✏️Catatan M Nur hannani arrozy
Статистикаيا رب صل على سيدنا محمد وافتح من الخير كل مغلق tulisan nasihat nasihat indah dari kalam orang² solih.
- Последний пост
- 26 июл.
- Последнее чтение
- 13 авг.
- Постов за неделю
- 0
- Всего постов
- 21
- Тип
- открытый
- Язык
- und
- В каталоге с
- 13 авг.
- 1/24сутки в ленте
- 87
- 1/48двое суток
- 99
- 1/72трое суток
- 107
Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.
Посты
без подписи
Terjemah surat dari KH. Misbah Musthofa Bangilan Tuban, Paman dari KH. Musthofa Bisri. Ulama' ahli tafsir Alquran yg saking gemarnya menulis tafsir jawan, hingga tak terasa hafal tanpa disengaja. Kepada Yang Terhormat ; Abdurrahman Wahid dan Musthofa Bisri. Assalamu'alaikum Wr Wb. Segala puji dan syukur bagi Allah. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah pada Rosulullah SAW, keluarga, shahabat dan pengikutnya. Amma Ba'du (Selanjutnya), Saya dengar kalian berdua berupaya mengumpulkan harta sampai ke Yayasan Muhammad bin Abdul wahab di Jeddah, untuk kejayaan jam'iyyah dan melanggengkan jabatan kalian. Nama Yayasan itu jelas memperlihatkan bahwa kalian telah melenceng dari ajaran nenek moyang kalian. Ajaran Rosulullah SAW, dan Khulafaur Rosyidun. Memang, al-insan asiirul ihsan. Manusia ditawan oleh baiknya perbuatan. وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُم من ناصرين. Janganlah kalian condong kepada orang-orang dzalim, yang menyebabkan kalian masuk neraka. Tanpa seorangpun yg dapat menolong kalian. Almarhum Abdurrasyad bercerita padaku, dari ayahnya. Ia berkata; " Ibu dari Abdul Wahid (Isteri KH. Hasyim Asy'ari) saat Hadlrotusy Syaikh sedang dalam kefakiran dan melarat, saat awal-awal merintis pesantren, beliau pernah mencuci beras seperempat liter dengan air mata. Tiba-tiba, beras tersebut berubah menjadi emas. Lantas beliau menceritakan kepada Hadlrotusy Syaikh, dan mengutus untuk membuang emas tersebut. Sama dengan kisah diatas, bercerita kepadaku Syeikh Kholil. Saat beliau melarat awal-awal merintis pesantren, setiap beliau ingin meninggalkan pesantren untuk mencari uang, terdengar suara gaib "jangan pergi! ". Lantas terjadilah apa yg seharusnya terjadi. Wahai orang-orang mulia! Kalian adalah pemimpin yang akan diminta pertanggungjawaban pada hari dimana harta dan anak cucu tiada bermanfaat sama sekali. Andai kalian bersabar dan bertaqwa, niscaya tidak akan membahayakan kalian tipu daya mereka. Sungguh Allah Maha Mengetahui atas apa yang kalian kerjakan. Wassalam wr wb. Orang yg sangat mencintai kalian; Misbah bin Zainal Musthofa. Foto dari story WA Maisur Cholid Sungkem cicit Mbah Misbah Qurva Nubal
без подписи
Zaman aku iseh durung nikah , pas nok pondok ditimbali mbah Mun. Aku ora siap, aku nganggo kelambi lengen pendek. Tiba tiba diutus munggah mobil. Ora sempat salin kelambi lenegen dowo. Ayo munggah mobil Mubileh mbah iseh anyar songko deler. Terus dibadeki mbah Mun. Kang Musleh , nek sampean sawang aku seng kurang apane ? Sebagai santri beliau mbah Muslih PR Ponpes MIS matur " sampon cekap sedanten Mbah " sampon sempurna " " Ngalim nggeh, sugeh nggeh, mobil enggal sakeng deler njeh " kata Mbah Muslih kala itu. Opo sing urung ? Tanya mbah Mun kepada beliau. Beliau pun belum bisa menjawab dan ditunggu jawaban itu sampai perjalanan hingga melintasi daerah sluke. Nopo seng durung ? Menurut sampean ? Tanya ulang Mbah Mun kepada Mbah Muslih. Mbah Muslih pun menjawab " Sampun sempurna mbah " " Durung " kata mbah Mun. Opo iku ... " anak seng soleh.... Dungakno anakku dadianak kang soleh-soleh " Mubil, duwit lan sak liya liyane iku ora ono gunane, yen duwe sembarang kalir, tapi anake ora soleh " Kuabeh iku entek kapan anak iku ora soleh
HUKUM ZAKAT FITRAH DENGAN UANG 1. Menurut mayoritas fuqaha (termasuk Mazhab Syafi'i) zakat fitrah dg uang tdk sah, karena Hadits menyatakan zakat fitrah harus dg makanan pokok regional, tdk ada pernyataan dg bayar uang 2. Mazhab Hanafi membolehkan bayar zakat fitrah dg uang, karena lebih jelas tuk menutupi kebutuhan fakir miskin 3. Boleh taqlid (mengikuti) Mazhab Hanafi bayar zakat fitrah dg uang jika memang itu lebih bermanfaat bagi fakir miskin 4. Syarat taqlid Mazhab lain tdk terjadi talfiq (mencampur aduk pendapat mazhab2 sehingga tdk sah menurut masing-masing mazhab). Artinya, dia harus konsisten dg aturan mazhab yg ditaqlidi dlm kasus ini, sehingga dia membayar harga satu sho' dlm ukuran Mazhab Hanafi, bukan harga satu sho' ukuran Mazhab jumhur: 1 sho' menurut jumhur 2.8 kg. makanan pokok regional. 1 sho' menurut Mazhab Hanafi adalah 8 rithl = 3800 gr / 3.8 kg. bahan makanan selain hinthoh (gandum). -> Dan cukup dg harga 0.5 sho' hinthoh (gandum) atau 1900 gr. / 1.9 kg. Mazhab Hanafi berpatokan dg hadits Tsa'labah, Rosululloh shallallahu alaihi wa sallam berkhutbah dan berkata, "Bayarkan zakat fitrah untuk orang mardeka dan hamba sahaya setengah sho' gandum, atau 1 sho' kurma atau 1 sho' syair (jelai = baca: sebangsa beras)". [HR. Abu Dawud] #Bagi yg membayar zakat fitrah dg uang harus mengikuti ukuran dlm mazhab Hanafi. 1. Gandum @ kg = 20.000 x 1.9 kg = Rp. 38.000 2. Jelai / beras @ kg = 12.000 x 3.8 kg = Rp. 45.600 حكم اخراج القيمة في زكاة الفطر ١_ لا يجزيء اخراج القيمة على مذهب الجمهور (ومنهم الشافعية)، لأن الحديث الشريف نص على قوت البلد ولم ينص على القيمة. ٢_ اجاز الحنفية اخراج القيمة فإنه يحصل بها اغناء الفقير. ٣_ للمقلد تقليد مذهب الحنفية في اخراج القيمة إن كانت هناك مصلحة للفقير. ٤_ من شروط تقليد المذهب الآخر عدم التلفيق، بمعنى: أن يلتزم بضوابط المذهب الذي يقلده في المسألة، فيخرج قيمة مقدار الصاع عند الأحناف، ولا يخرج قيمة مقدار الصاع في مذهب الجمهور. مقدار الصاع عند الجمهور = أربعة أمداد= ٥ وثلث ارطال = ٢٤٠٠ غم تقريباً. مقدار الصاع عند الحنفية = ٨ ارطال = ٣٨٠٠ غم. ويكفي من الحنطة نصف صاع (١٩٠٠ غم) ومن باقي الأصناف صاع (٣٨٠٠ غم). لحديث ثعلبة العذري أنه قال: خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: «أدوا عن كل حر وعبد نصف صاع من بر، أو صاعاً من تمر، أو صاعاً من شعير» [رواه أبو داود]. #الحاصل: من اراد اخراج القيمة تقليداً لمذهب السادة الحنفية فاليلتزم بمقادير مذهبهم. والله أعلم... إعانة الطالبين، ج ٢ ، ص : ١٩٥. ✒️ Ustadz Muhammad Husein Al Habsyi 〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰 👥 Facebook Page : Fb.com/UstMuhammad110 📣 Telegram Channel : bit.ly/UstMuhammad110
без подписи
Saya suka sekali foto syekh Usamah ini. Gambar yang tanpa sengaja memperlihatkan isi mobil beliau saya kira menunjukkan seberapa rakusnya tokoh muda ini terhadap buku. Bukan yang sengaja menumpuk kitab di samping Laptop supaya dianggap "kutu buku". Syekh Said Ramadhan al-Bhouti mengomentari syekh Usamah dengan redaksi, "akalnya lebih besar dari tubuhnya". Tubuhnya memang kecil dan pendek untuk ukuran orang Mesir. Bahkan saat berjejer masih lebih tinggi saya sedikit 😁 Beliau pernah bertekad ingin meniru keseharian Imam Nawawi. Imam Nawawi ini makan dan minum hanya sehari sekali. Kuat dalam keyakinan Syekh Usamah, kejeniusan dan kecerdasan Imam Nawawi, selain kesalehan tentu saja, ditopang juga dari laku keseharian beliau. Meniru Imam Nawawi, Syekh Usamah pernah hanya makan sehari sekali selama kurang lebih 5 tahun: beliau makan selepas Dzuhur dan baru merasa lapar lagi setelah masuk Dzuhur pada hari setelahnya. Bobot tubuhnya menurun drastis: hanya tinggal kulit membungkus tulang. Namun disisi lain, ia merasa tubuhnya lebih "ringan" dan mempunyai "kesiapan ruhani" untuk menjadi "wadah ilmu". Di fase ini syekh Usamah melahap buku apa saja: di usia 9 tahun saja ia sudah merampungkan Kitab Badāi' Zuhūr ibnu Iyas. Progres yang jarang dicapai oleh anak seusianya. Saking rakusnya, sampai kitab kitab yang bertumpuk disembunyikan oleh ibundanya. Mungkin itu yang disebut fana' ilmu. Kisah kisahnya tentu sangat banyak dari ulama ulama kita. Di Jakarta sendiri, seorang ulama terkenal, Muallim Syafi'i Hadzami, menurut paman saya, juga fana' ilmu. Pengarang Taudlih al-Adillah ini pernah saking asyiknya muthala'ah sampai tak terasa menjumpai waktu terbit matahari. Semangat terhadap ilmu lazimnya berbanding lurus dengan kurang terpenuhinya suplay kebutuhan badaniah. Ibunya konon sampai berkonsultasi khusus ke dokter menanyakan perkembangan tubuh syekh Usamah yang sangat lambat. Meski tubuhnya kecil, tapi ilmunya besar. Meski tinggi saya, tapi melihat ilmunya pun saya tak mampu. Baina al-Sama' wa Sumur sat 😁 Fb ahmad hadidul fahmi
Hubungan para kiai pesantren bukanlah sebatas fisik semata, melainkan ada hubungan ruhani yang sangat mendalam. Bukan sebatas di alam fisik saja, melainkan juga sampai di alam barzakh. Inilah yang terjadi dalam kisah KH Abdul Wahab Chasbullah, Tambakberas Jombang dan KH Abdul Karim Lirboyo Kediri. Saat itu, KH Abdul Karim Lirboyo sedang masa kritis dan mendekati koma, namun masih sadar selalu menanyakan hari-hari kepada sanak keluarga yang menunggunya. Ketika memasuki hari senin, Kiai Abdul Karim Lirboyo nampak wajahnya memancarkan bahagia, sambil berdoa semoga Allah SWT memanggil pada hari itu juga. Kiai Abdul Karim sangat mendambakan bisa meninggal hari Senin seperti wafatnya Nabi Muhammad SAW. Keinginan itu diijabah Allah SWT. Tepat hari Senin 21 Ramadhan beliau wafat. Keheningan sangat terasa saat upacara pemakaman berlangsung. Tapi ketika pembacaan talqin hampir selesai mendadak suasana sedikit berubah. KH Wahab Chasbullah (saat itu menjadi Rais Aam PBNU) menjadi ulama yang bertugas melakukan talqin. Kata-kata Kiai Wahab saat itu membuat yang datang dalam pemakaman merasa ganjil. “Kyai Abdul Karim, menawi malaikat tangklet punapa partai sampeyan, jawab kanti tegas partai kula NU.” (Kyai Abdul Karim, apabila ditanya malaikat apa partai kamu, jawab dengan tegas partai saya NU). Proses talqin berlangsung dengan khidmat, tapi ternyata Kiai Wahab malah tertawa. Tentu saja yang hadir ikut senyum-senyum, tidak berani ikut tertawa sebagaimana Kiai Wahab. Peristiwa itu menjadi rahasia yang penuh keganjilan. Semua menunggu jawaban, apa yang sebenarnya terjadi dalam proses talqin itu. Pada suatu hari, Kiai Wahab memberikan jawaban tentang peristiwa yang membuatnya tertawa saat mentalqin Pendiri Pesantren Lirboyo Kediri itu. “Bagaimana aku tidak tertawa, lha Kyai Abdul Karim malah menjawab, “lha wong kayak gitu kok ditanyakan”. Itulah kisah hikmah yang tak terduga. Begitulah para kekasih Allah menjalin keakraban, sampai alam barzakh pun masih terlihat sangat akrab, bahkan dipenuhi tawa. Para kekasih Allah itu memang tiada takut dan susah, karena tujuan mereka hanya Allah semata. Demikian Kisah Kiai Wahab Tertawa Saat Mentalqin Kiai Abdul Karim Lirboyo. Kepada Kiai Wahab dan Kiai Abdul Karim, Lahuma Al-Fatihah… (Sumber: Buku Tambakberas: Menelisik Sejarah, Memetik Uswah, hlm. 396)
قال عنه أي الحبيب زين بن سميط شيخه الإمام العلامة العارف المفتي الحبيب محمد بن عبدالله الهدار -رحمه الله تعالى- "السيد العلامة الداعي إلى الله، والشاب الناشئ في طاعة الله، السالك الناسك، المحبوب المخطوب، سيدي وذخري، وعمدتي وعدتي" وقال عنه شيخه الإمام العارف القدوة المسند الحبيب إبراهيم بن عمر ابن عقيل: "سليل الأكابر، وجامع المفاخر، زين الشمائل، وربيب الفضائل، الحبيب المحبوب، السيد السند" وقال عنه الإمام القطب القدوة صدر المتأخرين الحبيب عبدالقادر بن أحمد السقاف: "السيد الأبر، الراغب فيما كان كان عليه أهلُه من كريم السير، العلامة، وهو ممن عرفني وعرفتُه، وأحبني وأحببتُه" كل هذا حال شبابه، فماذا يقال عنه الآن رضي الله عنه؟! متعنا الله تعالى به متعة كاملة، ونفعنا به، وأصلح لنا كل أحوالنا ببركته.
Dalam sambutannya pada malam ke-6 dari wafatnya Syaikhona Maimoen Zubair, Gus Idror Maimoen, Putra bungsu Syaikhona Maimoen Zubair berkata: "Keranten abah kawulo sampun kapundut, kawulo wantun cerito. Qoshidah Sa'duna fiddunya, menawi wonten teks-teks ingkang boten sami kalih teks-teks Al-Anwar, panci abah kawulo angsal mboten saking alam dzohir, tapi abah kawulo dipun imla' saking alam ruhani". "Karena Abah Saya sudah dipanggil kembali oleh Yang Maha Hidup, saya baru berani bercerita. Dalam Qoshidah "Sa'duna Fid-dunya" mungkin ada teks/redaksi yang tidak sama dengan teks yang di Pondok Al-Anwar. Hal itu karena Abah mendapatkan teks itu bukan dari alam dzohir seperti ini, tetapi didikte (Imla') dari alam ruhani (ghoib)". Inilah teksnya: قصِيدَةُ الاِسْتِغاثةِ بالسيدة خديجة والسيدة فاطمة رضي الله عنهما وزادها السيد محمد علوي المالكي في أولها بهاتف سمعه في المعلاه ورواها الشيخ ميمون زبير الساراني عنه سَعْدُنَا بِالدُّنْيَا فَوْزُنَا بِالْأُخْرَى * بِخَدِيْجَةَ الْكُبْرَى وَفَاطِمَةَ الزَّهْرَا يَا أُهَيْلَ الْمَعْرُوْف وَالْعَطَا وَالْمَأْلُوْف* غَارَةً لِلْمَلْهُوْف إِنَّكُمْ بِهْ أَدْرَى يَا أُهَيْلَ الْمَطْلُوْب وَالْعَطَا وَالْمَوْهُوْب* نَفْحَةً لِلْمَكْرُوْب إِنَّكُمْ بِهْ أَدْرَى يَا أُهَيْلَ الْإِحْسَانْ وَالْعَطَا وَالْغُفْرَانْ* عَطْفَةً لِلْجِيْرَانْ إِنَّكُمْ بِهْ أَدْرَى يَا أُهَيْلَ الْإِسْعَادْ وَالْعَطَا وَالْإِرْفَادْ* غَارَةً لِلإِسْعَادْ إِنَّكُمْ بِهْ أَدْرَى يَا أُهَيْلَ الْإِسْعَافْ وَالْعَطَا ذِيْ هُوْ هَافْ* أَمْنَةً لِلْمُخْتَافْ إِنَّكُمْ بِهْ أَدْرَى يَا أُهَيْلَ الْجَاهَاتْ وَالْمِنَحْ لِلْفَاقَاتْ* اَلدَّرْكْ وَالْغَارَاتْ إِنَّكُمْ بِهْ أَدْرَى يَا أُهَيْلَ الْهِمَّاتْ يَا رِجَالَ الْعَزَمَاتْ* يَا رِجَالَ الْحَمَلَاتْ إِنَّكُمْ بِهْ أَدْرَى يَا اهْلَ بَيْتِ الْمَخْتَارْ عَالِيِّيْنَ الْمِقْدَارْ* اِشْفَعُوْا لِلْمُحْتَارْ إِنَّكُمْ بِهْ أَدْرَى يَا اهْلَ بَيْتِ الْهَادِيْ قُدْوَتِيْ وَاسْيَادِيْ* أَجْزِلُوْا لِيْ زَادِيْ إِنَّكُمْ بِهْ أَدْرَى قَدْرُكُمْ رَافِعْ عَالْ وَعَطَاكُمْ هَطَّالْ* وَسَنَاكُمْ هَيَالْ أَرْسِلُوْا لِيْ نَهْرَا أَنْتُمُوْا خَيْرُ النَّاسْ جُوْدُكُمْ يَشْفِيْ الْبَاسْ* اِشْفَعُوْا لِلْقَسَّاسْ إِنَّكُمْ بِهْ أَدْرَى بِخَدِيْجَةَ أُمِّيْ ذِيْ تُجَلِّيْ هَمِّيْ* أَجْزِلِيْ قَسَمِيْ إِنَّكِ بِهْ أَدْرَى وَاهْتِفِيْ بِالزَّهْرَا ذِيْ تَعَالَتْ قَدْرًا* وَتَجَلَّتْ بَدْرًا إِنَّهَا بِهْ أَدْرَى وَأَبِيْهَا الْمُخْتَارْ وَالْمُصَاحِبْ فِيْ الْغَارْ* وَعَلِيِّ الْكَرَّارْ إِنَّهُمْ بِهْ أَدْرَى أَهْلِ شِعْبِ الْمَعْلَاهْ وَلِلْمِنَى فِيْ عُلَاهْ* حَيُّ تِلْكَ الْمَوْلَاهْ إِنَّهُمْ بِيْ أَدْرَى وَبِحَقِّ السِّبْطَيْن لِلنَّبِيْ نُوْرِ الْعَيْن* وَبِجَاهِ الْعَمَّيْن إِنَّهُمْ بِيْ أَدْرَى وَبِذَاتِ الْعِلْمَيْن عَائِشَةْ نُوْرِ الْعَيْن* زَوْجِ خَيْرِ الْكَوْنَيْن إِنَّهَا بِيْ أَدْرَى وَبَقِيَّةِ الْأَزْوَاجْ طَيِّبَاتِ اْلآرَاجْ* مُغْنِيَاتِ الْمُحْتَاجْ إِنَّهُنْ بِيْ أَدْرَى
Simpan dulu..nanti pas saatnya ditakdir ziaroh haji umroh mugo² bisa mengamalkan. Diantara adab² Makah Madinah: Dawuh Mbah Yai Marzuqi Dahlan Lirboyo kurleb: 1- nek ziaroh Kanjeng Nabi saw ojo nginceng² teralis makam (jaga adab karena beliau ttp hidup di alam barzakh). Nek tuku² ng madinah karo diniati mbungahne tonggone Kanjeng Nabi saw.(riwayat Yai Habibulloh zaini). 2- Nek ning mekah ngakehno moco quran ning madinah ngakehno moco solawat (riwayat walidi) Dawuh Mbah Yai Hamid Pasuruan kpd Mbah Yai Ahmad Siddiq kurleb: Haji mabrur itu sulit sekali ibarat mencari jarum di hamparan pasir. Maka mencarinya harus pakai magnet. Yaitu membaca sholawat 100 ribu kali saat disana.(riwayat Gus fahad) Dawuh Mbah Maimun zubair kurleb: Orang2 banyak yg salah karena lebih mengutamakan haji umroh, solat arbain, masuk roudloh dibanding ziaroh Kanjeng Nabi saw. Kanjeng Nabi malah dinomorduakan.(riwayat Kyai Saudi jepara.) Kalau beli di madinah tidak usah ditawar(riwayat bos kaji syam dr Gus Anam leler) Adab versi Imam Asya'rony kurleb: jangan memakai baju² mewah/hias menampakan sifat kaya. Pakai saja yg sederhana untuk menampakan kefakiran dihadapan Alloh. Ingat sedekah dr Alloh hanya diberikan kpd orang² yg faqir miskin. إنما الصدقات للفقراء والمساكين Di arafah jangan memandang dirinya lebih baik dr orang lain dn jangan memandang rendah org² yg sepintas kelas bawah(org awam,tukang sapu, bersih² toilet dll) hati²..! krn penampilan/sifat lahiriah para Wali² Agung yg menjadi sabab ampunan Alloh kpd jamaah haji yg sdg wukuf itu tidak ada bedanya dg orang² awam. Dawuh Syaikh Abdulhamid alqudusy: sejak di perjalanan menuju ziaroh Nabi saw memperbanyak sholawat sambil membayangkan diri sudah didengar dn diawasi/dilihat langsung oleh Nabi. Agar takut melakukan maksiaat sejak diperjalanan. Masyhad Syaikh ibnu hajar alhaitami kurleb: kalau melihat penduduk medinah melakukan maksiat/fasiq maka husnudzon saja sebelum mati dia akan diberi kemuliaan bertaubat berkat syafaat Nabi saw. Krn Nabi yg mengajarkan memuliakan tetangga tentu lebih sempurna dlm mengamalkan ajarannya. Dawuh Abah Habib Luthfi kurleb: diantara adab di makah madinah adalah memandang(husnudzon) semua orang di sana walinya Alloh. Adab ziaroh Syaikh Yusry Jabr kurleb: Intinya lakukan adab yg baik tinggalkan adab buruk. Bayangkan Nabi itu mengetahui rahasia² dihatimu. Bayangkan beliau ttp hidup di alam barzah agar kamu bisa menjaga adab.Termasuk suul adab itu foto²/selfi saat ziaroh dihadapan Nabi saw. di depan makam tidak memikirkan Nabi tp malah sibuk dg hape. Dawuh ba'dul Ulama: Jika pas ndak kepingin nangis jangan pura² menangis/histeris saat ziaroh. Karena Nabi saw sangat tahu tangisan yg jujur dn tangisan yg palsu. Tarjamah gambar: Catatan bagi yg hobi foto selfi di depan kabah Salah satu murid Syaikh Albuthy saat haji menelpon beliau dn matur: "Sidi... saya sdg di depan ka'bah dan berdoa untuk antum." Syaikh Albuthy dawuh dg suara marah: "tinggalkan semua mahluq(dr hati dn pikiranmu) dn fokuskan dirimu hanya dg Sang Kholiq..!" رحم الله هذا الشيخ المربي وجزاه خيرا Fb kyai khidir
*MENYEMBELIH HEWAN KURBAN DIMASJID* Menyembelih hewan kurban di pelataran atau sekitar masjid, yakni tanah wakaf milik masjid yang digunakan untuk sarana pendukung masjid HUKUMNYA BOLEH, BAHKAN DIANJURKAN !!. 1. Area itu boleh kena najis. Sebab itu SARANA MILIK ATAU UNTUK KEMASLAHATAN MASJID, bukan masjid. 2. Pelaksananya adalah pengurus/jamaah lingkungan masjid. 3. Seperti aturan memfungsikan masjid untuk kegiatan lain, misal Ijab Qobul nikah, rapat masjid, pengajian, sekolah Madin, UPZ (Unit Pengumpul Zakat), dan lain-lain, kegiatan kurban jangan sampai mengganggu fungsi utama masjid, yakni sholat. 4. Penyembelihan kurban di area masjid, berarti melaksanakan perintah memakmurkan masjid dg kegiatan ibadah yang menarik lingkungan untuk semakin mencintai dan datang ke masjid. 5. Fungsi utama masjid memang untuk sholat. Namun bukan berarti, tdk boleh untuk kegiatan yg lain. Ijab qobul nikah, pengajian, rapat masjid, sekolah madin, tempat pengumpul dan distribusi zakat Fitrah, dan lain-lain. Sehingga sarana pendukung nya juga tidak hanya dimanfaatkan untuk orang yg datang untuk sholat. Namun sesuai kebutuhan kegiatan yang dilaksanakan itu. Namun demikian, kegiatan2 itu haruslah bermanfaat bagi jamaah, kemaslahatan dan kemakmuran msjid. 6. Fakta di lapangan di hari raya kurban, ribuan bahkan puluhan ribu masjid di dunia digunakan untuk tempat penyembelihan kurban. Karena memang bertujuan untuk memfungsikan masjid untuk sentra kegiatan "Ibadah Sosial-Ekonomi". Sama seperti momentum idul fitri digunakan sentra kegiatan Zakat Fitrah. 7. Bila ada yang berpendapat hukumnya HARAM karena berpandangan hal itu tidak ada kemaslahatan yang kembali pada masjid, monggo-monggo saja, itu biasa. Asal jangan saling menyalahkan. Tashowur masalah dan mengukur "manath" (Illat), apakah benar ada maslahah yang kembali ke masjid atau tidak dan pertimbangan lain, antar "Mubahits Fiqh" biasanya sulit ketemu. 8. Handout ini sengaja tidak mencantumkan referensi, sebab sangat maklum bagi para Mubahits Fiqh. Menjawab soal seperti ini butuh beberapa bahkan banyak referensi, di telaah, digabungkan dan dirumuskan. Tinggal pemahaman, kontekstualisasi teks dan aplikasi yang kadang terjadi perbedaan. Walloohu A'lam bi Al-Showab. (KH. Zahro Wardi, Dosen Fiqh Kebangsaan, Trenggalek, 22 Mei 2026.
без подписи
Subuh Ala Sarang Termasuk laku yg diamalkan Mbah Moen & Mbah Him; shalat shubuh di akhir waktu, jadi sudah tidak terlihat petang lagi (istilah jawanya; ramyang ramyang). Dan laku ini sama dg pendapat yg diusung Imam Abu Hanifah yg menyatakan keafdholan akhir waktu (terkhusus shubuh) dari pada awal waktu. Pendapat beliau didasari oleh hadis; أسفروا بالفجر فإنه أعظم للأجر، أو لأجرها Isfar itu memilih waktu yg mulai terlihat cahaya (ramyang ramyang), lawan katanya taghlis; memilih waktu petang yg disebabkan oleh sisa² petangnya malam. Adapun selain Imam Hanafi (ketiga madham lainnya) mengatakan lebih utama taghlis (awal waktu shubuh) dari pada isfar (akhir waktunya). ___ Selain karena hadis tsb, menurut keterangan murid beliau, yakni Kiai Saudi Jebol, beliau memilih mengakhirkan waktu shubuh (usai shalat shubuh langsung terbit matahari, jadi shalat tsb masih didalam waktunya) supaya para santri tidak tidur sehabis shalat shubuh & mataharinya belum terbit, sebab tidur di waktu tsb selain makruh jg bisa menimbulkan kefakiran. Jadi utk menyiasati hal tsb beliau memilih mengakhirkan jama'ah shalat shubuh. Suatu ketika Kiai Saudi pernah membuktikan sendiri, bila shalat shubuh jama'ah ala Sarang tsb masih didalam waktunya, usa jama'ah beliau langsung lari ke tepi laut utk melihat matahari terbit. Ternyata pas sekali, beliau sampai tepi laut melihat awal mula matahari terbit, jadi tambah yakinlah beliau kalau shubuhnya para kiai sarang masih didalam waktunya.
Abah Najih pernah dawuh Mbah Ma'sum (KH Ma'sum) Lasem pernah berkunjung kepada Mbah ber (KH Zubair Dahlan Sarang, ayahanda KH Maimun Zubair), dalam kunjungannya Mbah Ma'sum bertanya kepada Mbah ber " kenapa Masjidnya wali2 kok bisa pas qiblatnya padahal ga memakai alat ??" Mbah ber menjawab " karena sudah di Nash dalam Al Qur'an والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا
Habib Luthfi bin Yahya Beliau melarang santri santrinya; menjelek jelekan orang yang pernah menghina beliau. Bagaimanapun juga, mereka adalah orang yang telah Allah letakan iman dalam hatinya. Hormati keimananya. Salah satu menjaga adab dengan Allah adalah menghormati orang yang Allah titipi iman dihatinya dengan tidak menghibahi mereka. Rosulullah tidak suka aib umatnya disebarkan, Rosulullah tidak suka umatnya dipermalukan.
Salah satu Sholawat yang dibaca Syaikhina Maimoen Zubair: اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، صَلَاةَ عَبْدٍ قَلَّتْ حِيلَتُهُ، وَرَسُولُ اللَّهِ وَسِيلَتُهُ، وَأَنْتَ لَهَا يَا إِلَهَنَا وَلِكُلِّ كَرْبٍ عَظِيمٍ، فَفَرِّجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيهِ بِسِرِّ أَسْرَارِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تَمْلَأُ خَزَائِنَ اللَّهِ نُورًا، وَتَكُونُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ فَرَجًا وَفَرَحًا وَسُرُورًا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنَجِّينَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ، وَتَقْضِي بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.
🌿EMPAT TIANG DUNIA🌿 قال علي بن أبي طالب رضي الله عنه لجابر بن عبد الله الأنصاري : قوام الدنيا بأربعة: ١. بعالم يعمل بعلمه ، ٢. وجاهل لا يستنكف من تعلمه ، ٣. وغني لا يبخل بماله ، ٤. وفقير لا يبيع آخرته بدنياه ، فإذا لم يعمل العالم بعلمه استنكف الجاهل من تعلمه ، وإذا بخل الغني بمعروفه باع الفقير آخرته بدنياه ، فالويل لهم والثبور سبعين مرة . Ali bin Abi Thalib RA mengatakan kepada Jabir bin Abdillah al-Anshari: "Dunia akan tegak dengan empat hal: 1. Seorang alim yang mengamalkan ilmunya, 2. Orang bodoh yang tidak bosan untuk belajar, 3. Orang kaya yang tidak pelit dengan hartanya, 4. Orang miskin yang tidak menjual akhiratnya dengan dunia. Apabila orang alim tidak mengamalkan ilmunya, maka orang bodoh akan berhenti belajar ilmu. Apabila orang kaya pelit dengan hartanya, maka orang miskin akan menjual agamanya dengan dunia. Maka sungguh celaka dan binasalah mereka." 📚Sumber: Tafsir al-Razi, Imam Fakhruddin ar-Razi, 2/201.
без подписи
без подписи