Salafi Sejati
СтатистикаSahabat Hudzaifah radhiallahuanhu berkata: ان الضلالة حق الضلالة ان تعرف اليوم ما كنت تنكره قبل اليوم و ان تنكر اليوم ما كنت تعرفه قبل اليوم Pembimbing: Al-Ustadz Abul Walied Muslim hafizahullah
- Последний пост
- 10 авг.
- Последнее чтение
- 15 авг.
- Постов за неделю
- 0
- Всего постов
- 23
- Тип
- открытый
- Язык
- und
- Категория
- Религия (по похожим)
- В каталоге с
- 13 авг.
- 1/24сутки в ленте
- 752
- 1/48двое суток
- 861
- 1/72трое суток
- 929
Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.
Посты
PERNYATAAN USTADZ ABU FUAD SAIFUL YANG MENGANDUNG PERENDAHAN TERHADAP FADHILATU ASY-SYAIKH DR. ARAFAT HAFIDZOHULLAHU TA'ALA SECARA TERANG-TERANGAN DAN TERBUKA [Versi Status] https://t.me/salafi_sejati/811
Ust Abu Fuad Saiful waffaqahullah dahulu kala sampai-sampai dengan lantang menegur dan membantahnya: “Sebagaimana anda mencela Asy-Syaikh Arafat di majelis terbuka, anda sampaikan bahwa anda salah. Katakan wahai Ust Zuhair bahwa aku Zuhair Syarif salah! Saya bertaubat! saya keliru! saya lancang!” 🎙️ Audio Muhadharah Hari: Jum'at 8 Shafar 1445 H/26 Agustus 2023 M Di Masjid Al-Anshar Besuki Lihat bukti audio-audionya pada link berikut ini: https://tinyurl.com/2bgo8ax6 Kemudian yang lebih mengherankan lagi bahwa apa yang disampaikan oleh Ust Abu Fuad Saiful terkait Fadhilatu Asy-Syaikh Dr. Arafat bin Hasan al-Muhammadi tersebut hanya informasi sepihak saja. Lalu apakah ia hadir di jalsah Madinah tersebut ? Ataukah ia mendengarkan rekamannya? Atau minimalnya sebelum merendahkan beliau, sebagai adab dan akhlak penuntut ilmu, sudahka ia bertabayyun kepada Syaikh Arafat dalam rangka mempertanyakan kebenarannya? Atau paling tidak bila ingin insof (adil) bertanya dan bertabayyun kepada pihak-pihak lain yang juga mengerti dan mendapat informasi tentang jalsah tersebut? Lalu apakah seorang ulama atau Syaikh ketika menerima data dan berita harus berulang-ulang? Dan apakah harus dari satu pihak saja? Dan apakah tidak ada dari pihak lain yang memberikan informasi-informasi secara lengkap dan rinci kepada beliau? Dan anggaplah informasi yang disampaikan benar, lalu apakah ketika seorang Ulama atau Syaikh tidak lagi menerima atau enggan menerima data dari salah satu pihak langsung dianggap dan divonis salah. Apalagi vonis prematur dengan entengnya mengatakan bahwa cara dan metode tersebut menyelisihi cara dan metode Kibar Ulama kita? ✋ Sungguh berapa lamakah anda berguru, belajar dan bermulazamah kepada Kibar Ulama yang anda sebut nama-namanya tersebut wahai Ust Abu Fuad Saiful sehingga anda menganggap, memvonis atau mengomentari Fadhilatu Asy-Syaikh Dr. Arafat Al-Muhammadi hafidzahullah dengan komentar-komentar rendahan seperti ini? Na'udzu billah! Disebutkan dalam pepatah arab: لِكُلِّ قَوْمٌ وَارِثٌ "Pada setiap kaum pasti ada pewarisnya..." Sehingga dengan ini sangat besar harapan kami semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan hidayah dan taufik kepada Ust Abu Fuad Saiful agar sadar dan tidak menjadi pewaris orang-orang yang terfitnah pada fitnah sebelumnya. Kemudian bersegera rujuk dan meminta maaf kepada Fadhilatu Asy-Syaikh Dr. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizahullahu ta’ala secara terang-terangan dan terbuka sebagaimana tuntutannya kepada Ust Zuhair Syarif hadahullah dahulu kala wallahul musta’an. ✍ https://t.me/salafi_sejati/809
PERNYATAAN USTADZ ABU FUAD SAIFUL YANG MENGANDUNG PERENDAHAN TERHADAP FADHILATU ASY-SYAIKH DR. ARAFAT HAFIDZOHULLAHU TA'ALA SECARA TERANG-TERANGAN DAN TERBUKA Bagi seorang da'i salafi tentunya sangat mengerti dan memahami bahwa diantara kebiasaan ahlul bid'ah adalah suka merendahkan, mencela dan memusuhi ulama atau ahlul ilmi. Abu Hatim Muhammad ar-Razi rahimahullah berkata: علامة أهل البدع الوقيعة في أهل الأثر "Ciri-ciri ahlul bid'ah ialah mencela ahlul atsar (ulama)." (Syarh Ushul I'tiqad Ahlis-Sunnah, oleh Al-Laalikaa'i 1/179) Celaan dan perendahan terhadap para ulama pun terkadang beragam cara-caranya. Salah satu diantaranya sebagaimana cara yang telah dilakukan oleh Ust Abu Fuad Saiful waffaqahullah dalam salah satu muhadharahnya yang dengan lancangnya sengaja mengkritik dan menyalahkan langkah yang ditempuh dan dilakukan oleh Fadhilatu Asy-Syaikh Dr. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizahullah dalam menangani fitnah yang saat ini terjadi di Indonesia di majelis umum, secara terang-terangan dan terbuka, seolah-olah beliau seperti anak kecil yang tidak mengerti dan paham cara dan metode dalam menangani fitnah, dan itu dilakukan dengan tanpa mempedulikan adab dan tatakrama dan terkesan sudah tidak peduli lagi dengan nama baik dan kehormatan Fadhilatu Asy-Syaikh Dr. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizahullahu ta'ala. Bahkan Ust Abu Fuad Saiful juga sampai membanding-bandingkan antara Fadhilatu Asy-Syaikh Dr. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizahullah dengan Al-Allamah Rabi al-Madkhali dan Al-Allamah Ubaid al-Jabiri rahimahumallahu ta’ala, seolah-olah Ust Abu Fuad Saiful adalah orang yang paling tau, faham dan mengerti sekali tentang cara, metode dan thoriqoh beliau berdua dalam menangani dan menghadapi fitnah dan para pengusungnya. Padahal setahu kami Ust Abu Fuad Saiful sendiri jangankan berkumpul dan berguru dengan beliau berdua, bertemu saja mungkin belum pernah wallahul musta'aan. Kemudian dengan lancangnya menganggap cara dan metode Fadhilatu Asy-Syaikh Dr. Arafat Al Muhammadi hafidzohullah yang telah berguru kepada beliau berdua sejak puluhan tahun lalu, bahkan sehari-hari mendampingi beliau berdua, terhitung murid khusus dan terdekatnya, hingga mendapatkan rekomendasi dari beliau sebagai rujukan bila terjadi fitnah dan problema, tapi justru dianggap berbeda dan menyelisihi cara dan metode beliau berdua dalam menghadapi dan menangani fitnah atau musykilah. Laa Haula wa Laa Quwwata Illa Billah. Ust Abu Fuad Saiful waffaqahullahu ta'ala dengan lancangnya berkata: “Harapan kami sih sebenarnya kepada Syaikh 'Arafat tanpa mengurangi rasa hormat dan pemuliaan kami kepada beliau. Ketika ustadz Luqman telah mengatakan "aku punya bukti data-data" yang kami harapkan sebenarnya, beliau meminta mana itu data-datamu sebagaimana hal ini yang dilakukan oleh imaamunaa oleh aabaauna bapak-bapak kita Al-Imam Al-mujahid shoohiburrayah Al-Jarhi wat ta'dil Imam Rabi' bin Hadi Al-Madkhali dan al-Imam Ubaid Al-Jabiri.” 🎙️ Audio Muhadharah Jum'at, 13 Dzulqa'dah 1447 H atau 1 Mei 2026 M di Rumbel Al-Istiqamah Palopo Subhanallah, kita berlindung dari cara-cara tercela dan sikap-sikap lancang tersebut, yang sebenarnya Ust Abu Fuad Saiful sendiri dalam fitnah asatidzah jumhur yang sebelumnya justru pernah membantah seorang da'i yang bernama Ust Zuhair Syarif Bengkulu yang juga tanpa adab dan dengan lancangnya mengkritik, menyalahkan, bahkan sampai menjatuhkan kehormatan Fadhilatu Asy-Syaikh Dr. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizahullah juga di majelis umum, dengan terang-terangan dan terbuka dalam salah satu kajiannya. Hingga melakukan hal yang juga sama yaitu mulai membanding-bandingkan antara Fadhilatu Asy-Syaikh Dr. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafidzohullahu ta'ala dengan Al-Allamah Rabi Al-Madkhali rahimahullahu ta’ala yang kala itu Ust Abu Fuad Saiful sendiri yang juga tampil membela mati-matian Fadhilatu Asy-Syaikh Dr. Arafat bin Hasan al-Muhammadi.
☝️ Mengingat kembali perendahan dan celaan Ust. Zuhair Syarif hadahullah terhadap Fadhilatu Asy-Syaikh Dr. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizahullah dikarenakan beliau telah memberikan dan mengeluarkan fatwa dan bimbingan saat fitnah mufarriqah asatidzah jumhur!
PERNYATAAN USTADZ ABU SAID HAMZAH YANG MENGANDUNG CELAAN TERHADAP ULAMA [Versi Status] https://t.me/salafi_sejati/807
PERNYATAAN USTADZ ABU SAID HAMZAH YANG MENGANDUNG CELAAN TERHADAP ULAMA Sungguh perkara yang sering kita dapati pada setiap fitnah-fitnah yang terjadi, dimana orang-orang yang dulunya dikenal istiqomah diatas prinsip bersama bimbingan ulama rabbani, namun kemudian berubah prinsip dan lebih mengutamakan hudzudzun nafsi serta pendapat dan penilaiannya sendiri. Hal ini pula yang telah menimpa diri Ustadz Abu Said Hamzah pada fitnah kali ini. Dimasa-masa disaat salafiyyin sedang sangat membutuhkan fatwa dari para Ulamanya, padahal telah datang sebuah bimbingan dan fatwa dari Fadhilatusy Syaikh Dr. Arafat Al-Muhammadi hafidzohullahu ta'ala yang berentetan dan melalui berbagai sumber terkait fitnah di Indonesia. Alih-alih menyebarkan, mempublikasikan dan melaksanakan bimbingan-bimbingan tersebut, Ustadz Abu Said Hamzah waffaqahullah justru dalam salah satu kajiannya mengeluarkan pernyataan dengan berkata: "Menghormati Ulama memang disyariatkan ya, tapi gak boleh ta'dzim! Sampai apapun fatwanya ulama diikutin walaupun salah! Tau salah ya, fatwanya tidak sesuai dengan data-data yang valid. Tashowwurnya kurang." 🎙️ Audio Senin, 2 Rojab 1447 H-22 Desember 2025 M di Al-Ikhlas Mahad Minhajul Atsar Jember] Subhanallah, sungguh pernyataan atau ucapan yang seharusnya tidak diucapkan oleh seorang Da'i yang benar-benar memahami perkara manhaj. Ironisnya pernyataan atau ucapan seperti ini bahkan telah dibantah oleh beliau sendiri pada ucapan yang sebelumnya saat fitnah asatidzah jumhur tatkala membantah syubhat-syubhat yang disebarkan di tengah-tengah salafiyyin yang mengkaburkan prinsip penting dalam fitnah untuk kembali, merujuk dan melaksanakan bimbingan ulama. Ustadz Abu Said Hamzah waffaqahullah sampai-sampai dengan tegas berkata: "Mencela Ulama itu, masak Ulama mau di,,,, oh Ya Allah... Mau dipermainkan seperti itu ya! Dikirimin data-data, oh ya bagus bagus lah, salaaaah! Gitu ya. Masya Allah,,, ngikuti data-data. (Dianggap) kaya anak kecil Ulama." 🎙️ Audio ahad, 27 Dzulqo'dah 1443 H-26 Juni 2022 M Apakah perubahan yang seperti ini adalah sikap talawwun yang dahulu kala Ustadz Abu Sa'id Hamzah waffaqahullah sendiri juga telah memperingatkannya?? Ustadz Abu Sa'id Hamzah waffaqahullah dahulu kala berkata: "Waspadalah kalian untuk bersikap talawwun, dulu mengatakan demikian sekarang beda." 🎙️ Audio 27 Dzulqa'dah 1443 H/26 Juni 2022 M] Lihat video buktinya dilink berikut ini: https://tinyurl.com/28sod7k7 ⚠️ Insya Allah kita akan jelaskan secara rinci tentang bathilnya syubhat yang telah digunakan dan disebarkan oleh Ustadz Abu Sa'id Hamzah di atas pada artikel-artikel yang akan datang. Berkata Asy-Syaikh Al-Allamah Shalih Al-Fauzan hafidzohullahu ta'ala: المسلم لا يأمن من الفتن وإن كان على علم وعلى عمل صالح وعلى عقيدة صحيحة "Seorang muslim tidaklah aman dari (terkena/terbawa) fitnah meskipun dia berilmu, beramal shalih dan berada diatas aqidah yang benar." (Syarah hadits "Inna Kunna Fil Jahiliyyah" hlm. 15) Sehingga kita memohon kepada Allah subhanahu wa ta'ala agar senantiasa mengistiqomahkan kita diatas prinsip-prinsip dan ilmu yang dahulu kita telah berjalan dan berpegang teguh diatasnya. Aamiin... ✍ https://t.me/salafi_sejati/806
"Kami memohon maaf, kajian malam ini ditiadakan karena adanya kendala teknis dan jaringan internet yang lemah."
نعتذر عن كليمة الليلة لظرف طارئ ولضعف النت
KABAR GEMBIRA Dengan penuh rasa syukur, kami mengumumkan akan diselenggarakannya sebuah muhadharah ilmiah melalui via telepon yang akan disampaikan oleh Fadhilatu Asy-Syaikh Dr. Arafat bin Hasan Al-Muhammadi hafidzohullah Dengan tema: «نصائح وتوجيهات» "Nasihat dan Arahan" Ditujukan kepada saudara-saudara kita di Kota Surman, Kota Al-Jumail, Kota Zaltan, Kota Bani Walid, wilayah Al-Mutharrad, Kota Ummul Aranib di Libya, serta Ma'had Dhiya' As-Salaf Al-Atsari di Pulau Sumatra. Semoga Allah menjaga mereka. Insya Allah, kajian akan dilaksanakan besok, hari Sabtu, pukul 21.00 waktu Libya dan pukul 22.00 waktu Arab Saudi. Tanggal: 11 Shafar 1448 H bertepatan dengan 25 Juli 2026 M. Insya Allah, muhadharah ini akan disiarkan melalui Channel Telegram resmi Syaikh hafidzohullah: https://t.me/Arafatbinhassan وفق الله الجميع للعلم النافع والعمل الصالح ✍️ Turut menyebarkan: https://t.me/salafi_sejati/802
وفي جزيرة سومطرة ببلد أندونوسيا
WASIAT IMAM RABI' RAHIMAHULLAH AGAR MERUJUK KE SYAIKH ARAFAT DAN SYAIKH AL-BUKHARI KETIKA FITNAH TERJADI 🎙️ Disampaikan oleh: Ustadz Luqman Baabduh waffaqahullah [Audio Muhadharah Kamis, 17 Dzulqo’dah 1446 H atau 15 Mei 2025 M di Masjid Ali bin Abi Thalib Ma’had Minhajul Atsar Jember] HARAPAN DAN DO'A: Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa mengistiqomahkan salafiyyin di Indonesia agar tetap berpegang teguh dengan prinsip merujuk dan meminta bimbingan kepada para ulama kibarnya, serta mengamalkan wasiat-wasiat mereka yang telah tiada terkhusus wasiat dari Syaikhuna Al-Allamah Al-Imam Al-Jarh wa Ta’dil Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali rahimahullahu ta’ala agar senantiasa mengembalikan urusan fitnah dan probematika dakwah yang terjadi kepada Al-Allamah Prof. Dr. Abdullah Al-Bukhari dan Fadhilatu Asy-Syaikh Dr. Arafat Al-Muhammadi hafizahumallahu ta’ala sebagaimana prinsip kita tatkala menghadapi fitnah-fitnah yang ada terkhusus pada fitnah asatidzah jumhur sebelumnya. ✍️ https://t.me/salafi_sejati/798
MENGINGATKAN KEMBALI SALAH SATU PRINSIP PENTING KETIKA TERJADI FITNAH Sebuah komitmen yang dibuat oleh Ustadz Luqman Ba'abduh, Ustadz Ruwaifi, Ustadz Abu Said Hamzah, Ustadz Abu Amr Alfian, Ustadz Abu Ammar Yasir, Ustadz Abu Abdirrahman Arif, Ustadz Abu Ibrahim Waliulu, dan Ustadz Abdurrahman Ramli pada hari Jum’at pagi, 30 Jumadal Ula 1447 H atau 21 November 2025 M yang berisi pengingat akan salah satu prinsip penting ketika terjadi fitnah yaitu wajib merujuk dan mengembalikan perkara fitnah kepada Ulama. Dalam hal ini mereka para Ulama yang telah mendapat rekomendasi langsung dari Al-Allamah Al-Imam Al-Jarh Wa Ta’dil Rabi Al-Madkhali rahimahullah dan Al-Allamah Al-Walid Ubaid Al-Jabiri rahimahullah yaitu Fadhilatu Asy-Syaikh Al-Allamah Prof. Dr. Abdullah Al-Bukhari hafizahullah dan Fadhilatu Asy-Syaikh Dr. Arafat Al-Muhammadi hafizahullah. ✍️ https://telegram.me/salafi_sejati/797
🔥 MENOLAK BIMBINGAN ULAMA DENGAN MELEMPARKAN BERBAGAI MACAM SYUBHAT 🎙 Asy-Syaikh Abul Mundzir Munir as-Sa'di hafizhahullah berkata, "Maka hendaknya kita berhati-hati karena sebagian orang bisa saja dia secara terus terang mengatakan, 'Aku tidak menerima perkataan ulama. Sebagian mereka memiliki cara lain didalam menolak perkataan para Ulama. Kau dapati mereka berkata, 'Kami lebih mengetahui tentang urusan fitnah ini, kami lebih mengetahui tentang kondisi negeri kami dan penduduk Mekkah lebih mengetahui tentang jalan-jalan yang ada di lereng-lereng gunungnya. Mereka memiliki banyak trik. Apa tujuan di balik ini semua? Tujuannya adalah menjatuhkan fatwa ulama serta menolak perkataan mereka dalam masalah kontemporer dan fitnah (yang sedang melanda)." 📚 Muhadharah Ahammiyatu Rabtil Ummah bil Ulama wal Akhdzi bi Qoulihim indal Fitan al-Mudlahimmah •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• 📡 Channel Telegram https://t.me/Salafy_Konawe
BANTAHAN TERHADAP KERANCUAN (SYUBHAT) TENTANG MERUJUK KEPADA ULAMA #Rudud #Bk_3g Kita telah mengetahui dari bagian awal tulisan ini, tentang wajibnya bagi umat Islam untuk merujuk kepada ulama tatkala menghadapi isu-isu kontemporer dan permasalahan yang rumit. 🚧 Namun prinsip syariat ini berusaha dikaburkan oleh para pengekor hawa nafsu dan ahli bid'ah, dengan melemparkan kerancuan—syubhat— yang disebarkan dari waktu ke waktu guna menimbulkan keraguan terhadap kedudukan para ulama serta menghalangi manusia dari nasihat mereka." Berikut beberapa syubhat terkait prinsip keharusan merujuk kepada ulama, beserta bantahannya berdasarkan penjelasan Asy-Syaikh Ahmad bin Sulaiman Baadukhn al-Adniy hafizhahullah Beliau berkata: الشبهة الأولى: قولهم : إن العلماء لا يعرفون واقع هذه المسألة ولا يتصورون الأمر جيداً، إذاً لا يجب أن نرجع إليهم في هذه النازلة أو المسألة الحادثة. وهذا ما يعرف عن المبتدعة بـ«فقه الواقع»، وهو قولهم: إن العلماء لا يفقهون الواقع ولا يعرفون إلا الأحكام الفقهية التي يقرؤونها في الكتب ويدرّسونها في المساجد والمعاهد، أما هذه القضايا التي تنتشر في الساحة والتي تقع بين الناس فهم لا يتصورونها لاشتغالهم بالعلم والفقه. وهذه الشبهة المعروفة عن أهل البدع مبنية على سوء الظن بالعلماء. وأن العلماء لو تكلموا في قضية و مسالة نازلة فهم لم يتصوروا واقعها جيدا ولا شك أن هذا إساءة إلى العلماء، لأن العالم لا يجوز له أن يفتي في مسألة إلا بعد أن يتصورها تصوراً صحيحاً، فإن من شروط الفتوى معرفة الواقع والتثبت من السائل، وهذا مذكور مشهور في شروط وآداب المفتي. فمن ظن أن العلماء يتكلمون في النوازل بلا تصور صحيح ولا فهم للواقع فقد أساء الظن بالعلماء وأسقط مكانتهم ❌ Syubhat Pertama: Ulama Tidak Mengetahui Realitas Permasalahan dan Tidak Mendapatkan Gambaran Permasalahan Dengan Baik "Mereka berkata sesungguhnya ulama tidak mengetahui realitas permasalahan dan tidak mendapatkan gambaran permasalahan dengan baik, oleh karena itu tidak wajib bagi kita untuk merujuk kepada mereka dalam permasalahan-permasalahan kontemporer (nawazil) dan permasalahan yang muncul (ditengah-tengah mereka). Inilah yang dikenal dari ahli bid'ah dengan sebutan "Fikih Realitas" (Fighul Waqi'). Yaitu perkataan mereka yang mengatakan: Bahwa para ulama tidak memahami realitas dan juga tidak memahami kecuali hanya hukum-hukum fiqih yang mereka baca dari kitab-kitab dan mereka ajarkan di masjid-masjid dan ma'had-ma'had, adapun permasalahan isu-isu yang tersebar di lapangan dan yang terjadi di tengah-tengah manusia, mereka tidak mampu untuk mendapatkan gambarannya karena kesibukan mereka dengan ilmu dan fiqih. ✅ BANTAHAN Syubhat yang dikenal dari ahli bidah ini, dibangun di atas prasangka buruk kepada ulama. Dan (mereka mengklaim) bahwasanya kalaupun para ulama berbicara tentang suatu kasus dan masalah kontemporer, para ulama tersebut tidak memahami realitas lapangannya dengan baik. Tidak diragukan lagi bahwa ini adalah bentuk perlakuan buruk (pelecehan) terhadap ulama. Karena seorang alim tidak diperbolehkan untuk berfatwa dalam sebuah permasalahan kecuali setelah ia benar-benar memahaminya (tashawwur) dengan pemahaman yang benar.❗️ Karena bagian dari syarat fatwa adalah mengetahui realitas dan kroscek—tatsabbut— (memastikan kebenaran) dari penanya, hal ini disebutkan dan merupakan sesuatu yang masyhur dari syarat-syarat dan adab seorang mufti. ⚠️Maka siapa yang berprasangka bahwa ulama berbicara tentang permasalahan kontemporer tanpa pemahaman yang benar dan tanpa pemahaman terhadap realitas, maka sungguh dia telah berburuk sangka kepada para ulama dan menjatuhkan kedudukan mereka."‼️ 🖌 Penggalan Faedah ilmu dari Muhadharah asy-Syaikh Ahmad bin Sulaiman Baadukhn al-Adniy di Kota Sidney Australia – 07 Rajab 1447H. 🔗 Link Audio : https://t.me/badokhon2/917 Menit: 09.50 ✍🏼 Ustadz Abu Khuzaimah Muhammad al-Fadanji hafizhahullah ⟩⟩ MERUJUK KEPADA ULAMA (5) °•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°• 📡 https://t.me/abukhuzaimah_alfadanji
WASIAT, BIMBINGAN DAN ARAHAN AL-ALLAMAH RABI' AL-MADKHALI DAN AL-ALLAMAH UBAID AL-JABIRI RAHIMAHUMALLAH AGAR KETIKA TERJADI FITNAH MERUJUK KEPADA AL-ALLAMAH ABDULLAH AL-BUKHARI DAN ASY-SYAIKH ARAFAT AL-MUHAMMADI 🎙️Disampaikan Oleh: Fadhilatu Asy-Syaikh Hafidz…
WASIAT, BIMBINGAN DAN ARAHAN AL-ALLAMAH RABI' AL-MADKHALI DAN AL-ALLAMAH UBAID AL-JABIRI RAHIMAHUMALLAH AGAR KETIKA TERJADI FITNAH MERUJUK KEPADA AL-ALLAMAH ABDULLAH AL-BUKHARI DAN ASY-SYAIKH ARAFAT AL-MUHAMMADI 🎙️Disampaikan Oleh: Fadhilatu Asy-Syaikh Hafidz Al-Junaidi Al-Hasyimi hafizhohullah ✍ https://t.me/salafi_sejati/793
BUKTI PERUBAHAN USTADZ HAMZAH TERKAIT PRINSIP BERTANYA KEPADA ULAMA [Versi Status] ✍🏻 https://t.me/salafi_sejati/788
BUKTI PERUBAHAN USTADZ HAMZAH TERKAIT PRINSIP BERTANYA KEPADA ULAMA Ust Abu Sa'id Hamzah waffaqahullah yang SAAT INI dalam salah satu kajiannya mengatakan dengan tegas: “Tapi ana ingatkan kepada ikhwah semuanya. Jangan bermudah-mudahan bertanya tentang dakwah dan tarbiyyah di negeri antum kepada Ulama, dengan penggambaran antum sendiri.” [Audio Senin, 2 Rojab 1447 H-22 Desember 2025 M di Al-Ikhlas Mahad Minhajul Atsar Jember] Dalam kondisi DAHULU KALA Ust Abu Sa'id Hamzah waffaqahullah justru berkata: "Dari berbagai negara tanya ya Syaikh, kami mengalami begini, begini dan begini. Bahkan pada urusan yang kecil-kecil pun tanya ke Ulama." [Audio 3 Muharram 1444 H-31 Juli 2022 M di Masjid Al-Hikmah Kotakan-Situbondo] Bahkan Ust Abu Sa'id Hamzah waffaqahullah DAHULU membantah al-asatidzah jumhur yang tidak mengamalkan ilmu teorinya dengan menukilkan kembali ucapan dari al-asatidzah jumhur dalam muhadharahnya. Ust Abu Sa'id Hamzah waffaqahullah berkata: "Katanya ini yang dulu dinasehatkan kepada salafiyyin ya. Kita kembali pada ulama, semua urusan! Kita kembalikan pada ulama! kita nukil kalam ulama! Jangan nukil kalamnya ustadz! Kita ini siapa?! Mana (sekarang) suara itu??" [Audio malam Senin 27 Dzulqa'dah 1443 H-26 Juni 2022 M di Masjid Al-Hikmah Kotakan-Situbondo] Subhanallah, apakah yang seperti ini yang dimaksud dengan sikap talawwun yang jauh-jauh hari sudah pernah diperingatkan oleh Ust Abu Sa'id Hamzah sendiri?? Ust Abu Sa'id Hamzah waffaqahullah DAHULU berkata: "Waspadalah kalian untuk bersikap talawwun, dulu mengatakan demikian sekarang beda." [Audio 27 Dzulqa'dah 1443 H/26 Juni 2022 M)] Lihat video buktinya dilink berikut ini: https://tinyurl.com/2c9sjzh4 ✍🏻 https://t.me/salafi_sejati/787
MENAATI ARAHAN ULAMA ADALAH WAJIB BAGI SELURUH MAKHLUK DAN MERUPAKAN JALAN KESELAMATAN #Manhaj #Bk_3g قال الامام ابن بطة العكبري عد فَطَاعَتُهُمْ — أي العلماء — عَلَى جَمِيعِ الْخَلْقِ وَاجِبَةٌ , وَمَعْصِيَتُهُمْ مُحَرَّمَةٌ , مَنْ أَطَاعَهُمْ رَشَدَ وَنَجَا , وَمَنْ خَالَفَهُمْ هَلَكَ وَغَوَى إبطال الحيل ص: ٥ Berkata al-Imam Ibnu Baththah al-Ukbari rahimahullah: "Maka menaati mereka ( yaitu para ulama ) adalah wajib bagi seluruh makhluk, dan mendurhakai mereka hukumnya haram. Barangsiapa yang menaati mereka, ia akan mendapat petunjuk dan selamat. Dan barangsiapa yang menyelisihi mereka, ia akan binasa dan tersesat." 📚Kitab Ibtal al-Hiyal, hlm. 5 🖌 Penggalan Faedah ilmu dari Muhadharah asy-Syaikh Ahmad bin Sulaiman Baadukhn al-Adniy di Kota Sidney Australia – 07 Rajab 1447H. -Dengan sedikit tambahan- ✍🏼 Ustadz Abu Khuzaimah Muhammad al-Fadanji hafizhahullah ⟩⟩ MERUJUK KEPADA ULAMA (4) °•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°• 📡 https://t.me/abukhuzaimah_alfadanji
BUKTI SIKAP TALAWWUN PADA DIRI UST. HAMZAH NAMPAK SEKALI TATKALA MENILAI TERKAIT DIRI UST. ABUL HARITS, LC ✍️ https://t.me/salafi_sejati/785