- Последний пост
- 26 дек.
- Последнее чтение
- 14 авг.
- Постов за неделю
- 0
- Всего постов
- 20
- Тип
- открытый
- Язык
- индонезийский
- В каталоге с
- 13 авг.
- 1/24сутки в ленте
- —
- 1/48двое суток
- —
- 1/72трое суток
- —
Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.
Посты
Orang-orang akan membicarakan tentang dirimu dalam 3 keadaan : 1. Ketika mereka tidak memiliki sesuatu yang kamu miliki 2. Ketika mereka tidak mampu menjadi seperti dirimu 3. Ketika mereka tidak mampu untuk menjangkau posisimu saat ini ✍️ Thariq Al-Haritsi
Ketika ingin mengirim Sayyiduna Mu'adz ke Yaman, Nabi menasehati dan memberikan wasiat ke Mu'adz, dalam keadaan Muadz berada di atas tunggangan, dan Nabi berjalan di bawah sambil memegang tali tunggangan. "Wahai Mu'adz, kayaknya engkau gak akan bertemu saya lagi setelah tahun ini. Besok kalau kamu datang ke Madinah, mungkin cuma lihat masjid saya saja atau kuburan saya" [ كتاب: وفاة النبي ﷺ وأظلمت المدينة]
"Setiap keutamaan sunnah yg dituntut pada diri seseorang, jika dihilangkan oleh orang lain, maka orang lain tersebut dapat dosa" Di antara furu kaidah ini adalah seorang imam yg sholatnya terlalu cepat sehingga makmum tidak bisa melakukan dzikir-dzikir sunnah.. [النفحات المكية في الفوائد الفقهية، ٢٥٢]
"Kita tidak bertanggungjawab atas hasil, tapi bertanggungjawab atas alasan yang kita gunakan untuk mencapai hasil tersebut. Pada hari kiamat nanti, beberapa nabi akan datang tanpa seorang pengikut pun." 📚Ta`ammulāt Qoshīroh li Adham Syarqōwī, hal. 38, cet. Dār Kalimāt : Kuwait.
Siapa pun yang tidak menghargai keberadaanmu, Maka, janganlah kamu membesar-besarkan ketidakhadirannya.
без подписи
قال ذو النون المصري : علامة السعادة حب الصالحين والدنوّ منهم ، وتلاوة القرآن ، وسهر الليل ، ومجالسة العلماء ، ورقّة القلب Imam Dzunnun Almisri mengatakan : Tanda-tanda orang akan mendapat kebahagiaan ialah ; 1. Mencintai orang-orang sholeh dan dekat dengan mereka 2. Rajin membaca Al-Qur'an. 3. Senantiasa bangun malam hari ( ibadah ). 4. Duduk bersama Ulama ( mendengarkan ilmunya ). 5. Mempunyai hati yang lembut ( penuh kasih sayang ). الجواهر اللؤلؤية ، ص : ٦٩
✨ Faidah dari Kitab Bidayatul Faqih Karya Dr. Labib Najib 📖 Dalam pembahasan zakat, Dr. Labib menyebutkan: Nishab mata uang modern diukur dengan emas (karena stabil nilainya). Sebagian fuqaha berpendapat dengan perak, karena lebih hati-hati dan lebih maslahat untuk fuqara. Emas tidak bisa digabung dengan perak untuk menyempurnakan nishab (berbeda jenis). Tapi mata uang antarnegara (misal rupiah, riyal, ringgit) bisa digabung dalam zakat, karena patokan utamanya adalah nilai—mirip dengan harta dagangan. وأما العملاتُ المعاصرةُ فيُقَدَّرُ نصابُها بنصاب الذهب؛ إذ الذهب ثابتُ القيمةِ تقريبًا، بخلاف الفضة التي فَقَدَتْ كثيرًا من قيمتها، وقال بعضُ الفقهاء: إنَّه يُقَدَّرُ بنصاب الفضة احتياطًا، ولكونهِ أحَظَّ للفقراء. ولا يُضَمُّ الذهبُ إلى الفضةِ في تكميل النصاب؛ لاختلاف الجنس، كما لا يُكَمَّلُ التمرُ بالزبيب. --- Terjemahan: Adapun mata uang kontemporer, maka nishabnya diukur dengan nishab emas, karena emas relatif stabil nilainya, berbeda dengan perak yang telah banyak kehilangan nilainya. Sebagian fuqaha berpendapat: nishabnya diukur dengan nishab perak, sebagai bentuk kehati-hatian dan karena lebih menguntungkan bagi kaum fakir. Dan emas tidak bisa digabungkan dengan perak untuk menyempurnakan nishab, karena berbeda jenis, sebagaimana kurma tidak bisa disempurnakan dengan kismis. لكن تُضَمُّ الأوراقُ النقديّةُ بعضُها إلى بعضٍ في تكميلِ النِّصاب، وإن اختلفت أجناسُها كعملةٍ يمنيّةٍ وكويتيّةٍ وماليزيةٍ؛ لأنَّ النظرَ إلى قيمتها، كضمِّ عُروضِ التجارةِ بعضِها إلى بعض. --- Terjemahan: Akan tetapi, uang kertas (mata uang modern) digabungkan satu sama lain untuk menyempurnakan nishab, meskipun berbeda jenisnya, seperti mata uang Yaman, Kuwait, atau Malaysia. Hal ini karena yang menjadi pertimbangan adalah nilainya, sebagaimana harta dagangan digabungkan antara satu dengan lainnya. 💡 Catatan penting: Ini tidak hanya berlaku untuk zakat uang (al-awrāq an-naqdiyyah, atau al-‘umlah al-mu‘āṣirah) saja, tapi juga berlaku dalam zakat tijarah (perdagangan). ➡️ Dalam mazhab Syafi‘i: boleh memilih mau pakai standar emas atau perak. ➡️ Kebanyakan ulama muta’akhkhirin: lebih condong ke perak, karena lebih menguntungkan fakir miskin. --- ❓ Pertanyaan: Apakah uang sekarang (rupiah, riyal, dll.) tetap wajib zakat dan tetap berlaku riba, padahal uang sekarang sudah tidak bersandar lagi ke emas atau perak? 🔑 Jawaban: Iya, tetap wajib zakat dan tetap berlaku riba. Karena ‘illat (alasan hukum) riba menurut ulama ada dua pandangan: 1. Asmanniyyah (karena fungsinya sebagai alat tukar). 2. Miyarul qiyam (karena menjadi standar nilai harga). Maka selama uang berfungsi sebagai alat tukar dan standar nilai, hukum zakat & ribanya tetap berlaku. --- ⚖️ Isykal menarik: Kalau dulu uang kertas bersandar pada emas, maka mestinya semua uang sama saja nilainya. ❓ Lalu kenapa sebagian fuqaha membolehkan tukar rupiah dengan riyal (atau sejenisnya) dengan kelebihan (tafādhul)? Padahal sama-sama “disandarkan pada emas”? 🔎 Ini masih jadi bahasan, dan saya pun masih mencari penjelasan rinci. Kalau ada ikhwan yang punya faidah lebih dalam, silakan tambahkan.
SESUATU DIKENAL DENGAN LAWANNYA Dengan panas dan dingin, kita mengetahui keutamaan kelembapan dan kehangatan. Dengan kezaliman dan kelemahan, kita mengetahui keutamaan keadilan dan ketegasan. Dengan anak-anak, kita mengetahui apa yang dahulu dialami oleh orang tua kita demi kita. Dengan sakit dan tua, kita mengetahui keutamaan sehat dan muda. Namun, apakah pelajaran itu mampu mengembalikan apa yang sudah lewat? Apakah penyesalan dapat menghidupkan kembali hari-hari kebahagiaan? Ed. #562
Imam al-Syafi’i: "Kita selalu menyalahkan buruknya zaman. Padahal keburukan itu ada di dalam diri kita sendiri." حسن التنبه لما ورد في التشبه ١١/٣٠٩
Engkau mungkin menyukai puisi sebagaimana semua orang menyukai puisi. Tetapi ketertarikan mu pada sesuatu (atau mungkin seseorang) bukan lah bukti kesiapanmu untuknya.
. إِذَا أَرَدت أَنْ تَعرف حَقِيقَة إِنسَان، شَاهد كَيْفَ يُعَامل مَن هُمْ أَقَلّ مِنهُ شَأنًا. Jika kamu ingin tahu kebenaran tentang seseorang, perhatikan bagaimana ia memperlakukan orang-orang yang tidak terlalu penting untuknya.
Manusia sering tertipu simbol luar: gelar dikira ilmu, massa dikira kepemimpinan, harta dikira mulia. Padahal kata Imam Syafi‘i, hakikat tdk di permukaan. Fakih sejati yg ilmunya berbuah amal, bkn yg pandai kata. Pemimpin sejati yg akhlaknya menegakkan martabat, bkn yg ramai pengikut. Kaya sejati yg lapang jiwa, bkn yg numpuk harta. Ukuran kebenaran bkn sorak manusia, bkn gemerlap dunia, tp cahaya batin dlm laku. Yg kejar kulit kosong, yg genggam inti penuh meski sederhana.
LELAKI DAN PEREMPUAN MENANGGAPI MUSIBAH Laki-laki memandang musibah adalah segala sesuatu yang memberatkan bebannya, dan sikapnya terhadap musibah itu adalah bersabar dan menahan diri. Sedangkan perempuan memandang musibah adalah segala sesuatu yang tidak menyenangkan hatinya, dan sikapnya terhadapnya adalah mengeluh. Meskipun demikian, tidak jarang ada di antara keduanya yang berbeda dari kebiasaan ini.
📚 Ihya Ulumuddin al-Ghazali: (Isa عليه السلام berkata:) Dan dengan sebenar-benarnya aku katakan kepada kalian: sesungguhnya hewan tunggangan, bila tidak dikendarai dan dibiasakan bekerja, akan menjadi liar dan berubah tabiatnya. Begitu pula hati, bila tidak dilembutkan dengan ingat mati dan dipelihara dengan ibadah, akan mengeras dan membatu.
📚 Ihya Ulumuddin al-Ghazali: Ketahuilah, wahai hamba-hamba Allah, bahwa kalian dan segala yang kalian miliki di dunia ini hanyalah menapaki jalan yang telah dilalui oleh orang-orang sebelum kalian; mereka yang umurnya lebih panjang, kekuatannya lebih besar, bangunannya lebih megah, dan jejaknya lebih jauh.
"Jangan pernah menyakiti siapapun, karena setiap orang mungkin bisa memaafkan tapi tak semuanya bisa melupakan."
"Aku sangat ingin berjumpa dengan saudara-saudaraku." Kata Rasulullah ﷺ. Para sahabat radhiyallāhu 'anhum pun bertanya, "Bukankah kami ini saudara-saudaramu?" Beliau ﷺ menjawab, "Kalian adalah sahabat-sahabatku. Namun, saudara-saudaraku adalah mereka yang beriman kepadaku, tetapi belum pernah melihatku." 📚HR. Ahmad dan lainnya -hasan lighoirihi-
“Laki-laki memprediksi sebelum sesuatu terjadi, sedangkan perempuan memahami setelah sesuatu itu terjadi.”
"Manusia akan sadar karena dua hal ; diubah oleh suatu nasehat atau diubah oleh suatu keadaan." Jika nasehat tidak bisa mengubah keburukan yang ada pada dirimu, maka suatu saat, mau tidak mau kau akan disadarkan oleh keadaan.