tgindex
Da'watul Musthofa Lumajang Jawa Timur

Da'watul Musthofa Lumajang Jawa Timur

Статистика

Grup pecinta Allah Rosul dan Orang-orang Sholeh…

Последний пост
15 авг.
Последнее чтение
15 авг.
Постов за неделю
20
Всего постов
32
Тип
открытый
Язык
und
Категория
Религия (по похожим)
В каталоге с
13 авг.
Подписчики
3 686
−1 за 4 дн.
Сутки
−3
−0,08%
Неделя
 
Месяц
 
Просмотров на пост
150
32 постов
Вовлечённость
4,1%
к подписчикам
Постов в день
2,9
всего 32
Упоминаний
0
каналов
Охват размещения
оценка
1/24сутки в ленте
147
1/48двое суток
168
1/72трое суток
181

Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.

Посты

  • Jangan Sembarangan Memilih Guru وعن النبي ﷺ أنه قال :لَا تَجْلِسُوا عِنْدَ كُلِّ عَالِمٍ إِلَّا الَّذِي يَدْعُوكُمْ مِنْ الْخَمْسِ إِلَى الْخَمْسِ مِنْ الشَّكِّ إِلَى الْيَقِينِ وَمِنْ التَّكَبُّرِ إِلَى التَّوَاضُعِ وَمِنَ الْعَدَاوَةِ إِلَى النَّصِيحَةِ وَمِنْ الرِّيَاءِ إِلَى الْإِخْلَاص وَمِنَ الرَّغْبَةِ إِلَى الزُّهْد. Sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda: Janganlah kalian duduk di sisi (mengambil ilmu) orang 'alim, melainkan orang 'alim yang menyeru kalian dari lima hal menuju lima hal lain: 1. Dari kebimbangan menuju keyakinan. 2. Dari kesombongan menuju tawadhu' 3. Dari permusuhan menuju nasehat. 4. Dari riya’ menuju ikhlas. 5. Dan dari cinta dunia menuju zuhud. Kitab: Tanbihul Ghafilin, hal: 157

  • без подписи

  • Dari sayyidina Ali bin Abi Thalib (berupa) hadits marfu' Barangsiapa yang membaca: اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيدِنا محَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ الحَبِيْبِ ، العَالِي القَدْرِ ، العَظِيْمِ الجَاهِ ، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ وسلِّمْ Sekalipun hanya sekali pada malam Jum'at, maka (ketika dia meninggal dunia) akulah yang akan menguburkan jenazahnya dengan tanganku sendiri. Sumber: Kitab Is'adur Rofiq 1/31.

  • Keutamaan Rumah yang Dibacakan Maulid Nabi Didalamnya Imam Jalaluddin as-Suyuthy dalam kitabnya al Wasa'il fi Syarhi as-Sama'il mengatakan: وَمَا مِنْ مُسلِمٍ قُرِئَ فِي بَيتِهِ مَوْلِدُ النبِي صَلَّى اللهُ علَيهِ وسلَم إِلَّا رَفَعَ اللهُ تَعَالَى الْقَحْطَ وَالْوَبَاءَ وَالْحَرْقَ وَالْآفَاتِ وَالْبَلِيَاتِ وَالنَّكِبَاتِ وَالْبُغْضَ وَالْحَسَدَ وَعَيْنَ الْسُّوْءِ وَالْلُّصُوْصَ عَنْ أَهْلِ ذَلِكَ الْبَيْتِ فَإِذَا مَاتَ هَوَّنَ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ جَوَابَ مُنْكَرٍ وَنَكِيْرٍ وَيَكُوْنُ فِيْ مَقْعَدِ صِدْقٍ عَنْ مَلِيْكٍ مُقْتَدِرٍ Tidaklah seorang muslim yang di dalam rumahnya dibacakan maulid Nabi Saw kecuali Allah ta'ala akan mengangkat kekeringan, wabah, kebakaran, penyakit, balak musibah, bencana, kebencian, iri hati, pandangan bur*k, dan pencuri dari penghuni rumah tersebut. Dan apabila dia men!nggal dunia, maka Allah akan memudahkannya untuk menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir, serta dia akan berada di tempat yang mulia di sisi Allah yang Maha Kuasa. Kitab: I'anatut Thalibin, juz:3 hal:365

  • без подписи

  • Sifat Khauf, Raja' dan Mengingat Kemat!an وقال حكيم من الحكماء: الحزن يمنع الطعام Seorang ahli hikmah berkata: Kesedihan itu dapat mencegah manusia untuk makan. والخوف يمنع الذموب Khauf (rasa takut) dapat mencegah seseoran berbuat dosa. والرجاء يقوي على الطاعة Raja' (penuh harap) dapat menguatkan ketaatan. وذكر الموت يزهد في الفضول Dan Mengingat akan kemat!an dapat menjadikan seseorang bersikap zuhud dari hal-hal yang berlebihan. Kitab: Tanbihul Ghafilin

  • Keutamaan Menziarahi Kubur Orang Tua Setiap Hari Jum'at فقد روى الحاكم عن أبي هريرة رضي الله عنه: من زار قبر أبويه أو أحدهما في كل جمعة مرة غفر الله له، وكان بارا بوالديه. Imam Hakim meriwayatkan dari Abu Hurairah, Barangsiapa yang menziarahi kubur kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari jum'at satu kali, maka Allah akan mengampuni dosanya dan dia termasuk anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. وفي رواية: من زار قبر والديه كل جمعة أو أحدهما، فقرأ عنده يس والقرآن الحكيم، غفر له بعدد ذلك آية أو حرفا Dan dalam riwayat lain, Barangsiapa yang menziarahi kubur kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari jum'at, lalu ia membaca Yasin wal-Qur'anil Hakim, maka dosanya diampuni sebanyak bilangan ayat atau huruf yang dibaca. وفي رواية من زارا قبر والديه كل جمعة أو أحدهما كان كحجة. Dan dalam riwayat lain, Barangsiapa yang menziarahi kubur Kedua orang tuanya atau salah satunya setiap jum'at, maka itu bernilai seperti ibadah haji. 📚 I’anah Thalibin, juz: 2

  • без подписи

  • Tentang Perayaan Maulid Nabi ثم إن عمل المولد واجتماع الناس له كذلك مستحسن، فهو بدعة حسنة. Mengadakan perayaan Maulid Nabi dan berkumpulnya orang-orang untuk tujuan ini juga dianggap sebagai sesuatu yang baik, karena termasuk bid'ah hasanah (bid'ah yang baik). قال الإمام أبو شامة شيخ النووي: ومن أحسن ما ابتدع في زماننا ما يفعل كل عام في اليوم الموافق ليوم مولده صلى الله تعالى عليه وسلم من الصدقات والمعروف وإظهار الزينة والسرور فإن ذلك مع ما فيه من الإحسان للفقراء مشعر بمحبة النبي صلى الله عليه وسلم وتعظيمه في قلب فاعل ذلك.وشكر الله تعالى على ما من به من إيجاد رسوله صلى الله عليه وسلم الذي أرسله رحمةً للعالمين. Imam Abu Syamah, guru Imam Nawawi, berkata: Di antara hal terbaik yang diadakan pada zaman kita adalah apa yang dilakukan setiap tahun pada hari yang sesuai dengan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw, seperti memberi sedekah, melakukan kebaikan, menampilkan hiasan dan kegembiraan. Karena hal tersebut, selain berbuat kebaikan bagi orang-orang miskin, juga menunjukkan cinta kepada Nabi Saw, mengagungkan beliau di dalam hati orang yang melakukannya, dan bersyukur kepada Allah atas anugerah-Nya yang telah mengutus Rasulullah sebagai rahmat bagi seluruh alam. Kitab: Kanzun Najah was Surur, hal:46

  • без подписи

  • Kalau Tidak Mampu Berbuat Baik, Jauhi Tiga Hal Ini !! Sebagian ahli hikmah mengatakan; Jika kamu tidak mampu melakukan tiga perkara, maka hendaklah kamu harus melakukan tiga perkara lainnya: 1. Jika kamu tidak mampu untuk melakukan kebaikan, maka tahanlah dirimu dari melakukan keburukan. 2. Jika kamu tidak mampu untuk memberikan manfaat kepada orang lain, maka tahanlah dirimu dari membahayakan (merugikan) mereka. 3. Jika kamu tidak mampu berpuasa, maka janganlah kamu memakan daging orang lain (menggunjing). Kitab: Tanbihul Ghafilin

  • وَرَوَى سُفْيَانُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلَانَ فِي حَدِيثٍ يَذْكُرُهُ قَالَ: كُلُّ عَيْنٍ بَاكِيَةٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَّا ثَلَاثَةَ أَعْيُنٍ: عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ تَعَالَى. وَعَيْنٌ غَضَّتْ عَنْ مَحَارِمِ اللَّهِ تَعَالَى. وَعَيْنٌ سَهِرَتْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ تَعَالَى. الْكِتَابُ: تَنْبِيهُ الْغَافِلِينَ Sufyan meriwayatkan dari Muhammad bin Ajlan di dalam hadits yang menyebutkan, ia berkata: Setiap mata akan menangis pada hari kiamat kecuali tiga mata, yaitu: * Mata yang pernah menangis karena takut kepada Allah Ta'ala. * Mata yang dipejamkan (menjaga pandangan) dari segala yang diharamkan oleh Allah Ta'ala. * Mata yang terjaga (begadang dalam ketaatan) di jalan Allah Ta'ala. Kitab: Tanbihul Ghafilin

  • قَالَ سَيِّدُنَا الْإِمَامُ الْعَارِفُ بِاللَّهِ تَعَالَى الْحَبِيبُ أَبُو بَكْرِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ طَالِبِ الْعَطَّاسِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَهْلُ الدَّعْوَى كَثُرُوا جَمًّا، دَعْوَى بِلَا حَقِيقَةٍ، وَعَلَامَةُ الْوَلِيِّ مُخَالَفَتُهُ لِنَفْسِهِ وَهَوَاهُ، مَعَ شِدَّةِ الْإِعْرَاضِ عَمَّا سِوَى اللَّهِ، وَلَا تَتَحَقَّقُ الْوَلَايَةُ فِي أَحَدٍ ظَاهِرًا إِلَّا بِأَنْ يَعْرِضَ نَفْسَهُ عَلَى الرِّسَالَةِ الْقُشَيْرِيَّةِ وَمَا فِيهَا، وَعَلَى أَهْلِهَا فَإِنْ كَانَ مِثْلَهُمْ أَوْ مُتَحَقِّقًا بِمَا فِيهَا فَهُوَ الْوَلِيُّ، وَإِلَّا فَهُوَ مَغْرُورٌ أَحْمَقُ مُنَافِقٌ ضَالٌّ، وَإِفْسَادُهُ لِلنَّاسِ أَكْثَرُ مِنْ إِصْلَاحِهِ لَهُمْ، وَكُلُّ مَنِ ادَّعَى الْوَلَايَةَ وَلَمْ يَفْطِمْ نَفْسَهُ عَنْ مَحْبُوبَاتِهَا وَمَأْلُوفَاتِهَا قَهْرًا، فَلَيْسَ بِوَلِيٍّ أَصْلًا، بَلْ هُوَ الْمُنَافِقُ الْخَالِصُ، وَكَثِيرٌ فِي زَمَانِنَا مَنْ ادَّعَى الْأَحْوَالَ الشَّرِيفَةَ، وَهُوَ خَالٍ عَنْهَا لَا يَعْرِفُهَا إِلَّا بِمُجَرَّدِ اللَّفْظِ وَالْكِتَابَةِ، ثُمَّ قَالَ : قَالَ سَيِّدُنَا الْعَيْدَرُوسُ : لَمَّا بَلَغْنَا بِالنُّفُوسِ مَا شَقَّ نَلْنَا الْمُنَى وَكُلُّ مَنْ اتَّبَعَ نَفْسَهُ وَأَعْطَاهَا مَا تَشْتَهِي فَهُوَ مِنَ الَّذِينَ قَالَ فِيهِمْ رَبُّ الْعِزَّةِ (كَلَّا إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَ) ، وَالزُّهْدُ فِي الدُّنْيَا وَفِيمَا فِي أَيْدِي النَّاسِ أَوَّلُ مقامِ الْوَلَايَةِ! 📚 تَاجُ الْأَعْرَاسِ و التَّذْكِيرُ الْمُصْطَفَى (ص: 160 - 161) Berkata Sayyidina al-Imam al-Arif billah ta'ala Al-Habib Abu Bakar bin Abdullah bin Thalib al-Atthas radhiyallahu 'anhu: "Orang-orang yang mengaku-aku (sebagai wali atau orang saleh) sudah sangat banyak, tetapi pengakuan itu tanpa hakikat (bukti nyata). Tanda seorang Wali Allah yang asli adalah: * Menentang hawa nafsu dan kehendak buruk dirinya sendiri. * Sangat berpaling (fokus) dari segala sesuatu selain Allah. * Kewalian seseorang tidak bisa dianggap benar secara lahiriah kecuali jika ia mencocokkan dirinya dengan kitab Ar-Risalah al-Qusyairiyyah (kitab tentang ilmu tasawuf) beserta isinya, serta mencocokkannya dengan orang-orang yang mengamalkannya. Jika sifat dan keadaannya seperti mereka atau telah mengamalkan isi kitab tersebut, maka dialah wali yang benar. * Namun, jika tidak demikian, maka ia adalah orang yang tertipu, bodoh, munafik, dan sesat. Kerusakan yang ia perbuat kepada manusia lebih banyak daripada kebaikan yang ia berikan. * Siapa saja yang mengaku sebagai wali tetapi ia tidak memaksa nafsunya untuk berhenti dari hal-hal yang dicintai dan dibiasakannya (yang melanggar syariat), maka ia bukanlah wali sama sekali, melainkan seorang munafik sejati. * Banyak sekali pada zaman kita orang yang mengaku memiliki kedudukan rohani yang mulia, padahal kosong darinya—ia hanya tahu sekadar lewat sebutan dan tulisan saja." Kemudian beliau berkata: "Berkata Sayyidina Al-Aidrus: 'Ketika kami berhasil memaksa jiwa kami menanggung kesusahan (dalam beribadah), barulah kami mencapai cita-cita (kezuhudan dan kedekatan kepada Allah). "Dan siapa saja yang selalu menuruti hawa nafsunya serta memberikan apa saja yang diinginkannya, maka ia termasuk orang-orang yang difirmankan oleh Allah Yang Maha Perkasa (Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka / QS. Al-Muthaffifin: 15). Sikap zuhud (tidak tamak) terhadap dunia dan apa yang ada di tangan manusia adalah tangga awal dari kewalian.

  • Tiga Perkara yang Dapat Mengeraskan Hati ويقال ثلاثة أشياء تقسي القلب Dikatakan, ada tiga perkara yang dapat mengeraskan hati: الضحك من غير عجب 1. Tertawa tanpa sebab والأكل بغير جوع 2. Makan saat belum lapar والكلام من غير حاجة 3. Bicara tanpa ada keperluan Kitab: Tanbihul Ghafilin

  • 4 Golongan Yang Tidak Akan bahagia Dalam Hidupnya وقال بعض الحكماء، أربعة لا سعادة فيهم : Sebagian Ahli hikmah mengatakan: Ada 4 orang yang tidak akan bahagia الذي يبخل بالصلاة والسلام على النبي صلى الله عليه وسلم. 1. Orang yang pel!t untuk mengucapkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad Saw. الذي لا يجيب المؤذن 2. Orang yang tidak menjawab panggilan adzan dari muadzin. من استعان به إنسان بخير فلا يعينه. 3. Orang yang dimintai pertolongan oleh orang lain dalam kebaikan tapi dia tidak mau menolongnya. الذي يعجز ان يدعو لنفسه وللمؤمنين دبر صلواته. 4. Orang yang tidak mau mendoakan dirinya sendiri dan orang-orang mukmin setelah selesai shalat. 📚 Tanbihul Ghafilin, hal 146

  • без подписи

  • Ingin makananmu seperti hujan? Berikut adalah praktik untuk membuat makananmu seperti hujan Dan siapa pun yang terus menerus membacanya, makanannya akan seperti hujan Dan siapa pun yang memelihara (istiqamah) dalam membaca 4 surah ini (sebelum maghrib) pasti akan memiliki makanan seperti hujan 4 surah ini adalah 1. Surah as syami (was Syamsi) 2. Surah Al lail (wallaili Idza yaghsya) 3. Surah Al Falaq 4. Surah An-Nas 📚 Maroqil Ubudiyah, halaman: 38

  • без подписи

  • Istighfar Tiga Kali Saat Hendak Tidur وروينا في كتاب الترمذي عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم من قال حين يأْوي إِلى فراشه أَسْتَغْفِرُ الله الّذِي لا إلهَ إلاّ هُوَ الحَيّ القَيّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ ثلاث مرات غفر الله له ذنوبه وإن كانت مثل زبد البحر، وإن كانت عدد ورق الشجر، وإِن كانت عدد رمل عالج وإِن كانت عدد أيام الدنيا‏ Barangsiapa yang hendak menuju tempat tidurnya, lalu mengucapkan: أَسْتَغْفِرُ الله الّذِي لا إلهَ إلاّ هُوَ الحَيّ القَيّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ sebanyak tiga kali, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya meski sebanyak buih di lautan, sebanyak bintang, sebanyak butiran pasir yang lembut, dan sebanyak hitungan hari-hari dunia. Kitab: Al adzkar

  • 3 Jenis Wali الأولياء على ثلاثة أقسام Wali itu terbagi dalam 3 macam : فمنهم من يعرف نفسه أنه ولي ويعرفه الناس 1- Wali yang mengetahui bahwa dirinya adalah wali dan orang-orang juga mengetahui bahwa ia adalah seorang wali. ومنهم من يعرفه الناس ولا يعرف نفسه 2- Wali yang tidak mengetahui bahwa dirinya adalah wali, akan tetapi orang-orang mengetahui bahwa ia adalah seorang wali. ومنهم من لا يعرف نفسه أنه ولي ولا يعرفه الناس 3- Wali yang tidak mengetahui bahwa dirinya adalah wali dan orang-orang pun juga tidak mengetahui bahwa ia adalah seorang wali. ولكن الذي يعرف أنه ولي أفضل. Kendati demikian, wali yang mengetahui bahwa dirinya adalah wali itu lebih utama. Kitab: Fawa'idul Mukhtarah