbang. Padahal tujuanku jalan mengendap-endap agar tidak mengganggu orang-orang yang masih terlelap tidur. Tapi ternyata gagal, ya wis lah. Selang beberapa lama, ojek online (ojol) yang kupesan memarkirkan motornya persis di depan gerbang griya. “Mbak Nita, ya?” Betul, Pak,” jawabku. “Silakan pakai helmnya dulu, Mbak!” “Siap, Pak.” Setelah tiga menit perjalanan, bapak ojek bernama Saefullah itu bertanya padaku, “Mbak pecinta Gus Dur, nggeh? “Hehe betul, Pak,” jawabku. Selengkapnya di https://gusdurian.net/2025/03/04/perjalanan-singkat-obrolan-panjang-gus-dur-di-mata-sopir-ojek/
Mengapa sebagai Lelaki Saya Membela Perempuan? Oleh: Yunizar Ramadhani Menjadi seorang lelaki di tengah masyarakat berbudaya patriarki memang memberi keuntungan dan kenyamanan tersendiri. Dalam budaya seperti ini menjadi lelaki berarti dianggap memiliki kedudukan dan kemuliaan lebih tinggi dibanding perempuan. Ke padanya diberikan hak-hak yang lebih luas dan keleluasaan dalam menjalankan hak-haknya tersebut. Dengan ini, lelaki menjadi gender yang dominan atas perempuan. Sebagai laki-laki tentu saja saya menikmati privilese itu. Sementara saudari-saudari saya kaum perempuan hingga saat ini hidup di bawah dominasi laki-laki, dan karena itu mereka kerap mengalami diskriminasi. Hak-hak mereka dibatasi, dan sekalipun ada hak yang bisa didapat, kaum perempuan belum cukup leluasa menjalankan hak tersebut. Perempuan bahkan tak jarang mengalami kekerasan, baik fisik maupun mental. Semuanya berpangkal dari pandangan ketidaksetaraan perempuan terhadap laki-laki yang tugasnya tak lain adalah melayani saudara-saudaranya itu. Lalu mengapa sebagai lelaki saya membela perempuan? Dibanding puluhan atau ratusan tahun lalu, memang benar bahwa saat ini diskriminasi terhadap perempuan sudah mulai berkurang. Perempuan masa kini di beberapa negara punya hak pilih dalam pemilu, menempati posisi-posisi penting di bidang-bidang sosial walaupun bukan yang terpenting dan strategis, dan mendapatkan pendidikan yang cukup. Akan tetapi, kultur masyarakat masih menganggap laki-laki lebih unggul dalam hampir semua hal. Segala hal yang maskulin dianggap lebih mulia dan tinggi daripada yang feminin. Oleh karena itu, diskriminasi terhadap perempuan -mulai penstrataan sosial hingga tindak kekerasan- dalam masyarakat dengan budaya patriarki masih saja berlangsung dan cita-cita akan masyarakat yang setara belum sepenuhnya tercapai. Selengkapnya di https://gusdurian.net/2025/03/03/mengapa-sebagai-lelaki-saya-membela-perempuan/
Kesulitan Warga Kota Memahami Krisis Iklim Oleh: Agung Hidayat Aziz “Ngapain ambil kuliah tentang perubahan iklim? Toh masih banyak orang yang bakar-bakar sampah juga.” Perkataan itu muncul dari salah seorang teman kepada istri saya ketika mengetahui bahwa ia mengambil pendidikan master di bidang kebijakan perubahan iklim. Bagi kami, perkataan tersebut mencerminkan karakter sebagian masyarakat kelas menengah di ibu kota saat ini. Cenderung apatis dan enggan berbicara lebih jauh soal isu perubahan iklim, apalagi krisis iklim. Bukan berarti mereka menolak realitas isu global ini. Namun kebanyakan menganggapnya sebagai sesuatu yang terlalu canggih untuk masyarakat Indonesia, yang dianggap tidak terlalu memusingkan isu lingkungan hidup. Selengkapnya di https://gusdurian.net/2025/03/03/kesulitan-warga-kota-memahami-krisis-iklim/
KUPI Luncurkan Program Ngaji Ramadan, Diisi Puluhan Ulama Perempuan Oleh: Redaksi Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) baru saja meluncurkan (launching) program Ngaji KUPI Ramadan 1446 Hijriah pada Jumat, 28 Februari 2025. Acara pembukaan tersebut digelar secara daring melalui Zoom Meeting yang dihadiri oleh puluhan ulama perempuan dan lembaga jejaring KUPI. Pertemuan dipandu langsung oleh penulis dan pegiat isu gender, Kalis Mardiasih. Melalui rangkaian pengajian yang digelar selama satu bulan tersebut, KUPI ingin mengajak semua kalangan agar semakin mengenal ajaran Islam yang ramah, adil, dan maslahat bagi semua umat. Di samping itu, Ngaji KUPI Ramadan juga bertujuan untuk menghidupi bulan Ramadan agar lebih berkah dan bermakna. Sekretaris Majelis Musyawarah KUPI, Masruchah, menyampaikan bahwa ada banyak ulama perempuan yang berasal dari 28 provinsi di Indonesia yang siap mengambil peran untuk mengisi rangkaian Ngaji KUPI Ramadan. Selengkapnya di https://gusdurian.net/2025/03/01/kupi-luncurkan-program-ngaji-ramadan-diisi-puluhan-ulama-perempuan/
Sekolah Harus Aman: GUSDURian Mojokerto Diskusikan Tiga Dosa Besar Pendidikan Oleh: Firda Rodliyah MOJOKERTO – Komunitas GUSDURian Mojokerto mengadakan Forum-17 yang bertempat di GKI Mojosari pada Jumat, 21 Februari 2025,. Tema yang diangkat kali ini adalah “Strategi Efektif dalam Mencegah Tiga Dosa Besar Pendidikan: Perundungan, Kekerasan Seksual, dan Intoleransi”. Topik ini tidak lain bermula dari salah satu video yang mendapatkan pro-kontra di media sosial. Sebuah konten yang menunjukkan betapa pendidikan di Indonesia masih belum baik-baik saja berkenaan dengan perundungan, kekerasan seksual, maupun isu intoleransi. Video ini pun viral dan menguak berbagai perspektif di kolom komentar berkenaan dengan pengalaman pribadi maupun cemooh-cemoohnya. Sebagai bentuk counter, GUSDURian Mojokerto kemudian mengadakan ruang perjumpaan dan mengundang tiga narasumber dari berbagai bidang. Mereka adalah Eka Sandi Nugroho selaku pendeta GKI Mojokerto sekaligus content creator dari salah satu video yang telah dijelaskan di atas. Narasumber yang kedua adalah Herlina Christi Nugraheni, Guru Bahasa Inggris SMPN 1 Puri, dan terakhir yakni Risya Rifqotus Sa’diyah, seorang penyuluh agama Islam Kota Mojokerto Selengkapnya di https://gusdurian.net/2025/02/28/sekolah-harus-aman-gusdurian-mojokerto-diskusikan-tiga-dosa-besar-pendidikan/
Keputusan Oleh: Alissa Wahid Orang Indonesia suka menyaksikan drama. Karena itu, sinetron adalah acara televisi yang sangat laku ditonton dan menghuni primetime, dan drama kehidupan para pesohor ramai diperbincangkan. Bahkan di media sosial, hampir setiap hari terjadi drama dan keributan. Hari-hari ini, warga Indonesia dihebohkan oleh drama yang berbeda: drama pemangkasan anggaran pemerintah tahun 2025. Di sejumlah grup jejaring sosial beredar matriks lengkap pemangkasan sejumlah lembaga negara yang bertajuk efisiensi. Dalam matriks tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum mengalami pemangkasan sekitar Rp 80 triliun, otoritas IKN mengalami pengurangan lebih dari Rp 4 triliun dari awalnya sekitar Rp 6 triliun. Demikian juga berbagai kementerian dan lembaga lainnya di cabang eksekutif, di bawah kepemimpinan Presiden. Mengikuti berita ini, kementerian dan lembaga pun diundang dalam Rapat Dengar Pendapat oleh DPR. Dari ruang pertemuan ini, dari beredarnya edaran-edaran di sejumlah kementerian dan lembaga, dan juga dari berita media massa, muncul berbagai kabar dramatis. Selengkapnya di https://gusdurian.net/2025/02/20/keputusan/
Buat kalian yang ingin memperdalam kapasitas kepemimpinan, memahami pemikiran Gus Dur dan isu-isu kontemporer, jangan lewatkan Pesantren Gerakan. Semua materi ngaji diisi oleh narasumber yang sangat berkompeten di bidangnya. Link pendaftaran: https://s.id/pesantrengerakan
без подписи
Sandwich Movement: Belajar Rawat Alam dari Ayam Belgia Oleh: Dita Anis Zafani Kalian tahu sandwich? Sebuah makanan yang bagian tengahnya terdiri dari daging, mayones, dan saus yang dihimpit oleh dua roti di bagian atas dan bawah? Makanan khas Spanyol ini belakang namanya sangat sering disebut-sebut, bukan hanya karena rasanya yang enak dan praktis untuk mengganjal perut, tapi istilah ‘sandwich’ dirasa sangat cocok untuk menggambarkan beberapa hal, termasuk menggambarkan gerakan dalam tulisan ini. Makanan dan produk kebutuhan sehari-hari menjadi penyebab utama banyaknya sampah di bumi, termasuk di Indonesia. Pasalnya untuk menambah nilai ekonomis sebuah produk, bungkus plastik masih menjadi andalan, misal snack Chiki-Chiki yang sebenarnya lebih besar bungkusnya daripada isinya, atau buah apel yang dibungkus plastik satu per satu untuk memberikan kesan higienis dan lebih mewah, skincare yang dibungkus dengan kardus lengkap dengan segel plastik sebagai bukti barang aman dan new, dan seterusnya. Plastik ini bagaikan buah simalakama, jika digunakan menghasilkan banyak sampah, apabila tidak digunakan juga akan menghasilkan sampah makanan yang tidak akan tahan lama apabila tidak dibungkus plastik. Selengkapnya di https://gusdurian.net/2025/02/26/sandwich-movement-belajar-dari-ayam-belgia/
Indonesia Gelap: Dari Mantra Antikritik hingga Kebijakan Ngawur Oleh: Wartini Sumarno “Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely”. Kekuasaan itu cenderung korup dan kekuasaan yang absolut itu pasti korup. Begitulah bunyi kutipan terkenal dari John Emerich Edward Dalberg Acton, First Baron atau yang lebih dikenal dengan dengan nama Lord Acton, yang telah diamini banyak orang. Hal ini menunjukan bahwa kekuasan membuat seseorang cenderung berbuat kesewenangan sangat relevan dengan adagium ‘Honores Mutant Mores’ (saat manusia mulai berkuasa, berubahlah pula tingkah lakunya). Tanda kekuasaan sudah berubah menjadi korup adalah terjadinya abuse of power. Maka tak heran jika sampai saat ini perkataan Lord Acton tersebut masih relevan hingga saat ini. Setelah lewat 100 hari masa pemerintahan Prabowo-Gibran, Indonesia memang semakin gelap. Dalam berbagai kesempatan, Prabowo malah menanggapi kritikan rakyat sebagai hal yang tidak penting. Hal itu dapat dilihat dari pidato-pidatonya, selalu menyepelekan permasalahan. Selengkapnya di https://gusdurian.net/2025/02/26/indonesia-gelap-dari-mantra-antikritik-hingga-kebijakan-ngawur/
Perjuangan Ibu-Ibu Karangria Lawan Reklamasi: Dari Intimidasi hingga Perampasan Ruang Hidup Oleh: Djemi Radji Pada 15 Februari pagi waktu menunjukkan pukul 08.00 WITA, para siswa Sekolah Jejaring Agama untuk Lingkungan dan Toleransi (Jagat) GUSDURian bertandang ke rumah salah satu pejuang lingkungan di Kota Manado, Sulawesi Utara. Sebelum kunjungan berlangsung, para panitia Sekolah Jagat di Manado telah membagi para siswa menjadi tiga kelompok. Salah satu kelompok diarahkan untuk berkunjung ke salah satu titik untuk mendengar kisah para pegiat lingkungan berjuang melestarikan alam. Para siswa yang datang tidak hanya mereka yang tinggal di sekitar Sulawesi Utara, tapi juga dari daerah lain seperti Papua dan Gorontalo. Kunjungan para siswa Sekolah Jagat itu untuk menyelami dan menggali lebih dalam tantangan yang tengah dihadapi pejuang lingkungan seperti Ibu Restin Bangsuil, warga Karangria, Kecamatan Tuminting, Kota Manado yang gigih mempertahankan pesisir laut dari proyek reklamasi. Selengkapnya di https://gusdurian.net/2025/02/24/perjuangan-ibu-ibu-karangria-lawan-reklamasi-dari-intimidasi-hingga-perampasan-ruang-hidup/
Perayaan Tahun Ular di Jantung Serambi Madinah Oleh: Fadhil Hadju Sudah dua kali aku menyaksikan secara langsung perayaan Goan Siao atau Cap Go Meh di Kota Gorontalo, kota yang disebut-sebut sebagai Serambi Madinah. Salah satu alasanku membenarkannya yaitu keberadaan masjid. Jika kita menghitung masjid di kota ini, akan kelelahan sendiri. Namun di tengah ke-mayoritas-an umat Muslim di kota ini, toleransi tetap terjaga. Tahun 2025 ini jatuh pada Shio Ular dengan elemen kayu. Dalam mitologi Cina, ular kayu digambarkan dengan ular yang berwarna hijau. Tahun ular kayu ini diharapkan dapat memberikan pertumbuhan bangsa, organisasi, maupun pada individu. Terkait ular, sering disimbolkan sebagai makhluk penyembuh. Lihat saja di lambang pada apotek dan rumah sakit, lambang ular melingkar di gelas akan banyak ditemukan. C.G Jung menjelaskan dalam bukunya yang berjudul Manusia dan Simbol-simbol bahwa, simbol yang beredar di masyarakat merupakan hasil perkembangan peradaban manusia sejak dahulu. Simbol-simbol dijadikan sebagai penuntun hidup bagi sebagian kelompok masyarakat. Jung mencontohkannya pada masyarakat Eskimo dan Naskapi. Bagi kelompok masyarakat ini, simbol-simbol yang lahir dalam mimpi menjadi penuntun hidup, menuju pada Manusia Agung. Tapi saya tidak akan menjelaskan lebih lanjut tentang buku ini, mungkin di lain waktu. Selengkapnya di https://gusdurian.net/2025/02/24/perayaan-tahun-ular-di-jantung-serambi-madinah/