- Последний пост
- 14 авг.
- Последнее чтение
- 15 авг.
- Постов за неделю
- 2
- Всего постов
- 22
- Тип
- открытый
- Язык
- und
- Категория
- Религия
- В каталоге с
- 13 авг.
- 1/24сутки в ленте
- 735
- 1/48двое суток
- 842
- 1/72трое суток
- 908
Оценка по просмотрам недавних постов: пост набирает почти всё за первые сутки.
Посты
без подписи
https://youtu.be/lTAhMVG0Yrk
https://youtu.be/7DGaWb5spqc
без подписи
https://youtu.be/niuSNVzDohQ
https://youtu.be/xCv62R6b6hk
без подписи
https://youtu.be/ZZmugyl6pPk
Buku Baru! STUDI DUNIA ISLAM KONTEMPORER Membaca Tantangan, Ancaman, dan Dinamika Umat Islam Modern Mengapa Dunia Islam yang pernah memimpin peradaban dunia kini menghadapi begitu banyak tantangan? Apa akar persoalan yang melahirkan perpecahan, westernisasi, kolonialisme modern, kemunduran pendidikan, hingga berbagai konflik yang terus melanda negeri-negeri Muslim? Info buku : 559 halaman, 15,5 x 24, HVS 60 gram, Hard Cover Harga : Rp. 175.000,-. Discount 20 % Ongkir Pulau Jawa Rp. 10.000, Luar Jawa Rp. 20.000 *Pemesanan* Firhat Rabbani BSI 7127183923 *Konfirmasi* Novia 085717662245 (Nama, bukti transfer, alamat lengkap dan no HP)
https://youtu.be/uqziqPYuHs8
https://youtu.be/lU8eNMFPdn8
https://youtu.be/GiGfbxML9x0
Menjadi pengikut dalam kebenaran jauh lebih baik daripada menjadi pemimpin dalam kebatilan. Karena itu, jangan malu menerima kebenaran meskipun orang lain telah lebih dahulu melakukannya. Jangan pula merasa berat meninggalkan kebatilan ketika kamu telah mengetahui bahwa itu memang batil. Sesungguhnya bentuk rasa malu yang paling tinggi adalah malu kepada Allah. Pelajaran Ketiga: Dalam sirah Nabi terdapat pelajaran; maka ambillah ibrahnya. Peristiwa-peristiwa dalam sirah bukan sekadar kisah yang menarik untuk diceritakan. Ia adalah pelajaran bagi setiap zaman, karena karakter manusia pada hakikatnya tetap sama. Sebagian orang munafik di Madinah dahulu adalah tokoh-tokoh terpandang. Seandainya kamu melihat mereka, pasti kamu merasa iri kepada penampilan mereka, kekayaan mereka, dan kedudukan mereka di tengah masyarakat. Namun setelah mengetahui hakikat mereka, kamu pasti memuji Allah karena tidak dijadikan seperti mereka. Nabi ﷺ menceritakan tentang seorang wanita dari Bani Israil yang sedang menyusui anaknya. Lalu lewatlah seorang penunggang kuda yang tampak gagah dan berwibawa. Sang ibu berdoa: “Ya Allah, jadikanlah anakku seperti orang itu.” Tiba-tiba bayi itu melepaskan susuan ibunya dan berkata: “Ya Allah, jangan jadikan aku seperti dia.” Kemudian ia kembali menyusu. Tak lama kemudian lewat seorang budak perempuan yang sedang dipukuli. Orang-orang menuduhnya mencuri dan berzina. Sang ibu berdoa: “Ya Allah, jangan jadikan anakku seperti perempuan itu.” Sekali lagi bayi itu melepaskan susuan ibunya dan berkata: “Ya Allah, jadikan aku seperti dia.” Ibunya pun bertanya: “Mengapa demikian?” Bayi itu menjawab: “Penunggang kuda itu adalah seorang tiran dari kalangan orang-orang zalim. Sedangkan budak perempuan itu dituduh mencuri dan berzina, padahal ia tidak melakukannya.” Semoga ayah dan ibuku menjadi tebusan bagi Nabi ﷺ, kita membenarkan setiap berita yang disampaikan Nabi saw, sekalipun akal merasa berat menerimanya. Karena itu: * Jangan iri kepada orang-orang kaya sebelum kamu mengetahui komitment agamanya. * Jangan iri kepada orang-orang yang memiliki jabatan sebelum kamu mengetahui akhlaknya. * Jangan iri kepada orang-orang yang memiliki kehormatan dan kedudukan sebelum kamu mengetahui ibadahnya. Standar manusia berada di satu lembah, sedangkan standar Allah berada di lembah yang lain. Betapa banyak orang yang kusut rambutnya, berdebu pakaiannya, hanya mengenakan pakaian sederhana, ditolak jika mengetuk pintu, dan tidak dipandang oleh manusia. Namun seandainya ia bersumpah atas nama Allah, pasti Allah mengabulkan sumpahnya. ***
ALASAN MUDAH DICARI, BILA HATI BERMASALAH! Oleh: Adham Syarqawi Penerjemah: Aunur Rafiq Saleh, Lc. Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata: Ketika hendak berangkat menuju Perang Tabuk, Nabi saw bertanya kepada Al-Jadd bin Qais, salah seorang munafik: “Wahai Jadd bin Qais, bagaimana pendapatmu tentang berjihad melawan Bani Al-Ashfar (bangsa Romawi yang berambut pirang)?” Ia menjawab: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku seorang yang sangat menyukai wanita. Jika melihat wanita-wanita Romawi yang berambut pirang, aku khawatir akan tergoda. Maka izinkanlah aku untuk tidak ikut berperang, dan janganlah engkau menjadikanku terkena fitnah.” Lalu Allah Ta’ala menurunkan firman-Nya: وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ ائْذَنْ لِّيْ وَلَا تَفْتِنِّيْۗ اَلَا فِى الْفِتْنَةِ سَقَطُوْاۗ وَاِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيْطَةٌ ۢ بِالْكٰفِرِيْنَ "Di antara mereka ada orang yang berkata, “Berilah aku izin (tidak pergi berperang) dan janganlah engkau (Nabi Muhammad) menjerumuskan aku ke dalam fitnah.” Ketahuilah, bahwa mereka (dengan keengganannya pergi berjihad) telah terjerumus ke dalam fitnah. Sesungguhnya (neraka) Jahanam benar-benar meliputi orang-orang kafir.’” (QS. At-Taubah: 49) Pelajaran Pertama: Mereka adalah orang-orang munafik: lahiriahnya beriman, tetapi batinnya kufur. Kesalehan yang tampak zahirnya saja, sementara di baliknya tersembunyi hati yang rusak. Penampilan mereka menarik, tetapi jiwa mereka sakit dan busuk. Betapa sering Abdullah bin Ubay bin Salul shalat di belakang Nabi ﷺ di masjid, namun shalat itu sama sekali tidak bermanfaat baginya. Sebab ia melakukannya demi menjaga kedudukan sosialnya dan agar tetap menjadi pusat perhatian masyarakat. Demikian pula Al-Akhnas bin Syuraiq Ats-Tsaqafi. Kata-katanya sangat memukau. Siapa pun yang mendengarnya pasti berkata, “Alangkah baiknya orang ini.” Padahal lisan yang manis itu menyembunyikan jiwa yang sakit dan hati yang sekeras batu. Tentang dirinya, Allah berfirman: وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّعْجِبُكَ قَوْلُهٗ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللّٰهَ عَلٰى مَا فِيْ قَلْبِهٖ ۙ وَهُوَ اَلَدُّ الْخِصَامِ "Di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau (Nabi Muhammad) dan dia menjadikan Allah sebagai saksi atas (kebenaran) isi hatinya. Padahal, dia adalah penentang yang paling keras.” (QS. Al-Baqarah: 204) Kini Al-Jadd bin Qais mengikuti jejak kedua kawannya tersebut. Ia meminta izin tidak ikut berjihad dengan alasan takut tergoda oleh kecantikan wanita-wanita Romawi yang berambut pirang. Padahal hakikatnya bukan itu. Yang ada hanyalah sifat pengecut menghadapi peperangan, takut mati, dan sebelumnya telah mendustakan kenabian. Pelajaran Kedua: Tempat seorang mukmin berada di tempat yang dikhendaki Allah, bukan di tempat yang dikehendaki hawa nafsunya. Surga tidak bisa diraih kecuali dengan menentang hawa nafsu! Al-Jadd bin Qais tidak ikut Perang Tabuk dengan alasan yang rapuh. Pada awalnya, seorang sahabat mulia Abu Khaitsamah ra juga sempat tertinggal. Beberapa hari setelah Rasulullah ﷺ berangkat, Abu Khaitsamah ra kembali ke kebunnya. Ia melihat dua istrinya, buah-buahan yang telah matang, air yang sejuk, dan tempat yang teduh. Lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: “Rasulullah ﷺ berada di tengah panas, angin, dan terik matahari, sedangkan aku berada dalam kenikmatan seperti ini?” Ia segera memanggil kedua istrinya dan berkata: “Siapkanlah bekal untukku. Aku akan menyusul Rasulullah ﷺ.” Ia pun berangkat demi menemani kekasihnya ﷺ dalam perjuangan. Ia baru berhasil menyusul ketika Rasulullah ﷺ telah tiba di Tabuk dan pasukan telah berkemah. Dari kejauhan kaum muslimin melihat seseorang datang, tetapi mereka belum mengenalinya. Rasulullah ﷺ berulang kali berdoa: “Semoga itu Abu Khaitsamah.” Ketika orang itu semakin dekat, para sahabat berkata: “Demi Allah, wahai Rasulullah, benar, itu adalah Abu Khaitsamah.” Selalu ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahan. Datang terlambat jauh lebih baik daripada tidak datang sama sekali.
https://youtu.be/BKIHznKxYdk
Serial Percikan Iman #159 KEZHALIMAN ADALAH KEGELAPAN Oleh: Iman Santoso, Lc. { ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَمۡ يَلۡبِسُوٓاْ إِيمَٰنَهُم بِظُلۡمٍ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلۡأَمۡنُ وَهُم مُّهۡتَدُونَ } "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk" [Surat Al-An'am: 82] Dari Abdullah bin Mas'ud berkata, ketika turun ayat ini (Al-An'am 82), para sahabat merasa berat dan berkata, Ya Rasululah Saw siapa diantara kami yang tidak menzhalimi diri. Lalu Rasulullah Saw bersabda, " Sesungguhnya bukan seperti yang kamu maksud itu, bukankah kamu mendengar apa yang dikatakan hamba yang shalih (Luqman) { يَٰبُنَيَّ لَا تُشۡرِكۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٞ } "Wahai anakku! Janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” [Surat Luqman: 13] ( HR Al-Bukhari) Dari pemahaman ini kezhaliman terbagi menjadi tiga: 1. Kezhaliman terhadap Allah, yaitu kekafiran dan kemusyrikan, inilah kezhaliman yang paling besar karena berdusta atas nama Allah dan menyekutukan Allah dengan mahluk-Nya. 2. Kezhaliman kepada mahluk Allah, zhalim kepada manusia dan merusak lingkungan, seperti para penguasa yang membunuh, korupsi, dan segala bentuk kezhaliman terhadap rakyat. Para preman yang menindas dan memeras dll. 3. Kezhaliman terhadap diri sendiri seperti melalaikan dan berlebihan terhadap kewajiban dan berbagai bentuk kemaksiatan . Rasulullah Saw. bersabda: الظلم ثلاثة فظلم لا يغفر الله وظلم يغفره وظلم لا يتركه فاما الظلم الذي لا يغفره فالشرك قال تعالى ان الشرك لظلم عظيم واما الظلم الذي يغفره فظلم العباد انفسهم فيها بينهم وبين ربهم واما الذي لا يتركه الله فظلم العباد بعضهم بعضا حتى يدين لبعضهم من بعض Kezaliman dibagi tiga. (1) Zalim yang tidak akan diampuni oleh Allah, (2) Kezaliman yang akan diampuni oleh-Nya, (3) Kezaliman yang tidak akan dibiarkan oleh Allah. Adapun zalim yang tidak akan diampuni oleh Allah adalah perbuatan syirik. Allah Swt. berfirman: Sesungguhnya syirik adalah kezaliman yang amat besar. Adapun kezaliman yang diampuni oleh Allah adalah zalimnya manusia pada dirinya sendiri, yakni lalainya pada hak antara mereka dan Tuhannya. Adapun kezaliman yang tidak akan dibiarkan oleh Allah adalah zalimnya manusia pada saudaranya yang lain sampai mereka saling memaafkan. (HR. Thoyalisi, dari Anas Bin Malik Ra, Mukhtarul Ahadits) Disamping kezhaliman tersebut ada juga zhulm murokkab ( kezhaliman kumulatif) zhalim terhadap Allah, manusia, diri dan lingkungan. Berbagai peristiwa baru berupa kematian rakyat sipil calon manajer Kopdes yang ikut latihan militer, keracunan MBG, korupsi, penyekapan dan penindasan terhadap wanita, LGBT, perusakan hutan dan lingkungan serta melanggar berbagai peraturan dll adalah kezhaliman yang harus dikoreksi dan dihentikan. Segala bentuk kezhaliman diharamkan. Dalam hadits qudsi, Allah swt. berfirman: يا عبادي اني حرمت الظلم على نفسي وجعلته بينكم محرما فلا تظالموا Wahai hamba-hamba-Ku, Aku haramkan kezaliman pada diriku sendiri dan Aku jadikan suatu hal yang diharamkan pada kalian, oleh karena itu janganlah kalian saling menzalimi. (HR. Ahmad) Rasulullah Saw bersabda: اتَّقوا الظُّلمَ؛ فإنَّ الظُّلمَ ظُلُماتٌ يَومَ القيامةِ، واتَّقوا الشُّحَّ؛ فإنَّ الشُّحَّ أهلَك مَن كانَ قَبلكم، حَمَلَهم على أن سَفَكوا دِماءَهم، واستَحَلُّوا مَحارِمَهم. Takut dan hindarilah kezhaliman, karena kezhaliman adalah kegelapan di hari Kiamat. Dan takut dan hindarilah kekikiran karena kekikiran menghancurkan orang sebelum kamu. Kekikiran mengantakan pada penumpahan darah mereka dan menghalalkan yang diharamkan." ( HR Muslim). Wallahu a'lam. ***
https://youtu.be/d-21bAFB0Bs
без подписи
https://youtu.be/TsM8sLX-cYQ
https://youtu.be/Rq70k02Vbak