tgindex
SALAFY SOLO
@salafysoloРелигияиндонезийский

Dakwah tidak akan hidup kecuali jika meninggikan bendera kebenaran, dan di waktu yang sama menghinakan kebatilan. https://t.me/salafysolo/1035

Последний пост
14 авг.
Последнее чтение
15 авг.
Постов за неделю
4
Всего постов
25
Тип
открытый
Язык
индонезийский
Категория
Религия (по похожим)
В каталоге с
13 авг.
Подписчики
3 283
0 за 2 дн.
Сутки
0
0,00%
Неделя
 
Месяц
 
Просмотров на пост
681
25 постов
Вовлечённость
20,7%
к подписчикам
Постов в день
0,6
всего 25
Упоминаний
19
каналов
Охват размещения
оценка
1/24сутки в ленте
303
1/48двое суток
347
1/72трое суток
374

Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.

Посты

  • DAKWAH SALAFIYYAH ADALAH DAKWAH PERTENGAHAN •••• 🎙Syaikh Ubaid bin Abdillah al-Jabiri rahimahullah Dakwah Salafiyah adalah dakwah yang pertengahan, tidak ada di dalamnya sikap berlebih-lebihan (ekstrim) dan tidak pula sikap meremehkan. Mereka menegakkan agama Allah 'Azza wa Jalla, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan melarang dari yang munkar. Mereka berpegang teguh pada Sunnah secara lahir dan batin, serta mengajak manusia untuk berpegang teguh dengan Sunnah dan berakhlak mulia dalam muamalah. Mereka menolak bid'ah dan hal-hal baru dalam agama, serta memperlakukan setiap orang sesuai dengan haknya. Mereka memandang kepada hal-hal yang menyelisihi kebenaran dan orang yang menyelisihinya. Adapun terhadap hal-hal yang menyelisihi kebenaran, mereka menolaknya dan tidak menerimanya, baik itu berupa bid'ah maupun selain bid'ah. Sedangkan terhadap orang yang menyelisihi kebenaran, mereka memandangnya dengan pandangan kejujuran dan ilmu: Jika dia termasuk Ahlu Sunnah, mereka membantah kesalahannya, menjaga kehormatannya, dan tidak mengikutinya dalam kekeliruannya. Namun jika dia termasuk ahli bid'ah dan pengikut hawa nafsu, mereka membantah kesalahannya, mengecamnya, dan memperingatkan manusia darinya. Bid'ah menurut Ahlus Sunnah ada yang termasuk kefasikan, ada yang termasuk kekafiran, dan ada pula yang bukan kefasikan maupun kekafiran. Tetapi seluruh bid'ah itu diharamkan walaupun hukumnya berbeda-beda. Adapun kelompok Haddadiyah, mereka adalah orang-orang yang melampaui batas (ekstrim). Diantara prinsip-prinsip sesat mereka adalah tidak mendoakan rahmat bagi orang yang bid'ahnya hanya bersifat fasik, bahkan mereka menempatkan seluruh ahli bid'ah pada satu kedudukan yang sama. Dan sungguh Fadhilatus Syaikh Rabi' telah menjelaskan dengan sangat baik tentang ciri-ciri Haddadiyah, maka siapa yang ingin mengetahuinya hendaklah merujuk kembali kepada penjelasan tersebut. 🌐 Sumber: https://x.com/i/status/2087687770814787701 https://t.me/salafysolo/1970

  • видео или голосовое, без подписи

  • FITNAH PALING BERBAHAYA YANG DIKHAWATIRKAN TERHADAP PARA PEMUDA •••• 🎙️Syaikh Muhammad Aman al-Jami rahimahullah Fitnah paling berbahaya yang saya khawatirkan terhadap para pemuda kita bukanlah fitnah-fitnah yang nampak jelas, tetapi saya khawatir terhadap mereka dari ungkapan lembek yang menyatakan, "Kita saling menolong pada hal-hal yang kita sepakati dan saling toleran pada hal-hal yang kita berbeda pendapat tentangnya." Ungkapan lembek ini menghabisi amar ma'ruf nahi mungkar, prinsip cinta karena Allah dan benci karena Allah, saling menasehati, bahkan manusia tidak boleh saling menyinggung. Jadi (berdasarkan prinsip ini) jangan mengatakan kepada siapapun, "Bertakwalah kepada Allah!" Jangan sekali-kali mengatakan kepada siapapun, "Ini mungkar, ini ma'ruf, ini Sunnah, ini bid'ah!" Jadi harus diam semuanya. Ini semua bertentangan dengan agama yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah ﷺ. Waspadailah! https://t.me/salafysolo/1968

  • видео или голосовое, без подписи

  • 8 авг.384из fawaidsolo

    INFO DAUROH NGAPAK KE-6 URGENSI JARH WA TA'DIL ( DALAM MENJAGA KEMURNIAN DAKWAH SALAFIYAH) #Info #Dauroh #Al-Imam #Ngapak6 #Kalibagor ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📡 Join & Share : https://t.me/posterdakwahpwkt

  • 7 авг.1 1456

    SIKAP PERTENGAHAN AHLUS SUNNAH TERHADAP ULAMA •••• Syaikh Abdus Salam As-Suhaimi hafizhahullah berkata, "Diantara tanda manhaj Ahlus Sunnah adalah mengetahui kedudukan para ulama, menempatkan mereka sesuai dengan kedudukan mereka, menjaga kehormatan mereka, serta mengambil manfaat dari ilmu mereka, dengan tetap meyakini bahwa mereka tidak ma'shum. Jadi tidak ada seorangpun setelah Rasulullah ﷺ kecuali ucapannya bisa diterima dan bisa pula ditolak. Termasuk kezhaliman adalah menjadikan ketergelinciran seorang ulama —jika telah terjadi— sebagai alasan untuk menjatuhkannya, memperingatkan umat darinya secara mutlak, atau menuduhnya sebagai ahli bidah, Murji'ah, atau sesat tanpa bukti yang jelas. Karena hal ini termasuk sebab terpecahnya barisan kaum muslimin, melemahkan wibawa ilmu, serta membuka pintu bagi pengikut hawa nafsu dan orang-orang bodoh untuk tampil memimpin. Di sisi lain, sesungguhnya menjaga kedudukan para ulama bukan berarti diam terhadap kesalahan. Tetapi kesalahan harus dibantah dengan ilmu, keadilan, dan adab, serta dilakukan oleh orang yang memang memiliki kapasitas untuk itu, jauh dari sikap mencemarkan nama baik, membesar-besarkan persoalan, dan menghasut masyarakat awam. Maka hendaknya seorang penuntut ilmu berpegang teguh kepada bimbingan para ulama besar, berbaik sangka kepada mereka, berusaha mencari udzur bagi mereka, serta membantah kesalahan mereka dengan dalil syariat, sambil tetap menjaga kedudukan dan kehormatan mereka, karena sesungguhnya, ini termasuk kesempurnaan sikap adil dan termasuk karakteristik Ahlus Sunnah wal Jamaah." https://t.me/salafysolo/1965

  • قال الشيخ عبد السلام السحيمي حفظه الله: إن من علامات منهج أهل السنة معرفةُ قدر العلماء، وإنزالُهم منازلهم، وحفظُ مكانتهم، والانتفاعُ بعلمهم، مع الاعتراف بأنهم غير معصومين، فما من أحد بعد رسول الله ﷺ إلا ويؤخذ من قوله ويُرد. ومن الظلم أن تُجعل الزلات –إن وقعت– سببًا لإسقاط العالم، أو التحذير منه بإطلاق، أو اتهامه بالبدعة والإرجاء والضلال بغير بينة، فإن هذا من أسباب تمزيق الصف، وإضعاف هيبة العلم، وفتح الباب لأهل الأهواء والجهال ليتصدروا المشهد. وفي المقابل، فإن حفظ مكانة العلماء لا يعني السكوت عن الخطأ، وإنما يُرد الخطأ بعلم وعدل وأدب، ومن أهلٍ لذلك، بعيدًا عن التشهير والتهويل وإثارة العامة. فليحرص طالب العلم على لزوم غرز العلماء الكبار، وحسن الظن بهم، والتماس العذر لهم، ورد ما أخطؤوا فيه بالدليل الشرعي، مع حفظ أقدارهم، فإن هذا من تمام الإنصاف، وهو من سمات أهل السنة والجماعة. 🌐 المصدر: https://x.com/i/status/2084878444391702679

  • 6 авг.1 13114

    BAHAYA KESOMBONGAN •••• 🖋 Syaikh Abdus Salam as-Suhaimi hafizhahullah Hakikat kesombongan adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi ﷺ dalam sabdanya, «الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النًَاسِ» "Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia." Yaitu menolak kebenaran dan meremehkan manusia. Kesombongan adalah salah satu penyebab terbesar yang menghalangi seseorang dari menerima kebenaran. Bahkan dia menjadi akar kesesatan banyak manusia. Tidak ada yang menghalangi Iblis untuk tunduk kepada perintah Allah selain kesombongan, sebagaimana firman Allah Ta'ala, أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِيْنَ. "Dia enggan dan menyombongkan diri, maka jadilah dia termasuk golongan orang-orang kafir." (QS. Al-Baqarah: 34) Orang yang sombong akan terhalang oleh kesombongannya dari menerima kebenaran, walaupun dalil dan buktinya telah nyata baginya. Sebab dia merasa dirinya terlalu tinggi untuk kembali kepada kebenaran atau mengakui kesalahan. Adapun orang yang bodoh, terkadang kebenaran memang belum sampai kepadanya. Namun jika kebenaran telah jelas baginya dan Allah memberinya sikap adil dan lapang dada, niscaya dia akan menerimanya. Karena itulah kesombongan lebih berbahaya dibandingkan kebodohan. Kebodohan bisa dihilangkan dengan belajar, sedangkan kesombongan menghalangi pemiliknya untuk mengambil manfaat dari ilmu sejak awal. Allah Ta'ala berfirman, إِنْ فِيْ صُدُوْرِهِمْ إِلَّا كِبْرٌ مَا هُمْ بِبَالِغِيْهِ. "Tidak ada dalam dada mereka selain kesombongan yang sekali-kali tidak akan mereka capai." (QS. Ghafir: 56) Karena itulah sepantasnya penuntut ilmu secara khusus, dan setiap muslim secara umum untuk berlindung kepada Allah dari sifat sombong, serta selalu bersikap tawadhu' terhadap kebenaran dan menerimanya dari siapapun yang membawanya, karena kembali kepada kebenaran lebih baik dibandingkan terus-menerus dalam kebatilan. Berikut beberapa contoh yang menunjukkan bahwa kesombongan adalah salah satu penghalang terbesar seorang hamba untuk menerima serta tunduk kepada kebenaran. Iblis: Kesombongan menghalanginya untuk menaati perintah Allah agar sujud kepada Adam. Dia berkata, "Aku lebih baik darinya." Maka dia pun menyombongkan diri dan termasuk golongan orang-orang kafir. Fir'aun: Kesombongan mendorongnya menolak dakwah Nabi Musa 'alaihissalam, padahal dia mengetahui kebenaran mukjizat-mukjizat yang dibawa Musa. Allah Ta'ala berfirman, وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا. "Mereka mengingkarinya, padahal hati mereka meyakini kebenarannya, karena kezhaliman dan kesombongan." (QS. An-Naml: 14) Abu Jahal dan para pembesar Quraisy: Banyak diantara mereka mengetahui kejujuran Nabi ﷺ, tetapi kesombongan dan kecintaan kepada kedudukan menghalangi mereka untuk mengikuti beliau. Allah Ta'ala berfirman, أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ. "Ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu." Dan firman-Nya, فَإِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُوْنَكَ وَلَٰكِنَّ الظَّالِمِيْنَ بِآيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُوْنَ. "Sesungguhnya mereka tidak mendustakan engkau, tetapi orang-orang zhalim itu mengingkari ayat-ayat Allah." (QS. Al-An'am: 33) Orang-orang Yahudi yang mengenal Nabi ﷺ: Mereka mengenal sifat-sifat beliau sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Tetapi sebagian mereka terdorong dengki dan kesombongan sehingga enggan beriman kepada beliau. Allah Ta'ala berfirman, الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُوْنَ أَبْنَاءَهُمْ. "Orang-orang yang telah Kami beri Kitab mengenalnya sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka sendiri." (QS. Al-Baqarah: 146) Kaum 'Ad: Mereka menyombongkan diri di muka bumi dan menolak dakwah Nabi Hud 'alaihis salam. Allah Ta'ala berfirman, فَأَمَّا عَادٌ فَاسْتَكْبَرُوْا فِيْ الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ. "Adapun kaum 'Ad, mereka menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar." (QS. Fushshilat: 15) Karena itulah para ulama salaf selalu berpesan agar seseorang selalu bersikap tawadhu' terhadap kebenaran dan menerimanya dari siapapun yang membawanya, baik yang muda maupun yang tua. https://t.me/salafysolo/1962

  • خطر الكبر حقيقة الكِبْر هو ما فسره النبي صلى الله عليه وسلم بقوله: «الكِبْر بَطَرُ الحقِّ وغَمْطُ الناس»؛ أي ردُّ الحق واحتقار الناس. فالكِبْر من أعظم أسباب الصدِّ عن الحق، وهو أصلٌ في ضلال كثيرٍ من الناس؛ إذ لم يمنع إبليس من الانقياد لأمر الله إلا الكِبْر، كما قال تعالى: ﴿أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ﴾ والمتكبِّر يحول كِبْرُه بينه وبين قبول الحق، ولو ظهر له بدليله وبرهانه؛ لأنه يرى نفسه فوق أن يرجع أو يعترف بالخطأ. أما الجاهل فقد يخفى عليه الحق، فإذا تبيَّن له ورزقه الله الإنصاف قبله. ولهذا كان الكِبْر أخطر من مجرد الجهل؛ لأن الجهل يُزال بالتعلُّم، أما الكِبْر فيمنع صاحبه من الانتفاع بالعلم أصلًا. قال تعالى: ﴿إِنْ فِي صُدُورِهِمْ إِلَّا كِبْرٌ مَا هُمْ بِبَالِغِيهِ﴾ [غافر: 56] فحريٌّ بطالب العلم خاصة، وبالمسلم عامة، أن يتعوذ بالله من الكِبْر، وأن يلزم التواضع للحق، ويقبله ممن جاء به؛ فإن الرجوع إلى الحق خيرٌ من التمادي في الباطل. وهنا امثلة تدل على أن الكِبْر من أعظم الحجب التي تحول بين العبد وبين قبول الحق والانقياد له. إبليس: منعه الكِبْر من طاعة أمر الله بالسجود لآدم، فقال: ﴿أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ﴾، فاستكبر وكان من الكافرين. فرعون: حمله الكِبْر على ردِّ دعوة موسى عليه السلام، مع علمه بصدق الآيات، قال تعالى: ﴿وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا﴾ أبو جهل وكبراء قريش: عرف كثير منهم صدق النبي ﷺ، لكن منعهم الكِبْر وحبُّ الرياسة من اتباعه، كما قال تعالى: ﴿أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ﴾ وقال: ﴿فَإِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلَٰكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ﴾ اليهود الذين عرفوا النبي ﷺ: عرفوا صفته كما يعرفون أبناءهم، لكن حمل بعضهم الحسد والاستكبار على عدم الإيمان به، قال تعالى: ﴿الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ﴾. قوم عاد: استكبروا في الأرض وردوا دعوة نبيهم هود عليه السلام، قال تعالى: ﴿فَأَمَّا عَادٌ فَاسْتَكْبَرُوا فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ﴾ ولذلك كان السلف يوصون بلزوم التواضع للحق، وقبوله ممن جاء به، صغيرًا كان أو كبيرًا. 🌐 المصدر: https://x.com/i/status/2084623291973513705

  • 31 июл.5203из fawaidsolo

    ┏📡📚 TERMASUK MADZHAB YANG RUSAK ADALAH FANATISME DAN MENOLAK KEBENARAN https://t.me/fawaidsolo https://whatsapp.com/channel/0029VaExOnYKLaHrlawpdK3t 📚📡┛

  • 28 июл.1 69324

    APA PERBEDAAN ANTARA AKIDAH DAN MANHAJ? •••• 🎙️ Syaikh Ubaid al-Jabiri rahimahullah Pertanyaan: Apa perbedaan antara akidah dan manhaj, apakah diantara keduanya ada hubungan khusus dan umum, atau tidak? Jawaban: Akidah adalah apa yang engkau yakini sebagai bentuk menjalankan agama tentang Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan takdir yang baik maupun yang buruk, serta apa yang mengikutinya berupa pembenaran terhadap berita dari Allah dan berita dari Rasulullah ﷺ tentang hal-hal yang telah lalu dan yang akan datang. Termasuk diantaranya adalah kenikmatan di alam kubur dan adzabnya, telaga Nabi ﷺ, timbangan amal, dan selainnya. Inilah akidah. Demikian pula yang mengikuti hal itu adalah menempatkan para wali dan orang-orang shalih —yang merupakan wali-wali Allah, orang-orang yang bertakwa kepada Allah, dan pengikut Sunnah, serta imam-imam mereka dari kalangan shahabat Nabi ﷺ dan Ahlul Bait secara khusus, serta para imam dari kalangan tabi'in dan orang-orang setelah mereka, yaitu menempatkan mereka sesuai kedudukan mereka tanpa berlebihan, tanpa melampaui batas dan tanpa mengurangi hak mereka, serta mencintai dan membela mereka secara tulus karena Allah. Adapun manhaj adalah jalan yang ditempuh seseorang dalam mengajak manusia kepada Allah, dan landasannya adalah al-Qur'an dan Sunnah berdasarkan pemahaman Salafus Shalih. Ketahuilah bahwa akidah dan manhaj adalah dua hal yang saling berkaitan erat; akidah dan manhaj tidak dapat dipisahkan. Betapa bagusnya apa yang dikatakan oleh al-Barbahari, "Sungguh Islam adalah Sunnah, dan Sunnah adalah Islam." Akidah dan manhaj tidak akan rusak salah satunya kecuali karena adanya kerusakan pada yang lainnya. Khawarij ketika manhaj mereka rusak, mereka mengkafirkan pelaku dosa besar dan menghukumi pelaku dosa besar di dunia sebagai orang kafir yang halal darah dan hartanya. Hingga hal ini menyeret mereka untuk menawan wanita dan anak-anak, karena rusaknya dalam akidah mereka. Mereka mendustakan dalil-dalil yang shahih dan tetap dari Nabi ﷺ yang menyatakan bahwa kemaksiatan tidak mencabut iman secara keseluruhan, tetapi hanya mengurangi kesempurnaannya. Oleh karena inilah di samping hal tersebut, mereka juga melakukan pendustaan lainnya; mereka menghukumi pelaku dosa besar jika mati akan kekal selamanya di neraka. Sedangkan Mu'tazilah mengatakan bahwa dia berada diantara dua kedudukan, bukan mu'min dan bukan pula kafir, menyelisihi apa yang dalil-dalil dari ayat al-Qur'an dan Sunnah yang shahih dari Nabi ﷺ, dan mereka menyetujui Khawarij tentang orang yang mati dalam keadaan membawa dosa besar. Dan seterusnya. Adapun Murji'ah ekstrem, yaitu mereka yang mengatakan bahwa iman hanyalah sebatas pembenaran dalam hati, atau mengatakan iman hanyalah ucapan, atau pembenaran beserta ucapan, kesimpulan dari akidah mereka –bahkan mereka menetapkannya– adalah: dosa tidak berdampak buruk pada iman, sebagaimana ketaatan tidak berguna jika disertai kekafiran. Perhatikanlah kontradiksi ini: "Ketaatan tidak berguna jika disertai kekafiran" adalah ucapan yang benar. Namun hal yang disamakan rusak, yaitu ucapan: "Dosa tidak berdampak buruk pada iman." Jadi menurut mereka sama antara pemabuk, pezina, dan pelaku maksiat dengan orang yang baik, bertakwa, shalih, dan jalannya lurus. Ini adalah kerusakan dalam akidah sekaligus kerusakan dalam manhaj. Maka mereka saling mencintai dan memusuhi berdasarkan akidah yang rusak ini. Sedangkan Ahlus Sunnah tidak saling mencintai dan memusuhi kecuali karena Allah. Jadi jangan tertipu oleh ungkapan-ungkapan yang menyimpang dan cabang-cabang jalan yang menyesatkan. Akidah dan manhaj merupakan jalan dakwah menuju Islam yang bersih dari noda kekafiran, noda bid'ah, dan maksiat Manhaj yang benar tidak akan pernah bertentangan dengan akidah yang benar. Jadi Islam atau mendakwahkan Islam di atas manhaj Rasulullah ﷺ, berdiri di atas akidah yang benar dan manhaj yang lurus dan benar. 🌐 Sumber: https://youtu.be/zCPcxnqjRC4?si=zfgTCt4I0-MX4Ib0 https://t.me/salafysolo

  • 27 июл.5621из ahlussunnah_sorong

    ANTARA MANISNYA DALIL DAN LIMBAH FANATISME: MEMBEDAH MENTALITAS TAKLID Diantara sunnatullah yang paling mendalam pada makhluk-Nya adalah bahwa setiap tabiat akan cenderung memilih sesuatu yang serupa dengannya. Jiwa yang bersih akan mencari kebenaran dan cahaya, sedangkan jiwa yang sakit membenci cahaya dan merasa nyaman dengan kegelapan. Inilah yang tampak pada berbagai fitnah dakwah di masa kini; kita mendapati akal-akal yang fanatik, yang dalam cara berpikirnya menyerupai "lalat". Mereka tidak meyakini bahwa kebenaran berada bersama dalil dan penjelasan, sebagaimana lalat pun tidak meyakini bahwa madu lebih baik dibandingkan kotoran. Sesungguhnya keengganan para fanatikus ini untuk menelaah bantahan-bantahan ilmiah yang terdokumentasi dari Syaikh Nizar bin Hasyim, sementara mereka justru menikmati ocehan-ocahan Shalah Kantusy, Ahmad Badkhan, dan Syakib si Gila, disebabkan oleh beberapa faktor utama: 1. Ketika seorang yang fanatik lebih mengedepankan perasaan dan hawa nafsunya atas dalil, serta membenarkan sikap berubah-ubah ala politik demi menyembunyikan fatwa para ulama besar –sebagaimana dilakukan oleh para dai di Aden untuk menyenangkan Dewan Transisi Selatan– maka Allah menghukumnya dengan rusaknya mata hati. Akibatnya, dia memandang kontradiksi dan ketidakjelasan sebagai "hikmah dan kematangan", sedangkan menyuarakan kebenaran secara terang-terangan serta berpegang teguh kepada atsar dia anggap sebagai "kecerobohan dan kebodohan." 2. Lalat tidak membangun sarang seperti lebah, tetapi hanya beterbangan sambil mengganggu dan merusak buah-buahan. Demikian pula para fanatikus ini. Ketika disodori dalil-dalil dan bukti-bukti syar'i tentang kesalahan Dr. Al-Bukhari atau Arafat, mereka tidak mampu memberikan jawaban ilmiah. Sebaliknya, mereka segera melontarkan caci maki yang sudah disiapkan, atau melarikan diri dengan cara memblokir (blokir akun), karena struktur cara berpikir mereka terlalu rapuh untuk mampu berdiri menghadapi kokohnya hujjah dan bukti. 3. Para fanatikus ini berusaha menjadikan figur-figur tertentu sebagai tolok ukur loyalitas. Siapa saja yang tidak sejalan dengan mereka dalam mengagungkan figur-figur tersebut yang tidak mampu menghadirkan hujjah itu akan langsung divonis sebagai ahli bid'ah. Cara itu ditempuh untuk melegitimasi "teror intelektual" dan memecah belah barisan pemuda Salafi. Metode seperti ini bertujuan menanamkan budaya "menciptakan ujian-ujian semu dan menguji manusia dengan figur-figur tertentu" untuk mengintimidasi orang-orang yang menuntut hujjah ilmiah, alih-alih menegakkan kebenaran. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan. Ditulis oleh Hauraz Al-Kurdi, Ahad, 26 Juli 2026 M, bertepatan dengan 11 Safar 1448 .

  • 26 июл.3635из kajianislamsambon

    📢AUDIO REKAMAN DAURAH KARTASURA Sesi 2 💽 TEMA: TAHDZIR MANHAJ AHLUSSUNNAH YANG DITAHDZIR OLEH ORANG-ORANG BERPENYAKIT 🎙Pemateri: Al Ustaz Muhammad Afifuddin As-Sidawi hafizhahullah Sumber: @forumiman

  • 26 июл.4155из kajianislamsambon

    📢AUDIO REKAMAN DAURAH KARTASURA Sesi 1 💽 TEMA: TAHDZIR MANHAJ AHLUSSUNNAH YANG DITAHDZIR OLEH ORANG-ORANG BERPENYAKIT 🎙Pemateri: Al Ustaz Muhammad Afifuddin As-Sidawi hafizhahullah Sumber: @forumiman

  • 25 июл.4057из kajianislamsambon

    📢AUDIO REKAMAN DAURAH KARTASURA Sesi 2 💽 TEMA: DAHSYATNYA FITNAH PERTEMANAN 🎙Pemateri: Al Ustaz Muhammad Afifuddin As-Sidawi hafizhahullah Sumber: @forumiman

  • 25 июл.4857из kajianislamsambon

    📢AUDIO REKAMAN DAURAH KARTASURA Sesi 1 💽 TEMA: DAHSYATNYA FITNAH PERTEMANAN 🎙Pemateri: Al Ustaz Muhammad Afifuddin As-Sidawi hafizhahullah Sumber: @forumiman

  • 25 июл.5541из fawaidsolo

    https://forumiman.radioislam.my.id:11108/index.html?sid=1

  • 25 июл.4884из fawaidsolo

    BOLEHKAH WANITA BELAJAR DI PONPES DI LUAR DAERAHNYA? ======== 🎙️ Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah Pertanyaan: Bolehkah bagi seorang wanita untuk belajar ilmu syar'i di salah satu ma'had (ponpes) untuk anak-anak perempuan yang letaknya jauh kotanya, dia melakukan safar bersama mahramhya, tinggal di asrama murid-murid perempuan, lalu sang mahram pulang ke kota asalnya? Jawaban: Jika asrama aman dan dikelola oleh orang-orang yang terpercaya maka tidak masalah. Adapun jika asrama tidak aman maka tidak boleh. Walaupun boleh harus diperhatikan juga bagi seseorang untuk memperhatikan keadaan wanita tersebut. Misalnya dengan pergi ke tempat belajarnya sepekan sekali agar dia bisa melihat dan mengetahui keadaannya, karena engkau tahu manusia sekarang ini tidak bisa dipercaya sebagaimana mestinya. »Channel Telegram || https://t.me/fawaidsolo/28962 ☆☆☆☆☆☆☆☆

  • 24 июл.1 4403

    BENARKAH TIDAK BOLEH MEMBANTAH KESALAHAN SEORANG ULAMA KECUALI ULAMA YANG SEMISALNYA? •••• 🎙️Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah Pertanyaan: Sebagian dai menyebutkan bahwa seorang ulama tidak boleh ada yang membantah kesalahannya kecuali seorang ulama yang semisal dengannya, karena para penuntut ilmu pemula bisa jadi mereka mengkritik sebuah ucapan ulama dan perbuatannya tersebut termasuk apa yang disebutkan dalam sebuah syair: وَكَمْ مِنْ عَائِبٍ قَوْلاً صَحِيْحاً *** وَآفَتُهُ مِنَ الفَهمِ السَقِيْمِ Betapa banyak orang yang mencela ucapan yang benar Padahal masalahnya karena pemahaman yang rusak Jawaban: Saya pernah menjawab pertanyaan seperti ini. Jika seseorang memiliki ilmu, mengerti bagaimana cara membantah, mengerti bagaimana mendiaknosa kesalahan dan mengerti bagaimana cara membantahnya, dan juga mengerti cara membantah dengan hikmah, dengan bijak, dan dengan pemaparan yang baik, maka tidak masalah hal itu. 🌐 Sumber: https://youtu.be/HFhG1ejaOFQ?si=kHKiZ0UPxxiRN0ki https://t.me/salafysolo

  • 23 июл.1 75112

    BOLEHKAH MENGAJARKAN AKIDAH DI MASJID AHLI BID'AH TANPA MENJELASKAN BID'AH MEREKA? •••• 🎙 Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah Pertanyaan: Ada seorang penanya dari luar negeri ini yang bertanya, "Apa hukum mengajar di masjid-masjid milik ahli bid'ah, mengajarkan akidah, tetapi tanpa menjelaskan bid'ah-bid'ah yang ada pada mereka?" Jawaban: Hal ini tidak boleh, karena dengan demikian engkau menyetujui bid'ah tersebut. Jika engkau mendiamkannya, maka itu berarti engkau meridhainya dan mengakuinya. Bid'ah-bid'ah itu harus diingkari dan memperingatkan darinya. 🌐 Sumber: https://youtu.be/D3UTskZkDA8?si=dBQWUJ40MWI5lRAD https://t.me/salafysolo

SALAFY SOLO — tgindex