- Последний пост
- 1 авг.
- Последнее чтение
- 13 авг.
- Постов за неделю
- 0
- Всего постов
- 20
- Тип
- открытый
- Язык
- индонезийский
- В каталоге с
- 13 авг.
- 1/24сутки в ленте
- 485
- 1/48двое суток
- 555
- 1/72трое суток
- 599
Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.
Посты
Tempat favorit Aku tidak memiliki tempat favorit, namun aku memiliki orang-orang favorit. Sebab kebersamaan dengan orang-orang shalih menjadikan tempat yang sederhana terasa begitu berharga. Rasulullah ﷺ bersabda, "Seseorang itu berada di atas agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan dengan siapa ia berteman."* (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi). Allah juga berfirman, *"Bersabarlah engkau bersama orang-orang yang menyeru Rabbnya pada pagi dan petang hari karena mengharap wajah-Nya." (QS. Al-Kahfi: 28) Semoga Allah mengaruniakan kepada kita teman-teman yang mendekatkan kepada-Nya, karena sering kali bukan tempat yang membuat hati merasa pulang, melainkan orang-orang yang mengingatkan kita kepada Allah
Ayahku Ayah adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah titipkan. Selama ia masih ada, jangan sia-siakan kesempatan untuk berbakti, menghormati, dan mendoakannya. Allah ﷻ berfirman, "Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, 'Wahai Rabbku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah mendidikku ketika aku kecil.'" (QS. Al-Isra': 24) Semoga Allah menjaga para ayah yang masih bersama kita, mengampuni dan merahmati ayah yang telah kembali kepada-Nya, serta menjadikan kita anak-anak yang berbakti hingga akhir hayat.
Disaat dirimu dipenuhi kesedihan, maka berikanlah kebahagiaan kepada orang lain. Niscaya kesedihan itu akan sirna dan kebahagiaan akan datang. “Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia” (HR. Thabrani)
Setiap takdir Allah mengandung hikmah yang sering kali baru kita pahami setelah waktu berlalu. Apa yang luput dari genggaman kita bisa jadi adalah bentuk penjagaan Allah dari sesuatu yang kelak akan membawa mudarat. Sebagaimana firman-Nya, "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216). Karena itu, seorang mukmin tidak menilai takdir hanya dari apa yang tampak hari ini. Ia memilih husnuzan kepada Allah, meyakini bahwa setiap kehilangan, penundaan, dan perubahan adalah bagian dari kasih sayang-Nya kepada hamba yang beriman.
без подписи
Di dunia ini kita memiliki banyak pilihan, tetapi hati seorang mukmin seharusnya hanya memiliki satu tujuan akhir: mencari ridha Allah. Jika Allah telah menganugerahkan seseorang yang membuatmu mencintai karena-Nya, maka jagalah cinta itu dengan cara yang Allah ridai. Allah ﷻ berfirman: “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.”(QS. Ar-Rum: 21) Cinta yang paling indah bukanlah yang paling lama diungkapkan, tetapi yang paling menjaga diri dari hal-hal yang Allah haramkan. Rasulullah ﷺ bersabda: ”Tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya, di antaranya adalah dua orang yang saling mencintai karena Allah; mereka berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Sahabat sejati bukan hanya hadir saat berjalan di sampingmu. Ia menjagamu saat berada di belakangmu, dengan menjaga nama baikmu ketika kamu tidak ada. Ia juga menjagamu saat berada di depanmu, dengan menunjukkan jalan yang benar ketika kamu mulai keliru. Sahabat yang baik akan ikut bahagia ketika kamu berhasil, seakan keberhasilanmu adalah kebahagiaannya. Ia akan menguatkanmu ketika kamu terjatuh, bukan meninggalkanmu saat kamu paling membutuhkan. Namun jika ada yang merasa dengki ketika kamu berhasil, lalu pergi ketika kamu gagal, mungkin ia hanya teman dalam keadaan mudah, bukan sahabat dalam arti yang sebenarnya. Pilihlah sahabat yang membawa kita semakin dekat kepada kebaikan, karena persahabatan yang dibangun di atas keikhlasan akan tetap bertahan, baik dalam lapang maupun sempit. “Seseorang itu mengikuti agama (jalan hidup) sahabat karibnya. Maka hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan siapa yang dijadikannya sahabat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Diam disaat marah Kita sering merasa harus merespons segala sesuatu. Setiap komentar, setiap opini, setiap provokasi, seolah diam itu kekalahan. Jalaluddin Rumi mengingatkan agar setiap kata melewati tiga gerbang terlebih dahulu: apakah itu benar? apakah itu perlu? dan apakah itu baik?. Umar bin Khattab رضي الله عنه, yang dikenal tegas dan berani bicara, justru mengaku tak pernah menyesali diamnya, namun berkali-kali menyesali ucapannya. Dan Rasulullah ﷺ meletakkan ini sebagai bagian dari keimanan itu sendiri: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” (HR. Al-Bukhari no. 6475, Muslim no. 47) Diam bukan berarti tidak punya pendapat. Diam kadang adalah bentuk kedewasaan memilih kapan kata-kata layak dikeluarkan, dan kapan lebih baik disimpan. Bicaralah di saat ucapanmu lebih indah dari diammu.
Seringkali kita menghitung nikmat hanya dari harta, tanpa menyadari bahwa dikelilingi oleh orang-orang baik adalah kenikmatan tiada tara setelah nikmat Iman & kesehatan. Harta tidak selalu bisa membuatmu bahagia dan menyelesaikan segala masalahmu. Namun dikelilingi oleh orang-orang baik yang dapat menerima segala kebaikan dan keburukanmu, hari-harimu akan dihiasi dengan kebahagiaan, dan setiap masalah yang kamu lalui menjadi mudah karena kehadiran mereka, in syaa Allah. ما أعطي العبد بعد الإسلام نعمة خيراً من أخ صالح فإذا وجد أحدكم وداً من أخيه فليتمسك به “Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang saleh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh maka pegang lah erat-erat.” (Quutul Qulub, 2: 17)
✧ Jum’at Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ.” “Sebaik-baik hari dimana matahari terbit di saat itu adalah hari Jum’at. Pada hari ini Adam diciptakan, hari ketika ia dimasukan ke dalam Surga dan hari ketika ia dikeluarkan dari Surga. Dan hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at.” Shahih Muslim (II/585) Kitaabul Jumu’ah.
Sering kali manusia terburu-buru menghakimi hidupnya sendiri hanya dengan membandingkan langkahnya pada orang lain. Merasa gagal karena terlambat, merasa berhasil karena cepat, padahal keduanya hanyalah ilusi yang lahir dari ketidaksabaran menunggu ketetapan Rabbmu. Bisa jadi Allah menahanmu bukan karena Dia murka, melainkan karena Dia lebih tahu bahwa engkau belum sanggup menanggung sesuatu yang belum sampai hari ini, dan bisa jadi Dia mempercepat urusan orang lain bukan tanda kasih sayang yang lebih besar, melainkan ujian yang berbeda bentuknya. Maka janganlah menjadi hamba yang tergesa menuduh takdirnya sendiri sebagai keterlambatan, karena Rabbmu tahu apa yang terbaik bagi dirimu, dan Rabbmu mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.
Ada satu sosok yang jarang mengeluh, tapi selalu berjuang diam-diam: Ayah. Panas terik atau hujan deras, ia tetap berangkat. Bukan karena tidak lelah, tapi karena ia tahu ada perut yang harus kenyang, ada sekolah yang harus dibayar, ada rumah yang harus tetap hangat. Kita sering hanya melihat hasilnya. Makan cukup, sekolah lancar, hidup nyaman. Tapi lupa menghitung berapa banyak lelah yang ia sembunyikan agar kita tidak ikut khawatir. Ya Rabb, panjangkanlah umur kedua orang tua kami, dan izinkanlah kami berbakti kepada mereka, berkahilah mereka, dan karuniakan kepada mereka segala kebaikan.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H 🤍 Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan berikutnya dalam keadaan yang lebih baik, dan memberikan kita keistiqomahan dalam ketaatan kepada-Nya. تقبل الله منا ومنكم (Taqabbalallahu minna wa minkum) “Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian” عيد مبارك ✨ Happy Eid Mubarak
Happy Eid Fitr 1447 H
Ada cinta yang tak pernah menuntut balasan. Cinta yang tidak berkurang meski engkau sering lupa. Tidak pergi meski engkau berkali-kali jatuh dalam dosa. Itu adalah cinta Allah — cinta yang lebih luas dari langit dan bumi, lebih lembut dari angin yang menyentuh wajahmu, dan lebih besar dari cinta seorang ibu kepada anaknya. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada ibu ini kepada anaknya.” (HR. Bukhari & Muslim) Allah Ta’ala berfirman dalam hadits qudsi: “Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku berjalan, Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari no. 6970 & Muslim no. 2675)
✧ Ummi 🌹, Jika kamu bertanya siapa seseorang yang akan memberikan segalanya untuk kebahagiaanmu, tentu saja orang itu adalah ibumu. Dari Mu’awiyah bin Haidah Al Qusyairi radhiallahu’ahu, beliau bertanya kepada Nabi: يا رسولَ اللهِ ! مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ : قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أباك ، ثُمَّ الأَقْرَبَ فَالأَقْرَبَ “wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, sanadnya hasan).
Teman baik اَلْاَخِلَّاۤءُ يَوْمَىِٕذٍۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَ ۗ ࣖ Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa (QS. Az-Zukhruf : 67)
Doa hari Jum’at 🤲🏻 Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ.” “Sebaik-baik hari dimana matahari terbit di saat itu adalah hari Jum’at. Pada hari ini Adam diciptakan, hari ketika ia dimasukan ke dalam Surga dan hari ketika ia dikeluarkan dari Surga. Dan hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at.” Shahih Muslim (II/585) Kitaabul Jumu’ah.
Ummi 🤍 Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. (QS. Luqman : 14)
Hari ini bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Namun bagiku, pahlawan sejati itu bukan yang berperang di medan laga, melainkan sosok yang setiap hari berjuang dalam diam — Ayahku. Ayah, engkau mungkin tak memakai seragam kehormatan, tapi setiap peluh yang jatuh dari keningmu adalah lambang pengorbanan. Engkau tak pernah mengeluh, tak pernah meminta balasan, hanya memastikan kami tumbuh dengan bahagia dan berpendidikan. Terima kasih, Ayah, atas setiap langkah yang kau ayunkan demi keluarga, atas setiap doa yang kau panjatkan di sepertiga malam, dan atas kasih yang tak pernah habis meski dunia terus berputar. Ayah, maaf jika aku belum mampu membalas semua pengorbananmu, namun sungguh, aku mencintaimu karena Allah. Engkau adalah pahlawanku, di dunia dan insya Allah di akhirat kelak.