tgindex
Последний пост
29 июн.
Последнее чтение
15 авг.
Постов за неделю
0
Всего постов
20
Тип
открытый
Язык
und
В каталоге с
15 авг.
Подписчики
3 052
+5 за 3 дн.
Сутки
+2
+0,07%
Неделя
 
Месяц
 
Просмотров на пост
5 238
20 постов
Вовлечённость
171,6%
к подписчикам
Постов в день
0,0
всего 20
Упоминаний
0
каналов
Охват размещения
оценка
1/24сутки в ленте
1/48двое суток
1/72трое суток

Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.

Посты

  • 29 июн.2 0172

    без подписи

  • 29 июн.2 0122

    без подписи

  • 29 июн.1 9782

    без подписи

  • 29 июн.2 0202512

    [spoiler Obsession] Gue baru berdebat sama temen perkara Sarah di Obsession so that’s that…

  • 29 июн.2 0681

    без подписи

  • 29 июн.2 0892531

    Tbh this is funnier in my head (2)

  • 7 июн.3 5102262

    без подписи

  • 29 окт.8 7453872

    “Gue apply kuliah di sini dan dapet beasiswa,” Ica nyengir, “gue kaget ternyata gue nggak sebego lu di pelajaran?” “Nyebelin banget?!” Ica ketawa. Iky lega karena tawanya terdengar lebih ringan. Terus Ica lanjut, “dan gue masuk agensi buat modelling sama content creator. Gue kayaknya mulai ke arah sana.” “You happy, right?” Ica ngangguk. “Soooo happy.” Iky cuma butuh itu. “Sooo,” Ica nyengir, “cukup gue aja ya, Dek. Lu jangan kecewain papa mama. Dari dulu emang cuma lu yang bisa bikin papa mama bangga.” Yak, tekanan baru.

  • 29 окт.7 4702763

    Sejujurnya, Iky nggak nyangka kalau masalahnya bisa jadi gede. One day dia nggak bisa kontrol tangan kanannya dan sakit banget pas dipakai, bikin dia nggak bisa tekan tuts dengan benar. “Terus,” Kannon tanya setelah Iky masuk apartemen, “kata dokter apa?” “Carpal Tunnel Syndrome,” Iky jawab santai sambil tunjukkin tangan kanannya yang dibebat splint, “disuruh nggak banyak gerakin tangan dulu dan kalau malem pake ginian.” Kannon ngangguk. “So, it’s not that serious?” “Yup.” Famous last words. *** Iky nggak betah di rumahnya sendiri. Dia nggak betah sama orangtuanya yang sering berantem perkara duit dan nggak betah tiap hari dikenalin sama cewek meskipun Iky udah berkali-kali bilang kalau dia gay. “At least kalau kamu mau pacaran sama cowok, cari yang setara,” Papanya akan ngomel, “cari yang bisa angkat nama kamu juga.” The thing about Iky tuh, dia mau main musik tapi nggak mau terkenal. Dia nggak mau jadi artis karena menurut dia itu capek. Dia dari kecil hidup sama kamera acara gosip. Nyokapnya nikah sama bokapnya yang merupakan duda baru cerai sebulan jadi satu negara manggil dia cewek simpenan. Ulangtahun kakaknya nggak pas sama tanggal nikah orangtuanya jadi satu negara manggil kakaknya anak haram. Chaotic. Orangtuanya mikir bad exposure is also exposure dan jadinya main-main sama infotainment bikin drama. Iky yang cuma bisa peluk kakaknya tiap nangis habis di-bully mikir bad exposure itu neraka. Yang merdu di telinga Iky kecil cuma musik. Pas itu dia masih tiga tahun. Dia ngintip kakaknya les piano dan immediately picked interest. Guru lesnya keliatan kesal karena kakaknya nggak nyambung-nyambung dan memutuskan buat called it a day. Waktu si guru beres-beres, Iky yang mikir lesnya udah selesai pun ngeberaniin diri buat duduk di piano bench dan mainin the exact melody yang kakaknya nggak bisa mainin itu dengan minim salah. Guru lesnya noleh, kaget. Itulah awal mula Iky jadi korban eksploitasi anak—no, seriously, he was. Orangtuanya perlakuin skill musik Iky sebagai ladang uang. Dulu internet belum semasif sekarang. Video Iky kecil main piano kesebar format 3gp kayak bokep terus dia dianggap anak ajaib or something. For the first time, keluarganya dapet good exposure. Iky dibawa ke berbagai acara dan disuruh main piano. Dibawa ke talkshow buat tebak-tebakan nada—he is perfect pitch, so that’s that. Syuting berbagai macam produk anak yang isi campaign-nya misleading. Bahkan dia disuruh syuting acara sahur yang kudu stand by dari jam 1 malem itu. Puncaknya adalah waktu Iky nunjukkin gejala tifus tapi sama orangtuanya tetep disuruh naik panggung. Dia pingsan. Waktu bangun, tangan kanannya luar biasa sakit dan gerakannya nggak bisa dia kontrol. Dokter bilang dia capek aja. Orangtuanya akhirnya kasih dia rehat dua bulan. Setelah itu dia balik jadi anak ajaib yang melanglang buana di TV nasional. Anak ajaib cuma ajaib ketika anak-anak, btw. *** Oh, iya. Iky punya kakak cewek namanya Ica—Rashika, tepatnya. Suka musik juga, tapi cahayanya ketutupan sama Iky. Of course orangtuanya tetep bawa dia belajar nyanyi nari akting modelling lalala yeyeye dan ikut audisi artis kecil sana sini. Beberapa kali keterima audisi nyanyi, tapi paling jauh cuma sampai 16 besar. Masalahnya, satu negara ya taunya dia anak hasil selingkuhan. Terus ada audisi buat jadi trainee di Korea dan dia ikut. Keterima. Terus ke Korea bertahun-tahun dan jarang balik. Iky seneng karena akhirnya kakaknya nemu jalannya sendiri. Tapi ya gitu; tiap ditelepon Iky isinya selalu nangis kecapekan. Dia makin kurus juga. It was hard for both of them. Terus one day, Ica telepon buat kasih kabar, “gue keluar dari agensi.” “Hah?” Ica mainin ujung rambutnya grogi. “Final debut line up mereka lebih muda dari gue. Artinya gue udah nggak kepake—“ “Jangan pake kata itu buat deskripsiin lo, Kak.” “—jadi gue mutusin buat keluar aja,” Ica angkat bahu, “at least ini keputusan gue sendiri, bukan karena gue ditendang.” Iky pijat pelipis. “Terus rencana lo gimana?”

  • Telat nakal

  • Dan berita korupsi itu hilang ditelan gosip artis bumi.

  • Dan Kannon tau di hari yang sama; Maminya Paris. Dateng ke rumah. Nangis-nangis sambil sujud di kaki Mamanya Kannon sambil minta maaf. Mamanya Kannon cuma mendengus. “Bukan saya kan yang harusnya kamu mintain maaf?” Jadi Maminya Paris nyamperin Kannon yang duduk terpaku di atas kursi rodanya, ngeliat pemandangan itu semua. Maminya Paris nyamperin, terus bersimpuh di depannya. Beneran bersimpuh kalah. “Ampun, Kannon,” Maminya Paris menangis di depan kaki Kannon, “Tante minta maaf.” Kannon mundurin kursi rodanya. Sekarang dia tau apa maksud yangtinya. Jadi ini kekuatan Wardoyo yang sesungguhnya. “Tante,” menahan ekspresi, Kannon merespon, “saya punya dua syarat.” Maminya Paris mengangkat kepala. “Satu,” Kannon mengacungkan telunjuk, “lepasin Bang Paris.” Maminya Paris mengangguk. “Oke, oke. Lepasin Paris. Oke.” “Dua,” Kannon menambahkan satu jari lagi, “Bang Paris nggak boleh tau soal ini.” Maminya Paris menelan ludah. Ia melihat sekeliling—melihat gimana Big Wardoyo dan istrinya cuma melihat tanpa kasih intervensi. Jadi dia mengangguk, kalah. “Oke.”

  • без подписи

  • без подписи

  • Lu mau panik tapi temen lu Iky

  • Nah masalahnya, Kannon nggak tau kalau cara eyangnya bantu bakal kayak gitu. Like literally Kannon pingsan habis baca beritanya. Pingsan. Untungnya lagi di rumah jadi ada yang nangkep. Paris gemeteran pas baca beritanya juga karena it was all so sudden. Paris si anak baik-nyerempet-kelewat-polos itu nggak nyangka kalau one day muka bapaknya bakal ada di koran paling depan karena kasus korupsi. Pas itu Paris sendirian di rumah sakit, dan yang terjadi ke dia pertama kali adalah mual; seluruh ketakutannya yang dulu rasanya cuma ada di mimpi buruk tiap malem waktu liat bapaknya kenalan sama orang baru lagi atau bawa koper duit lagi sekarang jadi kenyataan. Paris, yang kelewat polos itu, nggak tau kalau ini semua lowkey karena Kannon.

  • Kalau Paris… dihabisin netizen.

  • By the way soal Paris; ketika kejadian Paris dijodohin sama cewek yang lebih tua 10 taun dari dia itu viral, netizen sebetulnya pada kasihan kan. Apalagi pas tau dia ada drama kabur sampai kecelakaan—beneran viral yang viral!—jadi tuh netizen kayak siding with Paris gitu sebetulnya. Tapi pas kebongkar kalau papanya diselidikin KPK, netizen mulai goyah; “berarti selama ini Paris nikmatin uang haram dong?” Sebuah jajak pendapat; menurut lo anak terdakwa korupsi wajib kena hukuman sosial kayak bapaknya nggak?

  • Berita yang dimaksud adalah Papanya Paris yang dilaporin ke KPK karena nyeleweng duit tambang so that’s that.

  • Paris cuma bisa mengerjap bingung ketika tiba-tiba kamarnya ramai sama Kannon dan dua orang yang Kannon perkenalkan sebagai sepupunya. “Ini Bang Laksa,” kata Kannon, “kalau ini… bukan pacarnya tapi nggak tau ngintil aja. Namanya Bang Prabu.” Prabu jitak kepala Kannon kesal. Paris ngangguk sambil berusaha duduk karena kok kesannya nggak sopan banget lagi diperkenalkan sama keluarga pacar tapi malah tiduran. Namun Kannon langsung berjengit dan kasih isyarat biar Paris tetap tidur aja. “But wow,” Laksa berdecak. “Lu beneran kabur dari acara tunangan dan ditabrak tunangan lo sendiri? Ain’t that crazy?” Pipi Paris memerah malu. Kannon ngeluarin bungkusan yang dia bawa. “Gue bawa brownie cheesecake! Let’s just eat it before maminya Bang Paris dateng soalnya gue nggak kuat mental buat diomelin.” “Emang nyokap lo kemana deh, Ris?” Tanya Prabu sambil ambil satu brownie cheesecake dan bukain plastiknya buat Paris. Paris angkat bahu. “Nggak tanya. Thank you, Bang.” “Lo dari tadi sendirian?” Pipi Paris memerah lagi. Bingung gimana jawabnya karena dia nggak mau bongkar aib keluarga juga. Tapi kayaknya satu negeri udah tau kalau dia dijodohin sama tante-tante so ditinggal waktu sakit terdengar nggak penting. But still… Paris melotot ke arah Kannon yang nggak ngasih aba-aba bakal bawa tamu. Yang dipelototin lagi sibuk kupas apel karena gulanya at least nggak setinggi itu. Laksa yang ngerasa kalau Paris nggak suka topik pembicaraannya langsung alihin aja. “Kalau Paris kuliah jurusan apa?” Dan pembicaraan ngalir jadi soal kuliah. Paris sama Kannon beneran anak baik-baik di kampus dan kedengerannya nggak punya insiden nakal sama sekali jadi Laksa isinya cuma sindir-sindir Prabu yang kelewat bandel pas sekolah. “Pacar pertama gue cuma Bang Paris.” “Mantan gue cuma satu. Itupun disuruh nyokap.” “Mantan gue seumur-umur juga cuma dua. Kalau lo, Prabs?” Prabu bakal menggerutu. “Bisa ganti topik nggak?” Terus Kannon cerita kalau dia cuma punya dua temen seumur hidup; namanya Iky sama Efres. Hubungannya lagi nggak jelas soalnya orangtuanya Iky homophobic, ceunah. “I told you gue pengen kabur dari Indo kan, Bang?” “Iya.” “Tapi gue mau tamatin kuliah di sini,” Kannon cerita, “gue pengen liat Iky sama Efres lulus dulu terus dapet kerja enak biar hati gue lega.” Paris mengernyit. “Kayaknya kalau kamu tungguin Iky lulus kuliah bisa tujuh taun lebih deh, Non.” “Jangan didoain gitu!” Prabu terkekeh. “Emang Iky nih kenapa?” “Kelewat tolol,” adalah jawaban Paris dan Kannon bersamaan. Prabu sama Laksa ketawa. (Di sebuah apartemen, ada Iky yang bersin-bersin.)