tgindex
Nasehat Ulama
@nasehat2ulamaРелигияиндонезийский

Ilmu adalah cahaya Allah. Dan ulama adalah pembawanya. Hamba yang jauh dari cahaya, akan tersesat dari jalan yang lurus.

Последний пост
13 авг.
Последнее чтение
15 авг.
Постов за неделю
2
Всего постов
22
Тип
открытый
Язык
индонезийский
Категория
Религия (по похожим)
В каталоге с
13 авг.
Подписчики
3 613
0 за 4 дн.
Сутки
−6
−0,17%
Неделя
 
Месяц
 
Просмотров на пост
648
22 постов
Вовлечённость
17,9%
к подписчикам
Постов в день
0,3
всего 22
Упоминаний
0
каналов
Охват размещения
оценка
1/24сутки в ленте
206
1/48двое суток
236
1/72трое суток
254

Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.

Посты

  • #Tauhid Kunci Surga Wahb bin Munabbih rahimahullah, seorang tabi'in, berkata: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مِفْتَاحُ الْجَنَّةِ، وَلَيْسَ مِفْتَاحٌ إِلَّا لَهُ أَسْنَانٌ، فَإِنْ جِئْتَ بِمِفْتَاحٍ لَهُ أَسْنَانٌ فُتِحَ لَكَ، وَإِلَّا لَمْ يُفْتَحْ لَكَ "Lā ilāha illallāh adalah kunci surga. Namun tidak ada kunci kecuali memiliki gerigi. Jika engkau datang membawa kunci yang bergigi, pintu akan terbuka untukmu. Jika tidak, pintu itu tidak akan terbuka." 📔 Disebutkan secara mu'allaq oleh Al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitab al-Jana'iz Mengucapkan لا إله إلا الله itu mudah di lisan. Tapi kunci sejati memerlukan "gigi" — yaitu syarat-syaratnya: ilmu, yakin, ikhlas, jujur, cinta, tunduk, menerima, dan menolak segala bentuk syirik. Kalimat tauhid tanpa syarat-syarat ini seperti kunci polos tanpa gigi — diucapkan, tapi tidak membuka apa-apa. t.me/nasehat2ulama

  • Bersyukur Bukan Menunggu Cukup Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ "Barangsiapa yang tidak bersyukur atas yang sedikit, maka ia tidak akan bersyukur atas yang banyak." 📔 Majmu' al-Fatawa Banyak orang menunda syukur sampai punya "cukup" — cukup harta, cukup waktu luang, cukup ketenangan. Padahal syukur bukan hadiah untuk pencapaian, ia adalah sikap hati terhadap apa yang ada di tangan hari ini, sekecil apa pun itu. Kalau hari ini belum diberi banyak, mulailah dari yang sedikit. Sebab hati yang tidak bisa bersyukur atas yang sedikit, tidak akan pernah puas walau diberi yang banyak. t.me/nasehat2ulama

  • #RidhaSaatSempit Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: الرِّضَا بِالْقَضَاءِ يُرِيحُ الْقَلْبَ مِنْ هُمُومِ الدُّنْيَا "Ridha terhadap takdir akan membebaskan hati dari beban dunia." 📔 Majmu' Fatawa, Ibnu Taimiyyah Banyak orang hanya ridha dengan takdir ketika keadaan sesuai keinginannya, lalu mengeluh ketika diuji. Padahal ridha dengan takdir yang sesungguhnya diuji justru saat sempit — ketika tetap ridha meski rezeki tertahan, rencana gagal, atau kesehatan menurun. Hati yang ridha kepada takdir akan lebih tenang dibanding hati yang terus membandingkan nasibnya dengan orang lain. t.me/nasehat2ulama

  • без подписи

  • #TazkiyatunNafs Istiqamah, Kalimat Singkat yang Mencakup Segalanya Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah menjelaskan hadits Sufyan bin Abdillah radhiyallahu 'anhu yang bertanya kepada Rasulullah ﷺ, "Katakan padaku dalam Islam satu perkataan yang tidak perlu aku tanyakan lagi kepada siapa pun selain engkau." Rasulullah ﷺ bersabda: قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ "Katakanlah: aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah." 📔 HR. Muslim, dijelaskan Ibnu Rajab dalam Jami' al-'Ulum wal-Hikam Ibnu Rajab menerangkan bahwa istiqamah mencakup seluruh urusan agama: menegakkan perintah, meninggalkan larangan, dengan hati yang lurus menghadap Allah tanpa berpaling ke kanan atau ke kiri. Iman tanpa istiqamah hanya pengakuan; istiqamah tanpa iman tidak bermakna — keduanya harus berjalan bersama. t.me/nasehat2ulama

  • Setan tidak selalu mengajak manusia meninggalkan kebaikan secara langsung. Cukup dengan bisikan "nanti saja", "besok masih ada waktu", ia berhasil menggeser amal tanpa terasa. Waktu yang tertunda bukan jaminan akan datang kembali. Bertaubat, memperbaiki diri, menyambung silaturahmi — semua lebih baik dikerjakan sekarang daripada menunggu momen yang belum tentu tiba. t.me/nasehat2ulama

  • Dzikir bukan sekadar gerakan lisan mengucapkan “Subhanallah”, “Alhamdulillah”, atau “Allahu Akbar”. Dzikir kepada Allah mencakup segala bentuk menghadirkan Allah dalam hati; mengingat-Nya dengan lisan, merenungkan ayat-ayat-Nya, mempelajari ilmu agama, membaca Al-Qur’an, berdoa, beristighfar, menghadiri majelis ilmu, hingga menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Semakin kuat hati terhubung dengan Allah melalui semua bentuk dzikir tersebut, semakin lunak hati, semakin mudah menerima kebenaran, dan semakin mudah tunduk kepada nasihat. Sebaliknya, kelalaian dari Allah—baik karena syahwat, dosa, maupun kesibukan dunia—akan membuat hati semakin keras sedikit demi sedikit. Karena itu, obat hati yang keras bukan hanya memperbanyak ucapan dzikir, tetapi juga memperbanyak segala amal yang mengingatkan hati kepada Allah dan mendekatkan kepada pintu penghambaan. Selama hati hidup bersama Allah, ia akan tetap lembut. Ketika hati lalai dan lupa dari-Nya, ia akan mengeras. t.me/nasehat2ulama

  • فِي الْقَلْبِ شَعَثٌ لَا يَلُمُّهُ إِلَّا الْإِقْبَالُ عَلَى اللَّهِ، وَعَلَيْهِ وَحْشَةٌ لَا يُزِيلُهَا إِلَّا الْأُنْسُ بِهِ فِي خَلْوَتِهِ —— #TazkiyatunNafs Tidak semua kegelisahan dapat disembuhkan dengan kesibukan, hiburan, atau berkumpul bersama manusia. Ada kekosongan yang hanya terisi ketika seorang hamba kembali kepada Allah. Perbaikilah salat, hidupkan zikir, dan luangkan waktu untuk bermunajat. Jangan menunggu dunia menjadi tenang untuk mendekat kepada-Nya—sebab kedekatan kepada Allah itulah yang menenangkan dunia di dalam hati. t.me/nasehat2ulama

  • Ilmu bukan sekadar menambah sesuatu yang kita ketahui. Ilmu seharusnya memperbaiki cara kita berbicara, bersikap kepada guru, menghormati sesama, dan menerima kebenaran. Jangan sampai ilmu semakin banyak, tetapi hati semakin sulit dinasihati. Sebab keberkahan ilmu tampak pada adab dan amal pemiliknya. t.me/nasehat2ulama

  • 5. Maksiat Mewariskan Kehinaan Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata: فَالْمَعْصِيَةُ تُورِثُ الذُّلَّ وَلَا بُدَّ، فَالْعِزُّ كُلُّ الْعِزِّ فِي طَاعَةِ اللَّهِ تَعَالَى "Maksiat pasti mewariskan kehinaan. Dan seluruh kemuliaan hanya ada dalam ketaatan kepada Allah Ta'ala." Allah Ta'ala berfirman: مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا — "Barangsiapa menghendaki kemuliaan, maka di sisi Allah-lah kemuliaan itu semuanya." (QS. Fathir: 10) — maksudnya: carilah kemuliaan lewat ketaatan kepada Allah, karena ia tak akan pernah ditemukan kecuali di dalamnya. Di antara doa sebagian salaf: "اللهم أعزني بطاعتك ولا تذلني بمعصيتك" "Ya Allah, muliakanlah aku dengan taat kepada-Mu, dan jangan hinakan aku dengan maksiat kepada-Mu." 'Abdullah bin al-Mubarak rahimahullah bersyair: رأيت الذنوب تميت القلوب وقد يورث الذل إدمانها وترك الذنوب حياة القلوب وخير لنفسك عصيانها وهل أفسد الدين إلا الملوك وأحبار سوء ورهبانها "Aku melihat dosa-dosa itu mematikan hati, dan membiasakannya mewariskan kehinaan. Meninggalkan dosa adalah kehidupan bagi hati, dan lebih baik bagimu membangkang darinya. Tidaklah agama ini dirusak kecuali oleh para penguasa (zalim), ulama buruk, dan ahli ibadah yang menyimpang." 📖 Sumber: Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, Al-Jawabul Kafi liman Sa'ala 'anid Dawa'is Syafi (Ad-Da' wad Dawa') t.me/nasehat2ulama

  • Hati Tidak Pernah Kosong, Kalau Tidak Diisi dengan Kebaikan dan Kebenaran Pasti Akan Terisi oleh Keburukan dan Kebatilan Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: القَلْبُ إِذَا لَمْ يَشْتَغِلْ بِالْحَقِّ شَغَلَهُ الْبَاطِلُ "Hati itu, jika tidak disibukkan dengan kebenaran, pasti akan disibukkan oleh kebatilan." 📔 Al-Fawaid, Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah Ini bukan sekadar kalimat indah, tapi hukum yang berlaku pasti di dalam hati siapa pun. Hati kita tidak pernah benar-benar kosong — kalau tidak diisi dzikir, ilmu, dan tafakkur, ia akan otomatis terisi lamunan, keluh kesah, atau bahkan bisikan maksiat. Tidak ada pilihan "netral". Makanya orang-orang shalih dulu sangat menjaga waktu luang mereka — bukan karena sok sibuk, tapi karena mereka paham: kalau hati tidak disibukkan dengan yang haq, ia pasti akan diisi oleh yang batil, cepat atau lambat. t.me/nasehat2ulama

  • 4. Dosa Menumpulkan Hati Setiap kali maksiat dilakukan berulang, ia terasa makin ringan sampai hati terbiasa dan berhenti mengingkarinya. Akhirnya amal hati hilang total — bahkan pelakunya justru bangga dan terang-terangan berbuat dosa atau minimal menganggap remeh dosa. Nabi ﷺ bersabda: "Orang mukmin memandang dosanya seperti gunung besar yang mengkhawatirkannya akan menimpanya. Sedangkan orang fajir memandang dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya, lalu diusir begitu saja." HR. Al-Bukhari أن العبد كلما عصى خفّت عليه المعصية حتى يعتادها ويموت إنكار قلبه لها، فيفقد عمل القلب بالكلية، حتى يصبح من المجاهرين بها المفاخرين بارتكابها، وأقل ذلك أن يستصغرها في قلبه ويهون عليه إتيانها، حتى لا يبالي بذلك وهو باب الخطر. روى البخاري في صحيحه عن ابن مسعود رضي الله عنه قال: (إن المؤمن يرى ذنوبه كأنها في أصل جبل يخاف أن يقع عليه، وإن الفاجر يرى ذنوبه كذباب وقع على أنفه فقال به هكذا فطار). 📔 Al-Jawabul Kafi t.me/nasehat2ulama

  • #NasehatJumat Mendahulukan Allah di Atas Syahwat adalah Syarat Kejernihan Hati Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: من أراد صفاء قلبه فليؤثر الله على شهوته. “Barang siapa menginginkan kejernihan hatinya, hendaklah ia mendahulukan Allah di atas syahwatnya.” 📔 Al-Fawaid, Ibnul Qoyyim Betapa sering hati menjadi keruh bukan karena kurangnya ilmu, tetapi karena terlalu sering memberi tempat kepada keinginan nafsu. Setiap kali seorang hamba mampu meninggalkan sesuatu karena Allah, saat itu hatinya sedang dibersihkan. Dan setiap kali ia mengalahkan ridha Allah demi syahwat sesaat, saat itu pula hatinya semakin jauh dari kejernihan. t.me/nasehat2ulama

  • 3. Dosa Melemahkan Hati, Hingga Mencabut Kehidupannya Imam Ibnu al-Qayyim رحمه الله berkata: "لَا تَزَالُ الْمَعَاصِي تُوهِنُ الْقَلْبَ حَتَّى تُزِيلَ حَيَاتَهُ بِالْكُلِّيَّةِ، وَهَذَا الْوَهْنُ يَظْهَرُ أَثَرُهُ عَلَى الْبَدَنِ." "Dosa-dosa terus melemahkan hati hingga mencabut kehidupannya sama sekali. Dan kelemahan itu tampak nyata pengaruhnya pada badan." 📘 Al-Jawabul Kafi Hati yang dipenuhi dosa adalah hati yang sekarat. Ia kehilangan semangat beribadah, kehilangan kepekaan terhadap dosa, kehilangan keberanian membela kebenaran. ─── t.me/nasehat2ulama

  • 2. Dosa Merenggangkan Hubungan Hamba dengan Tuhannya Ibnul Qayyim رحمه الله berkata: الْوَحْشَةُ بَيْنَ الْعَبْدِ وَرَبِّهِ: وَهِيَ وَحْشَةٌ لَوِ اجْتَمَعَتْ لِصَاحِبِهَا مَلَذَّاتُ الدُّنْيَا كُلِّهَا لَمْ تُذْهِبْهَا، وَمِنْ عَلَامَاتِهَا وَفُرُوعِهَا: الْوَحْشَةُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَهْلِ التَّقْوَى وَالْإِيمَانِ. "(Dosa menimbulkan) kerenggangan antara hamba dengan Tuhannya — kerenggangan yang tidak akan hilang walau semua kelezatan dunia terkumpul baginya. Dan di antara tanda-tandanya: rasa asing pula antara dirinya dengan orang-orang bertakwa." 📘 Al-Jawab Al-Kafi Kenapa terasa hampa? Kenapa sulit dekat dengan orang shalih? Salah satu jawabannya ada di sini: dosa membangun jarak diam-diam antara kita dan Allah. Dan jarak itu tidak bisa diisi dengan hiburan, kesibukan, atau pencapaian duniawi apapun. Semoga Allah angkat penghalang antara kita dan-Nya, dan kumpulkan kita dengan orang-orang bertakwa. t.me/nasehat2ulama

  • Silsilah Dampak Maksiat Bagi Dunia dan Agama Seseorang Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan akibat-akibat mengerikan dari maksiat dalam kitab beliau, Al-Jawab al-Kafi, kita ringkaskan poin-poin pentingnya. —————— 1. Terhalang dari Ilmu Yang Bermanfaat “إِنَّ الْعِلْمَ نُورٌ يَقْذِفُهُ اللَّهُ فِي الْقَلْبِ، وَالْمَعْصِيَةُ تُطْفِئُهُ” "Sesungguhnya ilmu adalah cahaya yang Allah letakkan ke dalam hati. Dan maksiat memadamkannya." —————— Kecerdasan otak bisa sama, tetapi hanya hati yang bersihlah yang bisa menerima ilmu dengan baik lalu menggerakkan anggota badan untuk beramal, mengubah ilmu dari sekedar teori menjadi manfaat nyata di sisi Allah. —————— t.me/nasehat2ulama

  • Niat Adalah Ruhnya Amal Abdullah bin Al-Mubarok berkata: "Betapa banyak amal kecil yang menjadi besar karena niat, dan betapa banyak amal besar yang menjadi kecil karena niat." رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُكَثِّرُهُ النِّيَّةُ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ. 📘 az-Zuhd, Ibnu al-Mubarak Niat bukan sekadar pembuka sebelum amal. Ia adalah ruh yang menentukan bobot amal di sisi Allah. Amal shalih yang terlihat sederhana bisa bernilai tinggi jika niatnya lurus. t.me/nasehat2ulama

  • Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: "Iman bukan sekadar hiasan dan angan-angan, tetapi sesuatu yang menetap di dalam hati dan dibenarkan oleh amal." قال الحسن البصري رحمه الله: لَيْسَ الإِيمَانُ بِالتَّحَلِّي وَلَا بِالتَّمَنِّي، وَلَكِنْ مَا وَقَرَ فِي الْقَلْبِ وَصَدَّقَهُ الْعَمَلُ. 📔 Hilyatul Auliya Ukuran kebaikan bukan hanya pada ucapan yang indah, tetapi pada amal yang nyata. t.me/nasehat2ulama

  • ✦ Wibawa umat akan tercabut ketika dunia membuatnya terlena. Nabi ﷺ bersabda: "Sungguh Allah akan mencabut rasa gentar terhadap kalian dari dada-dada musuh kalian, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kalian al-wahn — yaitu cinta dunia dan benci kematian." 🖋️ Syaikh Abdul Aziz bin Marzouq Al-Tharifi ─── t.me/nasehat2ulama

  • Hisablah Sebelum Dihisab, Timbanglah Sebelum Ditimbang ‎Umar bin Khattab رضي الله عنه berkata: حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَزِنُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا، وَتَزَيَّنُوا لِلْعَرْضِ الأَكْبَرِ ‎"Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan berhiaslah untuk menghadapi hari tampil yang paling besar." 📘 ‎az-Zuhd karya Ibnu al-Mubarak ‎Sebelum hari penghisaban tiba, ada satu amal yang bisa kita lakukan hari ini: menghisab diri sendiri. Bukan untuk menyalahkan diri, melainkan untuk jujur melihat ke mana arah hidup kita berjalan. Hisab diri adalah tanda kesadaran, dan kesadaran adalah awal dari perbaikan. ‎Semoga Allah meringankan untuk kita sulitnya Yaumul Hisab. ─── t.me/nasehat2ulama