tgindex
ParsToday Indonesian

ParsToday Indonesian

Статистика
@ParstodayIndonesianРелигияиндонезийский

Parstoday menyajikan narasi berbeda berdasarkan fakta.

Последний пост
14 авг.
Последнее чтение
15 авг.
Постов за неделю
11
Всего постов
227
Тип
открытый
Язык
индонезийский
Категория
Религия (по похожим)
В каталоге с
13 авг.
Подписчики
1 266
−3 за 5 дн.
Сутки
0
0,00%
Неделя
 
Месяц
 
Просмотров на пост
171
40 постов
Вовлечённость
13,5%
к подписчикам
Постов в день
1,6
всего 227
Упоминаний
1
каналов
Охват размещения
оценка
1/24сутки в ленте
130
1/48двое суток
148
1/72трое суток
160

Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.

Посты

  • Markas Besar Operasi Militer Iran: "Tidak ada kapal yang dapat melintasi Selat Hormuz tanpa izin Iran, pihak Amerika menyebarkan informasi palsu." Juru bicara Markas Besar Khatamul Anbiya Ebrahim Zolfaghari menyebut klaim Amerika Seriakt mengenai pelintasan kapal di Selat Hormuz sebagai hal yang keliru dan tidak benar. Ia menegaskan bahwa Selat Hormuz, seperti halnya di masa lalu, berada di bawah pengelolaan dan kendali penuh Republik Islam Iran, serta tidak ada kapal komersial maupun kapal tanker yang dapat melintasi selat ini dengan aman tanpa izin dan pengawasan angkatan bersenjata Iran.

  • Pembicaraan Serius Ghalibaf dan Araghchi Ini Bikin Netizens Penasaran Ketua Parlemen Republik Islam Iran Mohammad Baghir Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Sayid Abbas Araghchi tampak berbincang-bincang serius di sela-sela acara malam peringatan kesyahidan Imam Ridha as di Mashhad, Rabu (12/8/2026) malam. Video yang viral di media sosial di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat itu membuat banyak kalangan, terutama netizens menjadi penasaran tentang apa yang mereka bicarakan.

  • Pesan Kuat Terbaru Iran kepada Amerika Mohsen Rezaei, Komandan I-R—G-C selama Perang Iran-Irak, telah diangkat sebagai sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional. Pengangkatan Rezaei di tengah ketegangan yang hebat antara Tehran dan Washington tidak hanya dipandang sebagai perubahan administratif. Rezaei mulai berperang melawan Shah, yang bersekutu dengan Amerika Serikat, pada usia 17 tahun. Setelah Revolusi Islam, ia menjadi panglima I-R—G-C pada usia 27 tahun dan memimpin pasukan tersebut selama 16 tahun. Rezaei menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa dalam perang yang membuat Saddam yang didukung Amerika dan Soviet bertekuk lutut dan memaksanya mundur. Para analis meyakini bahwa Iran tidak hanya memilih tokoh diplomatik untuk periode ini. Mereka telah mendatangkan seorang komandan dengan pengalaman dalam perang dan intelijen. Pilihan ini dapat menandakan pergeseran Iran dari pengelolaan tekanan menuju pencegahan yang lebih aktif dan kebijakan keamanan yang lebih tegas terhadap Amerika Serikat.

  • 82% Pemilik Talenta Terbaik Iran Memilih Membangun Negara Sendiri Data terbaru dari National Elites Foundation Iran menunjukkan bahwa82% perempuan elit dan 81% laki-laki elit tetap berada di negara tersebut. Di antara para peraih nilai tertinggi dalam ujian masuk universitas, 83% masihtinggal di Iran. Angka-angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar sumber dayamanusia terkemuka Iran mengejar masa depan mereka di dalam negeri. Pemerintah Iran juga telah memperkenalkan program-program baru yangbertujuan untuk mengubah potensi ilmiah ini menjadi peluang kerja yang berhargadan solusi untuk tantangan nasional yang nyata. Ini termasuk merekrut talentaterbaik ke fakultas universitas dan lembaga pemerintah, dan melibatkan mereka dalam perusahaan swasta danproyek-proyek nasional khusus. 🌐 Situs I IG I FB I Telegram Baru

  • Dampak Lingkungan Akibat Ketegangan AS di Selat Hormuz: Ledakan Kapal Tanker Minyak dan Meluasnya Tumpahan Minyak Seluas 390 Kilometer Persegi Sejumlah besar minyak telah mencemari perairan di kawasan menyusul ledakan sebuah kapal tanker minyak, yang akibat provokasi AS, sedang berupaya melintasi Selat Hormuz. Citra satelit memperkirakan luas tumpahan minyak di bagian selatan Teluk Persia mencapai sekitar 390 kilometer persegi, setara dengan separuh luas wilayah Tehran. Sebelumnya, Iran telah menyatakan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kapal-kapal tersebut. Perkembangan ini menunjukkan bahwa ketegangan terkait pelintasan kapal tanker minyak di Selat Hormuz kini telah menimbulkan dampak lingkungan yang serius, di samping dimensi politik dan keamanannya. 🌐 Situs I IG I FB I Telegram Baru

  • Dr. Mohsen Rezaei Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Usia 17 tahun: Pejuang melawan Shah pro-Amerika Usia 25 tahun: Petugas Intelijen IRGC Usia 27 tahun: Panglima IRGC dalam Perang melawan Tentara Baath Irak Usia 46 tahun: Doktor Ekonomi dari Universitas Tehran Usia 67 tahun: Wakil Presiden Iran Urusan Ekonomi Usia 71 tahun: Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran 🌐 Situs I IG I FB I Telegram Baru

  • Nabi Muhammad SAW dalam Pemikiran Ayatullah A al-Udzma Sayid Ali Khamenei Nabi Muhammad SAW tidak pernah melupakan akhlak, cinta dan kasih sayang kepada sesama manusia, serta upaya menegakkan keadilan di antara manusia. Beliau hidup seperti manusia dan bersama masyarakat. 🌐 Situs I IG I FB I Telegram Baru

  • Dua Pejabat AS: Iran memaksa Amerika menembakkan 50 rudal Patriot hanya dalam satu hari 🔹 Dua pejabat Amerika Serikat hari ini mengatakan kepada The New York Times bahwa dalam satu dari lima hari pertempuran dengan Iran, Amerika Seeikat terpaksa menembakkan sekitar 50 rudal Patriot. Setiap rudal tersebut diperkirakan berharga sekitar 4 juta dolar AS. 🔸 The New York Times merujuk pada serangkaian serangan Iran setelah Amerika Serikat melanggar kesepahaman yang telah dicapai. Dalam salah satu serangan tersebut, pada tanggal 17 Juli, serangan terhadap pangkalan AS di Yordania mengakibatkan sedikitnya 3 personel militer AS tewas dan puluhan lainnya terluka. 🔹 Dalam laporan terperinci tersebut, The New York Times menjelaskan bagaimana Iran menyesuaikan taktik perangnya agar mampu menembus sistem pertahanan udara Amerika Serikat. 🌐 Situs I IG I FB I Telegram Baru

  • Scott Ritter: Konfrontasi dengan Iran Dapat Menghancurkan Negara-Negara Arab Teluk Persia yang Rapuh Scott Ritter, seorang pensiunan perwira militer Amerika Serikat, memperingatkan bahwa peningkatan perang terhadap Iran dapat menjerumuskan negara-negara Arab Teluk Persia ke dalam krisis eksistensial. Terlepas dari kekayaan minyak dan gas mereka yang melimpah serta pembelian senjata yang ekstensif, negara-negara ini tetap bergantung pada pendapatan energi dan dukungan militer AS. Ritter percaya bahwa penurunan pendapatan minyak dapat menyebabkan krisis ekonomi yang berujung pada ketidakstabilan politik dan akhirnya keruntuhan beberapa negara ini. 🌐 Situs I IG I FB I Telegram Baru

  • Akankah Iran Memukul Mundur Amerika? Kekuatan rudal Iran dapat secara langsung memengaruhi luasnya kehadiran militer Amerika Serikat di Asia Barat, kata Mearsheimer. Ia secara implisit bertanya: Seberapa jauh Washington bersedia membayar untuk tetap tinggal jika pangkalan regional tidak lagi menjadi tempat yang aman? 🌐 Situs I IG I FB I Telegram Baru

  • Apa Dampak Kesalahan Perhitungan M()ssad Soal Perang dengan Iran bagi Amerika Serikat dan Sekutunya? Perkiraan M()ssad sebelum perang: Iran akan runtuh dalam perang Perkiraan terkini intelijen militer Is#a-el: Posisi Iran menguat dan menguasai Selat Hormuz…

  • Apa Dampak Kesalahan Perhitungan M()ssad Soal Perang dengan Iran bagi Amerika Serikat dan Sekutunya? Perkiraan M()ssad sebelum perang: Iran akan runtuh dalam perang Perkiraan terkini intelijen militer Is#a-el: Posisi Iran menguat dan menguasai Selat Hormuz Posisi goyah sekutu AS di Teluk Persia Kerusakan parah pangkalan dan radar AS Kelemahan pertahanan Is#a-el terungkap Menurut laporan mengenai penilaian intelijen sebelum perang, terdapat perbedaan pendapat yang serius antara M()ssad dan intelijen militer Is#a-el terkait sejauh mana kerentanan Iran. M()ssad meyakini bahwa tekanan militer dapat menciptakan ketidakstabilan bahkan keruntuhan di Iran. Namun, Aman menganggap perkiraan tersebut terlalu optimistis dan kurang didukung oleh bukti yang memadai. Perkembangan pascaperang pun menunjukkan gambaran yang berbeda. Berdasarkan laporan intelijen militer Is#a-el: Iran mampu menjadikan Selat Hormuz sebagai sarana penekan yang lebih signifikan, harga minyak melonjak, stabilitas sekutu AS di Teluk Persia terganggu, dan sejumlah pangkalan AS menjadi sasaran serangan. Pada saat yang sama, Iran memperoleh pemahaman yang lebih akurat mengenai titik-titik sensitif Is#a-el.

  • Pandangan Prancis tentang Amerika Serikat 🔹Presiden Rusia Vladimir Putin: Saya pernah bertanya kepada Jacques Chirac, mantan Presiden Prancis, “Mengapa kepemimpinan Amerika begitu agresif, dan dalam beberapa kasus, begitu picik?” Dia menjawab pertannyaan saya dalam bahasa Rusia, “Karena mereka orang-orang yang tidak berbudaya.” 🌐 Situs  I IG  I FB I Telegram Baru

  • Motif di Balik P3embunuh2n Mengerikan Seorang Pelantun Syair Ahlul Bait Iran P3mbunuh2n sadis terhadap Hamidreza Rajabzadeh, seorang pelantun syair-syair keuatamaan Ahlul Bait as menimbulkan pertanyaan, apakah ini aksi balas dendam berdarah terhadap Iran, atau pesan bagi pihak-pihak yang menentang Amerika Serikat (AS) dan Is#@-el? Selama lebih dari 24 jam, Iran diliputi rasa terkejut dan tidak percaya. Hamidreza Rajabzadeh, seorang vokalis religius yang kerap menyerukan perlawanan terhadap AS dan Isr@3l, tiba-tiba menghilang. Tak seorang pun tahu apa yang menimpanya. Keluarganya secara mendadak menerima sebuah pesan: sebuah video yang memperlihatkan jenazah Hamidreza dalam kondisi disiksa dan dimutilasi. Berdasarkan rekaman video, jantung Hamidreza dikeluarkan dari dada saat ia masih hidup dan sedang disiksa..

  • Iran Berupaya Merekayasa Balik Persenjataan Amerika Serikat 🔹Pesawat-pesawat tak ternilai Amerika Serikat yang berhasil diburu oleh sistem antiudara I/R/G/C buatan dalam negeri kini berada di tangan para ahli Iran untuk direkayasa balik, menurut seorang analis Iran. 🔹Pesawat-pesawat itu berisi rahasia industri militer AS, mulai dari paduan badan pesawat dan kamera hingga mesin, peralatan pemandu, bom, dan rudal canggih. 🌐 Situs  I IG  I FB I Telegram Baru

  • Enam Syarat Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran untuk Pembukaan Kembali Selat Hormuz 🔹Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran mengumumkan bahwa selama Amerika Serikat tidak memperbaiki perilakunya, Selat Hormuz tidak akan dibuka. Perbaikan perilaku berarti: 1. Tidak pernah, dalam bahasa apa pun, mengancam Iran atau menghina hal-hal sakral bangsa ini. 2. Mengakhiri perang dan agresi terhadap Iran dan sekutu Iran di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak untuk selamanya. 3. Mencabut blokade laut dan menarik pasukan militer (laut dan udara) dari sekitar Iran. 4. Membayar penuh ganti rugi atas dua perang agresif dan yang dipaksakan terhadap Iran. 5. Mencabut sanksi-sanksi zalim dan ilegal terhadap bangsa Iran. 6. Membebaskan aset-aset yang dibekukan dan dicuri dari rakyat Iran tanpa syarat. 🌐 Situs  I IG  I FB I Telegram Baru

  • Pada tanggal 7 Agustus 2026, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah di Mekah, Arab Saudi. Perjanjian bersejarah ini menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari ketiga negara tersebut akan dianggap sebagai serangan terhadap semuanya. 🌐 Situs  I IG  I FB I Telegram Baru

  • Pandangan Krisis: Misi 🔹Mereka menggunakan setiap persoalan dunia sebagai alasan untuk melakukan intervensi 🔹Di mana pun terdapat sumber daya, mereka mengklaim hak atasnya 🔹Mereka melabeli bangsa mana pun yang tidak tunduk sebagai ancaman 🔹Apakah ini misi sebenarnya dari para penguasa Barat? 🔹Apakah dunia sedang mendekati akhir dari misi ini? 🔹Bergabunglah bersama kami untuk meninjau fakta-faktanya 🌐 Situs  I IG  I FB I Telegram Baru

  • Muhammad Al-Farah, anggota Biro Politik Ansarullah, Yaman mencuit buat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan: 🔹Bayangkan jika Is#a-el menyerang Turki secara langsung besok? 🔹Di pihak manakah Sanaa akan berdiri, dan di pihak manakah Riyadh? 🌐 Situs  I IG  I FB I Telegram Baru

  • Syarat Tehran untuk Washington: Beri Kompensasi untuk Bernegosiasi! 🔹Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Sayid Abbad Arahchi: Selama pelanggaran Amerika Serikat (AS) terhadap Nota Kesepahaman belum diakhiri dan AS tidak memberikan kompensasi atas pelanggaran itu, menurut kami, tidak ada kemungkinan untuk melanjutkan kembali negosiasi. 🌐 Situs  I IG  I FB I Telegram Baru