tgindex
𝐊𝐮𝐭𝐚𝐢𝐛𝐮𝐥 𝐅𝐚𝐰𝐚𝐢𝐝

𝐊𝐮𝐭𝐚𝐢𝐛𝐮𝐥 𝐅𝐚𝐰𝐚𝐢𝐝

Статистика

📖 | Kumpulan faedah pilihan dari perkataan para ulama, hikmah salaf, dan intisari kitab-kitab turats. __ For more insight: 📍t.me/usariyah 📍t.me/tafaqquhofficial

Последний пост
4 авг.
Последнее чтение
15 авг.
Постов за неделю
0
Всего постов
231
Тип
открытый
Язык
und
Категория
Религия (по похожим)
В каталоге с
13 авг.
Подписчики
7 259
−22 за 5 дн.
Сутки
−3
−0,04%
Неделя
 
Месяц
 
Просмотров на пост
704
40 постов
Вовлечённость
9,7%
к подписчикам
Постов в день
0,0
всего 231
Упоминаний
2
каналов
Охват размещения
оценка
1/24сутки в ленте
476
1/48двое суток
545
1/72трое суток
588

Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.

Посты

  • без подписи

  • 4 авг.5312из usariyah

    "Sering kali rusaknya hubungan antar sesama anggota keluarga disebabkan rusaknya hubungan kita dengan Allah." Bacaan pilihan kali ini: Seputar Suami yang Bermasalah, disusun oleh Tim Bimbingan Islam. Sebelas tanya jawab tentang persoalan yang sering dipendam sendirian: suami yang meninggalkan salat, yang kasar, yang kecanduan game, yang menahan nafkah, sampai yang melarang istri menemui orang tuanya. Semuanya dijawab dengan dalil dan pertimbangan fikih yang jelas oleh para ustadz Dewan Konsultasi Bimbingan Islam. Kami bagikan utuh untuk kamu baca. Yuk gabung ke grup belajar eksklusif kami 👇 🔹 Ikhwan (Laki-Laki) Link Grup Ikhwan 🔸Akhwat (Perempuan) Link Grup Akhwat ​🚪 USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.

  • 4 авг.479из usariyah

    без подписи

  • 🔖 Sebelum menghakimi, cek dulu kacamata hatimu Ada orang yang disapa temannya tapi tidak dibalas, langsung menyimpulkan "dia sombong, mulai tidak peduli". Ada juga yang mengalami hal sama, tapi menyimpulkan "mungkin dia sedang sibuk, nanti juga dibalas". Kejadiannya sama persis. Yang beda cuma satu: persepsi. Dan dari persepsi yang beda itu, lahir perilaku yang beda pula. Yang berpikir "dia sombong" mulai menjauh, bercerita ke orang lain, bahkan ikut mencari-cari bukti pembenar prasangkanya. Yang berpikir "mungkin sedang sibuk" tetap tenang, hubungan tidak rusak. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menegaskan, "Jauhilah prasangka, karena prasangka adalah sedusta-dusta perkataan. Janganlah kalian saling mencari-cari kesalahan, saling memata-matai, saling mendengki, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara." (HR. Bukhari no. 5604, Muslim no. 2563) Perhatikan urutannya. Prasangka disebut lebih dulu sebagai akar masalah. Setelahnya baru muncul rentetan perilaku buruk: mencari kesalahan, memata-matai, dengki, benci. Persis seperti yang disampaikan Ustadz Muhammad Nur Ihsan hafizhahullah, "perilaku seseorang sangat tergantung dengan persepsinya." Persepsi yang keliru melahirkan perilaku yang keliru. Dan yang paling dulu rusak bukan hubungan dengan orang lain, tapi ketenangan hati sendiri. Sebelum menilai sikap seseorang, pastikan dulu: itu fakta, atau baru dugaan. ✍🏻 | t.me/kutaibulfawaid

  • без подписи

  • Syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaili hafizhahullah menuturkan, "Perumpamaan orang yang mencela para dai penyeru sunnah dengan maksud membuat manusia lari menjauh dari mereka, bagaikan orang yang meletakkan tangannya untuk menutupi cahaya matahari, ia mengira telah menutup cahayanya, padahal cahaya itu menyinari segala penjuru." __ ✍🏻 | t.me/kutaibulfawaid

  • без подписи

  • 🔖 Kedudukan Termulia Seorang Manusia: "Menjadi Hamba Allah" Diantara faedah dari kajian tafsir Ustadz Firanda Andirja hafizhahullah, ketika membahas peristiwa Isra Mi'raj dalam surat Al-Isra' ayat pertama. Ada satu hal menarik yang beliau soroti dari ayat…

  • 🔖 Kedudukan Termulia Seorang Manusia: "Menjadi Hamba Allah" Diantara faedah dari kajian tafsir Ustadz Firanda Andirja hafizhahullah, ketika membahas peristiwa Isra Mi'raj dalam surat Al-Isra' ayat pertama. Ada satu hal menarik yang beliau soroti dari ayat ini: ﴿سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ﴾ "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al-Isra' [17]: 1) Ada satu hal menarik yang mudah terlewat begitu saja: mengapa Allah tidak menyebut, "Yang memperjalankan rasul-Nya"? Padahal peristiwa ini (yaitu Isra Mi'raj) adalah bukti kenabian yang luar biasa. Justru yang dipilih adalah kata "hamba-Nya" (ʿabduhu). Ibnu Qayyim, dalam kitabnya Miftāḥ Dār as-Saʿādah, menjelaskan bahwa di balik pilihan kata ini tersimpan rahasia besar. Nabi ﷺ memang disematkan banyak gelar mulia oleh Allah 'azza wajalla—beliau adalah rasūluhū (rasul-Nya), beliau adalah nabiyyullāh (nabi Allah). Namun dari semua gelar itu, ada satu yang justru menempati posisi paling tinggi: hamba. Kenapa begitu? Karena menjadi rasul adalah anugerah, menjadi nabi adalah pilihan Allah. Tapi menjadi hamba yang sejati, itu adalah perjuangan, bukti nyata, sesuatu yang dibuktikan lewat amal, bukan sekadar status yang diberikan. Nabi Muhammad ﷺ adalah manusia yang paling sempurna dalam membuktikan kedudukannya sebagai hamba melalui ibadah kepada Allah. Tak ada seorang pun yang membuktikan kehambaan itu sesempurna Nabi Muhammad ﷺ. Beliau shalat sampai kakinya bengkak dan pecah-pecah. Ketika ditanya kenapa sampai seberat itu, beliau menjawab: "Afalā akūnu ʿabdan syakūrā" ("Apakah tidak boleh aku menjadi hamba yang pandai bersyukur?") Karena itu, dalam kondisi-kondisi yang genting, Allah menyebut Nabi ﷺ dengan sifat hamba-Nya: 1. Dalam peristiwa Isra Mi'raj (QS. Al-Isra' [17]: 1) — ketika beliau diperjalankan naik ke langit ketujuh di tengah pendustaan kaum Quraisy kala itu 2. Dalam tantangan mendatangkan Al-Qur'an (QS. Al-Baqarah [2]: 23) — ketika Allah menantang seluruh makhluk, jin dan manusia, untuk membuat walau hanya satu surat semisal Al-Qur'an. Sebuah tantangan yang tak pernah ada satu pun yang sanggup menjawabnya hingga hari ini: ﴿وَإِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا۟ بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِۦ﴾ "Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur'an yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur'an itu." (QS. Al-Baqarah [2]: 23) — 𝐑𝐞𝐟𝐞𝐫𝐞𝐧𝐬𝐢: • Firanda Andirja, "Tafsir Juz 15 : Surat Al-Isra #1 Ayat 1-8," Firanda Andirja Official, YouTube, 6 Juli 2020. 🏷Link : https://youtu.be/5NMTY98o1cE?si=2EjESnsdA6G2UC3F ✍🏻|t.me/kutaibulfawaid

  • Habis nonton video singkat Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, M.Sc. (Guru Besar Kimia FMIPA UI) yang bahas Isra Mi'raj dari sudut pandang sains modern soal kecepatan cahaya, dimensi, dan batas nalar manusia tiba-tiba teringat satu faedah dari kajian tafsir Ustadz Firanda Andirja hafizhahullah tentang peristiwa yang sama, tapi dari sisi yang jarang disorot: bukan soal bagaimana Nabi ﷺ diperjalankan, melainkan dengan sebutan apa Allah memanggilnya di peristiwa yang begitu agung itu. https://youtube.com/shorts/q8DdVYMoock?si=zYA-l3nY4yQcz1AK 👇 simak faedahnya

  • без подписи

  • 21 июл.9175из usariyah

    مَنْ شَبَّ عَلَى شَيْءٍ شَابَ عَلَيْهِ "Siapa yang tumbuh di atas sesuatu, ia akan menua di atasnya." Anak bukan menghafal ucapan kita, tapi merekam perbuatan kita. Insight menarik lainnya, ikuti: 👉 https://t.me/usariyah

  • 21 июл.7762из usariyah

    "Qudwah (keteladanan) itu lebih gamblang daripada ribuan nasihat." Sepuluh kaidah emas dalam mendidik anak — dari ibadahnya mendidik, teladan, adab, kedisiplinan, hingga pentingnya kesepakatan ayah dan ibu — segera hadir. Diambil dari risalah Iman al-Wakil, Konsultan Pendidikan Keluarga. Mau baca lebih dulu? Yuk gabung ke grup belajar eksklusif kami 👇 🔹 Ikhwan (Laki-Laki) Link Grup Ikhwan 🔸Akhwat (Perempuan) Link Grup Akhwat Semoga ilmu yang sedikit ini Allah subhanahu wa ta'ala jadikan berkah dan bermanfaat untuk bekal rumah tangga kita semua.

  • 17 июл.1 0388

    без подписи

  • 17 июл.1 1297

    🔖 Kesulitanmu Ada Tanggal Kadaluarsanya Waktu di dunia ini begitu singkat. Sayang kalau dihabiskan untuk menyesali kesulitan yang sedang dijalani. Sebab kesulitan itu sendiri tidak kekal. Ia datang, mengajarkan sesuatu, lalu pergi meninggalkan hikmah yang baru terlihat setelah dilewati. Maka yang perlu diusahakan bukan menunggu kesulitan selesai, tapi terbiasa menjalaninya dengan sabar, sembari menikmati prosesnya. Yang kekal abadi hanya Allah. Kesulitanmu, cepat atau lambat, akan berlalu. ========== Terinspirasi dari: • Alfialghazi, A Little Reminders:"When I Am Lost, He Is My Guide", Penerbit Lautan Ingatan. ✍🏻 | t.me/kutaibulfawaid

  • без подписи

  • 16 июл.8683из usariyah

    🏷 Menggugat Kalimat "Cuma Ibu Rumah Tangga" Sering banget kita dengar ungkapan yang keliru. Ketika ada yang ditanya, "Kamu kerjanya apa?" jawabnya, "Aku nggak kerja, cuma ibu rumah tangga." ​Padahal faktanya, seorang ibu itu kerjanya 24 jam nonstop! ​Nah, di kajian yang telah dibahas rabu pagi kemarin oleh Ustadz Syafiq Riza Basalamah, mindset kita benar-benar diluruskan. Kita diingatkan kembali kalau menjadi seorang ibu itu adalah murni proyek peradaban. ​Menurutku, ini salah satu materi kajian yang paling insightful banget, khususnya bagi wanita. Saking pentingnya fondasi ini, rasanya kajian ini sangat pas kalau nanti bisa disimak bareng sama anak perempuan kita. Biar mereka punya pemahaman yang benar tentang mulianya peran perempuan, jauh sebelum waktunya tiba. 🔗 https://www.youtube.com/live/nGNJZJ8tC2U?si=j5vucxIUa4PYoyD2 Mau dapat insight-insight menarik lainnya kayak gini secara rutin? Yuk jadi bagian dari ruang belajar eksklusif kami: 👉🏻Link Grup Ikhwan (Laki-laki) 👉🏻Link Grup Akhwat (Perempuan)

  • 16 июл.646из usariyah

    без подписи

  • 🔖 Aman dari Dosa, tapi Kosong dari Pahala? Banyak yang bangga karena sudah jaga mata, jaga lisan, jaga dompet dari yang haram. Tapi shalat jamaah masih bolong, sedekah ditunda, silaturahmi diputus lama. Merasa aman, Padahal keduanya sama-sama perlu diperjuangkan. Ini yang diingatkan Ustadz Muhammad Nur Ihsan hafizhahullah lewat status WhatsApp beliau: "فعل المأمور أحب إلى الله من ترك المحظور" "Mengerjakan perintah lebih Allah cintai daripada sekadar meninggalkan larangan." Sebab menurut Ibnul Qayyim rahimahullah, perintah Allah itu tujuan asal penciptaan manusia. Larangan cuma penjaga, supaya tujuan itu tidak terhalang. Cek diri lewat ini: • Sudah jaga lisan dari ghibah, sudah rajin dzikir dan ucapkan yang baik juga? • Sudah tinggalkan riba, sudah tunaikan zakat tepat waktu juga? Jangan berhenti di "yang penting nggak dosa". Kejar juga "yang penting sudah taat". Wallahu a'lam. 𝐑𝐞𝐟𝐞𝐫𝐞𝐧𝐬𝐢: • Status WhatsApp Ustadz Muhammad Nur Ihsan hafizhahullah • Ibnul Qayyim al-Jauziyyah (w. 751 H), 'Uddatush Shabirin wa Dzakhiratusy Syakirin ✍🏻 | t.me/kutaibulfawaid

  • без подписи