Warisan Salaf
СтатистикаWarisan Salaf ميراث السلف Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah Admin Abdurrahman Rauf Almaidany 085276328934 (Tegur Sapa)
- Последний пост
- 10 авг.
- Последнее чтение
- 15 авг.
- Постов за неделю
- 1
- Всего постов
- 76
- Тип
- открытый
- Язык
- und
- Категория
- Религия (по похожим)
- В каталоге с
- 13 авг.
- 1/24сутки в ленте
- 453
- 1/48двое суток
- 519
- 1/72трое суток
- 559
Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.
Посты
🕌 TATA CARA SHALAT BAGI ORANG YANG SAKIT ▫️ Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata, Bagaimana Orang Sakit Melaksanakan Shalat? 1️⃣ Orang yang sakit wajib melaksanakan shalat fardhu dengan berdiri, meskipun dengan membungkuk atau bersandar pada dinding atau tongkat yang ia perlukan untuk bersandar. 2️⃣ Jika ia tidak mampu berdiri, maka ia shalat sambil duduk. Yang lebih utama adalah duduk bersila pada posisi berdiri dan rukuk. 3️⃣ Jika ia tidak mampu shalat sambil duduk, maka ia shalat dengan berbaring ke samping menghadap kiblat, dan berbaring ke sisi kanan lebih utama. ▫️ Jika ia tidak mampu menghadap kiblat, maka ia shalat menghadap ke arah mana pun ia berada, dan shalatnya sah serta tidak perlu mengulanginya. 4️⃣ Jika ia tidak mampu shalat dengan berbaring ke samping, maka ia shalat dengan terlentang dan kedua kakinya menghadap kiblat. Yang lebih utama adalah mengangkat kepalanya sedikit agar menghadap kiblat. ▫️ Jika ia tidak mampu mengarahkan kedua kakinya ke kiblat, maka ia shalat menghadap ke arah mana pun ia berada dan tidak perlu mengulanginya. 5️⃣ Orang yang sakit wajib melakukan rukuk dan sujud dalam shalatnya. ▫️ Jika ia tidak mampu, maka ia memberi isyarat dengan kepalanya untuk keduanya, dan menjadikan isyarat sujud lebih rendah daripada rukuk. Jika ia mampu melakukan rukuk tetapi tidak mampu sujud, maka ia rukuk ketika rukuk dan memberi isyarat untuk sujud. Jika ia mampu sujud tetapi tidak mampu rukuk, maka ia sujud ketika sujud dan memberi isyarat untuk rukuk. 6️⃣ Jika ia tidak mampu memberi isyarat dengan kepala untuk rukuk dan sujud, maka ia memberi isyarat dengan matanya. Ia memejamkan mata sedikit untuk rukuk dan memejamkannya lebih kuat untuk sujud. ▫️ Adapun memberi isyarat dengan jari sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian orang sakit, maka hal itu tidak benar. Saya tidak mengetahui adanya dasar tentang hal tersebut dari Al-Qur'an dan As-Sunnah maupun dari perkataan para ulama. 7️⃣ Jika ia tidak mampu memberi isyarat dengan kepala dan tidak pula dengan mata, maka ia shalat dengan hatinya. Ia bertakbir, membaca, dan meniatkan rukuk, sujud, berdiri, dan duduk dengan hatinya. Dan setiap orang mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. 8️⃣ Orang yang sakit wajib melaksanakan setiap shalat pada waktunya dan melakukan segala sesuatu yang wajib dalam shalat yang ia mampu melakukannya. ▫️ Jika terasa berat baginya untuk melaksanakan setiap shalat pada waktunya, maka ia boleh menjamak antara Zuhur dan Asar, serta antara Magrib dan Isya. Boleh dengan jamak taqdim, yaitu mendahulukan Asar ke waktu Zuhur dan Isya ke waktu Magrib, atau dengan jamak takhir, yaitu mengakhirkan Zuhur ke waktu Asar dan Magrib ke waktu Isya, sesuai dengan yang lebih mudah baginya. Adapun Subuh, tidak boleh dijamak dengan shalat sebelumnya maupun sesudahnya. 9️⃣ Jika orang yang sakit sedang dalam perjalanan dan menjalani pengobatan di luar daerahnya, maka ia mengqashar shalat yang empat rakaat. Ia melaksanakan Zuhur, Asar, dan Isya masing-masing dua rakaat hingga kembali ke daerahnya, baik masa perjalanannya lama maupun singkat. 📘 Risalah fil Wudhu' wal Ghusl Was Shalah 〰️〰️➰〰️〰️ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah 💡 Telegram: https://t.me/warisansalaf 🔌 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26 🔦 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
🕌 BAGAIMANA CARA BERSUCI DAN SALAT BAGI ORANG YANG SAKIT 1️⃣ Orang sakit wajib bersuci dengan air. Ia berwudu dari hadas kecil dan mandi dari hadas besar. 2️⃣ Jika ia tidak mampu bersuci dengan air karena tidak mampu, khawatir penyakitnya bertambah parah, atau khawatir kesembuhannya menjadi lebih lama, maka ia bertayamum. 3️⃣ Tata cara tayamum adalah memukulkan kedua tangannya sekali ke tanah yang suci, lalu mengusap seluruh wajah dengan keduanya, kemudian mengusap kedua telapak tangannya satu sama lain. 4️⃣ Jika ia tidak mampu bersuci sendiri, maka orang lain yang mewudukan atau mentayamumkannya. 5️⃣ Jika pada sebagian anggota tubuh yang harus disucikan terdapat luka, maka ia mencucinya dengan air. Jika mencucinya dengan air membahayakan luka, maka ia mengusapnya; yaitu membasahi tangannya dengan air lalu mengusapkannya pada luka. Jika mengusapnya juga membahayakan, maka ia bertayamum sebagai gantinya. 6️⃣ Jika pada sebagian anggota tubuhnya terdapat tulang yang patah dan dibalut dengan kain atau gips, maka ia mengusap balutan tersebut dengan air sebagai pengganti mencucinya dan tidak perlu bertayamum, karena mengusap merupakan pengganti mencuci. 7️⃣ Boleh bertayamum pada dinding atau benda suci lainnya yang memiliki debu. Jika dinding tersebut dilapisi sesuatu yang bukan dari jenis tanah, seperti cat, maka tidak boleh bertayamum padanya kecuali jika terdapat debu. 8️⃣ Jika tidak memungkinkan bertayamum pada tanah, dinding, atau benda lain yang memiliki debu, maka tidak mengapa tanah diletakkan di dalam wadah atau sapu tangan, lalu ia bertayamum darinya. 9️⃣ Jika ia bertayamum untuk suatu salat dan wudunya masih tetap sampai masuk waktu salat berikutnya, maka ia salat dengan tayamum yang pertama dan tidak perlu mengulangi tayamum untuk salat kedua, karena kesuciannya belum batal dan tidak mendapati sesuatu yang membatalkannya. 🔟 Orang sakit wajib membersihkan tubuhnya dari najis. Jika ia tidak mampu, maka ia salat dalam keadaan tersebut. Salatnya sah dan tidak perlu mengulanginya. 1️⃣1️⃣ Orang sakit wajib salat dengan pakaian yang suci. Jika pakaiannya terkena najis, ia wajib mencucinya atau menggantinya dengan pakaian yang suci. Jika tidak memungkinkan, maka ia salat dalam keadaan tersebut. Salatnya sah dan tidak perlu mengulanginya. 1️⃣2️⃣ Orang sakit wajib salat di tempat yang suci. Jika tempatnya terkena najis, ia wajib mencucinya, menggantinya dengan tempat yang suci, atau membentangkan sesuatu yang suci di atasnya. Jika tidak memungkinkan, maka ia salat dalam keadaan tersebut. Salatnya sah dan tidak perlu mengulanginya. 1️⃣3️⃣ Orang sakit tidak boleh menunda salat hingga keluar waktunya karena tidak mampu bersuci. Namun, ia bersuci semampunya, kemudian melaksanakan salat pada waktunya, meskipun pada tubuh, pakaian, atau tempatnya terdapat najis yang tidak mampu ia hilangkan. 📘 Risalah fil Wudhu' wal Ghusl Was Shalah 〰️〰️➰〰️〰️ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah 💡 Telegram: https://t.me/warisansalaf 🔌 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26 🔦 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
TATA CARA SHALAT 2️⃣ ▫️▫️▫️▫️ 1️⃣3️⃣ Kemudian sujud dengan penuh khusyuk kepada Allah pada sujud pertama. Ketika turun sujud mengucapkan: "Allahu Akbar." ▫️ Ia bersujud di atas tujuh anggota tubuh: dahi beserta hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung kedua kaki. ▫️ Ia menjauhkan kedua lengannya dari kedua lambungnya. ▫️ Tidak membentangkan kedua lengannya di atas tanah ▫️ Dan mengarahkan ujung jari-jarinya ke arah kiblat. 1️⃣4️⃣ Ketika sujud membaca: سبحان ربي الأعلى "Subhaana Rabbiyal A'laa" sebanyak tiga kali. ▫️ Jika ditambah: سبحانك اللهم ربنا وبحمدك، اللهم اغفر لي "Subhaanakallahumma Rabbanaa wa bihamdika, Allahummaghfir lii," maka itu baik. 1️⃣5️⃣ Kemudian mengangkat kepala dari sujud sambil mengucapkan: "Allahu Akbar." 1️⃣6️⃣ Kemudian duduk di antara dua sujud di atas kaki kirinya, menegakkan kaki kanannya, meletakkan tangan kanan di ujung paha kanan dekat lutut, menggenggam jari kelingking dan jari manis, mengangkat jari telunjuk serta menggerakkannya ketika berdoa, mempertemukan ujung ibu jari dengan ujung jari tengah seperti membentuk lingkaran, dan meletakkan tangan kirinya dengan jari-jari terbuka di atas ujung paha kiri dekat lutut. 1️⃣7️⃣ Ketika duduk di antara dua sujud membaca: رب اغفر لي وارحمني واهدني وارزقني واجبرني وعافني "Rabbighfir lii warhamnii wahdinii warzuqnii wajburnii wa 'aafinii." 1️⃣8️⃣ Kemudian sujud kedua dengan penuh khusyuk sebagaimana sujud pertama dalam ucapan dan perbuatannya, serta bertakbir ketika turun sujud. 1️⃣9️⃣ Kemudian bangkit dari sujud kedua sambil mengucapkan: "Allahu Akbar," ▫️ lalu mengerjakan rakaat kedua sebagaimana rakaat pertama dalam ucapan dan perbuatan, hanya saja tidak membaca doa istiftah. 2️⃣0️⃣ Kemudian duduk setelah selesai rakaat kedua sambil mengucapkan: "Allahu Akbar," dan duduk sebagaimana duduk di antara dua sujud. 2️⃣1️⃣ Kemudian membaca tasyahud pada duduk tersebut: "Attahiyyaatu lillaahi wash shalawaatu wath thayyibaat. Assalaamu 'alaika ayyuhan Nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh. Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluh. Allahumma shalli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad, kamaa shallaita 'alaa Ibraahiima wa 'alaa aali Ibraahiim innaka Hamiidum Majiid. Wa baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa baarakta 'alaa Ibraahiima wa 'alaa aali Ibraahiim innaka Hamiidum Majiid." ▫️ Kemudian membaca: "A'uudzu billaahi min 'adzaabi Jahannam, wa min 'adzaabil qabr, wa min fitnatil mahyaa wal mamaat, wa min fitnatil Masiihid Dajjaal." ▫️ Setelah itu berdoa kepada Rabbnya dengan doa apa saja yang ia sukai dari kebaikan dunia dan akhirat. 2️⃣2️⃣ Kemudian mengucapkan salam ke sebelah kanan: السلام عليكم ورحمة الله "Assalaamu 'alaikum wa rahmatullaah," dan ke sebelah kiri dengan ucapan yang sama. 2️⃣3️⃣ Jika shalatnya tiga atau empat rakaat, maka ia berhenti pada tasyahud pertama sampai ucapan: أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمداً عبده ورسوله "Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluh." 2️⃣4️⃣ Kemudian bangkit berdiri sambil mengucapkan: "Allahu Akbar," dan mengangkat kedua tangan sejajar dengan kedua bahunya. 2️⃣5️⃣ Kemudian menyempurnakan sisa shalatnya seperti rakaat kedua, hanya saja cukup membaca Surah Al-Fatihah. 2️⃣6️⃣ Kemudian duduk tawarruk, yaitu menegakkan kaki kanan, mengeluarkan kaki kiri dari bawah betis kanan, mendudukkan pantat di atas lantai, dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua pahanya sebagaimana pada tasyahud pertama. 2️⃣7️⃣ Kemudian membaca tasyahud secara lengkap pada duduk tersebut. 2️⃣8️⃣ Kemudian mengucapkan salam ke sebelah kanan: "Assalaamu 'alaikum wa rahmatullaah," dan ke sebelah kiri dengan ucapan yang sama. 📘 Risalah fil Wudhu' wal Ghusl Was Shalah 〰️〰️➰〰️〰️ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah 💡 Telegram: https://t.me/warisansalaf 🔌 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26 🔦 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
TATA CARA SHALAT 1️⃣ ▫️ Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata, 📋 SHALAT Shalat adalah ibadah yang terdiri dari ucapan dan perbuatan, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Apabila seseorang hendak melaksanakan shalat, maka ia wajib berwudhu jika berhadas kecil, mandi jika berhadas besar, atau bertayamum jika tidak mendapatkan air atau penggunaan air membahayakannya. Ia juga membersihkan badan, pakaian, dan tempat shalatnya dari najis. 📌 Tata Cara Shalat 1️⃣ Menghadap kiblat dengan seluruh badannya tanpa menyimpang atau menoleh. 2️⃣ Kemudian berniat dalam hati untuk shalat yang hendak dikerjakannya tanpa melafalkan niat. 3️⃣ Kemudian bertakbiratul ihram dengan mengucapkan, "Allahu Akbar," sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan kedua bahunya ketika bertakbir. 4️⃣ Kemudian meletakkan telapak tangan kanannya di atas punggung telapak tangan kirinya di atas dadanya. 5️⃣ Kemudian membaca doa istiftah: اللهم باعد بيني وبين خطاياي كما باعدت بين المشرق والمغرب. اللهم نقني من خطاياي كما يُنقى الثوب الأبيض من الدنس. اللهم اغسلني من خطاياي بالماء والثلج والبرد "Allahumma baa'id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa'adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khathaayaaya kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas. Allahummaghsilnii min khathaayaaya bil maa'i wats tsalji wal barad." Atau membaca: سبحانك اللهم وبحمدك، وتبارك اسمك، وتعالى جدك، ولا إله غيرك "Subhaanakallahumma wa bihamdika, wa tabaarakasmuka, wa ta'aalaa jadduka, wa laa ilaaha ghairuk." 6️⃣ Kemudian membaca ta'awudz: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم "A'uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim." 7️⃣ Kemudian membaca basmalah dan membaca Surah Al-Fatihah: {بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (1) الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ (2) الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (3) مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4) إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعِينُ (5) اهْدِنَا الصِّرَاطَ المُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ المَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ (7)} "Bismillaahir Rahmaanir Rahiim. Alhamdu lillaahi Rabbil 'aalamiin. Ar-Rahmaanir Rahiim. Maaliki yaumid diin. Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an'amta 'alaihim ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalliin." Kemudian mengucapkan: "Aamiin," yang berarti: Ya Allah, kabulkanlah. 8️⃣ Kemudian membaca ayat Al-Qur'an yang mudah baginya. Disunnahkan memperpanjang bacaan pada shalat Subuh. 9️⃣ Kemudian rukuk, yaitu membungkukkan punggung sebagai bentuk pengagungan kepada Allah. Ia bertakbir ketika rukuk dan mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua bahunya. Sunnahnya meluruskan punggung, menjadikan kepala sejajar dengannya, serta meletakkan kedua tangan di atas kedua lutut dengan jari-jari direnggangkan. 🔟 Ketika rukuk membaca: سبحان ربي العظيم "Subhaana Rabbiyal 'Azhiim" sebanyak tiga kali. Jika ditambah: سبحانك اللهم وبحمدك اللهم اغفر لي "Subhaanakallahumma wa bihamdika, Allahummaghfir lii," maka itu baik. 1️⃣1️⃣ Kemudian mengangkat kepala dari rukuk sambil mengucapkan: سمع الله لمن حمده "Sami'allahu liman hamidah," dan mengangkat kedua tangan sejajar dengan kedua bahunya. ▫️ Adapun makmum tidak mengucapkan Sami'allahu liman hamidah, tetapi mengucapkan: "Rabbanaa wa lakal hamd." 1️⃣2️⃣ Kemudian membaca setelah berdiri: ربنا ولك الحمد، ملء السموات وملء الأرض وملء ما شئت من شيء بعد "Rabbanaa wa lakal hamd, mil'as samaawaati wa mil'al ardhi wa mil'a maa syi'ta min syai'in ba'd." 📘 Risalah fil Wudhu' wal Ghusl Was Shalah 〰️〰️➰〰️〰️ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah 💡 Telegram: https://t.me/warisansalaf 🔌 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26 🔦 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
TATA CARA WUDHU ▫️ Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata, 📋 Wudhu Wudhu adalah bersuci yang wajib dari hadas kecil, seperti buang air kecil, buang air besar, kentut, tidur nyenyak, dan makan daging unta. 📋 Tata Cara Wudhu 1️⃣ Berniat untuk berwudhu di dalam hati tanpa melafalkan niat, karena Nabi ﷺ tidak pernah melafalkan niat dalam wudhu, shalat, maupun ibadah beliau yang lainnya. Selain itu, Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati, sehingga tidak perlu mengungkapkannya dengan lisan. 2️⃣ Kemudian membaca basmalah dengan mengucapkan, "Bismillah." 3️⃣ Kemudian mencuci kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali. 4️⃣ Kemudian berkumur dan menghirup air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya sebanyak tiga kali. 5️⃣ Kemudian mencuci wajahnya sebanyak tiga kali, dari telinga ke telinga secara melintang, dan dari tempat tumbuh rambut kepala hingga ke bawah janggut secara memanjang. 6️⃣ Kemudian mencuci kedua tangannya sebanyak tiga kali, dari ujung jari hingga siku, dimulai dari tangan kanan kemudian tangan kiri. 7️⃣ Kemudian mengusap kepala satu kali. Ia membasahi kedua tangannya, lalu mengusapkannya dari bagian depan kepala hingga bagian belakang, kemudian mengembalikannya lagi ke bagian depan kepala. 8️⃣ Kemudian mengusap kedua telinganya satu kali. Ia memasukkan kedua jari telunjuknya ke dalam lubang telinga dan mengusap bagian luar kedua telinga dengan kedua ibu jarinya. 9️⃣ Kemudian mencuci kedua kakinya sebanyak tiga kali, dari ujung jari-jari kaki hingga kedua mata kaki, dimulai dari kaki kanan kemudian kaki kiri. 📘 Risalah fil Wudhu' wal Ghusl Was Shalah 〰️〰️➰〰️〰️ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah 💡 Telegram: https://t.me/warisansalaf 🔌 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26 🔦 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
✅ FIKIH MUYASSAR (2️⃣3️⃣): 📘 BAB KEENAM (Mengusap Khuf): 📌 Masalah Kelima: Hal-Hal yang Membatalkan Mengusap Khuf ☑️ Mengusap khuf menjadi batal dengan beberapa perkara berikut: 1️⃣ Terjadi hadats besar yang mewajibkan mandi junub. Hal ini berdasarkan hadits Shafwan bin 'Assal radhiyallahu 'anhu: "Nabi ﷺ memerintahkan kami ketika sedang safar agar tidak melepas khuf kami selama tiga hari tiga malam, kecuali karena junub." 2️⃣ Terbukanya sebagian anggota yang wajib ditutup oleh khuf, yaitu tampaknya sebagian kaki. 3️⃣ Melepas khuf, baik melepas keduanya maupun salah satunya. Menurut pendapat mayoritas ulama, melepas satu khuf hukumnya sama dengan melepas keduanya. 4️⃣ Berakhirnya masa mengusap, karena syariat telah menetapkan batas waktunya, sehingga tidak boleh mengusap setelah masa tersebut berakhir. 📌 Masalah Keenam: Awal Perhitungan Masa Mengusap Masa mengusap dimulai sejak terjadinya hadats setelah memakai khuf. Contohnya: Seseorang berwudhu untuk shalat Subuh. Setelah itu ia memakai khuf. Setelah matahari terbit ia berhadats. Ia baru berwudhu lagi dengan mengusap khuf sebelum shalat Zuhur. Maka awal masa mengusap dihitung sejak ia berhadats setelah matahari terbit, bukan sejak ia mengusap khuf ketika berwudhu menjelang Zuhur. Namun, sebagian ulama berpendapat bahwa masa mengusap dihitung sejak pertama kali mengusap khuf setelah berhadats, yaitu pada contoh di atas dimulai ketika ia berwudhu sebelum shalat Zuhur. 📌 Masalah Ketujuh: Mengusap Perban, Sorban, dan Kerudung Wanita Perban adalah kayu dan semisalnya seperti gips yang diikatkan pada tulang yang patah agar menyatu dan sembuh. Perban tersebut diusap. Demikian pula diusap plester dan balutan yang dipasang pada luka. Semua benda tersebut boleh diusap dengan syarat hanya sebatas kebutuhan. Apabila melebihi batas kebutuhan, maka wajib melepas bagian yang melebihi kebutuhan tersebut. Dan boleh mengusapnya dalam hadats besar maupun hadats kecil. Mengusapnya tidak memiliki batas waktu tertentu, bahkan boleh terus diusap hingga dilepas atau hingga bagian di bawahnya sembuh. Dalilnya adalah bahwa mengusap perban merupakan suatu keadaan darurat, sedangkan keadaan darurat ditentukan sesuai kadar kebutuhannya, dan dalam hal ini tidak ada perbedaan antara hadats besar dan hadats kecil. Demikian pula boleh mengusap sorban, yaitu kain yang dililitkan di kepala. Dalilnya adalah hadits dari Mughirah bin Syu'bah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengusap sorban, ubun-ubun, dan kedua khufnya. Demikian pula hadits bahwa beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mengusap kedua khuf dan khimar, yaitu sorban. Mengusap sorban tidak memiliki batas waktu tertentu. Namun, jika seseorang mengambil jalan kehati-hatian dengan hanya mengusapnya apabila memakainya dalam keadaan suci dan dalam masa yang ditentukan untuk mengusap khuf, maka hal itu adalah baik. 📋 Adapun khimar wanita, yaitu penutup kepala yang dikenakannya, maka yang lebih utama adalah tidak mengusapnya, kecuali apabila ada kesulitan untuk melepasnya, atau karena sakit di kepala atau semisalnya. Jika kepala dilumuri pacar (henna) atau selainnya, maka boleh mengusap di atasnya, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Secara umum, bersuci pada bagian kepala mengandung bentuk kemudahan dan keringanan bagi umat ini. 📘 Al-Fiqhul Muyassar hlm. 26-27 〰️〰️➰〰️〰️ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah 💡 Telegram: https://t.me/warisansalaf 🔌 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26 🔦 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
📌 AKIBAT MEMAHAMI AYAT AL-QUR'AN SEPOTONG-SEPOTONG 📋 Dari Yazid al-Faqir, ia berkata: Aku berkata kepada Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma, "Sesungguhnya kalian, para sahabat Muhammad ﷺ, mengatakan bahwa ada suatu kaum yang akan keluar dari neraka. Padahal Allah Ta'ala berfirman: {يُرِيدُونَ أَنْ يَخْرُجُوا مِنَ النَّارِ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنْهَا} 'Mereka ingin keluar dari neraka, tetapi mereka sekali-kali tidak akan dapat keluar darinya.' (QS. Al-Ma'idah: 37) 🔊 Maka Jabir berkata, "Kalian telah menjadikan ayat yang khusus sebagai ayat yang umum. Bacalah ayat sebelumnya." ✔️ Lalu aku membaca ayat sebelumnya, ternyata ayat tersebut berbicara tentang orang-orang kafir. 📘 Syawahidul Qur'an li Abi Ubaid 82 〰️〰️➰〰️〰️ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah 💡 Telegram: https://t.me/warisansalaf 🔌 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26 🔦 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
✅ PELAJARAN FIKIH (2️⃣1️⃣): ✅ BAB KEENAM: TENTANG MENGUSAP KEDUA KHUF (SEPATU), IMAMAH (SORBAN), DAN GIPS/PERBAN (BAG: 2️⃣) 2️⃣ Masalah Kedua: Syarat-Syarat Mengusap Dua Khuf dan yang Menempati Posisinya ✅ Syarat-syaratnya adalah: ➖1️⃣ Memakainya dalam…
📌 PERANG TABUK 📋 Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah ta'ala berkata, "Sebab terjadinya Perang Tabuk adalah karena telah sampai kepada Rasulullah ﷺ berita bahwa bangsa Romawi sedang mempersiapkan pasukan untuk menyerang kaum Muslimin. Hal itu terjadi pada musim panas, ketika cuaca sangat terik dan buah-buahan sedang masak. Keadaan saat itu benar-benar sangat berat. Jarak yang harus ditempuh sangat jauh, musuh memiliki jumlah pasukan yang besar, cuaca sangat panas, sementara buah-buahan sedang siap dipanen dan masyarakat sangat membutuhkannya. Selain itu, kaum Muslimin juga berada dalam kesulitan ekonomi sehingga mereka tidak memiliki bekal yang cukup untuk mempersiapkan keberangkatan perang. Karena itulah pasukan yang berangkat dalam peperangan ini dinamakan Jaisy al-'Usrah (Pasukan Kesulitan), dan masa itu disebut Sā'ah al-'Usrah (Masa Kesulitan). Utsman radhiyallahu 'anhu menginfakkan hartanya dengan menyiapkan tiga ratus ekor unta lengkap dengan seluruh perlengkapannya. Beliaulah yang membekali Pasukan Kesulitan dengan hartanya sendiri. Ini merupakan salah satu keutamaan beliau yang paling agung. Radhiallahu 'anhu wa ardhoh. Demikian pula para sahabat lainnya turut berpartisipasi dengan menginfakkan harta yang mereka miliki. Mereka bersama-sama mempersiapkan pasukan, lalu berangkat berjihad. Dan Perang Tabuk merupakan peperangan terakhir yang diikuti oleh Rasulullah ﷺ. Kaum Muslimin pun berangkat dengan penuh kesabaran menghadapi berbagai kesulitan. Di tengah mereka ada Rasulullah ﷺ, yang turut merasakan apa yang mereka rasakan berupa beratnya perjalanan, panasnya pasir yang membakar, dan teriknya cuaca. Mereka terus berjalan hingga tiba di Tabuk dan menetap di sana. Ketika musuh mengetahui bahwa kaum Muslimin telah sampai di Tabuk, mereka diliputi rasa takut lalu mundur. Nabi ﷺ tinggal beberapa hari di Tabuk menunggu kedatangan mereka, tetapi mereka menjadi gentar. Allah menanamkan rasa takut ke dalam hati mereka, sehingga kaum Muslimin kembali ke Madinah dalam keadaan selamat dan memperoleh pahala, sedangkan orang-orang munafik mengalami kegagalan dan kehinaan. Dalam peristiwa perang ini Allah menurunkan satu surah secara lengkap, yaitu Surah At-Taubah. Di dalamnya Allah membongkar kedok orang-orang munafik dan memuji kaum mukminin. Demikianlah hikmah Allah Subḥānahu wa Ta'ālā, Dia menguji hamba-hamba-Nya." 📘 I'anatul Mustafid 2/188-189 #Fawaidumum #tabuk 〰️〰️➰〰️〰️ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah 📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf ▫️ Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26 ▪️ Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
⚠️🍃 TAK USAH MEMBELA KEBATILAN ➖➖➖➖ 📝 Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali -semoga Allah menjaga belau- berkata, 🔆 "Allah mewajibkan kita menyampaikan nasehat, beramar ma'ruf dan nahi munkar. ❗️ Tidak diragukan, bahwa menyelisihi apa yang telah Allah terangkan…
💎💢 SUKA MENOLONG, AKHLAK TERPUJI ➖➖➖➖ 📝 Berkata Al Hasan Al Bashri rahimahullah, ' لأن أقضي لمسلم حاجة أحب إلي من أن أصلي ألف ركعة. ' "Terjun memenuhi hajat seorang muslim (yang butuh bantuan), sungguh lebih Aku sukai daripada shalat (walaupun) seribu rakaat."…
🔈💦 KALA NASIHAT TAK LAGI BERMANFAAT ➖➖➖➖ 📝 Berkata Maimun bin Mihran (wafat 117 H) rahimahullah, رجلان لا تَعِظهما؛ ليس تنفعهما العِظَة: ⚠️ Dua jenis orang, tak perlu kau sampaikan nasihat pada keduanya. ❗️ Nasihat apapun, tak akan banyak berpengaruh…
💎🍃 TAK ADA SAHABAT YANG SEMPURNA ➖➖➖➖ 📝 Berkata Al-Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah, من طلب أخاً بلا عيب بقي بلا أخ "Barang siapa yang mencari sahabat tanpa mau ada aib padanya, maka jangan salahkan jika (selamanya) dia tak akan memiliki sahabat." 🌍 Sumber:…
✅💢 BESARNYA HAK SEORANG SUAMI ➖➖➖➖ 📝 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, وَلَيْسَ عَلَى الْمَرْأَةِ بَعْدَ حَقِّ اللَّهِ وَرَسُولِهِ أَوْجَبَ مِنْ حَقِّ الزَّوْجِ؛ حَتَّى قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ {لَوْ كُنْت آمِرًا…
💢⚠️🔆 MENGEKANG LISAN ➖➖➖➖ 📝 Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, وإن العبد ليأتي يوم القيامة بحسنات أمثال الجبال، فيجد لسانه قد هدمها عليه كلها 📛 "Sesungguhnya ada seorang hamba yang datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan sebesar gunung.…
⚠️‼️ MEMINTA KEBUTUHAN KEPADA PENGHUNI KUBUR ➖➖➖➖ 📝 Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata, فمن السفه أن تأتي إلى قبر إنسان صار رميما تدعوه وتعبده، وهو بحاجة إلى دعائك "Di antara bentuk kedunguan adalah engkau mendatangi kubur seseorang…
💢🔻 SUDAHLAH.. MAAFKAN SAJA SAUDARAMU ➖➖➖➖ 📝 Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ 🍃 "Hendaknya mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah kalian suka…
🌻💎 AGAR HATI MENJADI BAIK ➖➖➖➖ 📝 Berkata Al Imam Ahmad bin 'Ashim al-Anthaki (wafat 239 H) rahimahullah, إِذَا طَلَبْتَ صَلَاحَ قَلْبِكَ فَاسْتعِنْ عَلَيْهِ بِحِفْظِ لِسَانِكَ "Jika engkau mendambakan kebaikan hati, maka minta tolonglah kepada Allah dengan…
📛⚠️ MEWASPADAI BANYAKNYA DA'I KESESATAN DI MASA INI ➖➖➖➖ 📝 Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata, دعاة الضلاة في وقتنا الحاضر أكثر من دعاة الهدى فلا يغتر بهم ‼️ "Da'i yang menyerukan kepada kesesatan di masa kita sekarang ini lebih banyak daripada…
🌻🌹 KABAR GEMBIRA BAGI ORANG TUA ➖➖➖➖ 📝 Berkata asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah: ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻭﻟﺪﻙ ﺍﻟﺼﻐﻴﺮ ﻭﻗﻒ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﺒﺮﺍﺩﺓ ( الثلاجة) ﻳﻘﻮﻝ ﻟﻚ ﺃﺭﻳﺪ ﻣﺎﺀ ﻭﺃﺳﻘﻴﺘﻪ ﻭﻫﻮ ﻇﻤﺂﻥ ، ﻓﻘﺪ ﺳﻘﻴﺖ ﻣﺴﻠﻤﺎً ﻋﻠﻰ ﺿﻤﺄ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺴﻘﻴﻚ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻖ ﺍﻟﻤﺨﺘﻮﻡ . "Seandainya…